• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 3 Surakarta yang beralamat di Jalan Prof. Yohanes No. 58, Purwodiningratan, Jebres, Surakarta.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2018 hingga Juli 2019 dengan rencana/ jadwal penelitian pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Jadwal Penenlitian Jenis kegiatan Bulan

Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Pengajuan judul

Penyusunan proposal

Penyusunan dan uji instrumen

Seminar proposal Permohonan izin penelitian

Pengambilan data Analisis data

Penyusunan laporan Pelaksanaan ujian skripsi dan revisi

B. Desain penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi-experiment dengan design pretest posttest control group design. Pada penelitian eksperimen semu (quasi-experiment)

32

(2)

peneliti tidak bisa mengontrol variabel-variabel yang relevan secara ketat. Pada penelitian ini tidak dimungkinkan peneliti mengatur subyek sesuai faktor yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian secara leluasa karena subyek sudah dikelompokan menjadi kelas-kelas di sekolah. Dalam penelitian pretest posttest control group design digunakan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol yaag dipilih secara random. Kedua kelas sampel diberi pretest untuk mengetahui kondisi awal , kemudian dilaksanakan posttest setelah diberi perlakuan.

Perlakuan berupa penerapan model PjBL-STEM diberikan kepada kelas eksperimen sedangkan dalam kelas kontrol diterapkan pembelajaran PjBL tanpa STEM.

Tabel 3.2 Desain Penelitian Pretest Posttest Control Group Design

` NR1 O1 X1 O2

NR2 O3 X2 O4

(Jakni, 2016 : 74) Keterangan :

NR1 : kelas eksperimen NR2 : kelas kontrol

O1 : pretest kelas eksperimen O2 : posttest kelas eksperimen O3 : pretest kelas kontrol O4 : posttest kelas eksperimen X1 : model PjBL-STEM X2 : model PjBL-STEM

Adapun variabel pada penelitian ini yaitu :

1. Model pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM (PjBL-STEM) sebagai variabel bebas (X)

2. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif sebagi variabel terikat (Y)

(3)

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi dari penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah tujuh kelas (XI MIPA 3- XI MIPA 9) dengan jumlah total siswa sebanyak 213 siswa. Data jumlah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Surakarta disajikan pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Data Jumlah Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019

No. Kelas Jumlah

1. XI MIPA 3 31

2. XI MIPA 4 31

3. XI MIPA 5 31

4. XI MIPA 6 30

5. XI MIPA 7 29

6. XI MIPA 8 31

7. XI MIPA 9 30

Jumlah 213

2. Sampel

Sampel penelitian adalah bagian dari populasi yang dapat mewakili populasi dalam suatu penelitian. Sampel harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki populasi tersebut. Pada penelitian ini digunakan sampel sebanyak dua kelas. Kelas yang terpilih adalah kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen. Informasi lebih rinci di uraikan pada bagian teknik pengambilan sampel.

(4)

D. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling, yaitu teknik pengambilan anggota sampel yang didasarkan pada kelompok-kelompok. Pemilihan sampel diawali dengan memastikan semua kelas dalam populasi homogen. Tes homogenitas dilakukan terhadap data nilai UTS mata pelajaran kimia semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Rangkuman hasil uji homogenitas populasi disajikan pada Tabel 3.4.

Tabel 3.4 Hasil Uji Homogenitas Nilai UTS Kimia Semester Genap Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019

Levene Statistic df1 df2 Sig.

0,82 6 207 0,55

Sumber : Data Primer, 2019

Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,55. Nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 menunjukan semua kelas homogen dan dapat menjadi sampel dalam penelitian. Selanjutnya pemilihan sampel dan penentuan kelas kontrol atau eksperimen pada penilitian dilakukan secara random dengan melakukan pengundian.

Kedua kelas yang terpilih dan dijadikan sampel penelitian selanjutnya diuji keseimbangannya untuk memastikan keadaan awal kedua sampel seimbang. Uji ini dilakukan terhadap nilai pretest kemampuan berfikir kreatif kedua kelas sampel (XI MIPA 4 dan XI MIPA 5).

Hasil uji keseimbangan dengan uji t-matching menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,65. Nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan kedua kelas dalam keadaan seimbang sebelum dilakukan penelitian. Hasil uji t-matching selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 10.

(5)

E. Teknik Pengumpulan Data

Data yang yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh dengan metode tes (nilai pretest dan posttest kemampuan berpikir kreatif) dan data sekunder (data jumlah siswa dan nilai UTS mata pelajaran kimia semester genap tahun pelajaran 2018/2019). Untuk mendukung proses pembelajaran pada penelitian ini diperlukan instrumen berupa dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan lembar kegiatan siswa.

Selanjutnya untuk instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif siswa diukur menggunakan soal tes tertulis berupa soal uraian (esai). Soal disusun berdasarkan indikator ketrampilan berpikir kreatif Guilford yang terdiri dari : kemampuan berpikir lancar (fluency), kemampuan berpikir luwes (flexibility), kemampuan berpikir orisinil (originality), dan kemampuan memperinci (elaboration).

F. Teknik Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Instrumen Pembelajaran

Sebelum digunakan, RPP perlu diuji kelayakannya. Uji kelayakan silabus dan RPP dilakukan oleh dua orang ahli. Skor penilaian setiap indikator berkisar antara 1-4 dengan ketentuan sebagai berikut :

1 : item yang dinilai tidak ada/ tidak sesuai (kurang) 2 : item yang dinilai ada/ sesuai namun kurang lengkap

3 : item penilaian lengkap dan sesuai tetapi tidak sesuai EYD 4 : item yang dinilai lengkap atau sesuai dan penulisan sesuai EYD Selanjutnya mengubah skor yang diperoleh menjadi bentuk presentase dengan rumus :

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛

skor maksimum 𝑥 100 %

(6)

Nilai selanjutnya dicocokan dengan kriteria penskoran menurut Riduwan pada Tabel 3.5.

Tabel 3.5 Kriteria Kelayakan RPP

(Riduwan, 2007)

Uji kelayakan RPP dinilai oleh Dr. Sri Yamtinah, M.Pd sebagai panelis I dan Lina Mahardiani, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D. Hasil perhitungan memastikan RPP sangat kuat untuk digunakan seperti disajikan dalam Tabel 3.6. Sedangkan rinciannya dapat dilihat pada Lampiran 9.

Tabel 3.6 Rangkuman Hasil Validitas Isi RPP

Instrumen

Validitas Isi (%)

Kriteria Panelis I Panelis II

RPP kelas kontrol 92,65 94,12 Sangat kuat

RPP kelas eksperimen 92,65 94,12 Sangat kuat

2. Instrumen Penilaian a) Validitas Instrumen

Sebelum soal diujikan, soal perlu divalidasi untuk membuktikan bahwa soal benar-benar dapat mengukur apa yang seharusnya diukur.

Validitas soal yang diukur adalah validitas isi (Content Validity) menggunakan formula Gregory berikut :

Rentang skor (%) Kriteria

81-100 Sangat kuat

61-80 Kuat

41-60 Cukup

21-40 Lemah

0-20 Sangat lemah

(7)

Keterangan :

A = jumlah item yang kurang relevan menurut kedua panelis

B = jumlah item yang kurang relevan menurut panelis I relevan menurut panelis II

C = jumlah item yang relevan menurut panelis I dan kurang relevan menurut panelis II

D = jumlah item yang relevan menurut kedua panelis

Panelis yang menilai adalah Dr. Sri Yamtinah, M.Pd sebagai panelis I dan Lina Mahardiani, S.T.,M.M.,M.Sc.,Ph.D sebagai panelis II. Hasil validasi terhadap soal pretest dan posttest kemampuan berfikir kreatif dirangkum dalam Tabel 3.7. Sedangkan hasil lengkap dapat dilihat Lampiran 7 & 8.

Tabel 3.7 Rangkuman Hasil Validtas Isi Soal Pretest & Posttest Instrumen Jumlah soal Validitas Isi Kriteria

Pretest 13 0,92 Relevan

Posttest 13 0,92 Relevan

Sumber : Data Primer, 2019 b) Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas atau tingkat keajegan berkaitan dengan kemampuan soal tersebut dalam memberikan hasil yang sama meskipun diujikan dalam kurun waktu yang berbeda. Untuk mengetahui apakah soal yang akan diujikan memiliki tingkat keajegan atau reliabilitas tinggi dilakukan analisis terhadap jawaban hasil uji coba menggunakan software Anates v.4.

𝐶𝑜𝑛𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑉𝑎𝑙𝑖𝑑𝑖𝑡𝑦 (𝐶𝑉) = 𝐷 A + B + C + D

(8)

Diperoleh nila reliabilitas untuk soal pretest sebesar 0,96 dan untuk soal posttest sebesar 0,91. Nilai reliabilitas lebih besar daripada 0,7 menunjukkan reliabilitas soal pretest maupun posttest tinggi.

c) Uji Daya Pembeda

Uji ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal dalam membedakan siswa yang tergolong memiliki kemampuan kurang dan tinggi.

Ukuran daya pembeda (DP) adalah selisih antara proporsi kelompok tinggi yang menjawab benar dengan proporsi kelompok rendah yang menjawab benar pada soal yang dianalisis. Suatu soal yang memiliki harga daya beda tinggi artinya soal tersebut mampu membedakan siswa yang menguasai materi pelajaran dengan siswa yang tidak menguasai materi. Sebaliknya, apabila daya beda suatu soal buruk maka soal tersebut tidak dapat membedakan kemampuan siswa, karena siswa kelompok atas tidak dapat menjawab, justru siswa dari kelompok bawah yag dapat menjawabnya.

Daya pembeda diperoleh dari analilis jawaban uji coba menggunakan software Anates. Kriteria daya pembeda soal terdapat pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8 Kategori Daya Pembeda

Nilai DP (%) Kategori

Negatif – 9 Sangat buruk

10-19 Buruk

20-29 Cukup

30-49 Baik

> 50 Sangat Baik

Hasil daya beda untuk setiap butir soal pretest dan postest secara ringkas dapat dilihat pada Tabel 3.9 dan Tabel 3.10. Untuk hasil analisis lengkap disajikan pada Lampiran 13 & 14.

(9)

Tabel 3.9 Ringkasan Hasil Analisis Daya Pembeda Soal Pretest Kemampuan Berfikir Kreatif

Kategori Jumlah Nomor Soal Keterangan

Jelek 1 2a Direvisi

Cukup 8 1a,1b,1c,2c,3,4,5,6a Digunakan

Baik 4 2b,6b,6c,7 Digunakan

Tabel 3.10 Ringkasan Hasil Analisis Daya Pembeda Soal Posttest Kemampuan Berfikir Kreatif

Kategori Jumlah Nomor Soal Keterangan

Jelek 1 6b Direvisi

Cukup 6 1b,1c,2a, 5, 6a,6c Digunakan

Baik 5 2b,2c,3,4, 7 Digunakan

Sangat Baik 1 1a Digunakan

Soal-soal dengan daya pembeda yang jelek direvisi dengan mempertimbangkn faktor-faktor yang menyebabkan daya bedanya rendah tanpa diujicobakan lagi.

d) Uji Tingkat Kesukaran

Indeks kesukaran dapat digunakan untuk mengetahui apakah soal tersebut termasuk ke dalam kategori sukar, sedang atau mudah. Tingkat kesukaran diperoleh dari hasil analisis menggunakan software Anates V.4 denga kriteria seperti pada Tabel 3.11.

(10)

Tabel 3.11 Kategori Tingkat Kesukaran

Harga TK (%) Kategori

0 – 15 Sangat sukar

16-30 Sukar

31-70 Sedang

71-85 Mudah

86-100 Sangat mudah

Hasil analisis tingkat kesukaran setiap nomor pada soal pretest dan posttest menggunakan aplikasi Anates V.4 disajikan dalam Tabel 3.12 dan 3.13. Sedangkan hasil analisis lengkap dapat dilihat pada Lampiran 13 & 14.

Tabel 3.12 Ringkasan Hasil Tingkat Kesukaran Soal Pretest Kemampuan Berfikir Kreatif

Kategori kesukaran

Jumlah Nomor Soal Presentase (%)

Mudah 2 1a, 1 b 15,38

Sedang 8 1c, 2a, 2b, 3,

5,6a,6b,6c

61,54

Sukar 3 4,5, 7 23,08

(11)

Tabel 3.13 Ringkasan Hasil Tingkat Kesukaran Soal Posttest Kemampuan Berfikir Kreatif

Kategori kesukaran

Jumlah Nomor Soal Presentase (%)

Mudah 1 1a, 7,69

Sedang 9 1b, 2a, 2b,2c, 3,

5,6a,6b,6c

69,23

Sukar 3 1c, 4, 7 23,08

G. Teknik Analisis Data 1. Uji prasarat analisis :

a) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari data yang terdistribusi normal atau tidak.

Uji normalitas digunakan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov pada software SPSS. Uji normalitas Kolmogorov Smirnov dipilih karena jumlah data lebih besar dari 30.

b) Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk menguji apakah kedua data tersebut homogen yaitu membandingkan kedua variansnya. Persyaratan agar pengujian kesamaan varians dapat dilakukan apabila kedua datanya telah terdistribusi normal. Homogenitas pada penelitian ini di uji menggunakan software SPSS.

2. Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis pada penelitian ini digunakan uji t satu arah/ satu ekor. Uji-t satu arah dipilih karena peniliti memiliki informasi mengenai arah kecenderungan dari karakterisitk populasi yang akan diamati. Dalam pengujian one

(12)

tailed (satu arah), perumusan hipotesis disebutkan arah hipotesisnya (positif, negatif, lebih besar atau lebih kecil). Dalam penilitian ini arah hipotesis adalah positif/ lebih besar (pihak kanan). Hipotesisnya menjadi :

H0 = µ1 ≤ µ2 ( rata-rata kelas eksperimen lebih kecil sama dengan rata- rata kelas kontrol)

H1 = µ1 > µ2 ( rata-rata kelas eksperimen lebih besar daripada rata-rata kelas kontrol)

Kriteria pengujian :

Jika ttabel ≤ thitung maka H0 diterima, Ha ditolak Jika ttabel > thitung maka H0 ditolak, Ha diterima 3. Uji N-Gain Ternormalisasi

N-Gain adalah selisih antara nilai posttest dan pretest, gain menunjukan peningkatan hasil belajar dan pemahaman siswa setelah diberi perlakuan. Gain ternormalisasi atau N-Gain merupakan perbandingan skor gain aktual dengan skor gain maksimum.

Keterangan : G = N-Gain Sf = skor posttest Si = skor pretest

Tinggi rendahnya gain yang dinormalisasi (N-Gain) dapat diklasifikasikan menjadi seperti pada Tabel 3.14.

𝑔 = (𝑆𝑓) − 𝑆𝑖

100 − (𝑆𝑖) 𝑥 100 %

(13)

Tabel 3.14 Klasifikasi Nilai NGain

Besarnya Gain Interpretasi

-1,00 ≤ g < -0,7 Terjadi penurunan

g = 0,00 Tetap

0,00 < g< 0,3 Rendah

0,30 ≤ g < 0,70 Sedang

0,70 ≤ g ≤ 1,00 Tinggi

H. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Tahap persiapan, meliputi :

a. Identifikasi masalah

Tahap ini meliputi observasi dan wawancara awal untuk menemukan kondisi yang kurang sesuai dan dapat digunakan sebagai masalah penelitian.

b. Studi literatur

Setelah menemukan masalah, penulis perlu mencari banyak referensi dari buku dan penelitian terdahulu untuk mendapatkan banyak informasi mengenai masalah yang akan diteliti.

c. Perencanaan penelitian

Penulis menyusun proposal penelitian yang terdiri dari latar belakang, kajian pustaka dan metodologi penelitian yang digunakan sebagai rencana dan pedoman pelaksanaan penelitian.

d. Pembuatan instrumen penelitian

Setelah penyusunan proposal penulis menyusun instrumen-instumen yang diperlukan di dalam penelitian. Pada penelitian ini instumen terdiri dari instrumen pembelajaran (RPP) dan instrumen penilaian yang berupa tes uraian.

(14)

e. Validasi instrumen penelitian

Instumen yang penulis susun perlu di validasi sebelum instrumen tersebut digunakan untuk memastikan instrumensesuai dengan tujuan penggunaan dan dapat digunakan.

2. Tahap pelaksanaan

a. Pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif awal siswa b. Pemberian perlakuan yaitu penggunaan model pembelajaran berbasis proyek

yang terintegrasi STEM (PjBL-STEM) pada kelas eksperimen dan penggunaan model pembelajaran berbasisk proyek (PjBL) pada kelas kontrol c. Pemberian posttest pada kedua kelas untuk mengetahui kemampuan berpikir

kreatif setelah diberi perlakuan 3. Tahap analisis data

Data yang diperoleh kemudian di olah dan di analisis untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian. Analisis pertama yang dilakukan adalah analisis terhadap validitas dan reliabilitas instrumen untuk memastikan instrumen baik dan dapat digunakan. Selanjutnya data kemamapuan berfikir kreatif yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest dianalisis homogenitas dan normalitasnya sebagai syarat untuk uji hipotesis. Selanjutnya dilakukan uji-t pihak kanan untuk menguji hipotesis penelitian.

4. Tahap penulisan laporan

Penulisan laporan diawali dengan melakukan deskripsi data yang diperoleh, pembahasan keterlaksanaan penelitian dan hasil uji hipotesis hingga memperoleh kesimpulan.

(15)

Diagram alur penelitian digambarkan pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Diagram Alur Penelitian Tahap pelaksanaan

Kelas kontrol Kelas eksperimen

model pembelajaran PjBL

Perlakuan : model pembelajaran PjBL-

STEM

Posttest Posttest

Analisis data

Penulisan laporan

Pretest Pretest

Tahap persiapan : 1. Identifikasi masalah

2. Studi literatur 3. Perencanaan 4. Pembuatan instrumen

5. Validasi instrumen

Referensi

Dokumen terkait

[r]

KKN secara umum merupakan suatu bentuk program pendidikan yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upayanya meningkatkan isi dan bobot pendidikan bagi mahasiswa // Dengan

semakin sulit dijangkau maka akan semakin kecil mempengaruhi keputusan mahasiswa. Faktor Kelompok Acuan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih Kelas

Pada pembahasan ini akan difokuskan pada tampilan (user interface) dari aplikasi perangkat lunak penjadwalan guru apakah sudah dapat memenuhi beberapa aspek criteria

Metode swab merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas dasinfeksi dan pembersihan pada alat yang akan digunakan dengan melakukan

Data collected by career development scale which developed based on career development aspects proposed by Davis &amp; Werther (1996), they are equality in career,

Menurut Chahal dan Gosal (2006), genotipe dengan nilai βi yang tidak berbeda nyata dengan satu dan hasilnya lebih tinggi dari rata-rata hasil seluruh genotipe yang diuji,