33
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Sekolah Dasar Negeri Mangunsari 05 terletak di Jalan Hasanudin no 83, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Sekolah ini terdiri 1 kepala sekolah, 6 guru kelas, 1 guru olah raga, 1 guru agama Kristen, 1 guru agama islam, 1 guru agama katholik, 2 petugas perpustakaan dan 2 karyawan sekolah. Total murid yang bersekolah di SD Mangunsari 05 adalah 226 siswa.
4.2 Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Mangunsari 05 di kelas IV dengan jumlah siswa 40 anak yang terdiri dari 26 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam 2 Siklus, dan setiap Siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit di setiap pertemuannya.
4.2.1 Pra Siklus
Pra Siklus merupakan kondisi ataupun keadaan siswa sebelum tindakan kelas dilaksanakan. Dalam penelitian ini peneliti mengamati beberapa aspek dalam observasi yang dilakukan dalam kelas yaitu a) hasil belajar siswa dan b) Sikap Siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi yang terlah dilakukan oleh peneliti di kelas IV SD Negeri Mangunsari 05 Salatiga pada Semester II Tahun Ajaran 2013/2014 akan diuraiakan sebagai berikut.
a. Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti dalam proses pra-siklus pada mata pelajatan IPA di kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga menunjukan hasil bahwa siswa yang mencapai ketuntasan ≥70 hanya 21 anak atau 52,5 % dan siswa yang masih belum mencapai KKM ≤70 berjumlah 19 siswa atau 47,5 %. Maka dengan demikian diperoleh data hasil belajar siswa dalam pra siklus sebagai berikut:
Tabel 4.1
Distribusi Ketuntasan Belajar Pra Siklus
Siswa Kelas 4 Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester II SD Negeri Mangunsari 05
No. Ketuntasan Pra Siklus
Jumlah Siswa Persentase
1. Belum Tuntas 19 47, 5 %
2. Tuntas 21 52,5 %
Jumlah 40 100%
Grafik 4.1
Distribusi Ketuntasan Belajar Pra Siklus
Siswa Kelas 4 Tahun Pelajaran 2013/2014 Semester II SD Negeri Mangunsari 05
b. Sikap Siswa
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti dalam proses pra-siklus pada mata pelajaran IPA di kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga dari 13 aspek yang menjadi penilaian menunjukan hasil bahwa sikap siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas mendapatkan hasil total nilai sebanyak 35 dan setelah dihitung mendapatkan hasil rata-rata 2,69 dan masuk ke dalam kategori cukup aktif.
47.5 52.5 45 46 47 48 49 50 51 52 53
Belum Tuntas Tuntas
D
ALAM
Tabel 4.2 Kategori Sikap Siswa No Nilai Kategori 1. 4,1 – 5,0 Sangat aktif 2. 3.1 – 4,0 Aktif 3. 2,1 – 3,0 Cukup aktif 4. 1,1 – 2,0 Kurang aktif 5. 0,1 – 1,0 Tidak aktif Grafik 4.2
Gambaran Sikap Siswa Pra-siklus
Berdasarkan Tabel 4.1 dan Grafik 4.1, kita bisa memperoleh hasil bahwa masih terdapat beberapa siswa yang masih belum mencapai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah. Untuk bagian sikap siswa yang ditunjukan oleh Tabel 4.2 dan Grafik 4.2 masih bisa ditingkatkan kembali hasilnya. Sehingga, peneliti akan melakukan sebuah penelitian yang telah diuraikan sebelumnya. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem
2.69 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3
Tidak Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif
based Learning-PBL) dalam materi pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga. Penelitian ini akan berjalan dalam dua siklus.
4.2.2 Siklus I
Pembelajaran Siklus I dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2014, pada jam ke 1 sampai 2 yaitu pukul 07.00 sampai 08.45. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2014, pada jam ke 1 sampai ke 2 yaitu pukul 07.00-08.45 dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2014 pada jam ke 1 sampai 2 yaitu pukul 07.30-08.45.
4.2.2.1 Perencanaan Siklus I
Sebelum melaksanakan tindakan penelitian di kelas, hasil observasi pada pra-siklus merupakan acuan untuk melaksanakan penelitian di Siklus I. Dalam tahap perencanaan ini peneliti akan:
a) Menentukan topik yang akan di ajarkan di kelas yaitu SK 9 Memahami Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit dengan KD 9.1 Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi.
b) Bekerjasama dengan guru kelas untuk merancang rencana pelaksanaan kelas dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah. c) Mempersiapkan sumber, bahan dan alat belajar yang berhubungan
dengan materi ajar.
d) Membuat kisi-kisi untuk Siklus I. e) Membuat Lembar Kerja Siswa. f) Membuat soal evaluasi akhir Siklus I.
4.2.2.2Proses Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I
a) Pertemuan Pertama (22 Maret 2014)
Fokus pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama ini adalah untuk mengenalkan kepada siswa tentang perubahan kenampakan pada permukaan bumi.
1. Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini sebelum memulai pembelajaran guru akan mempimpin doa terlebih dahulu serta mengabsen siapa saja siswa yang hadir maupun yang tidak hadir di kelas. Setelah itu guru akan mengajak siswa untuk memasuki proses pembelajaran dengan bertanya kepada siswa tentang kejadian-kejadian alam yang terjadi di Indonesia yang mereka ketahui baik dari koran atau televesi baru-baru ini.
2. Kegiatan Inti
Pada kegiatan ini guru akan membagi siswa dalam 8 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa. Setelah mereka berada dalam kelompoknya, tiap-tiap kelompok akan mendapatkan sebuah artikel mengenai fenomena perubahan permukaan bumi. Tugas mereka adalah menganalisis dan mengidentifikasi isi dari artikel tersebut dan ketika mereka menganalisis artikel tersebut mereka juga mendapatkan sebuah petunjuk dari guru tentang hal-hal apa saja yang harus mereka cari dari artikel tersebut. Setelah mereka selesai berdiskusi dalam kelompok, tiap-tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Guru hanya sebagai fasilitator saja dalam diskusi antar kelompok ini. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil diskusi mereka, dengan bantuan guru mereka bersama-sama akan menyimpulkan hasil diskusi ini.
3. Kegiatan Akhir
Guru akan mengingatkan kembali materi yang sudah mereka pelajari hari ini dan menanyakan pada siswa kesulitan apa yang mereka temui dalam pembelajaran kali ini.
b) Pertemuan Kedua (23 Maret 2014)
Pada pertemuan ini siswa akan lebih mengetahui mengenai perubahan penampakan bumi melalui media gambar, video dan percobaan secara langsung.
1. Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini sebelum memulai pembelajaran guru akan mempimpin doa terlebih dahulu serta mengabsen siapa saja siswa yang hadir maupun yang tidak hadir di kelas. Setelah itu guru akan mengajak siswa untuk memasuki proses pembelajaran dengan bertanya kepada siswa apakah mereka sudah pernah pergi ke pantai atau laut? Setelah siswa menjawab pertanyaan tersebut guru akan mulai memasuki proses pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan ini siswa akan kembali berdiskusi dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya. Guru akan mengingatkan kembali kepada siswa tentang materi pada pertemuan sebelumnya. Siswa akan melihat beberapa video dan gambar mengenai erosi, gletser, erosi di gurun, dan kebakaran hutan. Siswa dalam kelompok akan memberikan komentar mengenai gambar dan video yang sudah mereka lihat. Dan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa, siswa dalam kelompok akan melakukan percobaan erosi menggunakan pasir, air dan tempat makan plastik yang akan dibimbing dan diawasi oleh guru. Siswa akan memberikan tanggapan mengenai percobaan tersebut.
3. Kegiatan Akhir
Guru akan melakukuan refleksi dan melakukan kesimpulan bersama dengan siswa tentang pembelajaran hari ini. Siswa juga diminta untuk belajar di rumah mengenai materi ini.
c) Pertemuan Ketiga (24 Maret 2014) 1. Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini sebelum memulai pembelajaran guru akan mempimpin doa terlebih dahulu serta mengabsen siapa saja siswa yang hadir maupun yang tidak hadir di kelas. Guru akan membagikan soal yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dengan 5 soal essay. Sebelum mengerjakan soal siswa akan mendapatkan penjelasan dari guru mengenai alokasi waktu dan peraturan selama mengerjakan tes.
2. Kegiatan Inti
Karena kegiatan ini untuk mengevaluasi model pembelajaran berbasis masalah yang telah dipraktekaan dalam dua pertemuan sebelumnya, maka siswa hanya fokus mengerjakan soal selama 50 menit.
3. Kegiatan Akhir
Setelah siswa selesai mengerjakan soal tes, maka bersama-sama dengan guru akan mengoreksi tes yang sudah mereka kerjakan.
4.2.2.3Pengamatan Hasil Tindakan Siklus I
Pengamatan dilakukan oleh guru kelas pada waktu yang bersamaan saat peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar dan memperbaiki sikap siswa siswa kelas IV SD pada konsep perubahan kenampakan permukaan bumi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).
Berdasarkan hasil pengamatan dan tes yang dilakukan pada akhir Siklus I, diperoleh dan ditemukan data tentang: a) hasil belajar siswa; dan b) Sikap Siswa; dalam proses pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV pada SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah akan diuraikan berikut ini.
a. Hasil Belajar Siswa
Gambaran hasil belajar dalam Pembelajaran Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siklus I memperoleh hasil 14 siswa belum mencapai ketuntasan atau sebesar 35% sedangkan 26 siswa sudah mampu mencapai ketuntasan atau sebesar 65%. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.4 Hasil Belajar Siklus I Siswa Kelas IV SD Mangunsari 05
No Ketuntasan Jumlah Siswa Prosentase 1. Belum Tuntas 14 35 % 2. Tuntas 26 65% Jumlah 40 100% Tabel 4.4
Perbandingan Hasil Belajar Pra-siklus dan Siklus I Siswa Kelas IV SD Mangunsari 05
No. Ketuntasan
Pra Siklus Siklus I
Jumlah Siswa Prosentase Jumlah Siswa Prosentase 1. Belum Tuntas 19 47,5% 14 35% 2. Tuntas 21 52,5% 26 65% Jumlah 40 100% 40 100%
Grafik 4.4
Perbandingan Hasil Belajar Pra Siklus dan Siklus I Siswa Kelas IV SD Mangunsari 05
Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 4.4 dan 4.5 serta Grafik 4.4 di atas menunjukkan bahwa Hasil Belajar Siswa pada pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), pada siklus I menunjukkan peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan individu (70) meningkat menjadi 26 siswa atau 65% dan mengalami peningkatan sebesar 12,5% jika dibandingkan dengan pra-siklus.
Namun meskipun Hasil Belajar Siswa telah mengalami adanya peningkatan, Hasil Belajar pada pembelajaran ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dengan adanya indikator-indikator Hasil Belajar Siswa yang masih belum memenuhi harapan, diantaranya:
- Dari 40 siswa, yang telah mencapai ketuntasan individu (KKM=70) baru mencapai 26 siswa atau 65%.
- Sejumlah 14 siswa atau 35% masih perlu perbaikan.
47.5 35 52.5 65 0 10 20 30 40 50 60 70
Pra Tindakan Siklus I
D
al
am
%
- Secara klasikal, ketuntasan baru mencapai 65%; masih di bawah ketuntasan klasikal yang ideal yaitu minimal 80%.
- Masih adanya siswa yang belum mengetahui dan memahami dengan tepat tentang konsep perubahan kenamapakan permukaan bumi.
`Oleh karena itu, peneliti akan mencoba melakukan perencanaan dan pelaksanaan ulang untuk meningkatkan Sikap Siswa dalam pembelajaran tersebut pada siklus berikutnya.
b. Gambaran Sikap Siswa
Gambaran Sikap Siswa dalam Proses Pembelajaran Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi Bumi dan Benda Langit dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siklus I mendapatkan total nilai 47 dari 13 aspek yang menjadi penilaian. Setelah dihitung rata-rata nilainya menjadi 3,61 dan masuk ke dalam kategori aktif.
Grafik 4.5
Perbandingan Sikap Siswa pada Pra Tindakan dan Siklus I
Kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga 2.69 3.61 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
Tidak Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif 0,1 -1,0 1,1-2,0 2,1-3,0 3,1-4,0 4,1-5,0
Berdasarkan data yang disajikan Grafik 4.5 di atas, menunjukan bahwa Sikap Siswa pada pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) menunjukkan peningkatan. Sikap siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Hal ini ditunjukan dengan dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 3,61 dan mengalami peningkatan sebesar 0.92 atau 0,84% dibandingkan dengan pra-siklus.
Namun meskipun telah mengalami adanya peningkatan. Sikap siswa pada pembelajaran masih belum optimal. Hal ini terlihat dengan adanya indikator-indikator sikap siswa yang masih kurang, diantaranya:
- Siswa masih kurang berani untuk mengemukakan pertanyaan ataupun pendapat mereka, baik di depan guru maupun di depan teman-temannya. - Masih ada siswa yang kurang aktif dalam diskusi kelompok.
- Transisi perpindahan ketika para siswa berdiskusi ke presentasi di depan kelas masih kurang lancar, karena banyak siswa yang masih terbawa kondisi diskusi sehingga kurang memperhatikan ketika ada presentasi dari temannya.
Oleh karena itu, peneliti melakukan perencanaan dan pelaksanaan ulang untuk meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran IPA pada siklus berikutnya.
Memperhatikan data-data hasil pembelajaran Siklus I yang belum optimal, baik sikap siswa dalam pembelajaran serta hasil belajar yang belum optimal dan belum memenuhi standar yang telah ditetapkan, maka peneliti memandang perlu melakukan upaya perbaikan untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada siklus berikutnya yaitu Siklus II.
4.2.3 Siklus II
Pembelajaran Siklus II dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2014, pada jam ke 1 sampai 2 yaitu pukul 07.00 sampai 08.45. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Maret
2014, pada jam 1 sampai 2 yaitu pukul 07.00-08.45 dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2014 pada jam ke 1 sampai 2 yaitu pukul 07.00-08.45.
4.2.3.1 Perencanaan Siklus II
Sebelum melaksanankan tindakan penelitian di kelas hasil observasi pada pra-siklus merupakan acuan untuk melaksanakan penelitian di Siklus II. Dalam tahap perencanaan ini peneliti akan:
a) Mengevaluasi kekurangan yang masih terdapat di Siklus I untuk diperbaiki di Siklus II.
Tindak Lanjut:
Guru akan mencoba mengajak siswa untuk lebih aktif dengan menggunakan pendekatan individu (langsung kepada siswa).
Merancang pembelajaran yang aktif dengan cara kompetesi antar kelompok untuk memacu semangat siswa.
b) Melanjutkan topik pembelajaran di Siklus I yaitu SK 9 Memahami Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit dengan KD 9.2 mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari. c) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan Model
Pembelajaran Berbasis Masalah.
d) Mempersiapkan sumber, bahan dan alat belajar yang berhubungan dengan materi ajar.
e) Membuat kisi-kisi untuk Siklus II. f) Membuat Lembar Kerja Siswa.
g) Membuat soal evaluasi akhir Siklus II.
4.2.3.2Proses Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II
a) Pertemuan Pertama (27 Maret 2014) 1. Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini sebelum memulai pembelajaran guru akan mempimpin doa terlebih dahulu serta mengabsen siapa saja siswa yang hadir maupun yang tidak hadir di kelas. Setelah itu guru akan mengajak
siswa untuk memasuki proses pembelajaran dengan bertanya kepada siswa tentang yang mereka ketahui tentang NASA. Setelah para murid menjawab pertanyaan tersebut barulah guru masuk ke materi pembelajaran hari ini.
2. Kegiatan Inti
Pada kegiatan ini guru akan membagi siswa dalam 8 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa. Setelah mereka berada dalam kelompoknya, tiap-tiap kelompok akan mendapatkan sebuah artikel mengenai fenomena benda langit seperti matahari, bulan, bintang ,dll.. Tugas mereka adalah menganalisis dan mengidentifikasi isi dari artikel tersebut dan ketika mereka menganalisis artikel tersebut mereka juga mendapatkan sebuah petunjuk dari guru tentang hal-hal apa saja yang harus mereka cari dari artikel tersebut. Setelah mereka selesai berdiskusi dalam kelompok, tiap-tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Guru hanya sebagai fasilitator saja dalam diskusi antar kelompok ini. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil diskusi mereka, dengan bantuan guru mereka bersama-sama akan menyimpulkan hasil diskusi ini.
3. Kegiatan Akhir
Guru akan mengingatkan kembali materi yang sudah mereka pelajari hari ini dan menanyakan pada siswa kesulitan apa yang mereka temui dalam pembelajaran kali ini.
b) Pertemuan Kedua (28 Maret 2014)
Pada pertemuan ini siswa akan lebih mengetahui mengenai perubahan penampakan benda langit dan bulan melalui media gambar dan video
1. Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini sebelum memulai pembelajaran guru akan mempimpin doa terlebih dahulu serta mengabsen siapa saja siswa yang hadir maupun yang tidak hadir di kelas. Setelah itu guru akan mengajak
siswa untuk memasuki proses pembelajaran dengan bertanya kepada siswa apakah mereka suka dengan Astronot dan apa yang astronot kerjakan. Setelah siswa menjawab pertanyaan tersebut guru akan mulai memasuki proses pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan ini siswa akan kembali berdiskusi dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya. Guru akan mengingatkan kembali kepada siswa tentang materi pada pertemuan sebelumnya. Siswa akan melihat beberapa video dan gambar mengenai benda langit seperti bulan, bintang, dan matahari. Siswa dalam kelompok akan memberikan komentar mengenai gambar dan video yang sudah mereka lihat. Guru akan memberikan penjelasan dengan cara berdiskusi dan tanja jawab dengan siswa untuk menggiring mereka kepada pokok materi pembelajaran hari ini.
3. Kegiatan Akhir
Guru akan melakukuan refleksi dan melakukan kesimpulan bersama dengan siswa tentang pembelajaran hari ini. Siswa juga diminta untuk belajar di rumah mengenai materi ini.
c) Pertemuan Ketiga (29 Maret 2014) 1. Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini sebelum memulai pembelajaran guru akan mempimpin doa terlebih dahulu serta mengabsen siapa saja siswa yang hadir maupun yang tidak hadir di kelas. Guru akan membagikan soal yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dengan 5 soal essay. Sebelum mengerjakan soal siswa akan mendapatkan penjelasan dari guru mengenai alokasi waktu dan peraturan selama mengerjakan tes.
2. Kegiatan Inti
Karena kegiatan ini untuk mengevaluasi model pembelajaran berbasis masalah yang telah dipraktekaan dalam dua pertemuan sebelumnya, maka siswa hanya fokus mengerjakan soal selama 50 menit.
3. Kegiatan Akhir
Setelah siswa selesai mengerjakan soal tes, maka bersama-sama dengan guru akan mengoreksi tes yang sudah mereka kerjakan.
4.2.3.3Pengamatan Hasil Tindakan Siklus II
Pengamatan dilakukan oleh pengamat pada waktu yang bersamaan saat peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar dan memperbaiki sikap siswa siswa kelas IV SD pada konsep perubahan kenampakan permukaan bumi dan benda langit dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).
Berdasarkan hasil pengamatan dan tes yang dilakukan pada akhir Siklus I, diperoleh dan ditemukan data tentang: a) gambaran hasil belajar dan b) gambaran Sikap Siswa dalam proses pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV pada SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah akan diuraikan berikut ini.
a. Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam Pembelajaran IPA kelas IV dalam konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siklus II mendapatkan hasil sebanyak 35 siswa telah melebihi batas tuntas (70) atau sebesar 87,5% sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan (70) sebesar 5 anak atau 13,5%. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 4.6 Hasil Belajar Siklus II Siswa Kelas IV SD Mangunsari 05
No Ketuntasan Jumlah Prosentase
2. Tuntas 35 87,5%
Jumlah 40 100%
Tabel 4.7
Perbandingan Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II
Siswa Kelas IV SD Mangunsari 05
Grafik 4.7
Perbandingan Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II
Kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga
No. Ketuntasan Siklus I Siklus II Jumlah Siswa Prosentase Jumlah Siswa Prosentase 1. Belum Tuntas 14 35% 5 13,5% 2. Tuntas 26 65% 35 87,5% Jumlah 40 100% 40 100% 35 13.5 65 87.5 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Siklus I Siklus II D al am % BelumTuntas Tuntas
Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 4.7 dan 4.8 serta Grafik 4.7 di atas menunjukkan bahwa Hasil Belajar Siswa pada pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), pada siklus II menunjukkan peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan individu (70) meningkat menjadi 35 siswa atau 85,5% atau mengalami peningkatan sebesar 22,5% jika dibandingkan dengan Siklus I.
b. Sikap Siswa
Berdasarkan penelitian kelas pada Proses Pembelajaran Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi Bumi dan Benda langit dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siklus II mendapatkan skor 51 dari 13 aspek yang dinilai. Setelah dihitung rata-ratanya mendapatkan skor akhir sebesar 3,92 dan masuk ke dalam kategori aktif. Untuk lebih jelasnya bisa melihat tabel dan grafik berikut.
Tabel 4.9 Kategori Sikap Siswa
No Nilai Kategori 1. 4,1 – 5,0 Sangat aktif 2. 3.1 – 4,0 Aktif 3. 2,1 – 3,0 Cukup aktif 4. 1,1 – 2,0 Kurang aktif 5. 0,1 – 1,0 Tidak aktif
Grafik 4.9
Perbandingan Sikap Siswa pada Siklus I dan Siklus II
Kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 4.9 dan grafik 4.9 di atas, menunjukan bahwa Sikap Siswa pada pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) menunjukkan peningkatan. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Hal ini ditunjukan dengan dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 3,92 dan mengalami peningkatan sebesar 0.31 atau 0,096 % dibandingkan dengan Siklus I.
Sikap Siswa dalam pembelajaran di Siklus ini mengalami perbaikan dan peningkatan. Kekurangan dan kelemahan yang terdapat di Siklus I dapat diperbaiki di Siklus II yaitu:
- Siswa sudah berani untuk mengemukakan pertanyaan ataupun pendapat mereka, baik di depan guru maupun di depan teman-temannya.
- Siswa sudah aktif dalam diskusi kelompok.
3.61 3.92 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
Tidak Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif
0,1 -1,0 1,1-2,0 2,1-3,0 3,1-4,0 4,1-5,0
- Transisi perpindahan ketika para siswa berdiskusi ke presentasi di depan kelas sudah lancar dan terkendali.
4.3 Pembahasan
a. Hasil Belajar
Berdasarkan data gambaran peningkatan hasil belajar IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di Kelas IV pada SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning-PBL) pada pra siklus, Siklus I dan Siklus II akan disajikan pada Tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.9
Gambaran Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV (Pra-Siklus, Siklus I dan Siklus II)
SD Mangunsari 05 Salatiga
Sumber: Penelitian Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
No Ketuntasan
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Jumlah Siswa Prosen-tase Jumlah Siswa Prosen- tase Jumlah Siswa Prosen-tase 1. Belum Tuntas 19 47,5% 14 35% 5 13,5% 2. Tuntas 21 52,5% 26 65% 35 87,5% Jumlah 40 100% 40 100% 40 100%
Grafik 4.9
Gambaran Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV (Pra-Siklus, Siklus I dan Siklus II)
SD Mangunsari 05 Salatiga
Berdasarkan data dari Tabel 4.9 dan Grafik 4.9 di atas, menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV pada SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning-PBL) menunjukan peningkatan dari siklus ke siklus. Hal ini terlihat dengan peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM (70) sebanyak 26 siswa atau 65% atau mengalami peningkatan sebesar 12,5% dari pra-siklus. Hasil pembelajaran semakin meningkat dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 35 siswa atau 87,5% meningkat sebesar 22,5% dari Siklus I. Hal tersebut membuktikan bahwa: ”proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning-PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa”. Ini sesuai dengan pendapat Morgan dalam bukunya Introduction to Psychology (1978) bahwa: “Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari latihan atau pengalaman.” 47.5 35 13.5 52.5 65 87.5 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Pra Tindakan Siklus I Siklus II
D
al
am
%
Ini sesuai juga dengan penelitian-penelitian sebelumnya seperti yang diungkapkan oleh Penelitian Fitri Yuni Astuti (2007) yang berjudul Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester II SMP N 5 Semarang Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Tahun Pelajaran 2006/2007. Serta penelitian oleh Wahyudi (2002) dengan judul “Peningkatan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Melalui Penerapan Problem-Based Learning dalam Pembelajaran Matematika”.
b. Sikap Siswa
Berdasarkan data gambaran peningkatan aktivitas dan sikap siswa pada pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda langit di kelas IV pada SD Mangunsari 05 dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning-PBL) pada Pra-Siklus, SIklus I dan Siklus II, gambaran peningkatan aktivitas dan sikap siswa dapat disajikan pada Tabel 4.10 berikut.
Tabel 4.10
Gambaran Perbandingan Peningkatan Sikap Siswa Kelas IV (Pra-Siklus, Siklus I dan Siklus II)
SD Mangunsari 05 Salatiga
No Indikator Keatifan Siswa
Skor rata-rata
Pra-Siklus Siklus I Siklus II
1. 4,1-5,0 (Sangat Aktif) - - -
2. 3,1-4,0 (Aktif) - 3,61 3,92
3. 2,1-3,0 (Cukup Aktif) 2,69 - -
4. 1,1-2,0 (Kurang Aktif) - - -
5. 0,1-1,0 (Tidak Aktif) - - -
Grafik 4.10
Gambaran Peningkatan Aktivitas dan Sikap Siswa Kelas IV (Pra-Siklus, Siklus I dan Siklus II)
SD Mangunsari 05 Salatiga
Berdasarkan data dari Tabel 4.10 dan Grafik 4.10 di atas, menunjukan bahwa aktivitas dan sikap siswa pada pembelajaran IPA pada konsep Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit di kelas IV pada SD Mangunsari 05 Salatiga dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning-PBL) menunjukan peningkatan dari siklus ke siklus. Hal ini terlihat dengan peningkatan rata-rata skor dari 2,69 pada pra-siklus menjadi 3,61 di Siklus I atau terjadi peningkatan sebesar 0,84%. Aktivitas dan sikap siswa dalam pembelajaran semakin meningkat pada Siklus II dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 3,92 atau dengan kata lain meningkat sebesar 0,31 atau 0,096%. Hal tersebut membuktikan bahwa:”proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning-PBL) dapat meningkatkan sikap dan keaktifan siswa”. Hal ini sesuai dengan pendapat Jerry A.Olliver (2003) mengatakan bahwa “Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran berbasis masalah didasarkan pada pembelajaran yang aktif dalam kelompok kecil, dengan menggunakan masalah yang kritis sebagai perangsang dalam belajar”. Disamping
2.69 3.613.92 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
Tidak Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif
0,1 -1,0 1,1-2,0 2,1-3,0 3,1-4,0 4,1-5,0
itu sesuai juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Orhan Akinoglu dan Ruhan Ozkardez Tandogan (2006) dengan judul “The Effect of Problem-Based
Active Learning in Science Education on Students’ Academic Achievment, Attitude and Concept Learning” serta penelitian oleh Maria M. Ferreira dan Anthony R. Trudel (2012) yang berjudul “The Impact of Problem-Based Learning (PBL) on Student Attitudes Toward Science, Problem-Solving Skills, and Sense of Community in the Classroom”.