6
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Web A. Website
Web adalah sebuah dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language), yang hampir keseluruhannya diakses melalui http, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser.
WWW (World Wide Web) atau biasanya yang dikenal dengan web merupakan salah satu fasilitas diinternet yang berfungsi sebagai media interaksi pemakai komputer untuk menampilkan halaman informasi yang dicari. Halaman web tersebut diakses dan dibaca menggunakan perangkat lunak web browser seperti internet explorer, mozilla firefox, google chrome, dan sebagainya, menurut (Irnawati & Listianto, 2018).
Menurut (Hidayatullah & Kawistara, 2015) WWW adalah suatu program yang ditemukan oleh Tim Bernes-Lee pada tahun 1991. Awalnya Berners-Lee hanya ingin menemukan cara untuk menyusun arsip-arsip risetnya.
B. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Dalam perancangan web yang dibuat, penulis menggunakan bahasa pemograman :
1. HTML
Menurut (Eng, Zaki, & Community, 2013), “HTML adalah bahasa pemograman yang bebas, dan tidak memiliki oleh siapa pun, pengembangannya dilakukan banyak orang, banyak pihak di seluruh dunia dan bisa dikatakan sebagai sebuah bahasa yang dikembangkan bersama-sama secara global”.
Menurut (Bekti. Humaira Bintu, 2015), “HTML merupakan dasar untuk pembuatan desain web, file HTML berisi suatu instruktur tertentu yang dapat memberikan sebuah format pada dokumen yang akan ditampilkan pada www (word wide web)”.
HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web internet dan formating hypertext sederhana yang ditulis kedalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi menurut,(Harison & Syarif, 2016).
HTML (Hyper Text Markup Language) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat halaman web, untuk menampilkan berbagai informasi dalam sebuah penjelajahan web internet. HTML juga dapat digunakan sebagai link antara file dalam situs maupun komputer dengan menggunakan localhost atau bisa juga digunakan sebagai link penghubung antara situs-situs yang ada di internet.
2. PHP
(Medcoms, 2016), “Php (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa script yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML”.
Php adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk
pengembangan web.
PHP adalah sebuah bahasa pemograman yangberjalan dalam sebuah web- server (serverside), menurut (Harison & Syarif, 2016).
(Badiyanto, 2013), php adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML/PHP banyak dipakai untuk membuat situs web dinamis.
3. JavaScript
Menurut (Suryana. Taryana dan Koesheryatin, 2014), “JavaScript adalah bahasa script berdasar pada objek yang memperbolehkan pemakai untuk mengendalikan banyak aspek interaksi pada suatu dokumen HTML”.
Menurut (Medcoms, 2016), “JavaScript adalah bahasa script yang ditempelkan pada kode HTML dan diproses disisi client”.
Javascript adalah jenis bahasa pemrograman client side. Penggunaan kode javascript pada sebuah website bersifat opsional, artinya tidak haru selalu dipakai.
Namun, penggunaannya pada website-website maupun blog modern saat ini hampir semuanya menggunakan kode javascript walaupun sedikit.
4. JQuery
Menurut (Eng et al., 2013), “Jquery adalah sebuah library JavaScript yang memiliki motto Write less do more artinya dengan megetikan kode yang sedikit ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan JQuery”.
JQuery merupakan sebuah Javascript Library atau bisa disebut juga sebagai perpustakaan dari kumpulan kode/listing Javascript yang siap pakai, menurut (Harison & Syarif, 2016).
5. CSS (Cascading Style Sheet)
Menurut (Masrur. Mukhamad, 2016), “CSS merupakan sebuah standar penggunaan dan pembuatan style pada suatu dokumen halaman web. CSS direkomendasikan oleh W3C pada tahun 1996 sebagai akibat munculnya berbagai presentation HTML tags (tag-tag HTML yang berfungsi mengatur tampilan informasi dalam webpage) yang „mencemari‟ HTML sebagai bahasa struktur”.
Menurut (Bekti. Humaira Bintu, 2015), “CSS (Cascoding Style Sheet) menurut salah satu bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mempercantik halaman web dan mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstuktur dan seragam”
C. Basis Data
Menurut (Pahlevi. Said Mirza, 2013), “Basis Data adalah sekumpulan data yang saling berhubungan secara logis beserta deskripsinya, yang digunakan secara bersama-sama dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi disuatu tempat”.
Menurut (Fathansyah, 2015), “Basis data terdiri dari 2 kata, yaitu Basis dan Data. Basis diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersebarang/berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya, yang diwujudkan dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya”.
1. MySql
Menurut (Sadeli. Muhammad, 2017), “MySQL adalah database yang menghubungkan script PHP menggunakan perintah query dan escaps yang sama dengan PHP”.
MySQL adalah implementasi dari system manajemen basis data relasional (RDBMS). Pada saat ini MySQL merupakan database server yang sangat terkenal di dunia, karena bahasa dasar yang digunakan untuk mengakses database yaitu SQL.
Menurut (Medcoms, 2016), “MySql adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal”.
2. Xampp
Menurut (Medcoms, 2016), “Xampp adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari Apche, Mysql, PHP, Perl, Filezilla, dan lain-lain”.
Menurut Rianto (2015:1), “Xampp merupakan paket PHP dan MySql berbasis open source, yang dapat digunakan sebagai tool pembantu pengembangan aplikasi berbasis PHP”.
(Eng et al., 2013), “PHP adalah pemrograman untuk web yang menganut client server”.
3. PHPMyAdmin
Menurut (Medcoms, 2016), “PhpMyAdmin adalah sebuah aplikasi open source yang berfungsi untuk memudahkan manajemen MySql”.
Menurut (Barri, Arie.S.M.Lumenta, & Wowor, 2015), PHPMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa pemograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL melalui jejaring jagat jembar (World Wide Web).
D. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Gambar II.1.
Model Waterfall
Metode yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak ini menggunakan metode Waterfall yang terbagi dalam lima tahapan, yaitu:
1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan data dilakukan secara intensif untuk menspsifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
2. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplemetasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
3. Pembuatan Kode Program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
5. Pendukung (support) atau Pemeliharaan (maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya keslahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
2.2. Tools Program A. Struktur Navigasi
Menurut (Ardriansyah Doni, 2016), mengemukakan bahwa struktur navigasi dapat diartikan sebagai “alur dari suatu program yang menggambarkan rancangan hubungan antar area yang berbeda sehingga memudahkan proses pengorganisasian seluruh elemen website”.
Ada empat macam bentuk dasar navigasi, yaitu:
1. Struktur Navigasi Berurutan (Linier)
Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya.
Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya, pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dalam frame atau byte informasi satu ke yang lainnya.
Sumber : (Ardriansyah Doni, 2016)
Gambar II.2.
Struktur Navigasi Linier
2. Struktur Navigasi Tidak Berurutan (Non-Linier)
Struktur navigasi non-linier merupakan pengembang dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur navigasi non-linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan non-linier ini walaupun terdapat percabangan tetap tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan Salve Page, pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sumber: (Ardriansyah Doni, 2016)
Gambar II.2.
Struktur Navigasi Non Linier
3. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur dasar ini disebut juga struktur linier dengan percabangan karena pengguna melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.
Sumber: (Ardriansyah Doni, 2016)
Gambar II.3.
Struktur Navigasi Hirarki
4. Struktur Navigasi Campuran (Composite)
Stuktur navigasi jenis ini pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara non-linier), tetapi terkadang dibatasi presentasi linier film atau informasi
penting dan pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hirarki.
Sumber: (Ardriansyah Doni, 2016)
Gambar II.4.
Struktur Navigasi Campuran
B. ERD (Enterprise Relation Diagram)
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan atau relasi menurut (Sari, 2017).
Pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD).
Menurut (A. S & Shalahuddin, 2015), “ERD adalah bentuk paling awal dalam perancangan basis data relasional”.
Entity Relationship Diagram (ERD) memiliki dua komponen utama yaitu Entitas (Entity) dan Relasi (Relation), menurut (Eka Iswandy, 2015).
C. LRS (Logical Record Structure)
Menurut (Ardriansyah Doni, 2016) “LRS merupakan transformasi dari penggambaran ERD dalam bentuk yang lebih jelas dan mudah untuk dipahami.
Penggambaran LRS hampir mirip dengan penggambaran normalisasi file, hanya saja tidak digambarkan simbol asterix”.
LRS (Logical Record Structure) merupakan representasi dari struktur record- record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas, menurut (Sukmaindrayana & Sidik, 2017).
D. Implementrasi dan Pengujian Web 1. Black Box Texting
Menurut (A. S & Shalahuddin, 2015), “Black-Box testing (pengujian kotak hitam) yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi- fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat
mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah :
a. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password yang benar)
b. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.
2. White Box Texting
Menurut (A. S & Shalahuddin, 2015), “White-Box texting (pengujian kotak putih) yaitu menguji perangkat lunak dari segi desain dan kode program apakah mampu menghasilkan fungsi-fungsi, masukan dan keluaran yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan”. Pengujian kotak putih dilakukan dengan memeriksa lojik dari kode program. Pembuatan kasus uji bisa mengikuti standar pengujian dari standar pemograman yang seharusnya.