LABORATORIUM MIKROBIOLOGI (Laporan Analisis Hasil Pertanian)
Oleh:
Dian Putra 1014051061 Kelompok 1
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAJN FAKULTAS PERTANIAN
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laboratorium sebagai tempat pengujian sampel harus terdapat berbagai instrumen yang memadai, baik untuk sampel yang tidak berbahaya maupun tidak berbahaya. Termasuk di dalamnya informasi tentang pengoperasian berbagai macam instrumen tersebut, sehingga hasil pengujian yang diperoleh akurat, dapat dipertanggungjawabkandan tidak membahayakan penguji (Madbardo,2010). Oleh karena itu, diperlukan suatu aturan yang mengelola seluruh kegiatan di laboratorium yang pada saat ini biasa disebut dengan GLP (Good Laboratory Practices). GLPadalah suatu cara pengelolaan laboratorium secara keseluruhan agar laboratorium sebagai data generator dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya kebenarannya dengan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan.Selain itu, sebuah laboratorium juga harus memenuhi suatu standar yang telah ditetapkan. Misalnya standar prosedur yang dijelaskan dalam Assosiation of Official Analytical Chemists (AOAC) di International Standards Organiszation (ISO) serta standar dari berbagai orgnanisasi standarisasi nasional. Di Indonesia, standar pengujian diatur oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN), yaitu melalui Standar Nasional Indonesia (SNI).
Informasi tentang ketersediaan alat-alat dan bahan-bahan dalam melakukan praktikum atau penelitian di laboratorium mikrobiologiharus tersedia. Hal ini bermanfaat untuk mempermudah dalam melaksanakan percobaan dan memperkecil resiko kecelakaan di laboratorium(Daydan Underwood, 1998).Menurut Firebiology(2007) umumnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Misalnya penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer, dan spektrofotometer.
Ketetapan hasil analisis mikrobiologi bergantung pula pada kualitas median pembiakan dan bahan kimia, peralatan yang dipergunakan dan pemahaman penguji tentang dasar analisisserta kecermatan dan ketelitian kerja dalam melakukan analisis mikrobiologi. Ketelitian dan kecermatan kerja merupakan sifat pribadi seseorang akan dapat diperoleh karena pengalaman kerja, sehingga menjadi kebiasaan yang berguna bagi kelancaran kerjanya. Setiap individu juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan penilaian resiko terlebih dahulu sebelum melaksanakan aktifitas yang melibatkan patogen baru atau penelitian baru(Day dan Underwood, 1998).Penting pula tersedianya staf laboratorium yang terlatih dengan baik dan memiliki kualitas teknik keselamatan kerja yang baik. Selain itu, memiliki tanggung jawab untuk keselamatan pribadi maupun rekan kerja, komunitas dan lingkungan akan menghasilkan lingkungan kerja laboratorium yang aman dan sehat.
itu, akan dievaluasi pula tanggung jawab pengguna laboratorium dan staf laboratorium dalam menjaga keselamatan rekan kerja dan dirinya sendiri serta keselamatan peralatan yang digunakan. Hal ini dalam rangka menunjang ketepatan, keselamatan dan kenyamanan peneliti atau peserta praktikum dalam melakukan percobaan. Laboratorium yang akan dievaluasi adalah Laboratorium Mikrobiologi Di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dilakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis GLP pada laboratorium mikrobiologi yang di Jursan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
II. METODELOGI PERCOBAAN
2.1 Waktu dan Tempat
Pengamatan laboratorium ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 16 Desember pukul 13.00 di laboratorium Mikrobiologi Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
2.2 Prosedur Percobaan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Data pengamatan
Adapun data yang didapatkan berdasarkan parameter yang diamati adalah sebagai berikut:
Parameter GLP keseuaian
Organisasi Belum sesuai
personel Belum sesuai
Keselamatan Belum sesuai
Sistem jaminan mutu Belum sesuai Fasilitas laboratorium Belum Sesuai Peralatan uji dan pengukuran Sesuai
Peralatan dan reagen Sesuai
Uji metode dan prosedur Belum Sesuai Penyimpanan sampel dan data pengujian Sesuai
Laporan pengujian Sesuai
Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium antara lain:
1.Tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain atau permukiman, tujuannya untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya.
2.Bangunan laboratorium jangan terlalu dekat dengan bangunan lain, tujuannya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan misalnya ledakan atau kebakaran.
3.Bangunan laboratorium tidak berdekatan dengan sumber air, tujuanya agar bahan sisa praktikum yang membahayakan tidak mencemari sumber air tersebut.
4.Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau, tujuannya untuk memudahkan dalam pengontrolan dan memudahkan tindakan lainnya seandainya terjadi kebakaran,supaya mobil pemadam kebakaran dapat menjangkau lokasi tersebut.
5.Ruang laboratorium untuk pembelajaran sains umumnya terdiri dari:
Ruang utama adalah ruang tempat para siswa dan mahasiswa melakukan praktikum, misalnya: ruang praktikum.
6.Ruang pelengkap umumnya terdiri dari ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang akan dipakai
praktikum untuk praktikan maupun guru. Ruang penyimpanan digunakan untuk menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan-bahan kimia) dan alat-alat yang penggunaannya tidak setiap saat (jarang).
Berdasarkan desain ruang dan tata letak laboratorium yang baik, hasil pengamatan dari laboratorium Mikrobiologi Hasil Pertanian yang berada di jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung belum memenuhi standar tata letak yang baik. Hal itu disebabkan karna pada ruang preparasi dan ruang praktikan melakukan praktikum tidak terpisah dan meja praktikan tidak dipisahkan dengan adanya dinding pemisah karna seharusnya praktikum mikrobiologi harus dilaksanakan secara aseptis dan steril sehingga meja tempat preparasi dan praktikum seharusnya dilengkapi dengan dinding pembatas. Pemisahan secara jelas antara ruang personil, ruang preparasi, ruang uji,ruang instrumen, dan ruang-ruang lain yang menurut fungsinya harus disesuaikan sesuai ketentuan-ketentuan yang lazim untuk mencegah adanya cross contamination atau kontaminasi silang. Pada lab.
terpisah dari penyimapanan peralatan, dan penyimpanannya jauh dari jangkauan sinar
matahari langsung. Tempat pembuangan limbah cair dan padat juga belum disesuaikan karna saluran pembuangan hanya satu dan bercampur dengan tempat pencucian peralatan habis pakai. Ventilasi yang terdapat dalam lab ini berupa jendela yang erdapat diseluruh sisi kanan dan kiri ujung bangunan, dan dilengkapi dengan beberapa kipas angin.
Untuk memudahkan pemeriksaan alat dan bahan laboratorium perlu dilakukan inventarisasi yang sistematik. Inventarisasi ini dapat dibuat pada suatu buku atau secara komputasi sebagai daftar induk. Hal-hal yang umum diperlukan pada inventarisasai mencakup:
1.Kode Alat/bahan 2.Nama alat/bahan
3.Spesifikasi alat/bahan (Merk, tipe, dan pabrik pembuat alat) 4.Sumber pemberi alat dan tahun pengadaannya
5.Tahun penggunaan 6.jumlah atau kuantitas
7.Kondisi alat, baik atau rusak Setiap alat / barang /bahan / zat yang masuk atau diterima di Madrasah, baik yang berasal dari permintaan sekolah melalui usulan mapun yang berasal dari bantuan (dropping) harus dicatat dalam daftar penerimaan alat/bahan.
Good Laboratory Practice (GLP) adalah suatu cara pengelolaan laboratorium secara keseluruhan agar laboratorium sebagai data generator dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya kebenarannya dengan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan. Dengan demikian GLP meliputi banyak hal diantaranya organisasi, fasilitas, tenaga, metoda analisa, pelaksanaan analisa, monitoring, pencatatan, pelaporan, kondisi laboratorium, dan lain-lain. Adapun metode pengujian dan prosedur dari GLP ada dua, yaitu Dokumentasi mengenai instruksi cara kerja atau pengambilan sampel persiapan dan analisa bahan yang mencangkup dalam aktivitas laboratorium, dan Persyaratan yang sesuai standar metode uji dan prosedur percobaan meliputi Penerimaan, identifikasi, labeling, penanganan, pengambilan dan penyimpanan, spesifikasi, metoda analisa dan uji, dan metoda lain.
identifikasi diatas harus tertempel pada setiap item dan bila perlu termasuk sifat bahaya contoh atau item.
1. Penanganan dan Penyimpanan
Harus disediakan fasilitas yang sesuai untuk menyimpan setiap contoh sebelum, selama dan sesudah pengujian. Contoh bahan berbahaya harus ditangani dan disimpan sesuai peraturan nasional dan internasional.
2. Pencatatan (records)
Laboratorium harus mempunyai pencatatan yang terkoordinasi untuk penerimaan contoh, penyimpanan, tanggal pelaporan, data pengujian awal, dan pelaporan hasil akhir. Data
pengujian awal harus tercatat dengan baik dalam log book atau lembar pengamatan data pada saat pengukuran dan ditandatangani bila ada perubahan.
3. Transfer dan Penyimpanan Data
Data yang dimasukan ke dalam computer secara manual atau secara langsung harus diidentifikasi saat pemasukan data oleh yang bertanggung jawab. ( angga,2013)
Inspeksi dan asesmen laboratorium diperlukan untuk menjamin bahwa laboratoriurn memenuhi persyaratan nasional dan internasional dalam melaksanakan GLP (Good
Laboratory Practice) Inspeksi dan asesmen meliputi staf, fasilitas, peralatan, metoda dan prosedur operasi, pencatatan (record) dan penyimpanan, kesehatan, keselamatan' dan kebersihan (house-keeping). Inspeksi dan assesment mencakup 10 point, yaitu:
1. Organisasi
Inspeksi dan assesment memeriksa organisasi laboratorium dalam memenuhi petunjuk-petunjuk dalam GLP
2. Personel
Inspeksi dan assesment memeriksa keseuain kualifikasi, kecukupan program training dan pelkasanannya, dan kualifikasi dan pengalaman personel laboratorium
3. Keselamatan
Inspeksi dan asessment memeriksa dari tingkat kebersihan, penanganan limbah.
Inspeksi dan assesment memeriksa jaminan mutu apakah sudah sesuai dengan GLP atau belum. Inspeksi dan assesment mengambil sahalh satu laporan hasil apakah cukup teliti dan memenuhi persyaratan GLP
5) Fasilitas Laboratorium
Inspeksi dan assesment memeriksa dari segi ruang, penyinaran, suhu, ventilasi, desain, kelembapan ruangan, dan ruang pemisah antara aktifitas dalam praktikum
6) Peralatan Uji dan Pengukuran
Inspeksi dan assement memeriksa peralatan yang dimiliki oleh laboratorium memiliki peralatan yang dibutuhkan, peralatan uji dipelihara dengan baik,
7) Peralatan dan Reagen
Inspeksi dan assement memeriksa alat dan reagen yang digunakan memenuhi persyaratan dan kalibrasi serta rehabilitas telah disesuaikan dan dijalankan dengan baik
8) Uji Metode dan Prosedur
Inspeksi dan assement memeriksa keberadaan dan kecukupan dokumen, review secara teratur dan sistematik
9) Penyimpanan Sampel dan Data Pengujian
Inspeksi dan assement memeriksa sistem identifikasi, penjelasan sistem uji, laboratorium memenuhi sarana penyimpanan sebelum dan sesudah proses pengujian dilakukan, bahan-bahan berbahaya disimpan dan dibuang dengan cara yang benar, catatan laboratorium dan sistem sarana penyimpanan data sesuai dengan GLP
10) Laporan Pengujian
Inspeksi dan assement memeriksa bahwa laporan hasil ujian akhir telah dibuat dan dikeluarkan sesuai petunjuk dalam GLP
yang sudah memenuhi dan sebagian besar belum memenuhi. Hal ini dikarnakan bahwa kelengkapan dari fasilitas lab, organisasi. Personel.keselamatan., sistem jaminan mutu dan uji metode dan prosedur yang dari penjelasan diatas belum diterapkan dengan baik pada lab. Mikrobiologi Hasil Pertanian. Hal ini dikarnakan tidak adanya pengelolaan secara baik antara seluruh individu terkait mahasiswa yang menggunakan lab dan pihak dari jurusan dan
universitas sehingga kelayakan GLP dari lab ini belum seluruhnya memenuhi GLP yang ditunjukkan dari ketidak lenkapan fasilitas,personel.keselamatan., sistem jaminan mutu dan uji metode dan prosedur lab yang belum memenuhi kesesuaian GLP. Fasilitas penyimpanan terpisah harus dikelola untuk penyimpanan yang aman untuk sampel, arsip sampel, pereaksi dan perlengkapan laboratorium, baku dan bahan pembanding Fasilitas penyimpanan harus dilengkapi dengan peralatan untuk menyimpan bahan, jika perlu pada suhu lemari pendingin (2 s/d 8 ºC) dan pembeku (-20 ºC), sertadikunci. Akses harus terbatas bagi personel yang ditunjuk karna dalam lab ini fasilitasi penyimpanan belum tersusun secara baik dan benar. Dari keseluruhan pengamatan, didapat hasil bahwa fasilitas dan prosedur kerja pada lab ini belum seluruhnya memenuhi standar GLP. Namun, pada peralatan uji dan pengukuran, dan peralatan reagen sudah sesuai karna peralatan yang terdapat pada lab ini sudah lengkap dan memenuhi kriteria peralatan yang terdapat di laboratorium mikrobiologi seperti kelengkapan alat sterilisasi,reagen,media agar, dan peralatan praktikum yang sudah lengkap.
Berdasarkan pengertian tentang GLP dan parameternya, hal yang perlu dilakukan dalam hal ini adalah perlu adanya pengelolaaan baik antar kepala laborat dengan jurusan dan universitas agar peralatan, fasilitas dan hal-hal yang belum memenuhi syarat inspeksi dan assesment dalam GLP dapat terpenuhi sehingga praktikan dapat melaksanakan praktikum dengan baik dan benar, dan dengan data yang diperoleh sesuai dan memuaskan sehingga ilmu yang diperoleh berguna dan dapat diterapkan dengan baik. Adanya kerjasama yang baik antar pengelola dan pengguna lab diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, sistem jaminan mutu yang baik. Praktikan seharusnya mengetahui metode dan proseedur yang akan
IV. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah:
1. Dalam pelaksanaan praktikum mikrobiologi dengan menggunakan laboratorium perlu beberapa hal terkait yang perlu diketahui dalam penggunaan lab untuk keselamatan dan kenyamanan pada saat melaksanakan praktikum
2. Untuk memudahkan pemeriksaan alat dan bahan laboratorium perlu dilakukan inventarisasi yang sistematik. Inventarisasi ini dapat dibuat pada suatu buku atau secara komputasi sebagai daftar induk.
3. Kesesuaian lab dengan GLP adalah sebagai data generator dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya kebenarannya dengan memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan
4. Berdasarkan tata letak lab. Mikrobiologi belum memenuhi standar dengan tata letak mikrobiologi yang baik
DAFTAR PUSTAKA
Angga, 2013. Peralatan dalam laboratorium.
http://alatalatlaboratorium.com/Blog/category/good-laboratory-practice
Day, R.A. Jr. and A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi Revisi, Terjemahan R. Soendoro dkk. Erlangga. Jakarta.
Dwidjoseputro, D.2003. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta