• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 SEJARAH PERADABAN DINASTI ABBASIYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 SEJARAH PERADABAN DINASTI ABBASIYAH"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

SEJARAH PERADABAN DINASTI ABBASIYAH

(Materi SKI Kelas 8)

(2)
(3)

Sejarah Peradaban Dinasti Abbasiyah

(4)
(5)
(6)

SILSILAH BANI

ABBASIYAH

ABDI MANAF

ABDI SYAM

HASYIM

ABDUL MUTHALIB

ABU THALIB ABDULLAH

ABBAS

ABDULLAH ALI MUHAMMAD saw ALI MUHAMMAD IBRAHIM ABUL ABBAS ABU JA’FAR

(7)

A. KERUNTUHAN DINASTI BANI UMAYYAH

Dinasti Umayyah berjaya kurang lebih 90 tahun, dan mengalami

kemunduran, ditandai dengan melemahnya sistem politik dan

pemerintahan, dan

pemberontakan-pemberontakan

Setelah Khalifah Hisyam bin Abdul Malik, para Khalifah Bani Umayyah sangat lemah dan tidak

bisa mengendalikan pemerintahan dan keamanan

sering terjadi pertikaian disebabkan perebutan kekuasaan mengenai siapa

yang akan menduduki kekhalifahan sesudahnya

(8)

Faktor yang menyebabkan kemunduran Bani Umayyah adalah :

Sepeninggal Khalifah Hisyam, tidak ada khalifah yang kuat yang mampu mengkonsolidasikan pemerintahan, menjaga keutuhan dan kewibawaan negara

1. Figur Khalifah yang lemah

menimbulkan terjadinya perebutan kekuasaan di kalangan anggota keluarga Bani Umayyah

2. Tidak adanya ketentuan

mekanisme pengangkatan

khalifah

yang merupakan bekas ibu kota Kerajaan Bizantium, mengakibatkan gaya hidup mewah bangsawan Bizantium mulai mempengaruhi dan ditiru keluarga Dinasti Umayah

3. Pemindahan ibu kota dari

Madinah ke Damaskus

para penguasa yang tidak memiliki integritas keagamaan dan politik yang sesuai dengan nilai-nilai syari’at Islam.

4. Para ulama merasa kecewa

terhadap para penguasa

(9)

• (disebut Arab Quraisy atau Mudariyah)yang menempati Irak dengan Arab Selatan (disebut Yamani atau Himyariyah)yang berdiam di wilayah Suriah mencapai puncaknya, karena para khalifah berpihak kepada suku Arab Yamani

5. Pertentangan keras yang

sudah sejak lama terjadi

antara suku Arab Utara

• yakni pendatang baru dari bangsa-bangsa yang dikalahkan yang disebut

“Mawali”. diperlakukan sebagai masyarakat kelas dua. Golongan non Arab, terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status Mawali menggambarkan inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah

6.

.

Ketidakpuasan sejumlah

pemeluk Islam non Arab

• Sisa-sisa kaum Syi`ah (pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah

7. Khulafaur Rasyidin yang

terakhir, yaitu Khalifah Ali bin

Abi Thalib

• munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas Ibn Abd. Al-Muthalib.

8. Penyebab langsung

tergulingnya kekuasaan

(10)

Keruntuhan Dinasti Bani Umayyah benar-benar terjadi

dengan kemenangan pasukan Abul Abbas yang didukung oleh

pasukan Abu Muslim Al-Khurasani dalam pertempuran

Zab

Hulu

melawan pasukan Khalifah Marwan pada tahun 748 M.

Kekalahan ini menjadi akhir dari kekuasaan Dinasti Bani

Umayyah dan menjadi awal berdirinya Dinasti Bani Abbasiyah

mulai tahun 750 M -1258 M.

(11)

B. PROSES BERDIRINYA DINASTI ABBASIYAH

Keruntuhan Dinasti Bani Umayyah pada tahun 750 M, menjadi tonggak awal berdirinya kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah.

Khalifah pertama dari Dinasti ini adalah

Abdullah As- Saffah bin Muhammad bin Ali Bin Abdulah bin Abbas bin Abdul Muthalib

Dinamakan Dinasti Bani Abbasiyah karena para pendiri dan khalifah dinasti ini adalah

keturunan Al-Abbas ibn Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad saw

Masa kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah

berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H /750 M s/d 656 H /1258 M

(12)

1. Proses Pembentukan Dinasti Bani Abbasiyah

 Sebelum upaya mengalahkan Dinasti Bani Umayyah dalam pertempuran, pemikiran bahwa setelah meninggalnya Rasulullah yang berhak untuk melanjutkan kepemimpinan adalah keturunan Rasulullah pernah dikumandangkan oleh Bani Hasyim (kaum Alawiyun).

 Terdapat tiga kota utama yang menjadi pusat kegiatan untuk menegakan kekuasaan keluarga besar paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu :

1. kota Al-Humaymah sebagai pusat perencanaan; 2. kota Kufah sebagai kota penghubung

(13)

keluarga Abbas di kota-kota ini melakukan berbagai strategi dan persiapan, salah satunya dengan melakukan gerakan propaganda bahwa orang-orang Abbasiyah lebih berhak dari pada Bani Umayyah atas kekhalifahan Islam,

karena mereka adalah keturunan Bani Hasyim yang

secara nasab keturunan lebih dekat dengan Nabi

SAW

Pemimpin gerakan ini adalah Al-Imam Muhammad bin Ali,

salah seorang keluarga Abbasiyah yang tinggal di Humaymah Muhammad bin Ali tidak menonjolkan nama Bani Abbas, melainkan menggunakan nama Bani Hasyim untuk menghindari perpecahan dengan kelompok Syi’ah Strateginya berhasil menggabungkan berbagai kekuatan, antara pendukung fanatik Ali bin

Abi Thalib dengan kelompok-kelompok lain

(14)

Untuk melakukan berbagai kegiatan propaganda, diangkatlah 12 propagandis yang tersebar di berbagai wilayah, seperti di Khurasan, Kufah, Irak dan Makkah.

Diantara propagandis

yang terkenal adalah

Abu Muslim

Al-Khurasani, seorang

tokoh masyarakat di

Khurasan yang merasa

dirugikan selama

masa pemerintahan

Dinasti Bani Umayyah

Isu ketidakadilan yang dilontarkannya mendapat banyak sambutan dari

berbagai kelompok yang tidak senang dengan pemerintahan Bani Umayyah. Para

perwakilan kelompok

menyatakan kesetiaan kepada Abu Muslim Al-Khurasani

untuk membela Bani Hasyim dan Bani Abbas

(15)

Akhirnya, dinasti yang berkuasa selama kurang lebih 90 tahun dan telah berhasil mengukir kejayaan dunia Islam mulai dari Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, Afrika Utara hingga ke Eropa, mengalami kekalahan total dalam pertempuran

Khalifah Marwan II bersama 120.000 tentaranya yang berusaha mempertahankan dinastinya dengan menyebrangi sungai Tigris menuju Zab Hulu atau Zab Besar berhasil dikalahkan oleh gerakan kelompok Bani Hasyim dibawah komando Abul Abbas As-Saffah dan Abu Muslim Al-Khurasani

Khalifah Marwan II tewas dalam pertempuran di Busir, wilayah Al- Fayyum, tahun 132 H/750 M. Maka kematian Khalifah Marwan menjadi akhir dari runtuhnya Dinasti Bani Umayyah sekaligus

menjadi awal berdirinya Dinasti Bani Abbasiyah dipimpin oleh khalifah pertamanya, yaitu Abbul Abbas As- Shaffah dengan pusat kekuasaan awalnya di Kufah

(16)

Tokoh yang Berjasa dalam Mendirikan Dinasti Abbasiyah

1.Ali bin Abdullah

2.Muhammad bin Ali

3.Ibrahim bin Muhammad 4.Abu Abbas As-Safah

5.Abu Ja'far Al-Manshur

(17)

Abul Abas as-Saffah, Tokoh Pendiri

Nama lengkap Abul Abas As-Saffah adalah Abdullah bin

Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas, dilahirkan di

Hamimah pada tahun 104 H.

Ibunya bernama Rabtah binti Abaidullah Al-Haritsi dan ayahnya adalah Muhammad

bin Ali, pemimpin adalah gerakan Abbasiyah. Abdullah

bin Muhammad mendapat gelar As-Saffah, yang berarti

pengalir darah dan pengancam siapa saja yang membangkang. Maksudnya

adalah pengancam dan mengalirkan darah bagi pihak

yang menentang.

Abul Abbas adalah seorang yang bermoral tinggi dan mempunyai loyalitas sehingga beliau disegani dan dihormati oleh

kerabat-kerabatnya. Beliau memiliki pengetahuan yang luas, pemalu, budi pekerti yang baik dan dermawan. Menurut as-Sayuti, Abul Abbas As-Saffah ialah manusia yang paling sopan dan selalu menepati janji tepat pada waktunya. Pada tanggal 3 Rabiul Awal 132 H

dibaiat menjadi khalifah pertama Dinasti Bani Abbasiyah dan berpusat di Kuffah. Dua

tahun kemudian pada tahun 134 H, meninggalkan Kufah menuju daerah Anbar

(kota Kuno di Persia), dan menjadikannya pusat pemerintahan.

Semasa pemerintahannya, Abdul Abbas tidak banyak melakukan perluasan wilayah,

tetapi lebih melakukan konsolidasi internal untuk

menguatkan pilar-pilar negara. Abul Abbas menjadi

khalifah selama 4 tahun 9 bulan, dan wafat dalam usia 33 tahun di kota dikota Anbar, pada bulan Zulhijah tahun 136

(18)

Menurut para sejarawan, masa pemerintahan Dinasti

Abbasiyah dibagi menjadi 4 (empat) periode, yaitu:

1.1. Masa Abbasiyah 1, yaitu semenjak lahirnya Daulah Abbasiyah tahun 132 H/750 M sampai

wafatnya Khaliffah Al- Wastiq 232 H/ 847 M, sering disebut periode pengaruh Persia

pertama

1.2. Masa Abbasiyah II, yaitu mulai Khaliffah Al- Mutawakkil pada tahun 232 H/ 847 M

sampai berdirinya Daulah Buwaihiyah di Baghdad pada tahun 334 H/946 M, disebut

masa pengaruh Turki pertama.

1.4. Masa Abbasiyah IV, yaitu masuknya orang-orang Saljuk ke Baghdad pada tahun 447 H/1055 M sampai jatuhnya kota Baghdad ke

tangan bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan pada tahun 656 H/1258 M. disebut juga dengan masa pengaruh Turki

kedua.

1.3. Masa Abbasiyah III, yaitu dari berdirinya Daulah Buwahiyah tahun 334 H/946 M sampai masuknya kaum Saljuk ke Baghdad pada tahun 447 H/1055 M. Periode ini disebut juga masa

pengaruh Persia kedua. 4 (empat) periode

(19)

Serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu terjadi pada masa kepemimpinan

al-Mu‘tashim Billah pada tahun 656 H.

Dalam peperangan yang berlangsung selama 40 hari

Khalifah Al-Mu’tashim

terbunuh.

Akibat serangan ini, dunia muslim tidak memiliki khalifah selama kurang lebih tiga

setengah tahun.

Sampai kemudian didirikanlah kekhilafahan di Mesir. Al-Muntanshir-lah yang

diangkat sebagai khalifah pertama Bani Abbasiyah di Mesir.

Dia adalah keturunan Bani Abbasiyah, yang berhasil lolos dalam peperangan dengan

bangsa Mongol dan berhasil menyelamatkan diri ke Mesir.

Sejak saat itu, pusat kekuasaan Islam berpindah ke Kairo. Al-Muntanshir dilantik

sebagai khalifah berlangsung pada tanggal 1 Rajab 659 H.

Referensi

Dokumen terkait