• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hi-Scan Pro. Training Support & Development

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hi-Scan Pro. Training Support & Development"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

Hak Cipta oleh Hyundai Motor Company. Alih bahasa oleh Training Support & Development. Buku ini tidak boleh perbanyak tanpa persetujuan dari Hyundai Motor Company.

http://training.hmc.co.kr [email protected]

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan semakin berkembang majunya pemakaian pengontrol elektronik pada kendaraan, sistem kendaraan juga ikut bertambah rumit. Modul komputer sekarang dapat dipakai untuk mengontrol fungsi dari mesin, transmisi, dan sistem lainnya. Untuk itu diperlukan kemampuan memonitor dan merekam aktivitas dari sistem-sistem tersebut. Sebagai alat yang melakukan diagnosa, tester-tester yang ada sekarang dapat membantu dalam mengenali dan memperbaiki suatu kerusakan. Hi-scan Pro (Hyundai Intelligent Scanner) sebagai suatu alat yang modern dirancang untuk memenuhi kebutuhan kendaraan yang dikontrol secara komputerisasi.

Hi-scan adalah suatu alat diagnosa yang diperuntukan penggunaannya bagi para teknisi Hyundai yang serbaguna dan mempunyai tampilan monitor yang mudah untuk dapat dimengerti. Kami yakin alat ini akan membantu dalam mempercepat waktu pengerjaan servis sehinga akan menambah kepuasan pelanggan.

PT HYUNDAI MOBIL INDONESIA

PERHATIAN

Hi-Sacan Pro tidak boleh dimodifikasi. Adanya perubahan atau modifikasi terhadap alat yang ini oleh orang yang bertidak berpengalaman dapat menyebabkan alat ini tidak dapat dioperasikan sebagaimana mestinya.

CATATAN

Alat ini sudah diuji dan cocok pemakainnya untuk alat peralatan digital kelas A, sesuai dengan batasan-batasan mengikuti peratutan FCC pasal 15. Batasan-batasan tersebut dirancang untuk dapat digunakan dilingkungan umum tanpa merusak lingkungan sekitar. Alat ini dapat mengeluarkan radiasi frekwensi gelombang radio, apabila dipasang dan digunakan tidak sesuai dengan buku petunjuk, sehingga dapat menggangu komunikasi radio.

(3)

DAFTAR ISI

KESELAMATAN

MEMBUKA DUS HI-SCAN.

I. INFORMASI UMUM---

1. KEGUNAAN--- 2. SPESIFIKASI--- 3. FUNGSI KONFIGURASI--- 4. KOMPOSISI PART---

II. PENGENALAN HI-SCAN---

1. KONFIGURASI LEVEL PROGRAM--- 2. PRINSIP KERJA--- 3. KOMPOSISI LAYAR MENU--- 4. TAMPILAN PESAN--- 5. SUMBER TENAGA--- 6. PENGISIAN KEMBALI BATTERY--- 7. MENGHIDUPKAN/MEMATIKAN POWER--- 8. LEVEL PENGOPERASIAN---

III. DIAGNOSA KENDARAAN HYUNDAI---

1. METODE PENYAMBUNGAN--- 2. PEMILIHAN SISTEM KENDARAAN--- 3. DTC (DIAGNOSTIC TROUBLE CODE)--- 4. CURRENT DATA--- 5. FLIGHT RECORD--- 6. TES AKTUALISASI--- 7. SIMU-SCAN --- 8. ANALISA GEJALA---

IV. TOOL BOX---

1. METODE PENYAMBUNGAN--- 2. ENGINE--- 3. MODE AUTOMATIC TRANSAXLE--- 4. FUNGSI OSCILLOSCOPE--- 5. MULTI METER--- 6. ACTUATOR DRIVING---

7. SIMULATOR SENSOR ---

V. DIAGNOSA CARB OBD-II---

1. METODE PENYAMBUNGAN--- 2. KOMUNIKASI INTERFACE--- 3. TES PEMBACAAN--- 4. CURRENT DATA--- 5. DTC (DIAGNOSTIC TROUBLE CODES)--- 6. FREEZE FRAME DATA (PEMBEKUAN DATA)--- 7. EXPANDED DIAGNOSTIC PROTOCOL--- 8. 02 TEST RESULT (HASIL TES)--- 9. HASIL TES MONITORING--- 10. KOMBINASI TAMPILAN---

VI. SETUP SISTEM---

1. METODE PENYAMBUNGAN--- 2. SISTEM KONFIGURASI--- 3. SET UP DATA--- 4. SET UP PRINTER--- 5. TES SISTEM--- VII. PERAWATAN ---

1. MEMASANG SOFTWARE CARD--- 2. MEMASANG MEMORY CARD--- 3. COVER RUBBER SHROUD (KARET PELINDUNG)--- 4. MENGGANTI FUSE--- 5. MENGGANTI KERTAS PRINTER--- 6. MENGGANTI BATTERY--- 7. MENGISI (CHARGE) BATTERY--- 8. PENYELESAIAN AKHIR---

APPENDIX

A. PENJELASAN MENGENAI PESAN PENTING--- B. TROUBLESHOOTING--- C. PIN KABEL DTC.---

(4)

KESELAMATAN

Hal Yang Harus Perlu Diperhatikan

Alat perlengkapan yang dijelaskan dalam buku ini hanya diperuntukkan penggunaannya oleh orang yang sudah terlatih atau yang sudah mendapatkan training cara pemakaian Hi-scan Pro.

Keamanan dan efektivitas penggunaan alat ini tergantung dari cara sipemakai dalam pengerjaannya apakah telah mengikuti prosedur yang benar sesuai penjelasan pada buku ini.

Ada beberapa kata peringatan dan catatan yang akan anda jumpai dalam buku ini. Juga untuk sesuatu hal yang perlu anda ketahui, kata dan icon peringatan akan ditampilkan dalam buku ini.

Peringatan yang muncul menandakan kondisi atau tindakan yang bisa merusak Hi-scan Pro atau kendaraan.

HAL-HAL YANG HARUS SELALU DIINGAT

Jangan sampai hi-scan pro terbentur dengan keras, hi-scan

pro juga harus selalu ditutup oleh pelindung karet (rubber

shrout).

Jangan menempatkan hi-scan pro diatas distributor atau

dekat dengan benda yang bermagnet karena secara

perlahan dapat merusak hi-scan pro.

Kejutan atau guncangan kuat elektronik didalam aliran power

supply dapat merusak power supply hi-scan pro. Jangan

menggunakan hi-scan pro pada kondisi lingkungan seperti

itu.

Tegangan yang keluar dari adaptor ac/dc haruslah 12 volt dc.

Input tegangan oscciloscope harus berada antara 0-500 volt

dc.

(5)

MEMBUKA PACKING

Hi-Scan Pro kit terdiri dari item-item standar dibawah ini beserta peralatan tambahan sesuai pesanan dan kebutuhan anda.

Isi dari kit sebaiknya anda periksa segera setelah barang diterima untuk memastikan apakan kondisinya memang benar-benar baik.

[ Figure 0.1 : Hi-Scan Pro KIT ]

1. STANDAR KIT

NO PART NO. PART NAME

1 09910-11000 Hi-Scan Pro MAIN BODY 2 09900-12000 RUBBER SHROUD 3 09900-21100 DLC CABLE 16

4 09900-21200 DLC CABLE ADAPTER 16-12 5 09900-27200 CIGAR LIGHTER POWER CABLE 6 09900-27210 POWER EXTENSION CABLE 7 09900-23100 OSCILLOSCOPE PROBE SET 8 09900-83000 OPERATION GUIDE 9 09910-62000 SOFTWARE CARD 10 09900-27100 RS-232C CABLE 11 09900-81000 CARRYING CASE

(6)

2. KIT TAMBAHAN

NO PART NO PART NAME

1 09900-18000 RECHARGEABLE BATTERY SET 2

09910-42000 MEMORY EXPANSION CARD 1 MB (for flight recording) 3 09900-41000 SERIAL PRINTER SET

4 09910-25200 SECONDARY IGNITION PICK UP 5 09910-25300 CURRENT PICK UP(1A-600A) 6 09910-25400 CURRENT PICK UP(50mA-100A) 7 09910-48000 J-1850 PACK

ICON

Menjalankan level icon

: Operasional level 1 (level inisial)

: Operasional level 2 (Level menu)

: Operasional level 3 (level mode)

Pengertian icon :

: Proses/hasil

: Error (kesalahan)

: Peringatan :

Icon Aplikasi Bantuan:

: Penjelasan tampilan

; Panduan operasional

: Help/Tips

(7)

I. INFORMASI UMUM

1. KEGUNAAN

2. SPESIFIKASI

3. FUNGSI KONFIGURASI

4. KOMPOSISI PART

1. KEGUNAAN

Ada beberapa fungsi kegunaan yang ditawarkan Hi-Scan Pro yaitu :

On board diagnostic communication Digital storage osciloscope emulation Multi-meter emulation

Special vehicle test emulation

Maksud dari kombinasi fungsi tersebut adalah untuk mempermudah pemahaman diagnosa yang secara elektronik dikontrol oleh sistem.

Kegunaan Hi-Scan Pro termasuk :

Komunikasi diagnostik dengan semua sistem pengontrol elektronik Hyundai.

Dukungan komunikasi OBD-II Protocol. Dua saluran tes digital osciloscope.

Fungsi actuator driving yang telah ditetapkan frekwensi dan rasionya.

Tampilan LCD dengan resolusi tinggi. Pemakaian tombol fungsi lunak. Dua dukungan bahasa (basic & local)

Dukungan on-line untuk DTC (Diagnostic Trouble Codes) atau penggunaan current data melalui tombol TIPS.

Dukungan on-line HELP.

Secondary PCMCIA slot untuk modul tambahan.

Memori penyimpanan yang besar untuk data flight record. Micro-controller 16 bit yang sangat kuat.

Rubber shroud (karet pelindung Hi-Scan Pro dari benturan). Battery yang dapat diisi ulang.

Fasilitas komunikasi komputer. H-Bus untuk modul external. Dukungan serial printer. Download dari PC

(8)

2. SPESIFIKASI

CASING Warna abu-abu gelap dari bahan ABS yang kuat.

Spesifikasi LCD

Resolusi 320 x 240 pixel Jenis CCFL backlight .

Standar keluaran karakter : 40 kolom 12 baris.

Keypad

Tombol power on/off, backlight on/off, 6 tombol fungsi lunak, 4 tombol panah, 17 tombol Operasional

Jenis tombol lunak.

Kapasitas memori

Sistem ROM : 64 Kbytes Sistem RAM : 128 Kbytes

Aplikasi software card : 4 MB standar Memory expansion card : 4.8 atau 16 MB.

Isi baterai ulang

7 EA/SET (1100mA)

Waktu operasional : 2 jam tanpa backlighting. Micro-controller Intel 80C196 Processor 16 bit Clock speed 20 MHz Temperatur kerja 00 C – 500 C

Tegangan kerja Input VDC 8-26 bit

Part komunikasi DLC

Semua tipe kendaraan Hyundai OBD-II (ISO 9141-2)

OBD-II (SAE-J1850) dengan tambahan. SAE-J1850 pack.

Oscilloscope

2 saluran (channel) 1m contoh/detik

Tegangan ukur: max 500 Volt Maximum nilai error : ± 1.5 % Impedensi masukan : 1 M0hm

Simulator Converter 8 bit Input tegangan : 0 – 5 volt Actuator driver Maximum 1 A short ke ground Anti shock Rubber shroud

Dimensi

Lebar :120 mm (dengan sayap 164 mm) Panjang : 250 mm

Tebal : 50 mm

Berat : 1200 gram (untuk main body) Pemakaian

(9)

3. Fungsi Konfigurasi

[ Figure I.1 : Fungsi konfigurasi Hi-Scan Pro ]

4. Penjelasan Komponen Hi-Scan Pro

( 1) HI-SCAN PRO MAIN BODY (09900-11000)

(10)

(2) RUBBER SHROUD (KARET PELINDUNG) (09900-12000)

Bentuk rubber shroud tampak seperti gambar dibawah ini dan digunakan untuk melindungi main body dari benturan saat dipakai.

[ Figure I.6 : RUBBER SHROUD ]

(3)

DLC CABLE 16 (09900-21100)

Bentuk DLC CABLE 16 seperti tampak gambar dibawah ini dan digunakan untuk menghubungkan main body Hi-Scan Pro ke terminal diagnosa kendaraan (konektor 16 pin).

(11)

(4) DLC CABLE ADAPTER 15-12 (09900-21200)

Kabel tersebut bentuknya seperti gambar dibawah ini dan digunakan untuk menghubungkan antara Hi-Scan Pro main body dan DLC CABLE bila kendaraan yang digunakan menggunakan konektor 12 pin.

[ Figure I.5 : DLC CABLE ADAPTER 16-12 ]

(5) CIGAR LIGHTER POWER CABLE (09900-27200)

Bentuk alat tersebut tampak seperti gambar dibawah ini dan digunakan untuk mensuplai tegangan dari cigar lighter socket ke Hi-Scan Pro main body.

(12)

(6) POWER EXTENSION CABLE (09900-27210)

Kabel power extension bentuknya seperti tampak pada gambar dibawah ini dan digunakan untuk mensuplai tegangan langsung dari baterai ke Hi-Scan Pro main body.

[ Figure I.7 : POWER EXTENSION CABLE ]

(

7) OSCILOSCOPE PROBE SET (09900-23100)

Satu set alat osciloscope probe bentuknya tampak seperti gambar dibawah ini, digunakan untuk mengukur sinyal fungsi osciloscope (gelombang) atau fungsi multi-meter atau juga untuk mensuplai keluaran actuator driving diantara fungsi-fungsi lainnya.

(13)

(8) OPERATION GUIDE (09900-83000)

Merupakan buku panduan cara menggunakan Hi-Scan Pro .

[ Figure : I.9 : OPERATION GUIDE ]

(9) SOFTWARE CARD (09900-610**)

Software card adalah kartu yang berisi program yang dibutuhkan untuk menjalankan Hi-Scan Pro. Bentuknya seperti tampak dibawah ini.

(14)

(10) RECHARGEABLE BATTERY SET (09900-18000)

Bentuknya seperti tampak pada gambar dibawah ini , merupakan jenis baterai yang dapat diisi ulang kembali dengan ukuran AA (7EA/SET mAh). Untuk AC/DC adaptor sebagai alat pengisian ulang battery diatas dapat dibeli ditoko elektronik terdekat dikota anda.

(11) RS-232C CABLE (09900-27100)

Kabel tambahan sebagai alat penghubung untuk menghubungkan Hi-Scan Pro ke serial printer yang bentuknya seperti tampak pada gambar dibawah ini.

(15)

(12) MEMORY EXPANSION CARD – 1 MB (09910-42000)

Bentuknya seperti tampak pada gambar dibawah ini, digunakan untuk menambah kapasitas penyimpanan data pada Hi-Scan Pro.

[ Figure I.13 : MEMORY EXPANSION CARD ]

(13) SERIAL PRINTER SET (09900-41000)

Bentuknya seperti gambar dibawah ini dan digunakan untuk mencetak data yang tersimpan didalam Hi-Scan Pro.

(16)

(14) CARRYING CASE ( 09900-81000 )

Tas tambahan ini bentuknya seperti tampak pada gambar dibawah ini dan digunakan untuk membawa Hi-Scan Pro ketempat yang diperlukan.

II. PENGENALAN Hi-Scan Pro

1. KONFIGURASI LEVEL PROGRAM

2. PRINSIP KERJA

3. KOMPOSISI MENU

4. TAMPILAN PESAN

5. SUMBER TENAGA

6. PENGISIAN KEMBALI BATTERY

7. PENGOPERASIAN ON/OFF

8. PENGOPERASIAN INIT LEVEL

9. PENGOPERASIAN MENU LEVEL

10. PENGOPERASIAN MODE LEVEL

(17)
(18)

2. PRINSIP KERJA

Hi-Scan Pro bekerja dengan sebuah layar LCD yang berfungsi untuk melihat informasi atau data beserta tombol-tombol fungsi untuk memasukkan input.

Elemen dasar dari layar dan tombol-tombol ditunjukkan pada figure II.1 dan figure II,2 dengan penjelasan yang lebih rinci lagi dapat dilihat pada halaman berikutnya.

(1) Komponen LCD

(19)

Untuk mempermudah pembacaan, layar LCD pada Hi-Scan Pro dibagi menjadi 3 area data utama yaitu :

a : LAYAR SEDANG AKTIF

Menunjukkan level atau fungsi yang sedang dipakai oleh pemakainya. Contohnya pada figure II.1

[0.0 INITIAL SCREEN] adalah keterangan current screen (layar kerja yang sedang aktif).

b : MENU UTAMA

Menu utama pada layar menunjukkan kepada pemakai pilihan yang tersedia saat ini. Contohnya seperti gambar II.1 :

[01. HYUNDAI VEHICLE DIAGNOSIS] [02. VEHICLE SCOPEMETER]

[03. CARB OBD-II DIAGNOSIS] [04. FLIGHT RECORD REVIEW] [05. SYSTEM SETUP]

c : SOFT FUNCTION KEY

Merupakan tombol yang mempunyai fungsi khusus (tersendiri) dari program yang sedang aktif (digunakan). Contoh tombol fungsi tampak seperti ilustrasi berikut :

F1.DEF Merupakan hasil dari penekanan tombol fungsi

F2.DEF Merupakan hasil dari penekanan tombol fungsi

F3.DEF Merupakan hasil dari penekanan tombol fungsi

F4.DEF Merupakan hasil dari penekanan tombol fungsi

F5.DEF Merupakan hasil dari penekanan tombol fungsi F5

F6.DEF Merupakan hasil dari penekanan tombol fungsi F6

(2) KEY PAD (TOMBOL-TOMBOL HI-SCAN PRO)

F1

F2

F3

[ Figure : II.2 : Hi-Scan Pro KEYPAD ] F4

(20)

a : SHOFT FUNCTION KEY (TOMBOL FUNGSI)

Dengan menekan tombol shoft function key ini, program akan melakukan pekerjaan sesuai dengan fungsi dari tombol tersebut menurut penjelasannya dilayar LCD.

b,c : FIXED FUCTION KEY (TOMBOL FUNGSI TETAP)

Tombol fungsi tetap adalah tombol yang mempunyai fungsi yang sudah tetap dan berlaku untuk semua program yang digunakan. Penjelasan tombol tersebut adalah sebagai berikut :

ON/OFF Menghidupkan atau mematikan Hi-Scan Pro

B.LIGHT Menghidupkan atau mematikan lampu belakang LCD

SHIFT Tombol fungsi saat digunakan untuk tombol fungsi lainnya

HELP Informasi yang dibutuhkan menurut tampilan yang sedang digunakan

SHIFT+HELP Untuk mencetak data (print)

ESC Kembali ketampilan sebelumnya

UNDO Membatalkan perintah

ENTER Melaksanakan pilihan/data yang dipilih

YES Jawaban untuk input ‘Ya’

NO Jawaban untuk input ‘Tidak’

d : TOMBOL ANGKA

Tombol angka digunakan untuk memasukkan input dengan nilai angka.

e : TOMBOL PANAH

Memindahkan cursor yang dikontrol oleh :

Memindahkan cursor keatas

Memindahkan cursor kebawah

Memindahkan cursor kekiri Memindahkan cursor kekanan

(21)

3. KOMPOSISI LAYAR MENU

Salah satu bentuk tampilan menu adalah sebagai berikut :

[ Figure II.3 : INITIAL SCREEN ]

Maximum baris yang muncul dilayar berjumlah delapan, baris-baris berikutnya dapat dilihat dengan menggunakan tombol panah bawah.

Tombol panah bawah dan atas bisa digunakan untuk menampilkan baris halaman atas dan bawah.

Untuk memilih suatu item, cursor harus ditempatkan pada item yang dipilih (disorot dengan text latar belakang hitam) kemudian tekan ENTER.

Atau bisa juga dengan menekan nomor pilihan disebelah kiri item kemudian menekan ENTER untuk menjalankannya. Maksimal angka yang bisa dipilh adalah 2 digit.

4. TAMPILAN PESAN

1) ERROR

Bila suatu item pilihan tidak benar atau mengandung kesalahan, Hi-scan akan menampilkan pesan kesalahan (error) dibarengi dengan nada bunyi peringatan.

2) PROSES

Untuk memberitahukan kepada sipemakai bahwa Hi-scan sedang melaksanakan suatu proses pekerjaan.

3) TIPS/HELP

Bila tombol TIPS atau HELP ditekan dan data pendukungnya tersedia, maka isi dari keterangan item tersebut akan ditampilkan pada layar.

(22)

5. SUMBER TENAGA (POWER SUPPLY)

Hi-Scan Pro dapat dihidupkan dengan mengambil salah satu dari sumber tenaga berikut :

(1) CIGAR LIGHTER POWER CABLE

Power diperoleh dari cigar lighter socket kendaraan melalui kabel tersebut . Namun power tidak diperoleh dari cigar lighter socket apabila kunci kontak berara diposisi ‘OFF’ atau mesin sedang di starter.

(2) POWER EXTENSION CABLE

Power diperoleh langsung dari sumber Battery kendaraan. Hi-scan bisa dihidupkan meskipun kunci kontak dalam posisi ‘OFF’ atau mesin sedang di starter.

(3) DLC CABLE

Kendaraan yang mempunyai sistem komunikasi protokol OBD-II , power supply ke Hi-scan dapat diperoleh melalui kabel DLC tanpa memerlukan power supply tambahan.

(4) INTERNAL RECHARGEABLE BATTERY

Bila baterai isi ulang terpasang didalam Hi-scan , Hi-scan bisa langsung dihidupkan tanpa memerlukan power dari luar.

(5) AC/DC ADAPTER

Adapter AC/DC digunakan untuk mengisi ulang baterai internal dan juga bisa digunakan untuk memberikan power ke Hi-scan

(23)

6. PENGISIAN KEMBALI BATTERY

Bila daya tegangan baterai sudah menurun, Hi-scan Pro akan mengakhiri proses kerjanya (termasuk menghentikan data-data yang sedang tersimpan), namun sebelumnya Hi-Scan Pro menampilkan pesan seperti dibawah ini kemudian mematikan power Hi-scan Pro.

7. PENGOPERASIAN POWER ON/OFF

(1) TOMBOL ON/OFF

Untuk menghidupkan Hi-scan Pro tekan tombol ON/OFF, setelah itu Hi-scan Pro akan menampilkan layar pembukan seperti tampak pada gambar dibawah.

Untuk mematikan Hi-scan Pro , tekan kembali tombol ON/OFF kira-kira selama kurang lebih 2 detik.

BATTERY VOLTAGE LOW !

RECHARGE BATTERY .

(24)

8. MENJALANKAN LEVEL INISIAL (LEVEL 1)

8-1 ALUR PENGOPERASIAN.

8-2. APLIKASI INIT LEVEL

Dari tampilan ini, satu dari empat pilihan tersebut dapat dipilih dengan cara menyorot pilihan menggunakan tombol panah atas atau panah bawah dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER.

Atau bisa juga dengan memasukkan nomor angka pilihan disebelah kiri layar kemudian menekan tombol ENTER.

Fungsi dari masing-masing pilihan dijelaskan sebagai berikut :

01 ENTER memilih pilihan [ 01. HYUNDAI VEHICLE DIAGNOSIS]. Dari menu tersebut pilihan yang tersedia adalah :

1.X DIAGNOSTIC TROUBLE CODE 1.X CURRENT DATA

1.X FLIGHT RECORD 1.X ACTUATION TEST 1.X SIMU-SCAN

1.X SYMPTON #ANALYSIS

02 ENTER memilih menu pilihan [ 02. TOOL BOX ] dari menu tersebut pilihan yang tersedia adalah :

2.1 ENGINE 2.2 AUTOMATIC TRANSAXLE 2.3 OSCILLOSCOPE 2.4 METER 2.5 ACTUATOR DRIVING 2.6 SENSOR SIMULATOR

(25)

03 ENTER memilih menu [3.0. CARD OBD-II DIAGNOSIS]. Dari menu tersebut mode pilihan yang tersedia adalah :

3.1 READINESS TEST 3.2 CURRENT DATA

3.3 DIAGNOSTIC TROUBLE CODE 3.4 FREEZE FRAME DATA

3.5 EXPANDED DIAG. PROTOCOL 3.6 02 TEST RESULT

3.7 MONITORING TEST RESULT 3.8 COMBINATION DISPLAY

04 ENTER memilih menu [4.0. FLIGHT RECORD], menu pilihan ini untuk menampilkan data yang sudah direkam.

05 ENTER memilih menu [5.0 SYSTEM SETUP]. Dari menu ini mode pilihan yang tersedia adalah :

4.1 SYSTEM CONFIGURATION 4.2 DATA SETUP

4.3 PRINTER SETUP 4.4 SYSTEM TEST

06 ENTER Pemindahan cursor, memasukkan data, dll dapat dilakukan dengan menggunakan tombol fungsi tetap seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pada layar tampilan ini, pengoperasian oleh tombol fungsi tetap juga bisa dilakukan. Penggunaan tombol fungsi tetap biasanya bisa digunakan untuk seluruh tampilan, kecuali untuk tampilan yang akan dijelaskan kemudian.

9. MENJALANKAN LEVEL MENU (LEVEL 2)

(26)

9-2 APLIKASI LEVEL MENU

(Misalnya menu HYUNDAI VEHICLE DIAGNOSIS)

Dari tampilan ini satu dari tombol pilihan dapar dipilih :

1. Memilih mode [1.1 DIAGNOSTIC TROUBLE CODES] yang akan digunakan untuk menampilkan kode-kode yang ditempatkan dengan pilihan ECM.

2. Memilih mode [1.2 CURRENT DATA ] mode dimana nilai sensor ECM ditempatkan.

3. Memilih [1.3 FLIGHT RECORD ] mode suatu fungsi yang memungkinkan Hi-scan secara kontinyu memilih dan menganalisa data kendaraan.

4. Memilih [1.4 ACTUATION TEST ] mode yang memungkinkan actuator digunakan oleh Hi-scan.

5. Memilih [1.5 SIMU-SCAN ] mode untuk pemakaian multi-meter dan fungsi simulasi sensor yang dilakukan sambil mengamati data yang sedang diproses.

6. Memilih [1.6 EVAP. LEAKAGE TEST] mode untuk mendiagnosa kerusakan atau kebocoran pada evaporation.

7. Memilih [1.7 SYMTOM ANALYSIS] mode untuk mendiagnosa bermacam gejala kerusakan pada kendaraan.

10. MENJALANKAN LEVEL MODE (Level 3)

10-1. ALUR PENGOPERASIAN

01

02

03

04

05

06

07

(27)

10-2. APLIKASI pada MODE LEVEL

(Misalnya mode CURRENT DATA)

Pada tampilan level mode, tombol fungsi soft function key dibawah ini memberi pilihan untuk masuk ke aplikasi yang lebih tinggi.

FIX

Menjalankan fungsi [1.1.1 FIX ITEM ] yaitu untuk memindahkan item pilihan keatas layar. Untuk item pilihan yang dipindahkan keatas posisinya tidak akan ikut pindah ketika cursor dipindahkan untuk melihat seluruh halaman yang ada. Sehingga item tersebut dapat digunakan sebagai suatu pembanding dengan item lainnya. Item fix ini ditunjukkan oleh tanda bintang (*) disebelah kirinya.

SCRN

Menjalankan fungsi [1.1.2 ENABLE COMUNICATION] yang secara berurutan bisa memilih komponen yang secara spesifik dibutuhkan.

FULL

Menjalankan fungsi [1.1.3 DISPLAY ALL ITEM ] yang menampilkan maksimum sebanyak 22 item dengan format singkat pada tampilannya.

PART

Digunakan untuk mendiagnosa kondisi ketajaman sensor.

GRPH

Menjalankan fungsi [1.1.5 GRAPHICAL DISPLAY ] dimana data yang terpilih ditampilkan dalam bentuk grafik.

HELP

Menjalankan fungsi [1.1.6 DATA TIPS] dimana berisi infomasi penting terhadap item yang dipilih.

III. DIAGNOSA KENDARAAN HYUNDAI

1. METODE PENGHUBUNG

2. PEMILIHAN SISTEM DAN KENDARAAN

3. KODE KERUSAKAN (DIAGNOSTIC TROUBLE

CODE - DTC)

4. CURRENT DATA

5. FLIGHT RECORD

6. ACTUATOR TEST

7. SIMU-SCAN

8. ANALISA GEJALA

(28)

1. METODE PENGHUBUNG

Untuk kendaraan dengan konektor data link 16 pin, power supply diperoleh dari terminal DLC melalui DLC CABLE tanpa memerlukan power supply tambahan.

Untuk penghubungan ini, DLC CABLE 16 ke Hi-scan dan terminal data link kendaraan semuanya diperlukan.

Namun untuk diketahui, kabel 16 pin kebanyakan dipakai pada kendaraan keluaran terakhir, karena itu suplai power dilakukan secara terpisah oleh alat cigar lighter cable, dan battery extension cable.

Bilamana power supply dihubungkan, maka DLC cable 16 akan menghubungkan terminal data link Hi-scan, dan DLC cable adapter 16-12 akan dihubungkan ke terminal data link kendaraan dan DLC cable 16.

(29)

2. PEMILIHAN SISTEM DAN KENDARAAN

2-1 ALUR PENGOPERASIAN

[ Figure III.2 : VEHICLE AND SYSTEM SELECTION SUB-MENU IN/OUT FLOW ]

2-1 DASAR APLIKASI

Hubungkan dan hidupkan Hi-scan Pro. Pemilihan sistem dan kendaraan dengan pilihan 1 dan 2 diperoleh dari tampilan layar [1.0 HYUNDAI VEHICLE DIAGNOSIS].

Fungsi-fungsi pendukung berbeda-beda menurut jenis kendaraannya, untuk itu pemilihan tipe kendaraan yang akan didiagnosa harus sesuai dan benar. Pemilihan dapat dilakukan dengan memindahkan layar ke atas atau ke bawah dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER , juga dapat dilakukan dengan menekan angka yang ada pada Hi-scan dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER.

Pilihan dapat dilakukan dengan urutan : VEHICLE, SYSTEM 1 dan SYSTEM 2

(30)

3. DTC (DIAGNOSTIC TROUBLE CODES)

Kode Diagnosa Kerusakan.

3-1. ALUR PENGOPERASIAN

3-2 APLIKASI MODE

Pada level ini DIAGNOSTIC TROUBLE CODE (DTC) ditampilkan untuk pemilihan ENGINE CONTROL MODULE (ECM).

Saat tampilan dibuka atau direset, cursor akan berpindah ke tampilan awal dan mengeluarkan nada bunyi bel.

Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk menggulung layar ke tampilan selanjutnya atau tampilan sebelumnya.

HELP

Bilamana tips untuk DTC informasinya tersedia , Hi-scan akan menampilan tip-tip yang perlu anda ketahui, namun bila tipnya tidak tersedia didalam program, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai berikut :

NO TIPS FOR MORE INFORMATION REFER TO THE SHOP MANUAL

ERASE

Tombol fungsi ini digunakan untuk menghapus kode-kode DTC yang tersimpan didalam memori. Bila pilihan ini dijalankan akan muncul pesan kalimat konfirmasi pelaksanaan penghapusan [ YES / NO] .

PART

Tombol fungsi ini digunakan untuk lebih mensensitifkan sensor kode kerusakan. Dengan tambahan tombol HELP, akan ditampilkan gelombang yang benar, contoh kode kerusakan dan sirkuit sensor yang sedang terpilih akan memberikan kode

(31)

4. CURRENT DATA

4-1 ALUR PENGOPERASIAN

[ Figure III 3 : CURRENT DATA MODE IN/OUT FLOW]

4-2 APLIKASI MODE

Nilai sensor dan keadaan ON/OFF pada sistem ECM akan ditampilan.

Data selanjutnya atau sebelumnya dapat dilihat dengan menekan tombol panah atas dan bawah . Adapun fungsi yang tersedia untuk aplikasi current data adalah sebagai berikut :

FIX

Melaksanakan fungsi [1.1.1 FIX ITEM ] yang berfungsi untuk memindahkan item yang dipilih kebagian atas layar, item yang dipilih oleh FIX tidak akan ikut kebawah saat anda menggunakan tombol panah untuk melihat item lainnya, sehingga anda dapat membandingkan data dari item yang dipilih dengan item-item lainnya.

(32)

Item-item yang di FIX dapat dikembalikan keposisi semula dengan menekan tombol FIX sekali lagi pada item tersebut.

Pada contoh yang ditampikan oleh figure III.2 item [11. OXIGEN SENSOR ] di FIX dimana item tersebut ditandai dengan simbol “ * “ disebelah kirinya.

SCRN

Dengan menekan tombol ini Hi-scan akan mengubah jumlah tampilan sensor atau switch yang ‘hidup’ yaitu antara 8 (maksimal), 4 atau 2 (minimal), dimana bila 2 sensor ‘hidup’ , proses data akan lebih cepat dibanding bila item yang ‘hidup’ lebih banyak.

Pada contoh figure III.3 hanya dua item ‘hidup’ yang dipilih.

[ Figure III.3 : ENABLE COMMUNICATION ]

FULL

Dengan menekan tombol ini maksimal 22 data akan ditampilkan dilayar seperti tampak pada tampilan dibawah ini. Namun item-item yang ditampilkan dalam bentuk singkatan, untuk melihat data lainnya dapat digunakan tombol panah atas dan bawah.

[ Figure III.4 : DISPLAY ALL ITEM ] HELP

Bila bantuan untuk DTC tersedia , Hi-scan akan menampilkan tip-tip yang perlu anda ketahui terhadap data DTC tersebut, namun bila tipnya tidak tersedia didalam program, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai berikut :

NO TIPS FOR MORE INFORMATION REFER TO THE SHOP MANUAL

(33)

GRPH

Bila data item yang ‘live’ yang dipilih oleh fungsi FIX lebih dari dua item, saat tombol GRPH ditekan Hi-scan akan menampilkan data-data tersebut dalam bentuk grafik seperti tampak pada tampilan dibawah ini.

FIX

Tekan tombol FIX untuk menahan satu dari dua pilihan item , agar saat layar digulung data tersebut tidak ikut pindah.

[ Figure III.1 : CURRENT DATA (GRAPH) ] PART

Tombol fungsi ini digunakan untuk lebih mensensitifkan sensor kode kerusakan. Dengan tambahan tombol HELP, akan ditampilkan gelombang yang benar, contoh kode kerusakan dan sirkuit sensor yang sedang terpilih akan memberikan kode

[ Figure III.6 : PART ANALYS ]

Seperti tampak pada gambar diatas, hubungkan oscilloscope pada sensor yang rusak dan lakukan diagnosa bentuk gelombangnya.

Pada mode Part Analysis, tekan tombol HELP untuk menampilkan tips bantuan mengenai bentuk gelombang yang benar, contoh kode kerusakan, dan sirkuit sensor yang dipilih.

(34)

5. FLIGHT RECORD

5-1 ALUR PENGOPERASIAN

[ Figure III.4 :FLIGHT RECORD MODE IN/OUT FLOW ]

5-2 APLIKASI MODE

Mode flight record adalah mode yang bisa menampilkan dan sekaligus mencatat data yang dihasilkan oleh ECM menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh si pemakai.

Anda bisa melihat data selanjutnya atau sebelumnya dengan menggunakan tombol panah.

Fasilitas fungsi FLIGHT RECORD adalah sebagai berikut ;

FIX

Tombol fungsi untuk memilih atau melepas item-item yang datanya direkam. Item-item yang di FIX ditandai oleh simbol “ * “ disebelah kiri itemnya. Jumlah maksimal item yang dapat dipilih untuk fungsi flight record adalah 8.

Selang waktu data sampling yang ditampilkan berada ditengah garis bawah layar.

CALL

Fungsi ini untuk memanggil data yang direkam. Data yang disimpan hanya bisa ditindih oleh data baru apabila bentuk data baru yang akan direkan jenisnya sama.

Bila data yang akan dilihat sistem dan kendaraannya berbeda atau tidak ada data yang tersimpan, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai berikut :

NO RECORD DATA OR DIFFERENT SYSTEM DATA

(35)

Apabila MEMORY EXPANDED CARD sudah terpasang didalam Hi-scan dan anda menekan tombol fungsi CALL, Hi-Hi-scan akan menampilkan pesan seperti gambar dibawah ini, dimana pemakai diminta untuk memilih di memori mana data yang akan dipanggil disimpan.

[ Figure III.7 : FLIGHT RECORD (CALL) ]

MEMORY 1 menunjukkan memori internal yang ada didalam Hi-scan, dan untuk MEMORY 2 & MEMORY 3 adalah MEMORY EXPANDED CARD yang kapasitasnya dibagi menjadi dua tempat.

Bila data berada didalam memori yang dipilih, data yang tersimpan akan ditampilkan. Namun bila data yang tersimpan berbeda jenis pemilihan sistem dan kendaraannya atau tidak ada data yang tersimpan maka akan muncul pesan seperti dibawah ini.

NO RECORD DATA OR DIFFERENT SYSTEM DATA

RCRD

Tombol ini berfungsi untuk merekam data, untuk mengakhiri proses perekaman tekan tombol END atau ESC. Selama proses perekaman Hi-scan akan menampilkan proses perekaman seperti tampak pada figure III.8.

Bila jumlah data yang direkam melebihi kapasitas memori yang ada, data yang pertama direkan akan ditindih. Bilamana perlu tambahkan kapasitas memori penyimpanan agar data yang disimpan bisa lebih banyak lagi dengan MEMORY EXPANDED CARD.

(36)

Bila anda menambahkan MEMORY EXPANDED CARD, kemudian menekan tombol RCRD , selanjutnya akan muncul tampilan yang meminta sipemakai untuk memilih memori mana yang akan digunakan untuk merekam.

[ Figure III.9 : FLIGHT RECORD (RCRD) ]

MEMORY 1 adalah memori yang ada didalam Hi-scan, MEMORY 2 dan MEMORY 3 adalah memori tambahan yang pemakainnya dibagi menjadi dua tempat.

Bila menekan fungsi RCRD tanpa ada item yang dipilih akan muncul pesan dilayar seperti berikut :

TRIG

Tombol fungsi ini digunakan untuk men-set waktu pengehentian proses perekaman. Bila menekan tombol TRIG lebih dari dua kali maka data yang terakhir saja yang dianggap sebagai titik trigger.

Bila tombol END atau ESC ditekan sebelum tombol TRIG, perekaman akan diakhiri.

Setelah selesai merekam, layar akan menampilkan jumlah data yang tersimpan dalam bentuk numerik, seperti tampak pada tampilan dibawah ini.

(37)

Pada tampilan data trigger ini, tombol GRPH digunakan untuk melihat grafik item yang direkam oleh tombol fungsi FIX. Bila ada dua item yang dipilih, maka grafiknya akan tampak seperti t tampilan berikut.

[ Figure III.11 : FLIGHT RECORD (GRAPH) ] Catatan :

[ T + 5 ] artinya urutan waktu yang diambil, dan CURREN SCREEN menampilkan data setelah pengambilan kelima dari titik trigger.

Waktu urutan pengambilan dapat dirubah dengan menekan tombol panah kanan atau kiri. Pada tampilan grafik, posisi waktu pengambilan ditampilkan secara garis vertikal.

6. ACTUATOR TEST

6-1 ALUR PENGOPERASIAN

(38)

6-2. APLIKASI MODE

Dengan mode actuation test, aktuator kendaraan akan diatur oleh Hi-scan. Bentuk tampilannya tampak seperti dibawah ini.

Actuator yang dikemudikan oleh Hi-scan dapat dirubah dengan menggunakan tombol panah atas dan bawah.

[ Figure III.12 : ACTUATOR DRIVING ]

Tes harus dilakukan dengan kondisi seperti yang ditunjukkan oleh tampilan diatas. Pada gambar yang diberikan sebagai contoh, kunci kontak harus dalam keadaan ON dan mesin dalam keadaan hidup.

Lamanya tes ditentukan sendiri oleh Hi-scan yang dapat dilihat dilayar monitor (sebagai contoh 6 detik) atau akan muncul kotak dialog.

Untuk memulai tes actuator, tekan tombol STRT , bila proses telah selesai akan muncul tampilan dibawah ini.

COMPLETED !

Akan ditampilkan setelah kode yang dikenal diterima. Untuk tes tanpa diketahui waktu yang ditetapkan pesan yang muncul adalah sebagai berikut :

NOW ACTIVATING

Akan ditampilan bilamana kode yang dikenal diterima sampai tombol STOP ditekan. Pesan lain yang tampil dalam tes ini adalah :

TEST FAILURE !

Pesan tersebut akan muncul bila tidak ada kode yang dikenal diterima. Pesan tersebut akan muncul selama kurang lebih ½ detik, dan kemudian hilang.

(39)

7. SIMU-SCAN

7-1. ALUR PENGOPERASIAN

[ Figure III.6 : SIMU-SCAN MODE IN/OUT ]

7-2. APLIKASI MODE

Hi-scan menawarkan beberapa metode penganalisaan data. Dengan menggunakan fungsi multi-meter, tegangan, frekwensi dan rasio dapat diukur. Melalui fungsi simulasi sensor kendaraan ; tegangan, frekwensi dan rasio dapat dilihat secara simulasi.

Namun demikian, salah satu dari keistimewaan Hi-scan yang paling bermamfaat adalah SIMU-SCAN yang memungkinkan hasil out-put sensor dan analisa Current data dilakukan secara bersamaan.

Tombol-tombol fungsi diatur sedemikian rupa sehingga METR, SIML dan FIX dapat dilihat dilayar monitor. Sebagai tambahan tombol-tombol yang tersedia untuk aplikasi mode ini adalah sebagai berikut :

Layar SIMU-SCAN yang digunakan terakhir disimpan oleh Hi-scan atau dipakai sebagai default. Bila tidak ada lagi tampilan lainnya yang disimpan didalam memori cadangan Hi-scan, default-nya seperti tampak pada gambar dibawah ini.

(40)

Gunakan tombol panah atas atau bawah untuk melihat data selanjutnya atau sebelumnya, juga tersedia tombol-tombol lainnya yang dapat digunakan menurut fungsinya masing-masing.

[ Figure III.14 : SIMU-SCAN ] METR

Tombol ini berfungsi untuk mengaktifkan multi-meter yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan, frekwensi dan rasio seperti tampak pada gambar III.14 .

METER berfungsi untuk menampilkan mode SIMU-SCAN yaitu tampilan ouput sensor pada bagian atas layar dan analisa current data dibagian bawah layar.

Data-data tersebut tampil secara simultan dilayar Hi-Scan Pro sehingga mempermudah dalam menganalisa problem pada kabel dan ECU.

VOLT

Mengukur tegangan antara 0 – 50 volt. Hi-scan akan menampilkan tegangan yang sedang dipakai, input channel dan maximum dan minimum tegangan yang terekam.

Input channel multi-meter dapat ditukar dengan menggunakan tombol CHNL, antara channel A dan B. Tegangan maximum dan minimum dapat di-reset dengan menggunakan tombol CLR. Dengan demikian pemakai dapat mengukur tegangan maximum dan minimum kembali dengan menekan tombol CLR. Salah satu contoh bentuk tampilan pengukuran tegangan adalah sebagai berikut.

(41)

FREQ

Tombol yang berfungsi untuk mengukur frekwensi dengan range antara 0 – 10 KHz. Hi-scan akan menampilkan input frekwensi yang sedang digunakan, input channel dan trigger levelnya. Input channel dapat ditukar dengan menggunakan tombol CHNL antara channel A dan B. Trigger level dapat dirubah dengan menekan tombol TRIG dan tombol panah kiri atau kanan. Salah satu contoh bentuk tampilan pengukuran frekwensi adalah sebagai berikut.

[ Figure III.16 : SIMU-SCAN (FREQ) ]

DUTY

Tombol ini berfungsi untuk mengukur rasio kerja (duty ratio) antata 1 – 100 %, Hi-scan akan menampilkan pengukuran yang sedang digunakan, input channel, trigger level dan ukuran polaritas rasio kerja.. Tombol POSI dan NEGA digunakan untuk mengubah ukuran polaritas rasio kerja sesuai keperluaan.

Trigger level bisa dirubah dengan menekan tombol panah kiri atau kanan. Salah satu contoh bentuk pengukuran rasio kerja adalah sebagai berikut.

(42)

SIML

Adalah tombol fungsi untuk menjalankan simulator. Ada tiga macam simulator yang disediakan oleh Hi-scan yaitu :

1. VOLTAGE

2. FREQUENCY & DUTY 3. VEHICLE SPEED

Salah satu contoh bentuk tampilan simulasi sensor adalah sebagai berikut :

[ Figure III.18 : SIMU-SCAN (SIML) ]

01

Tombol fungsi ini digunakan untuk menjalankan simulasi output sensor tegangan . Tegangan dihasilkan melalui channel B dan dapat disetel dengan menekan tombol (+) dan (-). Bila setelan antara tegangan dan tegangan yang sedang dipakai berbeda yaitu kurang dari 10%, Hi-scan akan menambahkan secara otomatis kekurangan tegangan tersebut.

BILA PERBEDAANNYA MELEBIHI 10%, OUTPUT TERGANGAN TIDAK AKAN KELUAR DAN HI-SCAN AKAN MENAMPILKAN PESAN SEBAGAI BERIKUT.

SIMULATOR SIGNAL IS DISTORTED CHECK PROBE , PRESS [ENTER]

Salah satu contoh bentuk tampilan output simulasi tegangan adalah sebagai berikut.

(43)

02

Tombol fungsi ini digunakan untuk menjalankan output sensor simulasi frekwensi/kerja. Frekwensi dihasilkan melalui channel B dan dapat disetel dengan menekan tombol (+) dan (-) . Frekwensi dan/atau rasio dapat dihasilkan dengan menekan tombol fungsi SLCT. Batas output untuk simulasi ini adalah 0 - 1 KHz untuk frekwensi, untuk rasio kerja antara 0 – 100 % .Salah satu contoh tampilan untuk pengukuran output simulasi frekwensi.

[ Figure III.20 : SIMU-SCAN (SIMF) ]

03

Tombol fungsi ini digunakan untuk menjalankan simulasi kecepatan kendaraan yang digerakkan oleh Hi-scan melalui DLC.

Simulasi kecepatan dapat dirubah dengan menekan tombol (+) atau (-), dan unit ukuran bisa diganti dari Km/jam ke MPH dan sebaliknya melalui pilihan DATA SETUP.

Salah satu contoh bentuk tampilan simulasi sensor kecepatan kendaraan

[ Figure III.21 : SIMU-SCAN (VSS) ] FIX

Tombol yang berfungsi untuk memindahkan item yang dipilih kebagian atas layar, item yang dipilih oleh FIX tidak akan ikut kebawah saat anda menggunakan tombol panah untuk melihat item lainnya, sehingga anda dapat membandingkan data dari item yang dipilih dengan item-item lainnya. Baris yang telah di FIX ditandai dengan simbol “ * “ disebelah kirinya, untuk mengembalikan item keposisi semula tekan tombol FIX sekali lagi pada item yang bersangkutan.

(44)

8. ANALISA GEJALA KERUSAKAN

8-1 ALUR PENGOPERASIAN

F4 DATA

F5 PART

F6 HELP

8-2. ANALISA GEJALA KERUSAKAN

Analisa SYMTOM (gejala kerusakan) menyediakan beberapa macam gejala kerusakan dan item-item yang berhubungan yang akan didiagnosa

Tombol untuk menampilkan graphic dan data dari sensor yang dipilih. Maksimal sampai 4 graphic dan data yang

dapat ditampilkan sekaligus.

Tombol untuk menampilkan data sensor terpilih dalam bentuk gelombang.

Tombol untuk menampilkan TIPS, bentuk gelombang yang benar, contol kode kerusakan dan sirkuit diagram.

(45)

IV. TOOL BOX

1. METODE PENYAMBUNGAN

2. ENGINE

3. MODE AUTOMATIC TRANSAXLE

4.

FUNGSI OSCILLOSCOPE

5.

MULTI-METER

6.

ACTUATOR DRIVING

7.

SENSOR SIMULATOR

1. METODE PENYAMBUNGAN

Power Suplai untuk menghidupkan Hi-scan Pro saat anda menggunakan fungsi tool box harus seperti tampak pada bagian II-5. DLC cable tidak bisa digunakan untuk mode ini.

Saat power suplai sudah tersambung, scope probe dapat dihubungkan ke channel A dan/atau channel B Hi-scan Pro.

Maksimum input tegangan adalah 500 volt DC. Input tegangan yang melebihi 500 volt DC akan merusak Hi-scan Pro.

(46)

2. ENGINE

(47)

Tes diagnosa sensor dapat mensuport 21 item data berbeda seperti tampak pada gambar IV.2 sampai IV.4

Pada tes actuator ini terdapat tiga item seperti tampak pada gambar IV.5

(48)

Pada tes pengapian ini terdapat tiga item seperti tampak pada gambar IV.6

(49)

Tes diagnosa bentuk gelombang sekondary berdasarkan prosedur seperti tampak pada gambar IV.9 sampai IV.11. Nilai waktu pembakaran pada bentuk tes ini akan ditampilkan. Untuk mendapatkan gelombang tegangan, tekan tombol F5 (PEAK).

HOLD

Tombol fungsi ini digunakan untuk mengganti dari mode RUN ke HOLD. Pada mode hold, bentuk tampilan gelombang pada layar dibekukan agar pemakai bisa melihat dan menganalisa bentuk gelombangnya.

TIME

Tombol fungsi ini digunakan untuk merubah basis waktu osciloscope, gunakan tombol panah atas atau kanan untuk

(50)

menambah basis waktu osciloscope dan tombol panah bawah atau kiri untuk mengurangi basis waktu osciloscope.

Range waktu untuk menset waktunya adalah 0.2 milidetik sampai 50 detik.

VOLT

Digunakan untuk memilih skala tegangan, tekan tombol panah atas atau kanan untuk manambah skala tegangannya dan tombol panah bawah atau kiri untuk mengurangi skala tegangannya.

Range untuk penyetelan adalah 0.2 volt s/d 50 volt.

PEAK

Tombol fungsi ini digunakan untuk mengukur angka gelombang. Kedua nilai yang diukur max dan min akan ditampilkan pada bagian atas layar.

REV

Untuk merubah polaritas bentuk gelombang di layar.

HELP

Untuk mendapatkan informasi bentuk gelombang yang normal, contoh kode kerusakan, sirkuit, dan grafik aliran perbaikan yang ada hubungannya dengan mode ini.

3. MODE AUTOMATIC TRANSAXLE

(51)

Ada tiga item yang tersedia di mode ini. Prosedur diagnosa untuk mode ini sama dengan diagnosa pada engine.

4. FUNGSI OSCILLOSCOPE

(52)

4.2 MENJALANKAN APLIKASI

Mode oscilloscope adalah mode untuk menampilkan bentuk gelombang pada layar. HI-Scan Pro menyediakan 2 saluran fungsi oscilloscope (1Mhz) untuk mede RUN dan HOLD.

Mode ini diset sehingga anda bisa melihat perubahan sinyal dilayar.

HOLD

Bila anda menekan mode HOLD untuk mengubah dari mode RUN ke mode HOLD. Untuk mode hold, bentuk gelombang yang ditampilkan di layar akan ditahan diam untuk pemudahan analisa bentuk gelombangnya.

Untuk menangkap bentuk gelombang yang baru dapat menekan tombol HOLD sekali lagi agar kembali ke mode RUN kemudian tekan lagi tombol HOLD .

(53)

TIME

Waktu oscilloscope dapat dirubah dengan menekan tombol ini dan krusor akan berpindah ke basis sektor waktu dari tampilan. Gunakan tombol panah atas atau kanan untuk menambah nilai waktu dan tombol panah bawah atau kiri untuk mengurangi nilai waktu.

VOLT

Skala tegangan dapat dipilih dengan menekan tombol ini. Dengan menekan tombol VOLT dan dilanjutkan dengan menekan tombol panah atas atau kanan untuk menaikkan tegangan, dan tombol panah bawah atau kiri untuk menurunkan tegangan. Batas tegangan yang dapat dipilih adalah dari 0.2 volt sampai 50 volt.

GND

Anda dapat memindahkan ground dengan menggunakan tombol panah atas atau bawah. Ground A atau B yang dipilih bisa dibalik, dan hanya ground yang terbalik yang bisa dipihdahkan.

CHNL

Tombol ini berfungsi untuk mengkaitkan saluran antara A, B atau keduanya A dan B. Saluran yang terpilih akan ditambilkan dibelakang text.

MENU

Tombol ini berfungsi agar sipemakai dapat memilih data ON/OFF, grid DOT/LINE trigger. Tekan tombol MENU (F6), layar akan tampil seperti tampak pada figure IV.17. Dan apabila menekan tombol MENU sekali lagi layar akan menjadi kosong.

Pada fugure IV.18 menampilkan “DATA ON” pada layar, yaitu nilai max dan min, rata-rata tegangan, freqwensi dan duty. Gunakan tombol panah kiri atau kanan untuk memilih data ON atau data OFF.

Pada figure IV.19 menampilkan pola bergaris (grid). Anda bisa memilih garis atau titik-titik dengan menekan tombol panah kiri atau kanan.

Salah satu contoh untuk mensetting trigger tampak pada gambar IV.20 . Garisnya sejajar dengan garis tegangan, tinggi trigger 60% yang dapat dirubah dengan menekan tombol panah kiri atau kanan.

MODE : dapat dirubah menjadi single atau auto dengan menekan tombol panah kiri atau kanan.

(54)

Repeat dan Single

* Auto mode : trigger tidak berfungsi.

* Repeat : Pilihan input dan bentuk pengulangan gelombang melalui

tombol fungsi trigger.

* Singe : Satu input bentuk gelombang sesuai dengan trigger yang telah diset.

* Source : dapat dirubah dengan tombol panah kiri atau kanan. Bila

source yang dipilih adalah A, gelombangnya hanya akan tampil menurut level trigger.

DELAY – tombol ini digunakan untuk mengatur titik start dari gelombang pada layar. Contohnya, bila sumbu cabang samping 100%, dan nilai delay adalah 20%, maka gelombangnya akan mulai 20% dari sumbu samping kiri.

ZOOM

Tombol ini hanya dapat digunakan bersamaan dengan penggunaan fungsi HOLD. Bentuk gelombangnya dapat diperbesar sampai maksimal 5 kali seperti tampak pada figure IV.21. Besarnya jumlah pembesaran tergantung dari waktu gelombang tersebut tampil pada kondisi HOLD.

CURS

Tombol ini berfungsi untuk memeriksa tegangan, waktu dan freqwensi dari gelombang dengan baris 2 vertikal seperti tampak pada figure IV.22. gunakan tombol panah kiri atau kanan untuk merubah posisi dua garis vertikal.

RCRD

Tombol ini berfungsi untuk merekam data gelombang. Maksimal data yang dapat disimpan adalah 400 gelombang sebelum di HOLD dalam FLIGHT RECORD REVIEW seperti tampak pada figure IV.23.

NEW FLIGHT RECORD berfungsi untuk merekan gelombang baru. Figure IV.23 contoh yang menunjukkan data yang baru terekam.

(55)

5. MULTI-METER

5.1 ALUR PENGOPERASIAN

Mode multi-meter berguna untuk mengukur tegangan. Freqwensi, tahanan, temperatur dan tekanan dapat juga diukur dengan menggunakan mode ini.

(56)

5.2 PENGOPERASIAN MULTI-METER

Multi meter dapat mengukur tegangan dari 0 sampai 500 volt . multi-meter mode secara otomatis akan mengukur tegangan saat itu dan menampilkan tegangan minimum dan maksimum yang terekam selama pemakaian mode pengukuran tegangan. Bila tombol F! ditekan (VOLT), channel A, B dan AB akan muncul seperti tampak pada figure IV.27. anda dapat memilih channel dengan menekan tombol panah kiri atau kanan kemudian tekan tombol ENTER. Untuk pengukuran mode lainnya dapat dipilih dengan menggunakan mode yang sama.

(57)

Kecuali untuk tahanan (resistance), mode pengukuran tegangan dapat ditampilkan dengan satu input channel, seperti tampak pada figure IV.28

(58)

FREQ

Fungsi multi-meter yang menunjukkan freqwensi dengan range antara 0 – 100 KHz. Tekan tombol F2 (FREQ) untuk menampilkan channel, anda juga dapat merubah channel-nya pada saat itu juga.

OHM

Mengukurur resistensi dengan cara menekan tombol OHM dengan range antara 0 – 100MΩ. Fungsi ini tidak bisa dijalankan untuk mode ukuran lainnya. Jangan menggunakan fungsi pengukuran resistensi ini sambil menginjak gas.

AMP

Pengukuran ini sama dengan pengukuran tegangan, penggunaan probe yang tepat diperlukan saat menggunakan fungsi mode ini.

TEMP

Tombol fungsi berguna untuk mengukur temperatur. Prosedurnya sama seperti pemakaian fungsi mode pengukuran tegangan. Pemakaian probe yang tepat diperlukan saat mengunakan fungsi mode ini.

PRESS

Tonbol fungsi ini berguna untuk mengukur tekanan. Prosedurnya sama seperti pemakaian fungsi mode pengukuran tegangan. Pemakaian probe yang tepat diperlukan saat menggunakan fungsi mode ini.

6. ACTUATOR DRIVING

(59)

6.2 APLIKASI MODE

Actuator dapat dijalankan langsung oleh Hi-scan tanpa memerlukan komuniasi ECM.

Parameter dapat dirubah dengan menggunakan tombol panah kiri atau kanan yaitu untuk memilih [FREQENCY] / [ON DUTY] dan tombol panah atas atau bawah untuk memilih angka setting. Hasil dari pengaturan frekwensi secara otomatis akan ditampilkan dilayar monitor.

DRIV

Tombol fungsi untuk menjalankan fungsi actuator driving.

Protektor sirkuit output sensor akan mendeteksi bilamana ada sinyal output yang tidak diperbolehkan masuk, dan untuk kasus tersebut Hi-scan akan menampilkan pesan seperti dibawah ini. Tekan tombol YES untuk mengaktipkan kembali actuator dan tombol NO untuk mengakhiri proses actuator driving.

OUTPUT SIGNAL IS INHABITED CHECK CONNECTION. PRESS [Y/N]

STOP

Tombol fungsi untuk mengakhiri proses actuator driving. Agar bisa mengubah kontrol parameter actuator driving, fungsi dihentikan dahulu.

(60)

7. SIMULATOR SENSOR

7.1 ALUR PENGOPERASIAN

7.2 ALUR SIMULATOR SENSOR

Mengaktifkan simulasi kecepatan kendaraan yang dihasilkan dari sensor tegangan kecepatan kendaraan melalui DLC. Simulasi kecepatan ini dapat dirubah dengan menekan tombol + dan - . Angka kecepatannya berkisar antara 0 – 255 km/jam. Unit ukurannya juga dapat dirubah dari kilometer per jam menjadi mill per jam melalui pilihan DATA SETUP.

(61)

FREQ

Tombol ini berfungsi untuk mengaktifkan sensor freqwensi/duty secara simulasi. Freqwensinya dihasilkan melalui channel B dan dapat diset menggunakan tombol + atau – dengan kelipatan 5 Hz atau 1%. Freqwensi dan atau duty dapat digerakkan dengan pemakaian tombol SLCT untuk memilih freqwensi atau duty lainnya sesuai kebutuhan.

Output simulasinya berada diantara batasan 0 – 1 KHz untuk freqwensi dan 0 – 100% untuk duty.

Salah satu contoh output simulasi freqwensi dapat dilihat di figure IV.33.

(62)

V. DIAGNOSA CARD OBD-II

1. METODE PENYAMBUNGAN

2. KOMUNIKASI INTERFACE

3. READING TEST (TES PEMBACAAN)

4. CURRENT DATA

5. DTC (DIAGNOSTIC TROUBLE CODES)

6. FREEZE FRAME DATA

7. EXPANDED DIAGNOSIS PROTOCOL

8. HASIL TES 0

2

9. HASIL TES MONITORING

10.

TAMPILAN KOMBINASI

1. METODE PENYAMBUNGAN

Untuk kendaraan dengan protokol komunikasi OBD-II, suplai tegangan didapat dari DLC cable tanpa memerlukan suplai tegangan tambahan lagi.

(63)

[ Figure V.1 : CARB OBD-II MODE CONNECTION ]

2. KOMUNIKASI INTERFACE

(64)

2-2 APLIKASI MODE

Bila anda memilih mode CARD OBD-II DIAGNOSIS, Hi-scan secara otomatis mencari komuniasi intrface kendaraan yang dipakai untuk menjalankan fungsi OBD-II.

Hi-scan akan menampilkan poses pengenalan (pencarian) tersebut , bila tidak ditemukan komunikasi interface , Hi-scan akan mengulangi lagi proses pengenalan interface dan akan menampilkan pesan ‘ RENTRY 1 TIMES ‘ , apabila anda ingin menghentikan proses ini tekan tombol ESC

Bila komunikasi interface sudah ditemukan, Hi-scan akan menampilkan keterangan hasil tes yang dibacanya.

(65)

3. TES PEMBACAAN

3-1. ALUR PENGOPERASIAN

3-2. APLIKASI MODE

Mode ini berfungsi untuk menampilkan tes bacaan yang didukung oleh lebih dari satu modul yang ada didalam kendaraan. Hi-scan juga akan menampilkan nomer DTC dan status MIL (Malfuction Indication Light).

Dimana beberapa modul merespon masing-masing tes, nomor model yang merespon akan ditampilkan dengan suatu indikator yang bentuk indikatornya berupa simbol “ * “ , “ – “ atau “ # “.

Salah satu bentuk tampilan READING TEST adalah sebagai berikut.

(66)

DMID

Tombol fungsi untuk menampilkan modul ID Item yang dites.

SMID

Menampilkan item-item pendukung (supporting items) yang urutannya berdasarkan ID. Salah satu contoh bentuk tampilannya adalah sebagai berikut :

Bila anda ingin mengetahui item-item yang berhubungan dengan modul ID lainnya , pindahkan cursor untuk menampilkan modul ID dengan tombol panah kiri, kemudian gunakan tombol panah atas atau bawah untuk memilih modul ID dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER.

ESC

Tombol yang berfungsi untuk kembali ketampilan sebelumnya.

4. CURRENT DATA

(67)

4-2. APLIKASI MODE

Mode CURRENT DATA berfungsi untuk menampilkan nilai sensor dan status switch-switch berdasarkan konsep bahwa suatu item bisa di-support oleh beberapa modul.

Salah satu cohtoh bentuk tampilan CURRENT DATA adalah sebagai berikut.

[ Figure V.6 : CURRENT DATA ]

Hi-scan menampilkan seluruh nama-nama PID yang di-support oleh beberapa modul besera statusnya ditengah-tengah layar monitor, dan disebelah kiri itemnya tampak simbol ‘ * ’ atau ‘ # ’.

∗ Artinya terdapat dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang sama.

# Artinya ada dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang berbeda.

− Artinya tidak ada respon dari dua atau lebih modul.

Untuk dapat melihat data lainnya, bisa menggunakan tombol panah atas atau bawah.

DMID

Tombol fungsi untuk menampilkan modul ID Item yang dipilih.

SMID

Menampilkan item-item pendukung (supporting items) yang urutannya berdasarkan ID. Dengan menekan tombol fungsi ini, anda bisa melihat modul ID pendukung suatu group item.

Bila anda ingin mengetahui item-item yang berhubungan dengan modul ID lainnya , pindahkan cursor untuk menampilkan modul ID dengan tombol panah kiri, kemudian gunakan tombol panah atas atau bawah untuk memilih modul ID dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER.

SPID

Tombol ini berfungsi untuk memilih tampilan data sesuai dengan keinginan sipemakai. Pilihlah data yang akan dipilih kemudian tekan SLCT. Setelah data terpilih tekan tombol ENTER untuk menampilkan datanya. Item yang terpilih akan ditandai dengan simbol bintang (*), dan untuk melepas item yang terpilih tekan tombol fungsi SLCT sekali lagi dilokasi item yang dipilih tersebut.

(68)

5. DTC (DIAGNOSTIC TROUBLE CODES)

5-1. ALUR PENGOPERASIAN

5-2. MODE APLIKASI

Pada level ini Hi-scan akan menampilkan DTC berdasarkan konsep bahwa satu DTC bisa di-support oleh beberapa modul. Informasi modul pendukung akan ditampilkan seperti berikut.

Untuk melihat isi data lainnya, gunakan tombol panah atas atau bawah.

Hi-scan akan menampilkan semua DTC yang di-support oleh beberapa modul dan keadaan.

SMID

Tombol yang berfungsi untuk menampilkan DTC yang diurut berdasarkan modul ID. Dengan menggunakan tombol ini anda

(69)

Bila anda ingin mengetahui hubungan DTC dengan modul ID lainnya, pindahkan cursor dengan tombol panah kiri untuk menampilkan modul ID, kemudian tekan tombol panah atas atau bawah untuk memilih modul ID kemudian tekan tombol ENTER.

ERASE

Tombol ini berfungsi untuk menghapus DTC didalam memori ECM. Bila tombol ini ditekan, Hi-scan akan menampilkan kalimat pertanyaan yang meminta jawaban anda apakah data tersebut benar-benar ingin dihapus. Tekan tombol YES untuk melaksanakan penghapus dan tekan tombol NO untuk membatalkan penghapusan.

CATATAN

Semua modul harus dalam kondisi kunci kontak ON, mesin tidak ‘hidup’ agar Hi-scan dapat melakukan penghapusan DTC.

6. FREEZE FRAME DATA

(70)

6-2. APLIKASI MODE

Pembekuan data (FREEZE FRAME DATA) adalah mode untuk menampilkan data yang tersimpan didalam ECM.

Salah satu bentuk mode tampilannya adalah sebagai berikut.

Hi-Scan menampilkan semua data yang dibekukan untuk masing-masing item yang di-support oleh beberapa modul dan keadaaan. Dikolom bagian kiri, tampak simbol ‘*’, ‘#’, ‘-‘ yang mempuyai arti sebagai beikut .

∗ Artinya terdapat dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang sama.

# Artinya ada dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang berbeda.

− Artinya tidak ada respon dari dua atau lebih modul.

Untuk dapat melihat data lainnya, bisa menggunakan tombol panah atas atau bawah.

DMID

Tombol fungsi untuk menampilkan modul ID Item yang dipilih.

SMID

Menampilkan item-item pendukung (supporting items) yang urutannya berdasarkan ID. Dengan menekan tombol fungsi ini, anda bisa melihat modul ID pendukung suatu group item.

Bila anda ingin mengetahui item-item yang berhubungan dengan modul ID lainnya , pindahkan cursor untuk menampilkan modul ID dengan tombol panah kiri, kemudian gunakan tombol panah atas atau bawah untuk memilih modul ID dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER.

SPID

Tombol ini gerfungsi untuk memilih tampilan data sesuai dengan keinginan sipemakai. Pilihlah data yang akan dipilih kemudian tekan SLCT. Setelah data terpilih tekan tombol ENTER untuk menampilkan datanya. Item yang terpilih akan ditandai dengan simbol bintang (*), dan untuk melepas item yang terpilih tekan tombol fungsi SLCT sekali lagi dilokasi item yang dipilih tersebut.

(71)

7. EXPANDED DIAGNOSTIC PROTOCOL

7-1. ALUR PENGOPERASIAN

7-2. APLIKASI MODE

Fungsi dari Expanded Diag. Protocol (EDP) adalah untuk menentukan tehnik pengkodean yang dapat dilakukan dengan fungsi-fungsi sebagai berikut :

1) Fungsi yang menjelaskan pesan-pesan yang dikirim kekendaran dan model pengoperasiannya ke SAE J1978 OBD II Scan tool. 2) Fungsi yang menjelaskan pesan yang akan diterima scan tool

diproses ke SAE J1978 OBD II Scan tool.

3) Fungsi yang menjelaskan cara untuk memproses data termasuk pesan-pesan yang ditema ke SAE J1978 OBD II scan tool.

EDP dibagi dalam 4 kelompok yaitu :

a. Tipe pengontol (Control type) b. Tipe transit (transmit type) c. Tipe penerima (receive type) d. Tipe beragam (Miscellaneus type)

Format umumnya adalah sebagai berikut :

a. Tipe pengontrol : <id>, <type>, <DSV>

b. Tipe Transit : <id>, <type>, <Tx msg>, <rx filter>, <rx data processing info>, <DSV>

c. Tipe Penerima : <id>, <type>, <rx filter>, <rx data processing info>, <DSV>

(72)

Untuk informasi selengkapnya mengenai definisi dan arti dari EDP untuk masing-masing bidang, lihatlah dokumen-dokumen seperti SAE J1978. Pada buku panduan pengoperasian ini, cara mengedit dan melaksanakan EDP hanya sebatas gambaran saja.

Salah satu contoh bentuk tampilan EDP adalah sebagai berikut .

Masing-masing definisi bisa terdiri dari 256 karakter dan dapat menyimpan 15 definisi. Untuk kata lebih dari 34 (panjang maximum tampilan EDP), dapat dipindahkan layarnya dengan menggunakan tombol panah kiri dan kanan.

Untuk melihat data selanjutnya gunakan tombol panah atas atau bawah. Untuk mengedit dan melaksanakan fungsi-fungsinya dapat menggunakan tombol-tombol sebagai beikut.

EDIT

Tombol fungsi ini digunakan untuk masuk kemode edit EDP, salah satu bentuk tampilannya adalah sebagai berikut :

(73)

Pada tampilan edit anda bisa mengedit EDP dengan tombol pengoperasian sebagai beikut :

F! : Memasukkan karakter ‘A’ F2 : Memasukkan karakter ‘B’ F3 : Memasukkan karakter ‘C’ F4 : Memasukkan karakter ‘D’ F5 : Memasukkan karakter ‘E’ F6 : Memasukkan karakter ‘F’ YES : Memasukkan karakter ’,’ NO : Memasukkan karakter ‘/’ UNDO : Menghapus karakter.

Untuk menyelesaikan semua definisi yang dibuat harus menempatkan karakter ‘,’ dibagian akhir definisi. Untuk keluar dari mode edit tekan tembol ESC.

INST

Untuk menyisipkan EDP baru. Saat tombol fungsi INST ditekan mode tampilan edit akan muncul.

EDIT / INST

Hi-scan akan menambahkan denifisi yang baru apabila definisi yang diberikan sudah berhubungan dengan suatu difinisi EDP saat definisi pesan lainnya menggunakan ID yang sama dimasukkan.

Bila jumlah yang disimpan melebihi 15, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai beikut .

EDP DEFINISION IS FULL PRESS [ENTER]

Gunakan tombol panah kiri atau kanan untuk memindahkan cursor ke arah kanan atau kiri, untuk memindahkan cursor ke atas dan bawah gunakan tombol panah atas dan bawah.

Setelah proses edit, dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER, Hi-scan akan memeriksa apakah definisi sudah masuk dengan sempurna. Bila ada kesalahan, pesan berikut akan ditampilkan. Hi-scan akan menyimpan definisi yang dimasukkan walaupun difinisi itu salah apabila tombol ENTER ditekan. Untuk membatalkan tekan tombol ESC.

THIS EDP IS NOT SUPPORTED TO SAVE ANYWAY, PRESS [ENTER]

(74)

DEL

Tombol fungsi ini digunakan untuk menghapus EDP yang diipilih melalui cursor.

RUN

Digunakan untuk menjalankan EDP, Bila tombol RUN ditekan data yang dipilih akan dikirim ke kendaraan dan akan menampilkan jawabannya.

Bila definisi yang dipilih mengandung kesalahan, akan muncul pesan sebagai berikut .

THIS EDP IS NOT SUPPORTED PRESS [ENTER]

Hi-scan men-support definisi 12,13,14,19,1A untuk tipe pengontrol, dan 20,21,24 untuk tipe transit.

[ 12 ] Menghentikan definisi ISO 2 dan memulai alamat ISO 9141-2 dan

membuat inisial dengan alamat yang diberikan.

12 xx xx = alamat ISO 9141-2

[ 13 ] Menentukan idle pesan yang digunakan untuk komunikasi ISO 9141-2

13 aa bb….zz

ISO 9141-2

14 aa bb…..zz

[ 19 ] Menghapus semua difinisi-definisi yang ada.

19

[ 1A] Menghapus satu definisi ID yang diberikan.

1A xx

Bila ada beberapa pesan dengan definisi ID yang sama didalam memori.

Hi-scan akan menghapus definsi yang pertama.

[ 20 ] Mengirim pesan per pilihan.

Pemakai harus memasukkan ‘20’ dan ‘,’ kemudian pesannya.

[ 21 ] Mengirim pesan berulang-ulang dengan rate satu pilihan, sampai dipilih

kembali, pada waktu penghentian pengiriman kembali diulang.

Pemakai harus memasukkan ‘21’ dan ‘,’ kemudian pesannya.

Hi-scan mengirimkan pesan termasuk definisi ini dan menampilkan hasilnya dalam bentuk bilangan hexadecimal.

Untuk menahan tampilan yang sedang menggulung tekan ENTER, dan

(75)

Hi-scan mengirimkan pesan termasuk definisi ini dan menampilkan hasilnya dalam bentuk bilangan hexadecimal.

Untuk menahan tampilan yang sedang menggulung tekan ENTER, dan

untuk melanjutkannya lagi tekan ENTER sekali lagi.

Untuk informasi rincinya lihat SAE J2205

8. 02 HASIL TES

(76)

8-2. APLIKASI MODE

Hasil dari tes sensor monitoring oksigen dapat ditampilkan pada mode ini. Catatan bahwa hanya item-item yang berhubungan dengan sensor oksigen yang akan ditampilkan.

Salah satu bentuk tampilan hasil tes adalah sebagai beikut.

Hi-scan menampilkan semua data-data tes untuk masing-masing item yang di-support oleh beberapa modul dan status. Dan disebelah kiri itemnya tampak simbol ‘ * ’ , ‘ – ‘ atau ‘ # ’.

∗ Artinya terdapat dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang sama.

# Artinya ada dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang berbeda.

− Artinya tidak ada respon dari dua atau lebih modul.

Untuk dapat melihat data lainnya, bisa menggunakan tombol panah atas atau bawah.

DMID

Tombol fungsi untuk menampilkan modul ID Item yang dipilih.

SMID

Menampilkan item-item pendukung (supporting items) yang urutannya berdasarkan ID. Dengan menekan tombol fungsi ini, anda bisa melihat modul ID pendukung suatu group item.

Bila anda ingin mengetahui item-item yang berhubungan dengan modul ID lainnya , pindahkan cursor untuk menampilkan modul ID dengan tombol panah kiri, kemudian gunakan tombol panah atas atau bawah untuk memilih modul ID dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER.

STID

Tombol ini berfungsi untuk memilih tampilan data sesuai dengan keinginan sipemakai. Pilihlah data yang akan dipilih kemudian tekan SLCT. Setelah data terpilih tekan tombol ENTER untuk menampilkan datanya. Item yang terpilih akan ditandai dengan simbol bintang (*), dan untuk melepas item yang terpilih tekan tombol fungsi SLCT sekali lagi dilokasi item yang dipilih tersebut.

(77)

9. HASIL TES MONITORING

9-1. ALUR PENGOPERASIAN

9-2. APLIKASI MODE

Mode ini berfungsi untuk menampilkan hasil tes monitoring yang dilakukan selama situasi pengendaraan normal.

Bila tidak ada mode tes yang di-support oleh pabrik perakit kendaraan, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai berikut .

THIS TEST MODES IN NOT SUPPORTED PRESS [ENTER]

Salah satu contoh bentuk tampilan untuk mode hasil tes monitoring adalah sebagai berikut.

(78)

Hi-scan menampilkan semua data-data tes untuk masing-masing item yang di-support oleh beberapa modul dan status. Dan disebelah kiri itemnya tampak simbol ‘ * ’ , ‘ – ‘ atau ‘ # ’.

∗ Artinya terdapat dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang sama.

# Artinya ada dua atau lebih modul yang mempunyai respon dengan nilai yang berbeda.

− Artinya tidak ada respon dari dua atau lebih modul.

Untuk dapat melihat data lainnya, bisa menggunakan tombol panah atas atau bawah.

DCID

Digunakan untuk menampilkan komponen ID yang item tesnya dipilih. Untuk melihat data lainnya gunakan tombol panah atas atau bawah.

STID

Fungsi ini memungkinkan tampilan data yang dipilih berdasarkan pilihan sipemakai. Pilihlah data yang akan dipilih kemudian tekan SLCT. Setelah data terpilih tekan tombol ENTER untuk menampilkan datanya. Item yang terpilih akan ditandai dengan simbol bintang (*), dan untuk melepas item yang terpilih tekan tombol fungsi SLCT sekali lagi dilokasi item yang dipilih tersebut.

10. KOMBINASI TAMPILAN

Referensi

Dokumen terkait