• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT INDONESIA AIR TRANSPORT Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE PERIODE YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT INDONESIA AIR TRANSPORT Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE PERIODE YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI

LAPORAN KEUANGAN - Pada tanggal 30 September 2007 dan 2006 dan untuk periode – periode yang berakhir pada tanggal tersebut

Neraca 2

Laporan Laba Rugi 3

Laporan Perubahan Ekuitas 4

Laporan Arus Kas 5

Catatan Atas Laporan Keuangan 6

.

(4)

AKTIVA

AKTIVA LANCAR

Kas dan setara kas 2e,3 10,765,859 38,075,683

Piutang usaha 2g,4 23,560,831 25,151,109

Piutang lain-lain 2g 1,262,086 954,243

Persediaan 2h,5 81,505,035 76,386,503

Uang muka dan bia a diba ar dimukay y 2i,6 48,662,326 22,857,022

Pajak diba ar dimukay 7 2,691,136 6,898,178

Jumlah Aktiva Lancar 168,447,273 170,322,738

AKTIVA TIDAK LANCAR

Investasi dalam saham 2f,8 1,000 1,000

Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 107,855,497 ribu tahun 2007 dan

Rp 93,721,561 ribu tahun 2006 2j,2k,9 328,031,473 249,415,362

Aktiva lain-lain 2l,10,32 8,910,039 6,121,275

Jumlah Aktiva Tidak Lancar 336,942,512 255,537,637

JUMLAH AKTIVA 505,389,785 425,860,375

KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR

Hutang bank 11 - 17,320,243

Hutang usaha 12 19,876,318 17,342,032

Hutang lain-lain

Pihak hubungan istimewa 2c,13,30 20,378,896 209,200

Pihak ketiga 13 6,097,098 6,213,668

Hutang pajak 14 4,018,521 2,602,562

Biaya masih harus dibayar 15 10,516,012 24,163,246 Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun

Pinjaman an ka an anj g p j g 16 41,612,904 40,116,821

Sewa guna usaha 2k,17 533,475 358,610

Jumlah Kewajiban Lancar 103,033,224 108,326,382 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2q,26 18,906,115 19,023,681 Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian

yang jatuh tempo dalam satu tahun

Pinjaman an ka an anj g p j g 16 113,389,245 24,847,899

Sewa guna usaha 2k,17 564,898 791,363

Kewajiban an ka an an lainnj g p j g ya 2p,18 23,467,727 18,153,215 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 156,327,985 62,816,158 EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 2.520.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor - 2.140.000.000 saham 19 214,000,000 214,000,000

Agio saham 1b,20 10,059,772 10,059,772

Modal lainnya - Em lo ee/Mana ement Stock O tionp y g p 2o,29 192,761

-Saldo laba 21,776,043 30,658,063

Jumlah Ekuitas 246,028,576 254,717,835

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 505,389,785 425,860,375 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian

(5)

PENDAPATAN USAHA 2n,21 157,145,125 157,365,586 BEBAN LANGSUNG PENERBANGAN 2n,22 86,072,99493,580,782

LABA KOTOR 71,292,59263,564,343

BEBAN USAHA 2n,23 42,605,81851,387,597

LABA USAHA 28,686,77412,176,746

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Keuntungan keru ian kurs mata uan asin - bersih( g ) g g 2b,33 (647,053) 9,865,946 Penghasilan bunga 2n 215,222 97,469 Keuntungan en ualan aktiva tetap j p 2j,9 - 57,346

Beban bunga 24 (8,976,582) (7,789,346)

Kerugian atas enurunan nilai aktiva tetap p 2j,9 - (8,094,943) Lain-lain - bersih 25 1,391,610 (272,160) Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (8,016,803) (6,135,688)

LABA SEBELUM PAJAK 4,159,943 22,551,086

MANFAAT (BEBAN PAJAK ) 2q,26 8,082,438(3,886,160)

LABA BERSIH 273,783 30,633,524

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

(dalam Rupiah penuh) 2r,27 0.13 19

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

(6)

Catatan disetor Saham Lainnya Saldo laba ekuitas Saldo per 1 Januari 2006 130,563,402 - - 40,261,137 170,824,539

Kapitalisasi laba ditahan 19 40,236,598 - - (40,236,598)

-Pengeluaran saham baru 19,20 43,200,000 10,059,772 - - 53,259,772

Laba bersih periode berjalan - - - 30,633,524 30,633,524

Saldo per 30 September 2006 214,000,000 10,059,772 - 30,658,063 254,717,835 Saldo per 1 Januari 2007 214,000,000 10,059,772 - 28,661,501 252,721,273

Dividen 2006 (7,159,241) (7,159,241)

Modal lainnya - ESOP/MSOP - 192,761 - 192,761

Laba bersih periode berjalan - - - 273,783 273,783

Saldo per 30 September 2006 214,000,000 10,059,772 192,761 21,776,043 246,028,576

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

(7)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 155,681,227 149,608,422 Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (116,320,300) (106,513,078) Kas dihasilkan dari operasi 39,360,927 43,095,344 Pembayaran pajak penghasilan (5,366,383) (6,979,981) Penerimaan bunga 215,222 97,469 Pembayaran bunga pinjaman (8,643,077) (8,305,879) Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 25,566,689 27,906,953 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Perolehan aktiva tetap (589,288)(98,674,081)

Hasil penjualan aktiva tetap - 168,247

Pembayaran uang jaminan dan performance

bond (1,353,000) (10,058,405)

Pembayaran uang muka aktiva tetap (27,845,940) -Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (127,873,021) (10,479,446) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Pembayaran provisi bank (1,227,139) (657,004) Penerimaan pinjaman jangka panjang 140,101,190 15,904,110 Pembayaran pinjaman jangka panjang (31,808,220)(77,038,909) Penerimaan pinjaman dari pihak hubungan

istimewa 14,168,940

-Penerimaan setoran modal - 56,160,000

Biaya emisi saham - (2,900,228)

Pembayaran hutang sewa guna usaha (482,482) (26,663,395) Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan 75,521,600 10,035,263 PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 27,462,770(26,784,732) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 37,550,592 10,612,913 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 10,765,860 38,075,683

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

(8)

1. UMUM

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Indonesia Air Transport Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967 berdasarkan Akta No. 14 tanggal 10 September 1968 dari Notaris Frederik Alexander Tumbuan, SH. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. JA5/18/21 tanggal 15 April 1969 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 20 Mei 1969, Tambahan No. 68. Berdasarkan Surat Keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia No. 03/V/1984 tanggal 24 Pebruari 1984, status Perusahaan berubah dari penanaman modal asing menjadi penanaman modal dalam negeri. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 12 tanggal 9 Juni 2006 dari Notaris Meiyane Halimatussyadiah, SH, mengenai perubahan ketentuan dalam anggaran dasar untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan serta peningkatan modal dasar Perusahaan (Catatan 19). Perubahan anggaran dasar Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-17704 HT.01.04.TH.2006 tanggal 19 Juni 2006 dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-18024 HT.01.04.TH.2006 tanggal 20 Juni 2006.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah dalam bidang pengangkutan udara, menyewakan dan/atau menyewa, industri perbengkelan pesawat udara dan komponen, serta perdagangan. Perusahaan beroperasi secara komersial pada tahun 1969 dengan daerah operasi di Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Jakarta. Perusahaan beralamat di Jl. Baru Skatek – Apron Selatan, Halim Perdanakusuma Airport, Jakarta. Jumlah karyawan Perusahaan sebanyak 311 karyawan tahun 2007 dan 263 karyawan tahun 2006.

Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Bimantara. Pada tanggal 30 September 2007, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Chappy Hakim

Komisaris : Muhamad Budi Rustanto Anton Tjahjono

Direktur Utama : Roekman Prawirasasra Direktur : Krisman Tarigan

Tony D. Hadi

Joewono Kalbiun

Perusahaan memberikan kompensasi kepada pengurus Perusahaan berupa gaji, tunjangan dan bonus. Jumlah kompensansi untuk masa-masa sembilan bulan yang berakhir 30 September 2007 dan 2006 masing-masing sebesar Rp. 2.814.000 ribu dan Rp 1.752.008 ribu.

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan

Pada tanggal 31 Agustus 2006, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan suratnya No. S-1759/BL/2006 untuk melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat atas 432 juta saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 130 per saham (Catatan 20).

(9)

Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 13 September 2006.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah, yang pengukurannya disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

b. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan dengan menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi periode bersangkutan.

c. Transaksi Hubungan Istimewa

Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah :

1) perusahaan baik langsung maupun yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

2) perusahaan asosiasi;

3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan);

4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan.

(10)

Semua transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga, persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa diungkapkan dalam laporan keuangan.

d. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dari jumlah yang diestimasi.

e. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

f. Investasi Dalam Saham

Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai bersifat permanen, nilai tercatat dikurangi untuk mengakui kerugian atas penurunan tersebut dan dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

g. Piutang

Piutang dinyatakan sebesar jumlah nominal setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu. Penyisihan piutang ragu-ragu diestimasi berdasarkan penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun.

h. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan untuk suku cadang dan komponen perbaikan pesawat udara (repairable and rotable parts and components) yang telah dipasang (assigned) pada pesawat ditentukan sebesar jumlah tercatat setelah dikurangi dengan pembebanan persediaan. Pembebanan persediaan ditentukan berdasarkan jumlah jam terbang masing-masing pesawat udara. Biaya perolehan persediaan selain repairable spareparts dan components ditentukan dengan metode first-in, first-out.

i. Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

j. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali aktiva tertentu yang dinilai kembali dan kapitalisasi kerugian kurs mata uang asing sesuai dengan ISAK No. 04, dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva tertentu telah dinilai kembali berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.

(11)

Peningkatan nilai aktiva karena penilaian kembali dikreditkan pada selisih penilaian kembali aktiva tetap dalam akun ekuitas dan telah dikapitalisasi sebagai modal saham.

Aktiva tetap disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:

Tahun

Bangunan dan prasarana 20 Pesawat udara – dengan nilai residu 20% 8-20

Mesin dan peralatan 5

Kendaraan 5

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Penurunan nilai aktiva tersebut diakui sebagai kerugian penurunan nilai aktiva dan dibebankan sebagai kerugian tahun berjalan.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

k. Sewa Guna Usaha

Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1) Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha.

2) Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa dapat menutup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta bunganya sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha.

3) Masa sewa guna usaha minimum dua tahun.

Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria tersebut di atas dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease).

Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan metode dan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap (Catatan 2j).

l. Beban Tangguhan

Biaya pendidikan pilot ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama masa ikatan dinas pilot berkisar antara 3 – 5 tahun.

(12)

Biaya kompensasi lahan ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan jangka waktu perjanjian selama 30 tahun.

Biaya provisi atas pinjaman bank jangka panjang ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu pinjaman.

m. Biaya Emisi Saham

Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak disusutkan.

n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan jasa penyewaan pesawat diakui pada periode penggunaan aktiva sejalan dengan berlalunya waktu. Pendapatan jasa perbaikan dan pemeliharaan pesawat diakui pada saat jasa diserahkan atau secara signifikan diberikan dan manfaat jasa tersebut telah dinikmati oleh langganan. Pendapatan bunga diakui atas dasar waktu, pokok dan tingkat bunga berlaku.

Beban diakui pada saat terjadinya atau sesuai dengan masa manfaatnya (metode akrual).

o. Program Opsi Saham Karyawan

Perusahaan menyelenggarakan program opsi saham untuk karyawan kunci Perusahaan dan karyawan tetapnya.Nilai wajar opsi diestimasi pada tanggal pemberian opsi dengan model the Block-Scholes Option Pricing Model.

p. Imbalan Pasca Kerja

Perusahaan memberikan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya, dan memberikan imbalan pasca kerja lain sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan. Dana pensiun tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara (DANAPERA). Kekurangan antara imbalan pasca kerja berdasarkan program pensiun dengan imbalan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan diakui sebagai kewajiban imbalan pasca kerja manfaat pasti tanpa pendanaan.

Biaya untuk pemberian imbalan pasca kerja ditentukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% nilai wajar aktiva program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.

Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai wajar aktiva program.

(13)

q. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.

r. Laba Per Saham

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan, setelah disesuaikan dengan dampak kapitalisasi saldo laba.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham setelah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham bersifat dilutif.

s. Informasi Segmen

Informasi segmen disusun dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

(14)

3. KAS DAN SETARA KAS

2007 2006

Kas 326,482 230,027

Bank

Bank Muamalat Indonesia

Rupiah 412,273 390,082

US Dollar 5,095,051 205,181

Bank Mandiri

Rupiah 342,704 244,197

US Dollar 344,575 11,368,403

Bank Syariah Mandiri

Rupiah 3,492 6,991

US Dollar 31,139 2,888,957

Bank Niaga

Rupiah 5,184 15,252

US Dollar 72,066 73,508

ABN AMRO Bank - US Dollar 11,724 101,593

Maybank Indocorp

Rupiah 5,558 5,558

US Dollar 64,077 20,753

Bank Mega - Rupiah 19,307 3,086

Standard Chartered Bank

Rupiah 4,653 4,653

US Dollar 2,404 2,430

American Express Bank

Rupiah - 35,603

US Dollar - 9,409

Bank Central Asia

Rupiah 13,248

-US Dollar 9,172

-Subjumlah 6,436,627 15,375,656

Setara kas

Deposito berjangka dalam US Dollar pada Bank Muamalat

dengan tingkat bagi hasil 74,35% - 18,470,000

Dana kelolaan 4,002,750 4,000,000

4. PIUTANG USAHA

2007 2006

a. Berdasarkan langganan

Total E&P Indonesie (Catatan 16) 5,000,033 9,722,510 ConocoPhillips Indonesia Inc. Ltd 5,646,845 2,948,531 Premier Oil Natuna Sea, BV 433,325 3,741,039 PT Airfast Indonesia (Catatan 16) 7,035 1,887,951 Chevron (d/h Unocal Indonesia Co) 3,753,445 3,161,929

Metro Batavia 3,041,288

-Lainnya (masing-masing kurang dari Rp 1 miliar) 5,678,860 3,689,149

(15)

2007 2006

c. Berdasarkan mata uang

US Dollar 20,394,618 21,198,120

Rupiah 3,166,213 3,952,989

Jumlah 23,560,831 25,151,109

Seluruh piutang usaha merupakan tagihan kepada pihak ketiga. Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang usaha tersebut dapat ditagih sehingga tidak membuat penyisihan piutang ragu-ragu.

Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (Catatan 11) dan pinjaman jangka panjang (Catatan 16).

5. PERSEDIAAN

2007 2006

Repairable and rotable parts and components 53,441,049 48,995,169

Suku cadang 23,399,899 23,282,695

Persediaan umum dan supplies 4,664,087 4,108,639

Jumlah 81,505,035 76,386,503

Perusahaan tidak membentuk penyisihan penurunan nilai persediaan karena manajemen berpendapat pergerakan persediaan tersebut cepat.

Persediaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (Catatan 11) dan pinjaman jangka panjang (Catatan 16).

Pada tanggal 30 September 2007, persediaan dan aktiva tetap diasuransikan dalam industrial special risks sebesar US$ 25 juta kepada PT Citra Underwriter Insurance. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.

6. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

2007 2006

Uang muka pembelian pesawat 42,075,885 9,235,000

Uang muka persediaan 3,907,325 5,361,835

Asuransi 900,231 6,825,434

Uang muka dan biaya dibayar dimuka lainnya 1,778,885 1,434,753

(16)

7. PAJAK DIBAYAR DIMUKA

2007 2006

Pajak penghasilan lebih bayar (Catatan 26)

Tahun 2007 2,428,450

-Tahun 2006 - 3,707,005

Tahun 2005 - 3,191,173

Pajak Pertambahan Nilai 262,686

-Jumlah 2,691,136 6,898,178

8. INVESTASI DALAM SAHAM

Akun ini merupakan investasi Perusahaan di PT Usaha Gedung Bimantara sebanyak 1 saham, persentasi kepemilikan 0,01% dengan biaya perolehan Rp 1 juta.

9. AKTIVA TETAP

1 Januari 30 September

2007 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2007 Biaya perolehan atau revaluasi

Pemilikan langsung

Pesawat udara 308,371,885 97,386,760 - - 405,758,645

Bangunan dan prasarana 14,823,710 - - - 14,823,710

Mesin dan peralatan 9,309,658 188,798 - - 9,498,456

Kendaraan 832,987 - - - 832,987

Bangunan dalam pelaksanaan - 2,817,172 - - 2,817,172

Sewa guna usaha

-Kendaraan 1,640,000 516,000 - - 2,156,000

Pesawat udara - - - -

-Jumlah 334,978,240 100,908,730 0 0 435,886,970

Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai

Pemilikan langsung

Pesawat udara 80,269,369 13,064,922 - - 93,334,291

Bangunan dan prasarana 4,047,545 558,223 - - 4,605,768

Mesin dan peralatan 8,347,505 309,809 - - 8,657,314

Kendaraan 821,642 11,345 - - 832,987

Sewa guna usaha

Kendaraan 136,667 288,470 - - 425,137

Pesawat udara - - - -

-Jumlah 93,622,728 14,232,769 - - 107,855,497

(17)

1 Januari 30 September

2006 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2006

Biaya perolehan atau revaluasi Pemilikan langsung

Pesawat udara 277,913,543 - 20,379,463 59,044,504 316,578,584

Bangunan dan prasarana 14,823,710 - - - 14,823,710

Mesin dan peralatan 8,671,354 589,288 - - 9,260,642

Kendaraan 1,831,641 - 998,654 - 832,987

Sewa guna usaha

Kendaraan - 1,641,000 - - 1,641,000

Pesawat udara 86,524,205 - - (86,524,205)

-Jumlah 389,764,453 2,230,288 21,378,117 (27,479,701) 343,136,923

Akumulasi penyusutan dan penurunan nilai

Pemilikan langsung

Pesawat udara 61,183,388 19,567,486 - - 80,750,874

Bangunan dan prasarana 3,317,831 551,710 - - 3,869,541

Mesin dan peralatan 7,588,882 588,190 - - 8,177,072

Kendaraan 1,626,013 131,147 887,753 - 869,407

Sewa guna usaha

Kendaraan - 54,667 - - 54,667

Pesawat udara 26,797,876 681,824 - (27,479,700)

-Jumlah 100,513,990 21,575,024 887,753 (27,479,700) 93,721,561

Jumlah Tercatat 289,250,463 249,415,362

Perusahaan melakukan penilaian kembali aktiva tetapnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 1986. Aktiva tetap yang dinilai kembali adalah aktiva tetap pada tanggal 1 Januari 1987. Pada tanggal 11 Nopember 1989, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Kantor Pajak dalam Surat Keputusan No. Kep-13/WPJ.05/KP0704/1989. Pada tahun 1992, selisih penilaian kembali aktiva tetap sebesar Rp 6.271.495 ribu dikapitalisasi sebagai modal saham.

Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:

Beban usaha 1,167,847 1,270,860

Jumlah 14,232,769 13,480,181

Pengurangan aktiva tetap merupakan penjualan aktiva tetap pemilikan langsung dengan rincian sebagai berikut: 2006 Biaya perolehan 998,654 Akumulasi penyusutan (887,753) Jumlah tercatat 110,901 Harga jual 168,247

(18)

Pada tahun 2006, Perusahaan menurunkan nilai aktiva tetap pesawat udara masing-masing PK-TRU sebesar Rp 6.774.451 ribu, PK-TSN sebesar Rp 660.246 ribu dan PK-TSO sebesar Rp 660.246 ribu atau seluruhnya sebesar Rp 8.094.943 ribu untuk mencerminkan jumlah terpulihkan pesawat udara tersebut. Penurunan nilai aktiva tetap tersebut dicatat sebagai penambah akumulasi penyusutan dan dibebankan pada periode berjalan.

Aktiva tetap dengan jumlah tercatat sebesar Rp 325.214.301 ribu dan Rp 254.854.472 ribu masing-masing pada tanggal 30 September 2007 dan 2006 digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (Catatan 11) dan pinjaman jangka panjang (Catatan 16).

Pada tanggal 30 September 2007 dan 2006, aktiva tetap dan persediaan diasuransikan dalam industrial special risks sebesar US$ 25 juta dan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar US$ 74,3 juta dan Rp 2.719 juta kepada PT Citra Underwriter Insurance. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva tetap yang dipertanggungkan.

10. AKTIVA LAIN-LAIN

2007 2006

Beban tangguhan - bersih

Sewa lahan (Catatan 31) 2,718,984 2,877,577

Pendidikan pilot 1,349,903 262,140 Provisi bank 1,891,853 277,888 Jumlah 5,960,740 3,417,605 Performance bond 1,558,955 2,683,876 Jaminan lainnya 1,390,344 19,794 Jumlah 8,910,039 6,121,275

Biaya pendidikan pilot ditangguhkan dan diamortisasi selama masa ikatan dinas dan wajib diganti oleh pilot apabila mengundurkan diri sebelum masa ikatan dinas berakhir.

Beban amortisasi kompensasi lahan, pendidikan pilot dan provisi bank adalah sebesar Rp. 1053.331 ribu tahun 2007, Rp 405.993 ribu tahun 2006.

11. HUTANG BANK

Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Bank Mandiri maksimum sebesar US$ 3.335.000, jangka waktu 12 bulan berlaku mulai 24 September 2002. Fasilitas kredit ini telah diperpanjang beberapa kali terakhir sampai dengan 16 Nopember 2006, tingkat bunga 9% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan persediaan, piutang usaha, 3 bidang tanah dan bangunan di atasnya terletak di Balikpapan, 2 unit pesawat Fokker 50 (PK–TSN dan PK–TSO) dan 2 unit helicopter Bell 212 (PK–TSF dan PK–TSG) (Catatan 4, 5 dan 9). Perjanjian pinjaman ini juga mensyaratkan Perusahaan untuk meningkatkan current ratio secara bertahap sehingga menjadi minimal 100% dan mempertahankan debt equity ratio menjadi maksimal 233%.

(19)

Sehubungan dengan fasilitas kredit tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu yang harus mendapat persetujuan tertulis dari Bank Mandiri, antara lain mengubah anggaran dasar, permodalan, susunan anggota direksi, dewan komisaris dan pemegang saham Perusahaan kecuali diharuskan oleh Undang-undang; membagikan dividen; menjamin hutang pihak lain; menerima kredit dari bank lain; menyuruh pihak lain untuk menyatakan pailit; menjual kekayaan Perusahaan yang telah menjadi agunan Bank; meminjamkan uang kepada pihak lain kecuali akibat usaha normal Perusahaan; menyerahkan sebagian atau seluruh hak dan atau kewajiban Perusahaan kepada pihak lain.

Perusahaan telah menerima surat persetujuan perubahan negative covenant dari Bank Mandiri sesuai Surat No. CBG.TWO.SPPK.RD7/015/2006 tanggal 16 Agustus 2006 yaitu setiap perubahan pengurus, pemegang saham dan pembagian dividen wajib dilaporkan secara tertulis.

Pada tanggal 21 Mei 2007, Perusahaan telah membayar lunas hutang ke Bank Mandiri dengan menggunakan dana pinjaman dari Bank Muamalat dengan jangka waktu pengembalian selama 60 bulan (catatan 16).

Pada tanggal 30 September 2006, hutang bank Perusahaan kepada Bank Mandiri masing-masing sebesar Rp 17.320.243 ribu.

12. HUTANG USAHA

2007 2006

a. Berdasarkan langganan - Pihak ketiga

Eurocopter Asia 8,660,707 5,488,341

Fokker Services Schipol 1,855,120 2,500,804

Turbomeca 505,018 902,825

Schreiner AW - 26,835

Lainnya (masing-masing kurang

dari Rp 1 miliar) 8,855,473 8,423,227 Jumlah 19,876,318 17,342,032 b. Berdasarkan umur 1 - 30 hari 4,060,550 4,228,076 31 - 60 hari 3,824,626 5,225,502 61 - 90 hari 2,825,437 2,893,115

Lebih dari 90 hari 9,165,705 4,995,339

Jumlah 19,876,318 17,342,032

c. Berdasarkan mata uang

Rupiah 1,368,683 2,118,949

US Dollar 10,777,958 6,523,960

Euro 7,271,672 8,352,469

Lainnya 458,005 346,654

(20)

13. HUTANG LAIN-LAIN

2007 2006

Pihak hubungan istimewa (Catatan 30) 20,378,896 209,200

Pihak ketiga

Premi asuransi - 5,223,087

Uang muka sewa pesawat 3,827,400

-Lain-lain 2,269,698 990,581

Jumlah 6,097,098 6,213,668

Jumlah 26,475,994 6,422,868

14. HUTANG PAJAK

2007 2006 Pajak Penghasilan badan

Tahun 2006 800,000

-Pajak penghasilan

Pasal 21 2,892,748 484,252

Pasal 23 325,773 15,501

Pajak Pertambahan Nilai - 2,102,809

Jumlah 4,018,521 2,602,562

15. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

2007 2006

Perbaikan dan pemeliharaan 7,521,436 17,666,364

Bunga 384,026 2,459,122

Bahan bakar - 1,880,349

Dana pensiun (Catatan 28) -

-Lain-lain 2,610,550 2,157,411

Jumlah 10,516,012 24,163,246

Biaya masih harus dibayar perbaikan dan pemeliharaan pesawat merupakan estimasi perbaikan dan pemeliharaan pesawat berdasarkan jam terbang.

(21)

16. PINJAMAN JANGKA PANJANG

Akun ini merupakan pinjaman Perusahaan kepada pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:

2007 2006

Bank

Bank Syariah Mandiri - US Dollar 14,943,497 35,725,999 Bank Mandiri - US Dollar - 16,807,700 Bank Muamalat Indonesia - US Dollar 140,058,652 12,431,021

Jumlah 155,002,149 64,964,720

Bagian jatuh tempo dalam satu tahun (41,612,904) (40,116,821) Bagian Jangka Panjang 113,389,245 24,847,899

Tingkat bunga per tahun

US Dollar 8% - 11% 8% - 9,5%

Rincian pinjaman jangka panjang berdasarkan jatuh tempo sebagai berikut :

2007 2006 Jatuh tempo tahun :

2006 - 9,404,554

2007 12,865,191 40,902,644

2008 36,137,835 14,657,522

2009 dan selanjutnya 105,999,123

-Jumlah 155,002,149 64,964,720

Bank Syariah Mandiri

Berdasarkan perjanjian Al Murabahah tanggal 27 Pebruari 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas untuk pembiayaan 2 unit Dauphin SA-365 N2 (PK-TSW dan PK-TSX) sebesar US$ 6 juta, jangka waktu 4 tahun sampai dengan Pebruari 2008, dengan marjin sebesar 9% per tahun (6 bulan pertama setara 8% per tahun). Hutang ini dibayar kembali secara bulanan dengan angsuran yang telah ditentukan. Pinjaman ini dijamin dengan pesawat yang dibeli dengan pinjaman tersebut, 1 unit helikopter Dauphin SA-365C2 (PK-TRD) (Catatan 9).

Berdasarkan perjanjian Al Murabahah tanggal 31 Maret 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas Al Murabahah sebesar US$ 1.648.309,02 dengan marjin US$ 10.778,27 dan fee administrasi impor sebesar US$ 56.478,14. Hutang ini dibayar setiap bulan sesuai jadwal angsuran, dengan jangka waktu 30 bulan sampai 30 September 2008. Pinjaman ini dijamin dengan tagihan kepada PT Airfast dan CV Nabila, dua buah pesawat Beechcraft 1900D (PK-TRW dan PK-TRX) dua buah Dauphin type SA-365N2 (PK-TSX dan PK-TSW), serta satu buah pesawat BAC1-11 (PK-TRU) (Catatan 4 dan 9). Perusahaan menggunakan pinjaman ini untuk pembayaran hutang sewa guna usaha kepada Raytheon Aircraft Credit Corporation (Catatan 17).

Berdasarkan perjanjian Al Murabahah tanggal 28 April 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas Al Murabahah sebesar US$ 247.754,11 dengan marjin US$ 1.615,82 dan fee administrasi impor sebesar US$ 7,818.54. Hutang ini dibayar setiap bulan sesuai jadwal angsuran, dengan jangka

(22)

waktu 30 bulan sampai 28 Oktober 2008. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas pembiayaan Al Murabahah diatas.

Sehubungan dengan fasilitas tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu yang harus mendapat persetujuan tertulis dari Bank Syariah Mandiri, antara lain mencari tambahan pembiayaan baru; melakukan penyertaan saham; membagi dividen; melakukan transaksi dengan pihak lain di luar kegiatan bisnis inti; mengeluarkan pernyataan hutang dalam bentuk pinjaman, penyewaan atau garansi kepada pihak lain; menjual, mentransfer dan menjaminkan harta Perusahaan yang telah dijaminkan; mengubah anggaran dasar Perusahaan, khususnya mengenai modal, pengurus dan pemegang saham; membubarkan Perusahaan; meminta dinyatakan pailit dan mengalihkan hak atas barang jaminan kepada pihak lain.

Perusahaan telah menerima surat persetujuan perubahan negative covenant dari Bank Syariah Mandiri sesuai Surat No. 8/595-3/DPB1 tanggal 16 Agustus 2006 yaitu setiap perubahan pengurus, pemegang saham dan pembagian dividen wajib dilaporkan secara tertulis kepada bank tersebut.

Bank Mandiri

Pada tahun 2002, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi untuk pembelian dua pesawat Fokker-50 (PK-TSN dan PK-TSO) maksimum sebesar US$ 8.545.000 dari Bank Mandiri jangka waktu 4 tahun sampai dengan 10 Pebruari 2006 dengan tingkat bunga 9% - 11% per tahun. Pada tahun 2004, berdasarkan addendum perjanjian kredit, sisa pinjaman sebesar US$ 4.345.000 telah diubah menjadi jatuh tempo Maret 2008, dibayar triwulanan dengan angsuran sebesar US$ 600.000 tahun 2004, sebesar US$ 1.100.000 tahun 2005 dan 2006, sebesar US$ 1.300.000 tahun 2007 dan sebesar US$ 245.000 tahun 2008. Pinjaman ini dijamin dengan pesawat yang dibeli dengan pinjaman tersebut, piutang usaha atas proyek West Natuna Consortium, suku cadang pesawat terbang dan 2 unit helicopter Bell 212 (Catatan 4, 5 dan 9). Perjanjian ini juga mensyaratkan agar pinjaman kepada PT Bimantara Citra Tbk dijadikan tambahan modal disetor dan/atau pinjaman kepada PT Bimantara Citra Tbk, PT Bhakti Finance dan PT Wono Madu tidak akan dilunasi/dicicil hutang pokoknya dan tidak dibebani bunga atau dibebani bunga namun tidak dibayar efektif sebelum pinjaman ini lunas, serta meningkatkan current ratio secara bertahap sehingga menjadi minimal 100% dan mempertahankan debt equity ratio mejadi maksimal 233%.

Pada tahun 2003, Perusahaan memperoleh fasilitas modal kerja untuk pembelian mesin dan spare parts pesawat Beechcraft D1900 (PK–TRX) sebesar US$ 1.250.000 dari Bank Mandiri, jangka waktu 28 bulan dengan tingkat bunga 9,5% per tahun. Hutang ini dibayar secara angsuran setiap kuartal dengan total angsuran sebesar US$ 595.500 untuk tahun pertama dan sebesar US$ 654.500 untuk tahun kedua. Pinjaman ini dijamin dengan piutang, 1 unit Helicopter Bell 212 dan 2 unit pesawat Fokker-50 yang dibeli dengan fasilitas kredit investasi di atas secara tanggung renteng (Catatan 4 dan 9). Perusahaan telah melunasi pinjaman tersebut pada bulan Januari 2006.

Sehubungan dengan fasilitas kredit tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu yang harus mendapat persetujuan tertulis dari Bank Mandiri, antara lain melakukan merger, akuisisi dan penjualan atau pemindahtanganan atau melepaskan hak atas harta kekayaan Perusahaan; mengubah anggaran dasar, permodalan, susunan anggota direksi, dewan komisaris dan pemegang saham Perusahaan kecuali diharuskan oleh Undang-undang; membagikan dividen; melunasi hutang kepada pemegang saham; menjamin hutang pihak lain; memperoleh fasilitas kredit/pinjaman lain dalam bentuk apapun dari pihak lain; menyuruh pihak lain untuk menyatakan pailit; menjual kekayaan Perusahaan yang telah menjadi agunan kepada Bank; meminjamkan uang kepada pihak lain; mengadakan investasi baru dalam bentuk apapun.

Perusahaan telah menerima surat persetujuan perubahan negative covenant dari Bank Mandiri sesuai Surat No. CBG.TWO.SPPK.RD7/015/2006 tanggal 16 Agustus 2006 yaitu setiap

(23)

perubahan pengurus, pemegang saham dan pembagian dividen wajib dilaporkan secara tertulis kepada bank tersebut.

Pada tanggal 15 Mei 2007, Perusahaan telah membayar lunas seluruh hutang ke Bank Mandiri dengan menggunakan dana pinjaman dari Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia

Berdasarkan perjanjian pembiayaan Al Murabahah tanggal 20 Januari 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman untuk refinancing dan modal kerja masing-masing maksimal sebesar US$ 1.193.675 dan US$ 1.306.325. Fasilitas refinancing digunakan untuk melunasi hutang kepada Bank Niaga sehubungan pembelian 2 unit helikopeter Dauphin N dan fasilitas modal kerja digunakan untuk pembelian spareparts helicopter Dauphin N. Kedua fasilitas tersebut berjangka waktu 48 bulan sampai dengan bulan Januari 2008, dengan margin sebesar US$ 159.166 untuk fasilitas refinancing dan US$ 174.187 untuk fasilitas modal kerja, dibayar secara bulanan sesuai dengan jadwal angsuran yang telah ditentukan.

Pada bulan April 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja maksimal sebesar Rp 10 miliar, jangka waktu 36 bulan, dengan marjin sebesar Rp 2.834.982 ribu yang dibayar secara bulanan. Fasilitas ini digunakan untuk pembelian spareparts helicopter Bell 212. Selanjutnya, pada bulan Pebruari 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan Al Murabahah sebesar US$ 500.000 yang digunakan untuk pembelian spareparts. Berdasarkan surat persetujuan Bank Muamalat Indonesia tanggal 29 September 2005, fasilitas pembiayaan sebesar Rp 10 miliar dan US$ 500.000 telah diubah menjadi fasilitas pembiayaan Al-Musyarakah sebesar US$ 1.101.597. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, fasilitas ini diubah menjadi sebesar US$ 955.317, jatuh tempo Nopember 2008, dengan marjin sebesar US$ 122.350.

Berdasarkan surat persetujuan Bank Muamalat Indonesia tanggal 29 September 2005, Perusahaan mendapat fasilitas pembiayaan Al Murabahah untuk pembelian spareparts sebesar US$ 400.000, jangka waktu 36 bulan dengan marjin sebesar US$ 71.410 yang dibayar secara bulanan. Pinjaman ini jatuh tempo pada bulan Nopember 2008.

Seluruh pinjaman diatas dijamin dengan 2 unit helikopter Dauphin N, persediaan spareparts untuk helikopter Dauphin N, fidusia tagihan kepada Total E&P Indonesie dan 1 unit pesawat Falcon 20 (Catatan 4, 5 dan 9).

Sesuai persetujuan dengan Bank Muamalat Indonesia tanggal 17 Januari 2007, Perusahaan mendapat fasilitas pembiayaan Waad untuk pembelian pesawat ATR 300-42 seri 118 sebesar US$ 2.500.000, jangka waktu 72 bulan dengan marjin sebesar US$ 834.790 yang dibayar secara bulanan. Pinjaman ini jatuh tempo pada bulan Januari 2013. Atas pinjaman ini di jamin oleh pesawat ATR 300-42. seri 118.

Pada tanggal 10 April 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas Al Murabahah sebesar US$ 1,120,000.00 untuk modal kerja dan pembelian suku cadang Adapun pinjaman ini harus lunas dalam jangka waktu 60 bulan sampai dengan bulan April 2012, dengan marjin sebesar US$275,000, yang diangsur setiap bulan.

Pada tanggal 25 April 2007, Bank Muamalat Indonesia telah menyetujui memberikan fasilitas pembiayaan Waad untuk pembelian pesawat Fokker 50 sebesar US$ 3.280.000,00. Dengan jangka waktu selama 72 bulan dengan marjin sebesar US$ 1.094.710,00, yang dibayar secara bulanan. Pinjaman ini jatuh tempo pada bulan Januari 2013. Atas pinjaman ini di jamin oleh pesawat Fokker 50 yang dibeli.

(24)

Pada tanggal 15 Mei 2007, Bank Muamalat Indonesia juga telah menyetujui memberikan fasilitas pinjaman kepada perusahaan untuk membayar seluruh pinjaman Perusahaan kepada Bank Mandiri sejumlah Fokker 50 sebesar US$ 4.880.000,00. Adapun pinjaman ini harus lunas dalam jangka waktu 60 bulan sampai dengan bulan Mei 2012 dengan tingkat marjin sebesar US$1.197.986,00, yang dibayar secara bulanan. Pinjaman ini dijamin oleh 2 (dua) unit pesawat Fokker 50 (PK TSN dan PK TSO).

Pada tanggal 25 Juni 2007, Bank Muamalat Indonesia juga telah membuat counter guarantee kepada Bank Mandiri atas nama Perusahaan sebesar US$700.000,00. Bid bond ini digunakan untuk mengikuti tender di salah satu perusahaan kontrak bagi hasil di bidang eksplorasi minyak dan gas.

Sesuai persetujuan dengan Bank Muamalat Indonesia tanggal 27 Juni 2007, Perusahaan mendapat fasilitas pembiayaan Waad untuk pembelian pesawat ATR 300-42 seri 059 sebesar US$ 3.150.000,00, jangka waktu 60 bulan sampai dengan bulan Mei 2012 dengan tingkat marjin sebesar US$1.051.590.00, yang dibayar secara bulanan. Pinjaman ini jatuh tempo pada bulan mei 2013. Atas pinjaman ini dijamin oleh pesawat ATR-42 seri 059.

Pada tanggal 24 Agustus 2007, Bank Muamalat Indonesia telah menambah pinjaman failitas Murabahah kepada Perusahaan. Jumlah keseluruhan fasilitas sebesar US$ 1.000.000,00. Pada tanggal 30 September 2007 fasilitas yang sudah ditarik adalah sebesar US$ 562,850.00.

17. HUTANG SEWA GUNA USAHA

Akun ini merupakan hutang sewa guna usaha untuk pembiayaan pesawat terbang dari PT Astra Sedaya Finance, sebagai berikut:

2007 2006

Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun:

2007 168,108 1,050,432

2008 672,432 393,813

2009, dan seterusnya 446,628

-Jumlah pembayaran minimum sewa guna usaha 1,287,168 1,444,245

Bunga (188,795) (294,372)

Nilai tunai pembayaran minimum sewa guna usaha 1,098,373 1,149,873 Bagian jatuh tempo dalam satu tahun (533,475) (358,610) Bagian Jangka Panjang 564,898 791,263

Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan perusahaan sewa guna usaha, sebagai berikut:

Jangka waktu sewa guna usaha dengan PT. Astra Sedaya Finance adalah 35 bulan, berakhir pada bulan Maret 2010 dengan tingkat bunga efektif 17% per tahun. Hutang sewa guna usaha dibayar setiap bulan dalam jumlah tetap.

(25)

18. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG LAINNYA

2007 2006

Hutang pembelian pesawat - US Dollar 9,936,487 10,043,063 Kewajiban imbalan pasca kerja (Catatan 28) 13,531,240 8,110,152

Jumlah 23,467,727 18,153,215

Kewajiban atas pembelian pesawat merupakan kewajiban kepada pihak ketiga dalam US Dollar untuk memperoleh pesawat BAC1-11 (PK-TRU). Kewajiban ini tidak dikenakan bunga dan akan dilunasi setelah pesawat tersebut dijual oleh Perusahaan.

19. MODAL SAHAM

Jumlah Persentase Jumlah Modal Saham Pemilikan Disetor

PT. Global Mediacom Tbk (d/hPT Bimantara

Citra Tbk) 1,707,921,509 79.809% 170,792,151 PT Usaha Gedung Bimantara 78,491 0.004% 7,849 Masyarakat 432,000,000 20.19% 43,200,000 Jumlah 2,140,000,000 100.00% 214,000,000

Nama Pemegang Saham

2007 dan 2006

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Perusahaan sebagaimana tercantum dalam akta No. 12 tanggal 9 Juni 2006, dari Notaris Meiyane Halimatussyadiah, SH, para pemegang saham menyetujui dan memutuskan antara lain perubahan status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka, peningkatan modal dasar Perusahaan dari Rp 252 miliar menjadi Rp 680 miliar, pengeluaran saham baru maksimum sebanyak 90 juta saham dalam rangka pemberian opsi pembelian saham kepada karyawan (Employee Stock Option Plan/ESOP), penjualan saham Perusahaan kepada masyarakat melalui pasar modal (Go public) maksimum sejumlah 432 juta saham. Perubahan anggaran dasar Perusahaan sebagaimana dijelaskan di atas telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-17704 HT.01.04.TH.2006 tanggal 19 Juni 2006 dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-18024 HT.01.04.TH.2006 tanggal 20 Juni 2006.

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Pemegang Saham sebagaimana tercantum dalam Akta No. 93 tanggal 28 April 2006 dari Notaris Sugito Tedjamulja, SH, para pemegang saham menyetujui pengeluaran 402.365.979 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 atau seluruhnya Rp 40.236.598 ribu, dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan menjadi Rp 170.800.000 ribu terbagi atas 1.708.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 40.235.598 ribu dilakukan oleh PT Bimantara Citra Tbk sebesar Rp 40.234.749 ribu dan PT Usaha Gedung Bimantara sebesar Rp 1.849 ribu melalui kapitalisasi saldo laba tahun 2005.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta No. 106 tanggal 28 Juli 2005 dari Notaris Sugito Tedjamulja, SH, para pemegang saham menyetujui pengeluaran 483.634.021 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 atau seluruhnya Rp 48.363.402 ribu yang diambil bagian oleh PT Bimantara Citra Tbk sebagai konversi hutang Perusahaan kepada PT Bimantara Citra Tbk (Catatan 30).

(26)

20. AGIO SAHAM

Akun ini merupakan agio saham setelah dikurang biaya emisi saham yang berasal dari penawaran umum perdana saham Perusahaan (Catatan 1.b), sebagai berikut:

2007 2006

Agio saham 12,960,000 12,960,000

Biaya emisi saham (2,900,228) (2,900,228)

Jumlah-bersih 10,059,772 10,059,772

21. PENDAPATAN USAHA

2007 2006

Jasa penyewaan pesawat

Contract charter 107,385,136 109,264,687

Spot charter 43,739,730 44,942,230

Jasa perbaikan dan pemeliharaan pesawat 6,020,259 3,158,669

Jumlah 157,145,125 157,365,586

Seluruh pendapatan usaha diperoleh dari pihak ketiga. Pendapatan usaha dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha berasal dari:

2007 2006

Total E&P Indonesie 43,836,496 49,743,386 ConocoPhillips Indonesia Inc., Ltd 38,039,780 37,174,663

Jumlah 81,876,276 86,918,049

22. BEBAN LANGSUNG PENERBANGAN

2007 2006

Mesin pesawat 18,313,007 23,883,585

Penyusutan 13,064,922 12,209,321

Gaji dan tunjangan 17,933,298 11,739,244

Bahan bakar 8,066,097 11,164,122

Suku cadang 12,483,765 10,909,984

Asuransi 9,975,642 8,563,898

Makanan dan minuman penumpang 1,236,830 1,639,222 Lampu pendaratan 1,372,723 1,058,827

Keanggotaan Fokker 365,791 707,015

Sewa pesawat 4,195,654

-Lain-lain 6,573,053 4,197,776

(27)

23. BEBAN USAHA

2007 2006

Gaji dan tunjangan 21,635,387 17,919,993

Perjalanan dinas 9,725,055 7,298,077

Sewa 3,558,247 3,436,613

Asuransi 2,282,469 2,431,061

Pelatihan dan lisensi pilot 3,203,370 2,408,562 Perbaikan dan pemeliharaan 2,006,122 2,042,591 Imbalan pasca kerja (Catatan 28) 3,845,626 2,004,424

Penyusutan 1,167,847 1,271,147 Komunikasi 863,650 760,201 Perlengkapan kantor 974,612 757,996 Jasa profesi 254,056 303,902 Lain-lain 1,871,156 1,971,251 Jumlah 51,387,597 42,605,818 24. BEBAN BUNGA 2007 2006

Beban bunga atas:

Hutang bank dan pinjaman jangka panjang 8,402,671 7,095,375 Hutang sewa guna usaha 139,537 693,971 Hutang kepada pihak hubungan istimewa 434,374

-Jumlah 8,976,582 7,789,346

25. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

2007 2006

Provisi dan administrasi bank (1,987,814) (1,048,133)

Lain-lain 3,379,425 775,969

Bersih 1,391,611 272,164

26. PAJAK PENGHASILAN

Manfaat (beban) pajak Perusahaan terdiri dari:

2007 2006

Pajak kini (390,647)

-Pajak tangguhan (3,495,513) 8,082,438 Jumlah manfaat (beban) pajak (3,886,160) 8,082,438

(28)

Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan laba (rugi) kena pajak adalah sebagai berikut:

2007 2006

Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi 4,159,943 22,551,086 Perbedaan temporer:

Imbalan pasca kerja 3,845,626 1,365,461 Sewa guna usaha (327,983) (25,468,171) Aktiva tetap (8,916,356) (25,229,268) Jumlah - bersih (5,398,713) (49,331,978) Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan

menurut fiskal:

Tunjangan karyawan 2,869,599 4,936,817 Penghasilan bunga (404,567) (97,469)

Lain-lain 134,228 118,058

Jumlah - bersih 2,599,260 4,957,406

Laba (rugi) kena pajak 1,360,490 (21,823,486)

Perhitungan beban dan pajak dibayar dimuka (hutang pajak kini) adalah sebagai berikut:

2007 2006

Beban pajak kini dengan tarif pajak yang berlaku

10% x Rp 50.000 ribu 5,000

-15% x Rp 50.000 ribu 7,500

-30% x Rp 1.260.490 tahun 2007 dan

Rp nihil tahun 2006 378,147

-Jumlah beban pajak kini 390,647

-Pembayaran pajak dimuka Pajak penghasilan

Pasal 22 2,053 8,313

Pasal 23 2,345,317 3,194,504

Pasal 25 413,727 437,188

Fiskal luar negeri 58,000 67,000

Jumlah pembayaran pajak dimuka 2,819,097 3,707,005 Pajak dibayar dimuka (hutang pajak kini) 2,428,450 3,707,005

(29)

Pajak Tangguhan

Rincian aktiva (kewajiban) pajak tangguhan Perusahaan sebagai berikut:

2007 2006

Aktiva pajak tangguhan

Kewajiban imbalan pasca kerja 4,059,372 2,294,997

Rugi fiskal - 265,666

Kewajiban pajak tangguhan

Aktiva tetap (21,137,072) (20,428,154)

Sewa guna usaha (217,638) (130,909)

Beban tangguhan (1,610,777) (1,025,281)

Jumlah (18,906,115) (19,023,681)

Rekonsiliasi antara beban (manfaat) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:

2007 2006

Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi 4,159,943 22,551,086

Beban pajak dengan tarif pajak yang berlaku sebesar 30% 1,247,983 6,765,326 Dampak pajak atas beban (penghasilan) yang tidak dapat

diperhitungkan menurut fiskal

Tunjangan karyawan 860,880 1,619,094 Penyusutan aktiva tetap 1,467,752 (16,703,555)

Penghasilan bunga (64,567) (29,241)

Lain-lain (16,535) 265,938

Jumlah beban (manfaat) pajak 3,495,513 (8,082,438)

27. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

Perhitungan laba bersih per saham dasar didasarkan pada data berikut:

Laba Bersih

2007 2006

Laba bersih periode berjalan 0.13 19

Jumlah Saham

Pada tanggal 30 September 2007 dan 2006, jumlah saham beredar Perusahaan masing-masing sebanyak 2.140.000.000 saham.

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Pemegang Saham sebagaimana tercantum dalam Akta No. 93 tanggal 28 April 2006 dari Notaris Sugito Tedjamulja, SH, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebanyak 402.365.979 saham yang berasal dari kapitalisasi saldo laba tahun 2005 (Catatan 19).

(30)

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta No. 106 tanggal 28 Juli 2005 dari Notaris Sugito Tedjamulja, SH, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebanyak 483.634.021 saham yang dilakukan melalui konversi hutang (Catatan 19 dan 30).

Peningkatan modal disetor yang berasal dari kapitalisasi saldo laba tahun 2005 merupakan penambahan jumlah saham tanpa disertai perubahan sumber daya. Oleh karena itu, untuk tujuan perhitungan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar, konversi hutang dan kapitalisasi saldo laba dianggap sudah terjadi pada awal periode laporan terawal disajikan.

Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar (penyebut) untuk tujuan penghitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:

2007 2006

Saham Saham

Saldo awal periode 2,140,000,000 1,305,634,021 Kapitalisasi saldo laba tahun 2005 (tanggal 28 April 2006) - 228,449,549

Saham perdana-IPO - 47,472,527

Jumlah rata-rata tertimbang saham - disajikan kembali 2,140,000,000 1,581,556,097

Laba Per Saham Dasar

Laba per saham adalah sebagai berikut:

2007 2006 Laba per saham - Rupiah penuh 0.13 19 Laba Per Saham Dilusian

Perusahaan tidak menghitung laba per saham dilusian karena Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi dilusi saham untuk tahun 2007 dan 2006.

28. IMBALAN PASCA KERJA Program Pensiun Imbalan Pasti

Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetap yang berkewarganegaraan Indonesia. Program pensiun ini memberikan manfaat pensiun yang ditentukan berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Bimantara (DANAPERA) yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 382/KM.17/1996 tanggal 15 Oktober 1996. Pendiri Danapera adalah PT Bimantara Citra Tbk dan Perusahaan merupakan mitra pendiri. Pendanaan program pensiun berasal dari kontribusi Perusahaan dan karyawan masing-masing sebesar 10,2% dan 4%. Pada bulan Oktober 2005, Perusahaan berhenti sebagai anggota Danapera.

Kewajiban sehubungan dengan program pensiun yang termasuk dalam neraca adalah sebagai berikut:

(31)

2006

Saldo awal periode 434,469

Realisasi tahun 2006 (434,469)

Beban pensiun tahun berjalan

-Iuran pensiun dibayar tahun berjalan

-Saldo akhir periode

-Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan asumsi utama sebagai berikut:

Tingkat diskonto : 13% per tahun Tingkat kenaikan penghasilan dasar pensiun : 11% per tahun

Tingkat mortalita : Commissioners Standar Ordinary tables 1980 Tingkat cacat : 10% dari tingkat mortalita

Tingkat pengunduran diri : 10% pada usia 25 tahun dan menurun secara garis lurus menjadi nihil pada usia 45 tahun Umur pensiun normal : 55 tahun

Tingkat pensiun dipercepat : 1% per tahun

Imbalan Pasca Kerja Lain

Perusahaan juga memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan. Pada tanggal 30 September 2007 dan 2006, jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut masing-masing 263 karyawan dan 248 karyawan.

Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba rugi adalah:

2007 2006

Biaya jasa kini 1,777,012 1,307,606

Biaya bunga 1,421,860 375,615

Biaya jasa lalu 646,754 321,203

Jumlah 3,845,626 2,004,424

Kewajiban imbalan pasca kerja di neraca adalah sebagai berikut:

2006 2006

Nilai kini kewajiban tanpa pendanaan 22,111,240 17,536,126 Kerugian aktuarial belum diakui (624,039) (272,566) Biaya jasa lalu belum diakui (7,476,151) (8,346,318) Kewajiban bersih 14,011,050 8,917,242

(32)

2007 2006

Saldo awal 10,165,424 6,744,692

Pembayaran manfaat - (514,906)

Beban tahun berjalan 3,845,626 2,687,456

Saldo akhir 14,011,050 8,917,242

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan asumsi utama sebagai berikut:

Tingkat diskonto : 12% per tahun Tingkat kenaikan gaji : 10% per tahun

Tingkat mortalita : Commissoner Standard Ordinary tables 1980 Tingkat cacat : 10% dari tingkat mortalita

Tingkat pengunduran diri : 10% usia 25 tahun dan menurun secara garis lurus menjadi nihil pada usia 45 tahun

Umur pensiun normal : 55 tahun

29. PROGRAM OPSI SAHAM KARYAWAN

Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa Perusahaan sebagaimana tercantum dalam akta No. 12 tanggal 9 Juni 2006, dari Notaris Meiyane Halimatussyadiah, SH, para pemegang saham menyetujui Program Pemilikan Saham Karyawan (ESOP). ESOP akan diberikan kepada direksi dan komisaris yang telah menjabat sejak tanggal 1 Agustus 2006 serta karyawan tetap yang mempunyai masa kerja minimal 5 tahun. Jumlah hak opsi sebanyak 90 juta lembar saham yang akan diberikan secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun dengan ketentuan tahap pertama sebanyak 20% dari jumlah akan diberikan bersamaan dengan penawaran umum perdana Perusahaan dan tahap kedua sampai dengan tahap kelima masing-masing sebanyak 20% dari jumlah opsi akan diberikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2007, 2008, 2009, 2010. Setiap hak opsi memberikan hak untuk membeli 1 saham baru Perusahaan.

Pada tanggal 6 September 2007, Perusahaan telah membagikan hak opsi saham untuk tahap pertama sebanyak 10.040.000 lembar dengan harga pelaksanaan sebesar Rp. 113 per lembar berdasarkan nilai rata-rata harga penutupan sahan perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler.

Nilai wajar opsi diestimasi pada tanggal pemberian opsi dengan model the Black-Scholes Option Pricing. Asumsi utama untuk menghitung nilai wajar opsi adalah sebagai berikut:

Opsi gagal diperoleh 11% Suku bunga bebas resiko 15% Periode opsi satu bulan Ketidakstabilan harga saham 51.06% Dividen diharapkan 2,63%

Informasi sehubungan dengan ESOP tahap pertama per 30 September 2007 adalah sebagai berikut:

(33)

Jumlah opsi yang beredar pada awal tahun : tidak ada Opsi yang diberikan : 10.040.000 lembar Opsi yang dieksekusi sampai dengan tanggal 30 September 2007 : tidak ada Jumlah opsi yang beredar pada tanggal 30 september 2007 : 10.040.000 lembar Nilai wajar opsi per lembar : Rp. 19

Beban kompensasi program pemberian opsi pada tahap pertama adalah sebesar Rp.192.761 ribu.

Pada tanggal 30 September 2007, modal lain-lain sehubungan dengan opsi di eksekusi adalah sebesar Rp.192.761 ribu.

30. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA

Sifat Hubungan Istimewa

a. PT. Global Mediacom Tbk (d/h PT. Bimantara Citra Tbk) merupakan pemegang saham Perusahaan.

b. Pemegang saham PT Bhakti Asset Management sama dengan pemegang saham utama PT Bimantara Citra Tbk.

c. PT Bhakti Investama Tbk merupakan pemegang saham PT. Global Mediacom Tbk (d/h PT. Bimantara Citra Tbk).

Transaksi Hubungan Istimewa

Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak hubungan istimewa, yang meliputi antara lain:

a. Pada bulan September 2006, Perusahaan menempatkan dana investasi yang dikelola oleh PT Bhakti Asset Management dengan jangka waktu 1 bulan sebesar Rp 4 miliar (Catatan 3). b. Perusahaan menerbitkan Promisori Note kepada PT. Bhakti Investama Tbk, dengan jumlah

US$ 1,605,000.00 dengan tingkat bunga sebesar 10.5 % per tahun.

c. Perusahaan membukukan hutang dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 7.159.240 ribu, yang tertuang dalam akte notaris no.02 tertanggal 23 Maret tahun 2007 yang dibuat oleh Notaris Meiyane Halimatussyadiah, SH sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunanpada tanggal 23 Maret 2007.

Manajemen berpendapat, transaksi dengan pihak hubungan istimewa dilakukan dengan harga dan syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.

(34)

31. INFORMASI SEGMEN

Segmen usaha

Untuk tujuan pelaporan, manajemen Perusahaan menetapkan segmen usaha berdasarkan pertimbangan risiko dan hasil terkait dengan jasa yang diberikan yaitu jasa penyewaan pesawat serta jasa perbaikan dan pemeliharaan pesawat.

Informasi segmen usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:

Jasa perbaikan

Jasa dan penyewaan pemeliharaan

pesawat pesawat Jumlah PENDAPATAN USAHA

Pendapatan dari pihak eksternal 151,124,866 6,020,259 157,145,125

Hasil segmen 60,120,795 3,443,548 63,564,343

Beban usaha tidak dapat dialokasi (51,387,597)

Laba usaha 12,176,746

Kerugian kurs mata uang asing (647,053)

Penghasilan bunga 215,222

Beban bunga (8,976,582)

Keuntungan penjualan aktiva tetap

-Lain-lain - bersih 1,391,610

Laba sebelum pajak 4,159,943

Beban pajak (3,886,160)

Laba bersih 273,783

AKTIVA

Aktiva segmen 441,203,514 803,865 442,007,379

Aktiva tidak dapat dialokasi 65,567,176

Jumlah aktiva 507,574,555

KEWAJIBAN

Kewajiban segmen 219,823,463 - 219,823,463

Kewajiban tidak dapat dialokasi 39,537,746

Jumlah kewajiban 259,361,209

(35)

Jasa perbaikan

Jasa dan penyewaan pemeliharaan

pesawat pesawat Jumlah PENDAPATAN USAHA

Pendapatan dari pihak eksternal 154,206,916 3,158,670 157,365,586

Hasil segmen 68,133,922 3,158,670 71,292,592

Beban usaha tidak dapat dialokasi (42,605,818)

Laba usaha 28,686,774

Keuntungan kurs mata uang asing 9,865,946

Penghasilan bunga 97,469

Beban bunga (7,789,346)

Kerugian penjualan aktiva tetap 57,346 Kerugian atas penurunan nilai aktiva (8,094,943)

Lain-lain - bersih (272,160)

Laba sebelum pajak 22,551,086

Manfaat pajak 8,082,438

Laba bersih 30,633,524

AKTIVA

Aktiva segmen 365,496,508 812,741 366,309,249

Aktiva tidak dapat dialokasi 59,551,126

Jumlah aktiva 425,860,375

KEWAJIBAN

Kewajiban segmen 118,930,184 - 118,930,184

Kewajiban tidak dapat dialokasi 52,212,357

Jumlah kewajiban 171,142,541

2006

Segmen geografis

Perusahaan berlokasi di Jakarta dan Balikpapan, sedangkan jasa diberikan ke beberapa wilayah geografis di Indonesia.

Pendapatan Perusahaan berdasarkan segmen geografis adalah sebagai berikut :

2007 2006 Balikpapan 53,684,449 63,785,076 Matak 41,786,803 37,174,663 Lainnya 61,673,873 56,405,847 Jumlah 157,145,125 157,365,586 Wilayah geografis

(36)

32. IKATAN DAN PERJANJIAN

a. Perusahaan melakukan perjanjian penyewaan pesawat udara dengan beberapa pelanggan antara lain:

• Dua unit Helikopter Dauphin N2 (PK-TSX dan PK-TSW) kepada Total E&P Indonesia untuk jangka waktu 4 tahun mulai bulan Pebruari 2004 sampai dengan bulan Januari 2008.

• Dua unit Fokker 50 (PK-TSN dan PK-TSO) kepada Premier Oil Natuna dan ConocoPhillips Indonesia Inc untuk jangka waktu 5 tahun sampai dengan Maret 2007.

b. Berdasarkan perjanjian kerja sama tanggal 12 Oktober 2000, Perusahaan memanfaatkan (untuk keperluan usaha) tanah seluas ± 10.524 m2, apron seluas ± 7.500 m2 dan gedung eks Terminal Haji seluas ± 2.592 m2 seluruhnya milik Induk Koperasi TNI Angkatan Udara (Inkopau) untuk jangka waktu 30 tahun. Sehubungan dengan perjanjian tersebut, Inkopau membebankan biaya pemanfaatan lahan sebesar US$ 76.830 per tahun dan dana kompensasi sebesar Rp 3 miliar, yang telah dibayar pada tahun 2000.

c. Perusahaan memperoleh fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri sejumlah US$ 1.656.200, berjangka waktu 4 tahun. Fasilitas tersebut dijamin dengan uang jaminan sebesar US$ 165.620, 1 unit pesawat Falcon 20, 1 unit helikopter Bell 212 dan 3 bidang tanah berikut bangunan diatasnya terletak di Balikpapan.

33. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 30 September 2007 dan 2006, Perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing (dalam ribuan) sebagai berikut:

Mata uang Mata uang

asing Ekuivalen Rp asing Ekuivalen Rp

Aktiva

Kas dan bank US$ 631 5,767,839 504 4,658,672

Deposit US$ - - 2,000 18,470,000

Piutang usaha US$ 2,232 20,394,618 2,306 21,198,120

Uang muka US$ 5,033 45,983,210 497 4,590,516

Sing$ 2 9,652 20 118,278

Eur - - 56 652,459

Aktiva lain-lain US$ 321 2,929,505 1,291 11,918,876

Jumlah Aktiva 75,084,824 61,606,921

Kewajiban

Hutang bank US$ - - 1,876 17,320,243

Hutang usaha Eur 562 7,271,672 712 8,352,469

US$ 1,180 10,777,958 706 6,523,960

Sing$ 34 208,151 20 119,059

GBP 13 244,622 12 210,651

Aus$ 1 18,066 2 16,945

Hutang lain-lain US$ 341 3,119,607 632 5,564,017

Biaya masih harus dibayar US$ 42 384,026 276 2,549,122

Pinjaman jangka panjang US$ 16,964 155,002,149 2,691 24,847,899

Hutang sewa guna usaha US$ - - -

-Hutang kepada pihak hubungan istimewa US$ 1,605 14,664,885

Kewajiban jangka panjang lainnya US$ 1,088 9,936,488 1,088 10,043,063

Jumlah Kewajiban 201,627,624 75,547,428

Jumlah Kewajiban - Bersih (126,542,800) (13,940,507)

(37)

Kurs konversi yang digunakan Perusahaan masing-masing: 2007 2006 GBP 1 18,497 17,340 Eur 1 12,938 11,731 US$ 1 9,137 9,235 Sing$ 1 6,132 5,819 Aus$ 1 8,058 6,907

Perusahaan mengalami kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp 647.053 ribu untuk periode yang berakhir 30 September 2007 serta keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp 9.865.946 ribu untuk periode yang berakhir 30 September 2006.

34. INFORMASI PENTING LAINNYA DAN REKLASIFIKASI AKUN

Pada tanggal 2 Maret 2006, pesawat Dauphin AS-365N2 milik Perusahaan mengadakan pendaratan darurat di Balikpapan sehingga beberapa komponen pesawat memerlukan perbaikan. Pada tanggal 30 April 2006, biaya perolehan dan akumulasi penyusutan pesawat tersebut masing-masing sebesar Rp 28.012.855 ribu dan Rp 3.285.098 ribu. Perusahaan mengajukan klaim perbaikan pesawat kepada pihak asuransi, PT Citra Underwriter Insurance melalui surat tanggal 26 Mei 2006, dan PT Citra Underwriter Insurance menyetujui klaim perbaikan pesawat sebesar US$ 2.260.413,70 yang telah diterima Perusahaan pada bulan Juni 2006. Selanjutnya, Perusahaan merencanakan untuk menjual pesawat tersebut dalam kondisi pada saat pendaratan darurat (”as is where is” condition). Pada tanggal 1 Juni 2006 calon pembeli menyetujui untuk membeli pesawat tersebut dengan harga US$ 500.000. Sampai dengan tanggal 15 Oktober 2006, Perusahaan masih melakukan negosiasi harga jual beli pesawat tersebut. Sehubungan dengan itu, Perusahaan belum membukukan dampak pendaratan darurat pesawat tersebut dalam laporan keuangan Perusahaan untuk periode yang berakhir 30 September 2006, karena tidak berdampak material terhadap laporan keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

merekam kegiatan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Hasil observasi yang diperoleh dari pengamatan teman sejawat dan. satu guru Bahasa Indonesia di sekolah

Sertipikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya,

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dengan menggunakan metode Isothermal Remanent Magnetization (IRM) di kota Padang pada tiga jenis sampel yaitu top soil, kulit kayu,

Kegiatan penelitian telah dilakukan untuk menentukan tingkat pencemaran enam logam berat (Mn, Cd, Cr, Cu, Pb, dan Fe) di ekosistem waduk di atas, untuk mendapatkan data dasar

Data dianalisis dengan menggunakan program Praat untuk melihat nada, tekanan, intonasi, dan jeda dari kalimat-kalimat bahasa Indonesia yang diucapkan oleh penutur Korea

pada varietas Jawa dan Brebes merupakan SYSV dan merupakan satu spesies yang sama dengan SYSV isolat lain (isolat SYSV dari Cina, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam)

Berkaitan dengan gaya kepemimpinan dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mengarahkan, mempengaruhi, mendorong dan

Setelah diterapkannya strategi metakognitif, kemampuan pemahaman matematis mahasiswa meningkat pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari soal-soal yang dibuat sesuai