Sistem Kontrol Lampu Otomatis Untuk Menghemat Listrik Berbasis PIR Sensor

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Menurut Data ASEAN Centre for Energy (ACE) tahun 2013, tercatat

bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat pemborosan energi listrik paling

tinggi. Tercatat 9 kota yang dianggap paling boros dalam penggunaan listrik,

seperti Jakarta, Medan, Makasar, Bali, Batam, Semarang, Surabaya, Banjarmasin,

dan Palembang. Rata-rata listrik banyak digunakan untuk keperluan industri. Di

negara lain, penggunaan energi untuk industri sudah mampu untuk ditanggulangi,

hanya 20% aktivitas industrial menggunakan listrik, sedangkan sisanya telah

menggunakan energi alam (energi panas matahari, energi alam seperti gas, dan

lain-lain).Dalam mengonsumsi energi listrik, sebenarnya Indonesia hanya

mengonsumsi 0.467 toe per kapita (berbeda dengan Jepang yang mengonsumsi

hingga 4.14 toe per kapita). Meski demikian, intensitas energi Indonesia mencapai

470 toe perjuta dollar AS PBD, jauh di atas Jepang yang hanya 92.3 toe per juta

dollar AS PDB. Akibatnya pemakaian energi Indonesia adalah 1.84, jauh di atas

negara-negara Asia seperti Jepang ,Malaysia, maupun Thailand.

Kompasiana.com, 25 November 2014.

Belakangan ini zaman sudah semakin berkembang semua serba otomatis

dan instan.Manusia berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi baru yang

diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia.Dengan adanya teknologi yang

canggih dan serba otomatis manusia dapat lebih menghemat waktu maupun biaya,

(2)

Rangkaian sensor gerak merupakan sebuah rangkaian yang digunakan

untuk mendeteksi pergerakan manusia.Biasanya rangkaian sensor gerak

digunakan untuk aplikasi menyalakan atau mematikan lampu secara

otomatis.Aplikasi seperti ini dapat kita jumpai pada ruangan toilet saat ini.Di

beberapa gedung mewah, penghematan listrik merupakan salah satu hal yang

sangat diperhatikan.Terutama penggunaan lampu pada beberapa ruangan

contohnya toilet.Lampu toilet seharusnya hanya menyala pada saat ada orang

yang masuk ke dalam toilet tersebut, dan seharusnya mati jika tidak ada orang

yang berada di dalamnya.Pada gedung yang sudah moderen, nyala lampu toilet

tersebut tidak lagi dikontrol secara manual menggunakan sakelar.Melainkan

sudah dikontrol secara otomatis dengan sensor gerak. Sehingga lampu toilet akan

menyala jika ada orang yang masuk ke dalam. Dan akanmati secara otomatis jika

orang tersebut telah keluar. Sensor gerak yang digunakan pada sistem tersebut

adalah sensor gerak jenis PIR (Passive Infrared Sensor).

Sensor gerak PIR (Passive Infrared Sensor) sifatnya mendeteksi

inframerah pasive yang berasal dari daerah sekelilingnya.Inframerah pasif bisa

disebabkan karena suhu tubuh dari manusia ataupun hewan. Sehingga jika ada

orang atau binatang yang mendekati sensor PIR (Passive Infrared Sensor),

otomatis sensor ini akan “ON” atau mendeteksi adanya inframerah pasif. Prinsip

seperti itulah yang dimanfaatkan untuk mendeteksi pergerakan manusia.Namun

(3)

ini saya akan jelaskan tentang rangkaian sensor gerak pengontrol lampu sederhana

menggunakan relay.

1.2. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan

tersebut ke dalam bentuk skripsi sebagai Tugas Akhir dengan judul “Sistem Kontrol Lampu Otomatis Untuk Menghemat Listrik Berbasis PIR Sensor (Passive Infrared Sensor).”

Pada alat ini akan digunakan sebuah sensor PIR (Passive Infrared Sensor).

1.3. Tujuan penulisan

Tujuan dilakukan Tugas akhir ini adalah sebagai berikut:.

1. Mengetahui prinsip kerja dari Sistem Kontrol Lampu Otomatis Untuk

Menghemat Listrik Berbasis PIR Sensor (Passive Infrared Sensor).

2. Mengetahui aplikasi PIR (Passive Infrared Sensor)dalam kehidupan sehari

hari.

3. Dengan alat ini diharapkan penggunaan lampu menjadi lebih efisien.

1.4. Batasan Masalah

Penulis membuat alat ukur Sistem Kontrol Lampu Otomatis Untuk

Menghemat Listrik Berbasis PIR Sensor (Passive Infrared Sensor) dengan

batasan-batasan sebagai berikut:

1. Sensor yang digunakan adalah PIR (Passive Infrared Sensor).

(4)

1.5. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman maka penulis membuat

sistematika pembahasan bagai mana sebenarnya prinsip kerja alat ukur Sistem

Kontrol Lampu Otomatis Untuk Menghemat Listrik Berbasis PIR Sensor (Passive

Infrared Sensor) maka penulis menulis laporan ini sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini berisikan mengenai latar belakang , rumusan masalah,

Tujuan penulisan, batasan masalah, serta sistematika penulisan.

BAB II DASAR TEORI

Bab ini berisi tentang teori dasar yang digunakan sebagai bahan

Acuan proyek tugas akhir, serta komponen yang perlu diketahui.

Untuk mempermudah dalam memahami sistem kerja alat ini.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

Pada bagian ini akan dibahas perancangan dari alat, yaitu diagram

blok dari rangkaian, skematik dari masing-masing rangkaian dan

diagram alir dari program yang akan diisikan ke mikrokontroler

Arduino.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Pada bab ini akan dibahas hasil analisa dari rangkaian dan sistem

(5)

Bab ini merupakan penutup yang meliputi tentang kesimpulan

daripembahasan yang dilakukan dari tugas akhir ini serta saran

apakah rangkaian ini dapat dibuat lebih efisien dan dikembangkan

perakitannya pada suatu metode lain yang mempunyai sistem kerja

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...