Pelaksanaan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik oleh guru pendidikan agama islam di SMPN 2 Sukamara

111  Download (0)

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR

PESERTA DIDIK OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA

ISLAM DI SMPN 2 SUKAMARA

OLEH:

MUHIB BAITUL AULA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

2019 M/1440 H

(2)

PELAKSANAAN EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR

PESERTA DIDIK OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA

ISLAM DI SMPN 2 SUKAMARA

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Muhib Baitul Aula

NM : 1301111762

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

JURUSAN TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

2019 M/ 1440 H

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

(6)

v

(7)

vi

PELAKSANAAN EVALUASI PROSES DAN HASI BELAJAR PESERTA DIDIK OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMPN 2 SUKAMARA ABSTRAK

Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara telah melakukan evaluasi hasil belajar peerta didik namun belum diketahui secara pasti apakah dalam pelaksanaan, dan pengolahan hasil belajar sudah dilakukan dengan baik dan terlaksana sesuai dengan prosedur evaluasi yang seharusnya. Oleh karena itu evaluasi perlu dilakukan untuk mengukur keberhasilan guru dalam mengajar dan keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran.

Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi proses hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara. 2).Untuk mengetahui pengolahan hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sabjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islaam di SMPN 2 Sukamara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan tekni Triangulasi yaitu membandingkan antara subjek penelitaian dengan data wawancara dan sumber lain. Teknik analisis data menggunakan teknik 1). Data

Reduction (reduksi data). 2). Data display (penyajian data). 3). Conclusion

Drawing/Verification, artinya penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian: 1). Pelaksanaan evaluasi proses hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara. Meliputi : a). Perencanaan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik, perencanaan yang di buat guru meliputi penentuan aspek yang dinilai, pemilihan teknik penilaian, dan pembuatan instrumen penilaian. Penentuan aspek yang dinilai didasarkan pada rumusan indikator pembelajaran, guru menyebutkan ada tiga ranah penilaian yaitu penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik, akan tetapi dalam silabus dan RRP yang digunakan guru, tidak ditemukan adanya penilaian ranah kognitif, walau demikian pada prosesnya penilaian ranah kognitif masih tetap dilakukan oleh guru. b). Pelaksanaan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik, pelaksanaannya belum sesuai dengan perencanaan dan juga tidak mengacu pada Silabus dan RPP, dan penilaian yang dilakukan guru belum mengacu pada instrumen dan teknik yang telah ditentukan serta dalam membuat keputusan nilai guru tidak pernah melibatkan peserta didik untuk mengoreksi hasil belajar, guru hanya berpedoman pada kriteria penilaian pribadi, hal ini membuat para peserta didik tidak mempunyai dasar untuk perbaikan nilai atau menambah nilai yang sudah baik menjadi lebih baik lagi, akan tetapi dalam proses penilai guru sudah berusaha berlaku adil tanpa membeda-bedakan antara peserta didik yang satu dengan yang lain. 2). Pengolahan hasil belajar peserta didik yang di lakukanoleh guru dalam penentuan nilai akhir peserta didik melihat dari hasil ulangan harian, ulangan tengah smester, dan ulangan akhir, di tambah lagi dengan nilai keterampilan, nilai sikap, nilai penugasan serta nilai peraktek berupa persentasi. Dari jumlah keseluruhan nilai tersebut barulah di dapat nilai akhir peserta didik.

(8)

vii

THE IMPLEMENTATION OF STUDENTS’ PROCESS EVALUATION AND LEARNING RESULT BY ISLAMIC EDUCATION TEACHER IN SMPN 2

SUKAMARA ABSTRACT

Islamic Education Teacher at SMPN 2 Sukamara have evaluated students learning results but it is not certain whether the implementation and processing of learning results have been carried out properly and carried out in accordance with proper evaluation procedures. Therefore evaluation needs to be done to measure the success of the teacher in teaching and the success in learning.

The objectives of this research are: 1) to describe the implementation of students‟ process evaluation and learning result by Islamic education teachers in SMPN 2 Sukamara. 2) to find out the processing of learning results of students by Islamic education teachers in SMPN 2 Sukamara.

The method used in this research is qualitative method. The subject in this research was a teacher of Islamic education in SMPN 2 Sukamara. The techniques of data collection used in this study were observation, interview and documentation. The technique of validating data using Triangulation technique which is comparing the research subject with interview data and other sources. The data analysis techniques were 1) data reduction (data reduction). 2) data display (data presentation). 3) drawing conclusion/verification, which means drawing the conclusions.

The research results : 1) the implementation of students‟ process evaluation and learning result by Islamic education teacher in SMPN 2 Sukamara includes : a) Planning students‟ process evaluation and learning result, planning made by teachers includes determining the aspects assessed, selecting assessment technique, and making assessment instrument. Determination of aspects assessed is based on the formulation of learning indicators, the teacher mention there are three domains of assessment, namely cognitive, affective, and psychomotor assessment, but in syllabus and lesson plan that is used by teacher, there is no assessment of the cognitive assessment, however the process of cognitive assessment is still done by the teacher. b) The students‟ process evaluation and learning result, the implementation is not in accordance with the planning and also does not refer to the syllabus and lesson plan, and the assessment made by the teacher has not referred to the instruments and techniques that have been determined and in making the teacher is the only guided by personal assessment criteria, this make the students do not have a basis for improving their score or adding good score to be better, but the teacher appraisal process they have tried to be fair without discriminating between one student and other students. 2) The students‟ process evaluation and learning result that is done by teacher in determining the final score of students seeing from the result of daily test, middle test and final test, plus the score of skills, attitude scores, assignment score and presentation score in the form of percentages. From the total number of score then the final score of students can be obtained.

(9)

viii

KATA PENGANTAR

ِمي ِح هسلٱ ِه َٰ م ۡح هسلٱ ِ هللَّٱ ِم ۡسِب

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena rahmat, taufik, dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul:

Pelaksanaan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik Oleh Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara”.

Skripsi ini disusun sebagai kewajiban mahasiswa dalam tugas akhir, sebagai

salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu

Keguruan (FTIK) Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya. Pada kesempatan ini penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. Ibnu Elmi As Pelu, SH. MH, Rektor Institut Agama Islam Negeri

Palangka Raya.

2. Bapak Drs. Fahmi, M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut

Agama Islam Palangka Raya yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan

penelitian dan sebagai pembimbing I yang selama ini selalu memberikan

motivasi dan juga bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan

bimbingan, sehingga skripsi ini terselesaikan.

3. Ibu Dra. Hj. Rodhatul Jennah, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas

Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya yang

(10)

ix

4. Ibu Jasiah, M.Pd, Ketua Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu

Keguruan IAIN Palangka Raya yang telah menyetujui judul penelitian dan

penetapan pembimbing.

5. Bapak Drs. Asmail Azmy H.B, M. Fil.I, ketua program studi Pendidikan

Agama Islam IAIN Palangka Raya yang telah menyeleksi judul penelitian.

6. Ibu Dr.Tutut Sholehah, M.Pd, dosen Penasehat Akademik (PA) yang selama

ini selalu membimbing, menasehati, memotivasi dan mengarahkan selama

proses studi.

7. Ibu Sri Hidayati, MA pembimbing II yang selama ini bersedia meluangkan

waktunya dan memberikan bimbingan sehingga skripsi ini terselesaikan.

8. Seluruh dosen Jurusan Tarbiyah khususnya Program Studi Pendidikan Agama

Islam (PAI) yang telah berbagi ilmu, dan memberikan pembelajaran selama

proses studi.

9. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukamara.

10. Bapak Daman, S.Pd Kepala SMPN 2 Sukamara yang telah membantu

memberikan informasi, dan pengetahuan yang terkait tentang penelitian.

11. Bapak Yudhi Setiawan Putra, S.Pd.I, Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 2

Sukamara yang telah banyak membantu selama proses penelitian sampai

selesai, memberikan informasi, dan pengetahuan yang terkait tentang

penelitian.

12. Dewan guru serta staf TU SMPN 2 Sukamara yang telah memfasilitasi dan

meluangkan waktunya untuk penulis dalam mencari dan menghimpun data

yang diperlukan selama penelitian.

13. Teman-teman seperjuangan PAI angkatan 2013 yang selalu memberikan

(11)

x

14. Kepada seluruh keluarga penulis ucapkan terima kasih karena telah bersabar

dan memberikan do‟a dan perhatian.

Akhir kata, mudah-mudahan penyusunan skripsi ini dapat bermanfaat dan

menambah khazanah ilmu bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai

dan merahmati segala usaha kita semua. Amiin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Palangka Raya, 23 Maret 2019 Penulis,

MUHIB BAITUL AULA NIM. 130 111 1762

(12)

xi

MOTTO

ُن ََٰس ۡح ِ ۡلۡٱ الَِّإ ِن ََٰس ۡحِ ۡلۡٱ ُءٓاَزَج ۡلَه

٠٦

(“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”

(Q.S. Ar-Rahman 55:60)

(Al-Qur’an Al-Karim, 2009:533)

(13)

xii

ِمي ِح هسلٱ ِه َٰ م ۡح هسلٱ ِ هللَّٱ ِم ۡسِب

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam yang selalu melimpahkan segala

kebaikan dan kemurahannya sehingga diri ini mampu menyelesaikan tugas akhir

untuk memperoleh gelar sarjana ini. Ku persembahkan skripsi ini yaitu kepada:

1. Ibunda dan Ayahdaku Tercinta (Ibu Rasmi dan Bapak Gusti Majekur).

Terima kasih tak terhingga selama ini sudah mendidiku dari kecil hingga

sekarang, memberikan dukungan moral maupun material, serta do‟a yang tidak ada habis-habisnya untukku. Insyaallah menjadi dasar Allah SWT meridhoiku,

yang mampu mengantarkan anakmu meraih kesuksesan di masa akan datang.

2. Kakak-kakak ku (Soekimi, dan Juhrizal), serta kedua adik ku (Muhammad Sahri dan Agistia Denanta). Terima kasih banyak atas segala do‟a dan

dukungan dan juga semangat serta motivasi yang kakak dan adik berikan

kepadaku.

3. Seeorang perempuan yang selama ini tak henti-hentinya memberiku dukungan

baik itu semangat maupun do‟a (Nofiatun Ariska) terma kasih banyak untuk dukungan dan do‟anya selama ini.

4. Teman-teman seperjuangan (Hariyanto Atmojo,S.Pd, Muhammad Fitriyanur, S.Pd, Muhammad Khoirun Ni’am, S.Pd) terima kasih atas kebersamaannya selama ini.

Skripsi ini saya persembahkan untuk kalian semua.. MUHIB BAITUL AULA

(14)

xiii

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

PERSETUJUAN SKRIPSI ... iii

NOTA DINAS ... iv

PENGESAHAN SKRIPSI ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

MOTTO ... xi

PERSEMBAHAN ... xi

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL... xvi

BAB IPENDAHULUAN A.Latar Belakang ... 1

B. Hasil Penelitian yang Relevan/Sebelumnya ... 5

C.Identifikasi Masalah ... 9 D.Batasan Masalah ... 10 E. Rumusan Masalah... 10 F. Tujuan Penelitian ... 10 G.Manfaat Penelitian ... 11 H.Definisi Operasional ... 12 I. Sistematika Penulisan ... 13

BAB II TELAAH TEORI A. Deskripsi Teoritik ... 15

1. Pengertian Pelaksanaan ... 15

(15)

xiv

a) Evaluasi ... 16

b) Hasil Belajar ... 30

1) Pengertian Hasil Belajar ... 30

2) Evaluasi Hasil Belajar ... 31

3) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 35

4) Penyusunan Tes Hasil Belajar ... 35

5) Pengolahan Hasil Belajar ... 39

3. Guru Pendidikan Agama Islam ... 45

a) Pengertian Guru PAI ... 45

b) Sifat-Sifat Guru PAI ... 48

c) Kedudukan Guru PAI ... 49

d) Tugas Guru PAI ... 50

B. Kerangka Berpikir dan Pertanyaan Penelitian ... 54

1. Kerangka Berpikir ... 54

2. Pertanyaan Penelitian ... 55

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Alasan Menggunakan Metode ... 56

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 56

C. Instrumen Penelitian ... 57

D. Sumber Data ... 57

E. Subjek dan Objek Penelitian ... 58

F. Teknik Pengumpulan Data ... 59

G. Teknik Pengabsahan Data ... 61

H. Teknik Analisis Data ... 62

BAB IV PEMAPARAN DATA A. Temuan Penelitian ... 64

(16)

xv

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 79

1. Pelaksanaan evaluasi proses hasil belajar peserta didika oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara ... 79

a) Perencanaan ... 79

b) Pelaksanaan ... 81

1) Pembuatan soal-soal untuk evaluasi hasil belajar peserta didik di SMPN 2 Sukamara ... 83

2) Bentuk soal-soal untuk evaluasi hasil belajar peserta didik di SMPN 2 Sukamara ... 84

2. Pengolahan evaluasi hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara ... 84

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan... 86

B. Saran ... 87

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(17)

xvi

DAFTAR TABEL

1.1

Gambaran Dalam Menetapkan Besar Kecilnya Persentase Untuk Menetapkan Penilaian Acuan ... 40

4.1 Keadaan Jumlah Guru di SMPN 2 Sukamara ... 64

4.2 Keadaan Peserta Didik Kelas VIII dan IX di SMPN 2 Sukamara ... 65

4.3 Daftar Nilai Pesrta Didik Kelas VIII Saat Ulangan Semester di SMPN 2

Sukamara ... 66

4.4 Daftar Nilai Pesrta Didik Kelas IXa dan IXb Saat Ulangan Semester di SMPN 2

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan manusia dan

memiliki kedudukan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan

menjadi instrumen paling penting untuk peningkatan kualitas suatu bangsa.

Undang-Undang RI, (2003:7) Undang-undang Pendidikan Nomor 20

Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bab II pasal 3 disebutkan

bahwa :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berkenaan dengan Undang-Undang di atas maka setiap anak berhak

mendapatkan pendidikan yang layak untuk menjadi manusia yang diinginkan

oleh bangsa dan negara. Untuk mendidik seorang anak, dapat dilakukan pada

sekolah-sekolah formal, informal maupun non formal, namun pada dasarnya

pendidikan anak itu dimulai dari sebuah keluarga, hal ini menunjukkan bahwa

orangtua sangat berperan dalam pendidikan anak, baik dari pendidikan

moralnya maupun pendidikan agamanya.

Orangtua adalah pendidik pertama ketika anak lahir hingga dia dewasa,

di dalam al-Qur‟an juga telah dijelaskan didalam surah An-Nisa ayat 9:

هللَّٱ ْاىُقهت يۡل ف ۡمِهۡي ل ع ْاىُفب خ بًفَٰ ع ِض ٗةهي ِّزُذ ۡمِهِفۡل خ ۡهِم ْاىُك س ت ۡى ل هيِرهلٱ ش ۡخ يۡل و

اًديِد س ٗلٗ ۡى ق ْاىُلىُق يۡل و

(19)

Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa hendaknya orangtua takut

kepada Allah karena telah lalai dari tanggung jawabnya terhadap pendidikan

anaknya. Quraish Shihab, (2012:170) mengatakan, “janganlah orangtua meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan lemah, terutama lemah di dalam

kondisi fisik dan psikisnya dimana para orangtua hendaknya memberikan

pelajaran berupa hal-hal yang baik sebelum dia meninggalkan anaknya”.

Pelaksanaan penilaian adalah penentuan tujuan, penentuan rencana

penilaian, penyusunan instrumen penilaian, pengumpulan data atau informasi,

analisis dan interpretasi serta tindak lanjut (Sunarti& Rahmawati, 2014:24)

Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2015 Tentang

Standar Nasional Pendidikan Pasal 1 ayat (17): Penilaian adalah proses

pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil

peserta didik.

Dahulu ketika orang mengukur kesuksesan siswa hanya dilihat dari

nilai yang mampu dia peroleh dari tes yang berhasil dikerjakan. Semakin

banyak nilai sempurna sebut misalnya 100 (untuk penilaian pada interval

0-100) pada mata pelajaran yang diikuti, berarti siswa tersebut dinilai sebagai

siswa yang sukses dan berhasil. Mereka dianggap sebagai anak cerdas yang

memiliki intelektualitas yang tinggi. Merekalah yang dapat meraih kesuksesan

dimasa depan. Namun kenyataannya di era kekinian, ketika zaman sudah

sangat berubah, kebanyakkan orang menyebutnya sebagai era globalisasi dan

(20)

3

ilmuwan mengatakan, kesimpulan itu saat ini sudah tidak relevan. Karena

kenyataannya intelektualitas (kecerdasan kognitif) bukanlah satu-satunya

penentu keberhasilan dan kesuksesan siswa. Bahkan intelektualitas hanyalah

menjadi salah satu bagian kecil dari banyak faktor kesuksesan tersebut. Saat

ini, pandangan masyarakat mulai beralih kepada faktor-faktor lain seperti

kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan

lainnya (Prastowo, 2015:366).

Guru memegang peran utama dalam pembangunan pendidikan,

khususnya yang diselengarakan secara formal di sekolah. Guru juga sangat

menentukan keberhasilan peserta didik, terutama kaitannya dengan proses

belajar-mengajar. Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh

terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah profesi mengajar ilmu

agama, di mana seseorang menanamkan nilai-nilai kebajikan ke dalam jiwa

manusia. Membentuk karakter dan kepribadian manusia. Lebih dari itu, guru

PAI adalah sosok yang mulia, seseorang yang berdiri di depan dalam teladan

tutur kata dan tingkah laku, yang dipundaknya melekat tugas sangat mulia,

menciptakan sebuah generasi yang paripurna (Ramayulis, 2008:105)

Guru Pendidikan Agama Islam memiliki tanggung jawab yang sangat

besar, yaitu tidak hanya mendidik siswanya agar mengerti dan memahami

ajaran-ajaran Islam dengan baik, tetapi juga diharapkan siswanya mampu

mengamalkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena

itu, guru Pendidikan Agama Islam juga dituntut agar dapat menjalankan tugas

(21)

kompetensi pedagogik sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh

setiap guru.

Kualitas guru dapat ditinjau dari dua segi yaitu dari segi proses dan

hasil. Dari segi proses guru dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan

sebagian peserta didik secara aktif baik fisik, mental maupun sosial dalam

proses pembelajaran. Disamping itu dapat dilihat dari gairah dan semangat

mengajarnya serta adanya percaya diri. Sedangkan dari segi hasil guru

dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberikan mampu mengubah

perilaku sebagian besar peserta didik ke arah penguasaan kompetensi dasar

yang lebih baik. (E Mulyasa, 2007:14)

SMPN 2 Sukamara yang berlokasi di Desa Pangkalan Muntai Kec.

Sukamara Kab.Sukamara merupakan SMP satu-satunya di daerah tersebut dan

dibawah naungan Departemen Pendidikan Nasional.

Ketika dilakukan observasi awal terlihat para peserta didik tidak

antusias dengan pelajaran tersebut. Dapat dilihat dari suasana kelas yang tidak

kondusif, sehingga peserta didik terlihat malas dalam mengikuti pelajaran.

Observasi ini peneliti lakukan di dua kelas yaitu kelas VII dan kelas VIII.

Hasilnya tidak jauh berbeda. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara

kepada beberapa peserta didik kelas VIII , menurut pemaparan mereka

dalam pelaksanaan pembelajaran guru tersebut hanya menggunakan satu

metode saja yaitu cermah dengan kata lain monoton, tidak ada variasi - variasi

untuk menambah semangat belajar, sehingga membuat para peserta didik

menjadi bosan dalam mengikuti pelajaran (Hasil obsevasi dan wawancara

dengan siswa kelas VIII SMPN 2 Sukamara, Pada Hari Rabu,Tanggal 19

(22)

5

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di atas dapat diketahui

bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara

dalam pengelolaan proses belajar mengajar di kelas masih kurang

diperhatikan, penyampaian materi masih dengan satu metode saja. Sehingga

tidak terwujud pembelajaran yang aktif dalam pelajaran tersebut. Penilaian

juga dalam pembuatan RPP, guru masih belum maksimal yang mengacu pada

RPP yang berlaku.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian yang dilakukan ini

memfokuskan pada masalah Penilaian Evaluasi Proses dan Hasil Belajar

Peserta Didik oleh Guru Pendidikan Agama. Karena guru yang berkualitas

adalah modal utama dalam mewujudkan proses dan hasil pembelajaran yang

baik. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian denngan

mengangkat judul “Pelaksanaan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Peserta

Didik Oleh Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara”.

B. Hasil Penelitian yang Relevan/Sebelumnya

Sebelum melakukan penelitian ini, penulis meninjau kembali

penelitan-penelitian senbelumnya yang terkait dengan penelitan-penelitian yang akan penulis

laksanakan. Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan Pelaksanaan

Penilaian Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik Oleh Guru

Pendidikan Agama Islam untuk lebih jelasnya akan di uraikan dalam

ringkasan sebagai berikut:

1. Penelitian relevan yang pertama dilakukan oleh Karniansyah (2013) di

STAIN Palangka Raya Jurusan Tarbiyah Prgram Studi Pendidikan Agama

(23)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAN-1 PERMATA INTAN KELURAHAN TUMBANG LAHUNG KECAMATAN PERMATA INTAN KABUPATEN MURUNG RAYA”.

Berdasarkan Hasil dari penelitian menunjukan bahwa 1).Perencanaan

evaluasi hasil belajar di SMAN-1 Permata Intan yaitu: Guru melihat

SK/KD, adanya perumusan tujuan evaluasi, kemudian menetapkan

aspek-aspek yang akan dievaluasi, memilih dan mennentukan teknik yang akan

digunakan dalam pelaksanaan evaluasi misalnya apakah menggunakan tes

tertulis atau lisan. 2). Pelaksanaan evaluasi hasil belajar Pendidikan

Agama Islam di SMAN-1 Permata Intan sudah dilakukan namun masih

belum sesuai dengan prosedur atau langkah-langkah dalam pelaksana

evaluasi pendidikan yang sesungguhnya. 3). Pengolahan hasil evaluasi

hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMAN-1 Permata Intan sudah

dilakukan yaitu dengan melihat dari hasil akhir atau standar ketuntasan

individual dan klasikal.

2. Penelitian yang relevan kedua dilakukan oleh Norperawati (2014) di

STAIN Palangka Raya Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan

Agama Islam, berjudul “PELAKSANAAN EVALUASI ULANGAN HARIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMAN-6 PALANGKA RAYA KECAMATAN BUKIT BATU

Berdasakan Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Perencanaan

evaluasi ulangan harian oleh guru PAI SMAN-6 Palangka Raya

dilaksanakan dengan mempersiapkan teknik atau jenis evaluasi

berdasarkan rangkaian perencanaan berikut ini : a) merumuskan kisi-kisi

(24)

7

penentuan bentuk/jenis tes yang tepat untuk digunakan seperti tes tertulis

dan lisan, c) menentukan jadwal pelaksanaan evaluasi ulangan harian

setelah selesai satu bab/pokok pembahasan, d) mengoreksi hasil belajar

siswa maka guru dapat mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam

menguasai materi, dan e) melaksanakan tahap tindak lanjut yaitu remedial

bagi siswa yang belum mencapai. 2) Pelaksanaan evaluasi ulangan harian

masih belum sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Terutama dalam

perumusan kisi-kisi soal masih belum sesuai dengan format penyusunan

kisi soal yang ada dalam evaluasi pendidikan, hal tersebut dikarenakan

guru PAI di SMAN 6 Palangka Raya masih belum begitu memahami

dengan langkah-langkah penyusunan kisi-kisi soal. Jenis soal ulangan

harian yang digunakan adalah tes tertulis dan lisan, semua jenis evaluasi

soal tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan masing-masing

dari jenis soal tersebut. Untuk bentuk soal tertulis adalah tes pilihan ganda

dan essay, sedangkan untuk soal lisan adalah berupa hafalan ayat atau

hadits. Jadwal pelaksanaan evaluasi ulangan harian PAI secara rutin

dilaksanakan yaitu dalam 1 semester dilaksanakan 3 sampai dengan 4 kali

yang disesuaikan ketentuan kompetensi dasar yang harus dicapai.

Ulangarn harian PAI ini dilaksanakan pada setiap pertemuan ketiga atau

akhir 1 tema pelajaran. Hasil evaluasi dikoreksi agar digunakan untuk

menilai tingkat ketuntasan hasil belajar siswa. Adapun standar kriteria

ketuntasan minimal adalah 70. Tindak lanjut dari kegiatan evaluasi adalah

pelaksanaan remedial bagi siswa yang tidak tuntas dalam bentuk tugas

(25)

3. Penelitian yang relevan ketiga dilakukan oleh Yuliani (2013) di STAIN

Palangka Raya Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam,

berjudul “PELAKSANAAN REMIDIAL SISWA KELAS Va YANG BELUM MENCAPAI KKM (KRITERIA KETUNTANSAN MINIMAL) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SDN-4 PAHANDUT PALANGKA RAYA

Berdasakan hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Perencanaan

remedial yang belum mencapai KKM pada mata pelajaran Pendidikan

Agama Islam (PAI) di SDN-4 Pahandut Palangka Raya dengan melakukan

pendataan terhadap siswa yang dilihat dari hasil belajar siswa yang belum

memenuhi KKM. 2) Remedial dilaksanakan apabila siswa belum

mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu nilai 70. Untuk

pelaksanaan teknis remedial diserahkan kepada guru PAI dengan

memperhatikan waktu yang tepat agar tidak mengganggu jadwal yang

ditetapkan Pelaksana remedial dilakukan dengan mengulang KD

(Kompetensi Dasar) yang perlu diulang oleh siswa. Guru sangat berperan

penting dalam pelaksanaan remedial, mengingat guru yang bersangkutan

memahami kendala dan masalah siswa dalam belajar. begitu juga terhadap

hasil belajar siswa yang belum mencapai KKM. 3) Berdasarkan hasil tes

sumatif sebelum dilakukan remedial terdapat 2 orang siswa yang tidak

mencapai nilai KKM yaitu IR mendapat nilai 66 dan DF mendapat nilai

65. Untuk memperbaiki nilai tersebut guru memberikan tugas perbaikan

nilai, sehingga pada tes selanjutnya semua siswa yang berjumlah 21 orang

(26)

9

Penelitian sebelumnya dengan yang akan peneliti lakukan

mempunyai kesamaan yaitu sama-sama meneliti tentang pelaksanaan

penilaian/evaluasi. Adapun yang menjadi perbedaan antara penelitian

sebelumnya dengan yang akan peneliti lakukan yaitu pada tempat

penelitan, penelitian yang pertama di SMAN-1 Permata Intan Kelurahan

Tumbang Lahung Kecamatan Permata Intan Kabupaten Murung Raya,

yang kedua di SMAN-6 Palangka Raya Kecamatan Bukit Batu, dan yang

ketiga di SDN-4 Pahandut Palangka Raya, sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan di SMPN 2 Sukamara, kemudian perbedaan selanjutnya

terletak pada fokus penelitian, penelitian sebelumya berfokus pada:

1. Pelaksanaan Evaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam.

2. Pelaksanaan Evaluasi Ulangan Harian Pendidikan Agama Islam.

3. Pelaksanaan Remidial Siswa Kelas Va Yang Belum Mencapai Kkm

(Kriteria Ketuntansan Minimal) Pada Mata Pelajaran Pendidikan

Agama Islam.

Sedangkan yang akan peneliti lakukan berfokus pada pelaksanaan

evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan

Agama Islam.

C. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka dapat

diidentifikasikan masalah sebagai berikut:

1. Hubungan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik di SMPN 2

(27)

2. Pengaruh evaluasi proses terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam

peserta didik di SMPN 2 Sukamara

3. Pelaksanaan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik oleh guru

pendidikan agama islam di SMPN 2 Sukamara

D. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka

peneliti membatasi permasalahan yang akan diteliti hanya pada Pelaksanaan

evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan Agama

Islam di SMPN 2 Sukamara.

E. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka peneliti merumuskan

beberapa pokok permasalahan yang tertuang dalam rumusan masalah sebahgai

berikut:

1. Bagaimana evaluasi proses hasil belajar peserta didik oleh guru

Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara?

2. Bagaimana pengolahan hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan

Agama Islam di SMPN 2 Sukamara ?

F. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi proses hasil belajar peserta

(28)

11

2. Untuk mengetahui pengolahan hasil belajar peserta didik oleh guru

Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara.

G. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi yang jelas

tentang Pelaksanaan evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik oleh guru

Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara, sehingga dapat memberikan

manfaat sebagai berikut:

1. Secara teori

a. Penelitian diharapkan dapat menambah wawasan khazanah keilmuan

dalam bidang ilmu pendidikan dan pembelajaran Pendidikan Agama

Islam khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN

Palangka Raya.

b. Memberikan sumbangan ilmiah bagi kalangan akademis yang

mengadakan penelitian berikutnya maupun mengadakan riset baru

tentang pelaksanaan penilaian evaluasi proses dan hasil belajar peserta

didik oleh guru Pendidikan Agama Islam.

2. Secara Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi baru bagi kalangan

pendidik tentang penilaian evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik

oleh guru Pendidikan Agama Islam.

3. Kegunaan Bagi Peneliti

a. Menambah wawasan keilmuwan bagi penulis tentang penilaian

evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik oleh guru Pendidikan

(29)

b. Sebagai salah satu cara membuka wawasan serta mengembangkan pola

berfikir untuk mahasiswa khususnya calon guru agar dapat

mengaplikasikannya di kemudian hari.

H. Definisi Operasional 1. Evaluasi Proses

Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan

untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu, berdasarkan

pertimbangan dan criteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan

(Zaenal Arifin, 2011:5). Evaluasi menurut Purwanto (2008:1) adalah

pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan standar kriteria.

Pengukuran dan evaluasi merupakan dua hal yang berkesinambungan.

Evaluasi dilakukan setelah dilakukan pengukuran dan keputusan evaluasi

dilakukan berdasarkan hasil pengukuran.

2. Hasil Belajar Peserta Didik

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran.

Nana Sudjana (2006: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada

hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam

pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan

psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil

belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak

(30)

13

hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya

pengajaran dari puncak proses belajar.

3. Guru Pendidikan Agama Islam

Guru Agama Islam merupakan pendidik yang mempunyai

tanggung jawab dalam membentuk kepribadian Islam anak didik, serta

bertanggung jawab terhadap Allah Swt. Beberapa tugas guru agama Islam

sebagai berikut :

a. Mengajarkan ilmu pengetahuan Islam

b. Menanamkan keimanan dalam jiwa anak

c. Mendidik anak agar taat menjalankan agama

d. Mendidik anak agar berbudi pekerti yang mulia.

I. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi merupakan gambaran umum tentang

hal-hal yang menjadi pembahasan dalam skripsi. Adapun sistematikanya adalah

sebagai berikut:

BAB I : Memuat pendahuluan isinya mencakup latar belakang penelitian

yang menguraikan tentang hal yang melatar belakangi penulisan

untuk memilih judul skripsi yang berkaitan dengan masalahnya,

kemudian penelitian sebelumnya, fokus peneliitian, rumusan

masalah sebagai batasan terhadap masalah yang diteliti. Selanjutnya

tujuan dan kegunaan penelitian yaitu sebagai sasaran dan harapan

yang penulis inginkan dari hasil penelitian, kemudian definisi

(31)

BAB II : Meliputi telaah teori yang berisi tentang deskripsi teoritik yang

berkaitan dengan judul penelitian, kemudian dilanjutkan dengan

kerangka fikir dan pertanyaan penelitian yaitu penjelasan terhadap

kerangka fikir penulis tentang masalah yang diungkapkan dalam

Bentuk skematik.

BAB III:Berisi tentang metode penelitian yang isinya berkaitan alasan

menggunakan suatu metode, penentuan waktu dan tempat penelitian,

sumber data penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan

data, teknik pengabsahan dan teknik analisis data.

BAB IV: Pemaparan Data, meliputi gambaran umum lokasi penelitian, temuan

hasil penelitian yaitu pelaksanaan penilaian evaluasi proses dan hasil

belajar peserta didik oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2

Sukamara.

BAB V: Pembahasan, yaitu mengkaji hasil temuan yang meliputi,

pelaksanaan penilaian evaluasi proses dan hasil belajar peserta didik

oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sukamara.

BAB VI: Penutup, yaitu kesimpulan dan saran

Daftar pustaka dan lampiran-lampiran, pada bagian ini adalah

menguraikan daftar pustaka, lampiran-lampiran yang berisi tentang observasi

dan dokumentasi, foto kegiatan penelitian, surat menyurat terkait dengan

keterangan ijin penelitian dan lampiran-lampiran lainnya yang terkait dengan

(32)

15

BAB II TELAAH TEORI

A. Deskripsi Teoritik

1. Pengertian Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah

rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi

biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Secara

sederhana pelaksanaan bisa diartikan penerapan. Majone dan Wildavsky

mengemukakan pelaksanaan sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky

mengemukakan bahwa Pelaksanaan adalah perluasan aktivitas yang saling

menyesuaikan (Nurdin Usman, 2002:70).

Pengertian di atas memperlihatkan bahwa kata pelaksanaan

bermuara pada aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu

sistem. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa pelaksanaan bukan

sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan

secara sungguh-sungguh berdasarkan Norma tertentu untuk mencapai

tujuan kegiatan

Pelaksanaan merupakan aktifitas atau usaha-usaha yang

dilaksanakan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang

telah dirimuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala kebutuhan,

alat-alat yang diperlukan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat

pelaksanaannya mulai dan bagaimana cara yang harus dilaksanakan, suatu

proses rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah program atau

(33)

16

di tetapkan yang terdiri atas pengambilan keputusan, langkah yang

strategis maupun operasional atau kebijaksanaan menjadi kenyataan guna

(34)

16

sasaran dari program yang ditetapkan semula (Abdullah Syukur, 1987:40)

2. Pengertian evaluasi dan hasil belajar a. Evaluasi

1) Pengertian Evaluasi

Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan

berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari

sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan criteria tertentu dalam

rangka pembuatan keputusan (Zaenal Arifin, 2011:5). Evaluasi

menurut Purwanto (2008:1) adalah pengambilan keputusan

berdasarkan hasil pengukuran dan standar kriteria. Pengukuran dan

evaluasi merupakan dua hal yang berkesinambungan. Evaluasi

dilakukan setelah dilakukan pengukuran dan keputusan evaluasi

dilakukan berdasarkan hasil pengukuran.

Wiersma dan jurs membedakan evaluasi, seperti pengukuran

dan testing. Keduanya berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu

proses yang mencakup pungukuran dan mungkin juga berisi

pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan

pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan

kegiatan mengukur dan menilai. Kedua pendapat di atas secara

implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih

luas dari pada pengukuran dan testing (Anurrahman,

2010:204-205)

2) Kualitas dan Ciri-Ciri Proses Evaluasi yang Baik

(35)

Validitas merupakan kualitas yang menunjukkan

hubungan antara suatu pengukuran dengan arti atau tujuan

kriteria belajar atau tingkah laku.

b) Reliabilitas

Reliabilitas merupakan kualitas yang menunjukkkan

kemantapan ekuivalensi atau stabilitas suatu pengukuran yang

dilakukan.

c) Obyektivitas

Obyektivitas adalah kualitas yang menunjukkkan

identitas atau kesamaan dari skor-skor atau diagnosis-diagnosis

yang diperoleh dari data yang sama dan dari penskor-penskor

kompeten yang sama (Wayan Nurkancana dan Sunartana,

1986: 25)

3) Proses Evaluasi

a) Proses Evaluasi Tes

Tes adalah suatu alat atau prosedur yang disistimatis dan

objektif untuk memperoleh data atau keterangan yang

diinginkan tentang seseorang dengan cara yang tepat dan tepat.

Proses tes adalah suatu proses dalam evaluasi yang

digunakan untuk mengetahui hasil belajar murid dengan

mempergunakan alat tes.

Menurut Hendyat Soetopo jenis tes, terdiri dari:

(1) Dilihat dari sifatnya:

(a) Tes verbal, yaitu tes yang menggunakan bahasa

(36)

18

(b) Tes non verbal, yaitu tes yang tidak menggunakan

bahasa sebagai alat untuk melaksanakan tes, tetapi

menggunakan gambar, memberikan tugas.

(2) Dilihat dari tujuannya:

(a) Tes bakat yaitu tes yang digunakan untuk menyelidiki

bakat seseorang

(b) Tes intelegensi yaitu tes yang dilakukan untuk

mengetahui kecerdasan seseorang.

(c) Tes prestasi belajar yaitu tes yang dilakukan untuk

mengegtahui prestasi seorang murid dari mata

pelajaran yang diberikan

(d) Tes diagnosik yaitu tes yang digunakan untuk

menggali kelemahan atau problem yang dihadapi

murid

(e) Tes sikap yaitu tes yang dilakukan untuk mengetahui

sikap seseorang murid terhadap sesuatu

(f) Tes minat yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui

minat murid terhadap hal-hal yang disukai.

(3) Dilihat dari pembuatannya:

(a) Tes standar yaitu tes yang dibakukan mengandung

prosedur yang seragam untuk menentukan nilai dan

administrasinya.

(b) Tes buatan guru yaitu tes yang dibuat oleh guru untuk

kepentingan prestasi belajar.

(37)

(a) Tes uarian (essay) yaitu tes yang bentuk soalnya

sedemikian rupa sehingga memberi kesempatan

kepada murid untuk menjawab secara bebas dengan

uraian.

(b) Tes obyektif yaitu tes yang bentuk soalnya hanya

memerlukan jawaban singkat sehingga tidak

memungkinkan murid menjawab secara terurai.

(5) Ditinjau dari objeknya:

(a) Tes individual yaitu suatu tes yang dalam

pelaksanaannya memerlukan waktu yang cukup

panjang.

(b) Tes kelompok yaitu tes yang dilakukan terhadap

beberapa murid dalam waktu yang sama.

b) Proses Evaluasi Non Tes

Proses non tes adalah alat penilaian yang dilakukan tanpa

melalui tes. Tes ini digunakan untuk menilai karakteristik lain

dari murid. Adapun proses non tes dapat dilakukan dengan

cara:

(1) Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang

dilakukan secara sistematis dan sengaja melalui proses

pengamatan dan pendekatan terhadap gejala-gejala yang di

selidiki.

Fungsi observasi untuk memperoleh gambaran dan

(38)

20

untuk menunjang dan melengkapi bahan-bahan yang

diperoleh melalui interview.

Jenis observasi antara lain:

(a) Observasi partisipasi, umumnya dipergunakan untuk

penelitian yang bersifat eksplorasi.

(b) Observasi sistematik, sebelum mengadakan observasi

terlebih dahulu dibuat kerangka tentang berbagai

faktor dan ciri-ciri yang akan diobservasi.

(c) Observasi eksperimental, adalah suatu observasi yang

membuat variasi situasi untuk menimbulkan

tingkahlaku tertentu dan situasi tersebut dibuat

sengaja.

(2) Interview (wawancara)

Wawancara adalah alat pengumpulan data yang

dilakukan secara bertatap muka bertujuan untuk menjaring

data dan informasi murid dengan jalan bertanya secara

lisan dan langsung kepada sumber data (murid) ataupun

kepada orang lain.

Jenis wawancara, yaitu:

(a) Wawancara jabatan, ialah wawancara yang ditujukan

untuk mencocokkan seorang calon pegawai dengan

pekerjaan yang tepat

(b) Wawancara informatif, ialah wawancara yang

ditujukan untuk memperoleh data atau memberikan

(39)

(c) Wawasan disipliner, ialah wawancara yang ditujukan

untuk menuntut perubahan tingkahlaku seseorang

kearah kegiatan yang diinginkan pewawancara

(d) Wawancara penyuluhan, ialah wawancara yang

bertujuan untuk memberikan bantuan kepada individu

dalam memecahkan masalah

(3) Problem Checklist (Daftar Cek Masalah)

Daftar cek masalah adalah seperangkat pertanyaan

yang menggambarkan jenis-jenis masalah yang mungkin

dihadapi murid.

Alasan menggunakan daftar cek masalah yaitu,

efisiensi karena dengan menggunakan daftar cek masalah

data yang diperoleh akan lebih banyak dalam waktu yang

relative singkat. Selain itu juga, menggunakan daftar cek

masalah lebih intensif karena data yang diperoleh lebih

diteliti, mendalam dan luas. Serta daftar cek masalah valid

dan reliable, maka secara langsung individu yang

bersangkutan akan dapat mencek yang ada pada dirinya.

(4) Angket (kuesioner)

Angket (kuesioner) adalah seperangkat pertanyaan

yang harus dijawab oleh responden yang digunakan untuk

mengubah berbagai keterangan yang langsung diberikan

oleh responden. Angket sebagai alat pengumpul data

mempunyai cirri khas yang membedakan dengan alat

(40)

22

pengumpulan data yang melalui daftar pertanyaan tertulis

yang disusun dan disebarkan untuk mendapatkan

informasi atau keterangan dari sumber data yang berupa

orang.

(5) Sosiometri-sosiogram

Sosiometri adalah suatu alat yang dipergunakan

untuk mengukur hubungan sosial di dalam kelompoknya.

Sosiometri digunakan untuk mengumpulkan data tentang

dinamika kelompok, untuk mengetahui popularitas

seseorang dalam kelompoknya, serta memiliki kesukaran

seseorang terhadap teman-temannya dalam kelompok baik

dalam kegiatan belajar, bermain, bekerja dengan

kegiatan-kegiatan kelompok lainnya.

Kegunaan sosiometri yaitu memperbaiki hubungan

insane diantara anggota-anggota kelompok, menentukan

kelompok kerja tertentu, meneliti kemampuan memimpin

seseorang dalam kelompok, untuk mengatur tempat duduk

dalam kelas, untuk mengetahui perpecahan kelompok

dalam masyarakat (Mulyadi, 2010:55-61)

4) Prinsip-prinsip umum evaluasi

Untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, maka

kegiatan evaluasi harus bertitik tolak dari prinsip-prinsip umum

sebagai berikut:

(41)

Evaluasi tidak boleh dilakukan secara incidental (waktu

tertentu ) karena pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses yang kontinu. Hasil evaluasi yang diperoleh pada suatu waktu

harus senantiasa dihubungkan dengan hasil-hasil pada waktu

sebelumnya sehingga dapat diperoleh gambaran yang jelas dan

berarti tentang perkembangan peserta didik. Perkembangan

belajar peserta didik tidak dapat dilihat dari dimensi produk

saja, tetapi juga dimensi proses bahkan dari dimensi input.

b) Komprehensif

Dalam melakukan evaluasi terhadap suatu objek, guru harus

mengambil seluruh objek itu sebagai bahan evaluasi. Misalnya,

jika objek evaluasi itu adalah peserta didik, maka seluruh aspek

kepribadian peserta didik itu harus dievaluasi, baik yang

menyangkut kognitif, afektif maupun psikimotor. Begitu juga

dengan objek-objek evaluasi yang lain.

c) Adil dan Objektif

Dalam melaksanakan evaluasi guru harus berlaku adil tanpa

pilih kasih. Kata “Adil” dan “Objektif” memang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Meskipun demikian,

kewajiban manusia adalah harus berikhtiar. Semua peserta

didik harus diberlakukan sama tanpa pandang bulu. Guru juga

hendaknya bertindak secara objektif, apa adanya sesuai dengan

kemampuan peserta didik. Oleh sebab itu, sikap like and

dislike, perasaan, keinginan, dan prasangka yang bersifat

(42)

24

kenyataan (data dan fakta) yang sebenarnya, bukan hasil

manipulasi dan rekayasa.

d) Kooperatif

Dalam melaksanakan evaluasi guru hendaknya bekerja sama

dengan semua pihak, seperti orang tua peserta didik, sesame

guru, kepala sekolah, termasuk dengan peserta didik itu sendiri.

Hal ini dimaksudkan agar semua pihak merasa puas dengan

hasil evaluasi, dan pihak-pihak tersebut merasa dihargai.

e) Praktis

Praktis mengandung arti mudah digunakan baik oleh guru itu

sendiri yang menyusun alat evaluasi maupun orang lain yang

akan menggunakan alat tersebut. Untuk itu harus diperhatikan

bahasa dan petunjuk mengerjakan soal (Zaenal arifin,

2009:30-31)

5) Fungsi Evaluasi

Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu

fungsi formatif dan fungsi sumatif. Fungus formatif dilaksanakan

apabila hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi diarahkan untuk

memperbaiki bagian tertentu atau sebagian besar bagian kurikulum

yang sedang dikembangkan. Sedangkan evaluasi sumatif

dihubungkan dengan penyimpulan mengenai kebaikan dari system

secara keseluruhan, dan fungsi ini baru dapat dilaksanakan apabila

pengembangan kurikulum telah dianggap selesai.

Menurut Zaenal Arifin (2009:19-20) fungsi evaluasi adalah:

(43)

pembelajaran.sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran

sebagai suatu system memiliki berbagai komponen, seperti tujuan,

materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan, guru dan

peserta didik. Kedua, untuk akreditasi.salah satu komponen

akreditasi adalah pembelajaran. Artinya, fungsi akreditasi dapat

dilaksanakan jika hasil evaluasi pembelajaran digunakan sebagai

dasar akreditasi lembaga pendidikan.

Dalam pengembangam program pengajaran, ada dua fungsi

utama evaluasi yang perlu diwujutkan:

a) Mengetahui efektivitas program dalam pencapaian

tujuan-tujuannya

b) Mengidentifikasi bagian-bagian dari program pengajaran yang

perlu diperbaiki.(R. Ibrahim dan Nana Syaodih, 2003:133)

Untuk mengetahui fungsi pertama, evaluasi lebih banyak

dilakukan terhadap hasil yang dicapai siswa, yaitu dengan

membandingkan hasil evaluasi awal dan hasil evaluasi akhir. Jika

rata-rata hasil tes awal 2,0 sedangkan rata-rata tes akhir 8,0

misalnya, ini berarti program pengajaran yang telah dilaksanakan

tergolong efektif. Untuk mewujudkan fungsi kedua evaluasi

dilakukan baik terhadap hasil yang dicapai maupun terhadap

proses pelaksanaan pengajaran.

Menurut Oemar Hamalik (2001:147-148) fungsi-fungsi

pokok evaluasi adalah:

(1) Fungsi edukatif: evaluasi adalah suatu subsistem dalam system pendidikan yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keseluruhan system dan salah satu subsistem pendidikan. Bahkan dengan evaluasi dapat

(44)

26

diungkapkan hal-hal yang tersembunyi dalam proses pendidikan.

(2) Fungsi institusional: evaluasi berfungsi mengumpulkan informasi akurat tentang input dan output pembelajaran disamping proses pembelajaran itu sendiri. Dengan evaluasi dapat diketahui sejauh mana siswa mengalami kemajuan dalam proses belajar setelah mengalami proses pembelajaran.

(3) Fungsi diagostik: dengan evaluasi dapat diketahui kesulitan masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa dalam proses/kegiatan belajarnya dengan informasi tersebut maka dapat dirancang dan diupayakan untuk mengulangi dan membantu yang bersangkutan mengatasi kesulitannya dan memecahkan masalahnya. (4) Fungsi administrative: evaluasi menyediakan data

tentang kemajuan belajar siswa, yang pada giliranya berguna untuk memberikan sertifikasi (tanda kleulusan) dan untuk melanjutkan studi lebih lanjut dan untuk kenaikan kelas. Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui kemampuan guru-guru dalam proses belajar-mengajar, hal ini berdaya guna untuk kepentingan supervis.

(5) Fungsi kurikuler: evaluasi berfungsi menyediakan data dan informasi yang akurat dan berdaya guna bagi perkembangan kurikulum (perencanaan, uji coba dilapangan, implementasi, dan revisi).

(6) Bagianintegral dalam system manajemen, hasil evaluasi berdaya guna sebagai bahan bagi pimpinan untuk membuat keputusan manajemen pada semua jenjang manajemen.

6) Penilaian evaluasi hasil belajar peserta didik

Guru harus melakukan evaluasi terhadap hasil tes dan

menetapkan standar keberhasilan. Sebagai contoh, jika semua

siswa sudah menguasai suatu kompetensi dasar, maka pelajaran

dapat dilanjutkan dengan materi berikutnya, dengan catatan guru

memberikan perbaikan (remedial) kepada siswa yang belum

mencapai ketuntasan, dan pengayaan bagi yang sudah.

Dari hasil evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi

dasar, materi atau indikator yang belum mencapai ketuntasan.

(45)

manfaat yang besar untuk melakukan program perbaikan yang

tepat.

Bentuk-bentuk tes dapat dibedakan sebagai berikut:

a) Tes tertulis, adalah tes yang dilakukan dengan cara siswa

menjawab sejumlah item soal dengan cara tertulis. Ada dua

jenis tes tertulis yaitu tes essay dan tes objektif. Tes essay

adalah bentuk tes dengan cara siswa diminta untuk menjawab

pertanyaan secara terbuka yaitu menjelaskan atau menguraikan

melalui kalimat yang disusunnya sendiri. Tes objektif adalah

bentuk tes yang mengharapkan siswa memilih jawaban yang

sudah ditentukan. Seperti, bentuk tes benar-salah (BS), tes

pilihan ganda, menjodohkan dan bentuk melengkapi.

b) Tes lisan, adalah bentuk tes yang menggunakan bahasa secara

lisan.

c) Tes perbuatan, adalah tes dalam bentuk peragaan. Tes ini

cocok manakala kita ingin mengetahui kemampuan dan

keterampilan seseorang.

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan

pendidikan menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Bloom yang

secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah yaitu:

a) Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yaitu

kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.

b) Ranah afektif berkenaan dengan sikap. Hasil belajar tampak

(46)

28

terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru

dan teman.

c) Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar

keterampilan dan kemampuan bertindak setelah ia menerima

pengalaman belajar tertentu.

7) Memanfaatkan hasil evaluasi untuk kepentingan pembelajaran

Mengajar pada hakikatnya adalah membantu siswa

memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berfikir,

sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajar. Hasil

akhir atau jangka panjang dari proses mengajar adalah kemampuan

siswa yang tinggi untuk dapat belajar dengan mudah dan efektif di

masa mendatang.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan utama dari kegiatan

belajar mengajar di dalam kelas adalah agar murid dapat

menguasai bahan-bahan belajar sesuai dengan tujuan-tujuan yang

telah ditetapkan. Untuk itu guru melakukan berbagai upaya mulai

dari penyusunan rencana pembelajaran, penggunaan strategi belajar

mengajar yang relevan, sampai dengan pelaksanaan penilaian dan

umpan balik.

Kenyataannya menunjukkan bahwa setelah kegiatan belajar

mengajar berakhir masih saja ada murid yang tidak menguasai

materi pelajaran dengan baik sebagaimana tercermin dalam nilai

atau hasil belajar lebih rendah dari kebanyakan murid-murid

(47)

untuk dapat mencapai hasil-hasil belajar yang diharapkan (Majid,

2008:225-226).

Berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi murid

dalam belajar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru

antara lain:

a) Pengajaran perbaikan, merupakan bentuk khusus dari

pengajaran yang diberikan kepada seseorang atau beberapa

murid yang mengalami kesulitan belajar. pengajaran

dipusatkan pada kompetensi dasar dan bahan-bahan pelajaran

yang belum dikuasai dengan baik oleh murid, mengadakan

tanya jawab, latihan, pemberian tugas dan evaluasi (Majid,

2008:236).

b) Program pengayaan, adalah suatu bentuk pengajaran yang

khusus diberikan kepada murid-murid yang sangat cepat dalam

belajar, yang menjadi masalah adalah bagaimana agar hasil

belajar yang dicapainya itu dapat lebih ditingkatkan lagi, atau

setidak-tidaknya dapat dipertahankan terus pada masa yang

akan datang. Sehingga mereka benar-benar dapat mewujudkan

perkembangannya secara optimal. Melalui pengajaran

pengayaan murid memperoleh kesempatan untuk memperluas

dan memperdalam pengetahuan dan keterampilannya dalam

bidang yang dipelajarinya (Majid, 2008:240).

Jadi dapat di simpulkan bahwa evaluasi proses adalah suatu

rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat

(48)

30

dilaksanakan, proses belajar atau pengajaran perlu dilakukan evaluasi

supaya mengetahui tingkat ketercapaian tujuan yang telah direncanakan

sehingga dalam proses pengajaran dapat menghasilkan peserta didik

yang mempunyai aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang tinggi.

b. Hasil Belajar

1) Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam

pembelajaran. Nana Sudjana (2006: 3) mendefinisikan hasil belajar

siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil

belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang

kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006:

3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu

interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak

mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi

siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak

proses belajar.

Benjamin S. Bloom (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 26-27)

menyebutkan enam jenis perilaku ranah kognitif, sebagai berikut:

a) Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang

telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu

berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori,

prinsip, atau metode.

b) Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan

(49)

c) Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan

kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.

Misalnya, menggunakan prinsip.

d) Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke

dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat

dipahami dengan baik. Misalnya mengurangi masalah menjadi

bagian yang telah kecil.

e) Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.

Misalnya kemampuan menyusun suatu program.

f) Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang

beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. misalnya,

kemampuan menilai hasil ulangan.

Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, dapat

disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan

yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.

Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif,

afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui

kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data

pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa

dalam mencapai tujuan pembelajaran.

2) Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi hasil belajar dapat dilakukan dengan penilaian

kelas, tes kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan dan

sertifikasi, bench marking dan penilaian program.

(50)

32

Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian,

ulangan umum dan ujian akhir. Ulangan Harian dilakukan

setiap selesai proses pembelajaran dalam satuan bahasan atau

kompetensi tertentu. Ulangan harian ini terdiri dari seperangkat

soal yang harus dijawab para peserta didik, dan tugas-tugas

terstruktur yang berkaitan dengan konsep yang sedang di

bahas. Ulangan harian minimal dilakukan tiga kali dalam satu

semester. Ulangan harian ini, terutama ditujukan untuk

memperbaiki modul dan program pembelajaran, tetapi tidak

menutup kemungkinan digunakan untuk tujuan-tujuan lain,

misalnya sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai

bagi para peserta didik.

Ulangan umum dilaksanakan setiap akhir semester,

dengan bahan yang diujikan sebagai berikut:

(1) Ulangan umum semester pertama soalnya diambil dari

materi semester pertama.

(2) Ulangan umum semester kedua soalnya merupakan

gabungan dari materi semester pertama dan semester

kedua, dengan penekanan pada materi semester kedua.

Ulangan umum dilaksanakan secara bersama untuk

kelas-kelas paralel, dan pada umumnya dilakukan ulangan

umum bersama baik tingkat rayon, kecamatan, kabupaten

maupun provinsi. Hal ini, dilakukan terutama dimaksudkan

untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan dan untuk

(51)

menghemat tenaga dan biaya, pengembangan soal bisa

dilakukan oleh bang soal, dan bisa dipergunakan secara

berulang-ulang selama soal tersebut masih layak dipergunakan.

Ujian akhir dilakukan pada akhir program pendidikan.

Bahan-bahan yang diujikan meliputi seluruh materi modul

yang telah diberikan, dengan penekanan pada bahan-bahan

yang diberikan pada kelas-kelas tinggi. Hasil evaluasi akhir ini

terutama digunakan untuk menentukan kelulusan bagi setiap

peserta didik dan layak tidaknya untuk melanjutkan pendidikan

pada tingkat diatasnya.

Penilaian kelas dilakukan oleh guru untuk mengetahui

kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa

kesulitan belajar, memberikan umpan balik untuk perbaikan

proses pembelajaran dan penentuan kenaikan kelas.

b) Tes Kemampuan Dasar

Tes Kemampuan Dasar dilakukan untuk mengetahui

kemapuan membaca, menulis dan berhitung yang di perlukan

dalam rangka memperbaiki program pembelajaran (program

remedial). Tes kemampuan dasar dilakukan pada setiap tahun.

c) Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi

Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran

diselenggarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan

gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan

belajar peserta didik dalam satuan waktu tertentu. Untuk

(52)

34

dicantumkan dalam Surat Tanda Tamat Belajar atau Ijazah

tidak semata-mata didasarkan atas hasil penilaian pada akhir

jenjang sekolah.

d) Benchmarking

Benchmarking merupakan suatu standar untuk mengukur

kinerja yang sedang berjalan, proses dan hasil untuk mencapai

suatu keunggulan yang memuaskan. Ukuran keunggulan dapat

ditentukan ditingkat sekolah, daerah atau nasional. Penilaian

dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga peserta didik

dapat mencapai satuan tahap keunggulan pembelajaran yang

sesuai dengan kemampuan usaha dan keuletannya.

Untuk dapat memperoleh data dan informasi tentang

pencapaian benchmarking tertentu dapat diadakan penilaian

secara nasional yang dilaksanakan pada satuan pendidikan.

Hasil penilaian tersebut dapat dipakai untuk memberikan

peringkat kelas dan tidak untuk memberikan nilai akhir peserta

didik. Hal ini, dimaksudkan sebagai salah satu dasar untuk

pembinaan guru dan kinerja sekolah.

e) Penilaian Program

Penilaian program dilakukan oleh Departemen

Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan secara kontinyu

dan berkesinambungan. Penilaian program dilakukan untuk

mengetahui kesesuaian kurikulum dengan dasar, fungsi dan

(53)

tuntutan perkembangan masyarakat dan kemajuan zaman

(Mulyasa, 2011:258-261)

1) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan

pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor yang

mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Sugihartono, dkk. (2007:

76-77), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil

belajar, sebagai berikut:

a) Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi: faktor jasmaniah dan faktor psikologis.

b) Faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal meliputi: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.

2) Penyusunan Tes Hasil Belajar

Dalam pengukuran hasil belajar kita memerlukan alat-alat

yang digunakan dalam pengukuran seperti tes. Jika tes yang akan

digunakan sudah tersedia dan cukup memenuhi syarat maka kita

tinggal memilih tes yang telah tersedia. Tetapi apabila tes tersebut

belum ada maka kita harus menyusun sendiri tes yang akan

dipergunakan. Dalam penyusunan tes hasil belajar ada beberapa

langkah yang harus ditempuh, seperti:

a) Menyusun Layout

Suatu tes hasil belajar baru dapat dikatakan tes yang baik

apabila materi yang tercantum dalam item-item tes tersebut

merupakan pilihan yang cukup mewakili terhadap materi

Figur

Memperbarui...

Referensi

  1. pendidik
Outline : Hasil Penelitian