• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dewi Agustina FKG UGM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dewi Agustina FKG UGM"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Dewi Agustina FKG UGM

(3)

INTRODUKSI

Defisiensi saliva akan mengalami kesulitan :

a. Makan, berbicara dan menelan b. Rentan thdp. infeksi

c. Rentan thdp. karies gigi

(4)

Ada 3 kel. Saliva mayor :

a. Parotis (duktus : Stensen)

b. Submandibular (duktus : Wharton) c. Sublingual (duktus : Rivinus)

Ciri :

 Letaknya di luar kavitas oral

 Encapsulated

 Berduktus (> panjang)

(5)

Kel. Salivarius minor :

 Terletak tersebar (labial, lingual, palatal, bukal, glosopalatal, retromolar)

 Unencapsulated

 Berduktus (pendek)

(6)

Jenis sekresi :

 Parotis : serous/watery : amilase>>

 Submandibularis : more mucinous

 Sublingual : viscous

MIXED SALIVA di dalam rongga mulut

(7)

FUNGSI SALIVA

Proteksi :

- lubricant

- barrier thdp. noxious stimuli, toksin mikroba, trauma minor

- pencuci mekanis

- protein yg mengikat Ca saliva

membantu pembentukan pelikel saliva (sbg. membran protektif)

(8)

Buffering :

- dilakukan oleh ion bikarbonat , fosfat dan residu bermuatan negatif

- melindungi kav. oral melalui 2 jalan

yaitu membuat pH oral tidak optimal utk bakteri dan mencegah plak

mikroorganisma utk menghasilkan asam

- sialin (peptida saliva) :  pH dental

plaque karies <<

(9)

Digesti :

- untuk mengenali rasa

- menetralisir kandungan esofagus - melarutkan gastric chyme

- membentuk bolus makanan (karena amilasenya dapat memecah zat tepung)

(10)

Organ perasa :

- mengenali agen berbahaya

- melarutkan substansi shg. dapat dirasakan

- membawa substansi ke taste buds - protein gustin-nya diperlukan untuk

pertumbuhan dan pematangan taste buds

(11)

Antimikrobial :

- kandungan histatin-nya mgd. subs.

antibakteri

- lisosim : menghidrolisa dinding sel bakteri

- laktoferin : dpt. mengikat ion Fe bebas bakteri kekurangan elemen esensial

- IgA : menggumpalkan mikroorganisma (cleansing action)

(12)

Menjaga integritas gigi :

- maturasi post-eruption, mll difusi ion Ca, fosfat, Mg, Chloride yang tdpt di saliva,

akibatnya :

Kekerasan permukaan gigi

Permeabilitas

Ketahanan thdp. Karies (tjd

remineralisasi krn ada ion Ca dan fosfat)

Statherin dan acidic proline-rich proteins- nya akan menghambat pertumbuhan

kristal hidroksiapatit

(13)

Percepatan clotting time (kecepatan

wound contraction ) krn adanya EGF di dalam saliva yg diproduksi oleh kel.

submandibularis

(14)

KOMPOSISI SALIVA

• 99 % : air

• 1 % : komponen organik dan inorganik

• Saliva manusia : hipotonik

• Osmolaritas saliva tgt curah saliva

(curah saliva tinggi osmolaritas

• Elektrolit utama : Na, K, Ca, Cl,

bikarbonat, fosfat organik (lainnya, < 1.0 mM : Mg, S, I, Fl)

(15)

• Kel salivarius mayor menentukan homeostasis Ca dan fosfat

• Konsentrasi Ca dan fosfat tgt curah saliva

• Ca dan fosfat diperlukan utk

remineralisasi email gigi (stlh erupsi)

• Konsentrasi Fl tak tgt curah saliva

• Fl saliva penting utk pembentukan

fluorapatite enamel (lebih tahan thdp demineralsasi asam dibanding

hidroksiapatit)

(16)

• Sekresi kel salivarius minor tak mgdng bikarbonat shg tak berefek sbg bufer

• Komponen organik : protein dan

glikoprotein (dibentuk dan disekresi oleh sel acinar dan duktus)

• Konsentrasi protein saliva total

tergantung stimulasi dan ritme sirkadian

(17)

Material organik/protein di dalam saliva :

Amilase dan lipase (diproduksi oleh sel acinar kel parotis utk pencernaan)

Lisosim, IgA, Peroxidase, Lactoperoxidase (utk fungsi imunologis)

Esterase

Kallikrein (vasodilator)

Ribonuklease

Thromboplastin

NGF (utk stimulasi diferensiasi dan maturasi sel saraf simpatetik)

EGF

Ca-binding protein

Erythropoietin (utk produksi eritrosit)

Blood group substances

(lainnya : urea, glukosa, lipids, C2O, insulin, cortisol)

(18)

Faktor yg mempengaruhi komposisi saliva :

Kecepatan curah saliva

Sifat stimulasi

Durasi stimulasi

Ritme sirkadian

Faktor genetik

Kontrol kecepatan curah saliva tergantung pada :

Neuron (serabut eferen parasimpatetik kolinergik)

Stimulasi pencecapan

Stimulasi mekanik dari pengunyahan

Hormon (sedikit berpengaruh)

(19)

ANATOMI KEL. SALIVARIUS

PAROTIS :

 letak : di depan telinga belakang ramus mandibula

 berat : 14-28 gram

 berhub dg cabang perifer N VII

 duktus berjalan ke depan

menyeberangi m. masseter, belok

masuk ke kavitas oral dan terbuka di papila parotis (~M2 atas)

(20)
(21)

SUBMANDIBULARIS :

 letak : di bag posterior dasar mulut

 berat : 10-15 gram

Duktus berjalan ke depan dan terbuka di dalam kavitas oral di bawah lidah mll orifice kecil sebelah lateral fren.

lingualis

(22)

SUBLINGUALIS :

 letak : di dasar mulut antara tepi lidah dan gigi geligi

 berat : 2 gram

 duktus ekskretori di dalam kav oral mell duktus-duktus kecil pada sublingual fold Kadang ada pertemuan antara kel

submandibularis dan sublingualis yg

membentuk kompleks subling-submand

(23)
(24)

Kelenjar salivarius minor :

 jumlah : 600 – 1000

 ciri : kecil, massa discrete menempati submukosa kav oral kecuali gusi dan bagian anterior palatum keras

 Semua mensekresi mukus kecuali gland of von Ebner (serous!!), tdpt di sulci papila sirkumvalata dan papila foliata

(25)

Development

• Sebagai penebalan epitel oral yg tumbuh ke dalam ektomesenkim, membentuk small buds

• Sel epitel ektomesenkim berkondensasi di sekitar kuncup

• Sel acinar sekretori & sistem duktus berasal dari invaginasi epitel oral

(ekto/endo)

• Jar stroma/jaringan ikat terbentuk dari ektomesenkim

(26)

• Parotis : minggu ke 4-6 (dari ektoderm oral)

• Submandibularis : minggu ke 6

• Sublingualis dan kel salivarius minor : minggu ke 8-12

(keduanya berasal dari endodermis dasar mulut)

(27)

Development of salivary gland

(28)

STRUKTUR KEL SALIVARIUS (i)

Terdiri dari serangkaian duktus yang berakhir di terminal secretory end pieces (tdr dari sel acinar)

Terminal end pieces mempunyai variasi :

ukuran

bentuk : simple circular, tubular, multilobed polygons

jumlah sel

Ruang antar sel acinar terhubung dg lumen (lumina) yg mrpkn awal dari sistem duktus

(29)

STRUKTUR KEL SALIVARIUS (ii)

Kel serous : sel pada end piece dlm bentuk roughly spherical di sekitar

lumen yg sempit

Kel mucous : sel dgn konfigurasi

tubular/polygonal dgn lumen yg lebih lebar

(30)

STRUKTUR KEL SALIVARIUS (iii)

Terminal secretory end piece tdr 3 tipe :

• Mucous cell

• Serous cell

• Myoepithelial cell

Jumlah dan distribusi masing2 jenis sel

bervariasi utk tiap sel dan secretory end piece

(31)
(32)

Morfologi kel salivarius : a. Spherical acinus

b. Tubular acinus

Sel sekretori pada kel salivarius dibagi 2 yi serous dan mucous. Gambaran

histologis dan produksi sekretorinya berbeda namun sama dalam proses sintesis dan proses sekretorinya

(33)

Saliva dibentuk di dalam secretory

end pieces yg tdr dari 2 komponen yi :

 makromolekuler (berasal dari aktivitas sintetik dan sekretori sel acinar)

 cairan (fluid) (berasal dari darah)

(34)

Struktur sel acinar :

Rough Endoplasmik Retikulum (RER)

Golgi complexes

Secretory vesicles

Golgi complexes berperan untuk :

1. Sintesis dan sekresi yang terlibat dalam transport protein, menentukan konsentrasi protein dan dalam memodifikasi protein

2. Formasi granula sekretori dan lisosom 3. Regulasi lalu lintas membran di dalam sel

(35)

PEMBENTUKAN

KOMPONEN MAKROMOLEKUL

RER sintesis protein Golgi complex (transport vesicles) : dimodifikasi packaged in secretory granules dikirim ke cell surface

membrane + unit surface membran (terintegrasi) ruptur released to external environment (EXOCYTOSIS)

Bila ada stimulasi secara farmakologis pada sekresi sel acinar banyak small vesicles ditemukan pada sitoplasma apikal ENDOCYTOSIS

(36)

PEMBENTUKAN KOMPONEN CAIRAN

Sekresi oleh kel. Salivarius terjadi setiap 15 – 60 menit ketika ada stimulasi dengan proses sbb :

stimulasi RER : Ca++ dikeluarkan (sampai 5 -10X/detik) membuka 2 membran ion channels utk K+ dan Cl- termasuk Chlorine dan Potassium channels Potassium

dilepaskan (terjadi pengambilan Na+ dan Cl- : Cl- keluar dari sel melalui channel Chlorine dan Na+ masuk ke sel melalui paracellular pathway flux of water ke lumen melalui osmotic coupling NaCl dan H2O

Jadi produksi saliva adalah suatu peristiwa transcellular

(37)

Sel Serous (Seromucous cells) (1)

Bentuknya piramid

Nukleus : spheric dan berada pada sepertiga basal

Sitoplasma : terwarnai secara intensif dengan H&E (basal hematoxyphilia)

Secretory granules terwarnai secara intensif dengan eosin terletak pada sitoplasma sebelah apikal

ME : semua organela sel yang berfungsi untuk sintesis, penyimpanan dan sekresi protein dapat terlihat

Di dalam end piece seromucous, sel-selnya didukung oleh sebuah basement membrane yg memisahkan parenkim dari jar. ikatnya

(38)

Sel Serous (Seromucous cells) (2)

Sel serous pada kel. Submandibularis

mempunyai spesialisasi basal yg lebih kompleks drpd kel.parotis

Permukaan sel serous mmepunyai mikrovili yg rumit yg meluas ke luminal dan ruang kanalikuler

Permukaan sel serous dengan lipatan yang

begitu kompleks sebagai refleksi dari fungsinya utk mengangkut cairan dan elektrolit dari serum ke saliva (Gb. 15-13, p. 325)

Walaupun scr histologis semua sel serous sama, namun scr fisiologis sekresi utk tiap sel serous berbeda-beda, kemungkinan karena perbedaan densitas elektron

(39)

Sel Mucous

Bentuk piramidal dengan nukleus memipih berada dekat basalnya

Bagian apikal sel tidak terwarnai kuat dg H&E (untuk sel serous terwarnai kuat) krn karbohidrat >>

Mempunyai komponen ensimatik lebih sedikit dengan proteinnya berhubungan dengan carbohydrate material- forming mucins

ME : Golgi complex >>> krn metabolisme KH meningkat selain itu bahan yang akan disekresikan tersimpan dalam droplets

Interdigitation antar sel mucous lebih sedikit dibandingkan pada sel serous

Lipatan basal sel mucous pd kel. submandibularis dan sublingualis cukup kompleks

(40)

Secretory Granules

Pada sel serous dan mucous, produknya dikemas di

dalam secretory granules, Terdapat variasi struktur pada secretory granules yaitu :

a. Monopartite : granules yg mengandung matriks homgenous padat

b. Bipartite : granules dengann a denser spherical inclusion c. Tripartite : granules dengan a crescent-shaped

component yg melekat pada permukaan dalam membran dan melingkungi granules

Variasi tsb ditemukan baik pada sel mucous maupun serous dari semua kelenjar. Variasi tsb kemungkinan berkaitan dg tingkat maturasi granules dan peran

secretory cell yg mampu menghasilkan berbagai jenis protein

(41)

Myoepithelial cells (1)

terletak dekat terminal secretory end piece dan intercalated ducts, menempati ruang antara basement membrane dan basal plasma membrane dari suatu secretory epithelial cells

Biasanya hanya ada satu sel myoepithelial per secretory end piece

HE : hanya tampak nukleusnya

Morfologi tgt lokasinya, utk sel yang dekat secretory end piece mempunyai bentuk an octopus sitting on a rock

Yang dekat dg intercalated ducts berbentuk lebih spindle dan punya prosesus lebih sedikit

ME : mirip dg sel otot polos

Tiap sel terdr dari satu central body (di dalamnya ada nukleus) yang darinya akan muncul 4 – 8 prosesus

Kemungkinan berasal dari sel epitel

(42)

Myoepithelial cells (2)

Fungsi :

1. Mendukung fungsi secretory cells

2. Mencegah overdistention ketika tjd produk secretory cell >>> di dalam sitoplasma

3. Mengecilkan dan melebarkan diameter intercalated ducts shg akan dapat

menurunkan dan meningkatkan resistensi 4. Membantu rupturnya sel acinar

(43)

DUCTAL SYSTEM

Sistem duktus kel. Salivarius mrp suatu jaringan duktus yang bervariasi yg dicirikan dengan ukuran diameter membran yg semakin kecil

Jaringan duktus (Ductal network) mengandung 3 klas :

a. Intercalated ducts b. Striated ducts

c. Terminal ducts

Duktus tidak hanya mrp sistem duktus yang

sederhana, namun juga berperan dalam produksi dan memodulasi saliva

(44)

Intercalated ducts

Sekresi dari terminal end pieces pertama kali melalui intercalated ducts

Dinding duktus terdiri dari sel kuboid pendek yg di tengahnya ada nukleus dan mgd sedikit

sitoplasma (RER, Golgi complex), kadang tdp

secretory granules di dekat secretory end piece.

Myoepithelial cell ataupun prosesusnya terdapat diantara basement membrane sel-sel duktus

Banyak dijumpai pada kel salivarius dg sekresi serous (kel. parotis)

(45)

Striated ducts (1)

Setelah melalui intercalated duct kemudian akan sampai ke striated ducts

Dinding duktus terdiri sel kolumnar dgn nukleus di tengah, sitoplasma terwarnai intensif dg eosin

Disebut striated (seperti pita ) krn gambaran pita yang sangat jelas pada akhiran basal setiap selnya

EM : striae tampak sebagai indentasi yg dalam dari membran plasma basal ke sel

Striated ducts dikelilingi oleh sejumlah pemb. darah kecil yg tersusun scr longitudinal

Diantara sel pada intercalated dan striated ducts tdp clear cells (macrophage-like, lymphocytic cells)

(46)

Striated ducts (1) Fungsi :

1. Memodifikasi sekret

2. Merubah dari protein yang mixed-tonic menjadi kondisi yang hipotonik

3. Mempunyai kapasitas memompa sodium

(47)

Terminal Secretory Ducts (TSD) (1)

Setelah melalui striated ducts, saliva disekresikan ke rongga mulut melalui TSD

Gambaran histologis TSD dari striated ducts menuju ke kavitas oral

Bila di dekat striated ducts : dindingnya tdr dr

pseudo-stratified epithelium yg tdr dari sel kolumner tinggi yg bercampur dg sel basal yang berbentuk kecil dan sel goblet juga dijumpai

Bila sudah mendekati kav. oral, epitel berubah mjd true stratified epithelium yg kmd akan menyatu dg kavitas oral pada ductal orifice

(48)

Terminal Secretory Ducts (TSD) (2)

Duktus ekskretori akan memodifikasi produk saliva yg dihasilkan dg merubah konsentrasi elektrolitnya atau dg menjadikan cairan yg hipotonik atau dg menambahkan komponen mukoid

Sel eosinofilik khusus yg dijumpai pada duktus tu pada mukosa kelenjar disebut

ONCOCYTES, kemungkinan berperan sbg petunjuk perubahan umur seseorang

(49)

JARINGAN IKAT

Jaringan ikat pada kel salivarius mengandung :

fibroblas, makrofag, mast cells, adipose cells, plasma cells yang kesemuanya berada pada matriks

ekstraseluler dari serabut kolagen dan substansi dasardari glikoprotein dan proteoglycans

Pada kel submandibularis dan kel salivarius minor dijumpai juga serabut oxytalan

Stroma dari jar. ikat pada kel salivarius berfungsi untuk membawa pembuluh saraf dan darah

(50)

INERVASI (1)

Aktivitas sekretori setiap kelenjar dikontrol oleh

impuls yg melalui secretomotor nerves,namun pd kel mukosal yg kecil2 sekresi spontan sering tjd tanpa kontrol dari saraf

Masuknya saraf ke kel salivarius mengikuti pemb darah yg selanjutnya terurai mjd bendel2 serabut

saraf yg lebih kecil yg membentuk anyaman di dekat terminal parenkim, lalu menyebar ke otot arteriola, sel myoepithelia, sel secretory dari terminal end pieces dan sel-sel duktus intercalated dan striated

Inervasi : parasimpatetik (untuk pertumbuhan) dan simpatetik (diferensiasi acinar)

(51)

INERVASI (2)

Dua pola inervasi kel salivarius yaitu : 1. Epilemmal

Axon (di jar ikat), bila telah mendekati secretory cells,

penutup sel Schwann lepas. Bila ada impuls saraf, substansi neurotransmitter dilepaskan dari vesikelnya, substansi tsb berdifusi menuju secretory cells melalui basement membrane

2. Hypolemmal

Axon penetrasi ke basement membrane, kmd melepaskan penutup sel Schwann, mereka berada diantara secretory

cells. Vesikel berada di sepanjang axon, dan di situ substansi neurotransmitter dilepaskan

(52)

INERVASI (3)

inervasi pada duktus terbatas pada jar ikatnya

salivary flow dikontrol oleh sepenuhnya oleh stimulasi saraf

stimulasi beta-adrenergic (simpatetik) akan menginduksi mekanisme sekretori protein

stimulasi L-adrenergic dan cholinergic akan mengatur pelepasan air dan elektrolit

impuls parasimpatetik lebih bersifat prevalen, sedangkan impuls yang simpatetik lebih bersifat intermiten

(53)

INERVASI (4)

Karakteristik impuls parasimpatetik :

terjadi dalam kondisi terisolasi

terutama berpengaruh pada sekretori cairan

mempengaruhi exocytosis dari bbrp sel

menginduksi kontraksi myoepithelial cells

menyebabkan dilatasi (bagian dari proses sekretori)

berpengaruh langsung pada resintesis

Karakteristik impuls simpatetik :

berperan penting pada sel yg menerima impuls parasimpatetik

tidak terlalu berpengaruh pada mobilisasi cairan

memodulasi komposisi saliva dg meningkatkan exocytosis dari sel-sel tertentu

(54)

Neurotransmitters (1)

Ada 2 macam neurotansmitter yaitu : 1. Norepinephrine

2. Acetyl-cholin

Keduanya dijumpai pada pada struktur vesikuler yg kecil, tampak agranuler pada cholinergic-axons dan granuler pada adrenergic-axons.

Mekanisme yang terjadi ada 2 jenis yaitu :

Melibatkan pembentukan cyclic-AMP

Melibatkan pemecahan phosphatidylinositol- 4,5-biphosphate

(55)

Neurotransmitters (2) Pembentukan c-AMP :

Stimulasi adrenergic c-AMP mengaktivasi protein kinase

menstimulasi sekresi protein

Pemecahan phosphatidylinositol

Stimulasi cholinergic pemecahan

phosphatidylinositol pelepasan Ca+2 bebas

(56)

Neurotransmitters (3)

Hormon yg berperan dalam regulasi kel salivarius :

Estrogen

Androgen

Glukokortikoid

Peptides hormon

Hormon dapat memodifikasi kandungan saliva, namun tdk dpt menginisiasi aliran saliva

(57)

BLOOD SUPPLY

Arteri akan bercabang-cabang menjadi arteriola tu berada di sekitar duktus kelenjar

Pemb darah akan ber-cabang2 membentuk

distribusi kapiler yg padat tu di sekitar duktus striated krn di tempat tsb terjadi pertukaran ion

Distribusi kapiler sekitar secretory end piece tidak sepadat di duktus intralobuler

Anastomose arteri-venous dijumpai pada sirkulasi di acinar

Meningkatnya aliran darah biasanya dijumpai pada saat sekresi saliva

(58)

SALIVARY GLANDS IN AGING

Semakin tua, keaktifan kel salivarius semakin berkurang kecepatan curah saliva

Histologis : perubahan degenerasi lemak, fibrosis dan adanya akumulasi progresif limfosit

Oncocytes : granuler lebih jelas, acidophilia

Oncocytes dijumpai di dalam acini dan di duktus intercalated dan striated tendensi ke neoplastic changes

ME : akumulasi mitokondria yg strukturnya berubah

Kapasitas sintesis protein menurun

Meningkatnya aging pigment (lipofuscin granules)

(59)

CLINICAL CONSIDERATIONS (1)

Sekresi saliva : 640-1200 ml/hr (10 ml diproduksi di malam hari)

Defek developmental kel salivarius : jarang terjadi

Peran diagnostik : keperluan metabolisme dan sekresi obat

Biopsi kel labialis utk diagnosis lesi sistemik inflamatori (infeksi bakteri dan virus)

Simtom : pembengkakan dan rasa nyeri

Penyakit pada kel salivarius akan merubah kecepatan sekresi dan komposisi saliva

Efek sekunder : plak dan kalkulus >>> karies dan peny periodontal >>>

(60)

CLINICAL CONSIDERATIONS (2)

Radiotx di sekitar oral : predisposisi utk peny kel salivarius lebih parah

Peny : DM, cystic fibrosis serostomia

Obstruksi aliran saliva dpt krn pembentukan salivary calculi di dalam duktus, atrofi kel salivarius +

hilangnya fungsi

Kel submandibularis lebih rentan thdp pembentukan calculi

Sel acinar kel submadibularis resisten thp atrofi kelenjar dibanding kel parotis, kel mucinous paling resisten (kel sublingualis)

(61)

SUMMARY

Minor salivary glands

Lokasi : lingual, bukal dan palatal

Merupakan kelenjar mukosal yg kecil dg duktus yg pendek

Sekretnya tu kaya mukoprotein tu IgA (kecuali kel serous dari von Ebner)

Musin dari kel minor akan berkontak dg gigi dan

permukaan mukosa dan berperan sbg mekanisme protektif saliva krn sekresinya kaya substansi mucous yg berperan dalam pembentukan acquired pellicle

Akumulasi limfosit secara lokal di sekitar dinding duktus berperan dalam immune surveillance bagi lingkungan oral

(62)

Kelenjar salivarius mayor

Saliva yg diproduksinya mempunyai komposisi yg berbeda-beda

Komposisi tsb akan berbeda pada waktu yg berbeda utk setiap kelenjar

Tdpt variasi struktur kelenjar, tidak hanya karena berbeda spesiesnya, namun perbedaan tsb tjd juga pada spesies yg sama, bahkan pada kelenjar yg sama

Sulit utk memberi deskripsi yg tepat utk setiap waktu

Identifikasi histologis dgn H&E sangat membantu menerangkan variasi-variasi tsb

(63)

Kelenjar parotis

TSED : seromucous

Bentuk sel : piramida dg nukleus berbentuk spheric yg berada pada sisi basal dan mengelilingi sebuah lumen sentral yg kecil

Sitoplasma sebelah basal terwarnai biru (basofilik) dg

granula sekretori yg jelas terlihat, utk kel yg lebih tus akan terlihat sel-sel lemak

Intercalated ducts : >>> dan memanjang,mempunyai lumen sempit yg dindingnya tdr dr sel kuboid dg nukleus bundar di tengah dan sitoplasma basofilik yg tidak rata

Striated ducts : mudah dikenali krn membentuk gambaran spt kalung merah jambu. Sel-selnya berbentuk kolumner dan terwarnai scr intensif merah jambu (acidophilic) dg eosin. Nukleus terletak di tengah dg perbesaran yg lebih besar striatednya dpt terlihat berdampingan dg basement membrane, bukan dg lumen

(64)

Kelenjar submandibularis

± 80% secretory end pieces mrp seromucous dg gambaran yg sama dg yg ada pada kel parotis, sedangkan 20%

sisanya merupakan campuran sel mucous dan seromucous

Sel mucous dapat dibedakan dg sel seromucous krn mempunyai lumen yg lebih besar,dikelilingi oleh sel-sel piramida dg nukleus memipih dan terletak pada basal dgn sitoplasma yg tidak terwarnai dg cukup kuat

Unit mixed-nya mudah dikenali krn punya penutup (topi) dg bentuk crescent-shaped caps atau demilunes dari sel-sel seromucous pada akhiran terminal dari mucus-secreting tubules

Intercalated ducts : lebih pendek

Striated ducts berkembang cukup baik dan lebih panjang shg lebih mudah dikenali

(65)

Kelenjar sublingualis

Bentuk kecil seperti buah almond

H&E : mempunyai komplemen yg bercampur pada sel- selnya dg individual acini-nya bervariasi menurut jenis selnya

Beberapa end piecesnya mengandung sel-sel besar yg

terisi mukus dan end pieces yg lain tersusun atas sel-sel dg sedikit secretory granules. Jarang ditemukan seromucous endpieces nya, namun seromucous demilunes-nya

menutup mucous tubules yg ada

Secara morfologis mrp sebuah mixed gland

Intercalated ducts : sangat pendek atau kadang tidak ada dan sulit ditemukan

Striated ducts : pendek dan sulit ditemukan, bahkan kadang tidak ada

Sekresinya secara imunohistokimiawi adalah mukus

(66)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu membutuhkan minyak/lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang disebut minyak nabati.Minyak nabati dapat diperoleh dari kelapa sawit,

Layanan kesehatan (POLINDES) sudah terse- dia di pusat desa. Namun penduduk di dusun - dusun hanya mendapatkan pelayanan rutin sekali sebulan. Persoalan besar dihadapi war- ga

Dengan judul “Penggunaan Metode Permainan Susun Kalimat Untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Membuat Kalimat Tanya How Pada Mapel Bahasa Inggris Kelas III-B

[r]

mengenai surat dukungan , bagi peserta masih dapat menggunakan surat dukungan pada lelang ulang terakhir yaitu tanggal pengumuman 31 Agustus 2012 (surat. dukungan yang terbit

Memperoleh informasi seberapa besar hubungan persepsi siwa tentang kemampuan mengajar guru PLP di dalam kelas dengan perstasi belajar siswa dalam mata pelajaran

Saluran pemasaran 09 yang terdiri dari dua pedagang perantara yakni pedagang desa dan pedagang kecamatan terlihat memberikan ratio bagian harga yang diterima petani berbeda

Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah lembaga yang memiliki izin dari menteri keuangan sebagai wadah dari akuntan publik dalam menjalankan pekerjaannya (Al.. Pendirian