BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil pembahasan penelitian dalam skripsi ini, maka dapat

Teks penuh

(1)

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian dalam skripsi ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. alur yang digunakan dalam kumpulan dongeng La Barbe Bleue, Les Fées, Le

Maître Chat ou Le Chat Botté dan Le Petit Poucet karya Charles Perrault ini

menggunakan alur maju karena peristiwa-peristiwanya dikisahkan secara kronologi atau secara runtut melalui fungsi-fungsi dalam dongeng tersebut, sedangkan cara untuk mengahiri cerita yang dominan yaitu menggunakan fin

heureuse, cerita berakhir dengan bahagia. Tokoh-tokoh yang ditampilkan berupa

binatang yang dapat berkomunikasi dengan manusia. Dalam kumpulan dongeng ini binatang digambarkan sebagai sosok yang cerdik, namun ada juga yang licik. Kemudian tokoh yang berupa peri dan raksasa. Peri dapat digambarkan sebagai wanita yang mempunyai kekuatan sihir dan mempengaruhi jalannya sesuatu. Kebanyakan dari mereka baik hati, namun terdapat juga peri yang jahat. Kemudian tokoh raksasa biasanya mempunyai ciri-ciri suka makan daging anak-anak, serta sebagai tokoh antagonis sebagai pemangsa manusia. Dalam keempat dongeng ini menggunakan tokoh-tokoh dengan sebutan si Bungsu atau si Sulung , Raja dan Ratu, Pangeran dan Putri, dan dengan sebutan nama yang melekat pada diri seorang tokoh karena kebiasaan yang dilakukan. Misalnya saja terdapat tokoh-tokoh seperti si Janggut Biru, si Jambul Riquet dan si Jempol Kecil. Para tokoh tersebut mendapatkan panggilan nama sesuai dengan kondisi fisiknya.

(2)

Namun sebenarnya dalam kehidupan nyata tokoh-tokoh yang seperti itu sulit ditemukan dan bahkan mungkin tidak ada.

Di samping itu, dalam La Barbe Bleue, Les Fées, Le Maître Chat ou Le

Chat Botté dan Le Petit Poucet karya Charles Perrault terdapat pesan-pesan

moral yang sesuai dengan bentuk-bentuk moral yang berupa kesabaran,bersikap hati-hati ketika mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi karena bukan tidak mungkin hal itu akan membuat kita celaka, kerja keras utuk mencari nafkah (tidak hanya mengandalkan harta warisan orang tua), kejujuran, anjuran untuk bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang yang dicintai, dan senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

2. bentuk-bentuk nilai moral yang ditemukan dalam dongeng La Barbe Bleue, Les

Fées, Le Maître Chat ou Le Chat Botté dan Le Petit Poucet karya Charles

Perrault ini di bagi ke dalam tiga fungsi. Pertama, yaitu nilai moral yang berfungsi menjelaskan hubungan manusia dengan dirinya sendiri yang berupa seperti pantang menyerah, perasaan dendam, keberanian, sikap mengeluh, kecerdikan, kesombongan, keramahan, ketulusan, kejujuran, kepamrihan, kedengkian, sikap lengah, kebijaksanaan, kesabaran, keputusasaan, dan kecemasan. Kedua, yaitu nilai moral yang berfungsi menjelaskan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam yang berupa kasih sayang, tolong-menolong, sikap menghargai orang lain, permintaan maaf, terima kasih, sikap menyalahkan orang lain, sopan santun, kebohongan, penghinaan, pemenuhan janji, pemberian maaf,

(3)

pengingkaran janji, dan terdapat fungsi yang menjelaskan hubungan manusia dengan alam, yaitu menikmati keindahan alam. Fungsi yang ketiga yaitu menjelaskan hubungan manusia dengan Tuhan yang berupa berdoa kepada Tuhan, memuji Tuhan, percaya pada kehendak Tuhan, dan kepasrahan kepada Tuhan. Dari ketiga ketegori tersebut, dapat dilihat adanya bentuk-bentuk nilai moral positif dan negatif. Sehingga pembaca harus pandai memilih nilai moral yang baik sebagai contoh dan pembimbing dalam bertingkah laku dan menentukan sikap dalam berinteraksi sosial sehari-hari, serta meninggalkan moral yang buruk, agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Dari beberapa uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa fungsi-fungsi (yang berisi rangakaian peristiwa dan dari fungsi tersebut dapat dilihat sifat tokoh), dan moral merupakan unsur dongeng yang saling berkaitan. Dalam sebuah cerita, permasalahan akan timbul dari aktivitas dan tingkah laku para tokoh. Aktivitas tersebut akan terangkai menjadi peristiwa-peristiwa yang mempunyai hubungan kausalitas yang akan terlibat dalam alur. Dengan demikian pembaca dapat mengetahui karakter, sikap, cara berfikir, kepribadian, hubungan setiap tokoh dengan tokoh yang lain dalam interaksi sosial. Sehingga pembaca akan mengetahui nilai-nilai moral yang terdapat kumpulan dongeng ini melalui sikap dan tingkah laku para tokoh dalam cerita.

B. Implikasi

Hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang fungsi dan bentuk-bentuk nilai moral yang terdapat dalam dongeng La Barbe Bleue, Les Fées, Le Maître

(4)

Chat ou Le Chat Botté dan Le Petit Poucet karya Charles Perrault. Penelitian ini mendukung teori sastra, bahwa moral dan sastra merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Melalui karya sastra, pengarang dapat menyampaikan pesan dan makna yang terkandung di dalamnya yang berguna bagi pembaca. Hal itu dapat di sampaikan melalui nilai-nilai moral yang tercermin pada sifat-sifat para tokoh. Oleh karena itu, penulis berharap segala perbuatan yang dilakukan para tokoh dapat dipilah oleh pembaca, sehingga yang baik dapat menjadi contoh bagi setiap orang dan sebaliknya moral yang buruk harus dapat ditinggalkan untuk membangun kepribadian seseorang itu menjadi lebih baik.

Secara praktis hasil penelitian ini dapat membantu memperkenalkan karya sastra Prancis khususnya dongeng-dongeng karya Charles Perrault. Penelitian ini juga dapat menjadi sumbangan pemilihan sebagai bahan pembelajaran sastra di sekolah dan di universitas khususnya jurusan Pendidikan Bahasa Prancis dalam mata kuliah Théorie de la Litterature Française. Di samping itu, penelitian ini akan dapat menambah pengetahuan tentang nilai-nilai moral yang terdapat dalam kumpulan dongeng Histoire ou Conte du Temps

(5)

C. Saran

Berdasarkan uraian hasil analisis terhadap kumpulan dongeng Histoire ou

Conte du Temps Passé karya Charles Perrault, penulis memberikan saran sebagai

berikut :

1. Kepada pembaca diharapkan tidak hanya mengetahui isi sebuah karya sastra, namun juga mengetahui makna dan pesan serta nilai-nilai moral yang terkandung sehingga dapat memanfaatkan nilai-nilai moral yang terdapat dalam karya sastra khususnya kumpulan dongeng Histoire ou Conte du Temps Passé karya Charles Perrault untuk menyikapi permasalahan yang dihadapi dan dapat dijadikan pedoman dalam menentukan sikap.

2. Bagi pengajar sastra dapat menggunakan dongeng-dongeng karya Charles Perrault sebagai bahan pengajaran sastra. Selanjutnya nilai-nilai moral yang terdapat dalam dongeng-dongeng tersebut diharapkan dapat diresapi dan diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengadakan penelitian yang lebih mendalam tentang kumpulan dongeng Histoire ou Conte du Temps Passé karya Charles Perrault dan menemukan topik-topik permasalahan yang lain, karena masih banyak dongeng-dongeng karya Charles Perrault lainnya.

(6)

Gramedia Pustaka Utama

Aggraini, Meiga Ayu. 2007. Alur dalam Histoires ou Contes du Temps Passé Karya Charles Perrault. Skripsi S1. Program Studi Sastra Prancis, FBS UNNES.

Bailliencourt de Charlotte. 2009. Le Petit Poucet et Trois Autres Contes Charles

Perrault. Paris : Gallimard

Danandjaja, James. 2007. Foklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti

Dian Agustina. 2008. Ketimpangan Gender dalam Kumpulan Dongeng « Les Plus Beaux Contes » Karya Charles Perrault Sebuah Analisis Kritik Sastra feminis.

Skripsi. Yogyakarta. Universitas negeri Yogyakarta

Eko Wardani, Nugraheni. 2009. Makna Totalitas dalam Karya Sastra. Surakarta: UNS Press

Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta :Pustaka Widyatama

Gallet Anne. 2009. Bescherelle Poche Conjugaison. Paris : Hatier

Haricahyono, Cheppy. 1995. Dimensi-Dimensi Pendidikan Moral. Semarang : IKIP Semarang Press

Id.wikipedia.org/ wiki/ Charles_Perrault. Diunduh pada tanggal 27 Juni 2012. Jabrohim, 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta : Hanindita Graha Widia Kutha Ratna, Nyoman. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Lézin, Emmanuelle. 1999. Biblio Collège Perrault Contes. Paris: Hachette

Listiana dan A. Tati Bambang Haryo.2012. Kumpulan Dongeng Perrault 10

(7)

Moleong. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset

Noviana. 2011. Analisis Moral dalam Roman Je Vais Bien Ne T’en Fais Pas Karya Olivier Adam. Skripsi S1. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, FBS Universitas negeri Yogyakarta.

Nurgiantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

_______. 2005. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Propp, Vladimir. 1979. Morphology of the Folktale. Amerika: University of Texas Press

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa

Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka

Perrault, Charles. 2009. Contes de ma mère l’Oye. Italie: Grafica Veneta

Peyroutet, Claude. 1991. La Pratique de l’Expression Écrite. Paris: Editions Nathan Robert, Paul. 1976. Dictionnaire Alphabéthique & Analogieque de la Langue

Française. France : SNL

Schmitt, M. P., et Viala, A. 1982. Savoir-Lire. Paris: Didier

Tamine-Joëlle Gardes et Hubert Marie-Claude. 1996. Dictionnaire de Critique

Littéraire. Paris : Armand Colin

Wellek, Rene dan Warren Austin. 1995. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia Wiyatmi. 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka

Teeuw. 2003. Sastera dan Ilmu Sastera. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya

Zuchdi, Darmiyati. 1993. Panduan Penelitian Analisis Konten. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :