• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISIAN UKL-UPL Klinik SIAP PRIN.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ISIAN UKL-UPL Klinik SIAP PRIN.docx"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

ISIAN UKL

ISIAN UKL

 –

 –

 UPL

 UPL

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

DAN

DAN

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

(2)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWt atas segala nikmat dan karunia-Nya Puji syukur kehadirat Allah SWt atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Isian Upaya Pengelolaan sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Isian Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Klinik Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani. Isian UKL-UPL sebagai wujud komitmen kami Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani. Isian UKL-UPL sebagai wujud komitmen kami didalam upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan didalam upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Brebes, seperti yang tertuang dalam berkelanjutan di wilayah Kabupaten Brebes, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

Isian UKL-UPL kami susun sesuai kondisi dan kemampuan yang ada pada Isian UKL-UPL kami susun sesuai kondisi dan kemampuan yang ada pada kami supaya dalam pelaksanaannya dapat memberikan acuan sesuai dengan kami supaya dalam pelaksanaannya dapat memberikan acuan sesuai dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap kegiatan operasional Klinik pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap kegiatan operasional Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani.

Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani.

Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,

(3)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWt atas segala nikmat dan karunia-Nya Puji syukur kehadirat Allah SWt atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Isian Upaya Pengelolaan sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Isian Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Klinik Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani. Isian UKL-UPL sebagai wujud komitmen kami Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani. Isian UKL-UPL sebagai wujud komitmen kami didalam upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan didalam upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Brebes, seperti yang tertuang dalam berkelanjutan di wilayah Kabupaten Brebes, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

Isian UKL-UPL kami susun sesuai kondisi dan kemampuan yang ada pada Isian UKL-UPL kami susun sesuai kondisi dan kemampuan yang ada pada kami supaya dalam pelaksanaannya dapat memberikan acuan sesuai dengan kami supaya dalam pelaksanaannya dapat memberikan acuan sesuai dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap kegiatan operasional Klinik pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap kegiatan operasional Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani.

Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani.

Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,

(4)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN JUDUL ... ... ii KATA PENGANTA

KATA PENGANTAR R ... ... iiii DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... ... iiiiii DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR ... ... iviv DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL ... ... vv BAB I

BAB I PENDAHUPENDAHULUAN ... 1LUAN ... 1 BAB II IDENTITAS PEMRA

BAB II IDENTITAS PEMRAKARSA KARSA ... ... 22 BAB III RENCANA USAHA

BAB III RENCANA USAHA  A.

 A. Nama Usaha Nama Usaha Dan / Atau Dan / Atau Kegiatan ... Kegiatan ... 33 B.

B. Lokasi Lokasi Usaha ... Usaha ... 33 C.

C. Skala / BesSkala / Besaran Renaran Rencana Usahcana Usaha Dan / Aa Dan / Atau Kegitau Kegiatan atan ... ... 44 D.

D. Garis Besar Komponen Rencana Garis Besar Komponen Rencana Usaha Dan / Usaha Dan / Atau Kegiatan ...Atau Kegiatan ... .... 1010 BAB IV DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN

BAB IV DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

(5)

DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Peta Lokasi

Gambar 3.1 Peta Lokasi ... ... 44 Gambar 3.2 Neraca Prakiraan Penggunaan Air

Gambar 3.2 Neraca Prakiraan Penggunaan Air ... ... 88 Gambar 3.3 Alur

Gambar 3.3 Alur Pasien ... 1Pasien ... 111 Gambar 3.4 Alur

Gambar 3.4 Alur Linen ... 12Linen ... 12 Gambar 3.5 Alur Sampah

(6)

DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL

Tabel 3.1

Tabel 3.1 PengguPenggunaan Lahan naan Lahan ... 5... 5 Tabel 3.2

Tabel 3.2 Jenis Pelayanan ... 6Jenis Pelayanan ... 6 Tabel 3.3 Jumlah Dan Jenis Tenaga Ke

Tabel 3.3 Jumlah Dan Jenis Tenaga Kerja rja ... ... 66 Tabel 3.4 Waktu Operasio

Tabel 3.4 Waktu Operasional Tenaga Kerja nal Tenaga Kerja ... ... 77 Tabel 3.5 Penggunaan En

Tabel 3.5 Penggunaan Energy Listrik ergy Listrik ... ... 77 Tabel 3.6 Sumber Air

Tabel 3.6 Sumber Air Bersih Dan PenggunaanBersih Dan Penggunaannya nya ... ... 77 Tabel 3.7 Hasil Uji

Tabel 3.7 Hasil Uji Kualitas Air Bersih Kualitas Air Bersih ... ... 99 Tabel 3.8 Penggunaan Bahan Bakar Dan Pelumas

Tabel 3.8 Penggunaan Bahan Bakar Dan Pelumas ... ... 1010 Tabel 3.9

Tabel 3.9 PengguPenggunaan APAR Dan naan APAR Dan PenempatPenempatannya annya ... 1... 100 Tabel 4.1 Matriks Isian UKL-UPL

Tabel 4.1 Matriks Isian UKL-UPL ... ... 3232 Tabel 5.1 Jumlah Dan Jenis Izin Perlindungan Dan Pengelolaan

Tabel 5.1 Jumlah Dan Jenis Izin Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkunga

(7)

BAB I PENDAHULUAN

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilandan persalinan.

Pelayanan kesehatan dapat dilakukan oleh Pemerintah maupun Non Pemerintah (swasta) seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945

pasal 28 H ayat (1) “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat

tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak

memperoleh pelayanan kesehatan”. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang

diselenggarakan oleh Non Pemerintah adalah Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani. Fasilitas pelayanan kesehatan ini merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat dalam membina peran serta masyarakat juga memberikan

(8)

BAB II

IDENTITAS PEMRAKARSA

Identitas pemrakarsa rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani adalah sebagai berikut :

1. Pemilik : Nur Kholik

 Alamat : Desa Karanganyar Rt.002/001 Pagerbarang Tegal

No. Telp : 0857 9993 7635 – 0857 4259 7970

2. Penanggung jawab : dr. Silvan Wahyudi

Rencana kegiatan : Pelayanan Kesehatan

Jabatan : Penanggungjawab

 Alamat : Perum Saphire Residence B5, Rt 04/02 Kelurahan

(9)

BAB III

RENCANA USAHA

A. Nama Usaha dan / atau Kegiatan

 Nama usaha dan / atau kegiatan

Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani  Alamat Usaha dan / atau Kegiatan

Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

B. Lokasi Usaha

Berdasarkan letak administratif Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani terletak pada titik koordinat :

6o58’51.49”S; 109o 1’34.27”E 6o58’51.66”S; 109o 1’36.29”E

(10)

Peta Lokasi

Jalan Raya

Rumah

Sawah Klinik Pratama Rawat Inap

Ikhtiar Insani

U

   J    a    t    i     b   a    r    a    n    g  J    a  t    i    r   o  k   e  h  - S   o  n

(11)

rencana kegiatan pembangunan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani yang beralamat di Desa Karangsembung telah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Brebes No. 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Brebes Tahun 2010-2030 lokasi tersebut merupakan Kawasan Peruntukan Pertanian Holtikultura.

c. Penggunaan Lahan

Penggunaan yang digunakan seluas 200 M2  dengan rincian luas bangunan sebagai berikut :

Table 3.1 Penggunaan Lahan

No. Jenis Penggunaan Luas Areal (m2) Prosentase (%) Ket Lahan Tertutup (I)

1. Ruang Tunggu Praktek 2,25 1,125

2. Ruang Praktek 8,88 4,44 3. Penampungan PAM 3,24 1,62 4. Ruang Pendaftaran 8,88 4,44 5. Ruang Administrasi 8,88 4,44 6. Ruang Paramedis 11,56 5,78 KM/WC

(12)

2. Jenis Pelayanan

Jenis pelayanan yang ada di Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani adalah sebagai berikut :

Table 3.2 Jenis Pelayanan

No. Jenis Pelayanan Kapasitas Satuan

1. Pelayanan UGD 2 Bed

2. Pelayanan Rawat Jalan 1 Bed

3. Pelayanan Rawat Inap 10 Bed

4. Pelayanan Persalinan 2 Bed

5. Pelayanan Farmasi 6. Pelayanan Laboratorium

7. Ambulan 1 Unit

3. Jumlah dan Jenis Tenaga Kerja

Jumlah dan jenis tenaga kerja yang ada di Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani adalah sebagai berikut :

(13)

Table 3.4 Waktu Operasional Tenaga Kerja

No. Bagian Hari Kerja Jam Kerja

1. Medis dan Non Medis

Senin s/d Minggu Shift 1 : 07.00 – 14.00 WIB Shift 2 : 14.00 – 21.00 WIB Shift 3 : 22.00 – 07.00 WIB

5. Penggunaan Energi Listrik

Dalam melaksanakan operasional Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani saat ini menggunakan energi listrik untuk kegiatan dan penerangan, sedangkan genset digunakan apabila listrik PLN padam. Adapun spesifikasi kapasitas energi listrik yang digunakan saat ini seperti tertera dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 3.5 Penggunaan Energi Listrik

No. Jenis Energi Kapasitas Sumber Bahan Bakar 1. Listrik PLN 5500 KWH PLN

(14)

 Air Tanah KM/WC Pelayanan Medis Laundry/Dapur IPAL Drainase

(15)

Tabel 3.7 Hasil Uji Kualitas Air Bersih

Parameter Satuan Hasil sampel BAKU MUTU PERMENKES

PER.MEN.KES

No. 416/MEN.KES/SK/1/1990 I. FISIKA

1. Warna Jernih Jernih

2. Rasa Tidak Berasa Tidak Berasa

3. Bau Tidak Berbau Tidak Berbau

4. Suhu oC 27,2 Suhu udara ± 3

5. Zat padat terlarut mg/l 278 1500

II. KIMIA 1. Besi / Fe mg/l 6,32 1,0 2. Mangan / Mn mg/l 0,41 0,5 3. Nitrat / NC3 mg/l 2,8 10 4. Nitrit / NO2 mg/l 0,10 1,0 5. pH 7,10 6,5 – 9,0 6. Chlorin /CI2  mg/l 0,9 5 7. Kesadahan /CaCO3 mg/l 56 500 8. Alumunium / Al mg/l 0,03 0,2 9. Florode / F- Mg/dl 0,13 1,5

(16)

Tabel 3.8 Penggunaan Bahan Bakar Dan Pelumas

Jenis Kebutuhan (per bulan) Keterangan Dampak

Premium 6 Liter Menyalakan

Genset

Bau

Oli 3 Liter Melumasi

Genset Kualitas Tanah LPG 2 tabung @3 Kg Aktifitas dapur Insiden Kebakaran

9. Fasilitas APAR dan penempatannya

Fasilitas APAR yang dimiliki Klinik Pratama Rawat Inap IKhtiar Insani saat ini sebanyak 2 Unit dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 3.9 penggunaan APAR dan penempatannya

No. Jenis Jumlah Penempatan

1. Tabung 3 Kg 2 Ruang Kantor dan Dapur Jumlah

(17)

c. Tahap Operasional

Pada tahap ini, kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan antara lain :

1) Kegiatan Pemanfaatan Lahan Bangunan 2) Kegiatan Pemeriksaan Pasien Rawat Jalan 3) Kegiatan Perawatan Pasien Rawat Inap 4) Kegiatan Persalinan

5) Kegiatan Unit Gawat Darurat 6) Kegiatan Pada Farmasi 7) Kegiatan Pada Laboratorium 8) Kegiatan Pada Dapur / Laundry

Pasien datang

(18)

Gambar 3.4 Alur Linen Linen yang di

pakai pasien

Laundry

Sampah

Non medis Kimia dan

(19)

BAB IV

DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA UPAYA

PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Pada bab ini akan diuraikan mengenai prediksi dampak bagi lingkungan hidup yang ditimbulkan dari rencana usaha dan/atau kegiatan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani dan upaya pengelolaan lingkungan hidup yang akan dilaksanakan untuk meminimalisasi dampak yang terjadi serta upaya pemantauannya terhadap lingkungan hidup pada beberapa tahap, antara lain :

A. Tahap Pra Kontruksi

Meliputi kegiatan penyiapan lahan, mobilisasi peralatan dan suplai material yang dapat menumbulkan dampak berupa kebisingan, pencemaran udara (debu), serta sikap penolakan dari masyarakat sekitar tapak kegiatan terhadap rencana pembangunan tersebut.

(20)

tahap sebelumnya tingkat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan masih dapat ditolerir oleh lingkungan.

Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan antara lain :

1. Kegiatan Pemanfaatan Lahan Bangunan 2. Kegiatan Pemeriksaan Pasien Rawat Jalan 3. Kegiatan Perawatan Pasien Rawat Inap 4. Kegiatan Persalinan

5. Kegiatan Pada Unit Gawat Darurat 6. Kegiatan Farmasi

7. Kegiatan Laboratorium 8. Kegiatan Dapur/Laundry

1. Kegiatan Setelah Pembangunan/Kontruksi a. Sumber Dampak

(21)

h. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Pada saluran dan aliran air hujan yang masuk ke sumur resapan. i. Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Empat kali selama musim penghujan.

 j. Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungna Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes.

2. Kegiatan Rawat Jalan

a. Limbah Cair

1) Sumber Dampak

Kegiatan pemeriksaan dan tindakan pasien rawat jalan dapat menimbulkan dampak timbulnya limbah cair.

2) Jenis Dampak

Terjadinya penurunan kualitas air sungai akibat pembuangan limbah cair.

(22)

8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Dilakukan pada saluran outlet IPAL. 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali dan dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Pemrakarsa dan Dinas Lingkunga Hidup Kabupaten Brebes. b. Limbah Padat

1) Sumber Dampak

Kegiatan pemeriksaan dan tindakan pasien rawat jalan dapat menimbulkan dampak timbulnya limbah padat.

2) Jenis Dampak

Terjadinya penurunan kualitas estetika lingkungan seperti bau tidak sedap dan penyebaran penyakit.

3) Besaran Dampak

(23)

5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Didalam ruangan dan disekitar bangunan. 6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

 Pemantauan sampah medis mengacu pada Peraturan Menteri

Lingkungan Hidup No. 30 Tahun 2009

 Dilakukan terhadap banyaknya timbulan sampah.

8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemantauan dilakukan di dalam ruangan dan di luar bangunan. 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap hari dan dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

10) Institusi Pengelola Dan Pemantauan Lingkungan Hidup Pemrakarsa dan Dinas Lingkunga Hidup Kabupaten Brebes.

(24)

 Mengolah limbah cair pada IPAL sebelum dibuang ke badan air sungai

 Persyaratan saluran air limbah dan instalasi pengolahan air limbah mengacu pada Perdaprov Jateng No. 5 Tahun 2012

5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup

Disetiap ruangan / kegiatn penghasil limbah cair dan di areal IPAL. 6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan pada saluran outlet IPAL. 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali dan dilaporkan ke DInas Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

(25)

4) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup

 Persyaratan dan tata laksana pengelolaan sampah medis dan

non medis mengacu pada PERMENKES

1204/MENKES/SK/X/2004

 Tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan sampah medis

mengacu pada Kepala Kantor Bapedal No. Kep

01/BAPEDAL/09/1995

 Penyediaan wadah penyimpanan sampah medis untuk

sementara sebelum dibakar di incinerator menggunakan asumsi (volume sampah medis per hari X peride waktu pembakaran sampah dari DPU

5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Didalam ruangan dan disekitar bangunan. 6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

(26)

4. Kegiatan Persalinan a. Limbah Cair

1) Sumber Dampak

Kegiatan persalinan dapat menimbulkan dampak timbulnya limbah cair.

2) Jenis Dampak

Terjadinya penurunan kualitas air sungai akibat pembuangan limbah cair.

3) Besaran Dampak

Limbah cair yang dihasilkan sebesar 100 liter/hari

(Asumsi : jumlah pasien persalinan dan penunggu 2 x 100 Liter air bersih/hari)

4) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup

 Limbah cair dikelola dengan membuat saluran kedap air dan terpisah dengan salurasn air hujan

(27)

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes. b. Limbah Padat

1) Sumber Dampak

Kegiatan persalinan dapat menimbulkan dampak timbulnya limbah padat.

2) Jenis Dampak

Terjadinya penurunan kualitas estetika lingkungan seperti bau tidak sedap dan penyebaran penyakit.

3) Besaran Dampak

 Sampah medis yang dihasilkan sebesar 0,6 Kg/hari (asumsi :  jumlah pasien persalinan 2 orang x 0,5 kg/hari)

  Sampah non medis yang dihasilkan sebesar 0,006 m3/hari (asumsi : jumlah pasien persalinan 2 orang x 0,002 m3/hari)

4) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup

(28)

7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

 Pemantauan sampah medis mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 30 Tahun 2009

 Dilakukan terhadap banyaknya timbulan sampah. 8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Upaya pemantauan di dalam ruangan dan di luar bangunan 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap hari dan dilaporkan ke Kantor Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes.

5. Unit Gawat Darurat

a. Limbah Cair

1) Sumber Dampak

(29)

5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup

Disetiap ruangan / kegiatan penghasil limbah cair dan di areal IPAL 6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Upaya pemantauan dilakukan pada saluran outlet IPAL. 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali dan dilapoorkan ke Kantor Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingngkungan Hidup Kabupaten Brebes. b. Limbah Padat

1) Sumber Dampak

(30)

 Tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan sampah medis mengacu pada Kepala Kantor Bapedal No. Kep 01/BAPEDAL/09/1995

 Penyediaan wadah penyimpanan sampah medis untuk sementara sebelum dibakar di incinerator menggunakan asumsi (volume sampah medis per hari X peride waktu pembakaran sampah dari DPU

5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Didalam ruangan dan disekitar bangunan. 6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk upaya pemantauan lingkungan hidup

 Pemantauan sampah medis mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 30 Tahun 2009

 Dilakukan terhadap banyaknya timbulan sampah. 8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

(31)

3) Besaran Dampak

Limbah cair yang dihasilkan sebesar 15 liter/hari

(Asumsi : jumlah pasien di unit laboraorium 10 x 3 Liter air bersih/hari)

4) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup

 Limbah cair dikelola dengan membuat saluran kedap air dan terpisah dengan salurasn air hujan

 Mengolah limbah cair pada IPAL sebelum dibuang ke badan air sungai

 Persyaratan saluran air limbah dan instalasi pengolahan air limbah mengacu pada Perdaprov Jateng No. 5 Tahun 2012

5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup

Disetiap ruangan / kegiatn penghasil limbah cair dan di areal IPAL 6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

(32)

3) Besaran Dampak

 Sampah Medis yang dihasilkan Sebesar 0,3 Kg/hari (Asumsi :

Jumlah Sampah Medis Ruang Laboratorium 10 X 0,05 Kg/Hari)

 Sampah Non Medis Yang Dihasilkan Sebesar 0,003 m3/Hari

(Asumsi : Jumlah Sampah Non Medis Di Ruang Laboratorium 10 X 0,005 M3/Hari)

4) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup

 Persyaratan dan tata laksana pengelolaan sampah medis dan

non medis mengacu pada PERMENKES

1204/MENKES/SK/X/2004

 Tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan sampah medis

mengacu pada Kepala Kantor Bapedal No. Kep

01/BAPEDAL/09/1995

 Penyediaan wadah penyimpanan sampah medis untuk

sementara sebelum dibakar di incinerator menggunakan asumsi (volume sampah medis per hari X peride waktu pembakaran

(33)

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes.

7. Unit Farmasi a. Limbah Cair

1) Sumber Dampak

Kegiatan farmasi dapat menimbulkan dampak timbulnya limbah cair. 2) Jenis Dampak

Terjadinya penurunan kualitas air sungai akibat pembuangan limbah cair.

3) Besaran Dampak

Limbah cair yang dihasilkan sebesar 15 liter/hari

(Asumsi : jumlah pasien di unit farmasi 10 x 3 Liter air bersih/hari) 4) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup

 Limbah cair dikelola dengan membuat saluran kedap air dan terpisah dengan salurasn air hujan

(34)

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes. b. Limbah Padat

1) Sumber Dampak

Kegiatan farmasi dapat menimbulkan dampak timbulnya limbah padat.

2) Jenis Dampak

Terjadinya penurunan kualitas estetika lingkungan seperti bau tidak sedap dan penyebaran penyakit.

3) Besaran Dampak

 Sampah medis yang dihasilkan sebesar 0,03 Kg/hari (asumsi :

 jumlah sampah medis ruang farmasi yang dihasilkan 10 x 0,005 kg/hari)

  Sampah non medis yang dihasilkan sebesar 0,003 m3/hari

(asumsi : jumlah sampah non medis di ruang farmasi yang dihasilkan 10 x 0,0005 m3/hari)

(35)

7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

 Pemantauan sampah medis mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 30 Tahun 2009

 Dilakukan terhadap banyaknya timbulan sampah. 8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Upaya pemantauan didalam ruangan dan di luar bangunan 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap hari dan dilaporkan ke Kantor Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes.

8. Ruang Dapur / laundry

a. Limbah Cair

1) Sumber Dampak

(36)

6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Upaya pemantauan dilakukan pada saluran outlet IPAL 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali dan dilapoorkan ke Kantor Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Pemrakarsa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes. b. Limbah Padat

1) Sumber Dampak

kegiatan laundry dapat menimbulkan dampak timbulnya limbah padat. 2) Jenis Dampak

(37)

5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Didalam ruangan dan disekitar bangunan. 6) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dilakukan secara terus menerus sepanjang operasi kegiatan. 7) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup

 Pemantauan sampah medis mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 30 Tahun 2009

 Dilakukan terhadap banyaknya timbulan sampah. 8) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup

Upaya pemantauan didalam ruangan dan di luar bangunan 9) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup

Dilakukan setiap hari dan dilaporkan ke Kantor Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.

10) Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup

(38)

MATRIKS ISIAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL-UPL) KLINIK PRATAMA RAWAT INAP IKHTIAR INSANI

Tabel 4.1 Matriks Isian UKL-UPL

NO. SUMBER

DAMPAK JENIS DAMPAK

BESARAN DAMPAK

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP BENTUK UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP LOKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PERIODE PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP BENTUK UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP LOKASI PEMNTUAN LINGKUNGAN HIDUP PERIODE PEMANTAUA N LINGKUNGAN HIDUP I. TAHAP PRAKONSTRUKSI Kegiatan sosialisasi dan pengurusan perijinan Munculnya persepsi masyarakat sekitarnya tentang berdirinya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Jumlah keluhan dan protes serta keresahan masyarakat sekitar proyek terhadap rencana berdirinya usaha Melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan terhadapaparat serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes Sekali selama masa Pra Konstruksi Melakukan pengurusan ijin sesuai dengan ketentuan yang berlaku Sekali selama masa Pra Konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes Terbitnya perijinan yang diperlukan Jumlah perijinan yang diperlukan Melakukan proses perijinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku Sekali selama masa Pra Konstruksi Melakukan koordinasi dengan instansi terkait Sekali selama masa Pra Konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan

(39)

Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes II. TAHAP KONSTRUKSI

1. Rekruitmen tenaga kerja Persepsi masyarakat tentang kesempatan kerja Jumlah warga sekitarnya yang diterima bekerja 1. Menyebar luaskan informasi / pengumuman tentang penerimaan tenaga kerja 2. Membuka kesempatan kerja terutama kepada masyarakat sekitarnya 3. Memberikan upah sesuai UMR Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi Penerimaan tenaga kerja dilakukan sekali pada awal tahap perencanaa dan konstruksi Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 2. Penyiapan lahan 1. Penurunan kualitas udara Berdasarkan PP. RI No. 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara partikel debu (TSP) 24  jam : 230 µg/m3 1. Menutup bak truk pengangkut material dengan terpal 2. Melakukan pembersihan penyiraman pada jalan yang kotor minimal sehari sekali Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi Melakukan pengukuran udara kemudian kemudian dianalisa laboratorium Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan :

(40)

Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 2. Peningkatan kebisingan Berdasarkan Kep. MenLH No. 48/MENLH/II/19 96 adalah 54 dBA Melakukan perawatan kendaraan secara berkala agar laik  jalan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi Melakukan pengukuran tingkat kebisingan menggunakan alat sound level meer kemudian dianalisa laboratorium Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 3. Peningkatan bangkitan lalu lintas Frekuensi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas 1. Pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang menunjukkan adanya kegiatan proyek 2. Menempatkan petugas untuk mengatur kendaraan pengangkut material 3. Pengangkutan material dilakukan di luar  jam sibuk 4. Memasang lampu warning light Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi Pengamatan, pencatatan dan perhitungan terhadap jumlah kendaraan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Sekali selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 3. Pembangunan konstruksi 1. Penurunan kualitas dan Berdasarkan Permenkes No. 1. Pembuatan sumur-sumur Klinik Pratama Rawat Inap Selama masa konstruksi Melakukan sampling kualitas Klinik Pratama Rawat Inap Selama masa konstruksi   Institusi pelaksana :

(41)

kuantitas air 416/MenKes/Per  /XI/1990 untuk pH adalah 6,-9,0 resapan dan lubang tangkap sedimentasi 2. Membuat saluran drainase yang memadai

Ikhtiar Insani udara kemudian dilakukan analisa di laboratorium

Ikhtiar Insani Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 2. Penurunan kualitas udara Berdasarkan PP. RI No. 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara partikel debu (TSP) 24  jam : 230 µg/m3 1. Pembatasan muatan kendaraan pengangkut material 2. Menutup material di kendaraan dengan tutup terpal pada bak truk 3. Penyiraman  jalan terhadap ceceran tanah Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi Melakukan sampling kualitas udara kemudian dilakukan analisa di laboratorium Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 3. Peningkatan kebisingan Berdasarkan Kep. MenLH No. 48/MENLH/II/19 96 adalah 54 dBA 1. Melakukan pembangunan sesuai dengan  jam kerja 2. Melakukan pembatasan pengangkutan material Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi Melakukan sampling kebisingan kemudian dilakukan analisa di laboratorium Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas :

(42)

3. Penggunaan peralatan yang laik jalan 4. Pembuatan pagar keliling 5. Pemakaian peralatan yang ramah lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 4. Gangguan kesehatan karyawan Jumlah karyawan yang sakit 1. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) 2. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap karyawan 3. Melaksanakan BPJS Kesehatan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi Pengamatan terhadapp karyawan yang sakit Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 5. Perubahan bentang lahan Jumlah lahan yang tertutup bangunan

Membuat saluran air yang dilengkapi dengan lubang tangkap sedimentasi Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi Pengamatan terhadap lahan yang tertutup bangunan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima

(43)

laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 6. Peningkatan limpasan air hujan dan genangan Frekuensi turunnya hujan Membuat saluran drainase untuk menghindari limpasan air hujan yang mengandung sedimen masuk ke badan air yang dilengkapi dengan lubang tangkap Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi Pengamatan terhadap dampak limpasan air hujan akibat kegiatan konstruksi Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa

konstruksi   Institusipelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 7. Peningkatan timbulan sampah Jumlah sampah yang dihasilkan 1. Menyediakan tempat sampah 2. Pembersihan dan pengangkutan sampah secara berkala 3. Bekerjasama dengan instansi terkait untuk pengangkutan sampah 4. Bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memanfaakan sampah yang masih berguna Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi Pengamatan terhapdap produksi sampah per satuan waktu termasuk sampah yang dapat dimanfaatkan maupun yang tidak bermanfaat Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Selama masa konstruksi   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 8. Berkurang Jumlah fauna Penanaman kembali Klinik Pratama Selama m asa Pengamatan Klinik Pratam a Selama masa   Institusi

(44)

flora dan fauna sebelum dan sesudah adanya bangunan beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sarang beberapa  jenis flora dan fauna

Rawat Inap Ikhtiar Insani

konstruksi terhadap berpindahnya flora dan fauna dari lokasi kegiatan Rawat Inap Ikhtiar Insani konstruksi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 9. Sanitasi lingkungan Buruknya sanitasi lingkungan dan tidak tertatanya fasilitas sanitasi di li ngkungan proyek   Menyediakan sarana sanitasi, misalnya kamaar mandi dan toilet untuk pekerja   Memberi penyuluhan dan pemahaman kepada pekerja proyek untuk memelihara kebersihan lingkungan di sekitar area proyek   Penyediaan sarana tempat pengumpul sampah dengan desain yang kuat, ringan, mudah dipindah-pindah dan muidah dibersihkan  Area proyek pembangunan gedung dan fasilitasnya Dilakukan setiap hari selama beroperasinya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Observasi daerah yang berpotensi menjadi vector bersarangnya penyakit   Wawancar dan dialog pekerja mengenai sarana sanitasi yang tersedia   Mencatat keluhan-keluhan pekerja dan mendokumen tasikan hasil pemantauan   Menyusun laporan hasil pemantauan Pada area proyek pembangunan gedung dan fasilitasnya Setiap seminggu sekali selama kegiatan pembangunan gedung dan fasilitasnya berlangsung   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes

(45)

39 III. Tahap Operasional (Pelayanan Kesehatan)

1. Kuantitas Air Permukaan Setelah pembangnan gedung selesai dan beroperasi dapat menimbulkan dampak yaitu tertutupnya lahan bangunan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Berkurangnya air hujan yang meresap ke dalam tanah

Luas lahan yang tertutup bangunan sebesar 200 m2 Pembuatan sumur resapan Penempatan sumur resapan disesuaikan dengan lahan yang tersedia Dilakukan secara terus menerus selama beroperasinya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani dan air hujan dimasukkan kedalam sumur resapan   Melakukan pemantauan terhadap kondisi dan kemampun daya resap air pada sumur resapan   Menyusun laporan hasil pemantauan Pada saluran dan alirain air hujan yang masuk ke sumur resapan Dilakukan selama 4 (empat) kali selama musim hujan selama beroperasinya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 2. Kuantitas Udara dan Debu

Emisi gas buangan kendaraan kegiatan parkir dan debu dari kegiatan parkir, penggunaan genset sebagai sumber energi listrik Penurunan kualitas udra dan peningkatan debu Genset tidak dioperasikan terus menerus, tetapi hanya ketika terjadi gangguan pemadaman listrik   Melakukan penyiraman secara rutin halaman klinik pratama rawat inap ikhtiar insani untuk mengendalikan debu yang berterbangn  Mengatur jarak lokasi parkir dengan area klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Menempatkan ruang genset  jauh dari akses/

kegiatan klinik pratama ikhtiar insani Halaman dan ruangan / ruangan genset dilingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani

Dilakukan setiap hari selama beroperasinya klinik pratama rawat inap siti hajar   Pengematan secara visual   Menyusun laporan hasil pemantauan Halaman dan ruangan / ruangan genset dilingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani Dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali selama beroperasinya klinik pratama ikhtiar insani   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes

(46)

  Pemeliharaan genset secara periodik agar tetap memenuhi ambang baku mutu yang dipersyaratkan   Mengatur sirkulasi udara ruangan 3. Kebisingan Pengoperasin genset sebagai sumber energi listrik cadangan Terjadinya peningkatan kebisingan Dampak berskala kecil dan bersifat sementara selama beroperasinya genset   Menanam tanaman yang dpat menjadi modifier efek kebisingan yang ada di lingkungan Klinik Pratama Rawat Inap Iktiar Insani Lingkungan di sekitar Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Dilakukan secara periodik setiap 6 (enam) bulan sekali selama beroperasinya Klinik Pratam Rawat Inap Ikhtiar Insani   Pengematan secara visual   Menyusun laporan hasil pemantauan Lingkungan di sekitar Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Dilakukan secara periodik setiap 6 (enam) bulan sekali selama beroperasinya Klinik Pratam Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes 4. Kuantitas dan Kualitas Limbah Cair 

Beroperainya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani berpotensi meningkatkan penggunaan air tanah dan menghasilkan limbh cair, antara lain dapur, kamar mandi,   Peningkatan penggunaan air tanah untuk menunjang aktivitas domestik   Peningkatan limbah cair medis / klinis dan berpotensi menjadi Terjadinya peningkatan penggunan air tanah sebesar 2,18 m3/ hari dan penurunan kualitas air berpotensii menjadi limbah cair   Penghemtan penggunaan air di lingkungan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani dengan memsang tulisan peringtan yang menghimbau hemat dalam penggunaan air Bangunan IPAL dan jaringan drainase di lingkungan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Dilakukan setiap hari selama beroperasiny Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Pemantauan kualits efiluent dilakukan pada saluran outlet IPAL   Pengambilan sampel dan menguji di laboratorium yang terakreditasi   Menganalisis hasil uji di Dilakukan pada saluran outlet IPAL Dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali dan dilaporkan ke Kantor Lingkungan Hidup setiap 3 (tiga) bulan sekali.   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi

(47)

kegiatan pelayanan klinis (ruang tindakan dan rung perawatan) dan laboratorium, desinfektan peralatan medis limbah B3  Kualitas air tanah air permukaan mengalami penurunan pada parameter bakteriologi, fisik maupun kimia yang berasal dari kegiatan perawtan, laboratorium, dan pencucin alat medis  Membuat sumur resapan (SR) dan lubang resapan Biopori (LRB) secara proporsional untuk menampung / meresapkan air hujan atau air buangan selain limbah cair infeksius  Limbah cair dikelola dengan membut saluran kedap air dan terpisah dengan saluran air hujan   Memisahkan limbah cair domestik dengan limbah cair klinis / infeksius yang berpotensi menjadi limbah B3  Mengolh limbah

cair pada IPAL sebelum dibuang ke saluran drainase yang bermuara pada sungai laboratorium Baku Mutu Air Limbah sebagaimana Perda Provinsi Jawa Tengah Nomr 5 Tahun 2012 tentang perubahan atas Perda Provinsi Jawa Tengah dan Keputusan Menteri LH Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Rumah Sakit   Penyusunan laporan hasil pemantauan penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes

5. Kulitas Limbah Padat

 Limbah padat Klinis terdiri dari : limbah padat infeksius  Terjadinya timbulan limbah / sampah padat Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani   Peningkatan limbah padat dari aktivitas domestik Klinik Pratama   Persyaratan tata lakana pengelolaan sampah medis dan non medis mengacu pada Sarana pengelolaan sampah di lingkungan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Dilakukan setiap hari selama beropersinya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani,   Pemantauan sampah medis mengacu pada Permen LH No. 30 Tahun 2009   Pemntaun Sarana pengelolaan sampah di lingkungan Klinik Pratama Dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali selama beroperasinya Klinik Pratama   Institusi pelaksana : Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani

(48)

(jarum suntik bekas, botol bekas ampul, botol kemasan obat, kain kassa, kain pembalut, tissue bekas penangana n medis, botol infus dan wadah terkontamin asi bersentuha n dengan bahan-bahan medis lainnya)  Limbah padat non klinis bersumber dari aktivitas domestik seperti kantin, dapur (sisa makanan dan sayuran, sayur-mayur, buah-buahan yang sudah layu, kertas / plastik pembungku yang berpotensi menjadi limbah B3  Terjadinya timbunan limbah padat non klinis di Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani  Terjadinya bau busuk di sekitar Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani Rawat Inap Ikhtiar Insani  Limbah padat infeksius yang dihasilkan sebanyak 2,23 Kg/hari  Limbah padat non infeksius yang dihasilkan sebanyak 0,034 m3/hari PERMENKES1 204/MENES/SK /X/2004

 Tata cara dan

persyaratan teknis penyimpanan sampah medis mengacu pada Kepka. Bapedal No. Kep-01/BAPEDAL/0 9/1995   Menyediakan tempat samp[pah disetiap disetiap sudut ruangan yang berpotensi menimbulkan sampah (wadah sampah harus kut, mudah dipindahkan, dan memiliki tutup   Pengumpulan sampah dengan cara menyapu dilakukan setiap hari  Wadah sampah yang dikumpulkan dipisahkan diwadah yang berbeda antara sampah organik, anorganik dan sampah jenis lainnya  Khusus untuk ruang tindakan

Insani khusunya jenis sampah infeksius meis / klinis dilakukan setip sebulan sekali sampah non medis dilakukan terhadap banyaknya timbulan sampah  Observasi dan pemeriksaanlok asi yang masih bermasalah dengan pengelolaan sampah   Melakukan inspeksi pengelolaan sampah yang dilakukan   Melakukan klarifikasi tindak lanjut sampah infeksius medis / klinis baik dari  jumlah / volume, bentuk kerjasama pengelolaan dan pengolahan terhadap provider / penyedia jasa pengumpul limbah B3 Rawat Inap Ikhtiar Insani Rawat Inap Ikhtiar Insani   Institusi pengawas : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi penerima laporan : Dinas Lingkungan Hidup Kab. Brebes

(49)

s) sampah dari halaman / taman / kebun, sampah dari pengunjung baik pengobatn umum dan persalinan disediakan tempat sampah khusus untuk  jenis sampah B3 infeksius /medis dan non B3   Menyediakan tempat penampungan samapah sementara / dalam bentuk container / drum plastik  Khusus untuk limbah infeksius yang berpotensi menjadi limbah B3 ditampung dalam wadah tertutup yang terbuat dari plastik khusus / safety box  Khusus sampah

padat dari jenis infeksius medis/klinis dikumpulkan dan dipisahkan untuk disetorkan ke provider layanan pengumpul dan pengangkut sampah   Melakukan kerjasama dengan

(50)

lembaga penyedia jasa pengumpul / pengangkut limbah infeksius / B3 lainnya 6. Insiden Kebakaran  Adanya konseling arus listrik, kebocoran gas LPG yang digunakan di lingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani, dan kecerobohan manusia (H uman error) Terjadinya insiden kebakaran   Tergntung pada ketersediaan fasilitas pemadam  APAR di lingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani, kemampuan personil dalam penggunaan  APAR serta kerugian material yang ditimbulkan dari kejadian kebakaran   Penyediaan sarana pemadam kebakaran seperti sejenis  APAR serta pemasangan petunjuk pemakaian dan pelatihan penggunaan pemadaman kebakaran Lingkungan di sekitar klinik pratama rawat inap ikhtiar insani klinik pratama rawat inap ikhtiar insani Melakukan pencegahan terhadap peralatan kebakaran dengan tolak ukur Permen PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan Penempatan  APAR dan kondisi APAR Dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali selma beroperasinya klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Institusi Pelaksanaa n : klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Institusi Pengawas : Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi Penerima Laporan : Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes B. Komponen Biologi

1. Biologi / Bakteri / Pathogen Ruang perawatan pasien dan bangunan di lingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani Penuruan kualitas biologi di udara pada puskesmas khususnya peningkatan bakteri pathogen yang disebabkan penyebaran penyakit menular dari pasien ke lingkungan, Frekuensi terjadinya kejadian infeksi nosocomial pada perawatan medis   Menjaga kebersihan ruang perawatan pasien dengan cara mengepel lantai ruangan setiap hari minimal 1 kali  Menjaga semua peralatan medis dalam keadaan steril dan tersimpan pada Seluruh ruangan dan fasilitas klinik pratama rawat inap ikhtiar insani Setiap hari selama beroperasinya klinik pratama rawat inap ikhtiar insani  Obserasi dan pengamatan langsung di ruang rawat pasien   Memastikan ruang rawat pasien dalam keadaan bersih   Menyusun laporan hasil pemantauan Seluruh ruangan dan fasilitas klinik pratama rawat inap ikhtiar insani Setiap hari selama beroperasinya klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Institusi Pelaksanaa n : klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Institusi Pengawas : Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes

(51)

pasien ke manusia disekitarnya (infeksi nosocomial) dan dari perawatan medis yang tidak steril ke pasien seperti tindakan pemberian infus, pengambilan darah, maupun tindakan lain wadah yang steril   Memperhatikan ketentuan – ketentuan seperti penyehatan bangunan dan ruang termasuk pencahayaan, ventilasi, penyehatan kualitas air dan sebagainya   Institusi Penerima Laporan :   Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes

C. Komponen Kesehatan Masyarakat

1. Kualitas Estetika dan Kesehatan Lingkungan

Buangan limbah padat Menurunnya kualitas estetika dan kesehatan lingkungan Buruknya sanitasi lingkungan di klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Menyediakan bak sampah khusus yang tertutup   Bekerjasama dengan DPU Kab. Brebes dalam hal pengangkutan sampah padat Lingkungan sekitar klinik pratama rawat inap ikhtiar insani Setiap hari selama beroperasinya klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Observasi lapangan di tempat pembuangan limbah padat   Melakukan inspeksi pengolahan sampah yang telah dilakukan   Melakukan klarifikasi tingkat lanjut terhadap pengolahan limbah padat   Mendokumen tasikan secaravisual hasil pengamatan   Penyususnan laporan hasil pemantauan Lingkungan sekitar klinik pratama rawat inap ikhtiar insani

Dilakukan 1 (satu) bulan sekali selama beroperasinya klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Institusi Pelaksanaa n : klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Institusi Pengawas : Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi Penerima Laporan :   Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes 2. Infeksi nosocomial

(52)

hygine dan sanitasi lingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani

infeksi baru atau penyakit pada pasien, pengunjung, dan karyawan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani berskala kecil hanya bila tidak ditangani akan berpengaruh  juga pada tingkat kesembuhan pasien sampai bersih dengan sabun / antiseptik sebelum dan sesudah memasuki ruang perawatan   Melakukan hygine perorangan   Menggunakn alat / perlengkapan sterilisasi   Menggunakan barrier nursing seperti memakai pakaian khusus, masker, sarung tangan, atau alat pelindung diri lainnya   Menjaga kebersihan lingkungan (ruang dan fasilitas klinik pratama rawat inap ikhtiar insani) dan ruang perawatan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani hari selama beroperasinya klinik pratama rawat inap ikhtiar insani pengamatan / observasi terhadap lingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Memeriksa dan mencatat temuan – temuan di lingkungan puskesmas Terkait dengan penirinan kualitas hygiene dan Sanitasi lingkungan klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Mendokumen tasikan secara visual temuan – temuan untuk hasil analisa   Menyusun laporan hasil pemantauan pratama rawat

inap ikhtiar insani dan sekitarnya Setiap hari Selama beroperasinya klinik pratama rawat inap ikhtiar insani Pelaksanaa n : klinik pratama rawat inap ikhtiar insani   Institusi Pengawas : Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes   Institusi Penerima Laporan :   Kantor Lingkungan Hidup Kab. Brebes

(53)

BAB V

JUMLAH DAN JENIS

IZIN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Beberapa jumlah dan jenis izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang wajib dipenuhi dengan melihat pertimbangan bahwa di dalam operasinya diperkirakan akan terjadi :

1. Penurunan kuantitas air tanah akibat pengambilan air tanah untuk kebutuhan penyediaan air bersih bagi aktivitas beroperasinya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani

2. Peningkatan air buangan limbah cair akibat pemakaian air akibat pemakaian air untuk kebutuhan aktivitas beroperasinya Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani

3. Aktivitas Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani menimbulkan buangan bahan beracun dan berbahaya seperti jarum suntik, botol bekas ampul, kapas, kain kasa, tissue yang mengandung darah, dan benda lainnya yang kontak dengan

(54)

BAB VI PENUTUP

Rencana kegiatan Klinik Pratama Rawat Inap Ikhtiar Insani telah selesai dibuat dalam bentuk Isian Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Rencara kegiatan Klinik tersebut berlokasi di Desa Karangsembung, Kecamatan Songgm, Kabupaten brebes.

Terselesaikannya Isian UKL-UPL tentunya atas bantuan banyak pihak. Oleh karena itu Kami sampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyesuaian dan penyusunan Dokumen UKL-UPL ini. Semoga komponen-komponen lingkungan yang mengalami perubahan sebagai akibat dari pelaksanaan usaha dan / atau kegiatan ini dapat dikelola dan dipantau dengan baik dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

(55)

Gambar

Gambar 3.1 Peta Lokasi
Table 3.1 Penggunaan Lahan
Table 3.2 Jenis Pelayanan
Tabel 3.7 Hasil Uji Kualitas Air Bersih
+4

Referensi

Dokumen terkait