• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH BALI, 23 OKTOBER Ir.Onno Widodo Purbo.M.Eng.Ph.D Putu Sudiarta, S.Kom PENYUNTING AHLI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROSIDING PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH BALI, 23 OKTOBER Ir.Onno Widodo Purbo.M.Eng.Ph.D Putu Sudiarta, S.Kom PENYUNTING AHLI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ISSN : 2302-450X

PROSIDING

PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH BALI, 23 OKTOBER 2015

PEMBICARA UTAMA SEMINAR PANEL DENGAN TEMA

“Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Menunjang Technopreneurship”

Ir.Onno Widodo Purbo.M.Eng.Ph.D Putu Sudiarta, S.Kom

PENYUNTING AHLI

Dr. Ahmad Ashari.M.Kom

Dr. H. Agus Zainal Arifin, S.Kom.,M.Kom

Agus Muliantara, S.Kom., M.Kom.

(3)

PELAKSANA SEMINAR

PELINDUNG

Rektor Universitas Udayana, Bali

PENANGGUNG JAWAB

Dekan Fakultas MIPA Universitas Udayana

Ketua Program Studi Teknik Informatika, FMIPA Universitas Udayana

PANITIA

I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan,S.Kom.,M.Kom.

I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan,S.Kom.,M.Cs.

I Wayan Supriana,S.Si.,M.Cs.

Ida Bagus Made Mahendra, S.Kom., M.Kom.

I Komang Ari Mogi, S.Kom, M.Kom.

I Made Widi Wirawan, S.Si., M.Cs.

I Putu Gede Hendra Suputra, S.Kom., M.Kom.

Ngurah Agus Sanjaya ER., S.Kom., M.Kom.

Agus Muliantara, S.Kom.,M.Kom.

I Made Widiartha,S.Si., M.Kom.

Made Agung Raharja, S.Si., M.Cs.

I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra, S.T., M.Cs.

I Gede Santi Astawa, S.T., M.Cs.

Ida Bagus Gede Dwidasmara,S.Kom.,M.Cs.

Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom.

(4)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Kehadiran Pegawai pada Pusat Penelitian Perkembangan IPTEK Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Warkim ... ... 1

Kompresi Citra Medis dengan Wavelet Packet

I Made Ari Dwi Suta Atmaja ... 11

Ekstraksi Fitur Warna dan Tekstur untuk Clustered-Based Retrival if Images (CLUE)

Sugiartha I Gusti Rai Agung ... 16

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menggunakan Geogebra sebagai Media Pembelajaran Matematika SMP

Luh Putu Ida Harini ... 21

Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Belajar Bersama Menggunakan Media Google Drive dan Tanpa Google Drive

Desak Putu Eka Nilakusuma ... 28

Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Actual Usage dalam Penggunaan Tiket Elektronik dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Studi Kasus PT.KAI Commuter Jabodetabek

Enok Tuti Alawiah ... 35

Pemanfaatan Aplikasi Google Docs sebagai Media Pembinaan Karya Ilmiah Remaja

Komang Dharmawan ... 45

Penerapan WAN dengan Protokol Routing RIP dan Passive Interfaces sebagai Pemilihan Jalur Menggunakan GNS3

Anggarda Sanjaya ... 49

Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Maajemen Rumah Sakit pada Unit Rawat Inap Studi Kasus Rumah Sakit Umum Famili Husada

I Dewa Ayu Kompyang Putri Utari ... 54

Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Umum Famili Husada pada Unit Poliklinik

I G.Ag.Sri Ag. Chandra Kusuma ... 62

(5)

Penggunaan Certainty Factor dalam Sistem Pakar untuk Melakukan Diagnosis Penyakit Neurologi

I Putu Eky Sila Krisna ... 432

Deteksi Tepi pada Gambar Menggunakan Algoritma Canny Detection dan Sobel

Putu Rika Pratama Anggarani ... 436

Sistem Informasi Penanggulangan Bencana dan Mitigasi Bencana

I Gde Bagus Arya Diwadatta Subrata ... 440

Perancangan Aplikasi Multimedia untuk Pembelajaran Doa dan Nyanyian Suci Agama Hindu Berbasis Android

I Putu Ari Ratna Pratama ... 448

Rancang Bangun Aplikasi Berbasis Web Tenung Pewacakan Kehilangan Berdasarkan Lontar Wrespati Kalpa

I Kadek Dwija Putra ... 457

Implementasi Algoritma Djakstra pada Software Definition Network (SDN)

I Made Adi Bhaskara ... 463

Perancangan Aplikasi Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia dengan menggunakan Adobe Flash (Studi Kasus Mata Kuliah Pemrograman Berbasis Web pada Jurusan Ilmu Komputer)

I Wayan Aditya Setiawan ... 469

Sistem Informasi Geografis Pariwisata Bali Berbasis Google Map API

Ni Luh Putu Ratna Sri Andi Yani ... 477

Penghapusan Derau Suara dengan Menggunakan Algoritma Least Mean Square dengan Adaptive Filter

Anak Agung Rani Pradnyandari ... 488

Sistem Informasi Satuan Kredit Partisipasi Mahasiswa

I Putu Indra Mahendra Priyadi ... 493

Perancangan Sistem E-Commerce Kain Endek Pegringsingan Berbasis Web

I Made Dedik Amijaya ... 498

Perancangan dan Pengaplikasian Siste E-Commerce Komputer dan Hnadphone Berbasis Web

I Nyoman Agus Winarta Palguna ... 506

(6)

436

DETEKSI TEPI PADA GAMBAR MENGGUNAKAN ALGORITMA CANNY DETECTION DAN SOBEL

Putu Rika Pratama Anggarani

1

, I Made Widiartha

2

Jurusan Ilmu Komputer – Universitas Udayana Jl. Kampus Bukit Jimbaran Universitas Udayana Email : [email protected]1, [email protected]2

ABSTRAK

Pengolahan Citra merupakan sebuah proses pengolahan dan analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyai ciri data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra. Istilah pengolahan citra digital secara umum didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer.

Dalam definisi yang lebih luas, pengolahan citra digital juga mencakup seluruh data dua dimensi. salah satu proses pengolahan citra adalah pendeteksian tepi yang mana ada beberapa metode yang diantaranya dapat menggunakan metode canny atau sobel.Metode canny merupakan salah satu metode pendeteksian tepi yang memiliki kemampuan untuk meletakkan dan menandai semua tepi yang ada sesuai dengan pilihan parameter-parameter konvolusi yang dilakukan. sekaligus juga memberikan fleksibilitas yang sangat tinggi dalam hal menetukan tingkat ketebalan tepi sesuai yang diinginkan. sebaliknya metode sobel memiliki kemampuan untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi.

Makalah ini menyajikan implementasi deteksi tepi canny dan sobel menggunakan gambar. Algoritma Canny menggunakan detektor tepi yang optimal berdasarkan seperangkat kriteria termasuk menemukan sisi paling tepi dengan meminimalkan tingkat kesalahan, menandai tepi sedekat mungkin ke tepi sebenarnya untuk memaksimalkan lokalisasi, dan menandai tepi hanya sekali ketika tepi tunggal ada untuk respon minimal.

Sedangkan dengan algoritma sobel menghasilkan tepi-tepi secara garis besarnya saja dengan garis tepi yang tebal.

Kata Kunci : citra, canny detection, sobel.

ABSTRACT

Image processing is a process of image processing and analysis involve a lot of visual perception. This process has the characteristics of data input and output information in the form of images. The term digital image processing is generally defined as a two-dimensional image processing by computers. In a broader definition, digital image processing also includes the entire two-dimensional data. one of the image processing is edge detection which there are several methods which can use the method of Canny or Sobel. The method is one canny edge detection method that has the ability to lay down and mark all edges that exist in accordance with the choice of parameters convolution is performed. it also gives a very high flexibility in terms of determining the thickness of the edges as desired. otherwise Sobel method has the ability to reduce noise before doing the calculation edge detection.

This paper presents the implementation of Canny and Sobel edge detection using the image. Canny algorithm uses an optimal edge detector based on a set of criteria including finding the side edges by minimizing the error rate, marking the edge as close as possible to the actual edge to maximize localization, and marking edges only once when a single edge exists for minimal response. Meanwhile, the algorithm generates Sobel edges of a course outline with a thick edge.

Keywords: image, canny detection, sobel.

1. PENDAHULUAN

Pengolahan Citra merupakan sebuah proses pengolahan dan analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyai ciri data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra. Istilah pengolahan citra digital secara umum didefnisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer. Dalam definisi yang lebih luas,

pengolahan citra digital juga mencakup seluruh data dua dimensi. Meskipun sebuah citra kaya informasi, namun seringkali citra yang kita miliki mengalami penurunan intensitas mutu, misalnya mengandung cacat atau derau (noise), warnanya terlalu kontras

(7)

ISSN : 2302 – 450X

437

atau kabur tentu citra seperti ini akan sulit di representasikan sehingga informasi yang ada menjadi berkurang. Agar citra yang mengalami ganguan mudah representasikan maka citra tersebut perlu dimanipulasi menjadi citra lain yang kualitasnya lebih baik.

Pada makalah ini kami membandingkan pendeteksian menggunakan metode Canny Detection dengan metode Sobel.

2. CITRA DIGITAL

Citra digital merupakan citra yang dihasilkan dari pengolahan dengan menggunakan komputer, dengan cara merepresentasikan citra secara numerik dengan nilai-nilai diskret. Pada umumnya citra digital berbentuk empat persegi panjang, dan dimensi ukurannya dinyatakan dalam tinggi kali lebar atau panjang kali lebar. Citra digital yang tingginya N, lebarnya M, dan memiliki nilai derajat keabuan L dapat dianggap sebagai fungsi:

Citra digital yang berukuran N x M biasanya dinyatakan dalam bentuk matrik yang berukuran N baris dan M kolom sebagai berikut:

3. DETEKSI TEPI

Tepi adalah perubahan nilai intensitas derajat keabuan yang mendadak (besar) dalam jarak yang singkat. Terdapat tiga macam tepi di dalam citra digital, yaitu:

a. Tepi Curam

Tepi curam adalah tepi dengan perubahan intensitas yang tajam. Arah tepi berkisar 900.

Gambar 1 menunjukan deteksi tepi tipe tepi curam.

b. Tepi Landai

Tepi landai yaitu tepi dengan sudut arah yang kecil. Tepi landai dapat dianggap terdiri dari sejumlah tepi-tepi lokal yang lokasinya berdekatan.

Gambar 2 menunjukan deteksi tepi-tipe tepi landai.

c. Tepi Yang Mengandung Derau

Umumnya tepi yang terdapat pada aplikasi visi komputer mengandung derau. Operasi peningkatan kualitas citra dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum pendektesian tepi.

Gambar 3 menunjukan deteksi tepi tipe-tepi curam dengan derau.

Gambar 3. Tepi curam dengan derau

Deteksi tepi memiliki berbagai macam operator dalam mendeteksi tepi suatu citra, yaitu:

3.1 Operator Sobel

Pengaturan piksel di sekitar piksel (x,y):

(8)

Putu Rika Pratama Anggarani

,

Deteksi Tepi Pada Gambar Menggunakan Algoritma Canny Detection Dan Sobel

438

Operator sobel adalah magnitude (M) dari gradien yang dihitung dengan:

Turunan parsial (s) dihitung dengan sx = (a2+ ca3 + a4) – (a0 + ca7 + a6) sy = (a0+ ca1 + a2) – (a6 + ca5 + a4)

Dengan konstanta c adalah 2, dalam bentuk mask, sx

dan sy dapat dinyatakan sebagai:

Arah tepi dihitung dengan persamaan

3.2 Algoritma Canny

Salah satu algoritma deteksi tepi modern adalah deteksi tepi dengan menggunakan metode Canny. Deteksi tepi Canny ditemukan oleh Marr dan Hildreth yang meneliti pemodelan persepsi visual manusia. Ada beberapa kriteria pendeteksi tepian paling optimum yang dapat dipenuhi oleh algoritma Canny:

a. Mendeteksi dengan baik (criteria deteksi)

Kemampuan untuk meletakkan dan menandai semua tepi yang ada sesuai dengan pemilihan parameterparameter konvolusi yang dilakukan. Sekaligus juga memberikan fleksibilitas yang sangat tinggi dalam hal menentukan tingkat deteksi ketebalan tepi sesuai yang diinginkan.

b. Melokalisasi dengan baik (kriteria lokalisasi)

Dengan Canny dimungkinkan dihasilkan jarak yang minimum antara tepi yang dideteksi dengan tepi yang asli.

c. Respon yang jelas (kriteria respon)

Hanya ada satu respon untuk tiap tepi.

Sehingga mudah dideteksi dan tidak menimbulkan kerancuan pada pengolahan citra selanjutnya.

Pemilihan parameter deteksi tepi Canny sangat mempengaruhi hasil dari tepian yang dihasilkan.

Beberapa parameter tersebut antara lain : 1. Nilai Standart Deviasi Gaussian 2. Nilai Ambang

Pendekatan algoritma canny dilakukan dengan konvolusi fungsi gambar dengan operator gaussian dan turunanturunannya.

Turunan pertama dari fungsi citra yang dikonvolusikan dengan fungsi gaussian,

g(x,y) = D[gauss(x,y) * f(x,y)] (5)

ekivalen dengan fungsi citra yang dikonvolusikan dengan turunan pertama dari fungsi gaussian,

g(x,y) = D[gauss(x,y)] * f(x,y) (6)

Oleh karena itu, memungkinkan untuk mengkombinasikan tingkat kehalusan dan pendektesian tepi ke dalam suatu konvolusi dalam satu dimensi dengan dua arah yang berbeda (vertical dan horizontal).

4. HASIL UJI COBA

Canny

Tahap pertama dalam proses ini adalah melakukan penghalusan citra terhadap image.

Penghalusan yang dilakukan menggunakan metode

(9)

ISSN : 2302 – 450X

439

Gaussian Blur, yaitu dengan mengalikan setiap nilai pixel dengan matriks Gaussian ke setiap channelnya.

Kemudian tahap selanjutnya adalah mendeteksi kekuatan tepi menggunakan gradien citra dengan metode sobel. Operator sobel menggunakan matriks 3x3 masing-masing untuk gradien x dan gradien y yang kemudian dihitung magnitudenya.

Kemudian tahap selanjutnya adalah melakukan pendeteksian arah tepi ke arah yang bisa di-trace pada citra.

x x x x x x x x x x x x a x x x x x x x x x x x x

Pada matrix diatas, “a” dapat didefinisikan kedalam 4 arah yang mendekati. Arah tepi yang jatuh pada rentang kuning (0 - 22.5 & 157.5 - 180 derajat) diset pada 0 derajat, rentang hijau (22.5 - 67.5 derajat) diset pada 45 derajat, rentang biru (67.5 - 112.5 derajat) diset pada 90 derajat, dan rentang merah (112.5 - 157.5 derajat) diset pada 135 derajat

Setelah didapat arah tepinya, kemudian dilakukan perampingan tepi dengan algoritma Nonmaximal Supression. Pada setiap pixel, dilakukan penekanan kekuatan tepi pixel pusat (dengan menetapkan nilainya ke 0) jika magnitudenya tidak lebih besar dari magnitude dua tetangga dalam arah gradien.

Kemudian langkah terakhir adalah melakukan thresholding atau klasifikasi tiap piksel apakah termasuk dalam kategori piksel edge atau tidak.

Hasil deteksi tepi Canny (Threshold 80)

Sobel

Tahap ini melakukan proses pengurangan noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi dengan menggunakan Kernel Filter. Kernel Filter yang digunakan dalam metode sobel ini adalah :

Hasil deteksi tepi Sobel

5. KESIMPULAN

1. Algoritma Canny Edge Detection adalah salah satu dari beberapa algoritma deteksi tepi yang memiliki kelebihan dapat memberikan hasil deteksi tepi yang optimal dan mampu memberikan sesuai dengan pemilihan parameter - parameter konvolusi yang dilakukan. Sekaligus juga memberikan fleksibilitas yang sangat tinggi dalam hal menentukan tingkat deteksi ketebalan tepi sesuai yang diinginkan.

2. Algoritma Canny Edge Detection dapat memberikan hasil tepi yang lebih detail pada citra dibandingkan dengan algoritma Sobel.

6. DAFTAR PUSTAKA

[1] Munir, R., Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan Algoritmik, Informatika Bandung, 2004.

[2] Murni, A. dan S. Setiawan, Pengantar Pengolahan Citra, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1992.

[3] Ahmad, U., Pengolahan Citra Digital & Teknik Pemrogramannya, Graha Ilmu, 2005.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Estimation of total phenolic contents and antioxidant capacities in some green and black tea of Saudi Arabia markets and evaluation of their antibacterial activity.. International

Pengaruh tegangan pemercepat terhadap ares ion dapat dijelaskan sebagai berikut : ion-ion yang masuk ke tabung akselerator akan dipercepat clan dipandu oleh

serta pragmatis. Sebagai aset bangsa yang dipersiapkan untuk berperan sebagai penyelamat budaya bangsa, generasi milenial seharusnya dapat berfikir lebih kritis

Dengan begitu semangat dan upaya mendidik murid hidup dan bergelora; (6) Berkemampuan memahami bakat, tabiat dan watak peserta didik, dalam arti seorang pendidik

Dengan adanya fitur pick-list, petugas input data hanya perlu memilih satu atau beberapa daftar pilihan yang telah disediakan untuk dimasukkan ke dalam ruas

a. Jenis penelitian ini diperuntukkan bagi dosen baru dengan kepangkatan asisten ahli. Selain untuk kepentingan akademik, adanya penelitian ini juga dimaksudkan

Saat alat-alat diintegrasikan sehingga informasi yang diciptakan pada suatu alat dapat digunakan oleh orang lain, maka sebuah sistem yang mendukung pengembangan perangkat

Masalah yang dikaji adalah masalah yang (1) berasal dari kondisi nyata di lapangan, (2) benar-benar mendesak untuk dilaksanakan, (3) menunjukkan harapan