• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ft Bursitis Acromialis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ft Bursitis Acromialis"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA SUBACROMIALIS  SUBACROMIALIS   BURSITIS

(2)

PUBLIKASI ILMIAH PUBLIKASI ILMIAH

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Diploma III pada Jurusan Fisioterapi

Diploma III pada Jurusan Fisioterapi

Oleh: Oleh: DWI WAHYUNI DWI WAHYUNI J100130066 J100130066

(3)

PUBLIKASI ILMIAH PUBLIKASI ILMIAH

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Diploma III pada Jurusan Fisioterapi

Diploma III pada Jurusan Fisioterapi

Oleh: Oleh: DWI WAHYUNI DWI WAHYUNI J100130066 J100130066

(4)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III FISIOTERAPI PROGRAM STUDI DIPLOMA III FISIOTERAPI FAKULTAS ILMU KESEHATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMAD

(5)
(6)
(7)
(8)

ABSTRAK 

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA SUBACROMIALIS  BURSITIS DI RST. dr. SOEDJONO MAGELANG

D!" W#$%&'"( 2016( 3) $#*#+#',

L#-#r B*#/#'Subacromialis Bursitis merupakan radang pada bursa (kantung kecil) yang terisi oleh cairan sinovial yang berlebih dan biasanya disertai nyeri dan bengkak diantararotator cuff  dan tulang bagian bahu yang dikenal dengan nama acromion.

T&&#' ntuk mengetahui man!aat penggunaan modalitas Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S) dan massage therapy dapat mengurangi nyeri# mengurangi oedem# meningkatkan 'O dan meningkatkan aktivitas !ungsional sendi shoulder  sinistra.

H#"*Setelah dilakukan terapi sebanyak  kali didapat hasil penurunan pada nyeri diam $*: +#, men-adi $: . #nyeri tekan $*: /#0 men-adi $: .#/ dan nyeri gerak $*: # men-adi $:0#,1 Pengurangan oedem dengan selisih pada acromion $*:2#/ men-adi $: *# /cm ke medial $*: 0# men-adi $: *#.# 2*cm ke medial $*: 2#0 men-adi $:

*#21 Peningkatan 'O $* 33 men-adi $ 3 3 # $* 3 3 men-adi $ 3 3# $*:3 men-adi $) 3 3 dan $* 3 3 men-adi $ 3 3

1 Peningkatan akti!itas !ungsional dari $*:,,#4 men-adi $:.0#541

K"+4&*#'Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S) dan massage therapy dapat mengurangi nyeri# mengurangi oedem# meningkatkan 'O dan meningkatkan aktivitas !ungsional sendi shoulder sinistra1

K#-# /&'5"Subacromialis Bursitis, Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical   Nerve Stimulation ($%&S) dan massage therapy1

(9)

ABSTRAT

B#5/r7&'dSubacromialis 6ursitis is an in!lammation o! the bursa (small sacs) are !illed 7ith synovial !luid e8cess and usually accompanied by pain and s7elling bet7een the rotator cu!! and shoulder bones # kno7n as the acromion.

O85-"9$o investigate the bene!it o! using modalities such as Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S) and massage therapy can reducing pain# reducing oedema# increasing range o! motion and increasing !ungtional activity o! shoulder sinistra1

R&*-$he result obtained a!ter the conducted therapy  times are as !ollo7: silent pain: $*: +#, to $: . # tenderness $*: /#0 to $: .#/ and pain motion $*: # to $:0#,1 'eduncing oedem 7ith didi!!erence o! acromion $*:2#/ to $: *# /cm to medial $*: 0# to $: *#.# 2*cm to medial $*: 2#0 to $: *#21 Increasing range o! motion

$* 3 3to $) 3 3 # $* 3 3 to $ 3 3# $*:3 to $ 3 3 and $* 3 3 to $ 3 3 1

Increasing !ungtional activity !rom $*:,,#4 to $:.0#541

7'5*&"7'Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S) and massage therapy can reducing pain# reducing oedema# increasing range o! motion and

increasing !ungtional activity o! shoulder sinistra

K%!7rdSubacromialis Bursitis, Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical   Nerve Stimulation ($%&S) and massage therapy

(10)

PENDAHULUAN 2121 9atar 6elakang

 &yeri daerah bahu merupakan hal yang relati! laim dan terkadang men-adi masalah yang kompleks di masyarakat umum1 Selain banyaknya aktivitas

masyarakat sekarang ini# usia -uga merupakan !aktor penting pada pertambahan nyeri bahu (urtagh# .*20)1

 &yeri pada bahu memiliki banyak kategori dan peradangan merupakan salah satu dari + besar kategori permasalahan pada bahu1 Peradangan atau bursitis adalah radang pada bursa (kantung kecil) yang terisi oleh cairan sinovial yang berlebih dan biasanya disertai nyeri dan bengkak diantara rotator cuff  dan tulang bagian  bahu yang dikenal dengan nama acromion. Peradangan ini biasa disebut dengan

Subacromialis Bursitis1

Permasalahan yang ter-adi pada pasien Subacromialis Bursitis adalah nyeri yang hebat# oedem daerah sekitar sendi bahu dan penurunan 'O sehingga

menyebabkan penurunan kemampuan aktivitas !ungsional pasien1 Fisiotera pi merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam  pengurangan nyeri# pengurangan oedem dan peningkatan 'O sehingga

tercapainya kemampuan aktivitas !ungsional pasien dengan dievaluasi menggunakan Shoulder Pain and Disability nde! (SP;DI)1

TINJAUAN PUSTAKA Deskripsi <asus

6ursitis merupakan radang pada bursa# yaitu kantung tertutup yang dilapisi oleh  -aringan ikat mirip dengan sinovial dan dilumasi oleh sedikit cairan sinovial

( Saputra# .**= )1 Subacromialis Bursitis adalah salah satu bagian dari fro"en  shoulder  yang ditandai dengan adanya in!lamasi pada daerah subacromialis

(urtagh# .*20)1 .1.1 Patologi

(11)

Dalam keadaan normal bursa ber!ungsi untuk mengurangi gesekan1 &amun# saat ter-adinya perubahan patologi yang merupakan respon terhadap rusaknya  -aringan lokal berupa in!lamasi dan ter-adinya peningkatan cairan sinovial  pada bursa subacromialis1 $rauma lokal# degenerasi tendon ataupun deposit

klasi!ikasi mengakibatkan radang lokal dengan pembengkakan dan akumulasi cairan1 Subacromialis bursitis kadang3kadang dapat disebabkan oleh deposit kristal1

P+r"/##' F""7-r#4" #isual $nalog Scale (>;S)

#isual $nalog Scale (>;S) adalah suatu garis lurus yang yang me7akili intensitas nyeri yang terus menerus dan pendeskripsian verbal pada setiap u-ungnya1 Skala ini memberi klien kebebasan penuh untuk mengidenti!ikasi keparan nyeri1 >;S dapat merupakan pengukuran keparahan nyeri yang lebih sensiti! karena klien dapat menidenti!ikasikan setiap titik pada rangkaian dari  pada dipaksa memilih salah satu kata atau satu angka (Potter ? Perry# .**/)1

%.&.%. Painful $rc Test 

 Painful arc adalah nyeri atau perubahan pola gerakan akibat nyeri yang ter-adi  pada abduksi@elevasi **32.**1 Saat melakukan tes khusus ini# pasien dalam  posisi duduk ataupun berdiri dan pasien diintruksikan untuk mengabdusikan

lengannya1 Saat abduksi lengan# pasien harus memberitahukan terapis apa yang sedang dirasakan1 tes khusus ini akan bernilai positi! apabila pasien merasakan nyeri sepan-ang **32.** saat gerakan abduksi dan rasa nyeri akan  berkurang setelah lebih dari 2.** (Flynn et al 1# .**5)1

%.&.&. Shoulder Pain and Disability nde! (SP;DI)

Shoulder Pain and Disability nde! (SP;DI) adalah pengukuran dalam bentuk keusioner rasa nyeri dan kecatatan pasien yang berhubungan dengan bahu yang mengalami patologi1

(12)

SP;DI terdiri dari 20 item dalam . sub3skala yaitu nyeri (/ item) dan kecatatan (5 item)1 Pengukuran SP;DI menggunakan skor yang telah ditentukan# semakin kecil hasil nilai yang didapatkan maka semakin kecil -uga rasa nyeri ataupun kecatatan pasien sehingga bisa disimpulkan semakin kecil nilai SP;DI tersebut maka semakin bagus pula kemampuan pasien tersebut (cDermid et al 1# .**)1 T/'7*7" I'-r9'" F""7-r#4"

Short Wave Diathermy (S"D)

Short 'ave diathermy adalah gelombang eletromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak balik dari !rekuensi tinggi antara 2*, 32*5 A dan pan-ang

gelombang antara 0*30 m yang menghasilkan panas pada -aringan dalam yang  bertu-uan untuk terapi1

Short Wave Diathermy yang dapat memancarkan !rekuensi .,#2. h dan  pan-ang gelombang 22 m dapat menghasilkan medan listrik tinggi dan dapat

digunakan untuk tu-uan terapi1 ;da . sirkuit utama pada penggunaan Short Wave Diathermy yaitu sirkuit mesin yang bertugas menghasilkan arus !rekuensi tinggi dan meningkatkan intensitasnya# dan sirkuit pasien yang dihubungkan dengan sirkuit mesin dan induktor dan mengalirkan energi listrik ke pasien dalam bentuk medan elektrostatik atau elektromagnetik (;hmed et al 1# .**=)1 .1+1.1 Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S)

Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S) adalah terapi yang menggunakan tegangan rendah arus listrik untuk menghilangkan rasa sakit1 $%&S dengan mesin bertenaga baterai kecil seukuran radio saku1 enurut Par-oto (.**)# $%&S konvensional adalah $%&S yang memberikan rangsang secara langsung ke serabut nosiseptor dengan diameter besar untuk mengelola nyeri secara konservati!1 Frekuensi $%&S yang

(13)

digunakan adalah ,* A32/* A1 Aal ini dikarenakan dengan !rekuensi ,* A32/* A memiliki hubungan antara tanggap rangsangan -aringan dengan serabut

sensorik (!rekuensi /* A32** A) dan sara! nosiseptor (!rekuensi 2** A3.** A)1

Penempatan elektrode saat pemakaian $%&S menurut evidence based ada pilihan yang lebih e!ekti! dalam penempatan elektrode1 Sebaiknya salah satu elektroda negati! berada di daerah yang nyeri dan elektroda yang positi! berada di

 proksimalnya (Par-oto# .**)1  (assage Therapy

enurut Frit (.*2*)# massage therapy merupakan ilmu kesenian ilmiah dan teknik aplikasi sistem manual untuk -aringan lunak bagian superficial  kulit# otot3 otot# ligament# struktur -aringan# tangan# kaki# lutut# tangan# siku# dan lengan1 $eknik manual meliputi touching# stro)ing  (efflurage)# friction# vibrasi# perkusi# )neading  ( petrissage)# streching # kompresi atau pergerakan sendi secara akti! dan  pasi! sampai 'O normal1 etode massage berupa friction terdiri dari gerakan

yang kecil# dalam pada area lokal1 *riction membuar gerakan dengan cara -ari didorong ke kulit1 *riction saat berman!aat dalam ilmu terapi untuk in!lamasi#  friction mampu memcegah dan menghancurkan pelekatan lokal pada -aringan

ikat# terkhusus untuk tendon# ligamen dan apapun yang dapat menimbulkan in!lamasi1

PROSES FISIOTERAPI Identitas Pasien

 &ama: $n1 S# mur: /5 tahun# Jenis kelamin: laki3laki# ;gama: islam# Peker-aan: P&S <elurahan# dan ;lamat: Jl1 $entara Beni Pela-ar &o: .2b '$: *2 '": *5 Potrobangsan# agelang1

01.1 <eluhan tama

(14)

<eluhan utama pasien rasa nyeri yang hebat pada bahu kiri# nyeri bertambah

 parah saat tangan di angkat ke atas dan saat mengambil barang yang posisinya ada di atas1

0101 'i7ayat Penyakit Sekarang

Pada tanggal 25 Januari .*2 pasien mengalami kecelakaan kendaraan motor yang menyebabkan bahu kiri timbul rasa nyeri namun pasien tidak melakukan tindakan apapun dan lama3kelamaan nyeri semakin parah#lengan kiri sangat sakit di gerakkan1 9ima belas hari kemudian pasien langsung berobat ke rumah sakit dan langsung diru-uk ke poliklinik !isioterapi1

01+1 'i7ayat Penyakit $erdahulu

$idak memiliki ri7ayat penyakit dahulu1

: PEMERIKSAAN FISIOTERAPI

Pemeriksaan !isioterapi meliputi vital sign# inspeksi# palpasi# perkusi# gerak akti!# gerak pasi!# kogniti!# intrapersonal dan interpersonal#kemampuan !ungsional dan lingkungan akti!itas# pengukuran 'O# pengukuran antropometri# pemeriksaan sensibilitas# pemeriksaan re!lek patologis# tes spesi!ik# dan tes SP;DI1

PELAKSANAAN FISIOTERAPI ;.1. Short Wave Diathermy (S"D) Persiapan alat : glass elektroda# handuk# lampu detekro#tabung

reaksi1 esin dihidupkan dan intensitas dinaikkan pelan3pelan# kemudian di tes dengan lampu detekro

Persiapan pasien : sebelum terapi pasien di tes sensasi panas dingin menggunakan tabung reaksi1 Pasien duduk di atas kursi1 Pasien terlebih dahulu diberi pen-elasan tentang terapi yang akan dilakukan dan rasa yang dirasakan hangat bukan panas1 6ila pasien merasa terlalu panas atau tidak nyaman# pasien diminta untuk

memberi tahu terapis1

Pelaksanaan terapi : setelah persiapan alat dan pasien selesai1 +lass electrode dipasang pada bahu kiri dengan metode kontra planar1 ;rus

(15)

intermitten# atur 7aktu terapi 2/ menit kemudian intensitas dinaikkan pelan3pelan sampai pasien merasakan hangat menu-u kedingin1 Setelah selesai 7aktu terapi selesai# intensitas dinolkan dan dilakukan evaluasi sesaat dan menanyakan keadaan pasien1

;.2. $%&S

Persiapan alat : semua alat yang diperlukan saat melakukan $%&S harus dipersiapkan terlebih dahulu1

Persiapan pasien : posisikan pasien dalam posisi senyaman mungkin# posisi pasien  prone lying# area yang akan di terapi bebas dari logam dan kain # lakukan test

sensibilitas ta-am tumpul# terapis men-elaskan tu-uan pemberian $%&S dan rasa yang dirasakan selama di terapi1

Pelaksanaan terapi : electroda diletakkan pada area anterior  dan posterior   shoulder sinisitra dengan dosis terapi !rekuensi 08 per minggu# intensitas !ortis

atau cukup terasa# durasi 7aktu terapi 2/ menit# dan tipe arus continous Setelah selesai 7aktu terapi selesai# intensitas dinolkan dan dilakukan evaluasi sesaat dan menanyakan keadaan pasien1

;.3. (assage Therapy

Persiapan alat dan bahan : alat3alat yang diperlukan seperti handuk dan bed terlebih dahulu harus dipersiapkan1

Persiapan pasien : bagian bahu pasien harus dalam kondisi tanpa kotra indikasi1 Pelaksanaan terapi : berikan (assage therapy dengan menggunakan teknik  friction dan berikan penakanan yang lebih deep. 9akukan selama 5 menit1

HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1. Aasil

Setelah dilakukan terapi sebanyak 8 maka didapatkan hasil:

%valuasi nyeri menggunakan #isual $nalog Scale (>;S) dalam satuan cm

T1 T2 T3 T: T; T6

(16)

N%r" d"#+ +# +#0 + 0# 0#2 . N%r" -/#' / +#, +#2 0#= 0#0 .#/ N%r" r#/  #+ #2 /#5 /#/ / 0#,

%valuasi oedem menggunakan metline dengan satuan cm

T1 T2 T3 T: T; T6

(17)

D SD SD SD SD SD S A5r7+ +/ +# +/ +# +/ +) +/ +/# +/ +/# +/ +/ "7' / . , 0

(18)

<;5+ +=# /.# +=# /2# +=# /2# +=# /*# +=# +=# +=# /* 0 2 , 2 , 2 . 2 ) 2

(19)

2 <105+ /2# /0# /2# /0 /2# /.# /2# /.# /2# /. /2# /. = . = = ) = + = =

(20)

%valuasi ange of (otion menggunakan goneometer 

(21)

T1 3 3 3 3 > '(F=*) 3 3 T2 3

(22)

3 2* F 5 3 3 > '(F=*) + 3 3 T3 3 3 2. F 2* 3 3 $ . 3 3 + '(F=*) / 3 3,

(23)

T: 3 3 3 3 . 3 3 , 3 35 T; 3 3 3 3 3 3 '(F=*), 3 35

(24)

T6 3 3 3 3 3 3 '(F=*) 3 35

(25)

%valuasi aktivitas !ungsional menggunakan SP;DI T1 T2 T3 T: T; T6  Pain 5* 4 ,+ 4 )) 4 ).4 /)4 .5 4  Score

(26)

 Disability ,)#04 ,.#/4 ))#04 )0#=4 /)#04 .2#04  Score Total  ,,#)4 ,04 ))#.4 ).#04 .=#.4 .0#54  Score

(27)
(28)

6.2.Pembahasan

Di dalam rumusan masalah dan tu-uan penulisan tertera apakah dengan  pemberian Short Wave Diathermy dapat mengurangi nyeri pada

 subacromialis bursitis atau tidak dan setelah dilakukan evaluasi dengan skala >;S maka dapat dilihat bah7a adanya penurunan dera-at nyeri1 Pada

 pemeriksaan nyeri diam# tekan dan gerak pada terapi pertama diperoleh hasil nyeri berat# pada terapi ke enam nyeri sudah berkurang dang mengarah ke nyeri ringan1

 &yeri timbul akibat dari adanya -aringan yang rusak atau tidak normal#

sehingga menstimulasi nociceptor 1 Penurunan nyeri dengan penerapan Short  Wave Diatermy sehingga diperoleh e!ek panas# panas akan meningkatkan temperatur -aringan sekitar# akibat dari meningkatnya temperatur tersebut akan ter-adi re!lek vasodilatasi pembuluh darah dan kenaikan sirkulasi darah (Ir!an ? Bahara# .**)1

Aasil dari penurunan oedem menun-ukkan bah7a S"D sangat berman!aat apabila kita menentukan sesuai dosis yang pas dan sesuai kebutuhan yang diperlukan sehingga gelombang yang dipancarkan S"D mampu memberikan  perubahan panas yang dapat meningkatkan metabolisme -aringan lokal#

meningkatkan vasomotion sehingga timbul homeostatik lokal yang akhirnya menimbulkan vasodilatasi dan diikuti peningkatan aliran darah kapiler

sehingga pasokan nutrisi dan pembuangan at3at iritan penyebab nyeri akan meningkat dan semakin lancar sehingga ter-adinya penurunan oedem1

Peningkatan ange of (otion merupakan e!ek dari modalitas yang diberikan# seperti massage yang mampu memberikan e!ek relaksasi yang dapat

memperlancar aliran darah ke -aringan tubuh1 Sehingga pada sendi ter-adi  penambahan nutrisi makanan dan at atau enim yang berakibat mencegah

timbulnya perlengketan -aringan pada daerah sekitar sendi# maka 'O sendi akan bertambah serta akti!itas !ungsional -uga ikut meningkat1

(29)

PENUTUP ?.1.Simpulan

Pasien dengan inisial nama $n1S yang didiagnosa Subacromialis bursitis yang telah diterapi sebanyak 8 dengan menggunakan modalitas seperti

Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S)# massage therapy dengan pemberian metode friction1 aka didapatkan simpulan yaitu (2) penggunaan modalitas Short Wave Diathermy

(S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S)# dan massage therapy dapat mengurangi nyeri pada Subacromialis Bursitis# (.) penggunaan modalitas Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S)# dan massage therapy dapat mengurangi oedem pada Subacromialis Bursitis# (0) penggunaan modalitas

Short Wave Diathermy (S"D)# Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ($%&S)# dan massage therapy  dapat meningkatkan 'O pada Subacromialis Bursitis# (+) meningkatnya akti!itas !ungsional setelah didapatkan hasil evaluasi menggunakan Shoulder Pain and Disability nde!

(SP;DI)1 ?.2.Saran

Pada kasus Subacromialis bursitis ini dalam penatalaksanaanya sangat dibutuhkan ker-asama antara !isioterapis dengan tim medis lainnya agar tercapainya hasil  pengobatan yang maksimal1 Selain itu hal3hal yang perlu diperhatikan adalah (2)

6agi penderita untuk disarankan melakukan home program yang tepat dan e!ekti!# (.) 6agi keluarga disarankan untuk memberikan motivasi kepada psien agar mau melakukan home program dan ikut menga7asi pasien saat berlatih1 (0) 6agi masyarakat disarankan apabila merasakan nyeri yang hebat pada bahu# adanya  bengkak bahkan adanya keterbatasan ange of (otion untuk segera memeriksa

diri ke dokter terdekat1 Dengan memperhatikan hal3hal di atas# maka diharapkan nantinya

(30)

memberikan hasil yang lebih baik bagi penyembuhan penderita  subacromialis bursitis1

DAFTAR PUSTAKA

;hmed# 1S1# Shakoor# 1;1# ? <han# ;1;1 .**=1  Evaluation of the Effect of Short Wave Diathermy in Patients 'ith -ronic o' Bac) Pain1 6angladesh: Publisher media1

Flynn# $1"1# Clealand# J1# ? "hitman1 .**51 /ser0s +uide to the  (usculos)eletle e!amination fundamental for the evidance1based clinical.

6lucker#<entucky: %vidance in motion1

Frit# S1 .*2*1 (osby0s (assage Therapy evie' &rd ed 1 Canada: osby %lsevier1 cDermid# J1C1# Solomon# P1# ? Prkachin# <1 .*21 The Shoulder Pain and

 Disability nde! Demonstrate *actor, -onstruct and longitudinal validity. 6C: usculoskeletal Disorder# ,(2.)1

urtagh1 .*201 +eneral Practice 2thed. ;ustralia: cBra73Aill %ducation1 Ir!an#  ? Bahara# '1 .**1 Beda Pengaruh Penambahan ong $!is 3scillated Traction Pada ntervensi SWD dan TENS Terhadap Pengurangan asa Nyeri  Pada -apsullar Pattern $)ibat 3steoatritis utut 1 Jurnal Fisioterapi Indonusa#

(2)1

Par-oto# S1 .**1 Terapi istri) untu) (odulasi Nyeri. Semarang: Ikatan Fisioterapi Indonesia Cabang Semarang1

Potter ? Perry1 .**/1 *undamental of Nursing 4thed. ;ustralia: osby %lsevier1 Saputra1 .**=1 5edo)teran 5lini). $angerang: 6inapura ;ksara Publisher1

Referensi

Dokumen terkait

dapat dilihat bahwa sebagian besar pengetahuan responden dengan kategori baik mengenai SADARI sebagai salah satu cara deteksi dini kanker payudara adalah kelompok

Hal ini dapat dilihat pada salah satu penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Maulana &amp; Rahmat (2021) di Masjid Besar Al-Atqiyah Sumbawa yang menunjukkan hasil bahwa

Penjadwalan merupakan salah satu permasalahan pengalokasian aktivitas perkuliahan ke dalam slot waktu yang telah ditentukan. Lebih spesifik lagi penjadwalan

Banyak penelitian yang mengembangkan atau menggunakan stemming. Salah satu algoritma stemming pada Bahasa Indonesia yang banyak dikembangkan adalah algoritma Nazief &amp;

Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan tentang penyimpanan ASI di RSIA Sakina Idaman Sleman Yogyakarta, sebagian besar kategori tinggi, yaitu 19 responden (38,8%)..

Granulasi Basah merupakan salah satu metode pembuatan tablet, metode ini memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan

Daerah aliran sungai Garang merupakan salah satu DAS kritis dengan prioritas penanganan pertama.Kerusakan DAS Garang telah mengakibatkan permasalahan lingkungan di Kota

Salah satu permasalahan umum yang sering muncul dari implementasi file sharing adalah manajemen file sharing dan kemudahan penggunaan file sharing, fokus dari penelitian ini adalah