• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Keperawatan GSH Vol 9 No 2 Juli 2020 ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Keperawatan GSH Vol 9 No 2 Juli 2020 ISSN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Page 59 Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus

PENGARUH RENDAM AIR HANGAT DI KAKI UNTUK MENCEGAH TERJADINYA ULKUS PADA PENDERITA DIABTES MELLITUS DI DUSUN

KEDUNGRINGIN DESA GIRIPURWA WONOGIRI.

Yohanes Wahyu Nugroho

Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri [email protected]

ABSTRACT

The prevalence of DM in Indonesia occupies the fourth position and continues to increase every year. The uncontrolled of blood sugar condition causes metabolic and vascular complications, one of the complications occured is diabetic foot which is caused by the inadequate peripheral circulation. The examination of Ankle Brachial Index (ABI) is an examination that can be used to assess the adequacy of peripheral circulation. According to the research, warm footbaths can increase the peripheral vascularization, which is expected to have an impact on the decrease of the ABI value. The aim of this research is to determine the effect of warm footbaths decrease the value of ABI. The study design used was quasy-experimetal by using the draft of pre-test post-test control group design. The populations of DM patient were in the village of Mayangan, the total sample of them were 20 respondents. The sampling tehnique used was simple random sampling. Statistical analysis used was paired t-test and independent t-test, with the significance of p <0.05 which means that H0 is rejected. The statistical test result of treatment group showed that there was an effect of ABI value before and after the soaking with the value of p = 0.000, while the result of statistical test between control group and treatment group showed the value of p = 0.005, it means that there is a different value of ABI between control group and treatment group. The conclusion of this study is the warm footbaths effects on the decrease of ABI value in patients with DM. Objective : To find out the effectiveness of soaking warm water in the feet to prevent ulcers in people with diabetes mellitus in the hamlet of Kedungringin, Giripurwa village, Wonogiri. The research design used a Quasy-experimental design with a pre-test post-test control group design. The number of samples is 10 respondents. Tehnink sampling using simple random sampling. Statistical analysis used paired t-test and independent t-test, with a significance of p <0.05, meaning that H0 was rejected.

Keywords : Diabetus Mellitus, Ulcers, Warm Water Foot Soak Therapy.

PENDAHULUAN

Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja atau sekresi insulin. Gejala yang terjadi pada penderita DM antara lain adalah polidipsia, poliuria, polifagia, penurunan berat badan, dan kesemutan (Bhatt, Saklani and Upadhayay, 2016). Menurut Kementrian Kesehatan Nasional (2018) Diabetus Melitus termasuk kedalam salah satu isu strategis yang menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan yang perlu ditangani di Indonesia. DM menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang terus meningkat di seluruh dunia. Data Diabetus

Melitus dunia pada tahun 2015 sebanyak 450 juta jiwa menderita DM dan diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 642 juta pada tahun 2040. Jumlah penderita Diabetus Melitus di Indonesia pada tahun 2014 sekitar 9,1 juta dan akan mengalami peningkatan menjadi 14,1 juta pada tahun 2035. Dengan data tersebut Indonesia menduduki peringkat ke-5 di dunia dengan penderita DM.(Arifah, 2018). Pravalensi penderita Diabetes tertinggi terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 2,6 %, sedangkan DKI Jakarta menempati urutan ke-2 yaitu sebanyak 2,5% dan jumlah penderita DM yang terendah terdapat di propinsi Lampung sebanyak 0,7%.(Boasberg et al., 2019). Kasus DM yang ditemukan di Provinsi Jawa Tengah khususnya sebanyak 151.075. Rata-rata kejadian kasus DM

(2)

Page 60 Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus

pertahun di Jawa Tengah adalah 4.316,42 kasus(Sumarwati, Sejati and Pramitasari, 2008) . Menurut Data Kesehatan Kabupaten Wonogiri prevalensi kasusu baru DM tahun 2015 sebanyak 28% dan mengalami kenaikan di tahun 2016 sebanyak 31,9%. Beberapa pencegahan penyakit DM telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten

Wonogiri, namaun prevalensi penderita baru DM terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah kasus penderita DM tipe 2 berdampak pada peningkatan komplikasi yang dialami pada pasien DM tipe 2. Komplikasi yang sering dialami pasien DM tipe 2 adalah neuropati perifer (10-60%) yang akan menyebabkan terjadinya ulkus diabetik. Komplikasi kaki yang sering terjadi pada pasien diabetes mellitus selain dengan luka kaki juga terjadi kelainan dan perubahan bentuk kaki, peredaran darah yang kurang akan mempengaruhi pergerakan sendi kaki. Gangguan aliran darah perifer merupakan dampak yang sering terjadinya stenosis, penumpukan trombosis atau plak dalam pembuluh darah, salah satunya adalah PAD (pheriperal arteri desease) (Black, 2014). Menurut Atun (2010) penderita DM memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah pada kakinya karena gangguan pembuluh darah dapat menyebabkan sirkulasi darah kaki dari tungkai menurun. Perubahan aterosklerosis dalam pembuluh darah besar pada ektermitas bawah (kaki) merupakan penyebab meningkatnya insiden penyakit oklusif arteri perifer pada pasien DM yang menjadi penyebab utama meningkatnya insiden gangrene dan amputasi.

Salah satu komplikasi DM yaitu vaskularisasi di perifer dan neuropati. perfusi jaringan merupakan keadaan ketika seorang individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan oksigen asipa dating kat kapiler. Dalam situasi penurunan perfusi jaringan kordio pulmonal, serebral, ginjal atau gastro intestinal lainnya, perawat harus memfokuskan pada kemampuan fungsional individu yang ada atau yang mengalami perlemahan karena penurunan perfusi jaringan. Perawat juga harus memantau untuk mendeteksi komplikasi, fisiologis dari penurunan perfusi jaringan

dan menandai situasi ini sebagai masalah kolaboratif (Azissah, 2018).

Di sini peneliti tertarik untuk melakukan terapi rendam kaki dengan air hangat. Secara ilmiah, air hangat berdampak fisiologis bagi tubuh yaitu Secara ilmiah, air hangat berdampak fisiologis bagi tubuh yaitu berdampak pada pembuluh darah, panasnya membuat sirkulasi darah berdampak pada pembuluh darah, panasnya membuat sirkulasi darah menjadi lancar. Rendam kaki air hangat (hidroterapi kaki) adalah salah satu macam dari hidroterapi dengan menggunakan air hangat untuk merendam kaki yang lelah, pegal, kering dan mengelupas yang terjadi pada penderita DM.

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mumbuat resume asuhan keperawatan tentang “Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus”.

METODE

Desain penelitian menggunakan Quasy Experimental dengan pendekatan Pretest- postest control group design. Populasinya penelitian adalah pasien Diabetes Melitus di dusun kedungringin desa giripurwa wonogiri sejumlah 92 orang. Besar sampel sebanyak 10 orang, yang terbagi 5 responden kelompok control dan 5 responden kelompok perlakuan. Tehnik sampling menggunakan Simple Random Sampling. Instrument yang digunakan cek list, Tensimeter dan Dopler. Tempat penelitian di dusun kedungringin desa giripurwa wonogiri. Waktu penelitian mulai bulan Juni s/d Agustus 2019. Sebelum dilakukan pengumpulan data, responden di bagi menjadi 2 kelompok dengan cara acak. Satu kelompok yang terdiri dari 10 orang merupakan kelompok kontro dan 10 orang lainnya sebagi kelompok perlakuan. Prosedur pengumpulan dilakukan dengan cara kedua kelompok dilakukan pengukuran Akle Brachial Index, kemudian dilakukan senam kaki dan untuk kelompok perlakuan setelah dilakukan senam kaki di lanjutkan dengan pemberian rendam air hangat pada kedua kaki, kemudian 5 menit setelah rendam air hangat dilakukan pengukuran ankle brachial index. Setelah data terkumpul dilakukan analisis data dengan

(3)

Page 61 Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus

menggunakan paired t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah diberikan perlakukan dan uji statistik t-test independent untuk mengetahui perbedaan pemberian rendam air hangat pada kaki terhadap nilai ankle brakial indeks pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, dengan angka kemaknaan p ≤ 0.05 artinya ada pengaruh pemberian rendam air hangat pada kaki terhadap nilai ankle brachial indeks (ABI)

HASIL

Data Umum

1. Deskripsi wilayah

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Dusun Singo Dutan, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri dengan jumlah responden sebanyak 5 orang. Dengan luas wilayah Desa Singodutan : 508.1270 Ha, batasan sebelah selatan : Desa Keloran, sebelah utara : Desa Pule, sebelah barat : Desa Kepatihan, sebelah timur : Desa Singodutan. Wilayah kerja UPT Puskesmas Selogiri meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintahan Daerah, sehingga pembagian wilayahkerja Puskesmas ditetapkan oleh Bupati, dengan saran teknis dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Sasaran penduduk yang dilayani oleh sebuah Puskesmas rata-rata 30.000 penduduk setiap Puskesmas. Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas perlu ditunjang dengan Unit Pelayanan Kesehatan yang lebih sederhana yang disebut Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Dengan adanya Otonomi Daerah, setiap daerah Kabupaten/Kota mempunyai kesempatan mengembangkan Puskesmas sesuai Rencana Strategis (Renstra) Kesehatan Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dari beberapa jumlah pasien yang ada di Puskesmas ±150 pasien yang terdiri 38 pasien riwayat hipertensi dan yang lainnya penderita penyakit lainnya seperti TBC, Stroke, Jantung, dsb.

2. Hasil penelitian disajikan berdasarkan karakteristik responden, dimana didalamnya mencakup jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan

a. Karakteristik responden berdasarkan

jenis kelamin

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 22 – 29 September 2019 di dusun kedungringin desa giripurwa wonogiri 2 diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 1 Distribusi frekuensi responden

berdasarkan jenis kelamin di

Puskesmas Wonogiri 2.

No Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%)

1. Laki-laki 3 30%

2. Perempuan 7 70%

Total 10 100%

Sumber : Data Primer 2018

Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden berjenis kelamin perempuan, sebanyak 7 responden (70%).

b. Karakteristik responden berdasarkan

umur

Tabel 2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur

No Umur Frekuensi Presentase (%) 1. 45-59 tahun 0 0%

2. 60-74 tahun 7 70% 3. 75-90 tahun 3 30% 4. > 90 tahun 0 0%

Total 10 100%

Sumber : Data Primer 2018

Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar umur responden berumur 60-74 tahun, sebanyak 7 responden (30 %).

(4)

Page 62 Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus

c. Karakteristik responden berdasarkan

lama menderita DM tipe 2

Tabel 3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan lama nyeri

No Lama DM Frekuensi Presentase (%) 1. 0-6 bulan 2 20%

2. > 6 bulan 8 80%

Total 10 100%

Sumber : Data Primer 2018

Berdasarkan table 3 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar lama menderita DM tipe 2 yang dirasakan responden lebih dari 6 bulan, sebanyak 8 responden (80%).

1. Data khusus

Berdasarkan penelitian, data khusus pada penelitian ini adalah kadar gula darah sebelum senam, kadar gula darah sesudah senam, kadar gula darah sebelum dan sesudah senam, tabel silang lama mengikuti senam diabetes

melitus dengan kadar perubahan glukosa, lama menderita diabetes dengan kadar perubahan glukosa, dan analisis Pengaruh senam diabetes mellitus terhadap kadar gulah darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Dusun Geneng, Desa Purwosari,diperoleh sebagai berikut : a. Karakteristik responden berdasarkan

berdasarkan kadar gula darah sebelum senam diabetes mellitus. No Kriteria Frekuensi Presentase

(%)

1. rendah 4 40%

2. sedang 5 50%

3. tinggi 1 10

Total 10 100%

Sumber : Data Primer 2017

Berdasarkan tabel 5 diatas menunjukkan bahwa hampir separuh responden mempunyai kadar glukosa sedang (200-300 mg/dl) sebanyak 5 responden (50%). a. Karakteristik responden berdasarkan

distribusi frekuensi kadar glukosa darah sesudah senam diabetes melitus.

Tabel 6 Distribusi responden

berdasarkan distribusi frekuensi kadar glukosa darah sesudah senam diabetes melitus.

Kriteria Frekuensi Presentase (%)

rendah 4 40%

sedang 6 60%

tinggi 0 0 %

Total 10 100%

Sumber : Data Primer 2018

Berdasarkan tabel 6 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengikuti senam mempunyai gula darah rendah (<200 mg/dl) sebanyak 6 responden (60%).

Analisa Bivariat

Hasil yang diperoleh dari pengukuran nilai ankle brachial index pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebelum dan setelah perlakuan.

Pre – post kelompok perlakuan

Tabel Nilai ankle brachial index sebelum dan sesudah perlakuan rendam air hangat pada penderita diabetes melitus di dusun kedungringin desa giripurwa wonogiri. Uji Paired Samples T-Test : Pada tabel nilai rata-rata sebelum dilakukan rendam air hangat pada kaki adalah 0,8010 dan sesudah dilakukan rendam air hangat pada kaki nilai rata-rata adalah 0,8830. Hasil uji T-test paired nilai P-value 0,000.

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai ankle brachial index pre-post kelompok perlakuan. Sebelum dilakukan rendam air hangat pada kak,i nilai ankle brachial index rara-rata sebesar 0,8010 dengan nilai SD sebesar 0,0528 dan setelah dilakukan rendam air hangat pada kaki, nilai ankle brachial index rata-rata sebesar 0,8830 dengan SD sebesar 0,0588. Terjadi

Perlakuan N Mean ± SD P- value Sebelum 5 0,8010 ± 0,05280 0,000 Sesudah 5 0,8830 ± 0,05889

(5)

Page 63 Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus

peningkatan nilai ankle brachial index sebelum rendam dan setelah rendam sebesar 0,082. Hasil uji T-test paired nilai P-value sebesar 0,000, artinya terdapat perbedaan nilai ankle brachial index sebelum dan setelah dilakukan rendam air hangat pada kaki.

a. Pre – post kelompok kontrol

Tabel Perbedaan nilai ankle brachial index sebelum dan sesudah kelompok kontrol pada penderita diabetes melitus di dusun kedungringin desa giripurwa wonogiri. Kontrol N Mean ± SD P-value Sebelum 10 0,7920 ± 0,05371 0,015 Sesudah 10 0,8020 ± 0,05412

Uji Paired Samples T-Test : Tabel nilai rata-rata sebelum dilakukan senam kaki adalah 0,7920 dan sesudah dilakukan senam kaki nilai rata-rata adalah 0,8020. Hasil uji T-test paired nilai P-value 0,015.

b. Post-test kelompok perlakuan dan

kelompok kontrol

Tabel Nilai ankle brachial index post-test pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pada penderita diabetes melitus di dusun kedungringin desa giripurwa wonogiri. Varieabel N Mean ± SD P- value Rendam air hangat 10 0,8830 ± 0,05889 0,005 Senam kaki 10 0,8020 ± 0,05412

Uji Independent Samples T-Test : Tabel menunjukan nilai rata-rata antara post senam kaki dan rendam air hangat pada kelompok perlakuan adalah sebesar 0,8830 dan post senam kaki saja pada kelompok kontrol adalah sebesar 0,8020. Hasil uji T-test indepedent nilai P-value 0,005.

Tabel diatas menunjukan nilai rata-rata antara post senam kaki dan rendam air hangat pada kelompok perlakuan adalah sebesar 0,8830 dan post senam kaki saja pada kelompok kontrol adalah sebesar 0,8020. Hasil uji T-test indepedent nilai P-value 0,005, artinya terdapat perbedaan nilai ankle brachial index pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Dari hasil uji statistik T-test paired maupun T-test indepedent, keduanya menunjukkan P-value ≤ 0,05, yang artinya ada perbedaan nilai ankle brachial index. Hal tersebut disebabkan karena rendam air hangat merupakan proses penghantaran panas yang dapat meningkatkan sirkulasi, meningkatkan pengiriman nutrisi, pembuangan zat sisa dan mengurangi kongesti ringan di dalam jaringan yang mengalami cidera di area tersebut, sehingga memperbaiki anoksia jaringan yang disebabkan oleh tekanan dan penebalan pembuluh darah (Barbara, 2010). Diabetes Mellitus menyebabakan terjadinya kerusakan pembuluh darah besar, dan pembuluh darah tepi. Pembuluh darah besar, salah satunya mengenai pembuluh darah perifer yang mengenai extrimitas bawah atau kaki. Kelainan ini disebabkan oleh penebalan dinding pembuluh darah besar (Kristanti, 2013). Penyebab terjadinya ulkus deabetik adalah akibat penurunan sirkulasi darah perifer. Penururnan aliran darah ke perifer mengakibatkan nekrosis jaringan dan menyebabkan iskemik perifer yang menyebabkan penurunan suplay oksigen dan nutrien (Misnadiarly, 2006). Rendam air hangat adalah merendam bagian tubuh kedalam air hangat yang fungsinya dapat meningkatkan sirkulasi, mengurangi odema, meningkatkan relaksasi otot, dan menjadi suatu cara untuk mendedridemen luka (Potter,2010). Sehingga dapat disimpulkan bahwa rendam air hangat mempunyai pengaruh terhadap penurunan nilai ankle brachial index. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Damayanti, 2014 terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi rendam hangat pada penderita hipertensi, yang dilakukan pada responden sebanyak 21 penderita hipertensi. (Damayanti, 2014).

Gambaran klinis gangguan vaskularisasi yang dialami penderita DM bervariasi,

(6)

Page 64 Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus

mulai dari tidak ada keluhan sampai menimbulkan keluhan nyeri dan rasa tidak nyaman. Dua gejala yang paling umum pada gangguan vaskularisasi adalah klaudikasio intermiten dan nyeri/sakit pada ekstrimitas bawah. Klaudikasio intermiten ditandai dengan rasa kelemahan, tidak nyaman, kram, nyeri, rasa baal pada ekstrimitas yang terkena neuropati. Sehingga penderita DM yang mengalami neuropati motorik kemungkinan besar akan terjadi ulkus kaki (Baker, T., Stanec A., 2003, Methylprednisone Treatment of an Organoposhorous-induced delay neuropathy. Toxical. Appl). Hal ini jugat dijelaskan oleh respon sebelum di rendam air hangat, responden mengatakan sering mengeluh nyeri pada kaki, kesemutan dan kadang-kadang kaki terasa tebal dan setelah rendam air hangat responden mengatakan nyeri kaki berkurang, kaki kesemutan berkurang dan sudah tidak merasa tebal pada kaki. Menurut Smeltzer (2014), Rendam air hangat mempunyai keuntungan meningkatkan aliran darah ke suatu area dan kemungkinan dapat turut menurunkan nyeri dengan mempercepat penyembuhan.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, H. N. 2012. Asuhan Keperawatan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC Adhiarta. 2011. Penatalaksanaan Kaki Diabetik. Artikel dalam Forum Diabetes Nasional V. Diterbitkan oleh Pusat informasi Ilmiah Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unpad. Bandung. American Diabetes Association. 2012 . standart of medical care in diabetes 2011 . Journal Diabetes Care , 34 511-561 Beldon. P. 2010. Performing a Doppler assessment : The Procedure, Wound Essential. Volume 5 : 87-90.

Damayanti, D. 2014. Perbedaan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi Rendam Hangat Pada Penderita Hipertensi, Skirpsi PSIK Ngudi Waluya Ungaran

Guyton, Arthur. 2012 . Fisiologi Manusia Mekanisme Penyakit Ed.3. Jakarta. EGC Hasdianah H.R. 2012. Mengenal diabetes militus pada orang dewasa dan anak dengan solusi herbal. Yogyakarta : Nuha medika.

Irawan. 2010. Prevalensi dan Faktor Resiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Skunder Riskesdas 2007). Thesis Universitas Indonesia)

Johson, Marilyn. 2013. Diabetes: Terapi dan Pencegahanya. Bandung. Indonesia Publising House.

Kurniadi, Helmanu. 2014 . Stop : Gejala Penyakit Jantung Koroner, Kolestrol Tinggi, Diabetes Melitus, Hipertensi. Istana Media. Yogyakarta.

Kozier, Barbara. 2011 . Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses, & Praktek Ed.7. Jakarta. EGC Khotimah, 2014. Pengaruh pemberian rendam hangat pada kaki terhadap saturasi oksigen penderita Diabetes Mellitus.

Kristanti, Handriani. 2013. Mencegah & Mengobati 11 Penyakit Kronis. Yogyakarta. Citra Pustaka.

Lakshita, Nattaya. 2012. Anak aktif, bebas diabetes. Jogja : java litera

Lingga, Lanny. 2012. Bebas Diabetes Tipe-2 Tanpa Obat, Jakarta, AgroMedia Pustaka

Misnadiarly. 2006. Diabetes Mellitus Ganggren, Ulcer, Infeksi, Mengenali Gejala, Menanggulangi dan Mencegah Komplikasi, Jakarta : Pustaka Obor Populer

Pelt REV. 2008. Insulin Secretion and clereance after Subacut Estradiol Administration in Postmenupausal Women. J Clin Endocrinol Metab. 93:484-900

Perhimpunan Endokrinologi Indonesia, 2011. Konsesus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Type 2 di Indonesia; 1-22

Perkeni. 2011. Konsensus pengolahan dan Pencegahan diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia. Edisi Revisi

Perry & Potter. 2010. Buku ajar fundamental keperawatan. Jakarta : EGC. Price, Sylvia A. 2012. Patofisiologi Ed.6 Jakarta : Buku kedokteran ECG.

Rakhmadany, dkk. 2010. Makalah Diabetes Melitus. Jakarta : Universitas Islam Negeri

(7)

Page 65 Pengaruh rendam air hangat di kaki untuk mencegah terjadinya ulkus pada penderita diabetus melitus

Ramachandran, ambady, chamukuttan snehalatha, ananth samith shetty, arun nanditha. 2012. Trends in prevalence of diabetes in Asian countries. Baishideng. All rights reserved. World Journal Of Diabetes. 3(6):110-117.

Suiraoka IP. 2012. penyakit degenerative,mengenal, mencegah dan mengurangi factor risiko 9 penyakit degenerative.Yogyakarta : nuha medika. Sutedjo A.Y. 2010. Lima strategi penderita diabetes militus berusia panjang. Yogyakarta : Kanisius (anggota IKAPI).

Smeltzer, Suzzanne C. 2014. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Ed.12 Jakarta : EGC.

Waspajdi, Sarwono. 2010. Ilmu penyakit dalam. jakarta : Internal publishing. World Health Organization. Use of Glycated Haemoglobin (HbA1c) in the Diagnosis of Diabetes Mellitus. Geneva: World Health Organization-Departement of Noncommunicable Disease Surveillance. 2011.

Gambar

Tabel 1 Distribusi frekuensi responden  berdasarkan  jenis  kelamin  di  Puskesmas Wonogiri 2
Tabel  6  Distribusi  responden  berdasarkan distribusi frekuensi kadar  glukosa  darah  sesudah  senam  diabetes  melitus

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa untuk menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional berada pada kategori sedang;

menu Reservasi Hotel yang berfungsi untuk melakukan pengelolaan transaksi reservasi dihotel yang meliputi data booking kamar, check in dan pembayaran biaya hotel

Penggunaan efisien dalam penelitian ini dapat dijelaskan bahwa kepala keluarga penerima bantuan Kartu indonesia Pintar dikatakan efisien apabila tidak membeli

tidak mendapatkan respon yang seperti yang telah ditargetkan maka pertimbangan dan evaluasi ulang perlu dilakukan apakah pemakaian situs web untuk mendukung proses bisnis

menyatakan bahwa salah satu fungsi media sosial bagi peserta didik dalam berinteraksi yang mana salah satu indikatornya yaitu conversations yang mana peserta

Di dalam Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sudah bernas diatur bahwasanya terhadap putusan pengadilan yang telah

Hasil uji daya terima untuk parameter warna menunjukkan, keseluruhan formulasi penambahan filtrat rumput laut ke dalam permen jelly dapat diterima oleh panelis dengan

Setelah form nomogram selesai maka akan muncul form Rigid NAASRA Calculator [4] yang berfungsi untuk mendapatkan total nilai fatigue dan tebal perkerasan beton.. Click tombol