• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengulangan Nikah Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kecamatan Kota Kualasimpang) | Khairani | SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 2375 4659 1 SM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengulangan Nikah Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kecamatan Kota Kualasimpang) | Khairani | SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 2375 4659 1 SM"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

karena subjek akad yang hadir mampu melakukan akad dengan ucapan, maka tidak sah dengan selainnya. Para pakar hukum Islam menetapkan tiga syarat dalam ijab qabul

Dengan fatwa yang diberikan MUI provinsi DKI Jakarta kepada umat Islam, bahwa suatu pernikahan sah apabila dilaksanakan menurut agama Islam dengan memenuhi syarat dan rukunya,

Menurut hukum Islam, terkait dengan pembatalan nikah dikarenakan pernikahan tanpa izin wali yang dikabulkan oleh Mahkamah Syar‟iyah Sigli dengan Nomo r

Boleh menjualbelikan barang yang pada waktu dilakukan akad tidak ada ditempat dengan syarat kriteria barang tersebut harus terinci dengan jelas. Jika ternyata

Berawal dari adanya keinginan untuk menegakkan keadilan serta untuk menciptakan kemaslahatan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang belum mencatatkan pernikahan, maka

Dan pandangan tokoh masyarakat hampir keseluruhan tidak setuju dengan pernikahan sirri, serta pernikahan sirri yang sah menurut hukum Islam adalah pernikahan

93 Ibid., 7263. .. keyakinannya adalah isterinya. Nasab disini menjadi diakui bukan karena terjadinya pernikahan yang sah dan bukan pula karena adanya senggama dalam akad nikah yang

Kuwait, 2007 Para ulama lintas mazhab sepakat bahwa pernikahan baru dianggap sah jika dilakukan dengan akad, yang mencakup ijab kabul antara wanita yang dilamar lelaki yang melamarnya,