Dekonstruksi Asas Legalitas dalam Pembaharuan Hukum Pidana dan Hukum Islam - Repositori UIN Alauddin Makassar
Teks penuh
Dokumen terkait
Soesilo zina adalah persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan isteri atau suaminya, supaya
menggunakan sumber data primer yang berasal dari literatur-literatur bacaan antara lain dari kitab-kitab, buku bacaan, naskah sejarah, sumber bacaan media
Tindak pidana pencurian berdasarkan tabel diatas, telah selesai atau dengan kata lain pelaku tindak pidana Pencurian yang dilaporkan pada tahun 2017 pelakunya telah
34 menjelaskan bahwa kemudaratan yang dapat ditimbulkan oleh perjudian antara lain, selain perbuatan itu sendiri merupakan cara peralihan (memakan) harta dengan
merupakan salah satu jalan keluar yang di anggap baik karena menguntungkan para pihak serta dapat memperbaiki keadaan sosial suatu masyarakat. Implikasi dari penelitian ini
Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa perilaku atau tradisi pemujaan pada masyarakat Wale-ale tidak dibenarkan dalam ajaran agama Islam, karena setiap perbuatan
Seperti halnya dengan Asas legalitas yang tergambarkan dalam ungkapan “ nullum delictum nulla poena sine praevia lege poenali” yang kemudian menjadi asas dan merupakan
1) Perbuatan zina dilakukan secara sadar dan sengaja. Jumhur ulama berpendapat bahwa orang yang terpaksa, baik laki-laki maupun perempuan, tidak dikenai