v
ABSTRAK
Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Kebijakan KTR merupakan salah satu upaya untuk mendukung kebijakan dalam pengendalian tembakau di Indonesia serta memberikan perlindungan dari bahaya asap rokok bagi perokok pasif. Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 mewajibkan kepada Pemerintah Daerah untuk menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya. Adapun tempat-tempat yang ditetapkan sebagai KTR yaitu pada fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar-mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.
Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pelaksanaan Perwali Tebing Tinggi tahun 2013 tentang KTR (Studi Tentang KTR di RSUD Dr. H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan mengggunakan desain kualitatif dan sebagai informan dalam penelitian ini adalah Direktur Rumah Sakit, Kabag. Tata Usaha, Kasi. Penunjang Non Medis, Pegawai Bagian Umum, perawat, pasien, dan keluarga pasien. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan Observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Perwali Tebing Tinggi Nomor 3 tahun 2013 tentang KTR di rumah sakit tersebut belum terlaksana dengan baik dan belum efektif, meskipun kebijakan tersebut telah berjalan selama kurang lebih 3 tahun. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya yaitu kurangnya sosialisasi berjenjang pada tiap bagian/unit di rumah sakit, tidak adanya pembagian pengawasan penerapan KTR pada tiap bagian/unit di rumah sakit, pemberian sanksi yang kurang tegas juga menyebabkan pangunjung dan pegawai masih banyak yang melanggar kebijakan tersebut. Beberapa pegawai memberikan alasan bahwa belum disediakan tempat khusus merokok di wilayah gedung perkantoran, sehingga mereka masih merokok di ruangan.
Pimpinan rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dalam pengembangan kebijakan KTR yang sudah ada, sehingga kebijakan tersebut dapat berjalan dengan efektif dan maksimal.
Kata Kunci : Implementasi, Perwali Tebing Tinggi Nomor 3 Tahun 2013 tentang KTR, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), RSUD Dr. H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi.
vi ABSTRACT
Smoke-free Area is a room or area which bans the production, sales, advertising or promotion of tobacco. Smoke-free Area policy is an effort to support policies in controlling tobacco in Indonesia and to provide protection from the harms of cigarette smoking for passive smokers. The law No. 36 of 2009 requires the local governments to set a smoke-free area in their region. The areas which are designated as smoke-free area are some places in health care facilities,
teaching and learning area, children’s play area, the house of worship, public
transport, offices, and public places. While in the Mayor of Tebing Tinggi Regulation No. 3 of 2013, the places which are designated for smoke-free area are the office, health care facilities, and the teaching and learning area.
This research was conducted to investigate the implementation of the Mayor of Tebing Tinggi Regulation in 2013 on smoke-free area (Smoke-free area Studies in Dr. H. Kumpulan Pane Hospital Tebing Tinggi). The type of this research is descriptive by using a qualitative design and the informants in this study are the Hospital Director, Head of Administration, head of Supporting Non-Medical Division, General Section Officer, nurses, patients, and the patient's family. The data are collected through interviews and observations.
The research results show that the implementation of the Mayor of Tebing Tinggi Regulation No. 3 of 2013 about the smoke-free area in the hospital has not done well and has not been effective even though the policy has run for approximately 3 years. This is happened due to several factors, lack of tiered socialization toward each section/unit in the hospital, there is no controling division of Smoke-free Area implementation in each section/unit in the hospital, the imposition of sanction which is less assertive causes many visitors and employees break the policy. Some employees give the reasons that a smoking area/ smoking lounge have not been provided in the area of the office buildings, so that they still smoke in the room.
Head of the hospitalis expected to improve managerial capability in developing the existing Smoke-free Area policy, so that the policy could run effectively and optimally.
Key words : Implementation, the Mayor of Tebing Tinggi Regulation No. 3 of 2013 about the smoke-free area, Smoke-free Area, Dr. H. Kumpulan Pane Hospital Tebing Tinggi.