• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN ANGKUTAN UMUM ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI (AKAP) JAWA TIMUR BERDASARKAN PM NOMOR 98 TAHUN 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN ANGKUTAN UMUM ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI (AKAP) JAWA TIMUR BERDASARKAN PM NOMOR 98 TAHUN 2013"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN ANGKUTAN UMUM ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI (AKAP) JAWA TIMUR

BERDASARKAN PM NOMOR 98 TAHUN 2013

Nunung Nuring Hayati Ririn Endah Badriani

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember Jalan Kalimantan 37, Jember, Jawa Timur

Telepon: (0331) 484977 [email protected]

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember Jalan Kalimantan 37, Jember, Jawa Timur

Telepon: (0331) 484977 [email protected]

Sonya Sulistyono Fatwa Annisa Fitri

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember Jalan Kalimantan 37, Jember, Jawa Timur

Telepon: (0331) 484977 [email protected]

Program Studi S1 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember

Jalan Kalimantan 37, Jember, Jawa Timur Telepon: (0331) 484977

[email protected] Abstract

According to the Transportation Ministry of Indonesia, the number of road passenger transport has decreased by about 7.83% per year in the last 3 years. The decline in the public interest to use public transport services, especially transport AKAP (Inter-City Inter-Province) are due to the comfort and safety of passengers during the journey can not be guaranteed optimally by transport companies, as well as the displacement of people to other modes of transport and private vehicles. In this study to evaluate the company's performance AKAP in East Java based on the Transportation Ministry of Indonesia Number PM 98 Year 2013 using the scoring method. The results of this study were obtained 12 companies included in the category of a very good performance of the 31 companies, while the company's performance good categories as many as 19 companies.

Keywords: company performance, AKAP, public transport, scoring method

Abstract

Menurut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dalam 3 tahun terakhir jumlah angkutan penumpang jalan raya mengalami penurunan sekitar 7,83% per-tahun. Penurunan minat masyarakat dalam menggunakan jasa angkutan umum khususnya pada angkutan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) adalah karena kenyamanan dan keamanan penumpang selama perjalanan yang tidak dapat dijamin secara optimal oleh perusahaan angkutan dan juga adanya perpindahan masyarakat ke moda transportasi lainnya serta kendaraan pribadi. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan AKAP di Jawa Timur berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 98 Tahun 2013 menggunakan metode skoring. Hasil dari penelitian ini diperoleh 12 perusahaan termasuk dalam kinerja kategori sangat baik dari 31 perusahaan, sedangkan kinerja perusahaan kategori baik sebanyak 19 perusahaan.

Kata kunci: kinerja perusahaan, AKAP, angkutan umum, metode skoring

PENDAHULUAN

Angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebagai bagian dari sistem transportasi adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan pada umumnya. Keberadaan angkutan umum AKAP sangat dibutuhkan, akan tetapi bila tidak ditangani secara baik dan benar

(2)

merupakan masalah bagi masyarakat, karena jika kondisi sistem angkutan yang buruk akan menyebabkan turunnya efektifitas maupun efisiensi dari sistem transportasi secara umum. Beberapa permasalahan yang umum terjadi pada perusahaan angkutan umum AKAP yaitu pada aspek administrasi, aspek teknis, aspek operasional, aspek kepengusahaan dan aspek SDM (Sumber Daya Manusia).

Menurut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pada kurun waktu 3 tahun terakhir jumlah penumpang angkutan jalan raya mengalami penurunan sekitar 7,83% setiap tahunnya. Berbanding terbalik dengan jumlah penumpang angkutan udara yang mengalami peningkatan setiap tahunnya hingga mencapai 7,6% dan angkutan kereta api yang naik sebesar 4,6%. Menurunnya minat masyarakat dalam menggunakan jasa angkutan umum khususnya angkutan umum AKAP disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena kenyamanan dan keamanan penumpang selama perjalanan yang belum dapat dijamin secara optimal oleh perusahaan angkutan dan juga beralihnya masyarakat pada moda angkutan yang lain maupun ke kendaraan pribadi.

Perusahaan angkutan umum merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pelayanan angkutan umum. Selama ini, kinerja angkutan umum selalu dilakukan tinjauan dari sisi teknis operasional saja. Penelitian ini mencoba mensoroti dan membahas kinerja angkutan umum khususnya pada angkutan umum AKAP dengan tinjauan pada sisi pengusaha angkutan. Hal ini menjadi menarik, karena tinjauan dari sisi aspek perusahaan angkutan belum banyak dibahas.

METODE PENELITIAN

Angkutan Umum

Angkutan umum adalah angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan kota (bus, minibus, dsb), kereta api, angkutan air dan angkutan udara (Warpani, 1990). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan dijelaskan bahwa angkutan adalah pemindahan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan.

Evaluasi dan Kinerja

Evaluasi adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberi nilai secara obyektif atas pencapaian hasil-hasil pelaksanaan (program) yang telah direncanakan sebelumnya dan dilakukan secara sistematis dan obyektif dengan menggunakan metode yang relevan (Nurcholis, 2009). Konsep kinerja disini mencangkup dua arti, yaitu efektifitas dan efisiensi. Efektifitas meliputi penilaian terhadap hasil dari suatu sistem pelayanan, sedangkan efisiensi merupakan ukuran penilaian terhadap cara atau alat untuk mencapai hasil tersebut.

Dalam menganalisa kinerja perusahaan angkutan umum digunakan dasar peraturan yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek. Dalam peraturan tersebut telah dijelaskan dengan

(3)

Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) kepada masyarakat.

Data perusahaan angkutan diperoleh dari instansi terkait yaitu Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Data yang diperoleh berupa pertanyaan kuesioner yang telah dijawab sesuai dengan kondisi sesungguhnya perusahaan angkutan umum.

Data yang diperoleh dibagi menjadi lima aspek, yaitu:

a. Aspek administrasi b. Aspek teknis c. Aspek operasional d. Aspek kepengusahaan

e. Aspek SDM (Sumber Daya Manusia)

Setelah didapatkan data, dilakukan analisis kinerja perusahaan angkutan menggunakan metode skoring untuk keseluruhan kuesioner pada masing-masing aspek.

Skoring merupakan teknik pengambilan keputusan pada suatu proses yang melibatkan berbagai faktor secara bersama-sama dengan cara memberi skor/nilai pada masing- masing faktor tersebut.

Dalam menganalisa kinerja perusahaan angkutan umum AKAP dilakukan pembobotan pada masing-masing aspek, sehingga dapat dilihat nilai total masing- masing aspek sebelum akhirnya dijumlahkan nilai tiap aspek dan dirata-rata untuk mengetahui nilai akhir dari perusahaan angkutan.

Tabel 1. Kriteria Kinerja Perusahaan Angkutan Umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)

No. Nilai Akhir Nilai Huruf Kategori

1 81 – 100 A Sangat Baik

2 66 – 80 B Baik

3 56 – 65 C Cukup

4 46 – 55 D Kurang

5 > 46 E Sangat Kurang

Teknik Pembobotan

Teknik pembobotan yaitu pemberian penilaian kriteria terhadap dua atau lebih sampel yang memiliki karakteristik yang sama. Penentuan kriteria pada teknik pembobotan dengan cara membandingkan nilai ekivalen dari masing-masing sampel (Kanaidi, 2007).

Dalam menentukan masing-masing nilai yang memiliki bobot berbeda, hal yang dilakukan adalah menentukan batas atas dan batas bawah yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan untuk menghitung interval dan juga bobot nilai lainnya.

Untuk menentukan interval digunakan rumus (Kanaidi, 2007):

erval jumlah

imum nilai

maksimum nilai

Interval

int

 min

 (1)

Adapun perhitungan untuk mencari nilai antara batas atas dan batas bawah dapat menggunakan rumus interpolasi:

(4)

 



 



jumlah erval

imum nilai

imum nilai

maksimal nilai

dicari yang Nilai

int

min min (2)

Tahapan Penelitian

Tahapan pelaksanaan dalam melakukan evaluasi kinerja perusahaan angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ditunjukkan seperti pada Gambar 1 berikut.

Gambar 1 Diagram Alir Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perusahaan Angkutan AKAP

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur diperoleh data perusahaan angkutan umum AKAP yang beroperasi dan selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan angkutan. Perusahaan-perusahaan

(5)

Tabel 2 Daftar Perusahaan Angkutan Umum AKAP Jawa Timur

No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan

1 PO. Akas NR 17 PO. Gunung Mas

2 PT. Akas Mila Sejahtera 18 PO. Eka

3 PT. Dali Mas 19 Perum Damri

4 PT. Mila Sejahtera 20 PO. Borobudur Indah

5 PO. Malang Indah 21 PT. Citra Wisata Mandiri

6 PO. Aneka Jaya 22 PT. Jawa Indah Transport

7 PT. Harapan Jaya Prima 23 PO. Cahaya Mulya

8 Perum Damri KC. Malang 24 PT. Indonesia Abadi Akas N1

9 PO. Akas Green 25 PT. Akas Transportasi Indonesia

10 PT. Indo Transport Abdimas 26 PO. Sugeng Rahayu

11 PO. Margo Djoyo Putra 2 27 PT. Karya Setiawan Ekatama 12 PT. Setijohadji Madju Lestari 28 CV. Menggala

13 PO. Moedah 29 PO. Sandy Putra

14 PT. Medali Mas Transportasi 30 PT. Kemenangan 15 PT. Rukun Jaya Sejahtera 31 PT. Majoe Muda Mandiri 16 PO. Akas Asri

Sumber: Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur (2015)

Berdasarkan Tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa terdapat 31 perusahaan angkutan umum AKAP yang ada di Provinsi Jawa Timur dan beroperasi.

Pengolahan Data Kinerja Perusahaan Angkutan Umum AKAP

Tahap awa dalam pengolahan data adalah pemberian skor pada jawaban sesuai hasil identifikasi lapangan pada kuesioner. Pemberian skor pada masing-masing aspek pada kuesioner dengan pendekatan pembobotan nilai. Nilai tertinggi setiap item pertanyaan diberikan nilai 100 dan terendah dengan nilai 50. Menggunakan persamaan (1) dan persamaan (2) ditentukan nilai skor setiap jawaban berdasarkan jumlah jawaban/isian kuisioner untuk setiap pertanyaan pada setiap aspek.

Berikut adalah beberapa perbedaan nilai bedasarkan banyaknya pilihan jawaban pada tiap isian kuisioner:

1. Nilai dengan 2 pilihan jawaban

Contoh isian dalam quisioner dengan dua pilihan jawaban seperti berikut ini:

2. Pelaksanaan Rekruitmen 100 Secara Periodik

50 Secara Insidental (Jika Diperlukan)

Terdapat beberapa pertanyaan pada kuesioner yang mempunyai dua pilihan jawaban. Pada tipe soal tersebut diberikan nilai tertinggi sebesar 100 untuk yang direkomendasikan dan nilai terendah sebesar 50. Hasil check list isian setiap aspek berdasarkan kondisi lapangan selanjutnya diberikan bobot nilai seperti kriteria di atas.

2. Nilai dengan 3 pilihan jawaban

Contoh isian dalam quisioner dengan tiga pilihan jawaban seperti berikut ini:

(6)

2. Tenaga Mekanik 100 Pegawai Tetap

75 Pegawai Kontrak 50 Pegawai Lepas

Terdapat beberapa pertanyaan pada kuesioner yang mempunyai tiga pilihan jawaban. Pada tipe soal tersebut diberikan nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai interval antara keduanya. Penentuan besarnya nilai interval dihitung menggunakan persamaan 1. Sehingga bobot nilai jawaban untuk pertanyaan dengan tiga pilihan jawaban yaitu dengan nilai 100, 75 dan 50.

3. Nilai tipe 4 pilihan jawaban

Contoh isian dalam quisioner dengan empat pilihan jawaban seperti berikut ini:

4. Pemberian Sanksi

100 Sesuai Ketentuan dan Dilakukan Melalui Beberapa Tahapan 83 Sesuai KetentuanTergantung Tingkat Kesalahan

67 Tidak Ada Ketentuan Tertulis Tetapi Dilaksanakan 50 Tidak Ada Ketentuan

Terdapat beberapa pertanyaan pada kuesioner yang mempunyai empat pilihan jawaban. Pada tipe soal tersebut diberikan nilai tertinggi sebesar 100, nilai terendah sebesar 50 dan nilai interval antara keduanya. Penentuan besarnya nilai interval dihitung menggunakan persamaan 1. Sehingga bobot nilai jawaban untuk pertanyaan dengan empat pilihan jawaban yaitu dengan nilai 100, 83, 67 dan 50.

4. Nilai pada pilihan jawaban berbobot hampir setara

Contoh isian dalam quisioner dengan pilihan jawaban berbobot hampir setara ditunjukkan seperti berikut ini:

13. Ketersediaan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pelayanan 20 SOP Perawatan Kendaraan

20 SOP pemeriksaan Teknis Kend. Sebelum & Sesudah Berangkat 20 SOP Pemeriksaan Admin. Kend. Sebelum & Sesudah Berangkat 15 SOP Pengolahan Limbah

15 SOP Penanganan Kecelakaan 10 SOP Lainnya

Total skor untuk item pertanyaan dalam kuisioner ini sebesar 100, sehingga setiap jawaban diberikan bobot nilai. Pemberian bobot nilai didasarkan atas tingkat kepentingan dalam pengelolaan perusahaan berdasarkan hasil diskusi dengan instansi terkait (Bidang Angkutan Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur).

Kinerja Perusahan Angkutan Umum AKAP

Berikut pada Tabel 3 disajikan nilai akhir dari setiap aspek dan nilai akhir tiap perusahaan setelah dilakukan perhitungan.

(7)

Tabel 3 Nilai Kinerja Perusahaan Angkutan Umum AKAP

No. Nama Perusahaan

Nilai Sub Aspek

Jml. Rata- rata

Nilai Huruf Admi-

nistra- si

Teknik Opera- sional

Kepe- ngusa- haan

SDM

1 PO. Akas NR 77.92 88.6 73.28 83.57 79.37 402.7 80.55 B 2 PT. Akas Mila Sejahtera 89.62 88.33 81.62 72.51 79.37 411.45 82.29 A 3 PT. Dali Mas 83.85 91.1 65.52 77.03 71.47 388.96 77.79 B 4 PT. Mila Sejahtera 86.54 88.33 81.62 71.84 79.37 407.7 81.54 A 5 PO. Malang Indah 86.38 84.47 73.86 74.11 70.16 389 77.8 B 6 PO. Aneka Jaya 71.15 76.67 72.14 63.97 68 351.93 70.39 B 7 PT. Harapan Jaya Prima 86.92 95 79 93.68 77.63 431.95 86.39 A 8 Perum Damri

KC..Malang 80.77 88.07 83.03 75.68 90.79 418.34 83.67 A 9 PO. Akas Green 75.38 85.5 65.52 71.65 76.74 374.8 74.96 B 10 PT. Indo Transport

Abdimas 82.69 87.23 69 70.27 77.63 386.79 77.36 B

11 PO. Margo Djoyo Putra 2 68.69 71.1 67.24 72.76 68.84 348.63 69.73 B 12 PT. Setijohadji Madju

Lestari 81.15 90 72.41 85.81 73.68 403.06 80.61 B

13 PO. Moedah 75.38 77.2 71.55 69.14 80.68 373.96 74.79 B 14 PT. Medali Mas

Transportasi 93.85 96.4 93.38 97.97 50.00 431.60 86 A 15 PT. Rukun Jaya Sejahtera 76.15 89.73 84.76 83.08 85.53 419.25 83.85 A 16 PO. Akas Asri 57.54 88.6 79.9 89.43 73.68 389.15 77.83 B 17 PO. Gunung Mas 68.69 92.50 72.41 89.86 81.58 405.05 81.01 A 18 PO. Eka 74.08 87.23 74.14 88.97 75.42 399.84 79.97 B 19 Perum Damri 90.77 90.57 92.24 94.84 88.16 456.57 91.31 A 20 PO. Borobudur Indah 79.08 88.9 79.31 84.89 72.79 404.97 81 A 21 PT. Citra Wisata Mandiri 83.08 86.97 75.86 87.62 83 416.84 83.37 A 22 PT. Jawa Indah Transport 74.62 88.33 82.48 73.22 76.32 394.96 78.99 B 23 PO. Cahaya Mulya 56.38 77.5 80.17 88.27 70.16 372.49 74.5 B 24 PT. Indonesia Abadi

Akas N1 63.08 91.93 77 87.16 80.68 399.58 79.92 B

25 PT. Akas Transportasi

Indonesia 63.08 90.27 78.45 87.84 80.68 400.31 80.06 B 26 PO. Sugeng Rahayu 89.46 95.57 86.48 93.92 90.79 456.22 91 A 27 PT. Karya Setiawan

Ekatama 46.15 88.37 86.79 71.41 80.68 373.4 74.68 B

28 CV. Menggala 44.23 80.83 83.62 70.08 70.16 348.92 69.78 B 29 PO. Sandy Putra 64.62 60.83 70.69 68.92 75.42 340.48 68.1 B

30 PT. Kemenangan 83.08 86.1 84.21 83 82 418.77 84 A

31 PT. Majoe Muda Mandiri 75 80.57 64.66 85.81 78.95 384.98 77 B Sumber: Hasil analisis (2015)

Dari Tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan dengan kriteria nilai A sebanyak 12 perusahaan. Tiga perusahaan dengan nilai tertinggi adalah PT. Medali Mas Transportasi dengan perolehan nilai sebesar 95, Perum Damri dengan perolehan nilai 91,31 dan PO. Sugeng Rahayu dengan nilai 91. Sisanya adalah perusahaan dengan kriteria B dengan jumlah 19 perusahaan.

Hasil analisis kinerja perusahaan angkutan umum AKAP coba dilakukan klasifikasi kinerja. Secara grafis hasil analisis klasifikasi kinerja perusahaan angkutan umum AKAP di Provinsi Jawa Timur diperlihatkan seperti pada Gambar 2 berikut.

(8)
(9)

Evaluasi kinerja perusahaan angkutan umum AKAP yang nenunjukkan hasil sangat baik dan baik tampaknya belum dapat menjawab permasalahan angkutan umum AKAP saat ini karena kinerja angkutan umum AKAP dipengaruhi oleh banyak parameter yang tidak semuanya dibahas pada penelitian ini. Sehingga agar permasalahan pada angkutan umum AKAP dapat terjawab dan diselesaikan juga perlu adanya evaluasi dari parameter lain.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Provinsi Jawa Timur berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 dalam melayani aktifitas masyarakat tergolong menjadi dua kategori, yaitu kategori sangat baik dan baik. Termasuk dalam kategori sangat baik berjumlah 12 perusahaan, tiga perusahan dengan nilai terbesar yaitu PT. Medali Mas Transportasi, Perum Damri dan PO. Sugeng Rahayu. Sedangkan perusahaan dengan kategori baik berjumlah 19 perusahaan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih disampaikan kepada Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, khususnya Bidang Angkutan LLAJ atas bantuan dan dukungan data dalam pelaksanaan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Kanaidi. 2007. Pengaruh Kinerja Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pengguna Jasa di Wilayah Bandung Raya. Bandung: Unpad.

Departemen Perhubungan Republik Indonesia. 2013. Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 98 Tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Jalarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Nurcholis, H. 2009. Perencanaan Partisipatif Pemerintah Daerah. Jakarta: Grasindo.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1993 Tentang Angkutan Jalan.

Warpani, S. 1990. Merencanakan Sistem Perangkutan. Bandung : ITB.

Referensi

Dokumen terkait

Contohnya proses pelayanan perpanjangan Izin Usaha Perusahaan (IUP) di bidang angkutan laut Dinas Perhubungan komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Provinsi Jawa

menurunkan penumpang. Trayek ranting yang diselenggarakan dengan ciri-ciri pelayanan :.. 1) melayani angkutan dalam kawasan pemukiman;. 2) dilayani dengan mobil bus umum dan atau

Hal ini yang menjadikan Jalur Provinsi antara Jalan Raya Tawangmangu sebagai penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur yang melintasi Lereng Gunung Lawu kini

Untuk itu jumlah armada angkot yang beroperasi di Kabupaten Kota Kaimana. telah dibagi oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan

Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jawa Timur yang meliputi data PDRB ADHK dan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur dituntut dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat pengguna

Dalam hal pencapaian kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tersebut didukung oleh program pembangunan peternakan diantaranya program optimalisasi perbibitan