Menimbang a
SALINAN
PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 109 TAHUN 2022
TENTANG
STANDAR PENDIDIKAN PROFESI DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KETUA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA,
bahwa untuk menghasilkan dokter subspesialis
yangmemiliki
kemampuanakademik dan
profesional dalammemberikan pelayanan kedolderan urologi
diperlukanstandar pendidikan profesi bagi dokter
subspesialis urologi;bahwa Standar
Pendidikan ProfesiDokter
SubspesialisUrologi telah disusun oleh Kolegium Urologi
Indonesiaberkoordinasi dengan kementerian dan
pemangkukepentingan
terkait
sertatelah diusulkan
kepada Konsil Kedokteran Indonesiauntuk
disahkan;bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal
7
ayat (1)huruf
bdan
Pasal26
ayat (1) Undang-Undang Nomor29
Tahun2004 tentang Praktik Kedokteran, Konsil
KedokteranIndonesia memiliki tugas untuk
mengesahkan StandarPendidikan
ProfesiDokter
SubspesialisUrologi
sebagaisalah satu standar pendidikan di bidang ilmu
kedokteran;bahwa berdasarkan pertimbangan
sebagaimanadimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c,
perlumenetapkan Peraturan Konsil Kedokteran
Indonesia bc
d
Mengingat 1.
c
3.
4.
5.
tentang
Standar Pendidikan ProfesiDokter
Subspesialis Urologi;Undang-Undang Nomor
29 Tahun 2004
tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013
tentangPendidikan Kedokteran (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5434);Peraturan
PemerintahNomor 52 Tahun 2017
tentangPeraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor
20Tahun 2013 tentang
Pendidikan Kedokteran (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor
303, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor617t),;
Peraturan
Konsil
Kedokteran IndonesiaNomor I
Tahun2OlL tentang Organisasi dan Tata Kerja
Konsil Kedokteran Indonesia (Berita Negara Republik IndonesiaTahun 2012 Nomor 351)
sebagaimanatelah
beberapakali
diubahterakhir
dengan Peraturan Konsil KedokteranIndonesia Nomor 36 Tahun 2015 tentang
PerubahanKedua, atas Peraturan Konsil Kedokteran
Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata KerjaKonsil Kedokteran Indonesia (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1681);Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi Nomor 18Tahun
2018tentang
Standar NasionalPendidikan Kedokteran (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 693);MEMUTUSKAN:
PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA TENTANG STANDAR PENDIDIKAN PROFESI DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGI.
Menetapkan
Pasal 1
Konsil Kedokteran Indonesia
mengesahkan Pendidikan Profesi Dokter Subspesialis Urologi.Standar
Pasal 2
(1)
Standar Pendidikan ProfesiDokter
Subspesialis Urologidisusun berdasarkan Standar Nasional
Pendidikan Kedokteran.(21 Standar
Pendidikan ProfesiDokter
Subspesialis Urologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat:a.
Standar Kompetensi Dokter Subspesialis Urologi;b.
Standar Isi;c. Standar Proses Pencapaian
Kompetensi Berdasarkan Tahap Pendidikan Dokter Subspesialis Urologi;d.
Standar Rumah Sakit Pendidikan;e.
Standar Wahana Pendidikan Kedokteran;f.
Standar Dosen;C.
Standar Tenaga Kependidikan;h.
Standar Penerimaan Calon Mahasiswa;i.
Standar Sarana dan Prasarana;j.
StandarPengelolaan;k.
Standar Pembiayaan;L Standar Penilaian Program Pendidikan
Dokter Subspesialis Urologi;m.
Standar Penelitian Dokter Subspesialis Urologi;n.
Standar Pengabdian kepada Masyarakat;o. Standar Kontrak Kerja Sama Rumah
SakitPendidikan dan/atau Wahana
PendidikanKedokteran dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Kedokteran;
p. Standar Pemantauan dan Pelaporan
PencapaianProgram Pendidikan Dokter
Subspesialis Urologi;dan
q.
Standar Pola PemberianInsentif untuk
Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Subspesialis Urologi.(3)
Standar Pendidikan ProfesiDokter
Subspesialis Urologiyang disahkan oleh Konsil Kedokteran
Indonesiatercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagiantidak terpisahkan dari Peraturan Konsil
Kedokteran Indonesiaini.
Pasal 4
Pergu.ruan tinggi harus memenuhi Standar Pendidikan Profesi
Dokter
SubspesialisUrologi
sebagaikriteria minimal
padapenyelenggaraan pendidikan profesi dokter
subspesialis urologi.Pasal 5
(1) Konsil Kedokteran Indonesia melakukan
pemantauandal evaluasi terhadap
penerapanStandar
PendidikanProfesi Dokter Subspesialis Urologi
padapenyelenggaraan
pendidikan
profesidokter
subspesialis urologi.(21 Berdasarkan hasil pemantauan dan
evaluasisebagaimana dimaksud pada ayat (1), Konsil Kedokteran
Indonesia dapat memberikan rekomendasi
kepadaperguruan tinggi untuk mengembangkan
sistempenjaminan mutu internal
sebagaiproses
penjaminanmutu
pendidikan profesi dokter subspesialis urologi.(3)
Pemantauandan
evaluasi terhadap penerapan StandarPendidikan Profesi Dokter Subspesialis
Urologi Pasal 3(1) Perguruan tinggi yang
menyelenggarakan pendidikanprofesi dokter
subspesialisurologi harus
menerapkan Standar Pendidikan Profesi Dokter Subspesialis Urologi, termasuk dalam mengembangkankurikulum.
l2l
Perguruan tinggi yang akan mengembangkankurikulum pendidikan profesi dokter subspesialis urologi
harus mengacu pada Standar PendidikanDokter
SubspesialisUrologi untuk menjamin mutu program
pendidikanprofesi dokter subspesialis urologi.
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan.
Pasal 6
(1) Dokter yang telah mengikuti pendidikan
profesi dokter subspesialis urologidi institusi
pendidikan terakreditasi,tetap dapat dinilai capaian pembelajarannya
sesuai dengan Standar Pendidikan ProfesiDokter
Subspesialis Urologimelalui
Rekognisi Pembelajaran Lampau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(2) Perguruan tinggi yang telah
menyelenggarakanpendidikan dokter subspesialis urologi
harusmenyesuaikan
standar pendidikannya dengan
StandarPendidikan
ProfesiDokter
SubspesialisUrologi
paling lambat 6 (enam) bulan sejak peraturanini
diundangkan.Pasal 7
Peraturan Konsil
KedokteranIndonesia ini mulai
berlaku pada tanggal diundangkan.Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkan pengundanganPeraturan Konsil Kedokteran Indonesia ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.Ditetapkan di
Jakarta
pada tanggal 17 Januari2O22
KETUA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA,
PUTU MODA ARSANA
Diundangkan di
Jakarta
pada tanggal 26 Janluari 2022
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAKASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
BENNY RIYANTO
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR TO8
Salinan sesuai dengan aslinya KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia
ttd
Moh. Nur Nasiruddin NIP. 1964 102
Lt99212tOOt
ttd
ttd
I"AMPIRAN
I
PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR TO9 TAHUN 2022
TENTANG
STANDAR PENDIDIKAN PROFESI
DOKTER SUBSPESTALIS UROLOGISISTEMATIKA
BABI
PENDAHULUANA.
I,ATAR BEI,AKANGB.
SE.IARAHC.
VISI, MISI, DAN TUJUAN PENDIDII(AND, MANFAAT STANDAR
PENDIDIKANSUBSPESIALIS UROLOGI
BAB II
PROFESI
DOKTERSTANDAR PENDIDII(AN PROFESI DOKTER SUBSPESI.ALIS UROLOGI
A.
STANDAR KOMPETENSI DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGIB.
STANDAR ISIC.
STANDAR PROSES PENCAPAIAN KOMPETENSI BERDASARKANTAHAP PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
SUBSPESIALIS UROLOGID.
STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIIGNE.
STANDAR WAHANA PENDIDIKANF.
STANDARDOSENG.
STANDARTENAGA KEPENDIDIKANH.
STANDAR PENERIMAAN CALON MAHASISWAI,
STANDARSARANADANPRASARANAJ.
STANDARPENGELOLAANK.
STANDARPEMBIAYAANL. STANDAR
PENILATANPROGRAM PENDIDIKAN
DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGIM.
STANDAR PENELITI.AN DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGIN.
STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKATO.
STANDAR KONTRAK KERJA SAMA RUMAH SAKIT PENDIDIKANDAN/ATAU
WAHANA PENDIDIKAN KEDOKTERAN DENGANPERGURUAN TINGGI
PEI.IYELENGGARAN PENDIDIKAN KEDOKTERANP. STANDAR
PEMANTAUANDAN
PEI..A,PORAN PENCAPAIAN PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGIO.
STANDAR POLA PEMBEPJAN INSENTIF UNTUK MAHASISWAPROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGI
BAB
III
PENUTUPLAMPIRAN
II
LAMPIRAN
III
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATARBELAKANGDolrter
spesialisurologi di
Indonesiasudah
tersebar pada29
(duapuluh
sembilan)provinsi dari 34
(tigapuluh
empat)provinsi
yang ada, walaupunjumlah
dokter spesialis urologi mencapai 543 (lima ratus empatpuluh
tiga)per
1Juli
2020. Profesi spesialis urologi telah bertumbuh dan berkembang dengan pesat,dan
padagrlisalny6
pelayanan subspesialisurologi juga semakin
berkembangdengan pesat terutama di
negara-negara maju. Dengan
perkembanganilmu yang begitu pesat tidak mungkin
seorangdolrter
spesialisurologi untuk
memahami sedalam- dalamnyaseluruh
cabangilmu
urologi. Dalam bidang Urologi terdapat 6 (enam) pemba gtan subspesialis, yaitu:No. Program Pendidikan Subspesialis
-
Urologi1 Urologi Andrologi
)
J
4 Urologi Pediatri 5 Urologi Transplantasi 6 Urologi Trauma dan
Rekonstruksi
Program Pendidikan Subspesialis Urologi Andrologi
mencakup kelainan-kelainansaluran
reproduksidan genitalia pria serta
implikasidari
kelainan-kelainan tersebut terhadapkesehatan/fungsi
seksual danreproduksi pria, disfungsi seksual dan endokrin, infeksi,
inflamasi, keganasan,dan kelainan genitalia pria lainnya. program
pendidikansubspesialis
Functional, Femare,and
Neurourologgmencakup
kelainanotot dasar panggul seperti gangguan saluran kemih bagian
bawah, inkotinensiaurine,
pelvic organ proplapse, disfungsi seksual perempuan, chronicpeluic pain dan kelainan anatomi genitalia perempuan
yangmembutuhkan
manajenrenamprehensite berupa tindakan
preventif, diag:nostik,dan
prosedurterapi
(konservatif,operatif, dan
rehabilitatif).Functbna\
Femole, and NeurourologyUrologi Onkologi
Program Pendidikan Subspesialis
Urologi
Onkologi mencakup penyakit keganasanpada saluran kemih dan
genitaliapria.
Program Pendidikan SubspesialisUrologi Pediatri mencakup kelainan saluran kemih
dangenitalia anak dan implikasi dari kelainan tersebut terhadap tumbuh
kembang anak sampai mereka menginjak usia remaja dan memasuki fasedewasa. Program Pendidikan Subspesialis Urologi
Transplantasimencakup
pengelolaantindakan transplantasi ginjal secara
mandiri,dimulai dari tahapan pemilihan pasien, persiapan tindakan,
prosedurtindakan,
penanggulangankomplikasi dan
manajemenpasca
operasi,serta
evaluasiberkelanjutan.
Program Pendidikan Subspesialis UrologiTrauma dan
Rekonstruksi mencakuptrauma urogenital serta
kelainanurogenital lain yang membutuhkan tatalaksana operasi
rekonstruksi, mencakuprekonstruksi uretra, rekonstruksi genital pria,
rekonstruksiurogenital wanita, diversi urin dan rekonstruksi buli-traktus urinarius
bagian atas.
Masing-masing subspesialis ini juga makin
tumbuh
dan berkembang sesuai dengantuntutan
zafiLarLdan
masyarakat. Masing-masing cabangilmu urologi ini makin membutuhkan pendalaman dan
peningkatan kompetensi khusus agar dapat dikuasai dengan baik oleh dokter spesialisurologi peminatnya. Oleh karena
dipandangperlu untuk
membentuk ProgramStudi Dokter
Subspesialis Urologi.Hal ini juga
sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2013 padapasal 7 mengenai
penyelenggaraanpendirlikan subspesialis
danPeraturan Konsil
Kedokteran Indonesia Nomor8 Tahun 2Ol2
tentang Program Pendidikan Dokter Subspesialis.Pendidikan dilaksanakan
di
Fakultas Kedolrteran dengan akreditasitertinggi (A) yang mana Fakultas Kedoi<teran tersebut
dapat melaksanakanPendidikan
KedokteranAkademik yaitu Strata I
(S1),strata
2
(S2) dan strata 3 (S3) juga pendidikan profesiyaitu
dokter, dokterlayanan primer, spesialis I (Spt) dan subspesialis
(Sp2). pendidikan profesi subspesialis adalah pendidikan berbasis profesidan
merupakan jenjanglanjut
pendidikan profesi dokter spesialis urologi.Untuk mempertahankan mutu pendidikan dan
outcom.e nya pemerintah mewajibkandibuat
Standar Nasionalpendidikan Tinggi
(SNDikti) dan untuk pendidikan subspesialis dibuat standar
Nasional Pendidikan Dokter Subspesialis.Buku ini memuat tentang Standar Pendidikan Profesi,
StandarPenelitian, dan Standar Pengabdian pada masyarakat.
Standar pendidikan profesi memuat penyelenggara dan penyelenggaraan, standar kompetensilulusan,
standarisi,
proses,rumah sakit
pendidikan, saranadan
prasarana, pengelol,aan, pembiayaan,penilaian serta
seleksi calon mahasiswa,gelar untuk lulusan. Selain itu memuat standar kontrak
kerja dengan rumah sakit pendidikan dan wahana pendidikan.Kurikulum dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran
denganmengacu pada SN Dikti, Standar Nasional Pendidikan
Kedokteran, Standar Nasional Pendidikan Dokter Spesialis Urologi.Kurikulum dibuat dengan melibatkan Kolegium terkait, dalam hal ini Kolegium
Urologi Indonesia (KUI)Pada Standar Pendidikan Profesi
ini,
ke-6 (enam) bidang subspesialis SuspesialisasiUrologi tersebut akan mendapatkan gelar
SpU(K) atau Spesialis Urologi Konsultan yang akan diberikan oleh Universitas.Seluruh dokter
subspesialisurologi
mempunyai kompetensi dasar sebagaispesialis urologi dan memiliki sertjfikat kompetensi
spesialisurologi yang diterbitkan oleh KUL
Setelah menyelesaikan pendidikan subspesialismaka do}ter
spesialisurologi tersebut akan
memperolehSertifikat
Kompetensi Subspesialis oleh Kolegium sesuai dengan bidang yangdiikuti.
Standar Pendidikan Profesi
Dokter
Subspesialis Urologi merupakankriteria minimal
tentang sistem pendidikan dolrter subspesialis Urologi diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
harus dipenuhiuntuk
menyelenggarakan pendidikan dokter subspesialis. Suatualat untuk
menjagamutu
pendidikan Subspesialis Urologidi
Indonesia,mengevaluasi hasil pendidikanya dengan melihat masukan
dari pemangku kepentingan. Standarini
disusun oleh KUI.B.
SEJARAHProgram
pendidikan dokter spesialis
(ppDS)urologi di
Indonesiadimulai oleh Prof. Oetama yang merupakan founding father ilmu urologi di
Indonesia. Pada tahun 1960 beliau mendirikan sub bagian
UrologiFakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan menjadi guru
besar urologi bangsa Indonesia yang pertama padatahun
1965. pada saatini
terdapat lima pusat pendidikan untuk PPDS Urologi di
Indonesia,Fakuttas Kedokteran Universitas Indonesia (FKU! Jakarta,
Fakultaskedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya,
FakultasKedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad) Bandung,
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Yoryakarta, dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang.Berkembangnya ilmu dan teknologi menuntut
penyelenggaraan program pendidikan dokter subspesialis urologi di Indonesiauntuk
segeradidirikan. Mengingat kebutuhan
kompetensiyang lebih tinggi untuk mengatasi permasalahan urologi yang lebih kornpleks
dimasyarakat.Maka dari itu perlu disusun Standar Pendidikan Profesi
Dokter Subspesialis Urologiyang dapat digunakan
sebagaistandar mutu
agar pelaksanaan Program Pendidikan Doliiter Subspesialis Urologidi
masing- masinginstitusi
pendidikan.C.
VISI, MISI, DAN TUJUAN PENDIDIKANVISI
Visi
Pendidikan Dolcter Subspesialis Urologi adalah menghasilkan dokter subspesialisurologi
sesuai denganstandar
internasionalyang
berbasiskompetensi dalam upaya meningLatkan
dera.iatkesehatan di
bidangurologi pada
tahun
2025.MISI:
1 Menyelenggarakan pendidikan
dokter
subspesialis denganteori
danpraktek agar masalah penyakit urologi dapat diterapi
hingga paripurna.Melaksanakan penelitian di bidang subspesialis urologi untuk
pengembangan
ilmu
dan teknologi.Menghasilkan dokter subspesialis urologi yang
bermoral,berdedikasi, menjunjung tingi ilmu
pengetahuan,terampil
dalam pembedahan, berempati tinggi kepada pasien dan kesejawatan demi meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.Melakukan peran aktif dalam menentukan kebijakan
dalam pencegahandan
penangananpenyakit dalam bidang
subspesialis urologi.c
J
4
5
6
Melaksanakan clinical
gouemancesesuai dengan
penyelenggaraan pelayanan di RS pendidikan,Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat
dalam
pencegahandan
penanggulanggan masalah subspesialisurologi dan
mafaatnyadapat dirasakan
bagr masyarakatluas dalam rangka
peningkatan taraf dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.TUJUAN PENDIDIKAN
T\rjuan umum:
Tujuan Pendidikan Dokter
SubspesialisUrologi adalah
menghasilandokter
subspesialisurologi
y€rng memenuhistandar
kompetensi dokter subspesialisurologi
sesuai subspesialisnya, serta mampu meningkatkan pendidikan, penelitian dan pelayanan urologi di Indonesia.T\rjuan khusus:
Mahasiswa
lulusan
Subspesialis Urologi diharapkanuntuk:
1.
Mampu memberikan pelayananholistik
dan komprehensifdi
bidangsubspesialis urologi, dengan memanfaatkan bulrti terbaik
dan teknologiterkini
secara tepat guna.2.
Mampu memahami penuh dan mahir akan kasus-kasus subspesialisurologi, serta mencapai kompetensi yang diharapkan
dalammelakukan tindakan dan
penangananyang komprehensif
pada kasus urologi.3. Mampu melakukan
persiapan perioperatiftindakan
operasi kasus subspesialis urologi.4.
Mampu melakukan penatalaksaan paska operasi kasus subspesialis urologi.5. Mampu dalam melakukan dan
memimpinpenelitian dalam
bidang subspesialis urologi.6. Mampu berkontribusi dalam
pengembangankeilmuan di
bidangkesehatan urologi, dan mampu menerapkan dan
terlibat
atctif dalam pengajaran.7.
Mampu mengadaptasidan atau
menciptakan metodologibaru
yang akan dipergunakannya dalam melakukan telaah taat kaidahD MANFAAT STANDAR PENDIDIKAN PROFESI DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGI
Standar Pendidikan Profesi Dokter Subspesialis Urologi
adalah sebagai dasardalam
perencanaan pelaksanaandan
pengawasan dalamrangka mewujudkan pendidikan
subspesialisyang bermutu,
sehinggamerupakan capaian
pembelajaranminimal yang harus dipenuhi
olehsemua
penyelenggarapendidikan subspesialis urologi di
Indonesia.Adanya standar pendidikan profesi
ini
memungkinkanuntuk
melakukanperbandingan dengan capaian pembelajaran di
negara-negara majusehingga menghasilkan luaran berkelas internasional yang
dapat dipertanggungjawabkan kemampuannyadalam melakukan
penanganan pasien, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang subspesialisurologi.
Secaraumum
manfaatstandar pendidikan
profesidokter
subspesialisurologi ini dapat dibagi menjadi 3
(tiga) manfaat,yaitu:
1.
Manfaat bagrInstitusi
Standar ini akan menjadi acuan bagi program studi
subspesialis urologi agar tercapai proses pembelajaran dankualitas
lulusan yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.2.
Manfaat bagr pemerintahStandar ini akan menjadi acuan dalam menciptakan
generasi penerus bangsa yangahli
dalam bidang urologi sertamemiliki
nilai-nilai moral dan integritas yang tinggi,
sehinggadapat turut
serta dalam membantu pembangunan negara dalam bidang kesehatan.3.
Manfaat bagi masyarakatStandar
ini
akan menjadi acuan dalam proses pembentukan dokter subspesialisurologi yang dapat
bermanfaatuntuk
meningkatkantaraf hidup masyarakat dan menggunakan disiplin ilmu
yangdipelajari
untuk
kesej ahteraan masyarakat.BAB
II
STANDAR PENDIDIKAN PROFESI DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGI
A.
STANDAR KOMPETENSI DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGIDefinisi Standar Kompetensi Dolrter Subspesialis Urologi
Standar kompetensi
lulusan
pada pendidikan akademik merupakankriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan
yangmencakup
sikap,
pengetahuan,dan
keterampilanyang
dinyatakandalam rumusan
capaian pembela.jaran.Hal ini
berdasarkan pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi,dan
Pendidikan Tinggi RepublikIndonesia Nomor 18 '['ahun 2018 tentang Standar
Nasional Pendidikan Kedokteran, BabII
Standar Pendidikan Akademik, Pasal8.
Denganstandar
tersebut, pendidikandokter
subspesialis urologidiharapkan mampu menghasilkan lulusan dokter
subspesialisurologi berkualitas dan dapat memenuhi kompetensi yang
telahditetapkan.
Kompetensiini terdiri dari sembilan area
kompetensi utama yang telah ditetapkan oleh KUI.Sembilan Standar Minimal Kompetensi Subspesialis Urologi
a.
Komunikasi EfektifMampu
melakukankomunikasi efektif
dengan berbagaiunsur yang terlibat, khususnya
pasiendan
keluarganya. Komponen- komponen yang termasuk dalam kompetensiini
adalah:1)
Mengidentifikasi berbagai bentuk dan cara komunikasi2l
Mengidentifrkasihambatankomunikasi3)
Menerapkanstrategi komunikasi sesuai hambatan
yang dihadapib.
ManajerialMengembangkan
kerjasama dan kemitraan dengan
berbagaiprofesi dan institusi dalam upaya mengantisipasi
danmemecahkan masalah kesehatan dan
mengembangkanpenatalaksanaan pasien secara terintegrasi.
Komponen- kornponen yang termasuk dalam kompetensiini
adalah:1)
Mengidentifrkasi karakteristik pasien dan masalah2l
Menyusun sarana dan prasarana kegiatan3)
Menyusun strategi dan tata hubungan kerja1
2
4l
Menyusun prosedur keadaandarurat
5)
Melaksanakankegiatanpelayananc.
Penguasaan Dan Penerapanllmu
KedolrteranMenguasai dan menerapkan secara terpadu ilmu
dasarkedokteran biologi molekuler, biomedik, ilmu klinik' ilmu
perilaku,
dan epidemiologi padapraktik
kedolrteran. Komponen- komponen yang termasuk dalam kompetensiini
adalah:1)
Mengidentifikasilingkup
pengetahuanyang
berkontribusi terhadappraktik
kedokteran2l
Menguasai berbagai cabangilmu yang
mendasaripraktik
kedokteran3)
Menerapkan secaraterpadu
berbagaicabang ilmu
yangmendasari
praktik
kedokterand.
RisetMelakukan penelitian secara mandiri maupun
berkelompokdalam upaya pengembangan ilmu kedokteran
denganpendekatan berbasis bukti. Komponen-komponen
yang termasuk dalam kompetensiini
adalah:1)
Mengidentifikasi masalahdalam lingkup praktik
maupun kebijakan bidang kedokteranmelalui
pendekatan berbasis bwktt (Euidence Based Medbinel2l
Melaksanakan penelitian kedokteran secara mandiri3)
Melaksanakanpenelitiankedokteran secaraberkelompoke.
Belajar Sepanjang HayatMawas diri dengan senantiasa melaksanakan refleksi
atasperkembangan pencapaian kemampuan
kompetensisubspesialis ilmu kedokteran
sehinggadapat
melaksanakan pengembangandiri dan profesi
sesuai dengan perkembanganilmu terkait di
Indonesiamaupun di luar
negeri. Komponen- komponen yang termasuk dalam kompetensiini
adalah:1)
Melaksanakankajian
refleksi atas pencapaian kemampuan secara lisan dan dalam bentuktulisan
2l
Merencanakan langkah-langkah pengembangandiri
yangsesuai dengan hasil refleksinya atas pencapaian pribadinya
3)
Merencanakan langkah-langkah pengembangandiri
yangsesuai dengan perkernbangan
ilmu
kedokteranf.
KeterampilanKlinikKedokteranSubspesialisMelaksanakan praktik kedolrteran yang berlandaskan ilmu kedokteran terkini yang telah tebuld melalui
metode ilmiah.Komponen-komponen
yang termasuk dalam kompetensi ini
adalah:1) Menguasai pengetahuan terkini atas pilihan
metodediagnostik maupun terapi yang digunakan
dalampengelolaan pasien
2l Melaksanakan keterampilan klinik kedokteran
spesialis secara lege artisg.
Kemampuan Memanfaatkan dan Menilai Secara Klinis InformasiMenyadari
berbagaibentuk informasi dalam khazanah ilmu pengetahuan dan memanfaatkannya secara optimal
dalamanalisis berbagai hal yang berhubungan dengan ilmu kedokteran. Komponen-komponen yang termasuk
dalamkompetensi
ini
adalah:1)
Mengidentifikasi dan mengakses informasi bidangilmu
2l
Memanfaatkan teknologiyang sesuai untuk
mendukungpraktik
kedokteran3) Mengelola informasi dengan menggunakan
teknologi informasi yang sesuaih.
Menerapkan Etika, Moral, dan Profesionalisme dalamPraktik Melakukan praktik dokter
subspesialisurologi
sesuai denganaturan
etika, undang-undang dan standar profesi yang berlaku.Komponen-komponen
yang termasuk dalam kompetensi ini
adalah:1) Menjunjung standar moral yang tingg
dalammelaksanakan
praktik
kedokteran2\
Memahami berbagaiaturan etika,
Undang-Undang Negara Republik Indonesia yang berlaku dalampraktik
kedokteran di Indonesia3)
Melaksanakanpraktik
kedokteran sesuai dengan standar profesi kedokterani.
Merniliki Kemampuan Mengajar Mahasiswa Tingkat Pra Sarjana, Sarjana dan Pasca SarjanaPada awal pendidikan peserta subspesialis
urologi
mempunyai kemampuan akademikdi
bidangilmu-ilmu
dasar urologi,klinik
kekhususan, komunitas, dan penelitian. Selanjutnya
pesertasubspesialis urologi harus mempunyai kemampuan untuk anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang,identilikasi
masalah serta menegakkan diagnosis dan diagnosisbanding. Aktrirnya peserta subspesialis urologi
mempunyaikemampuan untuk
manajemenkomprehensif pasien
sepertipemberiaan cairan, makanan, pengobatan, operasi
danrehabilitasi.
1)
Kriteriakeberhasilan:a)
Mampu mengidentifikasi masalah-masalah urologi dari aspekilmu
dasar,klinik,
komunitas dan mendapatkandata
anamnesisyang benar serta
memformulasikan masalahb)
Mampu menJrusun manajemen yang rasional dan tepatc)
Menerapkanetika kedokteran pada setiap
langkah pemeriksaan dan manajemen pasiend)
Mampu.menangani pasien-pasien kegawatdauratane) Mampu untuk menginterpretasi
pemeriksaan penunjang (lab oratorium dan radiologi)f)
Mampu menganalisa kasus-kasus yang berhubungan dengan bidang lain yang terkait dengan urologid
Mampu menganalisa penyebab kematian pasien yang dirawat di bagian subspesialis urologih) Mampu melakukan penelitian dasar, klinik
dan komunitasi)
Mampu bekerja sama dengan sejawat departemenlain untuk
menyelesaikan masalah subspesialis urologij) Mampu
menyelesaikan pengelolaan sejaumlah kasus yang telah ditentukanjumlahnya di
rawat inap, rawatjalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) sesuai
dengan standar kompetensi subspesialis urologik)
Mampu melakukan rencanarehabilitasi
pasien pasca perawatan2l
Standar Kompetensi LulusanBerdasarkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan
dan KebudayaanRepublik Indonesia Nomor 3 tahun
2020tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggr
standar kompetensilulusan merupakan lsiteria minimal
tentangkualifrkasi lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.Tabel 1. Standar Kompetensi Lulusan
a) Keterampilan umum adalah keterampilan
minimalyang wajib dimiliki oleh Dokter
Subspesialis urologiyang tercirikan dalam kr'.rikulum inti yang
berlakuseragam
di seluruh pusat pendidikan
subspesialis urologi di Indonesia.b) Keterampilan khusus, dan keterampilan lain
yang bersifatkhusus dan
gayut dengan kompetensi utamaPerilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari
internalisasi dan akutalisasi nilai dan
normayang tercermin dalam kehidupan spritual
dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalamankerja, penelitian
dan/atau
pengabdian kepada masyarakat.Sikap
1
Pengetahuan Penguasaan
konsep, teori, metode,
dan/ atau falsafah bidangilmu
subspesialis urologi secarasistematis yang diperoleh melalui
penalarandalam proses pembelajaran, pengalaman kerja,
penelitian, dan/atau pengabdian
kepada masyarakat2
Kemampuan
kerja
umumyang wajib dimiliki
olehsetiap lulusan
dalamrangka
menjaminkesetaraan
kemampuanIulusan sesuai tingkat
program dan
jenispendidikan tinggi
Kemampuan
kerjakhusus
wajibdimiliki oleh
setiaplulusan
sesuaidengan
bidangkeilmuan
programstudi
J Keterampilan
No Elemen Penjabaran
Keterampiian umum Keterampilan khusus
suatu
programstudi ditetapkan oleh
masing-masingpusat pendidikan/institusi
penyelenggara programstudi
subspesialis urologi.Jika
dalam proses pendidikan ada kompetensi-kompetensi yang dianggapperlu,
Komisikurikulum dari KUI melalui rapat rutin, rapat kerja
atau pertemuanlain
yang terdokumentasi denganbaik
(tertuang dalam daftarhadir, notulensi rapat, dan hasil
penysusunan)dapat
menetapkan hal tersebut kemudian.Mengacu pada konsep Piramida
Miller
(knours, ktwtttshow, slaws,
doeslpencapaian kompetensi dilakukan secara bertahap
danberkesinambungan
sesuai tahapan
peserta subspesialisurologi
(tahapI/pembekalan, tahap Il/magang, tahap Ill/mandiri)' Program
studi subspesialisurologi membuat
pemetaankompetensi dari setiap
areakompetensi dan modul-modul terintegrasi dengan penjabaran tingkat
pencapaiankompetensi tiap tahapan, aktivitas metode
pembelajaran,ruang lingkup materi, luaran dan
bahan penilaianuntuk
mengevaluasi capaian kompetensi dari peserta subspesialis urologi,B.
STANDAR ISI1 Definisi Standar
Isi
Standar
isi pendidikan dokter
subspesialisurologi
merupakankriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan
materipembelajaran sesuai dengan standar kompetensi lulusan
yangbersifat kumulatif dan integratif. Dijabarkan dalam
StandarPendidikan Profesi DoLter
SubspesialisUrologi yang
mencakuppengetahuan dasar terkait kebutuhan pelayanan urologi
sertapemahaman dan penerapan ilmu sosial, perilaku dan
etika;keterampilan manajemen kasus subspesialis urologi atas
dasarkemampuan
kognitif, intelelrhral, dan psikomotor. Hasil
penelitiandan pengabdian masyarakat juga termasuk dalam
cakupankedalaman dan keluasan materi
pembelajaranpada
Subspesialis Urologi.Hal tersebut
dituangkan pada bahankajian terstruktur
dalambentuk modul juga dilengkapi buku acuan dan panduan
pesertaSubspesialis urologi berupa logbook yang
menggambarkanpencapaian kompetensi serta evaluasinya dari
masing-masing peserta.Daftar Pokok Bahasan Penyakit dan Keterampilan Klinis
KUI menJrusun daftar pokok bahasan penyakit
dan keterampilanklinis
dalam mencapai kompetensi subpesialis urologiuntuk
peserta.Daftar pokok
bahasanpenyakit dan
keterampilanklinis
terdapat pada lampiran 2 (dua) dan lampiran 3 (tiga).a.
Evaluasi Pencapaian Mahasiswa Berdasarkan Piramida Miller Pokok bahasan penyakitdan
keterampilanklinis terdiri dari
4 (empat)tingkat
kompetensidan alternatif cara
pengujiannya yang mengacu pada piramida Miller (knou.rs, knoutshow,
shows, does).Berikut
adalah tahapan pencapaian kompetensi sekaligus alternatif cara evaluasinya:,
b
Work-based Assessment
Clinical and Practical Assessment
Written
Written
Gambar l. Piramida Miller Tingkat Kompetensi Mahasiswa
Program Pendidikan Dokter Subspesialis
Urologidiselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran
penyelenggarapendidikan dan dilaksanakan di Jejaring Rumah
Sakit Pendidikan.Daftar Pokok Bahasan Penyakit dan Keterampilan
Klinis Subspesialis urologi1)
Dalam lampiran 2 akandiuraikan
pokok bahasan penyakitdan lampiran 3 akan diuraikan pokok
bahasanketerampilan klinis berdasarkan bidang
subspesialis urologi.2l Pemb"San dan definisi tingkat kompetensi penyakit
diDaftar
KompetensiDokter
SubspesialisUrologi
mengacupada Standar
KompetensiDokter Indonesia
(SKDI) 2012 dan Standar Profesi Dokter Spesialis Urologi (SPDSU) 2020,kemudian dilakukan beberapa penyesuaian agar tidak
salah dalam aplikasinya.3)
Pembagiandan delinisi tingkat
kompetensi keterampilanklinis di Daftar
KompetensiDolder
Subspesialis Urologi juga mengacu pada SKDI2Ol2
dan SPDSU 2020.4l Penentuan tingkat kompetensi setiap pokok
bahasanpenyakit dan keterampilan klinis dilakukan
melaluikesepakatan dalam rapat Komisi Kurikulum KUI
danberdasarkan masukan
dari
bidang subspesialisasi masing-masing. Penjabaran masing-masing capaian tingkat
Knows
r
kompetensi
dan
definisinyatelah dilakukan
penyesuaiandengan SKDI 2012 unhrk Dokter Umum dan
denganSPDSU
2020 untuk dokter spesialis agar tidak
terjadikesalahan dalam pemahaman
dan
pengaplikasiannya saat diterapkan pada Dokter Subspesialis urologi'5) Hal yang perlu diperhatikan dalam tingkat
kompetensipada Pokok bahasan PenYakit:
a)
Tingkat kompetensiterdiri dari
L, 2,3A,38
dan 4'b) Definisi masing-masing tingkat kompetensi
pada pokok bahasan penyakit hanya mencakr'rp kttowledge (pengetahuan)dari kasus-kasus
subspesialis urologidan bukan kemampuan dalam
memberikantatalaksana'
c)
Kemampuan pemberian tatalaksana pada pasien padatingkat kompetensi pokok bahasan
penyakitdidefinisikan sebagai pengetahuan dalam perencanaan tatalaksana kasus-kasus subspesidis urologi'
6) Dalam mengimplementasikan standar kompetensi ini, program studi subspesialis urologi perlu
menJrusunkurikulum
yang mengakomodasi seluruh daftar kompetensiminimal dari bidang
subspesialisurologi yang
terdapat pada standar kompetensiini.
Penjabaran menyeluruh darikurikulum tersebut dimuat pada Buku
RancanganPendidikan
(BRP)tiap modul pembelajaran di
programstudi
masing-masing'7l
Padakurikulum
tersebut,dibutuhkan
perancangan proses pencapaian kompetensidari
tahap pendidikan awal (tahappembekalan) sampai tahap pendidikan alhir
(tahapmandiri) dan rancangan evduasi pembelajaran
dari masing-masing kompetensi yangingn
dicapaidi
tiap-tiap tahap pendidikan.Definisi Standar Proses
Standar proses
pendidikan
Dolrter Subspesialis Urologi merupakankriteria minimal tentang
pelaksanaan proses pembelajaranuntuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan Dokter
SubspesialisUrologi yang terdiri atas karalrteristik proses
pembelajaran,perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan
proses pembelajaran, dan beban belajar peserta program subspesialis serta lama pendidikan.Karakteristik Proses Pembelajaran
Pendidikan Dokter Subspesialis Urologi merupakan
proses pembelajaran yang sistematisdan terstruktur
dengankarakteristjk interaktif, holistik, integratif, ilmiah, kontekstual, temadk,
efektif,kolaboratif, yang dilaksanakan di fakultas kedokteran,
jejaring rumah sakit pendidikan, dan/ atau masyarakat.a.
PerencanaanProsesPembelajaranProses pembelajaran Dokter Subspesialis
urologi
direncanakanoleh KUI dengan strategi
pembelajaranyang berpusat
padaresiden, berdasarkan masalah kesehatan perorangan
danmasyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang terintegrasi secarahorizontal dan vertikal
yangmana dalam prosesnya harus memperhatikan
keselamatan pasien, masyarakat, peserta, dan dosen.Struktur dasar Program Studi Pendidikan
Subspesialis Urologi memiliki modul-modul pendidikan yangterdiri
atas:1)
Pendidikandasar Mata Kuliah Dasar Umum
(MDU) dan Mata Kuliah Dasar khusus (MDK).2l
Pendidikan bidang peminatan yang tergambar dalam MataKuliah Keahlian Khusus
(MKK),Mata Kuliah
PenerapanAkademik Bidang Peminatan
(MPA),dan Mata
Kuliah Penerapan Keprofesian Bidang Peminatan (MPK),3) Rangkaian kegiatan ilmiah yang berhubungan
dengan penguasaan keterampilan keprofesian, kegiatanilmiah
danriset, serta rangkaian kegiatan penerapan untuk
tercapainya kemampuan keprofesian subspesialis urologi.1
c
B.
STANDAR PROSES PENCAPAIAN KOMPETENSI BERDASARI(AN TAHAP PENDIDIKAN PROFESI DOKTER SUBSPESIALIS UROLOGI4l Menghasilkan mahasiswa yang memiliki
kemampuanmendidik, mengelola, memimpin, dan
mengembangkan pelayanan dan riset di lapangan kerja.Tabel 2.
Kurikulum Inti
Pendidikan Subspesialis Urologi AndrologiKurikulum Semester II Semester III Semester IV Jumlah
SKS
Bagian 1 Pendidikan dasar
Ilmial
MDU 4 SKS
4
MDK 6 SKS
6
MKK Disfungsi Seksual Pria
MKK Gangguan Fertilitas Pria Bag)an 2
Pendidikan bidang peminatan
3 SKS
3 SKS
MKK Aspek
Andrologi dari Gangguan Perkembanga
n
Seksual dan Endokrin PriaMKK Aspek
Andrologi dari Infeksi,
Inllamasi, Keganasan,
dan
KelainanGenitalia kia
lainnya
3 SKS 3 SKS
72
Bagian 3 Penguasaal ilmiah riseet &
keterampilan
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS MPK Disfungsi
Seksua-l Pria
MPK Gangguan Fertilitas Pria
MPK Aspek
Andrologi dari Gangguan Perkembangan
Seksual
dan Endokrin PriaAspek
Andrologi dari Infeksi,
Inflamasi, Keganasan,
dan
KelainanGenitalia
Pria27 Semester I
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
8
15
Tabel 3.
Kurikulum Inti
Pendidikan Subspesialis Functbnal" Female, and Neurourology9 SKS 9 SKS
lainnya
9 SKS Bagian 4
Kemampuaa mendidik
i
SKS 1 SKS 1 SKS 3Evaluasi
Jumlah SKS
Evaluasi awal
Evaluasi Eva-luasi Evaluasi
Menentukan
judul
1 SKS
Menyajikan proposal 3 SKS
Penelitian
4 SKS
Ujian
4 SKS
I6 i5
74 72Kurikulum Semester I Semester II Semester III Semester [V Jumlah
SKS
Bagian 1 Pendidikan Dasar Ilmiah
MDU 4 SKS
4 MDK
6 SKS
6 Bagian 2
Pendidikan Bidang Peminatan
MKK Male and Female Louer
urinary Tract Furtction and Dgsfunction (LWD) 3 SKS
MKK
Urodgnamb and
Neurourology
Ilauma
Urogenital Pada Perempuan 3 SKS
MKK Obstruksi Saluran Kemih lagian Atas Disfungsi Otot Dasar Panggul (Pelub Floor Dgsfunction) 3 SKS
MKK Disfungsi Seksual Perempuan
(Female Sexual Dgsfunctian) 3 SKS
72
Bagian 3 Penguasaal Ilmiah Riset dan
Keterampila:n
MPA 2 SKS
MPA 3 SKS
MPA 3 SKS
8
MPK Trauma Urogenital Pada Perempuan Obstruksi Saluran Kemih bagian Atas
MPK Disfungsi Otot Dasar Panggul (Pelub Fbor Dysfunctbn) Disfungsi Seksual Perempuan (Female Sexual Dysfurrction)
27
t2
MPK Mab and Femab Lower urinary Tract
Function ond.
Dgsfunction (LwD) Urodynamic and
Neurourology
Tabel 4.
Kurikulum Inti
Pendidikan Subspesialis Urologi Onkologi9 SKS 9 SKS 9 SKS
Bagian 4 Kemampuan Mendidik
lSKS 1 SKS 1 SKS J
Evaluasi Evaluasi Awal
Evaluasi Evaluasi Menentukan
judul
1 SKS
Menyajikan proposal 3 SKS
Penelitian 4 SKS
Ujian 4 SKS
t4 15 t6 r5 72
Kurikulum Semester I Semester II Semester III Semester IV Jumlah
SKS
Bagian
I
Pendidikan dasar Ilmiah
MDU 4 SKS
4
MDK 6 SKS
6
Bagiaa 2 Pendidikan bidang peminatan
MKK Terapi Sistemik
Lanjut
dan Paliatif Urologi Onkologi 3 SKSMKK Operasi Urologi Onkologi Lanjut
3 SKS
MKK
Manajemen Pre dan Post Operatif Kasus Urologi Onkologi 3 SKS
MPA 2 SKS
MKK
Diversi
Urinpada
Kasus Urologi Onkologi 3 SKS72
Bagian 3 Penguasaan ilmiah riseet &
keterampilan
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS MPK
Sistemik
Lanjut
dan Paliatif Urologi Onkologi 9 SKSMPK Operasi Urologi Onkologi Lanjut Manajemen Pre dan Post Operatif Kasus Urologi Onkologi 9 SKS
MPK
Diversi
Urinpada
Kasus Urologi Onkologi27
Bagian 4 Kemampuan mendidik
1 SKS 1 SKS 1 SKS 3
Evaluasi
Evaluasi awal
Evaluasi Evaluasi Evaluasi Menentukal
judul
1 SKS
Menyajikan proposal 3 SKS
Penelitian 4 SKS
Ujian 4 SKS
Jumlah SKS 15 15 74 72
Evaluasi
l2
Jumlah SKS
8
9 SKS
16
Tabel 6.
Kurikulum Inti
Pendidikan Subspesialis Urologi Transplantasi KurikulumBagian
I
Pendidikarr dasar llmiah
Semester I Semester II Semester III Semester IV Jumlah
SKS MDU
4 SKS
4
6
Bagian 2
Pendidikan bidang peminatan
MKK
Rekonstnrksi Genitalia Eksterna Anak
3 SKS
MKK
Laparoskopi Urologi Pediatri 3 SKS
MKK Urologi Fungsional 3 SKS
MKK
Diversi Urin Lanjut 3 SKS
t2
Bagian 3 Penguasaan ilmiah riseet
&
keterampilan
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS MPK
Rekonstruksi Genitalia Eksterna
Ana-k
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
8
MPK
laparoskopi Urologi Pediatri
9 SKS
MPK Urologi Fungsional dan Diversi Urin Lanjut 9 SKS
27
Bagian 4 Kemampuan mendidik
1 SKS 1 SKS J
Evaluasi
Evaluasi Eva.luasi Evaluasi t2 Penelitian
4 SKS
Ujian 4 SKS
Jumlah SKS 16 15 15 74 72
Kurikulum Semester I Semester II Semester III Jumlah
SKS
Bagian
I
Pendidikan dasar Ilmiah
4
6
Bagian 2 Pendidikan bidang peminatan
MKK
Manajemen Organisasi Transplantasi
3 SKS
MKK
Imunobiologi Transplantasi
3 SKS
MKK
Ketrampilan Bedah Terapi Pengganti Ginjal (1)
3 SKS 3 SKS
10
Bagian 3 Penguasaan
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
8
Tabel 5.
Kurikulum Inti
Pendidikan Subspesialis Urologi PediatriI
MDK 6 SKS
9 SKS 1 SKS
Evaluasi awa-l
Menentukan judul
l
SKSMenyajikan proposal 3 SKS
Semester [V
MDU 4 SKS
MDK 6 SKS
MKK
Ketrampilan Bedah Terapi Penggalti Ginjar (2)
Tabel 7.
Kurikulum Inti
Pendidikan Subspesialis Urologi Trauma dan RekonstruksiBagian 3 Penguasaan ilmiah riseet &
keterampilan ilmiah riseet
&
keterampilan
MPK
Manajemen Organisasi Tra;rsplaltasi Imunobiologi Transplantasi 9 SKS
MPK
Ketrampilan Bedah Terapi Pengganti Ginjal (l) 9 SKS
MPK
Ketrampilan Bedah Terapi Pengganti Ginjal (2) 9 SKS
27
Bagian 4 Kemampuan mendidik
1 SKS 1 SKS
l
SKSEvaluasi
Evaluasi awal Evaluasi Evaluasi Evaluasi
l2
Menentukan judul
1 SKS
Menyajikan proposal
Penelitian 4 SKS
3 SKS
Ujian 4 SKS
Jumlah SKS 16
i5
15t4
72Kurikulum Semester I Semester II Semester III Jumlah
SKS
Bagian I Pendidikan dasar Ilmiah
MDU 4 SKS
4
MDK 6 SKS
6
Bagiaa 2
Pendidikan bidang peminatan
MKK
Rekonstruksi Uretra Pria
4 SKS
MKK
Diversi
urin danRekonstruksi
Buli
dan Traktus Urinarius Bagtan Atas2 SKS
MKK
Rekonstruksi Urogenital Wanita 2 SKS
MKK Trauma Urogenital 2 SKS
MKK
Rekonstruksi Genital Pria
t2
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
MPA 2 SKS
8
Diversi
MPK urin danRekonstruksi
Buli
dan Traltus Urioarius Bagia! Atas 5 SKSMPK Trauma Urogenital
MPK
Rekonstruksi Uretra Pria 7 SKS
MPK
Rekonstruksi Genital Pria 5 SKS MPK
Rekonstruksi Urogenital Wanita
5 SKS
27 Semester IV
2 SKS
Bagian 4 Kemampuan mendidik
1 SKS 1 SKS
Eva.luasi
Evaluasi awal Evaluasi Eva-luasi Evaluasi t2 Menentukan
judul
1 SKS
Menyajikan proposal 3 SKS
Penelitian 4 SKS
Ujian 4 SKS
Jumlah SKS 77 15
t4 l4
7C5 SKS
1 SKS J
b.
PelaksanaanProses PembelajaranProses pembelajaran dirancang dalam
bentuk interaksi
antara dosen, peserta, pasien, masyarakat, dan sumber belajar lainnya yang tersedia pada lingkungan belajar yang disesuaikan dengankurikulum. Dalam proses pelaksanaannya
digunakan pendekatan pendidikan interprofesi kesehatan berbasispraktik kolaborasi yang komprehensif berdasarkan
prinsip-prinsipmetode itmiah, berupa kemampuan scbntific
problem-soluing approachdan decisbn
making berbasisbwktr,
euidence-based medicine.Bentuk kegiatan berupa kutah, diskusi
kelompok,mandiri, tutorial, kegiatan bangsal, poliklinik, dan
tindakanoperatif. Kegiatan ini mencakup pendidikan akademik
danpelatihan keprofesian. Dalam pelaksanaannya,
prosespembelajaran mahasiswa dapat dilakukan di
DepartemenUrologi
dan di luar
Departemen Urologi. Mahasiswajuga
dapatmelakukan proses pembelajaran di rumah sakit
jejaringpendidikan
yangtelah
ditetapkan,untuk
mengambil beberapa kompetensi tertentu.c.
Beban Belajar dan Lama PendidikanBeban
belajar
peserta subspesialisdan
capaian pembelajaranlulusan pada proses pendidikan Dolrter Subpesialis
Urologitercantum dalam Buku Kurikulum dan Standar
Pendidikan ProfesiDokter
Subpesialis Urologi yangdisusun
olehKUI
dan dinyatakan dalam sistem modul yang dapat disetarakan dengansatuan kredit
semester (SKS).Beban belajar pada
programpendidikan
subspesialisurologi paling sedikit
setara60
(enampuluh) SKS. Masa pendidikan Dokter Subspesialis
Urologi minimal 4 (empat) semester.Kurikulum
Pendidikan Dolrter Subspesialis urologiKUI bertugas menyusun Kurikulum Pendidikan
Dokter SubspesialisUrologi untuk digunakan
sabagaiacuan
setiap prograrnstudi
dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pembelajaran Dokter Subspesialis Urologidi
Indonesia.Hal ini bersifat dinamis dan
fleksibel yangdapat
disesuaikan dengankondisi program studi urologi masing-masing.
Evaluasidilakukan
secara berkala sesuai dengankebutuhan
pelayanan kesehatandari
masyarakat, perkembanganilmu
pengetahuan,dan teknologi di bidang kesehatan kedolderan
khususnya bidang urologi.Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan
Standar kompetensi
lulusan
sesuai dengan Peraturan MenteriPendidikan dan
KebudayaanNomor 3 Tahun 2020 Pasal
5merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi
kemampuan Iulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Tabel 8. Capaian Pembelajaran Lulusan Subspesialis Urologi Andrologi d
e
No
Uraian kemampuan ke{a, wewenang, dan
tanggung jawab
Kemampuan Kerja
1 Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi,
dan/atau seni baru
didalam
bidangkeilmuannya
ataupraktek
profesionalnyamela-lui riset,
hinggamenghasilkaa
karyakreatif, original,
danteruji.
Mampu
mengidentifikasi lingkup pengetahuan yangberkontribusi
terhadappraktik
subspesialis Urologi Andrologi4
4
Mampu
menerapkan secaraterpadu
berbagaicabang ilmu
yangmendasari praltik subspesialis
UrologiAndrologi
Rumusan kompetensi/
capaiaa pembelajaran l,evel Kompetensi
Mampu
menguasaiberbagai cabang
ilmuyang
mendasari praktiksubspesialis
UrologiAndrologi
2
Mampu
memecahkanpermasalahan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau
senidi
dalambidang
keilmuannyamelalui
pendekataainter, multi,
dan transdisipliner;Mampu
mengidentjfrkasiinformasi yang
diterimauutuk
kemudianditerapkan
dalampenatalaksanaan pasien 4
J
Mampu
mengelola,memimpin,
danmengembangkal
riset dan pengembalgan yangbermanfaat
bagikemaslahatan
umat manusia,serta
mampumendapat
pengakuannasional
dan internasional;Mampu
melaksanakanpenelitian
kedokteran secara mandiri4
Mampu
melaksanakanpenelitian
kedolrteran secara berkelompok4
Wewenang & Tanggungjawab
i
Mampubertanggungiawab atas
pekerjaan di
bidangprofesinya sesuai dengan kode etik profesinya;
Mampu
melakukanevaluasi secara
kritisterhadap hasil kerja dan
keputusan
yang
dibuatdalam
melaksalakanpekerjaan
profesinyaMampu
menjunjung standar moral yang tinggidalam
melalcsanakan praktik kedokteraa4
Mampu
memahamiberbagai aturan
etika, Undang-
Undang NegaraRepublik Indonesia yang
berlaku dalam
praktikkedokteran di Indonesia
4
Mampu
melaksanakan praktik kedokteran sesuaidengan Standar
Profesi Kedokteran4
2
Mampu
memahamipentingnya
evaluasikine{a baik diri
sendiri,rekan
sejawat, ataupun institusi tempat kerja4
baik oleh dirinya sendiri,
sejawat, atau
sisteminstitusinya;
4
Mampu
menJrusunprosedur keadaan darurat 4
Mampu
melak^sanakankegiatan pelayanan 4
4
Mampu beke{a
sama dengan profesi lain yang sebidang maupun yangtidak sebidang
dalam menyelesaikan masalah pekerjaan yang kompleksyang terkait
dengaabidang profesinya;
Mampu
membinahubungaa baik
denganprofesi
lain dan
bekedasama
interprofesi untuk tatalaksana pasien yang komprehensif dan holistik5 Mampu merrgembangkan dan memelihara jaringan ke{a dengan masyarakat profesi dan kliennya.
Mampu memelihara
dal mengembangkan
kerjasama interprofesi 4
6
Mampu
meningkatkaakapasitas
pembel4laranmandiri dan tim
yangberada di
bawahtalggungiawabnya.
Mampu
melaksanakanrefleksi
atas perkembangarrpencapaian
kemampuan kompetensi spesialis ilmukedol:teran
sehinggadapat
melaksanakan pengembangandiri
danprofesi sesuai
denganperkembangan
ilmuterkait di
Indonesiamaupun di luar negeri
4
Mampu
mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit,
mengamankan,
danmenemukan
kembalidata dan
informasi4
Memalfaatkan
yang
sesuai mendukungteknologi untuk praktik
4 3 Mampu memimpin suatu
tim kerja
untukmemecahkan
masalahbaik pada
bidangprofesinya,
maupun masalah ya;rg lebih luas dari bidang profesinya;Mampu
menyusunstrategi dan
tatahubungan kerja
4
7
Mampu
mengidentiEkasida.rr mengakses informasi bidang ilmu