• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KERANGKA TEORI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian pertama yang digunakan peneliti sebagai penelitian terdahulu adalah penelitian berjudul “When Motivations Meet Afordances : News Consumption on Telegram” yang ditulis oleh Lou et al., pada tahun 2021. Penelitian tersebut berusaha untuk memahami fenomena motif konsumsi berita pada platform Telegram dimana pengguna mengkonsumsi berita secara spontan melalui perangkat seluler ataupun laman web. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui gratifikasi, keterjangkauan dan motivasi konsumsi berita pada aplikasi Telegram.

Penelitian tersebut menemukan bahwa motivasi konsumsi berita pengguna Telegram adalah : sosialisasi, informasi dan efisiensi. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam pada 29 responden.yang telah berlangganan saluran berita di telegram.

Penelitian tersebut memajukan literatur yang ada tentang motivasi pengguna untuk konsumsi berita terkait teknologi baru dan penelitian tentang keterjangkauan.

Penelitian yang dilakukan Lou et al tersebut dijadikan sumber bagi peneliti untuk melihat fenomena motif konsumsi berita pada media baru. Oleh karena itu, penelitian tersebut dijadikan penelitian terdahulu oleh peneliti.

Namun, terdapat juga beberapa perbedaan penelitian terdahulu tersebut dengan penelitian yang dilakukan penulis yaitu pada penelitian tersebut menggunakan teori Uses and Gratification dan konsep Affordances sedangkan penulis menggunakan teori Uses and Gratifications dan konsep Motivasi Konsumsi Berita oleh Angela M.Lee. Penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan

(2)

10

Motif Konsumsi Berita…, Joseph Christhoper, Universitas Multimedia Nusantara metode survei untuk mengukur motif konsumsi berita video di Facebook Page 20Detik.

Penelitian kedua yang digunakan peneliti sebagai penelitian terdahulu adalah penelitian berjudul “Profiling News Consumption On Social Media” yang ditulis oleh Veronika dan Agustinus Eko Raharjo dari Universitas Multimedia Nusantara pada tahun 2021. Penelitian tersebut berusaha untuk memetakan konsumsi berita melalui media sosial di Indonesia berdasarkan teori Uses and Gratification dan konsep media sosial.

Penelitian tersebut mengisi kekosongan dari laporan Reuters Institute yang membuat laporan digital konsumsi berita di dunia pada tahun 2018 dengan pendekatan kuantitaf survei dan kualitatif tetapi tidak memasukan negara Indonesia didalamnya. Penelitian Veronika dan Agustinus tersebut dijadikan penelitian terdahulu oleh peneliti adalah karena agar mendapatkan gambaran tentang konsumsi berita di media sosial dan format berita apa yang paling disukai masyarakat Indonesia. Penelitian tersebut juga mendukung penelitian peneliti yaitu berita dengan format berita dengan teks dalam video berdurasi 2 hingga 3 menit menjadi format favorit masyarakat Indonesia.

Penelitian tersebut menemukan beberapa alasan repsonden menggunakan media sosial. 344 responden menggunakan media sosial untuk berkomunikasi ata bersosialisasi, 216 responden untuk hiburan, 22 responden untuk waktu senggang, 14 responden untuk berbagi, 10 responden menggunakan media sosial untuk belanja online atau bisnis, dan 7 responden menggunakan media sosial untuk bermain game Namun, terdapat juga perbedaan penelitian tersbeut dengan penelitian yang dilakukan penulis yaitu penelitian yang dilakukan penulis meneliti satu media sosial yaitu Facebook Page dari media online 20 Detik.

(3)

Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru)” yang ditulis oleh Sugiarto dan Rumyeni (2012) dari Bina Widya . Penelitian tersebut bertujuan untuk Mengetahui Apakah ada pengaruh motif penggunaan media terhadap kepuasan menonton program berita Kabar Petang di TV One.

Penelitian tersebut menemukan bahwa terdapat pengaruh yang cukup berarti antara motif penggunaan media terhadap kepuasan menonton program berita Kabar Petang di TV One di Kelurahan Simpang Baru. Motif penggunaan media mendapatkan informasi berkaitan dengan menambah wawasan adalah motif yang paling dominan dipilih responden dalam menonton tayangan Kabar Petang.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan menggunakan teori Motivasi Konsumsi Berita untuk meneliti “Motif Konsumsi Berita Video di Facebook Page 20DETIK (Survei terhadap Khalayak di DKI Jakarta)”. Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah meneliti objek penelitian yang sama yaitu berita video. Selain itu, penelitian tersebut juga menggunakan akar teori yang sama yaitu teori Uses and Gratification.

Perbedaan penelitian ketiga dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu Nama

peneliti / Aspek yang

dibahas

Penelitian Pertama

Penelitian Kedua

Penelitian Ketiga

Penelitian yang ditulis

peneliti

(4)

Judul When Motivations

Meet Afordances :

News Consumption on

Telegram

Profiling News Consumption

On Social Media

Pengaruh Motif Penggunaan

Media Terhadap Kepuasan Menonton Program Berita

Kabar Petang TV One (Studi

Kasus Masyarakat

Kelurahan Simpang Baru

Kecamatan Tampan Kota

Pekanbaru)

Motif Konsumsi Berita Video di Facebook Page

20Detik (Survei terhadap Khalayak di DKI Jakarta)

Rumusan Masalah

Bagaimana motivasi pengguna mengkonsumsi

berita dan keterjangkauan

platform Telegram

Bagaimana pengguna media sosial

untuk memperoleh

berita konsumsi berita di media

sosial

Bagaimana motif penggunaan media terhadap

kepuasan menonton program berita

kabar petang TVOne

Bagaimana motif konsumsi

berita video di facebook page 20Detik ?

Teori dan Konsep

1. Teori Uses &

Gratification 2. Konsep

Affordances

1. Teori Uses and Gratificatio ns

1. Teori Uses and Gratification

s

1. Teori Uses and Gratificatio

ns

(5)

2. Konsep Media Sosial

2. Konsep

Motivasi Konsumsi Berita

Tujuan Untuk

mengetahui gratifikasi, keterjangkauan

dan motivasi konsumsi berita

pada aplikasi Telegram

Untuk mengetahui bagaimana pengguna media sosial untuk

memperoleh berita

konsumsi berita di media sosial

Mengetahui Apakah ada pengaruh motif penggunaan media terhadap kepuasan menonton program berita Kabar Petang di TV One.

Mengetahui motif konsumsi

berita video di Facebook Page

Media Online 20Detik

Metode Penelitian

1. Kualitatif 2. Deskriptif 3. Wawancara

1. Kuantitatif 2. Deskriptif 3. Survei

1. Kuantitatif 2. Deskriptif 3. Survei

1. Kuantitatif 2. Deskriptif 3. Survei

(6)

Relevansi - Penelitian yang dilakukan oleh Lee ., et al, menjadi sumber untuk melihat sebuah motivasi konsumsi berita yang mendasari perilaku

pengguna pada teknologi baru - pandangan dan

pemahaman tentang news consumption motives di media sosial - Media sosial

juga dijadikan sebagai objek penelitian

- Penelitian yang dilakukan oleh

Veronika dan Agustinus, peneliti mendapat pandangan bahwa format berita media sosial apa yang disukai masyarakat dan motif apa yang menjadi motif utama dalam

mengkonsum si berita di media sosial

- Penelitian yang dilakukan oleh Yan Sugiarto dan Rumyeni, peneliti oandangan tentang penerapan teori Uses and

Gratification pada media tradisional

(7)

Perbedaan dengan peneliti

• Mengukur motivasi konsumsi berita dan keterjangkau an

• Mengukur bagaiamana cara

menggunaka n media sosial untuk mendapatkan berita dan konsumsi berita di media sosial

• Menggunaka n teori Uses and

Gratification

• Objek Penelitian yaitu Program Berita Petang TVOne

• Media yang diteliti adalah

20Detik

• Aspek yang diteliti adalah motif

konsumsi berita video di facebook page media online 20Detik

• Responden merupakan khalayak di DKI Jakarta

• Objek penelitian adalah video jurnalistik di facebook page media online 20Detik

Menggunakan teknik purposive

sampling

Sumber : Lou et al., 2021; Safitri, 2018; Sugiyarto & Rumyeni, 2012; Data Olahan Penulis, 2021

(8)

2.2 Teori Uses and Gratification

Katz, Blumler, dan Gurevitch dalam Sundar & Limperos, 2013, p. 314) penelitian Uses & Gratification berkaitan dengan:

1. Asal-usul sosial dan psikologis dari 2. Kebutuhan, yang menghasilkan 3. Harapan – harapan dari media

4. Massa atau sumber lain, yang menyebabkan

5. Perbedaan pola terpaan media (atau keterlibatan dalam kegiatan lain), sehingga

6. Kebutuhan gratifikasi

7. Konsekuensi lain, mungkin berbeda dari yang kebanyakan orang inginkan (Sundar& Limperos, 2013, p. 506).

Prinsip dasar teori Uses and Gratification adalah individu mencari cara untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mengarah pada kepuasan terbesar (Lariscy et al., 2011, dalam Whiting & Williams, 2013, p. 362). Teori Uses and Gratifications ini seharusnya lebih fleksibel dan mengedepankan teknologi karena peran teknologi dalam era media baru sudah sangat vital hingga mampu mempengaruhi persepsi dan psikologi (Sundar & Limperos, 2013). Media tradisional khalayak sering kali digambarkan sebagai massa yang homogen, tidak kritis dan pasif. Dalam era media baru, teori Uses and Gratifications audiens dicirikan sebagai khalayak aktif, cerdas dan termotivasi dalam penggunaan media (Quaan-Haase & Young, 2010, p. 351).

Gambar 2.1 Perkembangan Teori Uses and Gratifications

(9)

Sumber : Sundar dan Limperos (2013, p. 508)

Setiap warna menunjukkan jenis gratifikasi pada tiap media. Gratifikasi yang unik dalam tiap media tidak diberi warna (Sundar& Limperos, 2013, p. 508).

Sundar berpendapat bahwa kemampuan teknologi digital mampu mengubah pengalaman dengan cara mengundang pengguna untuk terlibat dengan konten yang disajikan media baru tersebut dengan secara personal, bukan hanya ikut terlibat saja tetapi juga aktif membangun makna (Sundar, 2008). Keunikan dalam tiap media tersebut berusaha disimpulkan oleh konsep berita Angela M. Lee.

Konsep tersebut berusaha mencari motif konsumsi berita dan menyimpulkannya dalam 4 kategori yaitu motif informasi, motif hiburan, motif opini dan motif sosial.

Uses and Gratifications dimulai pada tahun 1940-an ketika para peneliti menjadi tertarik mengapa khalayak terlibat pada banyak sekali bentuk sikap media, seperti mendengarkan radio atau membaca koran (Wimmer & Dominick dalam Ruggiero, 2000, p. 4)

Pada fase penelitian selama tahun 1950-an serta 1960-an, para peneliti mengidentifikasi serta mengoperasionalkan berbagai variabel sosial serta psikologis yang disebut sebagai cikal bakal berbagai pola konsumsi gratifikasi

(10)

(Wimmer & Dominick dalam Ruggiero, 2000, p. 5). Dari periode tahun tersebut kedepannya para peneliti teori Uses and Gratification dan psikolog telah menghasilkan banyak penelitian tentang cara manusia berinteraksi dengan media (Ruggiero, 2000, p. 6).

Pada periode tahun 70an hingga awal 80an penggunaan media secara bersama sama seperti televisi menghasilkan gratifikasi atau non gratifikasi pada individu maupun rakyat dan memulai proses baru. Proses tersebut lebih menekankan pada motif psikologis dan kepuasaan komunikasi (Ruggiero, 2000, p. 8). Pada penelitian awal uses and gratifications sebagian besar tidak berusaha untuk mengeksplorasi hubungan antara kepuasan yg terdeteksi dan berasal-usul psikologis atau sosiologis dan berasal kebutuhan yang dipenuhi. Mereka seringkali gagal mencari keterkaitan di antara aneka macam fungsi media, baik secara kuantitatif juga konseptual, yang mungkin mengarah pada deteksi struktur laten dari kepuasan media (Ruggiero, 2000, p. 5).

Penelitian pada media baru tersebut seperti pada Pappacharissi & Mendelson (2011) yang meneliti tentang media sosial Facebook. Penelitian yang menggunakan metode survei tersebut masih menggunakan motif penggunaan media seperti relaksasi dan hiburan pada media sosial Facebook, Mendelson menemukan bahwa motif tersebut yang sangat jelas perbedaan nya antar konsumen tetapi menunjukkan waktu dan kebiasaan yang sama dalam mengakses media sosial Facebook. (Sundar & Limperos, p. 517).

Konsep motivasi konsumsi berita merupakan pengembangan dari teori uses and gratifications. Konsep tersebut memperluas jenis motivasi konsumsi berita untuk lebih mencerminkan hubungan antara motivasi berita yang berbeda dan konsumsi berita dalam lanskap media berita yang berubah (Lee, 2013)

Penelitian yang dilakukan oleh Lee memperluas jenis motivasi konsumsi berita untuk lebih mencerminkan hubungan antara motivasi berita yang berbeda dan konsumsi berita dalam lanskap media berita yang berubah, dengan mengambil pendekatan berorientasi repertoar (Yuan, 2011) yang lebih mencerminkan cara

(11)

2.3 Konsep Motivasi Konsumsi Berita

Konsep motivasi konsumsi berita merupakan pengembangan dari teori uses and gratifications. Angela M. Lee memperluas jenis motivasi konsumsi berita untuk lebih mencerminkan hubungan antara motivasi berita yang berbeda dan konsumsi berita dalam lanskap media berita yang berubah, dengan mengambil pendekatan berorientasi repertoar yang lebih mencerminkan cara audiens mengkonsumsi berita di lingkungan media berita kontemporer (Yuan dalam Lee, 2013, p. 302). Konsep Motivasi Berita didapatkan setelah melakukan penelitian pada 30 jenis berita.

Penelitian tersebut juga bertujuan untuk memberikan kontribusi dan pemahaman yang lebih baik tentang relasi terhadap audiens dan berbagai jenis berita (Lee, 2013, p. 302).

Studi ini memperluas jenis motivasi konsumsi berita untuk lebih mencerminkan hubungan antara motivasi berita yang berbeda dan konsumsi berita dalam lanskap media berita yang berubah (Lee, 2013)

1. Information motivated News Consumption

Salah satu alasan mendasar orang mengkonsumsi berita adalah untuk keuntungan informasi (Hastall dalam Lee, 2013, p. 301). Konsumsi berita yang dimotivasi informasi berkisar pada penggunaan berita untuk pengawasan, untuk memenuhi kebutuhan untuk mengetahui, memahami apa yang terjadi di dunia, dan mengikuti cara pemerintah menjalankan fungsinya (Mccombs dalam Lee, 2013, p. 301).

Berdasarkan perkembangannya ,khalayak berita yang dimotivasi oleh informasi ialah mereka yang memprioritaskan

''gratifikasi orientasional,'' yang mencakup gratifikasi seperti pengawasan, berita, pengambilan keputusan, kebijakan dan pemungutan suara (Lee, 2013, p. 301).

2. Entertainment- Motivated News Consumption

Sama halnya dengan beberapa orang yang termotivasi untuk mengkosumsi berita karena membutuhkan informasi, sebagian lain mungkin tertarik pada aspek hiburan dari berita suara (Lee, 2013, p. 304).

Konsumsi berita bermotivasi hiburan mencakup penggunaan berita dengan

(12)

tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kegembiraan, tawa, humor, dan relaksasi (Hmielowski, Katz & Abdulla dalam Lee, 2013, p. 304).

Program Talk Show seperti The Daily Show atau Saturday Night Live yang merupakan acara komedi politik dan The Tonight Show atau The Late Show yang berisi bincang-bincang hiburan larut malam mereka tentang masalah politik melalui penggunaan humor dan sindiran adalah salah satu motif konsumsi berita pada aspek hiburan (Lee, 2013, p. 304).

3. Opinion-Motivated News Consumption

Banyak studi eksposur selektif menganalisis hubungan antara audiens berita dan opini media dan menemukan bahwa sementara beberapa orang beralih ke sumber informasi yang sesuai untuk validasi pendapat, yang lain beralih ke sumber informasi yang tidak sesuai untuk paparan sudut pandang yang berbeda, dan yang lain menghindari sumber informasi yang tidak sesuai untuk menghindari sudut pandang yang berbeda. Kemunculan televisi kabel selama decade terakhir ini membantu audiens berita menjadi lebih sleekti untuk mengkonsumsi berita dan memeriksa efek media (Lee, 2013, p. 304).

,Konsumsi berita bermotivasi opini berkisar pada penggunaan berita untuk pembentukan opini, penegasan, atau penghindaran. Dengan kata lain, motivasi opini termasuk kebutuhan untuk mencari bantuan dalam membentuk opini tentang isu-isu tertentu, untuk mengekspos satu ke sudut pandang lain, dan untuk pandangan dari individu yang berpikiran sama (Stroud dalam Lee, 2013, p. 304).

4. Social-Motivated News Consumption

Motivasi sosial mencakup kebutuhan untuk mengikuti apa yang dibicarakan orang-orang di sekitar kita, untuk tampak terinformasi kepada orang lain, lebih mudah bergaul, dan mengikuti apa yang dilakukan temantemannya (Lee, 2013, p. 305).

(13)

Tabel 2.2 Tabel Ukuran Motif Konsumsi Berita pada Media Digital Konsep Motivasi Konsumsi Berita

Saya mengkonsumsi berita di facebook page 20Detik, karena : Information-driven

motivations

Untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia sekitar saya

Untuk mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah

Untuk menjadikan diri saya sebagai warga negara yang memiliki informasi yang dibutuhkan (informed citizen)

Untuk membantu saya belajar tentang orang lain

Untuk memperoleh informasi baru yang penting

Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi

Entertainment-driven motivations

Untuk menghibur diri

Karena menyenangkan Karena dapat membuat saya tertawa

Karena sudah menjadi kebiasaan saya

Karena tidak ada kegiatan lain

(14)

Opinion-driven motivations

Untuk membantu saya memiliki opini tentang suatu isu tertentu

Untuk mengetahui opini orang lain

Untuk mengetahui opini orang lain yang sejalan dengan pandangan saya

Untuk mengetahui opini orang lain yang berbeda pandangan dengan saya

Social-driven

motivations

Agar saya update dengan apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang di sekitar saya

Agar saya terlihat oleh orang lain sebagai orang yang update akan informasi

Karena banyak teman saya yang mengakses berita tersebut

Untuk membuat saya mudah berteman

Supaya punya bahan obrolan dengan orang lain Agar menjadi bagian dari komunitas/kelompok

(Lee, p. 303-305)

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua data (whole sample) yang berjumlah 525 data yang diambil dari data rekam medis pasien rawat inap dan yang

membungkuk yang dilakukan operator saat memotong pandan pada aktivitas pemotongan pandan aktual dapat dihindarkan dan operator tidak perlu lagi untuk memotong pandan sambil

10 Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (juta perjalanan) 11 Jumlah pengeluaran wisatawan nusantara (Triliun Rupiah) 12 Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata yang

Apabila login berhasil dilaksanakan maka admin akan masuk ke menu utama setelah admin masuk ke menu utama admin diminta untuk melakukan setting port dimana setting

1) Expert Priceber Communication. 2) Petugas PR dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasehati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi surfaktan terhadap tegangan permukaan dan viskositas oli mesin Enduro 4 Takproduksi

Faktor yang berkontribusi paling besar adalah faktor Supervisor Communications , yang berarti di dalam dalam perusahaan ini sering terjadi Supervisor Communications dan

 O bermakna belum ada sebarang tindakan dilakukan, manakala 10 bermakna perlaksanaan janji tersebut cemerlang dalam pada masa ini.(sekiranya janji berkaitan pembinaan bangunan