• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. data sekunder yang diambil dari bermacam sumber (Kuncoro, 2009). B. Devinisi Operasional dan Pengukuran Variabel

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. data sekunder yang diambil dari bermacam sumber (Kuncoro, 2009). B. Devinisi Operasional dan Pengukuran Variabel"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan jenis data yang bisa di ukur (measurable) ataupun dapat dihitung secara langsung sebagai variable ataupun angka bilangan, data yang digunakan merupakan sebuah data sekunder yang diambil dari bermacam sumber (Kuncoro, 2009).

B. Devinisi Operasional dan Pengukuran Variabel

1. Economic Value Added (EVA)

Economic Value Added (EVA) adalah alat penilaian kinerja perusahaan dalam menambah nilai pemegang saham sebagai indicator nilai tambah investasi tahuanan perusahaan.

Berikut langkah-langkah yang diambil untuk menentukan EVA : a. Menghitung Net Operating Profit After Tax (NOPAT)

Net Operating Profit After Tax (NOPAT), menggambarkan laba operasi setelah pajak yang diciptakan oleh nilai perusahaan.

NOPAT adalah jumlah laba operasi dan keuntungan dan kerugian lain yang berkaitan dengan operasi perusahaan (Husnan dan Pudjiastuti, 2012).

b. Menghitung Invested Capital (IC) atau Modal yang Diinvestasikan

(2)

Invested Capital adalah jumlah modal yang diinvestasikan oleh perusahaan untuk mendanai usahanya, yaitu jumlah ekuitas dan hutang dikurangi hutang jangka pendek (Winata,Dkk 2015) c. Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average

Cost of Capital)

Menurut Margaretha (2007), Perusahaan memang perlu memperoleh tingkat keuntungan minimum dari investasi perusahaan. Biaya modal diukur dengan persentase. Secara tidak langsung, WACC merupakan rata-rata sumber dana yang digunakan perusahaan. Sumber pendanaan ini disebut komponen modal.

𝑾𝑨π‘ͺπ‘ͺ = { 𝑫 𝒙 𝒓𝒅 (𝟏 – 𝑻) } + (𝑬 𝒙 re) Keterangan :

𝐷 (π‘‡π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘”)

= π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘”

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘› πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  Γ— 100%

π‘Ÿπ‘‘ (πΆπ‘œπ‘ π‘‘ π‘œπ‘“ 𝐷𝑒𝑏𝑑) =π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘”

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” Γ— 100%

𝑇 (π‘‡π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜) = π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜ Γ— 100%

𝐸 (π‘‡π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘€π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™)

= π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ 

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘› πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  Γ— 100%

𝑅𝑒 (π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π΅π‘’π‘›π‘”π‘Ž πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ )

= πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘†π‘‘π‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  Γ— 100%

(3)

d. Menghitung Capital Charges atau Biaya Modal

Biaya modal adalah biaya peluang terendah yang diperoleh saat berinvestasi. Kemampuan perusahaan dalam menahan risiko merupakan faktor yang mempengaruhi pilihan biaya modal perusahaan (Winarto, 2004).

Capital Carges = WACC x Invested Capital e. Menghitung Economic Value Added (EVA)

Menurut Tunggal (2008) , EVA dihitung dengan rumus : EVA = NOPAT – Capital Charges

Keterangan :

EVA : Economic Value Added

NOPAT : Net Operating Profit After Tax / Laba Bersih Operasi Setalah Pajak

Capital Charges : Jumlah Modal yang Terdiri dari Hutang Jangka Panjang dan Ekuitas

EVA ditentukan dengan kriteria (Kamsir, 2010)

a. Apabila EVA lebih dari nol, maka perusahaan memiliki nilai tambah ekonomis. Perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik modal, sehingga menunjukkan bahwa secara kinerja perusahaan sehat.

b. EVA kurang dari nol, maka artinya perusahaan tidak mempunyai nilai ekonomi tambahan, karena keuntungan yang tersedia tidak dapat memenuhi harapan investor,

(4)

apalagi pendapatan pemegang saham berbeda dengan pendapatan investasi, dan kreditor tetap menerima bunga.

Oleh karena itu, tidak ada nilai tambah yang menunjukkan kinerja keuangan yang tidak sehat.

c. EVA sama dengan nol, menunjukkan posisi impas, karena semua keuntungan telah digunakan untuk membayar hutang investor, kreditor dan pemegang saham.

2. Market Value Added (MVA)

Market Value Added (MVA) mengacu pada perbedaan antara modal yang diinvestasikan di perusahaan dari waktu ke waktu (untuk semua investasi dalam bentuk modal, pinjaman, laba ditahan, dll), dan keuntungan yang tersedia sekarang. Merupakan selisih nilai buku dan nilai pasar dari keseluruhan tuntutan.

Nilai tambah pasar MVA sebuah perusahaan merupakan hasil dari selisih nilai pasar perusahaan dikurangi biaya modal investasi perusahaan. Nilai pasar suatu perusahaan ditandai oleh nilai perusahaan yang dinilai dipasar saham, yang merupakan pengali antara harga saham dengan jumlah saham yang tersedia.

Menurut Young David dan O’Byrne (2001), MVA dapat dihitung dengan rumus berikut :

MVA = Nilai pasar ekuitas – Modal Ekuitas yang diinvestasikan oleh investor

MVA = 𝐏𝒕 Γ— ππ’•βˆ’ ππŸŽΓ— 𝐐𝒕

(5)

Keterangan :

P𝑑 = Harga per lembar Saham

Q𝑑= Jumlah lembar saham yang beredar tahun t P0 = Harga per lembar saham saat penawaran perdana

Menurut Young dan O’Byrne (2001), Indikator yang digunakan untuk mengukur MVA, yaitu:

a. Jika MVA lebih dari nol, maka perusahaan berhasil meningkatkan nilai modal yang ditanamkan investor.

b. Jika MVA kurang dari 0, maka perusahaan gagal meningkatkan nilai modal yang ditanamkan investor.

3. Kinerja Keuangan

Kinerja perusahaan terutama diukur berdasarkan rasio keuangan pada periode tertentu. Kinerja perusahaan merupakan hasil acuan perusahaan terhadap standar yang ditetapkan dalam kurun waktu tertentu. Kinerja perusahaan merupakan gambaran dari kondisi alat analisis keuangan untuk melakukan analisis keuangan pada perusahaan sehingga dapat memahami status keuangan perusahaan yang mencerminkan kinerja pekerjaan dalam periode tertentu.

Hal ini diperlukan alat evaluasi kinerja, untuk pencapaian manajemen yang sebenarnya, dengan tujuan mendorong aktivitas atau strategi yang meningkatkan nilai ekonomis (value added activities), dan menghilangkan aktivitas yang merusak nilai (non value added activities). Informasi tentang kinerja perusahaan diperlukan untuk

(6)

menilai potensi perubahan sumber daya ekonomi yang dapat dikendalikan dimasa depan. Informasi kinerja berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dan sumber daya yang ada.

C. Jenis dan Sumber data

Data pada penelitian ini adalah jenis data kuantitaif yaitu data dapat diukur dengan menggunakan angka. Penelitian ini menggunakan data sekunder, diperoleh dari sumber data yaitu, neraca dan laporan laba rugi perusahaan. Data diperoleh dari internet yang tersedia di website resmi www.xlaxiata.co.id dan www.idx.co.id.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi yaitu suatu metode yang mengumpulkan sebuah data yang tidak langsung ditujukan pada subjek penelitian, namun dengan melalui dokumentasi. Dokumentasi yang digunakan yaitu laporan keuangan yang telah dipublikasi (Sunardi, 2018).

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dilakukan dengan data analisis yang diperlukan secara kuantitatif berdasarkan dengan data sekunder yang telah dikumpulkan. Analisis data dilakukan dengan mengelola data-data yang

(7)

diperoleh kemudian melakukan analisis. Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk menganalisis data :

1. Mendapatkan data yang dibutuhkan dari laporan keuangan tahunan periode 2015-2019

2. Menghitung komponen EVA a. Menghitung NOPAT

NOPAT = EBIT – (1-T)

EBIT = Laba Bersih Setelah Pajak 𝑇 = π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜

b. Menghitung Invested Capital (IC)

IC = Total Hutang + Ekuitas + Hutang Jangka Pendek c. Menghitung Weighted Average Cost of Capital (WACC)

WACC = { D x rd (1 –T) } + (E x re) Rumus :

ο‚· Menghitung Tingkat Modal dari Hutang π‘‡π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” (𝐷)

= π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘”

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘› πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ 

Γ— 100%

ο‚· Menghitung Biaya Hutang Jangka Pendek (rd) πΆπ‘œπ‘ π‘‘ π‘œπ‘“ 𝐷𝑒𝑏𝑑 (π‘Ÿπ‘‘) = π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘”

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” Γ— 100%

ο‚· Menghitung Pajak Penghasilan (T)

π‘‡π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜ (𝑇) = π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜

(8)

ο‚· Menghitung Tingkat Modal dari Ekuitas (E) π‘‡π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘€π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ (𝐸)

= π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ 

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π»π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘› πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ 

Γ— 100%

ο‚· Menghitung Biaya Bunga (re) π΅π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π΅π‘’π‘›π‘”π‘Ž πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  (𝑅𝑒)

= πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘†π‘‘π‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  Γ— 100%

d. Menghitung Capital Charges

Capital Carges = WACC x Invested Capital e. Menghitung EVA

EVA = NOPAT – Capital Charges f. Dianalisis berdasarkan tolak ukur EVA 3. Menghitung komponen MVA

a. Menghitung MVA

MVA = Nilai pasar ekuitas – Modal Ekuitas yang diinvestasikan oleh investor

MVA = P𝑑× Qπ‘‘βˆ’ P0Γ— Q𝑑

b. Menganalisis berdasarkan tolak ukur MVA

4. Menarik kesimpulan terhadap hasil analisis EVA dan MVA untuk dasar pertimbangan keputusan investasi, sebagai berikut : a. EVA > 0, maka perusahaan dikatakan sehat.

b. EVA = 0, maka perusahaan dikatakan impas.

(9)

c. EVA < 0, maka perusahaan dikatakan tidak sehat.

d. MVA > 0, maka perusahaan berhasil meningkatkan nilai tambah modal yang ditanam investor.

e. MVA < 0, maka perusahaan gagal meningkatkan nilai tambah modal yang ditanam investor.

Referensi

Dokumen terkait