MAKALAH
MAKALAH
PERKOPERASIAN DAN PENGOLAHAN KOPERASI
PERKOPERASIAN DAN PENGOLAHAN KOPERASI
SEKOLAH
SEKOLAH
DI SUSUN OLEH : DI SUSUN OLEH :
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada TUHAN yang Maha Esa, karena dengan Puji syukur saya panjatkan kepada TUHAN yang Maha Esa, karena dengan rahmatNya saya dapat menyelesaikan tugas makalah saya ini dengan baik. Walaupun di rahmatNya saya dapat menyelesaikan tugas makalah saya ini dengan baik. Walaupun di dalamnya mungkin masih banyak kekurangannya namun saya meminta maaf atas kesalahan dalamnya mungkin masih banyak kekurangannya namun saya meminta maaf atas kesalahan itu.
itu.
Saya mengucapkan hormat dan terima kasih banyak kepada guru mata pelajaran Saya mengucapkan hormat dan terima kasih banyak kepada guru mata pelajaran Ekonomi yang membimbing dalam menyelesaikan tugas-tugas makalah ini.
DAFTAR ISI
Sampul
Kata Pengantar ………. i
Daftar Isi ………. ii
Bab I Perkoperasian 1. Sejarah perkembangan Koperasi di luar Negeri dan di Indonesia ……….. 1
2. Pengertian Koperasi ………. 7
3. Landasan dan Asas Koperasi Sekolah ……….. 7
4. Tujuan, ciri-ciri dan prinsip koperasi ……….. 8
5. Fungsi, peran dan jenis- jenis Koperasi ……… 9
Bab II. Pengolahan Koperasi 1. Rapat Anggota ………. 11
2. Pengurus ……….. 12
3. Pengawas ……….. 12
4. Sumber pemodalan dan sisa hasil usaha (SHU) Koperasi ………... 13
5. Proses Pendirian Koperasi ……… 16
Bab III. Koperasi Sekolah 1. Pengertian dan tujuan Koperasi Sekolah ………. 18
2. Pembentukan Koperasi Sekolah ……….. 18
3. Pengelolaan Koperasi Sekolah ………. 19
4. Pengembangan Koperasi Sekolah ……… 20
5. Simulasi pendirian Koperasi Sekolah ………. 20 Bab IV. Kesimpulan
BAB 1
PERKOPERASIAN
1. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KOPERASI DUNIA DAN INDONESIA a. Koperasi Dunia
Gerakan Koperasi di dunia, di mulai pada pertengahan abad 18 dan awal abad 19 di Inggris. Lembaga ini sering disebut dengan “KOPERASI PRAINDUSTRI”. Dari sejarah perkembangannya, dimulai dari munculnya revolusi industri di Inggris tahun 1770 yang menggantikan tenaga manusia dengan mesin-mesin industri yang berdampak pada semakin besarnya pengangguran hingga revolusi Perancis tahun 1789 yang awalnya ingin menumbangkan kekuasaan raja yang feodalistik, ternyata memunculkan hegemoni baru oleh kaum kapitalis. Semboyan Liberte-Egalite-Fraternite (kebebasan-persamaan-kebersamaan) yang semasa revolusi didengung-dengungkan untuk mengobarkan semangat perjuang rakyat berubah tanpa sedikitpun memberi dampak perubahan pada kondisi ekonomi rakyat. Manfaat
Liberte (kebebasan) hanya menjadi milik mereka yang memiliki kapital untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Semangat Egalite dan Fraternite (persamaan dan persaudaraan) hanya menjadi milik lapisan masyarakat dengan strata sosial tinggi (pemilik modal kapitalis). Perkembangan Koperasi Di Eropa.
1. Perkembangan Koperasi di Prancis
Revolusi Perancis dan perkembangan industri telah menimbulkan kemiskinan dan penderitaan bagi rakyat Perancis. Kelahiran koperasi yang didasari oleh adanya penindasan dan kemiskinan yang terjadi pada masyarakat kalangan bawah (buruh) di dalam sistem kapitalisme yang berkembang pesat saat itu, ternyata harus berhadapan pula dengan kelemahan dari dalam koperasi sendiri. Kurangnya modal, kesadaran dan pengetahuan yang rendah dari anggota dan pengurus menyebabkan koperasi sulit berkembang secara pesat. Di sisi lain, ideologi sosialisme yang muncul sebagai reaksi dari kekurangan-kekurangan kapitalisme itu ternyata tidak mampu berbuat banyak untuk merubah keadaan saat itu.
Berkat dorongan pelopor-pelopor merekaseperti Charles Forier, Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle, yang menyadari perlunya perbaikan nasib rakyat, para pengusaha kecil di Perancis berhasil membangun Koperasi-koperasi yang bergerak dibidang produksi.
Charles Fourier (1772-1837) seorang sosialis Perancis menganjurkan berdirinya unit-unit produksi “Falansteires” yang mengedepankan semangat kebersamaan baik kepemilikan
kapital, mengupayakan kebutuhan sendiri dan kepemilikan terhadap alat-alat produksi secara bersama-sama. Louis Blanc (1811-1882) meskipun terpengaruh oleh cita -cita Charles Fourier tetapi Louis Blanc mencoba lebih realistis dengan menyusun rencana yang lebih konkret. Louis Blanc mengusulkan kepada pemerintah untuk mendirikan tempat-tempat kerja untuk kaum buruh dalam bentuk Atelier Sosiaux (Atelier Sosial) dimana kaum buruh mengorganisir sendiri dengan cara kooperatif dan diawasi oleh pemerintah. Selain mendapatkan upah kerja, kaum buruh juga mendapat bagian dari laba usaha. Saint Simon (1760-1825) berpendapat bahwa masalah sosial dapat diatasi jika masyarakat diatur menjadi “Assosiasi Produktif”
Dewasa ini di Perancis terdapat Gabungan Koperasi Konsumsi Nasional Perancis (Federation Nationale Dess Cooperative de Consommation), dengan jumlah Koperasi yang tergabung sebanyak 476 buah. Jumlah anggotanya mencapai 3.460.000 orang, dan toko yang dimiliki berjumlah 9.900 buah dengan perputaran modal sebesar 3.600 milyar franc/tahun.
2. Perkembangn Koperasi di Inggris
Koperasi didirikan di kota Rochdale, Inggris pada tahun 1844. Koperasi ini di pandang sukses. Koperasi yang dipelopori oleh 28 anggota tersebut dapat bertahan dan sukses karena didasari oleh semangat kebersamaan dan kemauan untuk berusaha. Mereka duduk bersama dan menyusun berbagai langkah yang akan dilakukan sebelum membentuk sebuah satuan usaha yang mampu mempersatukan visi dan cita-cita mereka. Mereka mulai menyusun pedoman kerja dan melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang mereka susun bersama. Walaupun pada awalnya banyak mengalami hujatan, tetapi toko yang dikelola secara bersama-sama tersebut mampu berkembang secara bertahap. Rochdale Equitable Pioneer’s
Cooperative Society, dengan prinsip-prinsip koperasinya : 1. Keanggota yang bersifat terbuka.
2. Pengawasan secara demokratis.
3. Bunga yang terbatas atas modal anggota.
4. Pengembalian sisa hasil usaha sesuai dengan jasanya pada koperasi.
5. Barang-barang hanya dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan harus secara tunai.
6. Tidak ada perbedaan berdasarkan ras, suku bangsa, agama dan aliran politik.
7. Barang-barang yang dijual adalah barang-barang yang asli dan bukan yang rusak atau palsu.
8. Pendidikan terhadap anggota secar berkesinambungan.
Dari pedoman koperasi di Rochdale inilah prinsip-prinsip pergerakan koperasi dibentuk. Meskipun masih sangat sederhana tetapi apa yang dilakukan koperasi Rochdale dengan prinsip-prinsipnya telah menjadi tonggak bagi gerakan koperasi di seluruh dunia. Prinsip- prinsip koperasi Rochdale tersebut kemudian dibakukan oleh I.C.A dan disampaikan dalam
konggres I.C.A di Paris tahun 1937. 3. Perkembangn Koperasi di Jerman.
Sekitar tahun 1848, saat Inggris dan Perancis telah mencapai kemajuan, muncul seorang pelopor yang bernama F. W. Raiffeisen, walikota di Flammersfield. Ia menganjurkan agar
kaum petani menyatukan diri dalam perkumpulan simpan-pinjam.
Setelah melalui beberapa rintangan, akhirnya Raiffesien dapat mendirikan Koperasi dengan pedoman kerja sebagai berikut :
1. Anggota Koperasi wajib menyimpan sejumlah uang.
2. Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman dengan membayar bunga.
3. Usaha Koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat agar tercapai kerjasama yang erat.
4. Pengurusan Koperasi diselenggarakan oleh anggota yang dipilih tanpa mendapatkan upah.
5. Keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membantu kesejahteraan masyarakat Pelopor Koperasi lainnya dari Jerman ialah seorang hakim bernama H. Schulze yang berasal dari kota Delitzcsh. Pada tahun 1849 ia mempelopori pendirian Koperasi simpan-pinjam yang bergerak di daerah perkotaan. Pedoman kerja Koperasi simpan-pinjam Schulze adalah :
1. Uang simpanan sebagai modal kerja Koperasi dikumpulkan dari anggota 2. Wilayah kerjanya didaerah perkotaan.
3. Pengurus Koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya. 4. Pinjaman bersifat jangka pendek.
5. Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada anggota. 4. Perkembangn Koperasi Di Denmark
Jumlah anggota Koperasi di Denmark meliputi sekitar 30% dari seluruh peduduk Denmark. Hampir sepertiga penduduk pedesaan Denmark yang berusia antara 18 s/d 30 tahun balajar di perguruan tinggi.
Dalam perkembangannya, tidak hanya hasil-hasil pertanian yang didistribusikan melalui Koperasi, melainkan meliputi pula barang-barang kebutuhan sector pertanian itu sendiri. Selain itu, di Denmark juga berkembang Koperasi konsumsi. Koperasi-koperasi konsumsi ini kebanyak didirikan oleh serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan.
5. Perkembangn Koperasi Di Swedia
Salah seorang pelopor Koperasi yang cukup terkemuka dari Swedia bernama Albin Johansen. Salah satu tindakannya yang cukup spektakuler adalah menasionalisasikan perusahaan penyaringan minyak bumi yang menurut pendapatnya, dapat dikelola dengan cara yang tidak kalah efisiennya oleh Koperasi. Pada tahun 1911 gerakan Koperasi di Swedia berhasil mengalahkan kekuatan perusahaan besar. Pada tahun 1926 Koperasi berhasil menghancurkan monopoli penjualan tepung terigu yang dimilikki perusahan swasta.Pada akhir tahun 1949, jumlah Koperasi di Swedia tercatat sebanyak 674 buah dengan sekitar 7.500 cabang dan jumlah anggota hampir satu juta keluarga. Rahasia keberhasilan Koperasi-koperasi Swedia
adalah berkat program pendidikan yang disusun secara teratur dan pendidikan orang dewasa di Sekolah Tinggi Rakyat (Folk High School), serta lingkaran studi dalam pendidikan luar sekolah. Koperasi Pusat Penjualan Swedia (Cooperative Forbundet), mensponsori program- program pendidikan yang meliputi 400 jenis kursus teknis yang diberikan kepada karyawan
dan pengurus Koperasi.
6. Perkembangan Koperasi Di Amerika Serikat.
Keadaan sosial ekonomi Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-19 hampir sama dengan Inggris. Menurut catatan, jumlah Koperasi yang tumbuh antara tahun 1863-1939, berjumlah 2600 buah. Sekitar 57% dari Koperasi-koperai ini mengalami kegagalan.
Menurut catatan, dalam periode 1909-1921, sekitar 52% dari seluruh pekumpulan Koperasi pertanian yang ada telah bekerja secara efektif. Dalam perkembangannya, ada banyak jenis Koperasi yang berkembang di Amerika Serikat. Di daerah pedesaan antara lain dikenal adanya Koperasi Asuransi Bersama, Koperasi Llistrik dan Telepon, Koperasi Pengawetan
Makanan, Koperasi Simpan-Pinjam dan Koperasi Penyediaan Benih. Sedangkan Koperasi-koperasi di perkotaan seringkali menyelenggarakan toko-toko eceran. Koperasi kredit dan Koperasi Perumahan juga banyak ditemukan dikota-kota, di Amerika Serikat juga berkebang Koperasi Rumah Sakit dan Koperasi Kesehatan.
Koperasi pertama yang berdiri di Amerika Serikat adalah The Philadelphia
Contributionship From Lose By Fire. Semacam asuransi kebakaran. Berikutnya berdiri koperasi pengairan yang mengurus irigasi pertanian.Dan pada tahun 1880 berdiri koperasi-koperasi pertanian yang besar (History and Performance of Inkopkar 1995). Sementara itu, di Amerika Serikat, selama bertahun-tahun juga telah berkembang perkumpulan simpan pinjam yang dikenal dengan nama Credit Union, berkat anjuran Alphonso Desjardin (1854- 1921). Sebelumnya masyarakat pernah mencoba mendirikan perkumpulan serupa, seperti yang pernah didirikan oleh kaum pekerja pada tahun 1892 yang bernama The Boston Globe. Namun kurang mendapat sambutan masyarakat karena dinilai terlalu mengejar keuntungan,
sehingga tidak mencerminkan suatu bentuk kerja sama dan tolong menolong.Alphonso, memulai usaha simpan pinjam dengan mendirikan semacam “Bank Rakyat” pada tahun 1900 di Levis Queebec, dengan menggerakkan kegiatan menabung di kalangan petani maupun buruh dan selanjutnya meminjamkan kepada sesama anggota yang memerlukan.
Perkembangan yang pesat usaha simpan pinjam melalui “bank rakyat ” mendorong Alphonso berpikir akan perlunya landasan hukum bagi usaha tersebut.Atas usaha keras Alphonso bersama temannya Edward A Filene (1860-1913), pada tahun 1909, lahirlah undang-undang pertama tentang koperasi Simpan pinjam di Massachussets. Dalam perkembangannya, undang-undang tentang koperasi simpan pinjam itu juga mulai melebar ke New Hampshire.Koperasi simpan pinjam tersebut selanjutnya menjadi model atau teladan bagi seluruh koperasi simpan pinjam di Amerika Serikat, bahkan sampai ke Kanada.
Sampai tahun 1915, jumlah koperasi simpan pinjam atau credit union telah bertambah menjadi 11 unit dan tiga tahun kemudian meningkat menjadi 42 unit.Dan sampai tahun 1934 telah bertambah menjadi sekitar 2.400 unit yang tersebar di 38 negara bagian.Pada tahun tersebut, Presiden Roosevelt menandatangani Federal Credit Union Act.Dan pada tahun itu pula terbentuk Federal Credit Union yang menamakan diri sebagai National Credit Union
Association, yang berkedudukan di Madison, Wiscounsin. 7. Perkembangan Koperasi Di Jepang.
Koperasi pertama kali berdiri di Negara ini pada tahun 1900 (33 tahun sesudah pembaharuan oleh Kaisar Meiji), atau bersamaan waktunya dengan pelaksanaan Undang-undang Koperasi Industri Kerajinan. Cikal bakal kelahiran Koperasi di Jepang mulai muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh masyarakat pedalaman.
Gerakan Koperasi pertanian mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya ketika penduduk Jepanng menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933. Di Jepang ada dua bentuk Koperasi pertania. Yang pertama disebut Koperasi
Pertanian Umum. Koperasi ini bekerja atas dasar serba usaha, misalnya menyelenggarakan usaha pemasaran hasil pertanian, menyediakan kredit untuk usaha perasuransian, pemberian bimbingan dan penyuluhan pertanian bagi usaha tani. Bentuk Koperasi yang lain disebut Koperasi Khusus. Koperasi ini hanya menyelenggarakan satu jenis usaha seperti Koperasi buah, Koperasi daging ternak, Koperasi bunga-bungaan dan sebagainya. Pada umumnya
Koperasi-koperasi pertanian di Jepang menyelenggarakan bentuk usaha Koperasi yang pertama.
Perlu ditambahakan, Koperasi-koperasi yang menyelenggarakan kegiatan serba usaha juga tergabung dalam sebuah Koperasi Induk yang bernama Gabungan Perkumpulan Koperasi Pertanian Nasional (Zenkoku Nogyo Kyodokumiai Chuokai). Titik berat kegiatan Koperasi Gabungan atau ZEN-Noh ini adalah penyaluran sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian. Selain itu di Jepang juga terdapat Induk Koperasi Asuransi Bersama, Induk
Koperasi Perbankan untuk pertanian-kehutanan dan pusat asosiasi penerbitan. 8. Perkembangan Koperasi Di Korea
Perkembangan Koperasi di Korea, khususnya Koperasi pedesaan, dimulai pada awal abad ke-20. Di Korea ada dua organisasi pedesaan yang melayani kebutuhan kredit petani, yakni Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian.
Pada tahun 1961dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Koperasi pertanian yang baru, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu dengan nama Gabungan Koperasi Pertanian Nasional (National Agricultural Cooperative Federation), disingkat NACF. Gabungan ini bekerja atas dasar prinsip-prinsip Koperasi yang modern dan melakukan kerjanya atas dasar serba usaha (Multipurpose). NACF bertugas mengembangkan sector pertanian, meningkatkan peran ekonomi dan sosial petani, serta menyelenggarakan usaha-usaha peningkatan budaya rakyat.
9. Thailand
Sejarah perkembangan koperasi di Thailand
1. Pembentukan departemen pada tahun 1915, mengawali kelahiran koperasi pertama di Thailand
2. Departemen promosi koperasi di Thailand memiliki visi untuk memprmosikan dan mengmbangkan kelompok promosi & kelompok petani menuju ketahanan & kemandiria
3. Departemen koperasi memberikan bimbingan dari sisi administrasi, kelembagaan, dan efisiensi dari kelompok petani tersebut.
10. India
Sejarah perkembangan koperasi di India
1. India medirikan koperasi kredit ala Raffesian pada tahun 1907 dan menyusun UU yang kemudian diperbaharui pada tahun 1912
2. UU koperasi India di adopsi oleh Negara Amerika, Afrika& Asia termasuk indoesia 3. Pada awal pertumbuhan koperasi di india yang menjadi adalan adalah koperasi
11. Timur Leste
Sejarah perkembangan koperasi di TimurLeste
1. Pertumuhankoperasi di TimurLeste mengadopsi model koperasi wanitaSetia Budi Wanita (SBW) JawaTimur, terutama dalam hal manajemen tanggung renteng
2. Koperasi di TimurLeste merupakan salah satu pilar ekonomi Negara selain sector pulik&swasta
3. Jumlah koperasi di TimurLestesebanyak 84 unit. Kegiatannya berimbang antara koperasi simpan pinjamdan koperasiserbausaha. Sampaipadatahun 2017, pemerintah menargetkan koperasi tumbuh menjadi 300 koperasi.
12. Filipina
Sejarah perkembangankoperasi di Filipina
1. Lahirnyakoperasi di Filipina dipicuolehlahirnyakebijakanreformaAgraria
2. Koperasi yang berhasil di Filipina adalahFederasiKoperasi Mindanao (FEDCO), yang memiliki sekitar 20 anggota koperasi& 3600 petani perorangan. Koperasi ini mengelola hampir 5000 hektar lahan dengan komoditi pisang
3. MIDECO adalah salah satu koperasi yang pendiriannya didukung oleh LSM pada tahun 1986.
13. Malaysia
Sejarah perkembangan koperasi di Malaysia
1. Gerakakoperasi di Malaysia diperkenalkan pada tahun 1909 oleh pemerintah colonial 2. Penciptaan RIDA (OtoritaPengembangan Pedesaan&Industri) pada tahun 1990
membantu menfalisitasi melalui pegembanganpedesaan yang terintegrasi
3. Gerakan koperasi yang terkenal di Malaysia adalah gerakan koperasi pengembangan perumahan
b. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk
menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Di Indonesia pada 1895 di Leuwiling, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh Patih di Purwokerto, Jawa Tengah, R. Aria Wiraatmadja mendirikan Bnk Simpan Pinjam untuk menulong teman sejawatan pada pegawai negeri pribumi..
Pada 1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviser Voor Volks credietzwezen diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.
Pada 1965 pemerintah mengeluarkan Undang-undang No. 14th dimana perinsip NASAKOM di terapkan di koperasi. Tahun ini juga dilaksankan munaskop II di Jakarta.
Organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi sangat perlu diperbaiki. Para pengusaha dan petani ekonomi lemah sering kali menjadi hisapan kaum tengkulak dan lintah darat. Cara membantu mereka adalah mendirikan koperasi di kalangan mereka. Dengan demikian pemerintah dapat menyalurkan bantuan berupa kredit melalui koperasi tersebut. Untuk menanamkan pengertian dan fungsi koperasi di kalangan masyarakat diadakan penerangan dan pendidikan kader-kader koperasi.
2. PENGERTIAN KOPERASI
a. Pengertian Koperasi Menurut Istilah
Pengertian koperasi secara sederhana berawal dari kata ”co” yang berarti bersama dan ”operation” (operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama. Sedangkan pengertian umum, Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud mensejahterakan anggota.
b. Pengertian Koperasi Menurut Undang – Undang
UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian I ndonesia)
Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan.
c. Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli Berikut ini pengertian koperasi menurut para ahli : 1. Dr. Fay ( 1980 )
Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi. 2. R.M Margono Djojohadikoesoemo
Koperasi adalah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.
3. Prof. R.S. Soeriaatmadja
Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nir laba atau dasar biaya.
Jadi, Koperasi adalah Asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.
3. LANDASAN DAN ASAS KOPERASI Landasan koperasi:
Landasan idill, untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur tidak lepas dari hukum, lamdasan berpijak koperasi adalah panscasila.
Landasan struktural UUD 1945, koperasi berkedudukan sebagai guru perekonomian nasional yang tercantum di UUD 1945.
Asas koperasi:
Gotong royong, semua anggota koperasi harus memiliki sifat berkerja sama, toleransi, dan tidak boleh memtingkan diri sendiri.
Kekeluargaan, dalam koperasi semua anggota harus saling mempercayai dan saling membantu satu sama lain.
4. TUJUAN, CIRI-CIRI DAN PRINSIP KOPERASI a. Tujuan Koperasi
Koperasi diharapkan mampu Mencapai Tujuannya yaitu sebagai berikut (dalam pasal 4 UU N. 25 tahun 1992) :
Membangun dan mengembangkan potensi atau kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.
Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas keluarga dan demokrasi ekonomi.
b. Ciri- Ciri Koperasi ciri dari koperasi ialah :
1. Sifat sukarela pada keanggotannya
2. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam kopeerasi 3. Koperasi bersifat nonkapitalis
4. Kegiatannya berdasarkan pada prinsip swadaya (usaha sendiri), swakerta (buatan sendiri), swasembada (kemampuan sendiri).
5. Perkumpulan orang.
6. Pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa. Jasa modal dibatasi.
7. Tujuannya meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki kesejahteraan anggotanya, pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
8. Modal tidak tetap, berubah menurut banyaknya simpanan anggota.
9. Tidak mementingkan pemasukan modal/pekerjaan usaha tetapi keanggotaan pribadi dengan prinsip kebersamaan.
10. Dalam rapat anggota tiap anggota masing-masing satu suara tanpa memperhatikan jumlah modal masing-masing.
c. Prinsip Koperasi
Menurut Pasal 5 Undang Undang No.25 1992, Prinsip Koperasi adalah sebagai berikut :
Keanggotaan bersifat Sukarela dan terbuka Pengelolaan bersifat Demokratis
Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) secara adil, sebanding dengan besar jasa usaha setiap anggota
Pemberian Balas Jasa Terbatas pada modal Kemandirian
Pendidikan dan Pelatihan Pengkoperasian Kerjasama Antarkoperasi
Kepedulian terhadap masyarakat
5. FUNGSI PERAN DAN JENIS-JENIS KOPERASI a. Fungsi Peran Koperasi
Fungsi koperasi adalah sebagai berikut :
Sebagai Pusat Penting Perekonomian Indonesia
Sebagai Upaya Mendemokrasikan Sosial Ekonomi Indonesia Meningkatkan Kesejahteraan anggota dan Masyarakat
Ikut Membangun Tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan Makmur dengan berlandaskan dasar hukum negara.
Peranan koperasi dalam perekonomian
Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha
bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi rakyat.
Memperkukuh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional.
Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Secara aktif terlibat dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan
masyarakat.
Koperasi meningkatkan tingkat pendidikan rakyat.
b. Jenis-jenis Koperasi
1. Koperasi Berdasarkan Jenisnya ada 4, yaitu :
Koperasi Produksi (Koperasi Produksi melakukan usaha produksi atau menghasilkan barang)
Koperasi konsumsi (Koperasi Konsumsi menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam bentuk barang)
Koperasi Simpan Pinjam (Koperasi Simpan Pinjam melayani para anggotanya untuk menabung dengan mendapatkan imbalan)
Koperasi Serba Usaha (Koperasi Serba Usaha (KSU) terdiri atas berbagai jenis usaha)
2. Berdasarkan keanggotaannya
Koperasi Pegawai Negeri (Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat maupun daerah)
Koperasi Unit Desa (KUD) (Koperasi Unit Desa beranggotakan masyarakat
pedesaan. KUD melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama berkaitan dengan pertanian atau perikanan (nelayan)
Koperasi Sekolah (Koperasi sekolah beranggotakan warga sekolah yaitu guru,
karyawan, dan siswa)
3. Berdasarkan Tingkatannya
Koperasi Primer (Koperasi primer merupakan koperasi yang beranggotakan
orang-orang)
Koperasi sekunder (Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan
beberapa koperasi)
4. Jenis koperasi berdasarkan fungsinya
Koperasi Konsumsi (didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari para
anggotanya)
Koperasi Jasa (adalah untuk memberikan jasa keuangan dalam bentuk pinjaman
kepada para anggotanya)
Koperasi Produksi (Bidang usahanya adalah membantu penyediaan bahan baku,
penyediaan peralatan produksi, membantu memproduksi jenis barang tertentu serta membantu menjual dan memasarkannya hasil produksi tersebut)
BAB II
PENGOLAHAN KOPERASI
1. RAPAT ANGGOTA1) Tugas rapat anggota
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat anggota menetapkan hal-hal berikut.
Anggaran dasar
Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi. Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas.
Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan.
Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam melaksanakan tugasnya. Pembagian sisa hasil usaha.
Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi. (2) Tata cara pengambilan keputusan
berkaitan dengan keputusan yang diambil dalam rapat anggota, perlu diperhatikan hal-hal berikut.
Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah, pengambilan keputusan
dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
Dalam pemungutan suara, setiap anggota mempunyai hak satu suara. (3) Hak rapat anggota
rapat anggota memiliki hak-hak sebagai berikut.
Rapat anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas mengenai pengelolaan koperasi.
Rapat anggota diadakan paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun.
Rapat anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban pengurus diselenggarakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku berlaku.
(4) Rapat anggota luar biasa
Menurut pasal 27 UU No. 25 tahun 1992, koperasi dapat melakukan rapat anggota luar biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada rapat anggota.
Rapat anggota luar biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota koperasi atau atas keputusan pengurus yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar.
Rapat anggota luar biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang rapat anggota sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 UU No. 25 tahun 1992.
Persyaratan, tata cara, dan tempat penyelenggaraan rapat anggota luar biasa diatur dalam anggaran dasar.
2. PENGURUS
Pengurus adalah orang-orang kepercayaan anggota yang diberi tugas dan wewenang untuk menjalankan roda organisasi dan usaha koperasi. Pengurus wajib menjalankan kehendak anggota yang disampaikan dalam Rapat Anggota, masa jabatan pengurus paling lama 5 (lima) tahun dengan formasi minimal terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. UU Nomor 25 tahun 1992 pasal 30 a yat 1 menyebutkan bahwa tugas pengurus adalah sebagai berikut:
1. mengelola koperasi dan usahanya;
2. mengajukan a) Rencana kerja, b) RAPBK; 3. menyelenggarakan rapat anggota;
4. bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas;
5. menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris koperasi; 6. memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
Adapun wewenang pengurus sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 25 tahun 1992 pasal 30 ayat 2 adalah sebagai berikut.
1. mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan;
2. memutuskan penerimaan dan penolakan anggotabaru sertapemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar;
3. melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggungjawabnya dan keputusan rapat anggota.
3. PENGAWAS
(1) Ketentuan tentang pengawasan koperasi
Beberapa ketentuan tentang pengawas koperasi adalah sebagai berikut.
Pengawas dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Pengawas bertanggung jawab pada rapat anggota.
Persyaratan untuk dipilih dan diangkat sebagai anggota pengawas ditetapkan dalam
anggaran dasar.
(2) Tugas pengawas koperasi
Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan
koperasi.
Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.
(3) Wewenang pengawas koperasi
Pengawas meneliti catatan yang ada pada koperasi.
4. SUMBER PEMODALAN SISA HASIL USAHA (SHU ) KOPERASI
Sumber Permodalan Koperasi dan Koperasi Sekolah
Berdasarkan UU Nomor 25 tahun 1992 pasal 41 dan 42 bahwa modal Koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri dapat berasal dari sumber-sumber sebagai berikut.
a. Simpanan Pokok
Yaitu sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.
b. Simpanan Wajib
Yaitu sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih
menjadi anggota koperasi.
c. Dana Cadangan
Yaitu sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU). Dana cadangan berfungsi untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila
diperlukan.
d. Hibah
Yaitu dana pemberian dari orang atau lembaga lain kepada koperasi secara sukarela. Adapun modal pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi lainnya dan/atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya. Selain modal sendiri dan modal pinjaman, koperasi dapat pula melakukan pemupukan modal yang juga berasal dari modal penyertaan dari pemerintah, anggota masyarakat, badan usaha dan badan-badan lainnya.
Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi dan Koperasi Sekolah
Jika Anda berbelanja di salah satu toko modern, kegiatan transaksi anda tidak akan dihitung sebagai jasa usaha/transaksi. Namun berbeda jika kalian berbelanja di koperasi, setiap transaksi kalian, akan diakumulasikan menjadi jasa usaha/transaksi anda dan setelah satu tahun buku hal tersebut akan menjadi dasar perhitungan besamya SHU yang akan kalian dapatkan dari koperasi. Apa sesungguhnya Sisa Hasil Usaha (SHU) itu? Jika Anda bergabung menjadi anggota koperasi, maka salah satu keuntungannya setiap tahun akan mendapatkan SHU.
UU Nomor 25 tahun 1992 pasal 45 menyebutkan bahwa SHU merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
Besamya dana cadangan dan komponen distribusi SHU lainnya ditetapkan dalam Rapat Anggota.
Berikut contoh distribusi SHU yang biasa ditetapkan dalam AD/ART koperasi
No. Komponen Persentase
1 Cadangan 25%
2 Anggota 30%
3 Pengurus 10%
4 Pengawas 7,5%
5 Karyawan 2,5%
6 Dana Pengembangan Koperasi 5% 7 Dana Pendidikan 10%
8 Dana Sosial 5%
Jumlah 100%
Khusus pembagian SHU bagi anggota, pedoman dasarnya adalah prinsip koperasi yang
ketiga yaitu “pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usalia anggota”. Dengan demikian, faktor modal tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan besarnya SHU bagi anggota, melainkan juga didasarkan lcepada partisipasi transaksi anggota dengan koperasi. Depgan kata lain, terdapat dua pertimbangan pembagian SHU bagi anggota, yaitu SHU atas jasa modal dan SHU atas jasa transaksi/usaha. a. SHU atas Jasa Modal/Simpanan
Besar kecilnya modal anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib menentukan besar kecilnya SHU anggota atas jasa modal. Hal ini mencerminkan anggota sebagai pemilik
(owner) yang memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi permodalan. Atas kontribusi anggota tersebut, koperasi memberikan balas jasa dari SHU yang diperolehnya selama satu tahim buku.
b. SHU atas Jasa Usaha/Transaksi
SHU atas jasa usaha/transaksi berbeda bagi setiap anggota, semaJdn banyak transaksi anggota tersebut terhadap koperasinya, maka semakin besar SHU anggota tersebut dari jasa usaha/transaksi. Hal inilah makna dari prinsip koperasi yang ketiga yakni pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha anggota. Pemberian SHU atas jasa usaha/ transaksi mencerminkan anggota sebagai pelanggan (user).
Berdasarkan dua pertimbangan pembagian SHU bagi anggota tersebut, maka dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan sebagai berikut.
SHU per anggota = Y + X Dimana:
Y = SHU koperasi yang dibagi atas aktivitas ekonomi (AE) X = SHU koperasi yang dibagi atas modal usaha (MU)
Adapun untuk menghitung SHU koperasi yang dibagi atas aktivitas ekonomi (AE) digunakan rumus sebagai berikut.
SHU Koperasi AE = TaTk (JUA) Dimana,
Ta = Total transaksi anggota Tk = Total transaksi koperasi JUA = Jasa usaha anggota Adapun untiik menghitung SHU koperasi yang dibagi atas modal usaha (MU) digunakan rumus sebagai berikut.
SHU Koperasi MU=SaSk (JMA) Dimana,
Sa = Jumlah simpanan anggota
Sk = Total simpanan koperasi (total modal sendiri) JMA = Jasa modal anggota
Jika SHU anggota menurut AD/ART koperasi adalah 40% dari total SHU, dan rapat anggota menetapkan baliwa SHU bagian anggota tersebut dibagi secaraproporsional menrn ut jasa modal dan jasa usaha denganpembagian jasa usaha anggota (JUA) sebesar 70%, dan jasa modal anggota (JMA) sebesar 30%, maka terdapat, dua cara menghitung persentase JUA dan JMA sebagai berikut.
1. JUA dan JMA langsung dihitung dari total SHU Koperasi sebagai berikut.
JUA = 70% x 40% total SU koperasi setelah pajak = 28% dari total SHU koperasi JMA = 30% x 40% total SHU koperasi setelah pajak
= 12% total SHU koperasi
2. SHU bagian anggota (40%) dijadikan menjadi 100% sehingga dalam hal ini diperoleh terlebih dahulu angka absolut, kemudian dibagi sesuai dengan persentase yang ditetapkan, contohnya nilai 40% dari SHU anggota tersebut adalah Rp40.000.000,00 dari total SHU Rpl00.000.000,00, sehingga untuk menghitungJUA dan JMA sebagai berikut.
JUA = 70% x Rp40.000.000,00 JMA = 30% x Rp40.000.000,00
5. PROSES PENDIRIAN KOPERASI Langkah-langkah mendirikan Koperasi
cara pendirian koperasi
Langkah Pertama cara mendirikan koperasi
Perlu disadari pembentukan koperasi harus didasarkan kepada kebutuhan dan kesadaran. Sebelum mendirikan sebuah koperasi terlebih dahulu kita harus tahu hal-hal berikut. Perlu apa tidak koperasi di daerah ini? Jika perlu kenapa?
Apakah sudah ada rencana usaha yang akan dijalankan?
Bagaimana persiapannya seperti modal, tempat usaha dan sebagainya? Langkah Kedua
Segera diadakan rapat persiapan pembentukan yang menghadirkan calon pendiri, untuk koperasi primer dibutuhkan minimal 20 orang agar koperasi bisa berdiri. Kantor koperasi dan jenis usaha harus jelasa dan yang paling penting kesepahaman kebutuhan. Koperasi adalah
media bagi masyarakat untuk menumbuhkna kerjasama, gotong royong dalam konteks ekonomi, sehingga sangat penting setiap pendiri memahami tujuan mulai ini.
Langkah Ketiga
Pelaksanaan rapat pembentukan. Pada rapat pembentukan di tentukan pendiri dan pengurus serta pengesahan anggota dengan cara semua pendiri menanda tangani berita acara pembentukan koperasi kemudian ditentukan pengurus koperasi, anggaran dasar ( Peraturan- peraturan Pokok), serta rencana kerja dan rencana anggaran.
Langkah 4
Sosialisasikan koperasi yang baru dibentuk kepada pemerintah, calon relasi, masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Sesegera mungkin diadakan rapat pengurus yang akan membahas program kerja, peraturan- peraturan usaha dan administrasi. Jika koperasi ingin di buatkan badan hukum maka setelah
koperasi dibentuk langsung diajukan permohonan Badan Hukum Kepada Pemda TK II. Pengelolaan koperasi
Paling sedikit ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam usaha mensukseskan koperasi. adminstrasi yang baik, termasuk didalamnya adalah administrasi keuangan. Sumber Daya Manusia yang baik, bertagwa dan bertanggung jawab Pengelolaan anggota dan relasi yang baik. Syarat pendirian koperasi yang dikeluarkan oleh Depkop silahkan register untuk menuju dokumen cara pendirian koperasi.
BAB III
KOPERASI SEKOLAH
1. PENGERTIAN DAN TUJUAN KOPERASI SEKOLAH Pengertian Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah sering disebut juga dengan Koperasi Siswa. Koperasi Sekolah ialah koperasi yang didalam keanggotaannya murid sekolah tersebut baik negeri ataupun swasta. Fungsi koperasi sekolah yaitu untuk wadah dalam mendidik kesadaran berkoperasi di kalangan anggota atau siswa Koperasi sekolah untuk mengajarkan siswa dalam mengembangkan sifat dalam wirausaha kepada siswa dengan tidak perlu menunggu lepas dari sekolah, dan juga untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa, manfaat pada koperasi sekolah sudah pasti sangat dirasakan para siswa dengan adanya sebuah koperasi sekolah. Tujuan Koperasi Sekolah
Adapun beberapa tujuan dari koperasi sekolah yakni sebagai berikut :
Berusaha Dalam memberikan sebuah pendidikan keorganisasian, rasa gotong royong, toleransi dan setia kawan kepada para siswa.
Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sekolahnya sendiri.
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada siswa melalui koperasi. Untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan disiplin pada siswa dalam
kehidupan bermasyarakat.
Untuk menjaga supaya anggota koperasi dalam hal anak didik, dan tumbuh rasa saling pengertian.
Untuk mengembangkan dan melatih kepada siswa dalam berdemokrasi, dan agar mengeluarkan pendapat dan merasa sederajat dengan anggota koperasi lainnya.
Koperasi sekolah bisa menjadi wahana siswa untuk belajar dan bekerja. Dengan adanya sebuah koperasi sekolah, kebutuhan peralatan sekolah tersedia dan mudah didapatkan.
2. PEMBENTUKAN KOPERASI SEKOLAH
Sebuah landasan dasar dalam koperasi Indonesia berakar pada UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Bab ini berisi cita-cita untuk mengembangkan ekonomi berasas kekeluargaan. peraturan yang lebih rinci diatur dalam UU Nomor 25 Tahun 1992.
Undang-undang ini memberikan pedoman bagi pemerintah dan masyarakat tentang cara-cara untuk menjalankan koperasi, termasuk koperasi sekolah. unincorporated koperasi. administrator koperasi sekolah dan manajer yang dilakukan oleh siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru, terutama guru ekonomi dan koperasi.
Untuk itu sekolah membangun pertimbangan koperasi perlu diharapkan. Untuk itu untuk mendirikan sebuah koperasi sekolah, pertimbangan yang diperlukan untuk mengikuti dengan apa yang diharapkan.
Dasar-dasar pertimbangan pembentukan koperasi sekolah
Mendukung program pembangunan pemerintah di sektor koperasi melalui program pendidikan sekolah.
Meningkatkan kesadaran koperasi di kalangan mahasiswa.
Menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, teman setia, dan semangat koperasi. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan koperasi, untuk kemudian berguna
dalam masyarakat.
Membantu kebutuhan siswa dan mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan di luar sekolah.
3. PENGELOLAAN KOPERASI SEKOLAH
Kelangsungan koperasi sekolah sangat bergantung kepada peran aktif berbagai pihak di dalamnya, baik anggota, pengurus maupun pengawas.
a. Keanggotaan
Anggota koperasi sekolah adalah murid/siswa sekolah yang bersangkutan di mana koperasi sekolah didirikan. Keanggotaan koperasi sekolah tidak dapat dipindahtangankan kepada orang lain.
Keanggotaan berakhir jika:
- murid/anggota koperasi meninggal dunia, - murid/anggota koperasi pindah sekolah,
- murid/anggota koperasi berhenti sekolah karena tamat (lulus) atau al asan lainnya, - ketentuan lain yang ditetapkan dalam anggaran dasar.
Keanggotaan koperasi sekolah ditetapkan setelah ia mendaftarkan diri sebagai anggota, memenuhi, dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam koperasi sekolah serta telah membayar simpanan pokok kepada pengurus koperasi. Simpanan pokok merupakan persyaratan seorang siswa menjadi anggota koperasi.
b. Kepengurusan
Pengurus koperasi sekolah berasal dari anggota yang dipilih melalui rapat anggota atau yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Masa bakti pengurus ditetapkan 1 tahun dan dapat dipilih kembali untuk masa bakti 1 tahun lagi. Pengurus koperasi tetap atas pembinaan guru dan kepala sekolah.
c. Pengawas
Pengawas memegang peranan yang penting dalam organisasi koperasi karena ia memegang fungsi kontrol terhadap jalannya usaha koperasi. Pengawas koperasi sekolah dipilih dari kalangan orang tua murid sekolah yang bersangkutan dalam rapat anggota. Pemilihan anggota badan pengawas koperasi sekolah, sama halnya dengan cara memilih pengurus, yaitu dilakukan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Apabila anggota badan pengawas tidak memenuhi dari kalangan murid atau siswa, pengawas juga dapat diambil dari guru agar dapat membimbing para siswa.
Sebagaimana koperasi-koperasi lainnya, sumber modal koperasi sekolah diperoleh dari modal sendiri dan modal dari luar.
1) Modal sendiri, meliputi simpanan pokok, simpanan wajib, cadangan SHU (Sisa Hasil Usaha), dan hibah.
2) Modal dari luar meliputi simpanan sukarela, pinjaman bank, pinjaman dari koperasi lain, dan sumber lain yang sah.
e. Bagan Organisasi Koperasi Sekolah
Untuk menjalankan fungsinya, maka kepengurusan koperasi sekolah harus dapat bekerja sesuai dengan organisasi dalam koperasi sekolah.
4. PENGEMBANGAN KOPERASI SEKOLAH Pengembangan Koperasi di Sekolah
Rencana pendirian KOPSIS bagi sekolah yang belum ada KOPSIS dan rencana pengembangan KOPSIS bagi sekolah yang sudah berdiri KOPSIS, sebaiknya dituangkan ke dalam proposal pendirian/pengembangan. Proposal dapat dibuat oleh tim atau panitia pendirian yang beranggotakan para siswa yang mengambil peminatan Ilmu-Ilmu Sosial (IPS). Pemilihan daft penetapan tim atau panitia serta perumusan rencana pendirian/pengembangan KOPSIS difasilitasi oleh guru ekonomi.
Proposal setidaknya berisikan tentang empat tahapan pendirian KOPSIS sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu pembentukan panitia pendirian koperasi sekolah, rapat pembentukan koperasi sekolah, pendaftaran koperasi sekolah serta pendidikan dan pelatihan
dasar koperasi bagi pengurus, pengawas, dan anggota.
Sistematika isi proposal rencana pembentukan KOPSIS setidaknya berisikan tentang hal-hal sebagai berikut.
a. Latar Belakang
b. Dasar Hukum Pendirian c. Tujuan Pendirian
d. Tahapan Pendirian
1) Tahap Pembentukan Panitia Pendirian KOPSIS 2) Tahap Rapat Pembentukan KOPSIS
3) Tahap Pendaftaran KOPSIS
4) Tahap Pendidikan dan Pelatihan Dasar Koperasi bagi Pengurus, Pengawas dan Anggota KOPSIS
e. Jadwal (Times Scedhule) Pendirian f. Anggaran Pendirian
g. Penutup
5. SIMULASI PENDIRIAN KOPERASI SEKOLAH
Siswa dapat menyimulasikan langkah-langkah pendirian koperasi sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya. Khususnya simulasi pemilihan panitia pendirian, rapat pembentukan
dan pendaftaran KOPSIS. Adapun gambaran kegiatan dari setiap tahapan pembentukan KOPSIS sebagaimana sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya.
Adapun alternatif struktur organisasi pengurus KOPSIS yang dapat dikembangkan sebagai koperasi kader dan kader koperasi sebagai berikut.
BAB IV
KESIMPULAN
KoperasiAwalnya koperasi didirikan karena penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Hal itu menyebabkan munculnya ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh Patih di Purwokerto, Jawa Tengah, R. Aria Wiraatmadja pada tahun 1896. Pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan konggres koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Tanggal dilaksanakannya konggres ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Koperasi merupakan asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh
anggotanya.
Adanya pergantian lambang koperasi di karenakan Lambang koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia. Koperasi didirikan untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Koperasi menyediakan kebutuhan setiap anggotanya dengan harga terjangkau. Koperasi berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Masyarakat ikut serta menjadi anggota koperasi di dalamnya. Modal koperasi di dapatkan dari modal sendiri maupun modal pinjaman. Dengan adanya koperasi, kesejahteraan rakyat akan meningkat.
Koperasi sekolah
Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di sekolah yang anggota-anggotanya terdiri dari siswa. Mereka dilatih untuk mengembangkan ketrampilannya dan bersikap tanggung jawab. Landasan pokok koperasi sekolah yaitu: UUD 1945 pasal 33 ayat 1. Modal koperasi sekolah di dapat dari modal sendiri dan modal dari pihak luar. Lapangan Usaha Koperasi sekolah berada dalam lingkungan sekolah yang usahanya meliputi sektor ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan para siswa sekolah. Dengan adanya koperasi sekolah, siswa mudah mendapatkan keperluan sekolah dengan harga yang terjangkau.
MAKALAH EKONOMI
“PERKOPERASIAN DAN PENGELOLAAN KOPERASI SEKOLAH”
OLEH :
Nama : RINI KRISYANTI M Kelas : X IIS 1
SMA NEGERI 8 LUWU TIMUR 2017