• Tidak ada hasil yang ditemukan

LIRIK LAGU RHOMA IRAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LIRIK LAGU RHOMA IRAMA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MASYA ALLAH

Sempurna Tuhan menciptakan Dirimu yang tiada cela

Kurasa engkaulah orangnya Yang tercantik di jagat raya

Mustahil lelaki tak tergila-gila Mustahil lelaki tak memuja-muja

Sempurna Tuhan menciptakan Dirimu yang tiada cela

Memandang bibirmu yang selalu basah Sama seperti memandang mangga muda Memandang matamu yang sayu merayu Sama seperti memandang safir biru

Yahoi..., masya Allah

Yahoi, yahoi..., masya Allah

Selama jantungku berdenyut Apa maumu ‘kan kuturut Sebelum darahku membeku ‘Ku rela jadi sahayamu

Mustahil dirimu dapat kulupakan Mustahil cintaku dapat terpadamkan

Selama jantungku berdenyut Apa maumu ‘kan kuturut MALAM TERAKHIR

Malam ini malam terakhir bagi kita Untuk mencurahkan rasa rindu di dada Esok aku akan pergi lama kembali Kuharapkan agar engkau sabar menanti

Esok aku akan pergi lama kembali Kuharapkan agar engkau sabar menanti Aku akan sabar menanti kembali

Selamat jalan dan sampai jumpa lagi

Esok kita akan berpisah Tentu hari-hari kan jadi sunyi Esok kita akan berpisah Tentu hari-hari kan jadi sunyi Semakin lama kita berpisah Semakin mesra untuk berjumpa

(2)

Malam ini malam terakhir bagi kita Untuk mencurahkan rasa rindu di dada Kita akan berjumpa di saat bahagia Di saat malam pesta perkawinan kita

Mengapa... Mengapa hatiku berdebar-debar Seakan-akan ku ragu

Untuk merelakan kepergianmu kasih

Mengapa... Mengapa hatiku berkata-kata Seakan-akan berbisik

Bahwa kita tidak akan berjumpa lagi

Kepergianku hanya untuk kembali Kita berpisah untuk berjumpa lagi Kecuali bila Tuhan menghendaki Tentu saja kita harus rela hati

Karena kehendak-Nya itu yang terjadi

PELANGI

Di sore secerah ini

Engkau menampakkan diri ‘Ku cinta akan warnamu Merah hijau kuning ungu

Pelangi aku bertanya Benarkah orang berkata Engkau sebagai pertanda Bidadari sedang mandi

Kalau memang demikian Coba tunjukkan padaku Di manakah gerangan Mandinya sang bidadari

‘Pabila engkau tunjukkan Mandinya sang bidadari Pasti ‘ku ‘kan ke sana Walau di mana pun jua

PENGANGGURAN

Telah lama kualami hidupTiada pegangan

(3)

pengangguran, ya Allah Tiap hari susah makan Anak isteri bertangisan jadi korban, ya Allah

Tiada yang mau menolong pada diriku ini Tiada yang mau perduli akan nasibku ini

Bahkan mereka mencemoohkan penuh kebencian Aku pun selalu disisihkan dari pergaulan

Tiap hari susah makan

Anak isteri bertangisan jadi korban, ya Allah Ya Tuhan Rabbul Izzati

Tanamkan dalam jiwaku kesabaran, ya Allah RUJUK

Pria:

Maksud hatiku datang kemari Untuk mengajakmu rujuk kembali Wanita:

Pikirkan dulu maksud hatimu ‘Ku tak mau nanti bercerai lagi Pria:

Ternyata tak kuasa ‘ku berpisah darimu Baru kini terasa aku membutuhkanmu Wanita:

Juga itu sayang yang aku rasakan Pria:

Maafkan sayang kesalahanku Yang dahulu telah menceraikanmu Wanita:

Semua itu telah berlalu Kini mulailah hidup yang baru KUSAYANG PADAMU

Senyumnya duhai manis sekali Membuat pria setengah mati Matanya duhai tajam sekali Menusuk jauh ke lubuk hati Aku cinta padamu, padamu Aku sayang padamu, padamu

(4)

Mengharap cinta kasih darimu Tetapi, tak berubah cintamu Padaku, pria yang tidak mampu Aku cinta padamu, padamu Aku sayang padamu, padamu

Murninya rasa cintamu membuat aku terharu Tulusnya rasa cintamu membuat ‘ku selalu rindu Cintaku pada dirimu aduhai tak akan layu

Cintaku pada dirimu aduhai tak akan beku Walau sampai tua nanti

Cintaku tak ‘kan terbagi

YATIM PIATU

Yatim piatu, malang nasibmu Semoga Tuhan selalu

Melimpahkan rahmat-Nya padamu (Amin, Allahumma Amin)

Yatim piatu, besarkan hatimu Di dalam mengarungi

Hidup yang penuh tantangan ini (Amin, Allahumma Amin)

(La-la-la, la-la-la, la-la-la-la-la-la) (La-la-la, la-la-la, la-la-la-la-la-la)

Wahai semua kawan Atasmu kewajiban

Menyantuni mereka dan mengasihinya

(La-la-la, la-la-la, la-la-la-la-la-la)

Sungguh engkau manusia Yang tiada beriman

Bila pada mereka tak belas kasihan

(La-la-la, la-la-la, la-la-la-la-la-la) (La-la-la, la-la-la, la-la-la-la-la-la)

Wahai para hartawan Coba ulurkan tangan

‘Tuk membantu mereka dalam kehidupan

(La-la-la, la-la-la, la-la-la-la-la-la)

Sungguh engkau manusia Pendustakan agama

Apabila mereka engkau sia-sia

(5)

TERSESAT

Manusia, banyak manusia tersesat Banyak yang tersesat

Tak tahu apakah tujuan hidupnya Di dalam dunia

Mereka hanyalah berlomba-lomba Dalam segala urusan dunia

Sehingga maksiat dikira surga Senanglah mereka melakukannya

Cukup banyak sudah Nabi-Nya Yang diturunkan ke dunia Untuk menyampaikan risalah Pada seluruh manusia

Belum sampaikah ke telinga Kabar tentang negeri yang baka Negeri tempat tujuan kita

Ke surga atau neraka

Manusia, banyak manusia tersesat Banyak yang tersesat

Tak tahu apakah tujuan hidupnya Di dalam dunia

Mereka hanyalah berlomba-lomba Dalam segala urusan dunia

Begitulah mereka selamanya Sampai menuju ke liang kuburnya

TIADA BERDAYA

Sudah kehendak takdir kita berdua Berjumpa dan bercita, berpisah pula Ayah-ibumu, sayang, telah memilih Pada jodoh yang lain, ‘ku tak berdaya ‘Ku tak berdaya

Maafkan aku, kasih, bukan aku tak sudi Menerima cintamu setulus hati

Agar engkau bahagia, rela ‘ku melepasmu Turutilah kehendak orang tuamu

Selamat berpisah, sayang, kuiring doa Semoga kau bahagia sepanjang masa Sudah kehendak takdir kita berdua Berjumpa dan bercita, berpisah pula ‘Ku tak berdaya

(6)

GELANDANGAN

Kering sudah rasanya air mataku Terlalu banyak sudah yang tertumpah Menangis meratapi buruk nasibku Nasib buruk seorang tunawisma

Langit sebagai atap rumahku Dan bumi sebagai lantainya Hidupku menyusuri jalan Sisa orang yang aku makan

Langit sebagai atap rumahku Dan bumi sebagai lantainya Hidupku menyusuri jalan Sisa orang yang aku makan

Jembatan menjadi tempat perlindungan Dari terik matahari dan hujan

Begitulah nasib yang aku alami Entah sampai kapan hidup begini

Hm-hm-hm-hm-hm-hm-hm hm-hm-hm

GITAR TUA

Hanya gitar tua ini yang aku berikan

Sebagai kenang-kenangan untukmu sayang Kauanggaplah benda ini pengganti diriku Sebagai ganti diriku

‘Pabila kau rindu padaku Petiklah dan menyanyilah Semoga akan terobati Rasa rindumu padaku

Walaupun sudah berpisah hati kita bersatu

Memang gitar tua ini menjadi kenangan Juga gitar tua ini yang menjadi saksi Saksi cintamu padaku, cintaku padamu Yang tak akan pernah layu

CUMA KAMU Wanita:

Cuma kamu sayangku di dunia ini Cuma kamu cintaku di dunia ini

Pria:

(7)

Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini

Duet:

Cuma kamu sayangku di dunia ini Cuma kamu cintaku di dunia ini

Pria:

Tiada kalimat dapat melukiskan Betapa cintaku kepada dirimu Tiada ibarat sebagai umpama Betapa sayangku kepada dirimu

Wanita:

Itu dapat kurasa dari belai tanganmu Itu dapat kurasa dari pandang matamu

KEGAGALAN CINTA Cukup sekali aku merasa Kegagalan cinta

Takkan terulang kedua kali Di dalam hidupku

Ho.. Ho.. Ya nasib ya nasib Mengapa begini

Baru pertama bercinta Sudah menderita

Cukup sekali aku merasa Kegagalan cinta

Takkan terulang kedua kali Di dalam hidupku

Reff:

Kau yang mulai kau yang mengakhiri Kau yang berjanji kau yang mengingkari Kau yang mulai kau yang mengakhiri Kau yang berjanji kau yang mengingkari

Kalau begini akhirnya Tak mau bermain cerita ROMANTIKA

Yang menangis dan yang tertawa Yang bersedih dan yang gembira Selalu mewarnai hidup manusia Baik ia miskin ataupun kaya

Yang jelata dan yang ternama Yang tak punya dan yang berada Selalu merasakan suka dan duka Itu romantika hidup di dunia

(8)

Jangan lupa daratan

Apabila dalam kegembiraan Dan jangan putus asa

Apabila di dalam kesedihan

Sedih dan gembira tak ‘kan selamanya Semua ‘kan sirna, ganti, dan berubah Tidak peduli siapa pun dia

Tak berarti yang kaya

Selalu hidup dalam kegembiraan Tak berarti yang papa

Selalu hidup si dalam kesedihan

Di sana letaknya keadilan Tuhan Sedih dan gembira sama diberikan Keduanya itu sebagai ujian

Romantika hidup di dunia SEGALANYA BAGIKU

Indahnya bulan tak seindah wajahmu Hitamnya arang tak sehitam rambutmu Engkaulah sayang segalanya bagiku Engkaulah sayang pelitanya hatiku

Besarnya gunung tak sebesar cintaku padamu

Kau tempat berhibur dalam kesedihan Kau tempat bercumbu dalam kerinduan Kau tempat berhibur dalam kesedihan Kau tempat bercumbu dalam kerinduan Begitu berartinya dirimu bagiku

Manisnya madu tak semanis senyummu Halusnya sutra tak sehalus kulitmu Engkaulah sayang segalanya bagiku Engkaulah sayang pelitanya hatiku

Dalam lautan tak sedalam cintaku padamu

BEKU

Sejak dikau pergi hidupku sendiri Sejak dikau lari hatiku teriris

Tiada lagi cinta sudi kuterima

Hatiku membeku bagai karang batu

Mengapa semua ini Menimpa ‘ku punya diri

(9)

Tuhan punya kuasa

Referensi

Dokumen terkait

Lagu tersebut berisi banayak tentang nilai spiritual, hak asasi manusia, dan kesadaran hukum yang bertujuan untuk menyikapi materi dalam pembelajaran PKn, Sedangkan sumber

Nada pertama-tama lahir dari sugesti yang dipancarkan oleh rangkaian kata-kata. Sementara itu, rangkaian kata-kata tunduk pada kaidah- kaidah sintaksis yang berlaku, maka

Analisis Religius Lirik Lagu Setetes Air Hina, Al-Quran dan Koran, Citra Cinta Album Renungan dalam Nada Karya Rhoma Irama Volume XII; Ru- lining Febriana

Analisis Religius Lirik Lagu Setetes Air Hina, Al-Quran dan Koran, Citra Cinta Album Renungan dalam Nada Karya Rhoma Irama Volume XII; Ru- lining Febriana

Penyair lagu dalam lagu ini ingin menyampaikan bahwa sifat sabar, rila (rela) dan nrima (nerima) menjadi kunci kebahagiaan dalam kehidupan. Manusia hidup dalam

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS. Dengan posisi manusia sebagai hamba maka kewajiban

Dengan demikan jelas bahwa paham sekuler yang hanya memberikan hak hidup bagi agama dalam bidang rohani, akhirat, dan urusan pribadi, bertentangan dengan ajaran Islam

Jiwa yang tenang tidak mengalami inferiority complex atau merasa rendah diri ketika ia berada pada posisi di bawah atau ketiadaan harta. Baginya sama saja, kaya atau miskin,