27
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Pеnеlitian ini dilakukan di Kampus 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas No. 246 Tlogomas, Babatan, Tegalgondo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur
B. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Jenis pendekatan yang peneliti gunakan adalah jenis pendekatan analisis deskripsi kuantitatif dengan penelitian explanatory research (Kuncoro, 2007).
Metode explanatory research merupakan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan hubungan kausal (sebab akibat) antara satu variabel dengan variabel yang lain, sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2014).
Berdasarkan jenis penelitian yang dipilih, peneliti bertujuan untuk memperoleh data yang valid dan teruji dari hasil penelitian yang dilakukan pada sampel yang nantinya hasil penelitian tersebut digunakan sebagai bahan untuk menganalisa dan menguji pengaruh dari atribut produk terhadap keputusan pembelian
28 C. Populasi dan Sampel
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014).
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Berdasarkan data yang didapatkan peneliti, Jumlah populasi yang didapat sebanyak 6.013 orang (pddikti.kemendikbud.go.id).
Menurut Yount (1999) dan Arikunto (2006), apabila jumlah anggota populasi kurang dari 100, lebih baik seluruhnya diambil sebagai sampel sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Berikut ini tabel penentuan besarnya sampel menurut Yount (1999), yaitu :
Tabel 3.1
Penentuan Besarnya Sampel Besarnya Populasi Besar Sampel
0 – 100 100 %
101 – 1.000 10 %
1001 – 5.000 5 %
5001 – 10.000 3 %
> 10.000 1 %
Sumber: Yount (1999)
Sampel penelitian ini yaitu mahasiswa/mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Dari tabel 3.1, dengan jumlah populasi sebanyak 6.013 orang maka dapat ditentukan besarnya sampel yaitu sebesar 180.39 atau dibulatkan menjadi 180 orang.
29 D. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel adalah metode non probability sampling yaitu pengambilan sampel yang tidak memberi peluang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Metode non probability sampling dipilih sebagai cara pengambilan sampel karena bila besarnya peluang populasi untuk terpilih sebagai sampel tidak diketahui (Sugiyono, 2014). Kemudian jenis yang digunakan yaitu purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan dasar pertimbangan yang dimiliki peneliti (Sugiyono, 2014). Kriteria sampel yaitu mahasiswa atau mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, mahasiswa atau mahasiswi yang menggunakan smartphone Samsung Galaxy A12.
E. Definisi Operasional Variabel
Arikunto (2006) mengemukakan bahwa, variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Operasional variabel pada penelitian ini, dijelaskan di tabel 3.2, sebagai berikut:
30 Tabel 3.2
Definisi Operasional Variabel Variabel
Kualitas Produk (X1) Konsep
Operasional
Kemampuan suatu produk dalam memberikan kinerja sesuai dengan fungsinya. (Tjiptono,2008)
Dimensi 1. Kinerja produk.
2. Fitur produk.
3. Kesesuaian dengan spesifikas.
4. Ketahanan.
5. Keandalan.
6. Kemudan perbaikan.
7. Estetika.
8. Kualitas yang dipersepsikan.
Indikator 1. Kemampuan prosesor.
2. Kapasitas baterai.
3. Masa pakai produk.
4. Banyaknya fitur kamera yang ditawarkan produk.
5. Fitur kamera pada produk memberikan kinerja yang sesuai dengan fungsinya.
6. Fitur tambahan yang mendukung fitur utama produk.
7. Ukuran Produk.
8. Bentuk Produk.
9. Pilihan Warna Produk.
Skala
Pengukuran
Skala Likert 1 – 5
Variabel Merek (X2) Konsep
Operasional
Merupakan identitas dari perusahaan pembuat produk barang atau jasa dan pembeda dari produk pesaing.
(Kotler, 2012)
Dimensi 1. Recognition (Dikenal) 2. Reputation (Reputasi) 3. Affinity (Afinitas)
Indikator 1. Merek yang mudah diingat
31
2. Dikenalnya kepopuleran bentuk produk 3. Kesesuaian merek dengan harapan Skala
Pengukuran
Skala Likert 1 – 5
Variabel
Keputusan Pembelian (Y) Konsep
Operasional
Merupakan suatu tindakan yang diambil oleh konsumen setelah melakukan pertimbangan pada berbagai aspek untuk membeli produk.
(Tjiptono, 2008) Dimensi 1. Pilihan Produk.
2. Pilihan Merek.
3. Pilihan Penyalur.
4. Waktu Pembelian.
5. Jumlah Pembelian.
6. Metode Pembayaran.
Indikator 1. Keputusan produk.
2. Keputusan merek.
3. Keputusan penyalur.
4. Kemudahan dalam melakukan pembayaran.
Skala
Pengukuran
Skala Likert 1 – 5
F. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data yang diperoleh dalam bentuk angka yang dapat dihitung. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.
Dalam suatu penelitian harus disebutkan dari mana data diperoleh sebagaimana yang dinyatakan oleh (Arikunto, 2006). Jenis data yang digunakan
32
peneliti dalam penelitian ini dapat dikelompokkan sebagai berikut;
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan oleh orang yang melakukan penelitian. Data primer yang didapat dari hasil penyebaran kuisioner kepada responden yang telah ditentukan, dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli smartphone Samsung Seri Galaxy A12.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti dari penelitian sebelumnya. Sumber data sekunder diperoleh dari situs web site, artikel, dan jurnal – jurnal yang berkaitan dengan pembelian smartphone Samsung Seri Galaxy A12.
G. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang dugunakan untuk melengkapi data- data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah:
1. Kuesioner
Kuesioner adalah teknik terstruktur untuk memperoleh data yang terdiri dari pertanyaan tertulis atau verbal yang dijawab responden (Maholtra, 2009).
Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui jawaban dari responden mengenai variabel produk, harga, promosi, layanan dan fasilitas fisik.
33 2. Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data menganai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, traskip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2006). Dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat jurnal, majalah, internet, buku dan skripsi yang berhubungan dengan komponen ritel untuk memperoleh landasan teoridan mendapatkan data yang menunjang penelitian.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang relevan dan akurat dengan masalah yang dibahas. Dalam penelitian ini, pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi beberapa pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden (Sugiyono, 2014).
H. Teknik Skala Pengukuran
1. Skala Likert
Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena (Sugiyono, 2014). Pada skala likert terdapat 5 pilihan penilaian dengan gradasi dari sangat setuju (SS) sampai dengan sangat tidak setuju (STS). Berikut ini tingkatan penilaiannya yang dijelaskan melalui tabel:
34 Tabel 3.3
Instrumen Skala Likert
No Jenis Jawaban Kode Bobot
1. Sangat Setuju SS 5
2. Setuju S 4
3. Netral N 3
4. Tidak Setuju TS 2
5. Sangat Tidak Setuju STS 1 Sumber: Sugiyono (2014)
Berdasarkan tabel 3.3 diatas, responden harus memilih salah satu dari alternatif jawaban yang telah tersedia dari pertanyaan yang diajukan. Setiap item pertanyaan akan diberi bobot nilai sesuai dengan penilaian responden. Seluruh bobot nilai akan dijumlah menjadi nilai tota. Hasil seluruh nilai total yang terbesar akan menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yang diuji yaitu keputusan pembelian. Dengan skala likert ini diharapkan dapat mempermudah peneliti dalam menyusun daftar pertanyaan kuesioner yang terstruktur setelah mengetahui nilai atau skor jawaban yang ada didalam kuesioner.
I. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
Analisa data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif yaitu mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dalam penelitian ini menggunakan data hasil kuesioner yang telah disebar kepada 180 responden, kemudian dilakukan analisis sehingga menghasilkan gambaran deskriptif yang jelas.
35
Data tersebut kemudian nantinya akan ditampilkan dengan skala likert, rata- rata, dan standard deviasi. Skala likert merupakan skala yang dapat memperlihatkan tanggapan konsumen terhadap karakteristik suatu produk.
Rumus yang dapat digakan menurut Durianto (2004) yaitu:
Rata-rata = 𝑥 =∑ 𝑋𝑖.𝑓𝑖
𝑛
Standar deviasi = √∑ 𝑓𝑖.𝑥𝑖
2−(∑ 𝑓𝑖.𝑥𝑖2 ) 150 150−1
Keterangan ;
xi = Nilai pengukuran ke-i fi = Frekuensi kelas ke-i n = Banyaknya pengamatan
Hasil dari nilai rata-rata standard deviasi kemudian harus dipetakan dalam rentang skala yang mempertimbangkan informasi interval dengan cara:
Interval = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠
Banyaknya kelas Interval = 5−1
5 = 0,8
Rentang skala yang digunakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.4 Rentang Skala
Rentang Skala Kategori
1,00 – 1,80 Sangat Rendah
1,80 – 260 Rendah
2,60 – 3,40 Sedang
3,40 – 4,20 Tinggi
36
4,20 – 5,00 Sangat Tinggi Sumber: (Durianto, 2004)
Berdasarkan tabel 3.4 rentang skala maka dapat diketahui rentang skala jawaban responden akan berada pada kategori tinggi ataupun rendah.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Lupiyoadi &
Ikhsan (2015) mengemukakan bahwa, analisis regresi linear berganda merupakan analisis statistik yang menghubungkan variabel independen (variabel bebas) yakni (X1 dan X2) dengan variabel dependen (variabel terikat) Y. Alat yang digunakan untuk menganalisis data yaitu menggunakan program SPSS dengan rumus statistik :
𝑌 = 𝑎 + 𝑏1𝑋1+ 𝑏2𝑋2+ 𝑒
Keterangan :
Y = Keputusan pembelian a = Konstanta
𝑏1, 𝑏2 = Koefisien Regresi 𝑋1 = Kualitas produk 𝑋2 = Merek
𝑒 = Standard error
37 J. Uji Instrumen
1. Uji Validitas
Uji Validitas menunjukan derajad ketepatan antara daya yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti (Sugiyono, 2014). Untuk menguji valid atau tidaknya instrument penelitian, peneliti menggunakan rumus korelasi product moment. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
𝒓𝑥𝑦= 𝒏 ∑ 𝑿𝒀 − ∑ 𝑿 ∑ 𝒀
√{𝒏 ∑ 𝑿𝟐− (∑𝑿)𝟐}{{𝒏 ∑ 𝒀𝟐− (∑𝒀)𝟐}}
Keterangan:
𝒓𝒙𝒚 = Koefisien korelasi n = Banyaknya subjek X = Nilai pembanding
Y = Nilai dari instrumen yang dicari validitasnya
Kriteria keputusan adalah apabila 𝒓ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝒓𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, artinya pernyataan atau indikator valid. Kemudian, apabila 𝒓ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝒓𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, artinya pernyataan atau indikator tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuisioner dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah stabil atau konsisten dari waktu ke waktu. Pengujian reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Suatu
38
variabel dikatakan handal apabila nilai cronbach’s alpha (α) lebih besar dari 0,6.
Apabila nilai cronbach’s alpha lebih kecil atau sama dengan 0,6 maka kuisioner dianggap kurang handal sehingga apabila dilakukan penelitian ulang terhadap variabel-variabel tersebut pada waktu dan dimensi yang berbeda,kesimpulannya akan berbeda (Ghozali, 2005). Rumus cronbach’s alpha seperti berikut :
𝑟11 = ( 𝑘
𝑘 − 1) (1∑ 𝜎𝑏2 𝜎𝑏2 )
Keterangan:
𝑟11 = Reliabilitas Instrumen 𝑘 = Banyak butir pertanyaan
∑ 𝜎𝑏2 = Jumlah varian butir 𝜎𝑏2 = Varian total
K. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2013).
Salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan menggunakan analisis statistik Kolmogorov Smirnov Test.
39 2. Uji Heterokedastisitas
Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya (Ghozali, 2013). Pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji glejser.
3. Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (Ghozali, 2013). Uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan VIF (variance inslation factor) dengan asumsi sebagai berikut:
a. Berdasarkan nilai tolerance
Jika Tolerance > 0,10 maka model regresi dinyatakan tidak terdapat gejala multikolinearitas.
Jika Tolerance ≤ 0,10 maka model regresi dinyatakan terdapat gejala multikolinearitas.
b. Berdasarkan nilai VIF
Jika VIF < 10,00 maka model regresi dinyatakan tidak terdapat gejala multikolinearitas.
Jika VIF ≥ 10,00 maka model regresi dinyatakan terdapat gejala multikolinearitas.
40 L. Uji Hipotesis
1. Uji t
Uji t merupakan uji yang digunakan oleh peneliti untuk menguji beda mean dari dua kelompok sampel. Tujuannya ialah untuk membandingkan rata-rata dari dua kelompok sampel yang tidak berhubungan antara satu dengan yang lainnya (Lupiyoadi & Ikhsan, 2015). Uji t digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen X1 dan X2 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y. Dalam hal ini variabel atribut produk secara parsial berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian. Rumusan hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:
H0 : b1,b2 = 0 maka tidak ada pengaruh dari variabel bebas (kualitas produk, dan merek) secara parsial terhadap variabel terikat (keputusan pembelian).
Ha : b1,b2 ≠ 0 maka ada pengaruh dari variabel bebas (kualitas produk, dan merek) secara parsial terhadap variabel terikat (keputusan pembelian).
Kriteria pengujian sebagai dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
a. Apabila thitung < ttabel atau nilai Signifikasi > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.
b. Apabila thitung > ttabel atau nilai Signifikasi < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh terhadap variabel terikat.
41 2. Uji Variabel dominan/ Kontribusi Terbesar
Untuk mengetahui variabel yang dominan atau kontribusi terbesar adalah dengan melihat nilai standardized coefficient beta. Standardized coefficient beta adalah variabel -variabel yang datanya telah distandarisasi dengan standar deviasi masing-masing variabel, baik variabel bebas maupun variabel terikatnya.
Standardized coefficient beta digunakan untuk persamaan regresi yang berfungsi untuk mengetahui pengaruh dan sumbangan efektif yang diberikan antara variabel bebas (kualitas produk, dan merek) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian), namun hanya berlaku pada saat itu juga dengan sampel itu pula.
Sebagai contoh, jika nilai coefficient beta kualitas produk (X1) ≤ nilai coefficient beta merek (X2) maka dikatakan bahwa variabel fitur produk adalah variabel yang berkontribusi terbesar pengaruhnya terhadap keputusan pembelian (Y).