PEMBANGUNAN DI DAERAH DALAM TERCAPAINYA TUJUAN NASIONAL
Sri Ayu Irawati1
Fakultas Hukum, Universitas Wisnuwardhana Malang Muh. Irfan Mukhishin2
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wisnuwardhana Malang
Abstrak :
Sesuai dengan amanat Undang-undang No.32 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, dimana TNI AD memiliki Hak dan kewajiban dalam melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tugas dari OMSP adalah TNI AD diperbantukan untuk pemerintahan daerah dan masyarakat sekitar. Namun, demikian undang-undang ini sudah berada dan dilaksanakan bertahun- tahun, tidak terdapat kajian akademis yang menganalisis tentang peran dan fungsi TNI AD dalam upaya diperbantukan kepada pemerintah daerah agar tercapainya tujuan nasional. Penelitian ini merupakan hasil kajian tentang pembinaan TNI AD dalam memberikan bantuan kepada pemerintah daerah yang mengambil penelitian di Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) yang tangguh dan modern untuk meningkatkan pembangunan daerah yang menyeluruh dalam mewujudkan tujuan nasional. Penelitian dilakukan pada Mei dan juni 2022, metode penelitian ini menggunakan deskriptif analisis melalui observasi, wawancara dan mengumpulkan dokumentasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat sekitar yang ada di Satkowil seperti aparat komando kewilayahan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan. Pelaksanaan tugas perbantuan TNI AD dalam melaksanakan peran dan fungsinya dalam memotivasi proses pembangunan di daerah secara merata yang berkolerasi dengan terpenuhinya kepentingan publik. Namun demikian, optimalisasi dilakukan untuk mewujudkan hasil yang tangguh dan modern dengan cara menjadika satu kesatuan kerja sama antarinstitusi, terutama antara Satkowil TNI AD dengan Pemerintah daerah serta masyarakat sekitar. Tujuan pembangunan tersebut dapat dicapai melalui pembangunan nasional yang direncanakan dengan terarah dan terukur serta dilaksanakan secara bertahap. Demi terciptanya pembangunan nasional yang mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur, merata dan berkesinambungan antara materiil dan spirituil yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang di dalamnya ada wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata Kunci : Optimalisasi, Teritorial yang tangguh dan modern
1 Alamat Korespondensi : [email protected]
2 Alamat Korespondensi : [email protected]
Abstract:
Under the mandate of Law No. 32 of 2004 concerning the Indonesian Army Force, where the Indonesian Army has the rights and obligations to carry out Military Operations Other than War (OMSP). The task of OMSP is that the TNI AD is seconded to local governments and the surrounding community. However, even though this law has been in existence and has been implemented for many years, there is no academic study that analyzes the role and function of the TNI AD in an effort to be seconded to local governments in order to achieve national goals. This research is the result of a study on the development of the TNI AD in providing assistance to local governments who take up research in a strong and modern Regional Command Unit (Satkowil) to improve comprehensive regional development in realizing national goals. The study was conducted in May and June 2022, this research method uses descriptive analysis through observation, interviews and collecting documentation of local community groups in the Satkowil such as regional command officers, local governments, community leaders, youth organizations. Implementation of the task of assisting the TNI AD in carrying out its roles and functions in motivating the development process in the regions evenly which is correlated with the fulfillment of public interests. However, optimization is carried out to achieve strong and modern results by establishing a unified inter-institutional cooperation, especially between the Satkowil TNI AD and the local government and the surrounding community. These development goals can be achieved through national development which is planned in a targeted and measurable manner and implemented in stages. For the sake of creating national development that realizes a just and prosperous society, equitable and sustainable between material and spiritual based on Pancasila and the Constitution of 1945 in which there is a unitary State of the Republic of Indonesia.
Keywords: Optimization, Territorial tough and modern
A. Latar Belakang Masalah
Dari sudut pandang geopolitik, Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia, memiliki posisi geografis terapit antara 2 benua yakni Benua Asia dan benua Australia juga diapit oleh 2 samudera besar yaitu Samudera Hindia dan Samudera pasifik., bentangan tersebut menjadikan Indonesia negara yang memiliki kekuatan dan posisi yang strategis dalam peraturan dan hubungan antar bangsa dalam lingkup kawasan global. Hal tersebut berdasarkan pemi
kiran bahwa ruang/wilayah merupakan inti dari geo politik, karena disitu juga adalah tempat segala dinamika dalam dunia politik dan militer. Penguasaan wilayah secara de facto dan de jure adalah legitimasi dari kekuasaan politik.
Dengan bertambahnya ruang negara ataupun berkurang yang disebabkan berbagai hal, erat kaitannya dengan kedu dukan dan kehormatan dan kedaulatan Bangsa dan Negara tersebut. (https://
www.kemhan.go.id/belanegara/opini/asd ).
Salah satu upaya yang wajib Tercapainya Tujuan Nasional,
Sri Ayu Irawati; Muh. Irfan Mukhishin 91
menjadi fokus elemen bangsa adalah kemandirian dan penguasaan, pengem bangan serta pemanfaatan teknologi dalam berbagai bidang. Pada konteks Ketahanan dan Pertahanan Nasional, maka pengusasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut merupakan cara cerdas untuk mengantisipasi setiap ancaman yang datang baik ancaman Militer maupun di luar dari kemiliteran serta pembangun yang merata di satuan komando wilayah (Satkowil) sekitar.
Dampak dan pengaruh negatif dari perkembangan lingkungan yang strategis juga disertai dengan berubahnya cara pandang dan hakekat ancaman terhadap eksistensi dan kedaulatan Bangsa Indo nesia tentu wajib dicermati dan disikapi oleh Bangsa Indonesia dengan serius.
Hal ini menjadi penting mengingat akan perkembangan dan kemajuan ilmu penge tahuan dan teknologi akhir-akhir ini begitu pesat yang juga telah berdampak dengan semakin berkembangnya pepe rangan modern dalam bentuk Asymme tric War fare dan proxy war.
Istilah Satkowil adalah perwujudan dari sistem komando teritorial yang memiliki daerah kekuasaan masing-
masing yang mana memiliki sejarah panjang dimulai sejak perang untuk merebut kembali kemerdekaan Republik Indonesia dan melahirkan strategi perta hanan. Tujuan utama dari Satkowil yaitu mencapai perlindungan teritorial, kedau latan, dan keselamatan bangsa dan Nega ra. Pada mulanya, strategi pertahanan teritorial digunakan untuk strategi perang gerilya dalam menghadapi kolo nialisme Belanda dimana dalam pelak sanaannya diperlukan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, strategi yang digunakan dengan menyusun hierarki militer paralel dengan birokrasi pemerin tahan sipil. Dalam perang gerilya TNI- AD sebagai tulang punggung mengha dapi kolonialisme karena pada saat itu pesawat tempur TNI-AU masih sangat minim jumlahnya, sedangkan TNI-AL masih belum terbentuk dengan baik.
Komando teritorial merupakan bentuk pemerintahan darurat militer yang men cerminkan fungsi pertahanan dan kemu dian dinamakan “Tentara dan Terito rium” sebagai akar dari Komando Dae rah Militer (Kodam) untuk mengelola sumber daya nasional untuk mendukung upaya pertahanan (Widjojo, 2007).
Konsep komando teritorial diterus kan di era pasca kemerdekaan dengan alasan masih terdapat ancaman terhadap negara khususnya ancaman terhadap ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Berawal konsep “Jalan Tengah” dan doktrin “Tri Ubaya Cakti”
yang melegitimasi Dwifungsi ABRI bahwasanya militer memiliki tiga tugas utama yaitu pertahanan darat nasional, doktrin kekaryaan dan doktrin Pembina an. Komando teritorial dalam konteks Binter merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan doktrin Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Se mesta (Sishanta) yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan untuk membantu segenap potensi wilayah un tuk kepentingan pertahanan yang meru pakan fungsi pembinaan teritorial (Bin ter) TNI (Adiwijoyo, 2002).
Dengan memaksimalkankan peran dan peran dan fungsi dalam perbantuan pemerintah, TNI AD menunjukan sikap profesional karena senantiasa siap siaga dalam melaksanakan setiap kelompok sipil yang memegang otoritas yang sah.
Jadi, Profesional TNI AD wujud nyata dari komitmen fundamental untuk menja
di pengawal kedaulatan negara dan penjamin integritas bangsa serta memi liki kompetensi dan etika yang tinggi di bidang militer (Syahnakri, 2008). Penga ruh dan kekuatan militer TNI AD mela kukan operasi di lapangan berdasarkan doktrin militer yang dimiliki, pengala man, dan kompetensi yang memang secara profesional sudah dimiliki oleh militer yang seluruh peraturan yang digunakan akan disesuaikan dengan keputusan kaum sipil (Sutoro, 2002).
Namun demikian, peran militer dalam membantu mewujudkan pembangunan yang merata juga dilihat dalam konteks pelaksanaan kebijakan yang diambil oleh Negara atau pemerintah pusat, bukan bagian dari komponen yang turut terlibat dalam semua penentuan kebijakan yang mengandung implikasi bagi soal perta hanan dan keamanan (Bainus, 2012).
Dalam Undang Undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2004 tentang TNI pada pasal (8d) menyatakan bahwa TNI AD bertugas melaksanakan pember dayaan wilayah pertahanan di darat. Hal ini dijabarkan dalam doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi (KEP) yang disahkan oleh keputusan Panglima TNI Nomor Tercapainya Tujuan Nasional,
Sri Ayu Irawati; Muh. Irfan Mukhishin 93
kep/184/II/2018 Tanggal 28 februari 2018, bahwa TNI AD melaksanakan pemberdayaan wilayah aspek darat, diantaranya dengan membantu pemerin tah menyiapkan potensi nasional menja di kekuatan pertahanan yang dpersiap kan secara dini meliputi wilayah pertaha nan dan pendukungnya. Dalam hal Pem bukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menga manatkan bahwa tujuan nasional, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehi dupan bangsa, dan ikut serta melak sanakan ketertiban dunia yang berda sarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Pencapaian target amanat Undang- Undang Dasar Negara Republik Indone sia Tahun 1945 tersebut memerlukan upaya bersama segenap bangsa Indone sia. Upaya bersama yang dimaksud ada lah diwujudkannya peran, fungsi, dan tugas setiap komponen-komponen bang sa serta dilaksanakan secara sungguh- sungguh. Pertahanan negara merupakan salah satu bentuk upaya bangsa Indone sia dalam mencapai tujuan nasional.
Hakikat pertahanan negara adalah keikut sertaan tiap warga Negara atau masyara kat sebagai perwujudan hak dan kewa jibannya dalam usaha pertahanan negara.
Hak dan kewajiban tiap-tiap warga negara tersebut diatur dalam Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sedangkan ayat (2) menegaskan bahwa usaha pertahanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, yaitu bahwa Tentara Nasional Indonesia merupakan kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
Kekuatan utama yang menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara disebut seba gai komponen utama dalam sistem perta hanan negara, Tentara Nasional Indone sia merupakan alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan me melihara keutuhan dan kedaulatan negara. Dalam Pasal 30 ayat (5) Undang- Undang Dasar Negara Republik Indo nesia Tahun 1945 disebutkan bahwa susunan, kedudukan, hubungan, dan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dalam melaksanakan tugas, termasuk
syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan negara serta hal- hal yang terkait dengan pertahanan dia tur dengan undang-undang.
Sesuai dengan latar belakang pene litian diatas maka peneliti dapat mengi dentifikasikan rumusan masalah sebagai berikut: 1). Bagaimana satkowil melaksa nakan pembinaan teritorial yang tangguh dan Modern? Dan 2).Bagaimana peranan TNI dalam hal membantu peningkatan pembangunan di Daerah untuk terwujud nya tujuan nasional?
B. Metodologi Penelitian
Metode penelitian ini mengguna kan pendekatan. Pendekatan yang diguna kan dalam Penelitian ini adalah pendeka tan Deskriptif Analisis. diskriptif analisis yaitu mendiskripsikan masalah sesuai fakta melalui proses analisa. Hal ter penting dalam sebuah Penelitian adalah memilih dan menetapkan Paradigma Penelitian yang akan dijadikan panduan selama Proses Penelitian. Teknik peng umpulan data yang dilakukan di pene litian ini dengan 3 (tiga) kegiatan utama yaitu Wawancara, Observasi dan Doku mentasi. Data Primer diperoleh dengan
Menggunakan Metode Observasi dan Wawancara di setiap ruang lingkup Sat kowil dan masyarakat sekitar. Sementara Data Sekunder dalam penelitian ini dikumpulkan dari berbagai dokumen yaitu segala hal yang berhubungan dengan Konsep, Teori dan Referensi- referensi yang berkaitan dengan pem binaan TNI AD sehingga bisa mengop timalisasikan peranan dalam pembinaan teretorial Satkowil dalam mewujudkan peningkatan pembangunan di daerah sehingga terwujudnya tujuan nasional.
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Terciptanya pembinaan teritorial yang optimal di Satkowil yang tangguh dan modern dalam mewujudkan pening katan pembangunan didaerah dalam tercapainya tujuan nasional. maka dalam hal pembahasan ini penulis akan men jelaskan bahwa Tentara Nasional Indo nesia dibangun dan dikembangkan seca ra profesional sesuai dengan kepentingan negara yang mengacu pada nilai dan prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasio nal, dan ketentuan hukum internasional yang telah diratifikasi. Tujuan dari Tercapainya Tujuan Nasional,
Sri Ayu Irawati; Muh. Irfan Mukhishin 95
pembangunan yaitu tidak lain adalah menyejahterakan rakyat atau menjadi lebih baik dari sebelumnya. Indonesia terdiri dari pulau-pulau besar maupun kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan terdiri dari bermacam- macam suku dan kebudayaan. Tidaklah mudah bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan dengan keadaan yang beranekaragam. Tentu pembangunan ter sebut harus disesuaikan dengan keadaan wilayah dimana pembangunan itu dilak sanakan. Peranan TNI hal ini untuk mem bantu pemerintah daerah dalam menca pai tujuan nasional pembangunan yang berdaya hasil dan mempunyai daya guna. Dalam hal Sumber daya manusia di Indonesia sangatlah besar dan sangat mendukung keberhasilan pembangunan.
Namun tujuan-tujuan pembangunan yang belum tercapai dikarenakan masih banyak kendala-kendala yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Tugas TNI ada lah menjaga pertahanan dan keamanan mempunyai nilai arti bagi masyarakat membantu pemerintah daerah dalam 4 aspek yakni pertahanan dan keamanan didaerah, pendidikan kesehatan akan serta merta meningkatkan pembangunan
ekonomi di daerah tersebut yang akhir nya akan tercapainya tujuan nasional seperti yang di cita-citakan oleh undang -undang dasar RI. Pembangunan me mang perlu tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Tahapan pembangunan itu sendiri dibedakan menjadi tiga jangka waktu yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan. Dan solusi yang tepat agar pembangunan di Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan tujuan- tujuan pembangunan dapat tercapai.
Pelaksanaan Pembangunan di Indonesia merupakan proses perubahan yang berangkat dari situasi nasional tertentu untuk mencapai kondisi nasional yang lain yang lebih baik. Masyarakat maju dan mandiri di Indonesia yang diinginkan dan dikehendaki rakyat ada lah masyarakat yang modern bermoral serta tangguh dalam menghadapi dina mika dan tuntutan keadaan sehingga tercapainya rakyat Indonesia yang ber keseimbangan kesejahteraan lahir dan batin. Secara fisiologis negara indonesia yang lahir dari suatu perjuangan yang panjang mempunyai sikap mental dan nilai juang yang militan , banyak dari
pemuda maupun masyarakat yang sangat menghormati dan mengidolakan TNI Secara geografi Indonesia sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau. Hal ini mengakibatkan banyaknya hambatan dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Keterikatan sebagian besar rakyat pada tradisi dan kondisi lingkungan juga merupakan hambatan untuk mengadakan pembaharuan dalam pandangan maupun sikap hidupnya.
Disini peran TNI dapat mengambil porsi yang baik dan profesional dalam hal ini sifat progefessional TNI yang penulis harapkan adalah yang tangguh dan modern tidak keluar dalam sifat dan jati diri Tni namun yang dapat bergaul dan bermasyarakat dengan baik , hal ini jika dapat tercipta akan menjadikan suatu korelasi yang sangat baik .dalam hal pendidikan penyuluhan yang dapat dilakukan anggota TNI kepada pelajar maupun kepada masyarakat akan dapat mengejar semangat kebangsaan yang sedikit banyak kurang mendapat nilai dalam pratek kesehariannya dikarena kan adanya pandemi covid 19. Sosia lisasi tentang TNI oleh para aparat tni yang besar dimasyarakat peranan Babin
sa yang mengayomi dalam supervisi para komandan kodim akan membuat kesi nambungan antara daerah dan pusat demi terciptanya tujuan nasional yang kita harapkan, dalam hal kesehatan pen tingnya sosialisasi ditambah dengan keterlibatan tni pada instansi daerah akan berdampak pada program pemerintah yang dapat terjalan dengan baik , jikalau ketiga aspek tersebut yang tidak kalah penting dan berdampak adalah secara ekonomi setelah pandemi covid 19 maka banyak ketertinggalan daerah bukan hanya pada pendidikan kesehatan namun juga dapat meningkatkan kesejahtreraan masyarakat adalah perkonomian. Pera nan TNI yang dapat membantu tercip tanya ketahanan dan keamanan sudah barang tentu dapat menaikkan angka perekonomian di daerah tertentu sehing ga lebih jauh lagi untuk tujuan nasional dapat terjadi . Sebuah Pemerintahan da lam merealisasikan suatu kebijakan ha rus mendapat dukungan dari rakyatnya, disni peranan TNI sangat dibutuhkan demi tercapainya tujuan dari pemerintah daerah tersebut karena tanpa dukungan dari masyarakat suatu kebijakan tidak dapat berjalan dengan lancar.
Tercapainya Tujuan Nasional,
Sri Ayu Irawati; Muh. Irfan Mukhishin 97
Tujuan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan melalui ide-ide pembaharuan dan peru bahan bidang ekonomi, politik, dan sosial dalam masyarakat tidak selalu mudah diterima, kecuali apabila masya rakat mengerti dan menyadari betul mengenai manfaat yang akan diperoleh dari hasil pembaharuan tersebut. Laju komunikasi dalam masyarakat desa akan dapat berjalan dengan lancar apabila dalam komunikasi ada pengertian yang benar dan menggunakan bahasa yang sama, sederhana, dan mudah dimengerti.
Disni pentingnya pemimpin setempat menyampaikan pesan pembaruan kepada rakyat melalui media komunikasi tatap muka atau antarpribadi. Dengan demiki an, opini leader setempat memegang peranan penting dalam komunikasi di daerah pedesaan. Disamping ketiga gagasan tersebut dapat juga dengan memperbaiki mutu pendidikan di Indone sia. Menanamkan moral yang baik sejak dini sangat penting bagi generasi yang akan datang. Perbaikan mutu pendidikan tersebut bertujuan meningkatkan mutu sumber daya manusia agar dimasa yang akan datang bangsa kita tidak perlu
mendatangkan ahli-ahli dari luar negeri.
Penanaman moral yang baik sejak dini bertujuan untuk meningkatkan mutu budi pekerti yang baik, jujur, dan bertanggungjawab bagi generasi yang akan datang.
Kesimpulan Pembangunan Nasio nal diselenggarakan berdasarkan demo krasi dengan prinsip-prinsip kebersama an, berkeadilan, berkelanjutan, berwawa san lingkungan, serta kemandirian de ngan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional. Perencanaan Pembangunan Nasional mencakup penye lenggaraan perencanaan makro semua fungsi pemerintahan yang meliputi se mua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah Negara Republik Indo nesia. Pembangunan sangat dipengaruhi oleh para pelaksana pembangunan, yaitu pemerintah dan warga masyarakat (beru pa dukungan kepada kebijakan pemerin tah). Komunikasi juga menentukan ber hasil tidaknya pembangunan, baik komu nikasi melalui media massa maupun seca ra langsung oleh para pemimpin setem pat. Adanya kerjasama antara pemerin tah dengan masyarakat harus diciptakan agar pembangunan dapat berjalan de
ngan lancar dan mencapai hasil yang maksimal. Sebagaimana telah disampai kan, dua landasan hukum yang menjadi dasar untuk penyusunan perencanaan pembangunan pusat dan daerah adalah Undang-undang No.25 Tahun 2004 ten tang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-undang No.23 Tahun 2-14 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang SPPN Bab II pasal 2 menjelaskan mengenai tujuan SPPN adalah untuk menjamin terciptan ya integrase, sinkronisasi, dan siner gi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara pusat dan daerah.
Peran dari Kodim disini adalah membantu pemerintah daerah dalam mengumpulkan data infrastruktur yang rusak di wilayah binaannya, karena tidak menutup kemungkinan akibat bencana alam, ataupun dimakan usia. Tingkat kerjasama dalam berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga guna membahas tentang pemilihan lokasi TNI AD Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Usulan program Pemda tersebut diatas bisa untuk menyiapkan anggaran dana
sesuai kemampuan perwilayahnya de ngan menambahkan kegiatan-kegiatan berupa renovasi rumah tidak layak huni, pembangunan tempat ibadah , jambani sasi, serta penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat setempat dalam men jaga kesehatan, bela negara, dan pendi dikan. Upaya TNI AD menbantu kegi atan tersebut di atas dalam Bidang Infra struktur atau pembangunan dan Pembina an serta Upaya TNI AD di bidang infra struktur yang ada di daerah menjadi program rutin yang dilakukan oleh TNI AD. Namun, setelah melakukan optima lisasi berlaku arahan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) keterkai tanya dalam meningkatan peran Kodim kepada Pemerintah daerah untuk mem bangun dan merenofasi serta merawat infrastruktur melalui program Bhakti TNI dan kegiatan sosial kemasyarakatan guna terciptanya kemanunggalan TNI- Rakyat. Sehingga dapat mewujudkan Sat kowil yang modern dan tangguh untuk mewujudkan tujuan nasional.
Mengoptimalisasikan keberadaan Babinsa memberikan pengaruh dan dam pak yang besar kepada masyarakat, kare na mereka adalah garda terdepan yang Tercapainya Tujuan Nasional,
Sri Ayu Irawati; Muh. Irfan Mukhishin 99
bersentuhan langsung dengan masya rakat da wilayah sekitarnya. Pemerintah daerah sangat terbantu dari kehadiran Bapinsa tersebut, mengingat keterbata san pembangunan dan pembinaan di Satkowil belum optimal daam pemera taan pembangunan yang bisa mewujud kan ketangguhan serta modern. Babinsa dan anggota TNI AD serta jajarannya bisa mengumpulkan dan mendata apa saja kerusakan-kerusakan infrastruktur juga mampu memberikan motivasi dan jalan keluar bagi keluhan-keluhan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar, con toh besar dari kerusakan infrastuktur bangunan dan jembatan yang terjadi di wilayah yang terginggal atau pelosok sebagian besar mencapai angka 100 lebih, yang mana telah memberikan dampak yang besar bagi masyarakat sekitar. Kemampuan pemerintah daerah sangat terbatas untuk menjangkau dalam mendistribusikan bantuan, dimana de ngan jumlah kerusakan yang begitu banyak pemda sekitar hanya mampu menganggarkan renovasi bangunan dan jembatan tersebut sebesar 50%. Butuh waktu yang cukup lama untuk benar- benar dapat memperbaiki kerusakan
bangunan yang tersebar di wilayah tersebut.
Dari hasil wawancara yang dilaku kan oleh peneliti terdapat masukan setiap program yang diajukan Kodim selalu mendapat respon positif dari pemda daerah di Bidang sosial budaya, dimana perkembangan masyarakat pedesaan juga mengalami stagnan atau berhenti dikarenakan desa tersebut terisolir akses dan pendistribusian bantuan menuju desa tersebut terkendala dan terhenti. Dampak lain dari kurang pemerataan pembangu nan masyarakat sekitar berupa terhenti nya pertumbuhan ekonomi karena arus transportasi terputus dan bangunan yang renta dimakan oleh usia bangunan ter sebut, sehingga barang kebutuhan pokok naik dan bahan bangunan juga naik dikarenakan ongkos pengiriman yang terlalu mahal. Sedangakan dalam bidang pendidikan, anak-anak sekolah akan mengalami kendala, yaitu ketika mereka pergi ke sekolah dan mengikuti pelajaran akan terlambat terlebih lagi pada musim penghujan masih jalan jauh dan berputar karena tidak adanya transportasi dan jembatan penghubung antar daerah satu dengan daerah lain.
Hal ini dapat kita lihat ketika terjadi pergantian pejabat, baik di wilayah Satkowil sendiri maupun dinas binamarga ataupun kepemimpinan setem pat. Kondisi tersebut akan menjadi ham batan atau kendala bagi pejabat baru dimana dalam melaksanakan koordinasi akan mengulang dengan instansi terkait, sementara program yang sudah berjalan sebelumnya dijalankan secara bertahap yang butuh penyelesaian lebih cepat.
Agar program tetap berjalan dan dapat dilanjutkan secara efektif dan efisien maka kerjasama antara Satkowil dengan dinas binamarga seharusnya dibakukan dengan MoU. Sokongan anggaran dana dari berbagai pemerintah daerahatau instansi sekitar terbatas, hal ini dapat disikapi dengan penerapan proyek padat karya dengan melibatkan peran aktif Babinsa dan masyarakat sekitar sehingga terjadi gotong royong dan mewujudkan kerjasama yang bagus dalam mewujud kan tujuan.
Analisis-analisis ini terjadi karena adanya keterlibatan antara instansi-ins tansi terkait, guna mengevaluasi kerja sama dan dukungan dari pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program
berjalan dengan baik. Dukungan Pembangunan infrastruktur di masyara kat sekitar membutuhkan kekompakan dalam menjalankan tugas masing-masing antara instansi terkait baik yang berada dalam koordinasi pemerintah daerah, Satkowil dan Polres setempat. Hal ini dilaksanakan untuk menjalankan peran dan fungsi masing-masing aparatur Negara tersebut, sehingga kesalahpaha man antar aparatur dan pelaksaan pem binaan di lapangan sangatlah minim keti ka menjalankan peran dan fungsinya.
Perencana umum tata ruang (PUTR) dari ketiga komponen tersebut di atas tentu dengan tugas dan tanggung jawab ma sing-masing aparatur Negara memiliki perbedaan. Namun selama masih dapat di koordinasikan dan komunikasi dengan baik maka tidak menjadi masalah.
Tugas pokok Satkowil dalam pem binaan teritorial untuk menyiapkan RAK (ruang, alat dan kondisi juang) untuk meningkatkan teritorial wilayah pertaha nan tentu keberadaan infrastruk tur memi liki nilai strategis dan mumpuni serta memiliki peralatan yang tidak ketingg alan zaman dan tidak boleh atau tidak bisa dipandang sebelahmata, sehingga Tercapainya Tujuan Nasional,
Sri Ayu Irawati; Muh. Irfan Mukhishin 101
menjadi Satkowil yang tangguh dan modern. Di sisi lain, Polres juga memiliki program yang telah ditentukan oleh atasannya. Polres sebagai penang gung jawab keamanan dan ketertiban masyarakatsekitar, juga memiliki hak yang sama untuk menikmati tersedianya infrastruktur yang modern dan tanggguh tersebut. Namun demikian perlu ada beberapa aspek yang ditingkatkan. Ken dala pembangunan infrastruktur saran prasaran dengan luasnya wilayah dan kondisi yang bervariasi (pegunungan dan sungai) yang memisahkan antar daerah di Indonesia menyebabkan terhambatnya Babinsa dan aparatur Negara lainnya dalam menjalankan pembinaan dan mendukung wilayah tersebut. Pengaruh terbukanya akses jalan di daerah terpen cil secara otomatis berdampak langsung terhadap peningkaan perekonomian ma syarakat sekitar, dimana hasil pertanian dan perkebunan meraka segera mungkin bisa terdistribusi dengan baik dan lancar.
Realisasi pembentukan dan pem bangunan pos-pos militer yang tangguh dan modern jadi koramil, maka RUTR/
RTRW membentuk sinergitas antara TNI AD, Pemda dan masyarakat sekitar
yang akan memberikan dampak yang positif bagi keberhasilan pembangunan daerah yang menyeluruhdan merata, khususnya dalam peningkatan kesejah teraan dan perekonomian masyarakat sekitar tidak terlepas dari situasi yang kondusif dan harmonis, situasi ini bisa terwujud bila masyarakat memiliki ke tangguhan, keuletan, ketahanan, kerama han, kerjasama yang baik akan membuat benteng yang kokoh dari pengaruh negatif dari pihak luar. Hal tersebut bisa dicapai dengan penerapan metode yang terencana dan terjadwal, tepat dan tera rah agar berhasil dan berdaya guna untuk mewujudkan tujuan nasional.
D. Kesimpulan
Dari uraian diatas melihat dari ru musan permasalahan yang ada maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut ;
1. Peranan TNI yang tangguh dan mo dern diantaranya tetap tangguh dalam menjaga marwah dan professionalitas prajurit TNI yang berwawasan kebang saan dan dicintai rakyat. Modern menjadikan prajurit TNI teritorial yang luwes flksibel dam pergaulan
bermasyarakat namun tetap menjaga kehormatan dan kode etik TNI AD.
2. Dengan mewujudkan kerjasama sat kowil yang merangkul semua elemen masyarakat demi terwujudnya pem bangunan daerah yang meliputi aspek pertahananan ,pendidikan, kesehatan, sinkronisasi ketiga elemen tersebut akan menjadikannya iklim teritorial yang kondusif yang akan berdampak besar pada sektor perkonomian yang setelah pandemi covid 19 mengalami penurunan dan kebangkrutan. Dengan demikian dapat dipastikan peningka tan perekonomian pada daerah terse but yang signifikan akan berdampak secara luas pada tujuan nasional melalui pembangunan nasional yang merata serta berksinambungan. Tuju an pembangunan tersebut dapat terca pai melalui pembangunan nasional yang direncanakan dengan terukur dan terarah serta dilaksanakan secara bertahap dan bersungguh-sungguh.
Demi terciptanya pembangunan nasio nal yang mewujudkan suatu masyara kat yang sejahtera adil dan makmur, merata dan berkesinambungan antara materiil dan spirituil yang berdasar
kan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Daftar Pustaka A. Buku
Adiwijoyo, Suwarno. 2002. Preventive Defense: Tentara Nasional Indo nesia. Jakarta: Swadana Bangun Dinamika Dunia. h. 65.
Bainus, Arry. 2012. Mengatur Tentara.
Bandung: M63 Foundation dan Asosiasi Ilmu Politik (AIPI) Bandung. h. 228.
Berlin, David Pion. 2009. Defense Organization and Civil Military in Latin America. Armed Forces and Society. vol. 35, no.3, h.
535.
Davis, L, Mohay, H & Edwards, H 2003,
„Mothers‟ involvement in caring for their premature infants: an historical overview‟, Journal of Advanced Nursing, vol. 42, no.
6, hh. 578–86.
Desch, Michael. 1995. Civilian Control of Military: The Changing Security Environment. Baltimo re: The Johns Hopkins Universi ty Press. h. 7
Tercapainya Tujuan Nasional,
Sri Ayu Irawati; Muh. Irfan Mukhishin 103
Donelly, Chris. 2006. Handbook of the Sociology of the Military. New York: Springer Science and Business Media. h. 29
Hall, M 1999, „Breaking the silence:
marginalization of registered nurses employed in nursing homes‟, Contemporary Nurse, vol. 8, no. 1, hh. 232-237.
Huntington, Samuel. 2013. Prajurit dan Negara: Teori dan Politik Hubungan Sipil-Militer. Jakarta:
Grasindo. h. 4-7.
Kardi, K. 2015. Democratic Civil Military Relations. Jakarta:
Pratama. h. 155-158.
Sutoro, E. 2002. Meletakkan Militer pada Posisi yang Sebenarnya.
Jakarta.
Syahnakri, K. 2008. Aku Hanya Tentara:
Catatan Militer, Kepemimpinan, dan Kebangsaan. Jakarta:
Kompas. h. 21
Widjojo, A. 2007. Komando Teritorial dalam Reformasi Sektor Keamanan. Jakarta: Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi).
h. 134-135
Wijaya, K, Phillips, M & Syarif, H 2002,
„Pemilihan sistem penyimpanan data skala besar‟, Jurnal Informatika Indonesia, vol. 1, no. 3, hh. 132-140.
B. Internet
https://www.kemhan.go.
id/belanegara/opini/asd