30 3.1 Pengkajian
3.1.1 Data Umum
Ny. D berusia 40 tahun, beralamat tempat tinggal di kecamatan sukung kota malang. Ny. D berstatus menikah dengan tamatan sekolah menengah atas (SMA), Ny D sebagai ibu rumah tangga. Ny D hamil dengan kehamilan ke empat dengan yang pertama mengalami keguguran dan hamil kedua dan ketiga janin tidak berkembang. Selama mengalami keguguran pasien tidak pernah dilakukan curettage hanya dengan minum obat dari dokter. Ny D dengan G4 P0 A3 hamil 26 minggu. Keluarga ini termasuk tipe keluarga nuclear family atau keluarga inti dimana kepala keluarga bernama Tn. H usia 42 tahun, Pendidikan terakhir SMA, Tn.H pegawai swasta.
3.1.2 Latar Belakang Budaya
Suku bangsa keluarga Ny.D yaitu suku jawa, lingkungan tempat tinggal juga mayoritas suku jawa, Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan warga sekitar adalah bahasa jawa.
3.1.3 Identitas Religious
Agama yang dianut keluarga Ny.D adalah agama islam , tidak ada perbedaan keyakinan kegamaan dalam satu keluarga semua ajaran agama yang dianut sama. Ny.D mengikuti kegiatan religious seperti pengajuan dan tahlil rutin.
Kepercayaan dan nilai yang dianut adalah islam jadi keluarga lebih percaya kepada tenaga medis dan juga dimbangi rajin beribadah kepada Allah SWT.
3.1.4 Status Ekonomi
Keluarga Ny.D ini tergolong status ekonomi golongan tengah, dimana Tn.H bekerja dengan penghasilan ±3.000.000.
3.1.5 Aktivitas rekreasi waktu luang
Ny. D mengatakan bahwa biasanya berekreasi setiap libur lebaran dan ketempat wisata terdekat dimalang.
3.1.6 Riwayat Kesehatan Keluarga Inti
Keluhan pasien saat ini adalah kepalanya terasa pusing,,nyeri ulu hati, bengkak pada kaki kanan dan kiri. Pasien mengatakan bahwa sebelum hamil pasien tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi akan tetapi semenjak hamil mengalami tekanan darah tinggi. Tanda tanda vital pasien saat pengajian dengan tekanan darah 179/125 mmHg, nadi 77 x/menit, respiration rate 20x/menit, suhu badan 36,4oC dengan berat badan 84 Kg dan tinggi 162 cm.
3.1.8 Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya
Pasien mengatakan bahwa sebelum hamil pasien tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi akan tetapi semenjak hamil mengalami tekanan darah tinggi.
3.1.9 Karakteristik Rumah
Ny. D mengatakan rumahnya milik pribadi dan berlantai satu, penerangan cukup, ventilasi cukup baik lantai rumah tidak licin rumahnya bersih. Dapur cukup bersih, untuk air minum Ny. D merebus air sendiri untuk dikonsumsi.
Kamar mandi ada jamban pribadi dan fasilitas perlengkapan mandi lengkap dan lantai tidak licin. Didalam rumah tidak ada binatang peliharaan. Ny.D mengatakan bersyukur mempunyai rumah yang kecil namun sederhana dan bisa dijadikan tempat berteduh dan hidup. Pembuangan sampah rumah tangga di ambil oleh petugas kebersihan setiap harinya
3.1.10 Pola Komunikasi
Bahasa yang digunakan sehari-hari untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga atau tetangga adalah bahasa jawa. Antar anggota keluarga berkomunikasi secara langsung dikarenakan ataupun melalui HP. Komunikasi Ny D terhadap teman- teman dan saudarannya juga baik tidak ada masalah apapun. Antar
anggota keluarga saling mendengarkan dan merespons baik pada suatu pendapat.
Emosi yang disampaikan bisa positif atau negatif sesuai dengan kondisi yang dihadapi
3.1.11 Struktur Kekuasaan Keluarga
Tn.H menjadi kepala keluarga yang baik, bijaksana dan menyayangi keluarganya. Ny.D merupakan ibu rumah tangga yang baik dan menjalani tugasnya dirumah sebagai istri dan ibu. Struktur kekuasaan dirumah ini tetap di pegang oleh Tn.H sebagai kepala keluarga.
3.1.12 Struktur Peran
Tn.H menjadi role model, Status sosial keluarga tidak mempengaruhi pembagian peran mereka saling menerima dan melengkapi satu sama lain. Budaya masyarakat dan agama juga tidak mempengaruhi dalam pembagian peran. Peran keluarga tetap di pegang oleh Tn.H sebagai ayah dan suami.
3.1.13 Struktur Nilai
Nilai dan budaya yang dianut adalah Jawa,Tidak ada konflik atau masalah yang menonjol dalam keluarga. Nilai nilai yang dianut sudah sesuai dengan kelompok atau komunitas dan dianut secara sadar. Saat ini keluarga mempercayai jika pengobatan kesehatan bisa di lakukan di rumah sakit atau di puskesmas. Dan keluarga berobat ke puskesmas.
3.1.14 Fungsi Afektif
Hanya Ny D yang saat ini yang membutuhkan bantuan dan dukungan keluarga dalam pengobatan.Tn.H berusaha untuk mampu menggambarkan kebutuhan, sebisa dan semampu mungkin akan mereka penuhi demi kebaikan bersama. Dalam anggota keluarga semua masalah itu diselesaikan bersama.
Mereka saling menghormati kebutuhan antara satu dengan anggota keluarga yang lain.
3.1.15 Fungsi Sosialisasi
Hubungan dengan keluarga, teman ataupun tetangga terjalin baik, begitupun dengan interaksinya, untuk bersosialisasi.
3.1.16 Fungsi Perawatan Keluarga dan Fungsi Reproduksi
Setiap paginya Ny.D menyiapkan sarapan dan juga mengurus rumah, bersih-bersih rumah.. Tn.H tiap hari bekerja berangkat pagi pulang sore hari.
Fungsi reproduksi dalam keluarga Ny.D sedang hamil. Pasien setiap hari makan 3 kali dalam sehari, selalu menghabis kan porsi makan dengan jenis makanan nasi, sayur, ayam, buah, bakso, tempe. Pasien juga tidak memiliki kesulitan dalam makan. Minum dengan rata-rata 3000 cc setiap harinya dengan jenis minuman yaitu air putih dan kopi hangat disetiap paginya. BAB 1 kali dengan konsistensi lembek, berwarna kuning dan bau khas feses. BAK ketika ingin mandi dan kebelet pipis dengan warna kuning dan bau khas urin. Pasin mandi 2 kali sehari dan keramas 3-4 kali seminggu, selalu sikat gigi dan kuku dipotong ketika panjang. Pasien tidur 6 jam seharinya dengan tidur siang 1 jam terbangun ketika malam karena ingin kencing, pasien pun masih bisa beraktifitas secara normal dan selalu jalan pagi setiap pagi harinya.
3.1.17 Stress Dan Koping Keluarga
Tingkat stress untuk keluarga Ny D rendah karena setiap ada masalah selalu dihadapin Bersama. Ada kekhawatiran dari keluarga Tn.H dan Ny D karena tekanan darah tinggi dan sering mengalami keguguran dikehamilan sebelumnya.
Jadi sangat berharap akan kelahiran anak diberikan kelancaran.
3.1.18 Hasil Pemeriksaan Fisik Keluarga
Item yg diperiksa Tn. H (42 tahun) NY.D (40 tahun)
TTV TD : 120/80 mmHg
RR : 20 x/ mnt Nadi : 80 x/mnt Suhu : 36,7o C BB : 78 Kg
Ny D dengan G4 P0 A3 hamil 26 minggu. Tanda tanda vital pasien saat pengajian dengan tekanan darah 179/125 mmHg, nadi 77 x/menit, respiration rate 20x/menit, suhu badan 36,4℃
dengan berat badan 84 Kg dan tinggi 162 cm.
Keluhan saat ini - Keluhan pasien saat ini adalah kepalanya terasa pusing,,nyeri ulu hati, bengkak pada kaki kanan dan kiri. Pasien mengatakan bahwa sebelum hamil pasien tidak
pernah mengalami tekanan darah tinggi akan tetapi semenjak hamil mengalami tekanan darah tinggi.
Pemeiksaan Kepala Leher
Rambut bersih, tidak rontok Leher : tidak ada
pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada JVD
Rambut bersih, rontok dan beruban
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada JVD Pemeriksaan
Thorak(Jantung dan Paru)
- -
Pemeriksaan Abdomen
Tidak ada nyeri tekan Tidak ada nyeri tekan Pemerikaan
Ekstermitas (atas dan bawah)
Tidak ada gangguan Edema pada ekstremitas
Pemeriksaan Neurologi
- -
Pemeriksaan Integumen
Integumen bersih, warna tidak pucat, lembab, dan tidak ada gangguan , CRT :
< 2 detik
Integumen bersih, warna tidak pucat, lembab, dan tidak ada gangguan , CRT : < 2 detik Pemeriksaan
Muskulokeletal
- Kekuatan otot 5 5
5 5
Kekuatan otot 5 5
5 5 Pemeriksaan
penunjang (Lab/
foto rontgen/
USG) jika ada
- -
Pengkajian Head to Toe ditemukan edema pada ekstremitas.
Pengkajian Time Up and Go dengan hasil 9 detik dengan interpretasi normal. Pengkajian lingkungan rumah ditemukan jalan masuk kerumah mempunyai anak tangga, kamar mandi pasien dekat dengan kamar pasien, rumah terdiri dari 1 lantai, lantai dari kramik tapi tidak licin, sumber api berada hanya di dapur. Hasil test Short Portable Mental Status Questionnaire dengan jawaban salah 3 yang berarti fungsi intelektual utuh. Mini-Mental State Exam dengan hasil 29 dengan interpretasi hasil tidak ada gangguan kognitif. Geriatric Depression Scale didapatkan hasil fungsi intelektual utuh.
Index Barthel dengan hasil 95 dengan interpretasi mandiri.
3.2 Analisa Data dan Diagnosa Keperawatan
Analisa data dilakukan berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal telah dilakukan sebelumnya. Sehingga masalah yang dapat diangkat berdasarkan SDKI (2016). Diagnosa keperawatan keluarga merupakan perpanjangan diagnosis ke sistem keluarga dan subsistemnya serta merupakan hasil pengkajian keperawatan. Diagnosa keperawatan keluarga termasuk masalah kesehatan aktual dan potensial dengan perawat keluarga yang memiliki kemampuan dan mendapatkan lisensi untuk menanganinya berdasarkan pendidikan dan pengalaman (Friedman, 2013). Dari hasil pengkajian didapatkan 4 masalah keperawatan yang muncul yaitu :
a. Perfusi perifer tidak efektif b.d penurunan aliran arteri dan/atau vena
Berdasarkan masalah keperawatan pertama yaitu erfusi perifer tidak efektif b.d penurunan aliran arteri dan/atau vena didapatkan data pendukung masalah keperawatan tersebut secara subjektif adalah pasien mengatakan kepalanya terasa pusing, edema pada kaki. Sedangkan data objektif klien tampak meringis, tekanan darah 179/125x/menit, nadi 77 x/menit, respiration rate 20x/menit, suhu badan 36,4oC dengan berat badan 84 Kg dan tinggi 162 cm, DJJ 140x/menit, proteiurea +++ dan Hb 13 gr/dl.
b. Nyeri Akut b/d berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah
Berdasarkan masalah keperawatan kedua nyeri akut berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah didapatkan data pendukung masalah keperawatan tersebut secara subjektif adalah pasien mengatakan nyeri ulu hati dengan skala nyeri 4/5 dan nyeri hilang timbul. Sedangkan data objektif klien tampak meringis, tekanan darah 179/125x/menit, nadi 77 x/menit, respiration rate 20x/menit, suhu badan 36,4oC dengan berat badan 84 Kg dan tinggi 162 cm, DJJ 140x/menit, proteiurea +++ dan Hb 10,6 gr/dl.
c. Defisit Pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Berdasarkan masalah keperawatan ketiga yaitu defisit pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan didapatkan data pendukung masalah keperawatan tersebut secara subjektif adalah pasien mengatakan tidak mengetahui penyebab masalahkesehatan yang dialami, pasien mengatakan tidak mengetahui tanda dan gejalamasalah kesehatan yang dialami, pasien mengatakan tidak membatasi atau mengurangi konsumsi makanan asin / garam. Sedangkan data objektif klien tampak bingung, tekanan darah 179/125x/menit, nadi 77 x/menit, respiration rate 20x/menit, suhu badan 36,4oC dengan berat badan 84 Kg dan tinggi 162 cm, DJJ 140x/menit, proteiurea +++ dan Hb 13 gr%.
d. Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan b.d Kontrol Tekanan darah Masalah keperawatan keempat yaitu kesiapan peningkatan manajemen kesehatan dengan data pendukung pasien mengatakan semenjak hamil mengalami tekanan darah tinggi dari awal kehamilan dan pasien mengatakan tidak terlalu banyak mengetahui tentang penyakitnya.
Sedangkan data objektif yaitu pasien nampak antusias saat perawat memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakitnya.
3.3 Rencana Keperawatan
Rencana asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada pasien Ny.D berdasarkan diagnosis yang telah diangkat akan mengacu pada SLKI dan SIKI. Tujuan dilakukannya rencana keperawatn akan disesuaikan dengan masing-masing diagnosis yang telah diangkat sebelumnya.
Masalah keperawatan pertama dengan diagnosis perfusi perifer tidak efektif b.d penurunan aliran arteri dan/atau vena dengan Luaran yang diharapkan klien edema menurun, warna kulit tidak pucat dengan kriteria hasil periksa sirkulasi perifer(mis:nadi perifer,edema,pengisian kapiler, warna,suhu), identifikasi faktor resiko gangguan sirkulasi, lakukan hidrasi, anjurkan menggunakan obat penurun tekanan darah, anjurkan minum obat
pengontrol tekanan darah secara teratur dan nformasikan tanda dan gejala darurat yang harus dilaporkan.
Masalah keperawatan kedua dengan diagnosis nyeri akut berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah. Dengan Luaran yang diharapkan klien mampu mengatasi tingkat nyeri menurun dengan kriteria hasil kemampuan menuntaskan aktivitas meningkat, keluhan nyeri menurun, meringis menurun, gelisah menurun, kesulitan tidur menurun dan pola tidur membaik. Intervensi yang akan dilakukan manajemen nyeri yang terdiri dari Identifikasi nyeri, Identifikasi skala nyeri, Identifikasi faktor yang memperingan dan memperberat nyeri, jelaskan periode, penyebab, dan pemicu nyeri.
Masalah keperawatan ketiga yaitu defisit pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan.Dengan luaran diharapkan klien dan keluarga siap dan mampu menerima informasi, klien dan keluarga mampu menyebutkan tentang penyakit preeklamsia.
Masalah keperawatan keeempat yaitu kesiapan peningkatan manajemen kesehatan berhubungan dengan kontrol tekanan darah. Dengan Luaran yang diharapkan mampu melakukan manajemen kesehatan keluarga dengan kriteria hasil Kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami meningkat, aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat cukup meningkat, verbalisasi kesulitan menjalankan perawatan yang ditetapkan cukup menurun.
3.4 Implementasi Asuhan Keperawatan
Tindakan perawat adalah upaya perawat untuk membantu kepentingan klien, keluarga, dan komunitas dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi fisik, emosional, psikososial, serta budaya dan lingkungan, tempat mereka mencari bantuan. Tindakan keperawatan adalah implementasi/pelaksanaan dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik (Kholifah &
Widagdo, 2016).
Masalah keperawatan yang pertama diagnosis perfusi perifer tidak efektif b.d penurunan aliran arteri dan/atau vena untuk tindakan keperawatan yang sudah dilakukan mengkaji periksa sirkulasi perifer (mis. Nadi perifer,
edema, pengisian kapiler, warna, suhu, ankle-brachialindex), identifikasi faktor risiko gangguan sirkulasi (mis. Diabetes Melitus Tipe II, perokok, orang tua, hipertensi dan kadar kolesterol tinggi), monitor panas, kemerahan, nyeri/kesemutan, atau bengkak pada ekstremitas.
Masalah keperawatan yang kedua nyeri akut untuk tindakan keperawatan yang sudah dilakukan mengkaji nyeri secara komprehensif, mengobservasi tanda-tanda vital dan menganjurkan untuk istirahat yang cukup.
Masalah keperawatan ketiga yaitu defisit pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan dengan klien paham penyebab dan factor resiko penyakit roses, patofisologi timbulnya penyaki, klien mengetahui tanda dan gejala yang ditimbulkan penyakit, klie mengerti kemungkinan terjadinya komplikasi dan kondisi klien saat ini.
Masalah keperawatan yang kempat adalah kesiapan peningkatan manajemen kesehatan diberikan tindakan yaitu pendidikan kesehatan dengan memberikan informasi pendidikan kesehatan terkait faktor risiko yang dapat mempengaruhi hipertensi, tanda dan gejala, faktor risiko tekanan darah tinggi, komplikasi, pengobatan, dan diet seperti diet rendah garam, rendah kolesterol, diet rendah lemak jenuh, diet rendah kalori, dan diet tinggi serat, perbanyak Makan buah dan sayur dan olahraga teratur.
3.5 Evaluasi
Evaluasi keperawatan adalah suatu proses menilai diagnosis keperawatan keluarga yang teratasi, teratasi sebagian, atau timbul masalah baru. Melalui kegiatan evaluasi, perawat dapat menilai pencapaian tujuan yang di harapkan dan tujuan yang telah di capai oleh keluarga. Bila tercapaisebagian atau timbul masalah keperawatan baru, kita perlu melakukanpengkajian lebih lanjut, memodifikasi rencana, atau mengganti denganrencana yang lebih sesuai dengan kemampuan keluarga keperawatan keluarga adalah proses untuk menilai keberhasilan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatannya sehingga memiliki produktivitas yang tinggi dalam mengembangkan setiap anggota keluarga (Kholifah & Widagdo, 2016).
Pada masalah keperawatan yang sudah diatasi selama 2 pertemuan implementasi dan evaluasi menunjukkan hasil sebagai berikut, masalah keperawatan pertama perfusi perifer tidak efektif klien mengatakan memahami apa yang diajarkan oleh perawat dengan data objektif hasil kemampuan menuntaskan aktivitas sedang, Meringis cukup menurun, sikap protektif sedang, Frekuensi nadi cukup membaik (N: 85 x/menit), tekanan darah cukup membaik (TD 140/90 mmHg), DJJ 134x/menit.
Masalah keperawatan kedua nyeri akut klien mengatakan memahami apa yang diajarkan oleh perawat dan nyeri sudah menurun dengan data objektif hasil kemampuan menuntaskan aktivitas sedang, keluhan nyeri cukup menurun (Skala nyeri 3), Meringis cukup menurun, sikap protektif sedang, Frekuensi nadi cukup membaik (N: 835x/menit), tekanan darah cukup membaik (TD 140/90 mmHg), Sehingga masalah keperawatan teratasi.
Masalah keperawatan ketiga deficit pengetahuan klien mengatakan memahami apa yang diajarkan oleh perawat dan paham dengan edukasi yang diberikan. Data objektif kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami meningkat, aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat cukup meningkat, Sehingga masalah keperawatan teratasi.
Masalah keperawatan keempat kesiapan peningkatan manajemen kesehatan. Pasien mengatakan sudah memahami mengenai penyakit preeklamsia i dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit tersebut dan melakukan rendam kaki hangat secara mandiri. Data objektif kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami meningkat, aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat cukup meningkat, verbalisasi kesulitan menjalankan perawatan yang ditetapkan cukup menurun. Sehingga masalah keperawatan teratasi.