• Tidak ada hasil yang ditemukan

DILEMA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DALAM FILM TELEVISI (FTV) INDONESIA Dilema Identitas Etnis Tionghoa Dalam Film Televisi (Ftv) Indonesia (Analsis Semiotik Tentang Representasi Etnis Tionghoa Di Singkawang Dalam FTV Bakpao Ping Ping).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DILEMA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DALAM FILM TELEVISI (FTV) INDONESIA Dilema Identitas Etnis Tionghoa Dalam Film Televisi (Ftv) Indonesia (Analsis Semiotik Tentang Representasi Etnis Tionghoa Di Singkawang Dalam FTV Bakpao Ping Ping)."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

i

DILEMA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA

DALAM FILM TELEVISI (FTV) INDONESIA

(Analisis Semiotik Tentang Representasi Identitas Etnis Tionghoa

Di Singkawang Dalam FTV Bakpao Ping Ping)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana S-1

Program Studi Ilmu Komunikasi

Disusun oleh :

CHLARAS SLISTYARINI NIM. L 100 080 169

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

v MOTTO

Awali dengan BASMALAH, akhiri dengan HAMDALAH (Sendiri)

Be Your Self!! (Sendiri)

Menjadi sukses adalah hak semua orang, termasuk HAK SAYA (Sendiri)

Membaca BUKU adalah salah satu caramu untuk berkeliling dunia tanpa kamu harus berpindah tempat

(Film Namesake)

Dream, Believe it, Make it Happen (Agnes Monica)

Jangan pernah berpikir bahwa BELAJAR adalah suatu beban atau keharusan. Ini mungkin memerlukan KEDISIPLINAN, tapi ini adalah

PENGALAMAN yang membuat kamu HIDUP dan MENYENANGKAN. (Donald trump)

Sebenarnya ANDA lebih BERANI dari yang anda duga, lebih KUAT dari yang anda tahu, dan lebih PINTAR yang anda kira, namun mungkin itu semua masih tersembunyi dibalik diding tipis bernama keragu-raguan.

(Ad 3, Fb: Tionghoa Indonesia)

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan untuk:

1. Allah SWT

2. Kedua Orang Tuaku Tercinta

3. Adik-adikku Onya, Athur, Hanum

Tersayang

4. My Big Family

5. Teman-temanku

6. Semua orang yang sayang kepadaku

7. Rekan-rekan Angkatan 2008 Ilmu

Komunikasi UMS

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat dan menakdirkan segala sesuatu dengan penuh hikmah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Atas berkah dan Ridho-Nya lah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi persyaratan dalam mencapai gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka penyelesaian penyusunan skripsi ini, terutama kepada:

1. Bapak Husni Tamrin, Ph. D, selaku Dekan Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. Ibu Rinasari Kusuma, M.I.Kom selaku Ketua Jurusan Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Serta selaku Pembimbing II yang selalu memberi pengarahan dan dukungan kepada penulis.

3. Bapak Taufik Murtono, M. Sn, selaku Dosen Pembimbing I yang selalu memberi pengarahan dan dukungan kepada penulis.

(8)

viii

5. Terimakasih banyak kepada Babe dan Nyak saya yaitu Bapak Sutejo dan Ibu Usmayanti selaku orang tua penulis yang tercinta yang senantiasa mendoakan tanpa kata lelah, memberikan semangat, cinta, kasih, motivasi, dan pembelajaran untuk penulis. You are my Hero!!

6. Adik-adikku, Sonya Dwi Saera (Onya), Aththuur Al-At Sary (Atur), Raihanum Suci Ramadhani (Hanum) yang sudah memberi semangat dan warna dalam kehidupan penulis.

7. Harjo Suginah, selaku Mbah putri penulis, Keluarga Hendro Suparno selaku Pakde dan Bude penulis yang terus memberi perhatian dan memberi semangat selama berada di Surakarta dan selalu mengingatkan untuk tidak pantang menyerah untuk penyusunan skripsi ini.

8. My best friend d’koplax (Ulpe, Oky, Intun, Vina, dan Atha) yang telah

mengajak penulis bertualang ke beberapa orbit kehidupan untuk mengenalkan sejumlah planet yang selalu membawa kebahagiaan dan tersenyum bersama. Kebersamaan kita tidak jarang diwarnai saling ejek tapi itulah kalian teman, selalu menjadi senyum kala ku tak bisa berdiri tegap. Selain itu buat

Mblayang Crew ingat janji kita di 2020 :-). To My Dearest Thanks for your

support. Apapun itu kalian semua begitu berarti buat penulis. Sumpeh deh!!

9. Untuk Dosen-dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, terimakasih atas ilmu dan bimbingannya selama ini.

(9)

ix

11.Dan untuk semua teman, sahabat, dan saudaraku yang tidak tersebutkan dan telah memberi semangat,dorongan, doa dan berbagi pengalaman.

Di dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari masih sangat jauh dari sempurna, untuk itu segala macam kritik maupun saran membangun sangat penulis harapkan.

Akhirnya penulis berharap semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang berkepentingan.

Surakarta, 27 Desember 2012

Penulis

(10)

x

2. Film Sebagai Representasi Realitas ... 22

3. Identitas ... 24

(11)

xi

BAB II DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN ... 52

A. Identifikasi Film ... 52

B. Sinopsis ... 53

C. Kerabat Kerja ... 55

D. Karakteristik Tokoh ... 56

E. Profil Sutradara FTV Bakpao Ping Ping ... 58

F. Perkembangan Film Tentang Etnis Tionghoa ... 60

G. Etnis Tionghoa di Indonesia... 62

(12)

xii

3. Kontribusi Keluarga ... 98

4. Pengaruh Keadaan Sosial ... 103

B. Identitas Sosial (Social Identity) ... 106

1. Aspek Sosial dan Ekonomi ... 108

2. Leluhur Sebagai Rujukan Identitas ... 110

3. Penggunaan Bahasa ... 114

C. Identitas Kultural (Cultural Identity) ... 119

BAB V PENUTUP ... 127

A. Kesimpulan ... 127

B. Saran ... 129

DAFTAR PUSTAKA ... 132

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel Identifikasi Film ... 52

Tabel 2.2 Tabel Cast ... 55

Tabel 2.3 Tabel Karakteristik Tokoh ... 56

Tabel 2.4 Tabel Timeline Film Tentang Etnis Tionghoa Indonesia ... 61

Tabel 2.5 Tabel Daftar Etnis Tionghoa Di Indonesia Tahun 2000 ... 65

Tabel 3.1 Korpus 1 ... 68

Tabel 3.2 Korpus 2 ... 69

Tabel 3.3 Korpus 3 ... 71

Tabel 3.4 Korpus 4 ... 73

Tabel 3.5 Korpus 5 ... 74

Tabel 3.6 Korpus 6 ... 77

Tabel 3.7 Korpus 7 ... 79

Tabel 3.8 Korpus 8 ... 81

Tabel 3.9 Korpus 9 ... 82

Tabel 3.10 Korpus 10 ... 84

Tabel 3.11 Korpus 11 ... 85

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Skema 1.1 Proses pemaknaan Charles Sanders Peirce ... 39

Skema 1.2 Peta tanda Roland Barthes ... 41

Skema 1.3 Pertandaan Roland Barthes ... 41

Skema 1.4 Kerangka Pemikiran ... 47

(15)

xv Abstrak

Chlaras Slistyarini, L100080169, DILEMA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DALAM FILM TELEVISI (FTV) INDONESIA (Analsis Semiotik Tentang Representasi Etnis Tionghoa Di Singkawang Dalam FTV

Bakpao Ping Ping), Skripsi, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas

Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2008. Film merupakan bagian dari media massa yang mampu merepresentasikan aspek-aspek dari kehidupan nyata. Film adalah bagian dari kajian ilmu komunikasi yang fokus pada studi komunikasi massa. Tema mengenai etnis Tionghoa memang cenderung tabu diperbincangkan mengingat latar belakang bangsa Indonesia dan etnis Tionghoa, namun perkembangan jaman mengubah persepsi tersebut dikala pasca era reformasi. Film ini menyajikan problematika kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia yang mengalami dilema akan identitasnya baik identitas personal, identitas sosial, dan identitas kultural. Film dijadikan objek dalam penelitian ini karena di dalam film banyak terdapat tanda-tanda terselubung yang dapat dianalisis secara lebih mendalam.

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan bentuk representasi identitas etnis Tionghoa di Singkawang melalui tanda-tanda dalam film televisi Bakpao Ping Ping. Metode analisis yang digunakan peneliti adalah metode analisis semiotika model Roland Barthes. Metode ini mampu mengupas film melalui tanda yang ada di dalamnya dengan pembagian makna denotasi, konotasi, dan mitos. Dalam analisis ini peneliti menampilkan adegan-adegan yang berkaitan dengan dilema identitas etnis Tionghoa.

Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa dilema identitas etnis Tionghoa terjadi karena beberapa hal. Dalam FTV Bakpao Ping Ping ini masalah fisik menjadi masalah karena berkaitan dengan unsur rasial yang memberi pengaruh besar pada karakter etnis Tionghoa. Identitas kultural dalam FTV Bakpao Ping Ping ini mengungkap kedilemaan etnis Tionghoa yang tetap mempertahankan identitas kulturalnya dengan tradisi-tradisi yang dianutnya walaupun sebagai etnis yang minoritas. Maka dapat disimpulkan bahwa etnis Tionghoa Singkawang tetap memegang teguh tradisi ketionghoaannya meskipun telah lama menjadi satu dengan tradisi-tradisi di Indonesia. Maka identitas kultural di sini mengacu pada sistem integrasi budaya tetap bergabung dengan identitas baru sebagai orang Indonesia, tetapi tidak dapat meninggalkan tradisi lamanya sebagai etnis Tionghoa. Dilema itu bergejolak dalam diri etnis Tionghoa Indonesia yang mana di representasikan dalam film televisi Bakpao Ping Ping adalah bentuk ketidakmampuan dalam mencapai kemakmuran.

Referensi

Dokumen terkait

Representasi asimilasi yang dihadirkan dalam film Ngenest melalui sikap transparansi yang dimiliki Ernest (etnis Tionghoa) dan Meira (etnis Pribumi) telah menciptakan

Jika sebelumnya film-film lain yang mengambil tema serupa cenderung malu-malu dan takut dalam menampilkan opresi, diskriminasi, dan alienasi yang dialami oleh etnis Tionghoa,

Sehingga secara sistematis Soeharto menindas segala bentuk ekspresi identitas etnis, budaya dan religi orang Tionghoa (Hoon, 2012, p.37-38) dibenarkan juga oleh

Film The Fox Exploits The Tiger’s Might (2015) menjadi menarik karena tidak hanya bercerita pada diskriminasi yang dilakukan oleh rezim Orde Baru pada etnis Tionghoa, namun juga

Peneliti telah menemukan lima penelitian terdahulu yang juga mengangkat isu tentang etnis Tionghoa dalam film dengan menggunakan berbagai macam bentuk metode

Kajian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana diskriminasi terhadap etnis Tionghoa yang terjadi sebelum era reformasi direpresentasikan dalam film Babi Buta yang

Selain itu, identitas sebagai etnis Tionghoa yang dimiliki PITI tidak digunakan sebaik mungkin dalam menjalin hubungan politik dengan salah satu pasangan calon walikota pada pemilihan