MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 6/PUU-IX/2011
PERIHAL
PENGUJIAN KITAB UNDANG-UNDANG NOMOR
12 TAHUN 2001 TENTANG GERAKAN PRAMUKA
TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
ACARA
PEMERIKSAAN PERBAIKAN PERMOHONAN
(II)
J A K A R T A
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 6/PUU-IX/2011 PERIHAL
Pengujian Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Gerakan Pramuka terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
PEMOHON M. Sholihin IF. ACARA
Pemeriksaan Perbaikan Permohonan (II)
Selasa, 8 Februari 2011 Pukul 13.05 – 13.26 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Ahmad Fadlil Sumadi (Ketua)
2) Muhammad Alim (Anggota)
3) Achmad Sodiki (Anggota)
Pihak yang Hadir: Pemohon:
1. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Sidang untuk perkara Nomor 6/PUU-IX/2011 dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
Saudara Pemohon, Saudara yang bernama M. Solihin IF, ya? 2. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Benar, Pak.
3. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Hari ini sesuai dengan jadwal persidangan perkara ini adalah untuk mengetahui perbaikan-perbaikan yang disarankan oleh Hakim pada persidangan yang lalu atau Saudara tetap pada permohonan tanpa perbaikan. Saya pastikan lebih dulu, apakah Saudara sudah melakukan perbaikan atau tidak akan melakukan perbaikan?
4. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Sudah, Pak.
5. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Sudah dilakukan perbaikan. Karena sudah dilakukan perbaikan, maka Saudara disilakan untuk menyampaikan secara…, pokok-pokoknya saja, apa yang sudah Saudara perbaiki, silakan. Pokok-pokoknya saja. 6. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Kewenangan Mahkamah Konstitusi (…) 7. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ya?
SIDANG DIBUKA PUKUL 13.05 WIB
8. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Bahwa Mahkamah Konstitusi sebagai pengawal dan penafsir tertinggi terhadap konstitusi berwenang untuk mengadili perkara pengujian Pasal 43 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang berbunyi Pasal 43 ayat (2), “Selain sumber keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.” Namun, implementasi dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dalam pasal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang berkaitan dengan materiil dan formil terhadap undang-undang. Untuk materiil hal-hal yang berkaitan dengan materiil itu sendiri yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, hal ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Namun tidak ada pengawasan atau pemeriksaan keuangan dan tidak ada sanksi atas…, bagi pelanggar transparan keuangan dana Pramuka yang tertera dalam Pasal 43 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Untuk formil ada kecacatan dalam melakukan pengesahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka karena terlalu cepat merespon situasi. Maka kemungkinan diduga ada penyuapan dalam pengesahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tersebut. Sebuah Undang-Undang harus menempatkan kepentingan masyarakat pada posisi tertinggi bukan untuk kepentingan sebagai kelompok saja. Maka, ada dugaan nantinya keuangan dana Pramuka akan dikorupsi oleh jajaran kwartir gerakan pramuka dengan
kongkalikong karena tidak diawasi dan dikontrol oleh lembaga atau pengawas keuangan dan tidak ada sanksi bagi pelanggar tranparan keuangan yang sangat merugikan keuangan negara dan daerah.
Implementasi dari Pasal 43 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 (…)
9. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke. Sekarang masalah kedudukan hukum, bagaimana? Itu kalau angka 1 arab itu…. 1 arab, 2 arab, ini kan enggak perlu dibaca ini? Coba intinya apa ini?
10. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Kedudukan hukum?
12. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya. Bahwa Pemohon ingin memajukan gerakan pramuka yang dapat dipercaya oleh masyarakat dengan mengamalkan Satya dan Dharma Pramuka demi kemajuan dan kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia maka Pemohon berjuang untuk memberantas korupsi di jajaran kwartir gerakan pramuka yang sering dilakukan oleh oknum-oknum kwartir gerakan pramuka yang bersembunyi dibalik seragam pramuka. Maka, Pemohon telah dirugikan hak konstitusionalnya karena adanya Pasal 43 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang kurang jelas.
13. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke. Jadi Saudara menganggap karena Saudara orang yang ingin pramuka maju, Saudara ingin memberantas korupsi di pramuka maka Saudara berdalil Saudara punya hak yang dirugikan dengan undang-undang itu, begitu?
14. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ya, Pak.
15. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke, sekarang yang berikutnya tentang alasan yang berkaitan dengan pengujian…, Saudara tadi kan ada pengujian formil, ada materiil itu, mana yang dimaksud itu? Gimana, coba Saudara terangkan saja deh, Saudara terangkan.
16. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Untuk yang form..., untuk yang materiil itu…, hanya implementasinya itu tidak ada menyangkut tentang pengawasan atau pengontrol keuangan dan tidak ada sanksi bagi pelanggar transparan keuangan dana Pramuka karena dana itu sudah jelas dari APBN dan dari APBD.
17. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Loh, begini kalau orang menyalahgunakan itu kan bisa dituntut dengan tindak pidana korupsi, loh kok enggak ada sanksinya itu gimana?
18. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Karena dari Pasal 43 ayat (2) itu, Undang-Undang Nomor 12 itu Pemohon kurang jelas tentang (...)
19. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, Saudara yang kurang jelas? 20. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya.
21. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, ya. Kalau sanksinya itu ya di KUH Pidana itu, terus kalau formulir..., eh, formilnya apa yang masalah?
22. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Untuk formilnya pengesahan ini terlalu cepat untuk merespon situasi, terbukti waktu uji publik tanggal 18 Oktober 2010 di Bumi Perkemahan Cibubur Pramuka, Panja..., Ketua Panja dari Komisi X DPR RI menyatakan bahwa siapa yang memberikan masukan dan memberikan...apa..., memberikan masukan-masukan bisa melalui e-mail
bisa melalui fax bisa melalui langsung melalui surat ke gedung DPR dibatasi maksimal 14 hari. Ternyata saya memberikan surat..., termasuk ke Menpora juga ke Menkumham tembusannya suratnya juga ke DPR RI Komisi X Panjanya itu, ternyata ditolak. Saya memberikan tanggal 20 karena katanya ditolak karena itu sudah final dan tanggal 26 Oktober ternyata sudah disahkan.
23. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Apa ada itu surat-suratnya, kok tidak dilampirkan di sini surat Saudara?
24. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Saya ada Pak, ini punya bukti. 25. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
26. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Inggih, Pak.
27. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Mestinya Saudara lampirkan di sini, belum dilampirkan kan? 28. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Belum, Pak.
29. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, ya harus dilampirkan. Jadi di sini kok enggak ada ceritanya undang-undang ini disahkan berapa..., untuk kita mengetahui bahwa ini terlalu cepat itu kan Saudara mestinya ada ukurannya, ukuran terlalu cepatnya itu bagaimana, berapa lama sih undang-undang ini disahkan? 30. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Waktu uji publik itu satu minggu, disahkan uji pubblik tanggal 18 Oktober (...)
31. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Tanggal 8..., di sini sudah ditulis? Kok enggak ditulis? Enggak ada di sini?
32. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya Pak, minta maaf jadi memang waktu itu ya belum saya tulis Pak, gitu.
33. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Loh, bagaimana mau mengajukan permohonan kok belum ditulis ini (...)
34. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Jadi waktu disahkan tanggal 26 Oktober, jadi belum 14 hari sudah satu minggu sudah disahkan (...)
35. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Tanggal 14 uji publik, 18 apa itu? 36. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Oktober.
37. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Tahun berapa?
38. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Tahun 2010.
39. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI 2010. Terus?
40. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Disahkan tanggal 26 Oktober 2010 melalui pengesahan DPR RI. 41. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
26 Oktober 2010. Bukan disahkan itu disetujui barangkali, kalau disahkan kan oleh Presiden, disetujui bersama oleh Presiden dan DPR. Lalu apa Saudara tahu RUU-nya diajukan tanggal berapa? Kok enggak
ada di sini? Saudara bilang terlalu cepat itu kan diajukan kapan? 42. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Saya (...)
43. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Mungkin itu uji publik yang terakhir, bisa saja kan? Gimana, enggak ada keterangan di sini, minim keterangan.
44. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya mungkin waktu uji publik yang terakhir dan saya pernah memberikan masukan tentang gerak-geraknya itu (...)
45. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Ya, lalu ditolak kan?
46. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ditolak.
47. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ya, Saudara ingin memberikan sumbangan tapi ditolak. 48. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya.
49. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oleh karena itu Saudara menganggap ini terlalu cepat, Saudara memberi masukan kapan, di sini enggak ada, suratnya enggak ada juga. 50. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Saya memberi masukan tanggal..., surat tanggal 19 Oktober yang ada jawaban hanya surat dari Menkumham, ini Pak suratnya dari Menkumham.
51. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke, sekarang saya tanya, lalu Saudara minta supaya Pasal 43 ayat (2) ini dinyatakan bertentangan dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, gitutoh maksudnya?
52. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ya.
53. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
”Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi sehingga Mahkamah Konstitusi berwenang untuk...,” loh, gimana ulang-ulang lagi ini, ”Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam berita negara.” Lah ini permohonan formilnya mana? Enggak ada juga ini, ya sudah..., wong ini
54. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Betul.
55. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Yang kemudian yang ke-2, itu Keputusan Presiden Nomor 238. 56. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Tentang AD ART.
57. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Betul…, betul itu, ya? Oke. 58. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Betul.
59. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Dua ini…, ini saja toh, buktinya? 60. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya, Pak.
61. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Tidak ada lebih?
62. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Untuk bukti berikutnya, yang ini Pak. 63. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, ya nanti kalau mau disusulkan, lha ini…, ini…, sudah mau diserahkan sekarang apa kapan?
64. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
65. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, sekarang? Berarti itu bukti Nomor 3, apa itu, coba di bawa ke sini. Ambil Saudara Panitera. Mana? Saya kasih tanda.
Ini Kementrian Hukum dan HAM, ini bahan uji publik RUU Gerakan Pramuka. Ini yang diajukan di tanggal 18 Oktober itu ya?
66. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ya, waktu uji publik itu. 67. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Terus, ini Saudara memasukkan untuk usulan lahirnya RUU Gerakan Pramuka.
68. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ya.
69. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ini menjawab surat Saudara tanggal 19 Oktober. 70. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya saya membikin tanggal 19, saya berikan tanggal (…) 71. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Lha mana surat tanggal 18 Oktober…, 19 Oktober-nya? Hah,
gimana Saudara itu? ada apa ndak? 72. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Mungkin ketinggalan di rumah, Pak. 73. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, ya sudah (…) 74. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
75. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Kalau begitu ya, ini saya kasih tanda P-3. P-3 bahan uji publik, ya. P-3…, ini P-4. Jadi buktinya sekarang ada 4, begitu ya?
76. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ya.
77. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke. Pak Hakim ada? Pak Hakim? Silakan. 78. HAKIM ANGGOTA: ACHMAD SODIKI
Saudara Pemohon ya. Jadi Saudara ini memasalahkan Pasal 43 ayat (2), ya? Ini bertentangan dengan Undang-Undang Dasar yang…., pasal berapa tadi?
79. PEMOHON: M. SOLIHIN IF 43…, Pasal 43 ayat (2).
80. HAKIM ANGGOTA: ACHMAD SODIKI
Ya, itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar, ya. Khususnya Pasal 28D, ada 28…, 23E tentang pengawasan, ya. Ini kan
ndak ada kaitannya, Saudara. Jadi begini, Saudara, redaksi atau kata-kata yang di dalam Pasal 43 ayat (2) itu, itu menurut Saudara itu udah betul atau ndak?
81. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Kalau menurut saya, betul. 82. HAKIM ANGGOTA: ACHMAD SODIKI Betul?
83. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Namun (…)
85. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ya, betul. Ada namunnya.
86. HAKIM ANGGOTA: ACHMAD SODIKI
Namun yang Saudara masalahkan itu kan implementasinya. 87. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya, betul Pak.
88. HAKIM ANGGOTA: ACHMAD SODIKI Bukan pasalnya toh?
89. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Bukan.
90. HAKIM ANGGOTA: ACHMAD SODIKI
Ya, jadi yang di uji kan pasalnya, bukan implementasinya toh? 91. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya.
92. HAKIM ANGGOTA: ACHMAD SODIKI
Nah, itu. Saudara ketahui bahwa Mahkamah di sini itu tidak menguji implementasi, tapi menguji tentang pasal itu. Kalau pasalnya sudah betul, ya sudah betul…, tidak ada yang bisa di uji lagi. Implementasi yang nyeleweng itu bukan wewenangnya Mahkamah, tapi wewenangnya Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK, kalau ada dana-dana dari pramuka yang diselewengkan. Jadi bukan salahnya pasalnya tapi salahnya orang yang menjalankan, menggunakan dana itu.
Pasalnya sudah betul, ini Saudara pertimbangkan ya. Supaya nanti kalau pasalnya dinyatakan tidak berlaku, itu berarti sumber keuangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 1, Pemerintah dan Pemerintahan daerah, ndak dapat lalu. Pramuka ndak dapat dari situ, lalu dari mana, kan dari ayat (1), dari urunan, dari sumbangan masyarakat,
dibatalkan, akhirnya ini tidak berlaku, yang rugi Pramukanya nanti. Mengerti, ya?
Nah, tolong ini Saudara renungkan, sebab ini masih ada kesempatan untuk memikir kembali apakah ini benar apa ndak, ya. Jadi kalau implementasi, penyelewengan dari penggunaan dana, itu bukan wewenangnya Mahkamah Konstitusi. Wewenangnya orang yang menindak…, berwenang menindak perbuatan pidana yaitu polisi, jaksa ataupun KPK.
Jadi masih ada kesempatan untuk Saudara menimbang-nimbang, apakah ini diteruskan apa tidak karena kalau Saudara ini minta dibatalkan nanti seluruh Pramuka di Indonesia tidak akan mendapat dana dari APBN maupun APBD. Nanti Saudara yang disalahkan, gimana? Ya, coba nanti Saudara piker ya…, masih nanti bisa minta keterangan pada PP atau apa, sebab di sini masih ada kesempatan untuk me…, apa…, mencabut kembali dari permohonan ini, gitu loh, ya. Jadi ini petunjuk wawasan dari Hakim yang sudah berkali-kali menyidangkan perkara-perkara sebagai bagian dari kewajiban hakim untuk menasehati Saudara. Jadi jangan sampai Saudara nanti kalau kami mengabulkan, Saudara yang disalahkan.
Lha itu sudah dibatalkan ya ndak bisa negara ngasih dari APBD, APBN,
ndak ada dasarnya toh. Ya, coba Saudara pikir ya Terima kasih (suara tidak terdengar jelas).
93. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Gimana Saudara setelah mendengar penjelasan dari Pak Hakim tadi? Tetap maju atau mau ditarik lagi?
94. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya, tetap maju tapi anu Pak, untuk…, memang untuk implementasinya itu bisa direvisi atau dimasukkan PP?
95. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ya, kalau dimasukkan PP tidak di sini mintanya, kepada Presiden. 96. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Hah? Itu atau direvisi, Pak. 97. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Kalau revisi itu ke DPR. Mahkamah Konstitusi itu tugasnya tidak merevisi undang-undang. Bagaimana Saudara? Apa mau pikir-pikir, nanti
itu? Nah, apa perlu, apa ndak ini diteruskan. Soalnya Saudara ini kalau diterus…, ini…, Pak Hakim ini nanti sebentar lagi akan melaporkan kepada 9 Hakim yang lain. Apakah permohonan ini cukup sampai di sini atau diteruskan, kalau diteruskan berarti Saudara akan berhadapan dengan Presiden dan DPR. Itu pertimbangkan baik-baik, sedang tadi Saudara saya tanya itu…, ini kan Saudara bingung itu, di situ tuh tadi. Bagaimana masih mau pikir-pikir?
98. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya masih pikir-pikir dulu karena ini nanti akan kami pertimbangkan, karena ini nanti rencana juga, apa ya…, apa…, mau konsultasikan nanti termasuk kepada Pihak yang terkait, termasuk Menpora karena Pramuka itu dibawa Pemerintah dari Menpora.
99. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Oke, jangan lama-lama ya. 100. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya, ke Menpora supaya kalau bisa (…) 101. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Paling lama seminggu lah, ya. 102. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya.
103. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Ya ditunggu seminggu sikap Saudara bagaimana? 104. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya nanti saya bisa konsultasi dengan Menpora, untuk tentang…, kalau bisa dibuatkan PP, itu nanti.
105. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
106. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Ya.
107. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, gitu.
108. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya karena itu…, kalau sudah dapat PP, gaji saya kan sudah (…) 109. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Sudah terjawab gitu ya? 110. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Sudah terjawab, ya.
111. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Oke, ya. Oke ya, sudah cukup? 112. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Karena saya sendiri terus terang Pak, saya sendiri tahun 2011 ini harapan saya merupakan tahun kebenaran dan kejujuran.
113. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, gitu.
114. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Tidak lagi tahun kebohongan lagi. 115. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, gitu, ya.
116. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Mengapa? Karena Pramuka di tahun 2011 merupakan tahun emas berusia 50 tahun.
117. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oh, begitu ya.
118. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Maka saya berjuang ingin membersihkan tikus-tikus yang bersembunyi dibalik seragam Pramuka. Saya (…)
119. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Kok tikus-tikus sih (…) 120. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Seorang pendidik, saya seorang Pembina Pramuka (…) 121. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Koen, wong Jawa Timur ta ya? 122. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Ya, betul Pak.
123. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Wong endi, iku?
124. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Pasuruan.
125. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Pasuruan, ya, ya. Makanya kok tikus-tikus ini? Jakarta gak ana
tikus itu Jakarta.
126. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Tikus-tikus yang bersembunyi dibalik seragam Pramuka (…) 127. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
128. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Jadi malu kalau Pramuka itu tidak bersih, Pak. 129. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke lah.
130. PEMOHON: M. SOLIHIN IF
Kecuali orang pengkhianat bangsa, munafik, dan pengecut yang tidak merasa malu dengan bersembunyi di balik seragam Pramuka.
131. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI Oke, ya.
132. PEMOHON: M. SOLIHIN IF Itulah perjuangan saya, Pak. 133. KETUA: AHMAD FADLIL SUMADI
Oke, ya kalau begitu sudah cukup dan sidang dinyatakan ditutup.
Jakarta, 8 Februari 2011 Kepala Sub. Bagian Pelayanan Risalah,
t.t.d. Mula Pospos
NIP. 19610310 199203 1001 KETUK PALU 3X