• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Repeater Saluran Telepon Kapasitas Satu Saluran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Desain Repeater Saluran Telepon Kapasitas Satu Saluran"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Desain Repeater Saluran T

Suherman dan

elepon Kapasitas Satu Saluran

Hasdari Helmi

ik Elektro Fakultas Teknik USU

ring terdapat parameter ideal yang tidak terpenuhi, sehingga menyebabkan s suara telepon. Efek gangguan yang menyebabkan turunnya kualitas suara yang lemah. Suara lemah disebabkan redaman pada jaringan yang terlalu bel yang melebihi standar yang diperbolehkan. Efek suara lemah ini li dengan mengganti kabel telepon dengan diameter inti yang lebih esar. Tentunya hal ini akan sangat mahal. Solusinya adalah dengan memakai repeater untuk saluran telepon.

arkan desain repeater saluran telepon kapasitas 1 saluran.

lity in telephone network. They make the voice he voice signal has too much losses. It makes telephone he cable is longer. The voice signal cannot be improved urse it pays more money and too expensive. Than, a

at problem. This paper explain how to develop a telephone repeater for

ngle line. 1. Pendahuluan

Telepon secara konvensional adalah untuk alat komunikasi suara, namun demikian telah banyak telepon yang difungsikan untuk komunikasi data. Pada dasarnya pesawat telepon terdiri dari alat pengirim suara (mikropon) dan alat penerima suara (speaker). Pesawat ini dihubungkan dengan sentral telepon menggunakan sepasang kabel tembaga yang dikenal sebagai saluran dua kawat. Untuk mengaktifkannya, pesawat telepon dicatu tegangan oleh sentral telepon. Tegangan telepon dicatu dari sentral sebesar 48V. Tegangan ini dipilih agar cukup untuk mencatu pesawat telepon sampai beberapa kilometer, sehingga rugi-rugi tegangan pada saluran dua kawat tidak mempengaruhi kerja pesawat telepon. Tegangan 48V mudah dihasilkan dari baterai (4x12V) yang digunakan sebagai catu daya back up di sentral.

Di beberapa tempat tegangan yang digunakan bervariasi dalam range 36V sampai 60V. Sedangkan pada perangkat PABX ada yang menggunakan tegangan 24 volt. Dari sentral telepon, tegangan melalui 2000 sampai 4000 ohm (tidak termasuk tahanan pesawat telepon). Tahanan minimal pesawat telepon pada kondisi on hook (tidak aktif) adalah 30.000 ohm, sedangkan pada kondisi off hook (aktif) maksimal 600 Ohm. Sedangkan arus yang mengalir pada saat off hook berkisar 20-50 mA. Sinyal suara dari pesawat telepon dibatasi antara frekuensi 400 Hz sampai 3400 Hz. Pembatasan frekuensi rendah disebabkan adanya penggunaan komponen transformator dan kapasitor dalam rangkaian, juga menghindari harmonisa frekuensi tegangan listrik 60 Hz. Sedangkan pembatasan

frekuensi tingginya atas pertimbangan noise serta bandwidth pada sisi transmisinya.

2. Peredaman Sinyal Telepon

Peredaman sinyal telepon terjadi dipengaruhi oleh impedansi saluran telepon. Efek karakteristik saluran transmisi berupa faktor induktansi dan kapasitansi yang tersebar (lumped) di sepanjang saluran, tidak begitu berpengaruh untuk frekuensi audio. Namun resistansi bahan kabel akan menyebabkan rugi-rugi tegangan. Rugi-rugi ini akan bertambah dengan semakin bertambahnya panjang kabel, sehingga sinyal 48V yang dicatu sentral akan mengalami peredaman. Beberapa pesawat telepon standar memiliki sensitivitas tinggi, sehingga penurunan level tegangan saluran telepon tidak menyebabkan masalah yang berarti. Namun kebanyakan pesawat telepon juga memberikan redaman yang signifikan, sehingga kebanyakan pesawat telepon akan tidak berfungsi dengan baik jika redaman saluran terlalu besar.

Solusi utama mengurangi redaman kabel adalah dengan menggganti kabel transmisi dengan kabel yang berdiameter lebih besar. Ini disebabkan diameter penampang konduktor yang lebih besar menyebabkan tahanan yang lebih kecil. PT Telkom selaku penyedia jasa telepon publik (Public Service Telephone Network), menggunakan diameter inti kabel sebesar 0,8, 0,6, dan 0,4 mm. Penggunaannya

disesuaikan dengan spesifikasi transmisi jaringan kabel. Contoh, untuk penggunaan sentral di wilayah Sumatera, PT Telkom menetapkan spesifikasi transmisi tahanan kabel sebesar 1.050 ohm. Hal ini menyebabkan kabel dengan tahanan 100 ohm/km hanya mampu melayani pelanggan 10,5 km. Staf Pengajar Jurusan Tekn

Abstrak: Pada jaringan telepon, se

beberapa kekurangan pada kualita telepon diantaranya adalah suara besar, terutama karena panjang jaringan ka pada umumnya tidak dapat di atasi, kecua b

Tulisan ini akan memap

Kata kunci: Repeater, telepon, rangkaian.

act: There are several factors affect the v

Abstr oice qua

degradation under acceptable level. One of them is t rsation is

conve uncomforted. It becomes worst when t but replacing the cable with the larger diameter. Off co

er is a cheaper way to resolve the repe

(2)

Keterbatasan telekomunikasi

menjadi daerah Multi Exchange menggunakan perangkat kon melayani daerah denga

Secara ekonomi tentunya hal ini akan sangat dak ekonomis. Penambahan sentral membutuhkan

arus membangun sebuah sentral atau konsentrator. an untuk

Repeater dapat direalisasikan dalam jumlah kapasitas tunggal. Pemilihan disesuaikan dengan kebutuhan

eter yang ngan parameter n. Parameter tersebut antara lain

ring, dan ring back tone. lakukan penguatan kan tegangan, nada dering, dan ring back tone harus dilakukan

Nilai penguatan sinyal harus dapat ditala secara variabel agar dapat disesuaikan dengan level

Gambar 1 menunjukkan blok rangkaian ng generator, dan bah beberapa rele. ini menyebabkan operator

harus membagi daerah layanan

mengatasi masalah redaman, param digunakan harus bersesuaian de Area (MEA) atau

sentrator untuk utama saluran telepotegangan, arus, nada de

n jarak lebih dari 10,5 km. Untuk nada suara dan DTMF di menggunakan amplifier, sedang ti

investasi lebih kurang sama dengan sentral utama. Penggunaan repeater akan sangat jauh mengurangi biaya yang diperlukan. Sebuah repeater untuk saluran tunggal dapat didesain dengan harga kurang dari Rp100.000,-. Untuk melayani 100 pelanggan hanya dibutuhkan dana tak lebih dari 10 juta rupiah. Harga ini sangat jauh lebih murah dibandingkan

perulangan dengan rangkaian pembangkit tersendiri. Desain juga diusahakan menggunakan sumberdaya yang rendah, karena pada implementasinya nanti, rangkaian akan ditempatkan pada tempat dengan sumber listrik yang terbatas, dapat berupa listrik ataupun catuan jala-jala listrik PLN.

h

Repeater atau penguat diperluk

memperkuat suara pada saluran telepon serta mengulang sinyal-sinyal signaling telepon. Suara diperkuat dalam dua arah, yakni dari telepon ke sentral dan dari sentral ke telepon. Sinyal signaling yang diperkuat antara lain sinyal dering, sinyal ring back tone, serta tegangan catuan.

sinyal yang dibutuhkan pelanggan. Penguatan yang berlebihan akan menyebabkan suara overloading pada pesawat telepon pelanggan. Hal ini akan memperparah keadaan yang akan di atasi.

4. Pembahasan dan Hasil Rancangan

kapasitas besar maupun komponen penguat

penguatan, sedangkan pemilihan frekuensi signaling harus disesuaikan dengan frekuensi standar yang digunakan.

3. Metodologi

Untuk memberikan solusi yang tepat untuk

repeater yang direncanakan. Repeater terdiri atas komponen hybrid, amplifier, ring detector, ringing back tone detector, line voltage, ri

ringing back tone generator, ditam

Adapun prinsip kerja rangkaian adalah sebagai berikut: H H RBT D RBT G RD RG Relay LV RG RG Relay TELKOM HD OH Relay OH Relay : Line Voltage : Ringing Generator

: Ringing Back Tone Generator : Hook Detector

telepon diangkat, hook detector HD aktif dan saluran telepon terhubung ke hibrid H, yang memiliki impedansi rendah. Hal ini menyebabkan sentral mendeteksi bahwa telepon telah diangkat dan sinyal dering kemudian dihentikan. Telepon terhubung

H : Hibrid LV

Amp : Amplifier RG

RD : Ringing Detector RBT G

RBT D : Ringing Back Tone Detector HD Gambar 1. Blok Rangkaian

Saat Menerima Panggilan

Saat menerima panggilan, nada dering yang dikirimkan sentral ke telepon, dideteksi oleh ringing detectorRD, menyebabkan line telepon di-switch ke ring generator RG, sehingga telepon berdering. Saat

(3)

dengan pemanggil.

Suara pemanggil akan memasuki hibriddan diperkuat oleh amplifier penerima Amp Rx. Suara diteruskan ke rangkaian hibrid menuju telepon. Suara dari telepon dikirimkan melalui hibrid dan diperkua

tone pad

n, penelepon a a endeng

rangkaian. Catu daya untuk mensuplai tunjukkan pada blok rangkaian.

angkaian Hibrid

Rangkaian hibrid adalah rangkaian yang digunakan untuk memisahkan sinyal kirim dan sinyal terima, maupun sebaliknya. Pada telepon, sinyal kirim dan sinyal terima menggunakan kabel yang sama (dua kabel), untuk dapat diperkuat, maka sinyal kirim dan terima harus dipisahkan (masing-masing dua kabel). Rangkaian hibrid sering disebut juga rangkaian konversi 2 wire to 4 wire (2W/4W).

Trafo banyak digunakan sebagai pembentuk rangkaian hibrid. Rangkaian hibrid yang baik memiliki sekitar redaman 3,5dB dan memiliki isolasi antara sinyal kirim dan terima sekitar 30dB. Gambar 2. menunjukkan contoh rangkaian hibrid yang sederhana.

t oleh amplifier pengirim Amp Tx. Suara kemudian diteruskan melalui hibrid menuju sentral telepon.

Saat pembicaraa berakhir, hook detector kembali mati dan menyebabkan saluran telepon terputus dari hibrid.

Saat Melakukan Panggilan

Pada saat memanggil, telepon diangkat

menyebabkan hook detector aktif dan

menghubungkan saluran telepon ke hibrid. Suara a telepon diterima dari catuan 48 volt line voltage LV. Nomor yang di-dial akan diteruskan melalui hibrid dan amplifier pengirim ke sentral. Saat menerima ringing back tone, ringing back tone mendeteksinya dan menyebabkan ringing back tone generator RGT G membangkitkan sinyal ring back

tone dan mengirimnya ke telepo k n

m ar ringing back tone. Saat telepon yang dipanggil telah diangkat, sentral akan menghentikan ringing back tone, maka kedua telepon terhubung. Jalannya suara persis sama dengan saat menerima panggilan.

Proses di atas melibatkan semua rangkaian pada blok

rangkaian tidak di

R

Gambar 2. Rangkaian Hibrid

Sinyal kirim dan terima dalam dua kawat di sisi kiri yang berasal dari pesawat telepon dipisahkan dengan menggunakan trafo. Polaritas gulungan yang berbeda menyebabkan sinyal kirim dan terima dapat dipisahkan. Impedansi ZB adalah impedansi balans, yang besarnya sama dengan impedansi input saluran kirim dan terima.

1K 2 1K 2 1K 2 1K 2 Ke Amp Dari Amp Ke Saluran

Gambar 3. Rangkaian hibrid yang digunakan.

Saluran telepon memiliki impedansi tipikal 600 Ohm. Sehingga agar diperoleh kondisi di atas, maka impedansi hibrid menggunakan resistansi 600 ggunakan i input ke nguat

an Amplifier

Rangkaian amplifier menggunakan tiga

tingkat penguatan. Penguatan tingkat 1 menggunakan penguat OpAmp, tingkat 2 menggunakan penguat BJT Common Emitter yang di-swamp, dan tingkat akhir menggunakan pasangan darlington BJT.

Penguat operasional menggunakan OpAmp 741 dengan konfigurasi non-inverting amplifier catu daya tunggal. Tujuannya untuk memperoleh penguatan yang mudah diatur dengan impedansi input yang cukup tinggi, sehingga impedansi input parallel 600 ohm tidak terlalu terpengaruh. Penguatan OpAmp diatur dengan menggunakan resistor variable sehingga pelanggan mudah menyesuaikan penguatan suara. Rangkaiannya ditunjukkan pada gambar 4. Nilai enguatan

d us non-inverting amplifier:

ohm. Hal ini direalisasikan dengan men ua buah resistor 1K2 paralel. Impedans d

pe diparalelkan dengan resistansi yang sama, sehingga diperoleh kondisi mendekati nilai impedansi beban 600 ohm. Sedangkan impedansi dari output penguat diharapkan sekitar 600 ohm. Gambar 3. menunjukkan rangkaian hibrid yang digunakan pada repeater.

Rangkai

p iperoleh dari rum

in

R

Av=1+ Rf (1)

K dan Rf resistor variable 0-100K,

(4)

Rin 10 K Rf 100K 12 V 0,1uF 100K 100K 741

Gambar 4. Rangkaian non-inverting amplifier dengan catu daya tunggal. Gambar 5. merupakan pen

nggu guat tingkat 2 yang

me nakan transistor BJT dengan bias pembagi tegangan, konfigurasi common emitter yang di-swamping dengan resistor 4K7 dan dikopling langsung ke penguat tingkat 3 pasangan darlington.

Dengan pendekatan ideal, diperoleh tegangan basis transistor penguat common emitter swamp berkisar: V x Vb 12 47 10 10 + = Volt Vb≈2 Vdd 12V 47K 2x47K 9013 100nF 10K 9013 7 9013 7 10uF 4K 4K C Hibrid Vdd 1K2

Gambar 5. Rangkaian Penguat BJT Dan arus Ic diperoleh:

Re 7 , 0 − = ≈Ie Vb Ic (2) K Ic 7 , 4 mA Ic=0,27

Resistansi collector Rc adalah hasil paralel 2 resistansi 47K dengan impedansi input pasangan darlington. Te Volt ) 7 , 0 2 ( − =

tapi karena impedansi input pasangan darli ton terlalu besar (dalam orde MΩ), maka:

(3)

Akibat adanya resistor swamp emitter, maka resistansi emitter adalah:

ari teo ng darlington Zin K K Rc= 47 //47 // K K Rc=47 //47 = K Rc 23,5 Re=4,7K//4,7K K e R =2,35

D ri penguat common emitter dengan resistor swamp, diperoleh penguatan tegangan:

Re Rc Av = (4) 35 , 2 5 , 23 = Av Av=10kali

Penguat tingkat 3 menggunakan penguat darlington dalam konfigurasi common collector. Seperti diketahui, common collector lebih bersifat sebagai penyangga yang memberikan impedansi input tinggi dan penguatan mendekati 1.

Karena beban penguat adalah trafo audio yang memberikan impedansi rendah (impedansi hibrid 600 ohm), maka pasangan darlington

(buffer ang nggi ba

digunakan sebagai penguat penyangga mplifier) yang memberikan impedansi beban y a

ti gi penguat tingkat 2.

Karena Av1 bernilai 1–11, maka total penguatan audio amplifier adalah dari 10 sampai:

3 2 1xAv xAv Av Av= (5) kali x x 110 1 10 11 = = Dalam decibel: Av Log dB Av( )= 20. (6) Log110 . 20 dB 40 ≈ =

Penguatan 0 sampai 100 kali identik dengan penguatan 20-40 dB. Jika rangkaian hibrid memiliki redaman minimal 3,5 dB, maka sinyal telepon akan mengalami redaman 7 dB pada rangkaian (rangkaian repeater menggunakan 2 buah hybrid). Maka rangkaian repeater dapat memperkuat sekitar

13-3dB. P

3 enguatan 13-33 dB sangat cukup untuk

memperbaiki kualitas suara telepon.

Selain sebagai buffer amplifier, pasangan darlington juga memberikan nilai impedansi output berkisar 600 ohm, agar kondisi rangkaian hibrid sesuai. Nilai impedansi output pasangan darlington diperoleh dari: ' .re Zout = β (7) di mana: 3 25 ' Ie mV re = (8) Q

Q3 adalah arus yang menga

Ie lir pada kaki emitter

transistor terakhir dan mengalir ke rangkaian hybrid 600 ohm. IeQ3 diperoleh dari:

Zhibrid x Vb Ie Q Q 7 , 0 2 2 3 − = (9)

VbQ2 adalah tegangan pada basis transistor pasangan darlington pertama, diperoleh dari pendekatan:

(5)

Volt K mAx V VbQ 65 , 5 5 , 23 27 , 0 12 2 = − =

Sehingga IeQ3 = 7mA dan re’ = 3,5 Ohm. Dengan nilai β = 166 maka diperoleh impedansi output sebesar:

endeteksi nada dering yang ikirimkan oleh sentral telepon. Pada rangkaian di bawah, kapasitor 1 uF berfungsi untuk mencegah tega an 48V ma ke rangkaian. Saat nada dering dikirimkan h sentral telepon, tegangan AC akan disearahkan oleh dioda jembatan dan mengalir

elalui optocoupler 4N25. Ω 1 = = 58 16 Zout 6.3,5

Impedansi mendekati 600 ohm, keadaan ini cukup baik untuk kondisi rangkaian hybrid yang sesuai.

4.5 Rangkaian Ringing Detector

Rangkaian ringing detector pada gambar 6. igunakan untuk m d d ng suk ole m 1uF 250V 4N25 4 x 1N4001 10 K Ke RG Relay Driver 5 V 1 K Ke Saluran Telepon G r

ada saat tiada dering, tegangan output 5V, tetapi optocoupler 4N25, arus akan engalir dan tegangan output aka h mendekati volt.

4.6 Rangkaian Ringing Generator

Sinyal dering diperoleh langsung dari output transfo mator catu daya dengan tegangan AC

5 V. Tegangan ini cukup tinggi untuk

Pada rele ini terhubung juga input dari RG relay (ring detector), saluran ke telepon, saluran ke rangkaian hibr , tegangan dari line voltage dan rangkaian h k detector.

. Line voltage dan rangkaian hibrid dipisahkan oleh sebuah kapasitor polar agar arus dari line voltage tidak masuk ke rangkaian rid. Saat sentral mengirimkan dering,

ring. Gambar . menunjukkan rangkaian ring generator dan

ambar 6. Rangkaian Ringing Detecto P

saat arus mengalir ke

m n jatu

0

r 5

membunyikan ringer pada telepon. Arus dibatasi dengan men-serikan 3 resistor 470 ohm. Kemudian dihubungkan kedua kaki rele ring generator (RG Relay).

id oo

Pada kondisi normal, telepon tidak dipakai atau sedang bicara, saluran telepon dihubungkan ke

ngkaian hibrid dan line voltage ra

hib

maka rele akan menghubungkan saluran telepon ke ring generator, sehingga telepon berde

7 rele. 4x1N4001 C 55V 470 470 470 Ringing Generator Ke Line Voltage 48V 10uF/100V Dari RG Relay Ke Hibrid

Ke Line Voltage Generator

Ke Telepon

Ke Hook Detector

RG relay

Gambar 7. Rangkaian Ringing Generator dan Rele

Sinyal ringing back tone dikirimkan sentral seba i tanda telepon yang dihubungi telah berdering. Sinyal ini adalah kombinasi sinyal

0 Hz dan 480 Hz, namun telkom

bagai penyelenggara jasa PSTN mengg n

sinyal tunggal 425Hz.

Untu memindahkan sinyal ini, diperlukan rangkaian yang dapat mendeteksi dan

.7 Rangkaian Ringing Back Tone Detector

4

oleh ga berfrekuensi 44 se unaka k

membangkitkan kembali. Untuk mendeteksi sinyal 425 Hz digunakan IC LM567. IC ini mampu mendeteksi sinyal input pada kaki 3 dan memberikan output rendah pada kaki 8 jika sinyal terdeteksi. Rangkaian ditunjukkan pada gambar 8.

C1 3,3uF 1 5 6 7 8 4 3 2 LM567 5V 5 V R1 10 K 5nF 0,01uF 0,02uF input 10K 0,01uF

Gambar 8. R aian Ringing Back Tone Detector Nilai frekuensi yang dapat dideteksi ditentukan oleh

angk

nilai R dan C. Untuk dapat mendeteksi frekuensi 425 Hz, nilai R1 dan C1 menggunakan:

1 . 1 1 , 1 1 fin = C xR (10)

4.8 Rangkaian Ringing Back Tone Generator

Rangkaian ringing back tone generator u

rangkaian ringing back tone generator engan menggunakan IC multivibrator LM555. digunakan untuk membangkitkan sinyal berfrekuensi 425 Hz ntuk dikirim ke telepon. Gambar 9. menunjukkan

(6)

Dari Ring Detector 5 V 1N4148 120K LM555 1uF 74 8 3 Ke Telepon Ra C 10 uF Rb 560K 0,01nF 1 6 5 2

bar 9. Rangkaian Ringing Back Tone Generator ang iperoleh dari:

Gam

Frekuensi diatur sebesar 425Hz y d C Rb Ra fin ( 44 , 1 + = (11) ). . 2

Sinyal ring back tone dikendalikan oleh output rangkaian ring back tone detector dengan kondisi 2 detik on dan 4 detik off.

Namun perlu dicatat bahwa, sinyal ringing back tone 425 Hz juga diperkuat oleh amplifier, sehingga penggunaan rangkaian RBT detector dan RBT Generator adalah opsional, pemasangannya

menggunakan switch manual. Rangkaian ringing back tone digunakan jika sinyal terlalu kecil.

4.9 Rangkaian Hook Detector

Rangkaian pada gambar 10. digunakan untuk mendeteksi diangkat atau tidaknya gagang telepon, baik saat menerima panggilan maupun saat akan memanggil.

tidak

seri, menghasilkan tegangan basis 1,4V. mbias transistor, ingga

Pada saat telepon tidak diangkat, arus mengalir dari sumber tegangan 48V. Alur melalui telepon terblok akibat hook switch terbuka, sedangkan alur melalui hibrid diblok kapasitor 10 uF. Transistor rangkaian hook detector dibias dioda 1N4148

Tegangan ini cukup besar untuk me

seh transistor aktif dan siap mengalirkan arus kolektor. 48 V 10uF/100V Ke Hibrid Ke Telepon RG relay 4 5 2 1 4N25 5 V 5 V Q4 BD 10 0 K nF 10K 4K7 139 F 2 x 1N 414 8 100 10u 10K 10K Driver OH Relay Rangkaian Hook Detector

Gambar 10. Rangkaian Hook Detector

Pada saat telepon diangkat, selain mengaktifkan telepon, tegangan 48V juga mencatu kolektor transistor, sehingga transistor yang telah dibias, akan menarik arus dari tegangan 48V dan mengaktifkan IC optocoupler 4N25.

Output hook detector dari kaki 5 optocoupler akan bertegangan 5V saat telepon tidak diangkat, dan akan bertegangan 0V saat telepon diangkat. Keluaran hook detector ini akan menggerakkan rele OH.

4.10 Relay Driver

Relay driver digunakan untuk

menggerakkan rele. Pada rangkaian repeater digunakan 2 buah rele 8 pin 12 volt. Driver menggunakan sebuah transistor yang berfungsi sebagai switch yang dipicu oleh level logika 0 (0 volt).

Pada saat input driver bertegangan 0 volt, verter akan menghasilkan output 5 volt dan akan embias transistor. Hal ini menyebabkan arus 1. menunjukkan rangkaian driver rele.

in m

kolektor mengalir dan mengaktifkan rele. Gambar 1

12 V

9013 1N4001

10 K

Gambar 11. Rangkaian Driver Rele 4.11 Line Voltage Generator

Rangkaian pada gambar 12. membangkitkan tegangan 48V untuk mencatu tegangan ke telepon. Rangkaian terdiri dari regulator transistor. 4x1N4001 48V AC 55V 10K Q3 BD139 k Q2 9013 Q1 BD139 100nF 10K 47K 100 10K 1000uF

Gambar 12. Line Voltage Generator

dalam susunan onfigurasi darlington m iliki impedansi t tinggi. Q2 digunakan untuk umpan balik

enstabilkan tegangan keluaran. Arus untuk dan

Transistor Q1 dan Q2

k em inpu

m

mencatu beban diperoleh dari arus kolektor Q1 Q3. Kapasitor 100nF digunakan untuk mentanahkan tegangan ripple.

(7)

4.12 Kopling Audio Ke Telepon Ke Hibrid OT600 48V 12V 10K 10K 10uF 10uF/ 100V

Gambar 13. Rangkaian Kopling Audio

igunakan agar rangkaian hook detector tidak embeb

Catu yang dibutuh tuk mengaktifkan rangkaian adalah tegangan 5V dan 12V menggun

Kopling audio menghubungkan sinyal utput hibrid ke saluran telepon. Kopling ini o

d

m ani rangkaian hibrid.

4.13 Catu Daya

kan un akan IC regulator 7805 dan 7812.

4 x 1 N 4 0 0 1 1 2 V A C 7 8 1 2 0 ,3 3 u F 0 ,1 u F + 1 2 V 4 x 1 N 4 0 0 1 6 V A C 7 8 0 5 0 ,3 3 u F 0 ,1 u F + 5 V tuhkan adalah afo cen . Penutup

nya dapat melayani kebutuhan tunggal.

i kebutuhan. Agar signaling sesuai dengan aslinya, perlu disesuaikan level tegangan yang dibutuhkan.

Perbaikan lebih lanjut, meliputi penggunaan komponen yang lebih presisi serta rangkaian yang lebih akurat.

Gambar 14. Rangkaian Catu Daya

Rangkaian pada gambar 14 memiliki jembatan dioda yang terpisah karena mengambil tegangan AC yang berbeda, selain itu menjamin ketersediaan arus yang cukup tinggi. Tranfo daya yang dibu

tr ter tap yang memiliki output tegangan 6 dan 12 volt untuk catu daya, serta 55 volt untuk line voltage dan ringing generator.

5

Rangkaian-rangkaian di atas disusun berdasarkan blok diagram membentuk rangkaian lengkap seperti yang ditunjukkan oleh gambar 15. Komponen yang dibutuhkan terdapat pada tabel 1. Rancangan repeater telepon berkapasitas 1 saluran ha

Untuk kebutuhan perbaikan jaringan, akan lebih baik jika didesain dalam kapasitas yang lebih besar.

Untuk mencegah penguatan suara yang tidak seimbang, penguatan antara amplifier terima dan amplifier kirim harus diterima sesua

(8)

Tabel 1. Daftar komponen

OpAmp LM741 1 buah Trafo Daya 1 buah Capasitor 100nF 2 buah

Transistor BD139 4 buah Trafo OT600/OT200 4 buah Capasitor 10nF 1 buah

Transistor 9013 8 buah Resistor 1K2 9 buah Capasitor 10uF 2 buah

Opto Coupler 4N25 2 buah Resistor 47K 11 buah Capasitor 0,1uF 2 buah

PLL LM567 1 buah Resistor 10K 15 buah Capasitor 1 uF 250V 1 buah

Logik Not Gate 2 buah Resistor 4K7 2 buah Capasitor 3,3uF 1 buah

Tim r LM555 e 1 buah Resistor 100K 2 buah Capasitor 0,02uF 1 buah

Dioda 1N4148 3 buah Resistor 1K 1 buah Capasitor 0,01uF 2 buah

Dioda 1N4001 18 buah Resistor 470 3 buah Capasitor 5nF 1 buah

IC Regulator 7812 1 buah Resistor 120K 1 buah Capasitor 10 uF 2 buah

IC Regulator 7805 1 buah Resistor 560K 1 buah Capasitor 1uF 1 buah

Relay 12V 2 buah Resistor 100K 2 buah Capasitor 1000uF 100V 1 buah

Trafo audio 1 buah Pot 10K dan 100K 1 buah Capasitor 0,33uF 1 buah

Daftar Pustaka

Albert Paul Malvino. 1979. Electronic Principles, 2nd edition. California: McGraw-Hill.

Ramakan A. Gayakwad. 2000. Op-Amp and Linear Integrated Circuit, Fourth edition. New Jersey: Pentice Hall.

Suherman, ST. 2004. Teknik Jaringan

Telekomunikasi. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau.

Sigit Hary gan

Telepon. Pendidikan Ahli Teknik

Telekomunikasi.

Suherman, ST. 2004. Modifikasi Sistem

Pemrograman PABX Mini. Dalam Ensikom, Vol.2 No.2, Desember.

Agus Wibowo, Ir., Andre Poupart. 1999. Design and Collaboration, Access Network. Medan: Pramindo Ikat Nusantara.

Gambar

Gambar 1 menunjukkan blok rangkaian  ng generator, dan  bah beberapa rele. ini menyebabkan operator
Gambar 3. Rangkaian hibrid yang digunakan.  Saluran telepon memiliki impedansi tipikal  600 Ohm
Gambar 4. Rangkaian non-inverting  amplifier dengan catu daya tunggal.  Gambar 5. merupakan pen
Gambar 7. Rangkaian Ringing Generator  dan Rele
+4

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian yang dilakukan ini sesuai dengan yang dilakukan Sirait (1990) di Kelurahan Padelangan, Semarang mendapatkan hasil prevalensi hipertensi pada laki-laki (16,7%)

proses analisa terhadap waktu yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam menyelesaikan tugas-tugas suatu pekerjaan (jabatan) atau kelompok jabatan

Sambungkan jack satu lagi dari kabel telepon, apabila diperlukan bersama adaptor telepon, sambungkan ke steker telepon di dinding.. Sambungkan ujung satu lagi kabel listrik ke

Dari tabel 4.2 dapat diketahui bahwa siswa-guru pada kelompok 3 dapat dikatakan aktif dalam kegiatan Program Remedial dengan Reciprocal Teaching karena memenuhi kriteria (a)

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari program kegiatan pengabdian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan

satu metode geofisika, dimana prinsip utama dari metode ini adalah mengukur variasi perbedaan gravitasi secara lateral dari satu daerah observasi di permukaan bumi

Ketika program di run angka muncul tampilan untuk memasukan angka , masukan angka 10 seperti contoh diatas , program akan otomatis menampilkan hasil perkalian dari

ada kepastian, baik bagi petugas pajak maupun semua wajib pajak dan seluruh masyarakat (Rosdiana dan Tarigan, 2005, p. Asas kepastian antara lain mencakup kepastian