49 TAHUN 2013 (UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG JASA)

Teks penuh

(1)

PERATURAN BUPATI KUNINGAN

NOMOR : 49 TAHUN 2013

TENTANG

UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA

PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN

BUPATI KUNINGAN

Menimbang : a

. bahwa dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dantransparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan agar berjalan secara efektif dan efisien, telah ditetapkan Peraturan Bupati Kuningan Nomor 62 Tahun 2012 tentang Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah b. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, maka Peraturan Bupati Kuningan Nomor 44 Tahun 2011 tersebut perlu ditinjau kembali ;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan dimaksud huruf a dan b, untuk menjamin kepastian hukum perlu menetapkan kembali Peraturan Bupati Kuningan tentang Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Kuningan. Mengingat : 1

. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentangPembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 4 Juli 1950);

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

(2)

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578) ; 7. Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 tentang

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 8. Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 7 tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 10 tahun 2010 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 16 tahun 2011 tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik; 12. Peraturan Bupati Kuningan Nomor 25 Tahun 2011

tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas UPTD Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

13. Peraturan Bupati Kuningan Nomor 42 Tahun 2012 tentang Ketentuan Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

M E M U T U S K A N

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Kuningan ;

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kuningan ;

3. Bupati adalah Bupati Kuningan ; 4. Pembina adalah Bupati Kuningan ;

5. Wakil Pembina adalah Wakil Bupati Kuningan; 6. Koordinator adalah Sekretaris Daerah Kabupaten

Kuningan;

(3)

8. Sekretaris adalah Kepala Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Kuningan;

9. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan;

10. Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Unit Layanan Pengadaan adalah unit yang terdiri dari pegawai-pegawai yang telah memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah yang ditetapkan oleh Bupati, yang bertugas secara khusus untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Daerah;

11. UPTD LPSE adalah merupakan unsur pelaksana teknis operasional Pemerintah Daerah dalam bidang Layanan pengadaan barang/jasa pemerintah secara Elektronik; 12. Pokja Pengadaan Barang/jasa adalah Tim untuk

melaksanakan Pemilihan Penyedia Barang/jasa yang terdiri dari pegawai-pegawai yang memiliki Sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah yang ditetapkan oleh Bupati melalui Ketua ULP Kabupaten Kuningan;

13. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa oleh SKPD yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang/jasa;

14. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya;

15. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan PA dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD serta untuk menggunakan anggaran SKPD;

16. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang diangkat oleh PA/KPA sebagai pemilik pekerjaan, yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa;

17. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang dan/atau jasa milik negara/daerah di masing-masing SKPD;

18. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan barang/pekerjaan konstruksi/jasa konsultansi/jasa lainnya;

19. Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna barang;

(4)

21. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud lainnya;

22. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware);

23. Industri Kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, gagasan orisinal, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kebijaksanaan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta; 24. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang ditetapkan oleh panitia pengadaan/Unit Layanan Pengadaan yang memuat informasi dan ketentuan yang harus ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan barang/jasa;

25. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Penyedia Barang/Jasa atau pelaksana swakelola;

26. Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah tanda bukti pengakuan atas kompetensi dan kemampuan profesi di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah yang merupakan persyaratan seseorang untuk diangkat sebagai pejabat pembuat Komitmen ( PPK ) atau panitia pengadaan.

BAB II

Dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, persaingan sehat dan akuntabilitas dalam pengelolaan Barang/jasa pemerintah, dibentuk Unit Layanan Pengadaan ( ULP ). bertanggungjawab kepada Sekretaris Daerah melalui Asisten Administrasi dan/atau SKPD, yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

(5)

Tugas Pokok dan Kewenangan Kelompok Kerja ULP Pasal 4

ULP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa untuk seluruh SKPD sampai dengan tahap penetapan pemenang.

Pasal 5

Tugas pokok dan kewenangan Kelompok Kerja ULP meliputi :

a.

Menyusun rencana pemilihan Penyedia Barang/Jasa;

b.

Menetapkan Dokumen Pengadaan;

c.

Menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran;

d.

Mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di website dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat, serta menyampaikan ke UPTD Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional;

e.

Menilai kualifikasi Penyedia Barang/Jasa melalui prakualifikasi atau pascakualifikasi;

f.

Melakukan evaluasi administrasi, teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk;

g.

Menjawab sanggahan;

h.

Menetapkan Penyedia Barang/Jasa untuk pelelangan atau penunjukan langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp. 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah);

i.

Melaksanakan seleksi atau penunjukan langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah);

j.

Menyampaikan hasil pemilihan dan salinan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa kepada PPK;

k.

Menyimpan dokumen asli pemilihan penyedia barang/jasa; l. Membuat laporan mengenai proses pengadaan kepada

kepala ULP.

Bagian Keempat Susunan Organisasi

Paragraf 1 Umum Pasal 6

(1)

Susunan organisasi ULP, terdiri atas: a. Pembina/wakil Pembina.

(6)

d. Sekretaris

e. Kelompok kerja ( Pokja )

f.

Sekretariat/staf pendukung , Admin Agency LPSE dan Ahli Hukum

(2)

Bagan Struktur Organisasi ULP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I, Peraturan Bupati ini.

(3)

Bagan Hubungan Kerja SKPD dengan Sekretariat ULP dan

Kelompok Kerja tercantum dalam Lampiran II Peraturan Bupati ini.

Paragraf 2

Pembina/Wakil Pembina Pasal 7

Pembina/Wakil Pembina, mempunyai tugas :

a.

Melakukan Pembinaan tentang proses pengadaan barang/jasa terhadap Pengguna Barang/jasa, Penyedia Barang/jasa dan ULP.

b. Menjawab sanggahan Banding dari peserta pengadaan barang/jasa

Paragraf 3 Koordinator

Pasal 8 Koordinator, mempunyai tugas :

a. Mengkoordinasikan Pengadaan barang/jasa antara Pengguna Barang/jasa dengan Unit Layanan Pengadaan Barang/jasa; b. Memberikan saran tindak pelaksanaan pengadaan

barang/jasa pada Unit Layanan Pengadaan;

c. Memonitor pelaksanaan pengadaan Barang/jasa pada Unit Layanan Pengadaan.

Paragraf 4 Ketua Pasal 9

(1)

Ketua sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (1) huruf c, berkedudukan setingkat eselon II dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan teknis dan administrasi ULP (2) Ketua sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai

tugas mengkoordinasikan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Ketua mempunyai fungsi :

a. Fasilitasi persiapan dan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa l;

b. Pengkoordinasian, pengendalian dan evaluasi seluruh kegiatan administrasi Pengadaan Barang/Jasa; dan

(7)

pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa oleh Kelompok Kerja kepada Sekretaris Daerah.

Paragraf 5 Sekretaris Pasal 10

(1) Sekretaris, mempunyai tugas membantu Ketua dalam melaksanakan kegiatan ULP

(2) Dalam melaksanakan tugas Sekretaris sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai fungsi :

a.

Penyusunan bahan fasilitasi, koordinasi, pengendalian, evaluasi dan pelaporan;

b.

Pelaksanaan penatausahaan dan kesekretariatan ULP;

c.

Fasilitasi pengkoordinasian proses pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan SKPD;

d.

Fasilitasi pengkoordinasian penyediaan sarana dan prasarana; penunjang pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara manual dan elektronik;

e.

Fasilitasi pengkoordinasian pengalokasian sumberdaya manusia dan Kelompok Kerja/Tim/Panitia Pengadaan Barang/Jasa;

f.

Penerimaan daftar paket pekerjaan/kegiatan yang akan dilelang dari seluruh SKPD, dengan nilai :

1.

Pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, di atas Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah); dan

2.

Pengadaan jasa konsultansi, di atas Rp.

50.000.000,-(lima puluh juta rupiah); dan

g.

Pemilahan dan pendistribusian kegiatan kepada seluruh Kelompok Kerja;

h. Membuat Laporan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa kepada Bupati/Wakil Bupati dan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Paragraf 6 Kelompok Kerja

Pasal 11 (1) Kelompok Kerja terdiri dari :

a. Ketua ;

b. Sekretaris ; dan c. Anggota

(2) Kelompok Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan proses pemilihan Pengadaan Barang/Jasa.

(3) Dalam melaksanakan tugas , Kelompok Kerja mempunyai fungsi :

(8)

b. menyampaikan pemenang lelang dan data pendukung kepada SKPD melalui ULP.

(4) Kelompok Kerja sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) berasal dari tenaga ahli yang berstatus Pegawai Negeri Sipil yang memiliki keahlian/kualifikasi yang diperlukan dalam Pengadaan Barang/Jasa dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

(5) Anggota Kelompok Kerja ULP harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a. Memiliki integritas, disiplin dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugas ;

b. Memahami pekerjaan yang akan diadakan;

c. Memahami jenis pekerjaan tertentu yang menjadi tugas Unit Layanan Pengadaan;

d. Memahami isi dokumen, metoda dan prosedur pengadaan;

e. Memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan; dan

f. Menandatangani Pakta Integritas.

Paragraf 7

Sekretariat/staf pendukung, Admin Agency LPSE dan Ahli Hukum Pasal 12

(1)

Staf pendukung adalah Pegawai yang ditugaskan pada ULP diberikan Honorarium/insentif, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2)

Pengangkatan dan pemberhentian staf pendukung pada ULP dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Sekretariat/staf pendukung mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga ULP;

b. Menginventarisasi paket-paket yang akan dilelang/diseleksi;

c. Menyiapkan dokumen pendukung dan informasi yang dibutuhkan pokja ULP;

d. Memfasilitasi pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa yang dilaksanakan oleh pokja ULP;

e. Mengagendakan dan mengkoordinasikan sanggahan yang disampaikan oleh penyedia barang/jasa;

f. Mengelola sistim pengadaan dan sistim informasi data manajemen pengadaan untuk mendukung pelaksanaan pengadaan barang/jasa ;

g. Mengelola dokumen pengadaan barang/jasa;

h. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengadaan dan menyusun laporan ; dan

(9)

Pasal 13 Admin Agency LPSE

(1)

Admin Agency LPSE ditunjuk oleh Bupati melalui Ketua ULP dan diberikan honorarium sesuai peraturan perundang-undangan.

(2)

Admin Agency LPSE adalah administrator dari suatu Instansi yang menggunakan Sistim Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), sebelum proses lelang secara elektronik dapat dilaksanakan

(3) Admin Agency dalam SPSE mempunyai tugas : a. Membuat Sub Agency (jika dibutuhkan);

b. Mengisi data satuan kerja di instansi yang bersangkutan; c. Mengisi data anggaran yang akan digunakan pada paket lelang;

d. Mengisi data pegawai yang bertugas sebagai PPK dan Panitia sesuai SK dari pejabat yang bersangkutan

e. Mengisi data anggota kepanitiaan yang akan bertanggung jawab pada paket tertentu.

Pasal 14 Ahli Hukum

(1) Ahli Hukum bertugas membantu ULP apabila dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa terdapat hal hal yang berhubungan dengan Hukum;

(2) Ahli Hukum membantu pokja jika terdapat sanggahan atau sanggahan Banding kepada Bupati.

BAB III PELAKSANAAN Bagian Kesatu

Para Pihak Pasal 15

Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan, meliputi :

a. SKPD

b. Unit Layanan Pengadaan; dan c. Penyedia Barang/Jasa

Bagian Kedua Mekanisme dan Prosedur

(10)

Proses pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa oleh ULP, berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pasal 17

Mekanisme dan prosedur Pengadaan Barang/Jasa pada ULP adalah sebagai berikut :

a. PA/KPA menyampaikan paket pekerjaan kepada ULP setelah DPA – SKPD disyahkan baik APBD, APBD Provinsi/APBN maupun Bantuan/Hibah Luar Negeri.

b. Nilai kegiatan yang disampaikan berupa HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dengan batas minimal Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) yang dibuat oleh PPK.

c. PA/KPA SKPD menyampaikan Struktur Organisasi kegiatan yang akan dilelangkan yang disyahkan dengan Surat Keputusan Kepala SKPD.

d. Ketua ULP membuat surat Tugas Kelompok Kerja untuk melaksanakan Proses Pengadaan Barang/jasa sesuai Perpres 70 tahun 2012.

e. Kelompok Kerja pengadaan berjumlah gasal beranggotakan paling kurang 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai kompleksitas pekerjaan.

f. Kelompok Kerja dapat dibantu oleh Tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan Teknis ( aanwijzer )

g. Honorarium Pokja pengadaan dianggarkan oleh SKPD dan diberikan sesuai dengan waktu pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

Bagian Ketiga

Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Pasal 18

(1) Tugas pokok dan kewenangan Kelompok Kerja ULP meliputi : a. Menyusun rencana pemilihan penyedia barang/jasa ; b. Menetapkan dokumen pengadaan;

c. Menetapkan besaran nominal jaminan penawaran;

d. Mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa di

website

dan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional;

(11)

f. Melakukan evaluasi administrasi, teknis dan harga terhadap penawaran yang masuk;

g. Menjawab sanggahan;

h. Menetapkan penyedia barang/jasa untuk pelelangan atau penunjukan langsung untuk paket pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling Tinggi Rp.100.000.000.000,- (Seratus Milyar rupiah);

i. Melaksanakan seleksi atau penunjukan langsung untuk paket pengadaan jasa konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp. 10.000.000.000,- ( Sepuluh Milyar Rupiah );

j. Menyampaikan hasil pemilihan dan salinan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa kepada PPK

k. Menyimpan dokumen asli pemilihan Penyedia Barang/jasa. l. Membuat laporan mengenai proses dan hasil Pengadaan

barang kepada Bupati;

(2) Selain tugas pokok dan kewenangannya ULP dalam hal diperlukan ULP dapat mengusulkan kepada PPK untuk melakukan :

a. Perubahan HPS dan atau;

b.

Perubahan spesifikasi teknis pekerjaan.

Pasal 19

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, ULP menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi di dalam dan di luar ULP.

BAB IV

PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Pasal 20

(1) Pembinaan teknis dan administrasi ULP dilakukan oleh Sekretaris Daerah .

(2) Pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan oleh PA/KPA/PPK pada SKPD terkait, yang dilaksanakan sesuai dengan kewenangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB V

EVALUSAI DAN PELAPORAN Pasal 21

(12)

(2)

ULP melaksanakan pelaporan setiap triwulan kepada Sekretaris Daerah

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP Pasal 22

Dengan ditetapkannya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Kuningan Nomor 62 Tahun 2012 tentang Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Kuningan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 23

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Bupati ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaan ditetapkan oleh Sekretaris Daerah.

Pasal 24

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Kuningan.

Ditetapkan di : Kuningan Pada tanggal : 31 Desember 2013

BUPATI KUNINGAN

UTJE CHOERIAH HAMID SUGANDA

Diundangkan : di Kuningan

(13)

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KUNINGAN

Drs. H.YOSEP SETIAWAN,M.Si

Pembina Utama Madya NIP. 19580217 198503 1 003

Berita Daerah Kabupaten Kuningan Tahun 2013 Nomor 49

LAMPIRAN I : PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR : TAHUN 2013 TANGGAL :

TENTANG : UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN

STRUKTUR ORGANISASI ULP

B U P A T I

(14)

WAKIL BUPATI WAKIL PEMBINA

SEKRETARIS DAERAH KOORDINATOR

ASISTEN PEMBANGUNAN &

KESRA K E T U A

KABAG PEMBANGUNAN

SEKRETARIS

POKJA POKJA POKJA POKJA

PENGADAAN

BARANG KONSTRUKSIJASA KONSULTANSIJASA

JASA LAINNYA

BUPATI KUNINGAN

UTJE CHOERIAH HAMID SUGANDA

LAMPIRAN II : PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR : TAHUN 2013 TANGGA

L : TENTAN

G : UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN

STRUKTUR HUBUNGAN KERJA SKPD

DENGAN SEKRETARIAT ULP DAN POKJA

B U P A T I P E M B I N A

(15)

WAKIL PEMBINA

SEKRETARIS DAERAH KOORDINATOR

ASISTEN PEMBANGUNAN & KESRA

K E T U A

P A / K P A KABAG PEMBANGUNAN

PENGGUNA BARANG/JASA S E K R E T A R I S

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) pada

SKPD

SEKRETARIAT / STAF PENDUKUNG DAN ADMIN AGENCY LPSE 1. SEKRETARIAT/STAF

PENDUKUNG

2. ADMIN AGENCY LPSE

POKJA PENGADAAN AHLI HUKUM

PNS yang memiliki Sertifikat

Keahlian Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah Unsur dari Bagian Hukum

BUPATI KUNINGAN

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...