• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Sri Utari SDN 2 Baruharjo, Durenan, Trenggalek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh: Sri Utari SDN 2 Baruharjo, Durenan, Trenggalek"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI

PERKALIAN DAN PEMBAGIAN SISWA KELAS III SDN 2

BARUHARJO KECAMATAN DURENAN KABUPATEN

TRENGGALEK DENGAN MODEL BELAJAR KONSTRUKTIVISME

SEMESTER I TAHUN 2015/2016

Oleh: Sri Utari

SDN 2 Baruharjo, Durenan, Trenggalek

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan bagaimanakah cara meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN 2 Baruharjo terhadap pembelajaran matematika dengan me-nerapkan model belajar konstruktivisme, dan (2) Mengetahui apakah dengan penerapan model belajar konstruktivisme dalam pembelajaran matematika materi perkalian dan pembagian dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN 2 Baruharjo Tahun 2013/2014 semester I. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan pada siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Tahun 2013/2014 dengan jumlah adalah 27 siswa. peneliti adalah guru kelas III di SDN 2 Baruharjo. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: prestasi belajar siswa kelas III SDN 2 Baruharjo mengalami peningkatan pada pembelajaran matematika setelah menerapkan model belajar konstruktivisme hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 74,44 mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 81,11 dengan prosentase ketuntasan 88,89%.

Kata kunci: model belajar konstruktivisme, prestasi belajar

Pengembangan minat siswa pada pembela-jaran matematika diperlukan suatu strategi pembelajaran yang tepat. Hal ini disebabkan mata pelajaran matematika bertujuan untuk mendidik siswa untuk memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasi-kan konsep atau algoritma secara luwes efisien dan tepat. Matematika juga bertujuan untuk memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Akan tetapi realita pembelajaran matematika yang muncul di SDN 2 Baruharjo sangat rendah. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran guna mengatasi masalah yang terjadi, salah satunya adalah kemampuan guru dalam

menggunakan strategi dalam kegiatan pem-belajaran. (Hamalik, 2002)

Fahrurrazy (2000) mengatakan bah-wa dalam pandangan konstruktivisme sebuah realitas, ada dalam pikiran mereka yang mengetahui, sehingga merekalah yang membentuk atau sekurang-kurangnya menaf-sirkan realitas berdasarkan persepsi mereka sendiri. Sebagai implikasinya, Strategi pembelajaran konstruktivisme lebih mene-kankan bagaimana pengetahuan dibangun dengan bantuan pengalaman, pengetahuan awal dan keyakinan yang dimiliki untuk menafsirkan obyek-obyek dan peristiwa. Prinsip konstruktivisme juga merupakan belajar bermakna yang dapat dicapai melalui pengalaman dan refleksi terhadap pengalam-an. Pengalaman dalam hal ini bukanlah pengalaman orang lain yang diabstraksikan dan dikumpulkan dalam sebuah buku, tetapi

(2)

pengalaman langsung yang dilakukan sen-diri. Pengalaman itu selanjutnya harus diikuti dengan analisis dan refleksi.

Dengan demikian, peneliti tertarik menggunakan model belajar konstruktivisme dalam proses pembelajaran matematika dengan pertimbangan model belajar kons-truktivisme memberikan pengakuan terhadap keragaman siswa, di mana pada awal proses pembelajaran, siswa telah memiliki konsep kognitif, afektif dan psikomotor tertentu sebagai akibat pembelajaran dan pengalaman sebelumnya. Bertolak dari pengetahuan awal dan pengalaman ini, siswa membangun sendiri pandangan mereka terhadap pengetahuan baru yang sedang diperolehnya. Dengan menggunakan model belajar konstruktivisme maka guru dapat me-ningkatkan penguasaan materi perkalian dan pembagian bidang studi Matematika kepada siswa dan membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan, mendorong, dan membiasakan siswa untuk belajar mandiri, serta tidak bergantung kepada guru.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Tahun 2015/2016 dengan jumlah adalah 27 siswa. Lokasi penelitian adalah di SDN 2 Baruharjo Durenan Trenggalek. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes, observasi, angket, dan daftar nilai. Desain penelitian yang digunakan terdiri dari 2 siklus, tiap siklus meliputi perencanaan, observasi, tindakan, dan refleksi. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Permasalahan yang belum dapat dipecahkan dalam siklus pertama direfleksikan bersama tim peneliti dalam suatu pertemuan kolaborasi, untuk mencari

penyebabnya, selanjutnya peneliti merencanakan berbagai langkah perbaikan untuk diterapkan dalam siklus II. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang bersifat linear (mengalir) maupun bersifat sirkuler.

HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I

Refleksi Awal

Dalam kegiatan refleksi awal ini pe-neliti bersama kolaborator pepe-nelitian meng-identifikasi permasalahan yang muncul da-lam pembelajaran matematika di Kelas III. Dari hasil identifkasi masalah, ditemukan adanya kemerosotan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal ini disebab-kan karena belum mampu mengaitdisebab-kan materi dari pengetahuan siswa sebelumnya. Dengan merosotnya nilai hasil belajar siswa ini, peneliti dan mitra guru atas ijin kepala sekolah melakukan tindakan perbaikan pembelajaran di kelas dengan menerapkan model belajar konstruktivisme.

Perencanaan

Perencanaan tindakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, dirancang sesuai dengan pen-dekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan mengguna-kan metode konstruktivisme. Dalam penyu-sunan rencana tindakan kelas ini peneliti melibatkan mitra guru sebagai kolaborator dalam penelitian. Perencanaan penelitian tin-dakan kelas siklus I, terdiri dari (a) Persiapan rencana pembelajaran. Rencana belajaran yang diterapkan dalam pem-belajaran matematika disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan yaitu model belajar konstruktivisme; (b) Penyu-sunan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS di-rancang secara konstruktif, dengan harapan

(3)

melibatkan siswa secara aktif dalam penge-tahuan dan pemahaman materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru; (c) Penyusunan lembar observasi siswa dan guru; (d) Penyusunan lembar evaluasi; d) Penyusunan lembar penilaian; dan e) Penyusunan jadwal penelitian.

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada scenario pembelajaran. Untuk memper-oleh gambaran yang jelas mengenai langkah-langkah pembelajaran matematika dengan metode konstruktivisme peneliti sajikan pelaksanaan pembelajaran siklus I, sebagai berikut.

Pertemuan 1

1) Guru kelas III beserta kolaborator penelitian memasuki ruang kelas.

2) Siswa memberi salam kepada guru kelas ketika guru tiba.

3) Guru melaksanakan kegiatan awal 4) Guru mengecek kehadiran siswa 5) Guru mengeluarkan keranjang merah 6) Siswa diminta untuk menebak isi

keranjang

7) “Benda yang ada di dalam keranjang ada-lah saada-lah satu jenis hewan yang sering kita temui. Dia suka makan rumput. Binatang apakah itu? (guru terus memberikan kesempatan kepada siswa sampai benda yang ada dalam keranjang berhasil ditebak)”

8) Siswa berhasil menebak

9) Setelah tertebak guru melakukan tanya jawab, “Berapa jumlah kaki seekor kam-bing?”, “Berapa jumlahnya, apabila ada 2 ekor kambing?”, dan “Berapa pula jum-lahnya, apabila ada 3 ekor kambing?” 10)Guru melaksanakan kegiatan inti

11)Siswa menerima pembagian lembar kerja dari guru.

12)Siswa diminta untuk membentuk kelom-pok sesuai dengan keinginan siswa de-ngan jumlah anggota 4-5 orang.

13)Siswa mendiskusikan lembar kerja siswa. 14)Secara kelompok siswa menyelesaikan

perkalian: 7 x 3 = ... + ... + ... + .... + ... + ... = ... 7 x 3 = 3 x ... a x b = b x ... (2 x 3) x 4 = 2 x (3 x 4) 6 x 4 = 2 x ... 24 = ... (a x b) x c = a x b x c

15)Melaporkan hasil kerja kelompok

16)Menyimpulkan bersama hasil kerja kelompok

17)Penegasan catatan siswa secara individu 18)Mengerjakan tes mandiri

19)Guru melaksanakan kegiatan akhir 20)Pemberian tugas rumah

21)Memajangkan hasil pekerjaan siswa

Pertemuan 2

1) Peneliti melakukan kegiatan pembela-jaran yang ke dua.

2) Siswa memberi salam kepada guru kelas ketika guru tiba.

3) Guru melaksanakan kegiatan awal 4) Guru mengecek kehadiran siswa 5) Guru mengeluarkan keranjang merah 6) Siswa diminta untuk menebak isi

keran-jang

7) “Benda yang ada di dalam keranjang adalah salah satu jenis hewan yang sering kita temui. Dia suka makan rumput. Bina-tang apakah itu? (guru terus memberikan

(4)

kesempatan kepada siswa sampai benda yangada dalam keranjang berhasil ditebak)” dan siswa berhasil menebak 8) Setelah tertebak guru melakukan tanya

jawab, “siapa yang mau permen?”, “Be-rapa bagian jika 18 permen dibagikan kepada 3 anak?”

9) Guru melaksanakan kegiatan inti

10)Siswa menerima pembagian lembar kerja dari guru.

11)Siswa diminta untuk membentuk kelom-pok sesuai dengan keinginan siswa de-ngan jumlah anggota 4-5 orang

12)Siswa mendiskusikan lembar kerja siswa. 13)Secara kelompok siswa menyelesaikan

pembagian:

12 : 2 = 6  2 x 6 = 12 a : b = c maka .... x ... = .... 14)Melaporkan hasil kerja kelompok

15)Menyimpulkan bersama hasil kerja ke-lompok

16)Penegasan catatan siswa secara individu 17)Mengerjakan tes mandiri

18)Guru melaksanakan kegiatan akhir 19)Pemberian tugas rumah

20)Memajangkan hasil pekerjaan siswa Pengamatan

Berdasarkan paparan data kegiatan siklus I, maka diperoleh hasil pengamatan dan observasi peneliti berkaitan dengan upaya peningkatan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran konstruktivisme.

Secara umum, hasil dari observasi dan catatan peneliti selama kegiatan pene-litian berlangsung, menunjukkan bahwa strategi pembelajaran konstruktivisme ber-dampak positif terhadap minat belajar bidang studi Matematika Pokok bahasan Perkalian Dan Pembagian siswa, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Kecamatan

Durenan Kabupaten Trenggalek dalam ke-giatan belajar mata pelajaran Matematika Pokok bahasan Perkalian Dan Pembagian.

Dalam penelitian tindakan ini, moti-vasi belajar siswa dapat didiskripsikan mela-lui keaktifan kegiatan siswa selama melaku-kan kegiatan pembelajaran. Asumsi peneliti bila siswa aktif dalam kegiatan belajar, dipas-tikan bahwa motivasi belajar siswa terhadap materi pembelajaran itu lebih besar. Demikian juga sebaliknya. Sedangkan hasil belajar siswa ditunjukkan oleh nilai hasil evaluasi setiap akhir kegiatan (akhir siklus).

Berdasarkan observasi yang dilaku-kan oleh peneliti dalam kegiatan belajar mengajar pada tahap siklus I, dapat dicatat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (diskusi kelas) dengan stra-tegi pembelajaran konstruktivisme yang di-sampaikan oleh peneliti. Paparan hasil obser-vasi aktivitas belajar siswa dalam kegiatan siklus I secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1.

Dari data tersebut menunjukkan bah-wa keaktifan sisbah-wa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar masih terpengaruh oleh strategi tradisional (ceramah) dalam artian komunikasi satu arah yang disampaikan oleh guru pada kegiatan belajar mengajar sebelumnya. Dari 27 responden, keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 62,50%. Dari hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar mulai menunjukkan aktivitas yang berarti. Di samping itu hasil belajar yang diperoleh siswa yang memperoleh hasil evaluasi baik ada 6 siswa dengan persentase 22,22%, yang tergolong sedang ada 12 siswa dengan persentase 44,44%, sedangkan hasil belajar tergolong kurang 9 siswa dengan persentase 33,33%. Aktivitas guru dan siswa dapat digambarkan dalam Gambar 1.

(5)

Tabel 1 Distribusi Aktivitas Belajar Siswa Kelas III Semester I dalam Kegiatan Siklus I

Responden Frekuensi Guru Aktivitas Siswa Baik Hasil Belajar Sedang Kurang

Siswa 27 61.46 62.50 22.22 44.44 33.33

Gambar 1 Persentase Aktivitas Guru dan Siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar Siklus I

Tabel 2 Distribusi Hasil Belajar Siswa dalam Kegiatan Siklus I

NO NILAI Frekuensi Frekuensi % Kategori Motivasi belajar

1. 8,01 - 10,00 6 22.22 Baik 2. 6,01 -8,00 12 44.44 Sedang 3. 0,01 -6,00 9 33.33 Kurang Total: 27 100,00% 60.80 61.00 61.20 61.40 61.60 61.80 62.00 62.20 62.40 62.60

AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA 61.46 62.50 AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA 22.22 44.44 33.33 baik sedang kurang

(6)

Gambar 2 Persentase Prestasi belajar Siswa Siklus I

Tabel 3 Hasil Belajar Siswa Siklus I

No Nama Nilai T %Ketuntasan TT

1 Adi Erdiansyah 70 T

2 Adinda Shafa Athalia H 70 T

3 Ahmad Nuril Huda 60 TT

4 Alleia Fiscadya Putrid 60 TT

5 Bella Saputri 60 TT

6 Chaesa Eka Puspitasari 100 T

7 Dealita Anggun C 80 T

8 Devinta Mella Saputri 70 T

9 Dewi Cahyaningsih 100 T

10 Fachryza Daniela Artha 70 T

11 Fandi Putra Wijayanto 70 T

12 Fanesa Fatimah Az Z 60 TT

13 Indah Wahyu Kusumawati 60 TT

14 Leni Rahmawati 60 TT

15 Lia Mustikaningrum 100 T

16 M. Dicky Hendrawan 80 T

17 M. Wildan Miftakhudin 70 T

18 Muh. Ulum Fawaid A N 100 T

19 Muh. Ilham Nugraha 70 T

20 Puput Rimadhoni 70 T

21 Rafi Ezar Ramadhan 60 TT

22 Risa Dwi Kusuma 60 TT

23 Siti Asiyah 60 TT

24 Talitha Listya Salsabila 100 T

25 Vanessa Aurelia Novani 80 T

26 Verdi Ilham Zamzami 70 T

27 Zaenal Arifin 100 T

Jumlah 2010 18 9

Rata-Rata 74.44 66.67 33.33

Berdasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan, secara rinci akan dipaparkan dari hasil evaluasi belajar siswa Kelas III Semes-ter I SDN 2 Baruharjo Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Paparan distribusi hasil evaluasi kegiatan belajar mengajar pada siklus I disajikan dalam Tabel 3.

Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa kategori kurang dalam motivasi belajar adalah 0,01-6,00 dengan frekuensi 9 dan persentase 33,33% dapat dilihat pada Tabel 3, kategori nilai sedang adalah 6,01-8,00 dengan frekuensi 12 dan persentase 44,44%, sedangkan kategori hasil belajar baik adalah 8,01-10,00 dengan frekuensi 6 dengan

persentase 22,22%. Hasil belajar siswa secara grafik dapat dilihat pada Gambar 2. Refleksi

Berdasarkan paparan data tentang aktivitas dan prestasi belajar siswa Kelas III SDN 2 Baruharjo Kecamatan Durenan Kabu-paten Trenggalek, peneliti melakukan refleksi dari hasil temuan kegiatan penelitian sebagai berikut: (1) aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mulai nampak terlihat ada peningkatan dibandingkan dengan kegiatan belajar mengajar sebelumnya, (2) beberapa siswa cepat dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru, sehingga hasil evaluasi belajar yang dilakukan oleh guru

(7)

beberapa siswa tidak mengalami kesulitan (3) beberapa siswa sudah ada keberanian dalam menyampaikan pendapat, dan (4) kegiatan diskusi sudah tekesan hidup dan berjalan, tetapi masih didominasi oleh siswa yang pandai.

Selanjutnya untuk membuktikan ke-efektifan Metode Konstruktivisme dalam kegiatan belajar mengajar dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, akan dija-barkan lebih lanjut pada kegiatan siklus II. Siklus 2

Perencanaan

Perencanaan tindakan pada siklus II, hampir sama dengan siklus I. Untuk me-ngatasi permasalahan yang muncul pada si-klus sebelumnya, peneliti bersama mitra guru menyusun langkah-langkah perbaikan pembelajaran pada siklus II. Dalam perbaik-an tindakperbaik-an yperbaik-ang dilakukperbaik-an oleh peneliti bersama mitra guru adalah: (a) Memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran, khu-susnya siswa berkemampun rendah. Dengan memberikan reward berupa tambahan poin, pemberian stiker kecil dan pujian; dan (b) Peneliti memberikan penguatan positif. Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan pembelajaran peneliti memberikan pembinaan kepada guru binaan untuk menerapkan pembelajaran konstruktivisme secara optimal, pemberian penguatan positif kepada siswa serta memo-tivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Skenario pembelajaran secara terperinci peneliti tampilkan diksripsi pembelajaran siklus II sebagai berikut:

Pertemuan 1

1) Guru kelas III dengan kolaborator pene-litian memasuki ruang kelas.

2) Siswa memberi salam kepada guru kelas ketika guru tiba.

3) Pukul 07.05 WIB, guru melaksanakan kegiatan awal

4) Guru mengecek kehadiran siswa

5) Guru mengeluarkan keranjang merah dan siswa diminta untuk menebak isi keran-jang, “Benda yang ada di dalam keranjang adalah salah satu jenis hewan yang sering kita temui. Dia suka makan rumput. Bianatang apakah itu? (guru terus memberikan kesempatan kepada siswa sampai benda yangada dalam keranjang berhasil ditebak)” dan siswa berhasil menebak.

6) Setelah tertebak guru melakukan tanya jawab, “Berapa jumlah kaki seekor kam-bing?”, “Berapa jumlahnya, apabila ada 2 ekor kambing?”, dan “Berapa pula jum-lahnya, apabila ada 3 ekor kambing?” 7) Guru melaksanakan kegiatan inti

8) Siswa menerima pembagian lembar kerja dari guru.

9) Siswa diminta untuk membentuk kelom-pok sesuai dengan keinginan siswa de-ngan jumlah anggota 4-5 orang.

10)Siswa mendiskusikan lembar kerja siswa. 11)Secara kelompok siswa menyelesaikan

perkalian: 7 x 3 = ... + ... + ... + ... + ... + ... = ... 7 x 3 = 3 x ... a x b = b x ... (2 x 3) x 4 = 2 x (3 x 4) 6 x 4 = 2 x ... 24 = ... (a x b) x c = a x b x c

(8)

12)Melaporkan hasil kerja kelompok

13)Menyimpulkan bersama hasil kerja ke-lompok

14)Penegasan catatan siswa secara individu 15)Mengerjakan tes mandiri

16)Guru melaksanakan kegiatan akhir 17)Pemberian tugas rumah

18)Memajangkan hasil pekerjaan siswa Pertemuan 2

1) Siswa memberi salam kepada guru kelas ketika guru tiba.

2) Guru melaksanakan kegiatan awal 3) Guru mengecek kehadiran siswa 4) Guru mengeluarkan keranjang merah 5) Siswa diminta untuk menebak isi

keran-jang, “Benda yang ada di dalam keranjang adalah salah satu jenis hewan yang sering kita temui. Dia suka makan rumput. Bianatang apakah itu? (guru terus memberikan kesempatan kepada siswa sampai benda yangada dalam keranjang berhasil ditebak)” dan siswa berhasil menebak

6) Setelah tertebak guru melakukan tanya jawab, “siapa yang mau permen?”, “Be-rapa bagian anak jika 18 permen dibagi-kan kepada 3 anak?”

7) Guru melaksanakan kegiatan inti

8) Siswa menerima pembagian lembar kerja dari guru.

9) Siswa diminta untuk membentuk kelom-pok sesuai dengan keinginan siswa de-ngan jumlah anggota 4-5 orang

10)Siswa mendiskusikan lembar kerja siswa. 11)Secara kelompok siswa menyelesaikan

pembagian:

12 : 2 = 6  2 x 6 = 12 a : b = c maka .... x ... = .... 12)Melaporkan hasil kerja kelompok

13)Menyimpulkan bersama hasil kerja ke-lompok

14)Penegasan catatan siswa secara individu

15)Mengerjakan tes mandiri

16)Guru melaksanakan kegiatan akhir 17)Pemberian tugas rumah

18)Memajangkan hasil pekerjaan siswa Pengamatan

Berdasarkan paparan data kegiatan siklus II, maka diperoleh hasil pengamatan dan observasi peneliti berkaitan dengan upaya peningkatan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran konstruktivisme.

Secara umum, hasil dari observasi dan catatan peneliti selama kegiatan pene-litian berlangsung, menunjukkan bahwa stra-tegi pembelajaran konstruktivisme ber-dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dalam kegiatan belajar mata pe-lajaran Matematika Pokok bahasan Perkalian Dan Pembagian. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan belajar mengajar pada tahap siklus II, dapat dicatat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (diskusi kelas) dengan strategi pembelajaran konstruktivis-me yang disampaikan oleh peneliti. Paparan hasil observasi secara lengkap disajikan dalam Tabel 4.

Dari 27 responden, prosentase ke-aktifan siswa 72,50%. Dari hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar mulai menunjukkan aktivitas yang berarti. Di samping itu hasil belajar yang diperoleh siswa yang memperoleh hasil evaluasi baik ada 9 siswa dengan persentase 33,33%, yang tergolong sedang ada 15 siswa dengan per-sentase 55,56%, sedangkan hasil belajar tergolong kurang ada 3 siswa dengan persentase 11,11%. Persentase aktivitas guru dan siswa siklus II secara grafik dapat dilihat pada Gambar 3.

(9)

Tabel 4 Distribusi Aktivitas Belajar Siswa dalam Kegiatan Siklus 2

Responden Frekuensi

Catatan Hasil Penelitian

Aktivitas Hasil Belajar

Guru Siswa Siswa Baik Sedang Kurang

Siswa 27 72.40 72.50 9 15 3

Gambar 3 Persentase Aktivitas Guru dan Siswa Siklus II

Tabel 5 Distribusi Hasil Belajar Siswa Dalam Kegiatan Siklus II

NO NILAI Frekuensi Frekuensi % Kategori

Motivasi belajar 1. 8,01 - 10,00 9 33.33 Baik 2. 6,01 -8,00 15 55.56 Sedang 3. 0,01 -6,00 3 11.11 Kurang Total 27 100,00% 72.34 72.36 72.38 72.40 72.42 72.44 72.46 72.48 72.50

AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA 72.40 72.50 AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA 33.33 55.56 11.11 baik sedang kurang

(10)

Gambar 4 Persentase Prestasi belajar Siswa Siklus II

Berdasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan, secara rinci akan dipaparkan dari hasil evaluasi belajar siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Paparan distribusi hasil evaluasi kegiatan belajar mengajar pada siklus II dapat dilihat pada Tabel 6. Berdasarkan Tabel 5 diketahui bah-wa motivasi belajar dalam kategori kurang adalah 0,01-6,00 dengan frekuensi 3 dan persentase 11,11%, kategori nilai sedang adalah 6,01-8,00 dengan frekuensi 15 dan persentase 55,56%, sedangkan kategori hasil belajar baik adalah 8,01-10,00 dengan frekuensi 9 persentase 33,33%.

Refleksi

Berdasarkan paparan data tentang

aktivitas dan prestasi belajar siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, peneliti melakukan refleksi dari hasil temuan kegiatan penelitian sebagai berikut: (1) aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mulai nampak terlihat ada peningkatan diban-dingkan dengan kegiatan belajar mengajar sebelumnya, (2) siswa cepat dalam mem-pelajari materi yang disampaikan oleh guru, sehingga hasil evaluasi belajar yang dilaku-kan oleh guru beberapa siswa tidak meng-alami kesulitan (3) sudah ada keberanian dalam menyampaikan pendapat, (4) kegiatan diskusi sudah terkesan hidup dan berjalan (5) guru mampu memberikan penguatan positif secara maksimal.

Tabel 6 Hasil Belajar Siswa Siklus II

No Nama Nilai T %Ketuntasan TT

1 Adi Erdiansyah 80 T

2 Adinda Shafa Athalia H 80 T

3 Ahmad Nuril Huda 70 T

4 Alleia Fiscadya Putrid 70 T

5 Bella Saputri 60 TT

6 Chaesa Eka Puspitasari 100 T

7 Dealita Anggun C 100 T

8 Devinta Mella Saputri 70 T

9 Dewi Cahyaningsih 100 T

10 Fachryza Daniela Artha 80 T

11 Fandi Putra Wijayanto 80 T

12 Fanesa Fatimah Az Z 70 T

13 Indah Wahyu Kusumawati 70 T

14 Leni Rahmawati 60 TT

15 Lia Mustikaningrum 100 T

16 M. Dicky Hendrawan 100 T

17 M. Wildan Miftakhudin 70 T

18 Muh. Ulum Fawaid A N 100 T

19 Muh. Ilham Nugraha 80 T

20 Puput Rimadhoni 80 T

21 Rafi Ezar Ramadhan 70 T

22 Risa Dwi Kusuma 70 T

23 Siti Asiyah 60 TT

24 Talitha Listya Salsabila 100 T

25 Vanessa Aurelia Novani 100 T

26 Verdi Ilham Zamzami 70 T

(11)

Jumlah 2190 24 3

Rata-Rata 81.11 88.89 11.11

Meningkatkan Aktivitas Siswa

Setiap siswa memiliki berbagai kebutuhan, meliputi kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial. Kebutuhan menimbulkan dorongan untuk berbuat. Perbuatan-perbuat-an yPerbuatan-perbuat-ang dilakukPerbuatan-perbuat-an, termasuk perbuatPerbuatan-perbuat-an belajar dan bekerja, dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu pula. Setiap saat kebutuhan dapat berubah dan bertambah.

Atas dasar pernyataan tersebut di atas, maka aktivitas siswa dalam belajar perlu ditingkatkan dengan suatu strategi pende-katan pembelajaran yang dapat meningkat-kan aktivitas siswa. Metode Konstruktivisme salah satu pendekatan yang ditawarkan peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini. Meningkatkan Prestasi Siswa

Motivasi belajar merupakan segala pekerjaan yang berhasil dan prestasi menun-jukkan kecakapan manusia yang telah di capai. Menurut Gagne yang dikutip oleh Badawi (1987) mengatakan bahwa hasil belajar dapat diukur dengan menggunakan tes karena hasil belajar berupa ketrampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, ketrampilan, dan nilai dan sikap.

Berkaitan dengan usaha meningkat-kan motivasi belajar, belajar ameningkat-kan lebih mu-dah dan dapat dirasakan bila belajar tersebut mengetahui hasil yang diperoleh. Kalau belajar berarti perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, maka perubahan-perubahan itu harus dapat diamati dan dinilai. Hasil dari pengamatan dan penilaian inilah

umumnya diwujudkan dalam bentuk

motivasi belajar.

Prestasi yang diperoleh oleh siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo

Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek menunjukkan peningkatan lebih baik. Hal ini ditujukan dari hasil observasi peneliti dalam serangkaian kegiatan penelitian tindakan, khususnya kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil kegiatan yang diperoleh meli-puti, peningkatan aktivitas, motivasi dan mo-tivasi belajar. Untuk momo-tivasi belajar ditunjukkan pada hasil evaluasi pada siklus II, diperoleh sebagai berikut: Dari 27 siswa Kelas III Semester I SDN 2 Baruharjo Keca-matan Durenan Kabupaten Trenggalek terse-but diketahui, hasil belajar dengan kategori nilai kurang adalah 0,01-6,00 dengan frekuensi 1 dan persentase 11,11%, kategori nilai sedang adalah 0,01-6,00 dengan fre-kuensi 3 dan persentase 11,11%, kategori nilai sedang adalah 6,01-8,00 dengan freku-ensi 15 dan persentase 55,56%, sedangkan kategori hasil belajar baik adalah 8,01-10,00 dengan frekuensi 9 persentase 33,33%. Perkembangan prestasi belajar siswa, disajikan dalam Grafik 5.

PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Dalam pembelajaran konstruktivisme, guru terlebih dahulu mem-bagi kelas dalam kelompok kecil. Guru dalam pembelajaran mempersiapkan lembar kerja siswa yang sudah diadopsi dari strategi pembelajaran yang digunakan. Dalam pembelajaran guru berusaha untuk me-ngaitkan pengetahuan dan pengalaman siswa dalam materi, sehingga siswa merasa mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru; dan (2) Prestasi belajar siswa kelas III SDN 2 Baruharjo mengalami peningkatan pada pembelajaran matematika setelah

(12)

menerapkan model belajar konstruktivisme hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 74,44

mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 81,11 dengan persentase ketuntasan 88,89%.

Gambar 5 Perkembangan Prestasi Belajar Siswa

Saran

Saran yang dapat diberikan berdasar-kan hasil penelitian, yaitu: (1) Guru hendak-nya mempertimbangkan pemberian materi pembelajaran dengan mengenalkan kepada siswa dengan menggunakan berbagai macam strategi. Salah satu strategi pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran konstruktivisme; (2) Penerap-an strategi Strategi pembelajarPenerap-an konstruk-tivisme dalam kegiatan belajar mengajar di kelas perlu ditingkatkan, dengan harapan

siswa dapat terpacu minat dalam belajar; (3) Pendekatan ini perlu diulang-ulang dengan memberikan materi yang sederhana menuju ke materi yang lebih variatif; (4) Minat be-lajar siswa dapat dimunculkan dengan berba-gai macam teknik dan metode yang disam-paikan oleh guru; dan (5) Strategi pem-belajaran konstruktivisme merupakan salah satu cara yang dapat ditawarkan oleh peneliti. Dengan harapan bila motivasi belajar siswa meningkat prestasi belajar yang diperoleh siswa juga akan meningkat pula.

DAFTAR RUJUKAN

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. 1982. Qua-litative Research In Education. Boston: Allyn & Bacon.

Fahrurrazy. 2000. Pendekatan Konstruktivis dan Kendalanya dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jurnal Pendi-dikan Dasar dan Menengah, 3 (9). Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. 1981. Effective

Evaluation. San Fransisco: JosseyBass

Publishers.

Hamalik, O. 2002. Perencanaan Pembela-jaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara

Moleong, L. J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif: Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00

SEB. SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II 30.75 74.44 81.11 30.00 66.67 88.89 NILAI RATA-RATA %KETUNTASAN

(13)

Rosdakarya.

Nurhadi, 2002. Pendekatan Kontekstual. Malang: Universitas Negeri Malang Spradley, J., P. 1980. Participant

Obser-vation. NewYork: Holt, Rinehart and Winston.

Woodworth, R., 195 1. Psichology. New York: Henry Holt & CO.

Zuriah, N. 2003. Penelitian Tidakuri dalam Bidang Pendidikan dan Sosial. Edisi Pertama. Malang: Bayu Media Pub-lishing.

Gambar

Tabel 1 Distribusi Aktivitas Belajar Siswa Kelas III Semester I dalam Kegiatan Siklus I
Gambar 2 Persentase Prestasi belajar Siswa Siklus I
Tabel 4 Distribusi Aktivitas Belajar Siswa dalam Kegiatan Siklus 2
Gambar 4 Persentase Prestasi belajar Siswa Siklus II
+2

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, dengan sifat rahman dan rahim-Nya telah memberikan berkat dan kesempatan dan kesehatan kepada penulis sehingga penulis dapat

Kegiatan 3 tugas 1 -4 (membandingkan teks pantun dengan teks sejenisnya, mengabstraksi teks sajak, menyunting teks pantun, dan memproduksi teks pantun) relevan

The introduced measurement tool enables us, as security auditors, to understand request timing issues in practical context and expose what are the indicative content boundaries that

Bahaya penghirupan Berdasarkan data yang tersedia, kriteria klasifikasi tidak terpenuhi. Efek-efek kronis

Dari deskripsi di atas dapat terlihat kemampuan komunikasi lisan mereka berbeda-beda, ada yang dapat dipahami dan ada yang tidak dapat dipahami, sedangkan derajat

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan secara studi kasus menggunakan desain deskriptif, yaitu dengan menggambarkan suatu kasus peran lembaga perbankan mengatasi

1) Berikan makanan yang tidak merangsang saluran pencernaan dalam porsi kecil dan hangat 5–6 kali/hari: makanan yang.. merangsang dapat meningkatkan peristaltik

UNAMID dapat disebut sebagai peacekeeping multidimensional karena memiliki mandat utama melindungi kaum sipil dari kekerasan perang, namun pasukan gabungan tersebut juga