• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gerak Pertumbuhan Pada Putri Malu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Gerak Pertumbuhan Pada Putri Malu"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Gerak Pertumbuhan Pada Putri Malu

Kelas : VIII – C

Tahun Ajaran : 2014/2015

Nama Kelompok : Manggis

Mata Pelajaran : Biologi

Nama Anggota Kelompok :

(2)

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah biologi tentang Gerak Pertumbuhan Pada Putri Malu.

Adapun makalah ilmiah biologi tentang Gerak Perumbuhan Pada Putri Malu ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ilmiah biologi ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ilmiah biologi tentang Gerak Perumbuhan Pada Putri Malu ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.

P.Bun, 28 Agustus 2014

(3)

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Tumbuhan putri malu sering dijumpai di sekitar sawah, kebun, rerumputan. Tumbuhan putri malu merupakan herba memanjat atau berbaring atau setengah perdu

dengan tinggi 0,3-1,5 meter. Tumbuhan liar di tempat terbuka. Tumbuhan ini berasal

dari Amerika tropis yang ditemukan pada ketinggian 1200 meter di bawah permukaan

laut.

Berikut ini ciri-ciri morfologi tumbuhan putri malu : 1. Daun

Berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin, panjang 6-16 mm, lebar 1-3 mm,

berwarna

hijau, umumnya tepi daun berwarna ungu. Jika daun disentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap. Siripterkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.

2. Batang

Batang bulat, berambut, dan berduri temple. Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawah.

3. Akar

Akar berupa akar pena yang kuat. 4. Bunga

Bunga berbentuk bulat seperti boa, nertangkai, berwarna ungu/merah. Kelopak sangat kecil, bergigi empat, seperti selaput putih. Tabung mahkota kecil, bertaju empat, seperti selaput putih.

5. Buah

Buah berbentuk polong, pipih seperti garis. 6. Biji Biji bulat dan pipih.

(4)

perlakuan terhadap putri malu akan dicoba untuk mengetahui reaksi gerak nasti tumbuhan tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana pengaruh arah rangsang dan jenis perlakuan terhadap putri malu? C. IDENTIFIKASI MASALAH

Variabel bebas : arah rangsang dan jenis perlakuan

Variabel terikat : waktu membuka dan menutup daun putri malu setelah diberi perlakuan

Variabel control : tumbuhan putri malu D. TUJUAN

Mengetahui reaksi putri malu setelah diberi berbagai macam perlakuan. E. HIPOTESIS

Ada pengaruh atas berbagai macam perlakuan yang diberikan, yaitu saat diberi rangsangan berupa sentuhan, panas, serta dingin terhadap tumbuhan putri malu.

BAB II

METODE PENELITIAN

A. ALAT DAN BAHAN 1. Alat Tulis

2. Tumbuhan Putri Malu 3. Korek Api

4. Es

5. Stopwatch

6. Gelas dan Kantong Plastik B. CARA KERJA

(5)

a. Disentuh menggunakan ujung jari tangan pada bagian atas permukaan daun dan

atas permukaan tangkai

b. Diberi hawa dingin di bagian bawah permukaan daun; c. Diberi hawa panas di bagaian bawah permukaan daun. 2. Mengamati gerak daun dan batang putrid malu.

3. Menghitung waktu daun dan batang putri malu menutup dan membuka kembali

menggunakan stopwatch.

4. Mencatat waktu yang diperlukan daun putri malu untuk membuka kembali setelah

diberi rangsang.

5. Melakukan percobaan masing-masing perlakuan sebanyak tiga kali.

BAB III

HASIL PENGAMATAN

Tabel Pengamatan

No

.

Perlakuan

Waktu Menutup

Waktu Membuka

1

Disentuh Pada Permukaan

Daun

1. Percobaan 1

3 Detik

7 menit 2 detik

2. Percobaan 2

3 Detik

6 menit 21 detik

3. Percobaan 3

4 Detik

5 menit 58 detik

No

.

Perlakuan

Waktu Menutup

Waktu Membuka

2

Disentuh Pada Tangkai Daun

1. Percobaan 1

4 Detik

6 menit 24 detik

2. Percobaan 2

4 Detik

9 menit 03 detik

3. Percobaan 3

4 Detik

5 menit 61 detik

(6)

.

Diberi suhu dingin pada

permukaan bawah daun

1. Percobaan 1

19 Detik

6 Menit 01 Detik

2. Percobaan 2

36 Detik

6 Menit 34 Detik

3. Percobaan 3

35 Detik

8 Menit 55 Detik

No

.

Perlakuan

Waktu Menutup

Waktu Membuka

Diberi suhu panas pada

permukaan bawah daun

Setiap organisme mampu menerima rangsangan yang disebut iritabilitas, dan mampu

pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah

berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi

seluruh atau sebagian dari tubuh.

Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang

disalurkan melalui benang plasma (plasmodesma) yang masuk ke dalam sel melalui

dinding sel yang disebut noktah.

Gerakan pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu :

(7)

gerak membukanya kotak spora, pecahnya buah tanaman polong dan sebagainya.

2. Gerak Esionom

yaitu gerak yang dipengaruhi oleh rangsang dari luar, yang terbagi atas 3 jenis, yaitu :

a. Tropi (Tropisme), yaitu gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif jika mendekati rangsang dan Tropisme negative jika menjauhi rangsang. Bentuk tropisme antara lain :

fototropisme atau heliotropisme, geotropi, dan sebagainya.

b. Taksis, yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif. Beberapa bentuk taksis : fototaksis, kemotaksis, dan sebagainya.

c. Nasti, yaitu gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi arah rangsang. Gerak ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat

pemberian rangsang. Beberapa bentuk nasti : niktinasti (rangsang berupa gelap), seismonasti (rangsangan sentuhan atau mekanik), dan nasti

kompleks (rangsang tidak hanya satu). 3. Gerak Endonom

yaitu gerak yang belum/ tidak diketahui sebabnya, karena itu ada yang menduga tumbuhan itu sendiri yang menggerakkannya. Misalnya aliran plasma sel.

Putri malu (Mimosa pudica) adalah tumbuhan sjenis leguminosa (kacang-kacangan)

yang banyak ditemukan pada lahan terbuka seperti pinggiran jalan dan lahan tidur, baik

pada lahan yang subur maupun pada tanah yang miskin unsur hara. Tumbuhan ini sering

tidak disukai oleh para petani dan dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada tanaman

(8)

mereka sedang mengerjakan lahan. Ada juga yang mengatakan bahwa belukar yang

didominasi oleh putri malu pada musim kemarau yang panjang dapat menimbulkan

resiko kebakaran.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa waktu yang diperlukan putri malu untuk menutup lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk membuka kembali.

Dengan kata

lain putrid malu cepat memberikan sanksi.

Waktu untuk bereaksi terhadap berbagai perlakuan juga berbeda-beda, reaksi terhadap sentuhan lebih cepat dibandingkan reaksi terhadap perlakuan lainnya. Reaksi

terhadap perubahan suhu di sekitar tumbuhan putri malu juga membutuhkan waktu yang

lebih lama.

Putri malu memberikan reaksi paling lama, bila suhu disekitarnya rendah, terlihat di

table bila diberi hawa dingin di sekitar tumbuhan, waktu untuk beeaksi lebih lama

dibandingkan yang lainnya.

Bila sudah bereaksi, tumbuhan putri malu lama kembali ke keadaan semula. Reaksi

yang diberikan tumbuhan putri malu terhadap berbagai perlakuan adalah sama, yaitu

daun putrid malu menutup. Hal ini disebabkan karena perubahan turgor pada persendian

daun. Gerak menutupnya putri malu disebut gerak nasti. Gerak nasti adalah gerak

sebagian tubuh tumbuhan yang arahnya tidak semata-mata ditunjukkan kea rah datangnya

sumber rangsangan. Gerak menutuonya daun si kejut atau putri malu (Mimosa pudica)

(9)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Tumbuhan putri malu adalah tumbuhan yang sangat peka terhadap rangsangan. Berbagai rangsangan yang diberikan (yaitu: sentuhan, diberi hawa panas, dan diberi

hawa dingin) kepada putri malu memberikan pengaruh pada perilaku tanaman ini.

Perilaku yang ditimbulkan akibat diberi rangsangan yaitu menutupnya daun putri malu. Waktu untuk menutupnya daun setelah diberi rangsangan sentuhan, lebih singkat dibandingkan waktu untuk menutupnya daun setelah diberi rangsangan yang

lain. Rangsangan sentuhan merupakan rangsangan yang dapat diterima oleh tumbuhan putri malu dengan peka. Rangsangan berupa rangsang sentuhan dan rangsang suhu disebut nasti kompleks.;

B.SARAN

Tulisan ini masih dirasakan kekurangan . Semoga pada penelitian – penelitian yang akan datang kami dapat melakukannya dengan lebih baik dan lebih teliti lagi . Sebisa mungkin kita harus peka dan tanggap akan lingkungan sekitar kita . Dimungkinkan permasalahan yang kita anggap sepele ternyata didalamnya terkandung suatu ilmu yang bermanfaat bagi kita . Kemudian masukan –

masukan yang tidak kalah pentingnya untuk membangun tulisan yang lebih baik lagi juga sangat kami harapkan . Terima Kasih

Daftar Pustaka

http://dymsons.files.wordpress.com/2008/06/microsoft-word-reaksi-putri-malu-terhadap-rangsang3.pdf

(10)

Pertanyaan

1. Bagaimana tanggapan tumbuhan ketika diberi rangsang sentuhan

pada bagian permukaan atas daun ?

2. Bagaimana tumbuhan ketika diberi rangsang sentuhan pada tangkai

daun ?

3. Bagaimana tanggapan tmbuhan ketika diberi rangsan dingin ?

4. Bagaimana tanggapan tumbuhan ketika diberi rangsang panas ?

5. Bagian dari tumbuhan mana yang paling sensitif terhadap ransang ?

6. Apakah kecepatan berbeda dengan rangsangan yang berbeda ?

7. Apa yang dapat kamu simpulkan berdasarkan kegiatan diatas ?

Jawab :

1. Tanggapan tumbuhan ketika diberi rangsang sentuhan pada bagian

atas permukaan daun adalah menguncup.

2. Semua daun yang berpangkal pada tangkai daun menutup

3. Daun putri malu menutup secara perlahan

4. Daun putri malu menutup dimulai dari ujung yang paling dekat

dengan api kemudiaan di ikuti oleh helai daun yang lain.

5. Daunnya

6. Ya, kecepatan responnya akan berbeda dengan rangsangan yang

berbeda pula.

(11)

Gambar

Tabel Pengamatan

Referensi

Dokumen terkait

Definisi obat tradisional menurut undang-undang No 23 Tahun 1992 adalah bahan atau ramuan bahan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan bermain sirkuit dapat meningkatkan kelincahan gerak pada siswa karena diberi pembelajaran dalam bentuk berbagai macam

Puncak efek diuresis yang terjadi pada jam pertama terdapat pada kelompok perlakuan furosemida, kelompok kombinasi ekstrak etanol putri malu dan pacar kuku (¼ : ¾),

Hasil penelitian dari penelitian ini adalah pada perlakuan C 2 perendaman air panas kemudian direndamkan ke air dingin merupakan parameter yang terbaik dengan persentase

Setelah diberi perlakuan panas berupa hardening pada temperatur 950 o C dan tempering dengan variasi pada temperatur dan waktu tahan, spesimen diuji metalografi

Setelah diberi perlakuan panas berupa hardening pada temperatur 950 o C dan tempering dengan variasi pada temperatur dan waktu tahan, spesimen diuji metalografi

perlakuan latihan fisik yang diberikan berupa jogging terdapat peningkatan VO2 max pada remaja putri atlet dibandingkan remaja putri yang tidak pernah

Tabel 3 menunjukkan bahwa perlakuan berbagai macam inokulum rhizobium tidak mempengaruhi produksi bahan kering hijauan namun ada kecenderungan peningkatan