III. DIAGNOSA KENDARAAN HYUNDAI
8. ANALISA GEJALA
1. METODE PENGHUBUNG
Untuk kendaraan dengan konektor data link 16 pin, power supply diperoleh dari terminal DLC melalui DLC CABLE tanpa memerlukan power supply tambahan.
Untuk penghubungan ini, DLC CABLE 16 ke Hi-scan dan terminal data link kendaraan semuanya diperlukan.
Namun untuk diketahui, kabel 16 pin kebanyakan dipakai pada kendaraan keluaran terakhir, karena itu suplai power dilakukan secara terpisah oleh alat cigar lighter cable, dan battery extension cable.
Bilamana power supply dihubungkan, maka DLC cable 16 akan menghubungkan terminal data link Hi-scan, dan DLC cable adapter 16-12 akan dihubungkan ke terminal data link kendaraan dan DLC cable 16.
2. PEMILIHAN SISTEM DAN KENDARAAN
2-1 ALUR PENGOPERASIAN
[ Figure III.2 : VEHICLE AND SYSTEM SELECTION SUB-MENU IN/OUT FLOW ]
2-1 DASAR APLIKASI
Hubungkan dan hidupkan Hi-scan Pro. Pemilihan sistem dan kendaraan dengan pilihan 1 dan 2 diperoleh dari tampilan layar [1.0 HYUNDAI VEHICLE DIAGNOSIS].
Fungsi-fungsi pendukung berbeda-beda menurut jenis kendaraannya, untuk itu pemilihan tipe kendaraan yang akan didiagnosa harus sesuai dan benar. Pemilihan dapat dilakukan dengan memindahkan layar ke atas atau ke bawah dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER , juga dapat dilakukan dengan menekan angka yang ada pada Hi-scan dilanjutkan dengan menekan tombol ENTER.
Pilihan dapat dilakukan dengan urutan : VEHICLE, SYSTEM 1 dan SYSTEM 2
3. DTC (DIAGNOSTIC TROUBLE CODES)
Kode Diagnosa Kerusakan.
3-1. ALUR PENGOPERASIAN
3-2 APLIKASI MODE
Pada level ini DIAGNOSTIC TROUBLE CODE (DTC) ditampilkan untuk pemilihan ENGINE CONTROL MODULE (ECM).
Saat tampilan dibuka atau direset, cursor akan berpindah ke tampilan awal dan mengeluarkan nada bunyi bel.
Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk menggulung layar ke tampilan selanjutnya atau tampilan sebelumnya.
HELP
Bilamana tips untuk DTC informasinya tersedia , Hi-scan akan menampilan tip-tip yang perlu anda ketahui, namun bila tipnya tidak tersedia didalam program, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai berikut :
NO TIPS FOR MORE INFORMATION REFER TO THE SHOP MANUAL
ERASE
Tombol fungsi ini digunakan untuk menghapus kode-kode DTC yang tersimpan didalam memori. Bila pilihan ini dijalankan akan muncul pesan kalimat konfirmasi pelaksanaan penghapusan [ YES / NO] .
PART
Tombol fungsi ini digunakan untuk lebih mensensitifkan sensor kode kerusakan. Dengan tambahan tombol HELP, akan ditampilkan gelombang yang benar, contoh kode kerusakan dan sirkuit sensor yang sedang terpilih akan memberikan kode
4. CURRENT DATA
4-1 ALUR PENGOPERASIAN
[ Figure III 3 : CURRENT DATA MODE IN/OUT FLOW]
4-2 APLIKASI MODE
Nilai sensor dan keadaan ON/OFF pada sistem ECM akan ditampilan.
Data selanjutnya atau sebelumnya dapat dilihat dengan menekan tombol panah atas dan bawah . Adapun fungsi yang tersedia untuk aplikasi current data adalah sebagai berikut :
FIX
Melaksanakan fungsi [1.1.1 FIX ITEM ] yang berfungsi untuk memindahkan item yang dipilih kebagian atas layar, item yang dipilih oleh FIX tidak akan ikut kebawah saat anda menggunakan tombol panah untuk melihat item lainnya, sehingga anda dapat membandingkan data dari item yang dipilih dengan item-item lainnya.
Item-item yang di FIX dapat dikembalikan keposisi semula dengan menekan tombol FIX sekali lagi pada item tersebut.
Pada contoh yang ditampikan oleh figure III.2 item [11. OXIGEN SENSOR ] di FIX dimana item tersebut ditandai dengan simbol “ * “ disebelah kirinya.
SCRN
Dengan menekan tombol ini Hi-scan akan mengubah jumlah tampilan sensor atau switch yang ‘hidup’ yaitu antara 8 (maksimal), 4 atau 2 (minimal), dimana bila 2 sensor ‘hidup’ , proses data akan lebih cepat dibanding bila item yang ‘hidup’ lebih banyak.
Pada contoh figure III.3 hanya dua item ‘hidup’ yang dipilih.
[ Figure III.3 : ENABLE COMMUNICATION ]
FULL
Dengan menekan tombol ini maksimal 22 data akan ditampilkan dilayar seperti tampak pada tampilan dibawah ini. Namun item-item yang ditampilkan dalam bentuk singkatan, untuk melihat data lainnya dapat digunakan tombol panah atas dan bawah.
[ Figure III.4 : DISPLAY ALL ITEM ]
HELP
Bila bantuan untuk DTC tersedia , Hi-scan akan menampilkan tip-tip yang perlu anda ketahui terhadap data DTC tersebut, namun bila tipnya tidak tersedia didalam program, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai berikut :
NO TIPS FOR MORE INFORMATION REFER TO THE SHOP MANUAL
GRPH
Bila data item yang ‘live’ yang dipilih oleh fungsi FIX lebih dari dua item, saat tombol GRPH ditekan Hi-scan akan menampilkan data-data tersebut dalam bentuk grafik seperti tampak pada tampilan dibawah ini.
FIX
Tekan tombol FIX untuk menahan satu dari dua pilihan item , agar saat layar digulung data tersebut tidak ikut pindah.
[ Figure III.1 : CURRENT DATA (GRAPH) ]
PART
Tombol fungsi ini digunakan untuk lebih mensensitifkan sensor kode kerusakan. Dengan tambahan tombol HELP, akan ditampilkan gelombang yang benar, contoh kode kerusakan dan sirkuit sensor yang sedang terpilih akan memberikan kode
[ Figure III.6 : PART ANALYS ]
Seperti tampak pada gambar diatas, hubungkan oscilloscope pada sensor yang rusak dan lakukan diagnosa bentuk gelombangnya.
Pada mode Part Analysis, tekan tombol HELP untuk menampilkan tips bantuan mengenai bentuk gelombang yang benar, contoh kode kerusakan, dan sirkuit sensor yang dipilih.
5. FLIGHT RECORD
5-1 ALUR PENGOPERASIAN
[ Figure III.4 :FLIGHT RECORD MODE IN/OUT FLOW ]
5-2 APLIKASI MODE
Mode flight record adalah mode yang bisa menampilkan dan sekaligus mencatat data yang dihasilkan oleh ECM menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh si pemakai.
Anda bisa melihat data selanjutnya atau sebelumnya dengan menggunakan tombol panah.
Fasilitas fungsi FLIGHT RECORD adalah sebagai berikut ;
FIX
Tombol fungsi untuk memilih atau melepas item-item yang datanya direkam. Item-item yang di FIX ditandai oleh simbol “ * “ disebelah kiri itemnya. Jumlah maksimal item yang dapat dipilih untuk fungsi flight record adalah 8.
Selang waktu data sampling yang ditampilkan berada ditengah garis bawah layar.
CALL
Fungsi ini untuk memanggil data yang direkam. Data yang disimpan hanya bisa ditindih oleh data baru apabila bentuk data baru yang akan direkan jenisnya sama.
Bila data yang akan dilihat sistem dan kendaraannya berbeda atau tidak ada data yang tersimpan, Hi-scan akan menampilkan pesan sebagai berikut :
NO RECORD DATA OR DIFFERENT SYSTEM DATA
Apabila MEMORY EXPANDED CARD sudah terpasang didalam Hi-scan dan anda menekan tombol fungsi CALL, Hi-Hi-scan akan menampilkan pesan seperti gambar dibawah ini, dimana pemakai diminta untuk memilih di memori mana data yang akan dipanggil disimpan.
[ Figure III.7 : FLIGHT RECORD (CALL) ]
MEMORY 1 menunjukkan memori internal yang ada didalam Hi-scan, dan untuk MEMORY 2 & MEMORY 3 adalah MEMORY EXPANDED CARD yang kapasitasnya dibagi menjadi dua tempat.
Bila data berada didalam memori yang dipilih, data yang tersimpan akan ditampilkan. Namun bila data yang tersimpan berbeda jenis pemilihan sistem dan kendaraannya atau tidak ada data yang tersimpan maka akan muncul pesan seperti dibawah ini.
NO RECORD DATA OR DIFFERENT SYSTEM DATA
RCRD
Tombol ini berfungsi untuk merekam data, untuk mengakhiri proses perekaman tekan tombol END atau ESC. Selama proses perekaman Hi-scan akan menampilkan proses perekaman seperti tampak pada figure III.8.
Bila jumlah data yang direkam melebihi kapasitas memori yang ada, data yang pertama direkan akan ditindih. Bilamana perlu tambahkan kapasitas memori penyimpanan agar data yang disimpan bisa lebih banyak lagi dengan MEMORY EXPANDED CARD.
Bila anda menambahkan MEMORY EXPANDED CARD, kemudian menekan tombol RCRD , selanjutnya akan muncul tampilan yang meminta sipemakai untuk memilih memori mana yang akan digunakan untuk merekam.
[ Figure III.9 : FLIGHT RECORD (RCRD) ]
MEMORY 1 adalah memori yang ada didalam Hi-scan, MEMORY 2 dan MEMORY 3 adalah memori tambahan yang pemakainnya dibagi menjadi dua tempat.
Bila menekan fungsi RCRD tanpa ada item yang dipilih akan muncul pesan dilayar seperti berikut :
TRIG
Tombol fungsi ini digunakan untuk men-set waktu pengehentian proses perekaman. Bila menekan tombol TRIG lebih dari dua kali maka data yang terakhir saja yang dianggap sebagai titik trigger.
Bila tombol END atau ESC ditekan sebelum tombol TRIG, perekaman akan diakhiri.
Setelah selesai merekam, layar akan menampilkan jumlah data yang tersimpan dalam bentuk numerik, seperti tampak pada tampilan dibawah ini.
Pada tampilan data trigger ini, tombol GRPH digunakan untuk melihat grafik item yang direkam oleh tombol fungsi FIX. Bila ada dua item yang dipilih, maka grafiknya akan tampak seperti t tampilan berikut.
[ Figure III.11 : FLIGHT RECORD (GRAPH) ]
Catatan :
[ T + 5 ] artinya urutan waktu yang diambil, dan CURREN SCREEN menampilkan data setelah pengambilan kelima dari titik trigger.
Waktu urutan pengambilan dapat dirubah dengan menekan tombol panah kanan atau kiri. Pada tampilan grafik, posisi waktu pengambilan ditampilkan secara garis vertikal.
6. ACTUATOR TEST
6-1 ALUR PENGOPERASIAN
6-2. APLIKASI MODE
Dengan mode actuation test, aktuator kendaraan akan diatur oleh Hi-scan. Bentuk tampilannya tampak seperti dibawah ini.
Actuator yang dikemudikan oleh Hi-scan dapat dirubah dengan menggunakan tombol panah atas dan bawah.
[ Figure III.12 : ACTUATOR DRIVING ]
Tes harus dilakukan dengan kondisi seperti yang ditunjukkan oleh tampilan diatas. Pada gambar yang diberikan sebagai contoh, kunci kontak harus dalam keadaan ON dan mesin dalam keadaan hidup.
Lamanya tes ditentukan sendiri oleh Hi-scan yang dapat dilihat dilayar monitor (sebagai contoh 6 detik) atau akan muncul kotak dialog.
Untuk memulai tes actuator, tekan tombol STRT , bila proses telah selesai akan muncul tampilan dibawah ini.
COMPLETED !
Akan ditampilkan setelah kode yang dikenal diterima. Untuk tes tanpa diketahui waktu yang ditetapkan pesan yang muncul adalah sebagai berikut :
NOW ACTIVATING
Akan ditampilan bilamana kode yang dikenal diterima sampai tombol STOP ditekan. Pesan lain yang tampil dalam tes ini adalah :
TEST FAILURE !
Pesan tersebut akan muncul bila tidak ada kode yang dikenal diterima. Pesan tersebut akan muncul selama kurang lebih ½ detik, dan kemudian hilang.
7. SIMU-SCAN
7-1. ALUR PENGOPERASIAN
[ Figure III.6 : SIMU-SCAN MODE IN/OUT ]
7-2. APLIKASI MODE
Hi-scan menawarkan beberapa metode penganalisaan data. Dengan menggunakan fungsi multi-meter, tegangan, frekwensi dan rasio dapat diukur. Melalui fungsi simulasi sensor kendaraan ; tegangan, frekwensi dan rasio dapat dilihat secara simulasi.
Namun demikian, salah satu dari keistimewaan Hi-scan yang paling bermamfaat adalah SIMU-SCAN yang memungkinkan hasil out-put sensor dan analisa Current data dilakukan secara bersamaan.
Tombol-tombol fungsi diatur sedemikian rupa sehingga METR, SIML dan FIX dapat dilihat dilayar monitor. Sebagai tambahan tombol-tombol yang tersedia untuk aplikasi mode ini adalah sebagai berikut :
Layar SIMU-SCAN yang digunakan terakhir disimpan oleh Hi-scan atau dipakai sebagai default. Bila tidak ada lagi tampilan lainnya yang disimpan didalam memori cadangan Hi-scan, default-nya seperti tampak pada gambar dibawah ini.
Gunakan tombol panah atas atau bawah untuk melihat data selanjutnya atau sebelumnya, juga tersedia tombol-tombol lainnya yang dapat digunakan menurut fungsinya masing-masing.
[ Figure III.14 : SIMU-SCAN ]
METR
Tombol ini berfungsi untuk mengaktifkan multi-meter yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan, frekwensi dan rasio seperti tampak pada gambar III.14 .
METER berfungsi untuk menampilkan mode SIMU-SCAN yaitu tampilan ouput sensor pada bagian atas layar dan analisa current data dibagian bawah layar.
Data-data tersebut tampil secara simultan dilayar Hi-Scan Pro sehingga mempermudah dalam menganalisa problem pada kabel dan ECU.
VOLT
Mengukur tegangan antara 0 – 50 volt. Hi-scan akan menampilkan tegangan yang sedang dipakai, input channel dan maximum dan minimum tegangan yang terekam.
Input channel multi-meter dapat ditukar dengan menggunakan tombol CHNL, antara channel A dan B. Tegangan maximum dan minimum dapat di-reset dengan menggunakan tombol CLR. Dengan demikian pemakai dapat mengukur tegangan maximum dan minimum kembali dengan menekan tombol CLR. Salah satu contoh bentuk tampilan pengukuran tegangan adalah sebagai berikut.
FREQ
Tombol yang berfungsi untuk mengukur frekwensi dengan range antara 0 – 10 KHz. Hi-scan akan menampilkan input frekwensi yang sedang digunakan, input channel dan trigger levelnya. Input channel dapat ditukar dengan menggunakan tombol CHNL antara channel A dan B. Trigger level dapat dirubah dengan menekan tombol TRIG dan tombol panah kiri atau kanan. Salah satu contoh bentuk tampilan pengukuran frekwensi adalah sebagai berikut.
[ Figure III.16 : SIMU-SCAN (FREQ) ]
DUTY
Tombol ini berfungsi untuk mengukur rasio kerja (duty ratio) antata 1 – 100 %, Hi-scan akan menampilkan pengukuran yang sedang digunakan, input channel, trigger level dan ukuran polaritas rasio kerja.. Tombol POSI dan NEGA digunakan untuk mengubah ukuran polaritas rasio kerja sesuai keperluaan.
Trigger level bisa dirubah dengan menekan tombol panah kiri atau kanan. Salah satu contoh bentuk pengukuran rasio kerja adalah sebagai berikut.
SIML
Adalah tombol fungsi untuk menjalankan simulator. Ada tiga macam simulator yang disediakan oleh Hi-scan yaitu :
1. VOLTAGE
2. FREQUENCY & DUTY 3. VEHICLE SPEED
Salah satu contoh bentuk tampilan simulasi sensor adalah sebagai berikut :
[ Figure III.18 : SIMU-SCAN (SIML) ]
01
Tombol fungsi ini digunakan untuk menjalankan simulasi output sensor tegangan . Tegangan dihasilkan melalui channel B dan dapat disetel dengan menekan tombol (+) dan (-). Bila setelan antara tegangan dan tegangan yang sedang dipakai berbeda yaitu kurang dari 10%, Hi-scan akan menambahkan secara otomatis kekurangan tegangan tersebut.
BILA PERBEDAANNYA MELEBIHI 10%, OUTPUT TERGANGAN TIDAK AKAN KELUAR DAN HI-SCAN AKAN MENAMPILKAN PESAN SEBAGAI BERIKUT.
SIMULATOR SIGNAL IS DISTORTED CHECK PROBE , PRESS [ENTER]
Salah satu contoh bentuk tampilan output simulasi tegangan adalah sebagai berikut.
02
Tombol fungsi ini digunakan untuk menjalankan output sensor simulasi frekwensi/kerja. Frekwensi dihasilkan melalui channel B dan dapat disetel dengan menekan tombol (+) dan (-) . Frekwensi dan/atau rasio dapat dihasilkan dengan menekan tombol fungsi SLCT. Batas output untuk simulasi ini adalah 0 - 1 KHz untuk frekwensi, untuk rasio kerja antara 0 – 100 % .Salah satu contoh tampilan untuk pengukuran output simulasi frekwensi.
[ Figure III.20 : SIMU-SCAN (SIMF) ]
03
Tombol fungsi ini digunakan untuk menjalankan simulasi kecepatan kendaraan yang digerakkan oleh Hi-scan melalui DLC.
Simulasi kecepatan dapat dirubah dengan menekan tombol (+) atau (-), dan unit ukuran bisa diganti dari Km/jam ke MPH dan sebaliknya melalui pilihan DATA SETUP.
Salah satu contoh bentuk tampilan simulasi sensor kecepatan kendaraan
[ Figure III.21 : SIMU-SCAN (VSS) ]
FIX
Tombol yang berfungsi untuk memindahkan item yang dipilih kebagian atas layar, item yang dipilih oleh FIX tidak akan ikut kebawah saat anda menggunakan tombol panah untuk melihat item lainnya, sehingga anda dapat membandingkan data dari item yang dipilih dengan item-item lainnya. Baris yang telah di FIX ditandai dengan simbol “ * “ disebelah kirinya, untuk mengembalikan item keposisi semula tekan tombol FIX sekali lagi pada item yang bersangkutan.
8. ANALISA GEJALA KERUSAKAN
8-1 ALUR PENGOPERASIAN
F4 DATA
F5 PART
F6 HELP
8-2. ANALISA GEJALA KERUSAKAN
Analisa SYMTOM (gejala kerusakan) menyediakan beberapa macam gejala kerusakan dan item-item yang berhubungan yang akan didiagnosa
Tombol untuk menampilkan graphic dan data dari sensor yang dipilih. Maksimal sampai 4 graphic dan data yang
dapat ditampilkan sekaligus.
Tombol untuk menampilkan data sensor terpilih dalam bentuk gelombang.
Tombol untuk menampilkan TIPS, bentuk gelombang yang benar, contol kode kerusakan dan sirkuit diagram.