• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi BAHAIROTUL LU LU ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi BAHAIROTUL LU LU ( )"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI SUDUT KONIS TERHADAP POLA GERAK PENDULUM DAN VOLTASE BANGKITAN PADA SIMULATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM BANDUL (PLTGL – SB) KONIS Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi BAHAIROTUL LU’LU’ (2107100010).

(2) Kebutuhan manusia akan sumber energi yang semakin meningkat. Perlunya alternatif energi yang ramah lingkungan Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Pemanfaatan energi gelombang laut.

(3) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT.

(4) Rumusan Masalah. SUDUT KONIS. PLTGL – SB KONIS. FREKUENSI. AMPLITUDO. PENGARUH TERHADAP POLA GERAK PENDULUM DAN VOLTASE BANGKITAN YANG DIHASILKAN www.themegallery.com.

(5) PLTGL – SB KONIS Tujuan. Mengetahui pengaruh sudut konis terhadap pola gerak pendulum dan voltase bangkitan simulator Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandul (PLTGL – SB) Konis. www.themegallery.com.

(6) PLTGL – SB KONIS Batasan Masalah. 1. Seluruh massa yang bergerak dianggap kaku. 2. Gerakan gelombang laut disimulasikan dalam sebuah mekanisme. 3. Gelombang laut diasumsikan sinusoidal. 4. Profil gelombang laut hanya terjadi pada arah sumbu x dan y yang menghasilkan gerak jungkat – jungkit pada ponton.. www.themegallery.com.

(7) PLTGL – SB KONIS Manfaat. 1. Menyempurnakan penelitian – penelitian lain mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandul yang sudah ada. 2. Mengetahui pengaruh sudut konis terhadap pola gerak pendulum dan voltase bangkitan simulator PLTGL – SB Konis.. www.themegallery.com.

(8) Karya Zamrisyaf SY dari Badan Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), yang dipatenkan pada tahun 2002. Bandul yang digunakan terpasang secara vertikal dan merupakan tipe bandul matematis..

(9) Teori Gelombang Laut. Reguler Wave. Random Wave.

(10) Digunakan sebagai batasan masalah untuk mempermudah dan menyederhanakan permodelan.. Reguler Wave.

(11)

(12) START STUDI LITERATUR PERENCANAAN MEKANISME PEMBUATAN MEKANISME. PENGUJIAN MEKANISME KESIMPULAN END.

(13) STUDI LITERATUR PERENCANAAN MEKANISME PEMBUATAN MEKANISME. PENGUJIAN MEKANISME. Mempelajari penelitian – penelitian sebelumnya dari berbagai sumber..

(14) PERENCANAAN MEKANISME Text. Daya. Poros. Bearing.

(15) Penentuan Daya Sistem.

(16) Analisa Free Body Diagram Free Body Diagram 4. ...(4.3).

(17) Analisa Free Body Diagram Free Body Diagram 3. F34y = -13.71 N F34x = -270.6725 N. …(4.5).

(18) Analisa Free Body Diagram Free Body Diagram 2.

(19) Penentuan Daya Sistem. Pemilihan Motor Penggerak. Merk Seri Voltase Putaran Output Daya. : Toshiba : DGM – 204 – 2A : 24 Volt : 4400 RPM : 1.5 HP.

(20) Perencanaan Poros Penyangga Pendulum. Momen Bending Terbesar = 31310.83 lb – in Torsi = 24.48 lb – in Perencanaan Poros : • Material : Alluminium Alloys 2024 – T48 • Diameter Poros : 1.5 cm.

(21) Perencanaan Poros Penyangga Ponton. Fv. Fr. B. O. Ft 2.5cm = 0.98in. A. Fh 0.5cm = 0.19in. Momen Bending Terbesar = 2196.7 lb – in Torsi = 65.31 lb – in Perencanaan Poros : • Material : AISI 1095 N • Diameter Poros : 1 cm.

(22) Perencanaan Poros Connecting Rood. Fv. Fr. B. O. A. Ft 2.5cm = 0.98in. Fh 0.5cm = 0.19in. Momen Bending Terbesar = 634.489 lb – in Torsi = 65.31 lb – in Perencanaan Poros : • Material : AISI 1095 N • Diameter Poros : 0.8 cm.

(23) Perencanaan Bearing Poros Penyangga Pendulum. Bearing pada Titik A: Single Deep Bearing padaGroove Titik B:Ball Bearing dimension Tapered Roller series Bearing 03 d = 0.5905 0.5906 in D = 1.6535 in B0 == 4496.179 C 0.5118 in lb C0 == 1470 5035.72 lb lb C = 2340 lb.

(24) Perencanaan Bearing Poros Penyangga Ponton. Fv. Fh. Tipe Bearing: Single Deep Groove Ball Bearing dimension series 03 d = 0.3937 in D = 1.378in B = 0.4331 in C0 = 845 lb C = 1400 lb.

(25) Perencanaan Bearing Poros Connecting Rood. Fv. Fh. Tipe Bearing: Single Deep Groove Ball Bearing dimension series 02 d = 0.2756 in D = 0.7480 in B = 0.4331 in C0 = 304 lb C = 565 lb.

(26) STUDI LITERATUR PERENCANAAN MEKANISME PEMBUATAN MEKANISME. PENGUJIAN MEKANISME. 1. AD - Laser Pembuatan Pulley 2. Bengkel Sumber Tehnik Pembuatan Poros Penyangga Ponton dan Poros Connecting Rood 3. Workshop Teknik Mesin ITS Pembuatan Ponton, Pendulum, Poros Penyangga Pendulum, Connecting Rood.

(27) PENGUJIAN MEKANISME. Penentuan Parameter Penelitian Pengujian Mekanisme Pengambilan Data dari Mekanisme Data Pola Gerak Pendulum dan Voltase Bangkitan. Frekuensi (Putaran Motor Penggerak) :  6 RPM  10 RPM  20 RPM Amplitudo (Jarak Pemasangan Connecting Rood dari Pusat Pulley) : • 2 cm • 4 cm • 6 cm Sudut Konis : • 300 • 450 • 600.

(28) PENGUJIAN MEKANISME. Penentuan Parameter Penelitian Pengujian Mekanisme Pengambilan Data dari Mekanisme Data Pola Gerak Pendulum dan Voltase Bangkitan. Data Pola Gerak Pendulum. Data Voltase Bangkitan.

(29) Data Pola Gerak Pendulum Untuk Variasi Sudut Konis 450 dan Jarak Pemasangan Connecting Rood 6 cm dari Pusat Pulley. 6 RPM. 10 RPM. 20 RPM.

(30) Data Voltase Bangkitan Sudut Sudut Konis Konis. JarakConnecting ConnectingRood Rood Jarak dariPusat PusatPulley Pulley(cm) (cm) dari. Putaran Output Putaran Output Motor (Rpm) Motor (Rpm). 6 6 6. 4 4. 1042 1046 1058. 20 20. 1090 1120 1220. 6. 534.572 536.372 567.156. 10 10. 585.742 604.042 651.798. 20 20. 747.378 947.916 996.59. 6. 489.704 502.224 514.318. 10 10. 516.446 516.5712 516.836. 20 20. 517.514 542.828 559.772. 6 2 2. 863 890.75 897.376. 10 10. 6 30 45 60. 6. Rata- Rata - Rata Rata TeganganListrik Listrik Tegangan Bangkitan(mV) (mV) Bangkitan.

(31) ANALISA GRAFIK. Putaran Output Motor Terhadap Voltase Bangkitan Jarak Connecting Rood dari Pusat Pulley Terhadap Voltase Bangkitan. Sudut Konis Terhadap Voltase Bangkitan.

(32) Putaran Output Motor Terhadap Voltase Bangkitan. Connecting Rood dari Pusat Pulley (cm) 6. 4 2. Jarak Putaran Output Motor (Rpm) Jarak Pemasangan Putaran Output Motor (Rpm) Pemasangan Connecting Rood Connecting Rood 6 10 20 6 10 dari 20 dari Pusat Pulley (cm) Pusat Pulley (cm) 897.376 1058 1220 6 863 1042 6 1090 567.156 651.798 996.59 4 534.572 585.742 4 747.378 514.318 559.772 2516.836 489.704 516.446 2 517.514. Putaran Output Motor (Rpm) 6. 10. 20. 890.75 536.372 502.224. 1046 604.042 516.5712. 1120 947.916 542.828.

(33) Jarak Connecting Rood dari Pusat Pulley Terhadap Voltase Bangkitan Putaran Output Motor (Rpm). Jarak Pemasangan Connecting Jarak Pemasangan Connecting Putaran Output Putaran Output Rood Rood Motor dari(Rpm) Pusat Puley 6 4 62. Motor (Rpm) dari Pusat Puley 4 2. Jarak Pemasangan Connecting Rood 6. dari Pusat Puley 4. 2. 6. 897.376. 6 567.156. 863 514.318 534.572. 6 489.704. 890.75. 536.371. 502.224. 10. 1058. 10651.798. 1042 516.836 585.742. 10 516.446. 1046. 604.042. 516.712. 20. 1220. 20 996.59. 1090 559.772 747.378. 20 517.514. 1120. 947.016. 542.828.

(34) Sudut Konis Terhadap Voltase Bangkitan Putaran Output Motor (Rpm). Putaran SudutOutput Konis 60. Motor (Rpm) 45. 6. 897.376. 10 20. Sudut Putaran Konis Output 30 60. Motor (Rpm) 45. Sudut Konis 30. 60. 45. 30. 6 890.75. 514.318 863. 502.224 6. 489.704 567.156. 536.372. 534.572. 1058. 10 1046. 516.836 1042. 516.5712 10. 516.446 651.798. 604.042. 585.742. 1220. 20 1120. 559.772 1090. 542.828 20. 517.514 996.59. 947.916. 747.378.

(35) Sudut Konis Terhadap Voltase Bangkitan. Putaran Motor (RPM). 20. Jarak Connecting Rood dari Pusat Pulley (cm). 6. Sudut Konis. Voltase Bangkitan (mV). 90. 944.72. 75. 1017.96. 70. 1335. 67.5. 1321. 60. 1220. 45. 1120. 30. 1090.

(36) o Semakin besar putaran motor dan semakin besar jarak pemasangan connecting rood dari pusat pulley akan membuat o Pola gerak pendulum masih cenderung acak. nilai voltase bangkitan simulator semakin tinggi. o Pola gerak paling baik pada variasi sudut konis 450, jarak o Terdapat range sudut konis tertentu yang dapat menghasilkan pemasangan connecting rood dari pusat pulley 6 cm dan dengan voltase bangkitan tinggi pada simulator. menggunakan putaran motor 20 rpm. Pola gerak yang dihasilkan cenderung pada arah CCW saja. o Voltase bangkitan paling besar yang dihasilkan simulator adalah 1335 mV, pada variasi sudut konis 700, jarak pemasangan connecting rood dari pusat pulley 6 cm dan menggunakan putaran motor 20 rpm..

(37)  . .    .      . Achmad, Abdul Aziz, “Kinematika I”, Jurusan Teknik MEsin ITS, Surabaya, 2005. Balitbang Ketenagalistrikan PLN dan LPPM ITS,”Studi Pemodelan dan Simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut-Sistem Bandulan (PLTGL-SB),” Surabaya, 2010. Deutschman, Aaron D., “Machine Design”, Macmillan Publishing Co. Inc., New York, 1975. D. Dimargonas, Andrew, “Vibration for Engineers”, Prentice Hall PTR, New jersey, 2002. Hibbeler, R.C.,”Mekanika Teknik Dinamika,” PT. Prenhallindo, Jakarta, 1998. Holowenko, A.R., “Dinamika Permesinan”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1984. Kelly, S. Graham,”Fundamentals of Mechanical Vibrations“, McGraw Hill, Singapore, 2000. Martin, George H.,”Kinematika dan Dinamika Teknik”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1982. Meirovitch, Leonard,”Fundamentals of Vibrations“, McGraw Hill, Singapore, 2001. Rao, Singiresu S., “Mechanical Vibration, 3rd Edition”, Addison Wesley Publishing Company. Inc. United State of America, 1995. Seto, William W., “Getaran Mekanis”, Erlangga, Jakarta, 1992. Sutantra, I Nyoman, “Dinamika Lanjut”, Jurusan Teknik Mesin ITS, Surabaya. Thomson, William T., “Teori Getaran dengan Penerapan,” Penerbit Erlangga, Jakarta, 1992..

(38)

(39)

Referensi

Dokumen terkait