• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Metode Drill pada Materi Statistika Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015/2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penerapan Metode Drill pada Materi Statistika Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015/2016"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

86

Penerapan Metode Drill pada Materi Statistika Kelas VII

SMP Negeri 10 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015/2016

Linil Masthura*, Salasi R, Bintang Zaura

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah *E-Mail: [email protected]

Abstrak

Statistika merupakan salah satu materi yang dipelajari pada tingkat sekolah menengah pertama. Materi ini sering dianggap sulit oleh peserta didik yang baru mengenal statistika karena kurangnya pemahaman terhadap materi, sehingga peserta didik tidak bisa mencapai taraf berhasil. Pemberian banyak latihan kepada peserta didik merupakan salah satu solusi agar siswa memiliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari hal-hal yang telah dipelajari. Salah satu metode yang menggunakan latihan adalah metode drill. Metode ini mampu membuat peserta didik menjadi lebih aktif dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui taraf keberhasilan peserta didik pada materi statistika melalui penerapan metode drill di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh, dan untuk mengetahui respon peserta didik setelah pembelajaran dengan menerapkan metode driil pada materi statistika di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh positif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII yang berjumlah 128 peserta didik dan sampel dari penelitian ini adalah 20 peserta didik kelas VII-f. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pengumpulan data tentang hasil belajar peserta didik melalui tes dan data tentang respon peserta didik. Teknik pengolahan data tes dan angketdari penelitian ini adalah uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hasil belajar peserta didik dengan menerapkan metode drill pada materi statistika di kels VII SMP Negeri 10 Banda Aceh mencapai taraf berhasil dan (2) respon peserta didik dengan menerapkan metode drill pada materiri statistika bersifat positif.

Kata kunci: Penerapan Metode Drill, Statistika

PENDAHULUAN

Matematika sebagai ilmu pengetahuan yang diperoleh dari bernalar adalah suatu ilmu dasar yang sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan (Afrilianto, 2014:69). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam mencapai kompetensi dasar.

(2)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016

Peranan matematika seharusnya dapat membuat matematika menjadi mata pelajaran yang disenangi oleh peserta didik, namun pada kenyataannya peserta didik masih meganggap bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang paling tidak disenangi dan dianggap sulit karena selalu dipenuhi oleh angka-angka dan rumus-rumus, sehingga tujuan pembelajaran matematika yang telah direncanakan dan diharapankan menjadi tidak tercapai. Menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 (dalam Prasetyo, 2011:2) salah satu tujuan mata pelajaran matematika adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Namun pada kenyataannya, banyak peserta didik yang tidak mampu menyelesaikan soal-soal matematika dan berdampak pada hasil belajar peserta didik itu sendiri. Hal ini senada dengan pendapat Abdurrahman (2003:52), “Dari berbagai bidang studi yang di sekolah, matematika merupakan bidang studi yang dianggap paling sulit oleh peserta didik baik yang tidak berkesulitan belajar dan terlebih bagi peserta didik yang berkesulitan belajar”. Matematika merupakan satu mata pelajaran penting, namun bagi peserta didik matematika dianggap sebagai pelajaran yang membosankan.

Mengoptimalkan aktivitas belajar peserta didik dapat dipacu dengan latihan. Intensif pemberian latihan, peserta didik dapat memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari. Sanjaya (2010:112) mengatakan bahwa mengingat latihan kurang mengembangkan bakat atau inisiatif peserta didik untuk berpikir, maka hendaknya latihan disiapkan untuk mengembangkan kemampuan motorik dan sebelumnya dilakukan diagnosis agar kegiatan bermanfaat bagi pengembangan motorik peserta didik.

Salah satu metode pembelajaran yang inovatif dan dapat meningkatkan daya ingat peserta didik terhadap materi pembelajaran matematika yaitu dengan menerapkan metode drill. “Metode drill adalah metode latihan atau metode training yang merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, juga sebagai sarana untuk memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan” (Sagala, 2009:21). Menurut Erman Suherman (2003:207) metode drill adalah suatu cara mempelajari matematika dengan

(3)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016 mengembangkan daya ingat peserta didik melalui hafalan sehingga peserta didik terlatih keterampilan dalam mengerjakan latihan-latihan dengan cepat dan cermat. Berdasarkan kedua pendapat tersebut bahwa dengan memberikan latihan-latihan setiap hari yaitu dengan mengulang-ulang pelajaran akan memperkuat tanggapan dan ingatan peserta didik, sehingga daya pikir peserta didik akan cepat.

Hasil penelitian dengan menggunakan metode drill yang sudah pernah diteliti oleh Subhani Aryu (2009:56) penerapan metode drill dapat meningkatkan prestasi hasil belajar dan siswa mencapai ketuntasan sehingga siswa senang belajar dengan menggunakan metode drill. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa metode drill dapat meningkatkan hasil belajar.

Materi yang ada pada pembelajaran matematika SMP kelas VII adalah statistika. Dari hasil wawancara dengan guru matematika di SMP Negeri 10 Banda Aceh mengatakan bahwa peserta didik mengalami kesulitan pada materi statistika dalam membuat diagram lingkaran dan membaca dalam diagram batang serta mengalami kesulitan dalam soal pemecahan masalah. Sejalan dengan itu hasil penelitian (Aziz,2014) menyimpulkan bahwa kendala yang masih banyak dirasakan oleh peserta didik yaitu kesulitan dalam pemahaman konsep pada penyajian data diagram lingkaran. Kesulitan peserta didik diduga berkaitan dengan konsep yaitu dalam memahami unsur-unsur lingkaran dan aplikasi rumus untuk menghitung persentase jumlah data, sehingga peserta didik akan mengalami kesulitan saat dihadapkan pada soal. Materi statistika dianggap sesuai dalam penerapan metode drill dikarenakan dengan memberikan latihan-latihan akan membuat situasi belajar lebih menyenagkan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti penerapan metode drill pada materi statistika kelas VII SMP Negeri 10 Bada Aceh tahun pelajaran 2015/2016.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Apakah melalui penerapan metode driil hasil belajar peserta didik dapat mencapai taraf berhasil pada materi statistika di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh? (2) Apakah respon peserta didik setelah proses pembelajaran dengan menerapkan metode drill pada materi statistika di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh positif? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk

(4)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016

mengetahui taraf keberhasilan belajar peserta didik pada materi statistika melalui penerapan metode drill di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh, (2) Untuk mengetahui respon peserta didik setelah pembelajaran dengan menerapkan metode drill pada materi statistika di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh positif.

LANDASAN TEORI Hasil Belajar

Abdurrahman, 2003:39 “Hasil belajar merupakan tujuan akhir dari proses pembelajaran yang telah dijalani oleh peserta didik. Setiap pembelajaran pasti mendatangkan hasi, hasil tesebut dapat berupa pencapaian ketuntasan belajar maupun belum mencapai ketuntasan belajar peserta didik”. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah efek dari kegiatan pembelajaran yang berproses panjang dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan itu sangat bergantung pada proses belajar yang dialami peserta didik baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.

Menurut Syah (2007:92), hasil belajar adalah hasil pencapaian dari tiga pendekatan yang meliputi:

1. Secara kuantitatif, berarti hasil dari kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyakbanyaknya. 2. Secara institusional, merupakan hasil dari proses validasi atau

pengabsahan terhadap penguasaan peserta didik atas materi-materi yang telah diajari.

3. Secara kualitatif, berarti hasil dari proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara menafsirkan dunia beserta isinya. Sejalan dengan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatupenilaian akhir dari proses dan pengetahuan yang tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar ikut serta dalam membentuk pribadi seseorang yang selalu ingin mencapai taraf berhasil sehingga akan mengubah cara berfikir serta menghasilkan perilaku yang lebih baik.

(5)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016

Pengertian Metode Drill

Hamdani (2011:273): “Metode drill merupakan metode yang mengajarkan peserta didik untuk melaksanakan kegiatan latihan agar peserta didik memiliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi daripada hal-hal yang telah dipelajari”. Asmani (2009:37-38) menyatakan bahwa:

Metode latihan (drill) disebut juga metode training, yaitu suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Di samping itu metode ini dapat digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode belajar yang dilakukan oleh seorang guru, semestinya dapat membangkit potensi (bakat-bakat) yang terpendam dalam diri peserta didik, bisa membangkitkan motivasi peserta didik dalam belajar, menyenangkan peserta didik, serasi dan bervariasi. Metode driil baik sekali diterapkan untuk mengajar pelajaran matematika, khususnya oleh guru-guru di sekolah dan orang tua dirumah. Dengan penerapan metode driil banyak manfaat yang diperoleh, seperti peserta didik lebih giat mengerjakan pekerjaan rumah, menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan lain sebagainya. Melalui metode driil peserta didik dapat dilatih secara berkelompok maupun secara individual. Sehingga metode driil ini dapat dapat meningkatkan taraf hasil belajar dalam pembelajaran matematika.

Tujuan Pembelajaran Metode Drill

Ratnaningsih (2012:84) Metode driil biasanya digunakan bertujuan agar peserta didik:

a. Memiliki kecakapan motorik.

b. Mengembangkan kecakapan mental.

c. Pengetahuan atau keterampilan siap terbentuk baik untuk keperluan studi maupun untuk bekal hidup di masyarakat kelak.

d. Materi yang diberikan secara teratur akan lebih melekat pada diri anak dan benar-benar miliknya.

(6)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016

Tahapan yang Dipersiapkan dalam Menggunakan Metode Drill

Tahapan yang perlu dipersiapkan guru dalam menggunakan metode drill menurut Hamdani (2011:273) adalah:

Tahap 1: Latihan Terkontrol

1. Memberikan sejumlah latihan soal dan meminta supaya peserta didik mengerjakannya.

2. Memberi arahan dan petunjuk-petunjuk cara pengerjaan untuk menyelesaikan soal guru.

3. Memberi bantuan kepada peserta didik yang memerlukan bantuan dalam menyelesaikan soal.

4. Memberikan jawaban yang benar atas soal tersebut. Tahap 2: Latihan mandiri

1. Memberikan beberapa soal.

2. Meminta peserta didik supaya mengerjakan soal tersebut dengan memberikan batas waktu yang cukup.

3. Meminta supaya hasil pekerjaan masing-masing peserta didik dikumpulkan kepada guru

4. Menilai hasil pekerjaan peserta didik.

Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Drill

Langkah-langkah yang harus diperhatikan oleh guru dalam melaksanakan metode drill menurut Johar (2006:122) adalah:

a. Gunakanlah latihan ini hanya untuk pelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis, yang dilakukan peserta didik tanpa menggunakan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam.

b. Guru harus memilih latihan yang mempunyai arti luas yaitu yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukannya.

c. Didalam latihan pendahuluan gru harus lebih menekankan pada diagnosa, karena latihan permulaan bisa mengharapkan peserta didik dapat menghasilkan keterampilan yang sempurna.

d. Perlu melakukan ketepatan supaya peserta didik bisa melakukan latihan secara tepat.

(7)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016 e. Guru perlu memperhitungkan waktu latihan yang singkat agar tidak

membosankan.

f. Guru dan peserta didik perlu mengutamakan proses-proses yang pokok, sehingga tidak tenggelam pada hal-hal yang tidak perlu.

g. Guru perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik, sehingga kemampuan masing-masing peserta didik terkembangkan.

Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan bahwa latihan akan betul-betul bermanfaat bagi peserta didik untuk menguasai kecakapan, dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapai penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktek disekolah.

Kelebihan metode drill menurut Johar (2006:123) adalah sebagai berikut:

a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis dan membaca tabel statistika.

b. Dapat memperoleh kecakapan mental, seperti dalam menyusun data dan membuat data berkelompok.

c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

Kelemahan metode drill menurut Johar (2006:124) adalah sebagai berikut:

a. Menghambat bakat dan inisiatif peserta didik karena peserta didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian diri dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.

b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.

c. Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang menoon dan mudah membosankan.

Metode drill latihannya besifat kontinu antara latihan pertama dengan latihan berikutnya. Apabila masih ada kekurangan dilatihan pertama maka kekurangan tersebut dilengkapi pada latihan berikutnya begitu seterusnya samapai peserta didik benar-benar mampu menguasai materi tersebut. Beda dengan latihan biasa, latihan biasa hanya mengerjakan latihan seperti biasa pada akhir pertemuan.

Materi Statistika

Berdasarkan buku matapelajaran matematika kelas VII SMP kemendikbud tahun 2013 materi statistika adalah sebagai berikut: Pengertian statistika; pengertian Populasi; Pengertian Sampel; Pengumpulan data melalui: wawancara, angket, dan

(8)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016

observasi; pengolahan data melalui: rata-rata (mean), median (me), modus (mo); dan penyajian data statistika.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dan respon terhadap penerapan metode drill pada materi statistika. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa hasil tes peserta didik dan respon peserta didik. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Tes yang diberikan terdiri dari 5 soal. Bentuk tes adalah essay yang terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 100. Tes diberikan pada pertemuan ke-4 setelah menerapkan metode drill pada tiga pertemuan sebelumnya. Angket digunakan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan menerapkan metode drill.Angket diberikan kepada peserta didik pada pertemuan ke-4, setelah semua kegiatan pembelajaran selesai. Peserta didik memberikan tanda check list pada kolom yang disediakan untuk setiap pertanyaan yang diajukan.

Setelah mendapatkan data nilai ujian akhir peserta didik dan respon peserta didik maka data tersebut di olah menggunakan uji-t.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Peneliti mengumpulkan data ini berasal dari tes hasil belajar peserta didik, aktivitas dan respon terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Peneliti mengambil data dikelas VII f dengan jumlah peserta didik 20 orang peserta didik yang mengikuti pelajaran materi statistika melalui metode drill.

Hasil belajar peserta didik di peroleh melalui tes hasil belajar secara tertulis dan dikerjakan secara mandiri. Hasil belajar dites dengan 5 butir soal dengan skor tertinggi 100. Sebelum data di analisis dengan menggunakan rumus statistik uji-t, terlebih dahulu dihitung nilai rata-rata (𝑥̅), varians (𝑠2), simpangan baku (s), dan uji kenormalan sebaran data. Kesimpulannya adalah hasil belajar peserta didik dapat mencapai taraf berhasil pada penerapan metode driil pada materi statistika dapat meningkatkan hasil belajar.

(9)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016 Dari angket respon peserta didik yang diisi ole 20 orang peserta didik setelah mengikuti pembelajaran untuk materi statistika melalui metode drill. Nilai respon diperoleh mealalui 10 butir pertanyaan. Kesimpulannya adalah respon peserta didik dengan menerapkan metode Drill pada materi Statistika positif.

Hasil Belajar Peserta Didik

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII-f SMP Negeri 10 Banda Aceh, pada materi statistika dengan menerapkan metode Drill. Pada penelitian yang telah dilakukan, mengkaji tentang kecapaian taraf berhasil peserta didik pada materi statistika dengan menerapkan metode drill dikelas VII SMP negeri 10 Banda Aceh selama waktu penelitian itu sendiri. Pada penelitian ini, peneliti melakukan 4 kali tatap muka, tatap muka pertama sampai ketiga uuntuk melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode drill, dan tatap muka yang keempat untuk melakukan tes akhir (post-test). Tes berbentuk essay dengan 5 soal, dimana dari tes tersebut diharapkan peserta didik dapat menyelesaikan masalah pada materi Statistika. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah “Pembelajaran pada materi statistika dengan menerapkan metode drill dikelas VII SMP negeri 10 Banda Aceh mencapai taraf berhasil”.

Setelah data terkumpul dilakukan analisis data dilakukan analisis data dan pengujian normalitas sebaran data dan diperoleh bahwa data tersebut berdistribusi normal. Dari hasil analisis data dengan KKM 75 dapat disimpulkan bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak, artinya pembelajaran pada materi statistika dengan menerapkan

metode drill dikelas VII SMP negeri 10 Banda Aceh mencapai taraf berhasil peserta didik.

Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan peserta didik dapat mencapai taraf berhasil dikarenakan penerapan metode drill dalam pembelajaran membantu peserta didik dalam dalam mengembangkan potensi yang ada di dalam diri pesrta didik tersebut. Pembelajaran dengan menerapkan metode drill membimbing peserta didik untuk memecahkan suatu masalah yang dapat peserta didik jumpai dalam kehidupan sehari-hari dengan cara melakukan kegiatan membaca berbagai sumber, meneliti, dan penyampaian temuan dan hal tersebut dilakukan dalam bentuk kelompok maupun mandiri. Hal ini sesuai dengan pendapat Djamarah dan Zain

(10)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016

(2009:40) Pendidikan metode merupakan cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi yang benar-benar menyenangkan dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar tercapai prestasi belajar yang ditentukan.

Namun dalam pelaksanaan ada beberapa peserta didik yang perilakunya tidak relavan dengan KBM yang telah ditentukan yaitu peserta didik berbicara yang ada kaitannya dengan materi di dalam kelas, menganggu peserta didik lainnya yang sedang belajar dan lupa membawa buku paket matematika. Hal inilah yang menyebabkan beberapa peserta didik tidak dapat mencapai taraf berhasil seperti yang diharapkan.

Respon Peserta Didik Terhadap Penerapan Metode Driil pada Materi Statitika

Angket respon peserta didik diberikan pada akhir pertemuan, yaitu setelah peserta didik melakukan tes akhir. Angket respon peserta didk setelah diterapkan metode drill dalam proses pembelajaran.

Setelah data terkumpul, dilakukan analisis data respon dan pengujian normalitas sebaran data dan diperoleh bahwa data tersebut berdistribusi normal. Dari hasil anlisis data dengan persentase yang diharapkan adalah ≥70% dapat disimpulkan hipotesis H0 ditolak, artinya respon peserta didik dengan menerapkan

metode Drill pada materi statistika positif.

Adapun hal-hal yang menyebabkan peserta didik menunjukkan respon yang positif terhadap penerapan metode drill adalah ketertarikan peserta didik terhadap banyaknya latihan-latihan yang terkait dengan materi yang diberikan sehingga memotivasi peserta didik dalam memulai pembelajaran, cara belajar yang ditetapkan dengan menerapkan meode drill menyenangkan bagi peserta didik dikarenakan peserta didik dihadapkan langsung dengan berbagai macam soal, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang terstruktur dan membangun pola pikir untuk membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Hal ini sesuai dengan Sagala (2009:25) Anak-anak didik akan dapat mempergunakan daya fikirannya dengan bertambah baik, karena dengan pengajaran yang baik maka anak didik akan lebih teratur, teliti dan mendorong daya ingatnya. Adanya pengawasan,

(11)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016 bimbingan dan koreksi yang segera serta langsung dari guru, memungkinkan murid untuk melakukan perbaikan saat itu juga.

Namun, dalam pelaksanaan ada beberapa kendala diantaranya kurangnya perhatian beberapa peserta didik terhadap pembelajaran ketika pembelajaran sedang berlangsung dan kurangnya ketertarikan peserta didik terhadap model pembelajaran yang menggunakan metode drill. Hal inilah yang menyebabkan ada sebagian kecil peserta didik yang menyatakan respon yang kurang positif pada angket yang disebarkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sagala (2009:26) Tekanan yang lebih berat, yang diberikan setelah murid merasa bosan atau jengkel tidak akan menambah gairah belajar dan menimbulkan keadaan psikis berupa mogok belajar/latihan.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil belajar peserta didik pada materi Statistika di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh dengan menerapkan metode Drill mencapai taraf berhasil. 2. Respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan menarapakan metode

Drill pada materi Statistika di kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh adalah positif.

SARAN

Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Guru dapat menerapkan metode Drill karena model pembelajaran ini berpusat kepada peserta didik, sehingga peserta didik akan terlibat aktif dan terampil dalam proses pembelajaran.

2. Sebaiknya guru menyiapkan strategi pembelajaran lainnya dalam

pembelajaran untuk mengatasi apabila ada peserta didik yang berperilaku tidak relavan pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

(12)

JIMPMAT Vol.1, No.1, Agustus 2016

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M .2003. Pendidikan Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Afrilianto, Muhammad. 2014. Pendekatan Methaphoorical Thinking untuk

Meningkatkan Kemampuan Kompetensi Strategis Matematis Peserta didik SMP. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Program Pasca Sarjana STKIP Siliwangi, Bandung.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka cipta.

Aryu, Subhani.2009. Penerapan Model Kooperatif dengan Metode Drill untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di MAN 2 Takengongon. (Skripsi). Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Departemen Pendidikan Nasional.2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Aliyah. Jakarta: Depdiknas.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.2016. Pedoman Penulisan Skripsi. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Johar, Rahmah, dkk.2006. Strategi Belajar Mengajar. Banda Aceh:Universitas Syiah Kuala.

Sagala, Syaiful. 2009. Konsep dan Makna pembelajaran. Bandung: CV Alfabeta. Sanjaya, Wina.2010.Perencanaan dan Desain Pembelajaran. Jakarta:Kencana. Syah, Muhibbin. 2007. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:

Referensi

Dokumen terkait

Adapun faktor penghambatnya ialah banyaknya biro yang bermunculan baik yang baru maupun yang lama, banyak umroh yang menjual harga murah, Sistem pembayaran dengan dollar,

4.4 menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait nama dan jumlah

Bermain pada usia prasekolah telah terbukti mampu meningkatkan perkembangan mental, kecerdasan, daya pikir anak terangsang untuk mendayagunakan aspek

pemberian pelatiahan perkembangan teknologi perekaman dengan kamera video ketika digunakan dalam sebuah produksi bersama sebuah format talkshow dengan pesertanya

Apabila H (hitam) epistasis terhadap K (kuning) yg hypostasis, sedangkan masing-masing dominan terhadap alelnya putih (h dan k), persilangan tanaman kacang kulit

terjadinya red tide cukup sulit diperkirakan dan bisa terjadi dalan hitungan jam, pemantauan secara terus menerus terhadap beberapa parameter kunci penting yang terkait

Dalam pelaksanaan tindakan, kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan rencana persiapan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara alami dan

an judul Sistem Pakar Diagnosa Dini Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria ini adalah terwujudnya suatu sistem pakar yang dapat digunakan untuk membantu orang awam, calon dokter