• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Sumber: Koperasi Karya Bersama (2004)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Sumber: Koperasi Karya Bersama (2004)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan

Nama perusahaan : KOPERASI KARYA BERSAMA

Alamat : Jalan Pajajaran no 154 Bandung

Telepon : (022) 6043277 Ext 720-721

Faximile : (022) 6043277 Ext 720-721

Akta pendirian : 518/ BH.64 – DISKOP / 2003

NPWP : 02.244.283.4-428.000

Gambar 1.1 merupakan logo yang digunakan oleh Koperasi Karya Bersama.

Gambar 1.1

Logo Koperasi Karya Bersama

Sumber: Koperasi Karya Bersama (2004)

1.1.2 Sejarah Singkat Perusahaan

Koperasi Karya Bersama (KKB) SU–Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (Persero) didirikan tahun 2003 setelah PT Dirgantara Indonesia melakukan rasionalisasi dengan memutuskan hubungan kerja sekitar 6500 karyawan. Untuk menampung karyawan yang terkena dampak rasionalisasi tersebut, PT Dirgantara Indonesia membuat program RDP untuk menampung mantan karyawan sehingga dapat memperoleh pekerjaan kembali, diantaranya Satuan Usaha Aircraft Services

(2)

2

menawarkan setiap departemen yang ada di lingkungannya diberi modal kerja sebesar Rp 10.000.000,00 dengan harapan dapat dibuat usaha. Dengan keterbatasan dana yang ada, maka dana untuk 10 departemen di gabung dan berdirilah koperasi yang selanjutnya disebut Koperasi Karya Bersama SU-Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia.

1.2 Latar Belakang Penelitian

Koperasi dan UKM merupakan bagian penting dalam memperkokoh fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini di sebabkan industri Koperasi dan UKM tidak terpengaruh ekonomi global (Wisnu dalam Okezone, 2010). Terbukti saat terjadinya kenaikan BBM dan LPG pada tahun 2014, Koperasi dan UKM tidak terkena dampak secara langsung (Glinmourinse dalam Sindonews, 2014).

Koperasi dan UKM sendiri terus bertumbuh di Indonesia. Saat ini, jumlah UKM di Indonesia mencapai 56,5 juta unit dan Koperasi mencapai 200.808 unit (Sikumbang dalam Antaranews, 2014). Angka tersebut naik lebih dari 2% pada tahun tahun sebelumnya (BPS, 2014). Dari 200.808 Koperasi yang terdapat di Indonesia, 25.457 unit Koperasi berada di Jawa Barat. Koperasi yang berada di Jawa Barat adalah Koperasi dengan modal sendiri terbesar di Indonesia, dimana modal tersebut berjumlah sekitar 3,23 Triliun Rupiah (Depkop, 2014). Salah satu Koperasi yang ada di Jawa Barat adalah Koperasi Karya Bersama.

Koperasi sendiri, dituntut untuk terus meningkatkan kualitas daya saing agar mampu menembus kawasan Asean. Cara meningkatkan kualitas tersebut bisa dengan cara peningkatan kualitas kelembagaan dan manajemen atau meningkatkan daya saing kelas dunia (Wicaksono dalam Liputan 6, 2013). Peningkatan kualitas kelembagaan tersebut bisa dilakukan dengan cara mengembangkan teknologi di lembaga tersebut. Pengaruh teknologi dalam suatu lembaga dan dunia bisnis sudah tidak dapat dipertanyakan lagi. Dengan adanya perkembangan teknologi, banyak pekerjaan yang telah digantikan oleh mesin (Simbolon dalam Kompasiana, 2012). Hal ini menuntut perusahaan

(3)

3 untuk mengelola teknologi dengan baik agar kinerja perusahaan tetap bertahan.

Komitmen peningkatan kualitas kelembagaan dan manajemen yang dilakukan oleh Koperasi Karya Bersama adalah dengan cara menerapakan Sistem Informasi dalam organisasi tersebut. Sistem Informasi ini membuat pencatatan transaksi yang awalnya manual menjadi terkomputerisasi. Dengan adanya penerapan Sistem Informasi tersebut, membuat Koperasi Karya Bersama memasuki proses alih teknologi. Alih teknologi adalah pengalihan kemampuan memanfaatkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi antar lembaga, badan atau orang, ke orang yang lainnya (PP no 20, 2005). Berdasarkan observasi awal, terdapat masalah dalam proses alih teknologi di Koperasi Karya Bersama. Masalah tersebut terletak pada ketidaksiapan karyawan dalam menggunakan Sistem Informasi. Karyawan terlihat malas untuk memindahkan data lama kedalam Sistem Informasi. Selain itu, karyawan sering mengalami kesulitan pada saat menyimpan data pada Sistem Informasi, dimana pada saat karyawan menyimpan data tersebut, namun data tersebut hilang atau tidak tersimpan dalam Sistem Informasi.

Terdapat empat komponen teknologi yang dapat diukur dalam proses

alih teknologi. Komponen tersebut adalah Technoware, Humanware,

Orgaware, dan Infoware (Jerusalem dkk, 2007). Komponen teknologi yang merupakan elemen kunci dalam proses alih teknologi adalah komponen

humanware. Humanware dibutuhkan untuk membangun, memperbaiki,

memasang, dan mengoperasikan technoware (Nazaruddin, 2008). Tanpa humanware, technoware tidak akan bisa digunakan. Selain itu, humanware juga merupakan aset yang tidak kalah penting dibanding dengan aset lain yang ada didalam suatu organisasi. Dengan adanya kemajuan teknologi, membuat

peran humanware menjadi sangat penting dalam komponen teknologi

(Farahmand, 2011). Komponen humanware dalam proses alih teknologi di Koperasi Karya Bersama adalah karyawan di organisasi tersebut. Agar alih teknologi dapat berjalan dengan baik, diperlukan tingkat kesiapan dari komponen teknologinya, yaitu tingkat kesiapan humanware di Koperasi Karya Bersama.

(4)

4

Koperasi Karya Bersama belum memiliki alat ukur tingkat kesiapan untuk komponen teknologinya. Hal ini terjadi karena belum diadakannya pengukuran dan proses alih teknologi belum lama berlangsung. Dengan diadakannya pengukuran pada tingkat kesiapan humanware, diharapkan dapat mengantisipasi masalah yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pada tingkat kesiapan humanware di Koperasi Karya Bersama yang berjudul: “PENGUKURAN TINGKAT KESIAPAN

HUMANWARE PADA PROSES ALIH TEKNOLOGI DI KOPERASI

KARYA BERSAMA”.

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, dapat ditentukan perumusan masalah adalah sebagai berikut:

1. Kriteria apakah yang memiliki nilai kriteria terkecil pada setiap tahap alih teknologi dari pengukuran tingkat kesiapan humanware di Koperasi Karya Bersama?

2. Kriteria apakah yang memiliki nilai kriteria terbesar pada setiap tahap alih teknologi dari pengukuran tingkat kesiapan humanware di Koperasi Karya Bersama?

3. Berapakah tingkat kesiapan minimum humanware pada proses alih teknologi di Koperasi Karya Bersama?

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk:

1. Mengetahui kriteria dengan nilai terkecil pada setiap tahap alih teknologi dari pengukuran tingkat kesiapan humanware di Koperasi Karya Bersama. 2. Mengetahui kriteria dengan nilai terbesar pada setiap tahap alih teknologi

dari pengukuran tingkat kesiapan humanware di Koperasi Karya Bersama. 3. Mengetahui tingkat kesiapan minimum humanware pada proses alih

(5)

5 1.5 Kegunaan Penelitian

1.5.1 Aspek Teoritis

a. Menambah pengetahuan dan memberikan pemahaman lebih lanjut

mengenai materi kuliah yang telah diberikan dengan membandingkan teori dengan suatu kasus nyata yang terjadi di lapangan.

b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan informasi tambahan bagi mahasiswa lain yang membutuhkan.

1.5.2 Aspek Praktis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan memberikan suatu masukan yang bersifat membangun bagi perusahaan terkait maupun perusahaan lain mengenai tingkat kesiapan humanware pada proses alih teknologi.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah yang ada diperusahaan terutama masalah terkait tingkat kesiapan humanware pada proses alih teknologi.

1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Sistematika penulisan memberikan gambaran bagi pembaca mengenai isi dari penelitian ini yang diuraikan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan pendahuluan dimana menggambarkan tinjauan objek studi, latar belakang masalah yang mendasari dari penelitian ini, rumusan masalah, tujuan, dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang landasan teori yang berkaitan dengan objek yang diteliti dan bahan acuan dalam penelitian ini, tinjauan pustaka, kerangka pemikiran, dan ruang lingkup.

(6)

6

BAB III METODE PENELITIAN

Bab 3 merupakan metode penelitian yang akan membahas tentang jenis penelitian, variabel operasional, tahapan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab 4 menjelaskan tentang pembahasan atas masalah yang telah dirumuskan serta menjelaskan hasil penelitian tersebut.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab penutup, dimana berisi tentang kesimpulan dari analisis tingkat kesiapan humanware untuk mengetahui kriteria dengan nilai terkecil pada setiap tahap alih teknologi dari pengukuran tingkat kesiapan humanware di Koperasi Karya Bersama, mengetahui kriteria dengan nilai terbesar pada setiap tahap alih teknologi dari pengukuran tingkat kesiapan

humanware di Koperasi Karya Bersama, mengetahui tingkat kesiapan

minimum humanware pada proses alih teknologi di Koperasi Karya Bersama, serta saran-saran yang bersifat untuk di masa mendatang bagi perusahaan terkait.

Referensi

Dokumen terkait

Bab keempat berisi analisis yang meliputi analisis konsep Ali Yafie tentang kriteria insân kamîl hubungannya dengan kesehatan mental, analisis konsep Ali

BAB V : Penutup berisi kesimpulan yang menjelaskan secara singkat hasil penelitian tentang Analisis Kompetensi Karyawan, Reward , dan Punishment terhadap Kinerja

Bab ini berisi tentang Kriteria SDI Al-Qawiy Al-Amīn, Kriteria SDI Makīnun Amīnun, Kriteria SDI H{afīz}un ‘Alīmun dan Relevansi Al-Qawiy Al-Amīn, Makīnun Amīnun

Bab kelima adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran, kesimpulan mengenai hasil penelitian lapangan mengenai nilai – nilai Islam pada film Bulan Terbelah

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini berisi analisis dan perancangan yang akan dilakukan untuk membangun sistem BAB IV IMPLEMENTASI Pada bab ini dijelaskan mengenai hasil

BAB V PENUTUP Pada bab ini dipaparkan hasil kesimpulan dari penelitian klasifikasi penyakit diabetes dengan metode Logistic Regression dan saran-saran untuk pengembangan sistem yang

BAB V PEMBAHASAN Berisi pembahasan dari hasil pengolahan data tingkat getaran tanah yang didapat berupa prediksi tingkat getaran tanah berdasarkan nilai konstanta peledakan faktor

BAB V : Kesimpulan dan Saran Bab ini berisi tentang penarikan kesimpulan yang diperoleh dari bab-bab sebelumnya terutama keterkaitan antara masalah yang dihadapi dengan tujuan dari