BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelatif artinya penelitian yang bertujuan menjelaskan suatu hubungan korelatif antar variable. Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variable diikuti oleh variable yang lain. Dalam hal ini peneliti mengambil penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasan klien dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan rancangan penelitiannya menggunakan cross sectional artinya dengan melakukan pengukuran atau pengamatan data variabel independen dan variabel dependen hanya satu kali dan pada satu saat (Nursalam, 2003)
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara. Dimana jumlah rata-rata klien rawat inap satu bulannya adalah 100 orang, sehingga populasi yang diambil oleh peneliti adalah 100 orang.
2. Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tehnik Simple Random Sampling sehingga setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Untuk menghitung minimum besarnya sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini derajat ketepatan (accuracy) 0.05. Rumus dalam menentukan besar sampel untuk populasi kecil kurang dari 10.000 maka menurut Notoatmodjo, 2005 adalah:
1+ N(d²) Keterangan: n : Besar sampel N: Besar populasi d : Tingkat kepercayaan/ketepatan 0.05 sehingga, n = 100 1+ 100(0.05²) n = 100 1 + 0.25 n = 80
Berdasarkan rumus diatas maka besar sampel yang diambil adalah 80. Kriteria dalam pemilihan sampel ini adalah:
a. Kriteria Inklusi
1) Klien Rawat Inap
2) Klien dalam kondisi sadar
3) Klien tidak mengalami gangguan mental
4) Klien anak-anak kuesionernya diisi oleh orang tuanya. 5) Klien minimal 2 hari dirawat
b. Kriteria Eksklusi
1) Klien tidak sadar 2) Klien meninggal
C. Definisi Operasional
Variabel Definisi Operasional/ Parameter
Alat Ukur/ Cara Ukur
Hasil Ukur Skala Data
Independen: Perilaku Caring
Perilaku Caring yakni kegiatan
atau tindakan memberikan asuhan
keperawatan dengan mengutamakan faktor-faktor
carative yang bersumber pada
perspektif humanistik dan hubungan sesama manusia yang dikombinasikan dengan dasar pengetahuan ilmiah.
Parameter:
1.Memperlakukan manusia secara wajar
2. Memiliki kepercayaan diri 3. Sensitifitas, simpati, empati 4.Hubungan saling mempercayai, tulus, tidak pura-pura
5.Membangkitkan klien mengekspresikan perasaan
6. Memecahkan masalah klien
7. Menciptakan lingkungan terapeutik
8. Kesiapan fisik
9. Memenuhi kebutuhan klien 10. Kekuatan spiritual.
Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner ke klien yang berisi 47 pertanyaan Ya skor 1 Tidak skor 0 bila hasilnya positif Penilaian terpenuhi jika jumlah skor yang diperoleh mempunyai nilai minimal 0 dan maksimal 47 dengan pembagian: 0-23 berarti Perilaku caring tidak dilakukan oleh perawat dan 24-47 berarti Perilaku Caring dilakukan oleh perawat. Ordinal Kepuasan Klien dalam pelayanan keperawatan
Kepuasan klien dalam pelayanan keperawatan adalah kesesuaian antara harapan klien tentang pelayanan keperawatan yang bermutu dan berkualitas dengan kenyataan yang diterima.
Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 30 pertanyaan Penilaian terpenuhi bila jumlah skor yang diperoleh mempunyai nilai meksimal Ordinal
Parameter:
1. Aspek kinerja teknik
2. Aspek perawatan interpersonal / sikap professional 3. Aspek-aspek organisasi. dengan jawaban SP (Sangat Puas) dengan skor 4, P (Puas) dengan skor 3, TP (Tidak Puas) dengan skor 2, STP (Sangat Tidak Puas) dengan skor 1. Kemudian dikategorikan menjadi 2 yaitu bila tidak puas 0 dan puas nilai 1 30 dan minimal 0 dimana jika jawaban: 0-15 dikategorikan Tidak Puas dan 16-30
dikategorikan Puas
Tabel 3.1 Definisi Operasional (Alimul, 2001)
D. Metode Pengumpulan Data
1. Bahan dan Cara
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua buah alat ukur kuesioner yang telah dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada teori Watson, 2002 dan teori Marr and Gieling, 2001 (Lihat Lampiran III). Dua kuesioner ini masing-masing diisi oleh responden yaitu klien di instalasi rawat inap.
Untuk mengukur perilaku caring perawat terdiri dari 47 pertanyaan dengan menggunakan jenis pertanyaan berbentuk kuesioner dengan jenis jawaban tertutup yakni Ya dan Tidak dengan maksud responden memilih jawaban dan jika
dipandang dari bentuknya berbentuk check list dimana responden tinggal membubuhkan tanda check ( √ ) pada kolom yang telah disediakan.
Dari 50 pertanyaan tersebut memuat 10 faktor carative, dan setiap 1 faktor carative terdiri dari 5 pertanyaan.
Untuk mengukur variable kepuasan klien dalam pelayanan keperawatan maka peneliti menggunakan kuesioner dengan 30 pertanyaan yang dikelompokkan dalam 10 pertanyaan mewakili 1 dimensi kualitas. Pertanyaan yang digunakan adalah jenis pertanyaan berbentuk kuesioner dengan jenis jawaban tertutup dengan maksud responden memilih jawaban Sangat puas, puas, tidak puas, sangat tidak puas dan jika dipandang dari bentuknya berbentuk check list dimana responden tinggal membubuhkan tanda check ( √ ) pada kolom yang telah disediakan (Arikunto, 1998).
2. Langkah-Langkah Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dengan
a. Peneliti meminta ijin kepada Kepala Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan penelitian.
b. Peneliti meminta ijin kepada pihak Kepala Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengambil data klien.
c. Melakukan koordinasi dengan pihak Kepala Ruang untuk mengambil data klien.
d. Melakukan pendekatan dengan klien.
e. Memberikan penjelasan tata cara mengisi kuesioner kepada klien. f. Membagi kuesioner kepada klien untuk diisi.
g. Menarik kembali kuesioner yang telah diisi. h. Mengumpulkan kuesioner untuk kemudian diolah. 3. Validitas dan Reliabilitas
Sebelum data diolah data yang terkumpul akan baik bila dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur/kuesioner dalam melakukan fungsi ukurnya. Reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas
tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliable. (reliable), keterandalan, kepercayaan, keajekan dan kestabilan.(Suryabrata, 2001).
Dalam hal ini peneliti menggunakan uji validitas dengan Korelasi Product Moment dengan rumus:
r
xy=
N∑XY – (∑X) (∑Y)√ {(N∑X² - (∑X)²} {(N∑Y² -(∑Y)² }
r : Interprestasi x : Pertanyaan ke-N y : Skor Total
xy : Skor pertanyaan ke-N kali skor total.
Dikatakan valid bila nilai r lebih besar dari r tabel yaitu 0,632 yang telah diujicobakan pada 10 responden.
Untuk uji reliabilitas peneliti menggunakan rumus Koefesien Alpha yaitu:
S
1² : Varians skor belahan 1 dan belahan 2 2
α lebih dari nilai r tabel ( 0.632)
terhadap 10 responden di Rumah Sakit Bhayangkara
aka untuk
r
xx' ≥α = 2{1-S1²+ S2²}Sx²
S ² : Varian skor tes Dikatakan reliabilitas bila nilai (Azwar, 2001).
Dari uji coba kuesioner
Semarang tentang perilaku caring perawat dan kepuasan klien dirawat inap diperoleh hasil sebagai berikut (Lihat Lampiran V dan VI) :
Setelah dihitung dari masing-masing pertanyaan dengan skor total, m
megetahui apakah nilai korelasi masing-masing pertanyaan kuesioner denga skor total, maka untuk mengeahui apakah nilai korelasi masing-masing pertanyaan signifikan, perlu dilihat pada tabel Product Moment (Lihat Lampiran VI). Nilai r tabel pada N=10 sebesar 0, 632. Jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel pada taraf signifikan 5 %, maka instrumen tes yang akan diuji cobakan dinyatakan valid.
Berdasarkan hasil uji coba instrumen dengan Product Moment terhadap 10 responden tentang kepuasan klien dengan 30 pertanyaan didapatkan hasil uji semuanya valid. Sedangkan untuk reliabilitas tentang kepuasan klien dinyatakan reliabel tentang kepuasan klien dinyatakan reliabel bila nilai α lebih dari r tabel yaitu lebih besar dari 0,632, maka pertanyaan tentang kepuasab klien reliabel untuk dijadikan instrument penelitian.
Berdasarkan hasil uji coba instrument dengan menggunakan Product Momen terhadap 10 responden tentang perilaku caring dengan jumlah awal pertanyaan 50 pertanyaan didaptkan r hasil pada pertanyaan no. 20,23 dan 35 lebih kecil dari r tabel sehingga tidak valid dan tidak reliabel sedangkan untuk no yang lain lebih besar dari r tabel sehingga dinyatakan valid dan reliabel. Untuk pertanyaan yang tidak valid no 20, 23 dan 35 tersebut harus dibuang sedangkan no yang lain dinyatakan valid dan reliabel hanya sejumlah 47 pertanyaan. Hasil uji coba bisa dilihat pada lampiran VI.
E. Analisa dan Uji Hipotesis
Setelah kuesioner diisi oleh responden selanjutnya menghitung nilai perilaku caring perawat dan nilai kepuasan klien sehingga memenuhi syarat untuk diolah, syarat-syarat kuesioner yang dapat diolah dan dianalisa sebagai berikut:
1. Editing
adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh peneliti. Tujuan dari editing adalah untuk mengurangi kesalahan atau kekurangan yang ada didalam daftar pertanyaan yang sudah diselesaikan sampai sejauh mungkin.
Pemeriksaan daftar pertanyaan yang telah diselesaikan meliputi:
a. Kelengkapan data, identitas, kelengkapan mengisi jawaban, artinya apakah responden benar-benar sudah melengkapi dan mengisi semua pertanyaan yang ada dalam kuesioner.
b. Keterbacaan tulisan, artinya tulisan yang tidak terbaca akan mempersulit pengolahan data salah membaca.
d. Kesesuaian jawaban, artinya apakah sudah sesuai jawaban dan pertanyaannya sehingga mempermudah pengolahan datanya.
e. Relevansi jawaban, artinya bila ada jawaban yang kurang atau tidak relevan maka editor harus menolaknya.
f. Keseragaman satuan data. 2. Coding dan Skoring
Adalah mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden ke dalam kategori-kategori. Dari kuesioner C tentang perilaku caring terdiri dari 47 pertanyaan yang dibagi menjadi 10 faktor carative dimana setiap factor carative diwakili oleh 5 pertanyaan. Untuk 47 pertanyaan tentang perilaku caring dikategorikan dalam kode yaitu untuk jawaban: Ya dengan skor 1 dan Tidak dengan skor 0. Dalam hal ini peneliti menggunakan skala Guttman. Kemudian peneliti mangelompokkan jawaban-jawaban tersebut menjadi: Perilaku caring tidak dilakukan jika jawaban-jawaban jumlah total skor 0-23. Perilaku caring dilakukan jika jawaban responden 24-47.
Dari kuesioner B tentang kepuasan klien terdiri dari 30 pertanyaan tentang kepuasan klien yang dibagi menjadi 3 bagian yang memuat factor kepuasan klien. Setiap 1 faktor diwakili oleh 10 pertanyaan. Masing-masing pertanyaan terdiri dari pilihan jawaban yaitu sangat puas dengan skor 4, puas skor 3, tidak puas skor 2, dan sangat tidak puas skor 1. Untuk mempermudah mengelompokkan nilai dibagi menjadi dua kategori yaitu sangat puas dan puas dikategorikan skor 1 dan tidak puas dan sangat tidak puas dengan skor 0. Kemudian peneliti mengelompokkan jawaban-jawaban tersebut menjadi tidak puas jika nilai total skor 0-15 dan puas jika total nilai skor 16-30.
3. Entry Data
Adalah merupakan suatu proses memasukkan dan mengolah data dalam bentuk kode-kode ke dalam komputer.
4. Tabulasi
Adalah membuat tabel dari jawaban-jawaban yang sudah diberi kode kategori jawaban berdasarkan variabel yang digunakan.
5. Uji Hipotesa
uji Chi Square dengan rumus:
x² = ∑ ( Fo-Fb)² Fh
Keterangan: x² : Chi Square
F0 : Frekuensi yang diperoleh dari sample Fb : Frekuensi yang diharapkan
Apabila hasil perhitungan ternyata bahwa harga X² hitung > X² tabel atau p-value < 0,05 maka Ho ditolak artinya ada hubungan.
F. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian, peneliti memperoleh izin dari institusi dengan mengajukan permohonan ijin untuk penelitian. Penelitian ini menggunakan etika penelitian meliputi:
1. Prinsip manfaat
g. Bebas dari kerugian subjek
Penelitian dilakukan tanpa merugikan bagi subjek. h. Bebas dari eksploitasi
Dalam penelitian ini meyakinkan kepada subjek bahwa partisipasinya sangat membantu dalam hal penelitian dan tidak akan digunakan dalam hal-hal yang merugikan dalam bentuk apapun.
i. Resiko
Penelitian mempertimbangkan segala resiko dan keuntungan yang yang akan berakibat kepada subjek.
2. Prinsip menghargai hak asasi manusia
a. Hak untuk ikut atau tidak menjadi responden
b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perilaku yang diberikan penelitian memberikan penjelasan secara rinci serta bertanggungjawab jika ada segala sesuatu yang terjadi pada subjek.
Penelitian memberikan informasi yang lengkap tentang tujuan penelitian yang akan dilaksanakan subjek mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi untuk menolak menjadi responden. Pada inform consent ini peneliti mencantumkan bahwa data yang diperoleh hanya dipergunakan untuk mengembangkan ilmu. d. Prinsip keadilan
1) Hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil. Dalam penelitian subjek yang diperlukan secara adil baik sebelum, selama, dan sesudah keikutsertaan dalam penelitian tanpa diskriminasi.
2) Hak dijaga kerahasiaannya
Dalam penelitian, peneliti memberikan lembar persetujuan menjadi responden tanpa nama dan bersifat rahasia.
G. Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan peneliti melalui beberapa tahap dalam kurun waktu tertentu sebagaimana dapat dilihat pada lampiran I.