• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran Sistem. Cash and Bank. Submenu-submenu yang terdapat pada Cash and Bank System : Cash and Bank General Parameter Entry(CM 1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran Sistem. Cash and Bank. Submenu-submenu yang terdapat pada Cash and Bank System : Cash and Bank General Parameter Entry(CM 1)"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

L 1   

Lampiran Sistem

Cash and Bank

Submenu-submenu yang terdapat pada Cash and Bank System :

• Cash and Bank General Parameter Entry(CM 1)

Gambar 3.13 Cash and Bank General Parameter Entry

Form ini digunakan untuk melakukan pengaturan pada account yang digunakan sewaktu dilakukannya penerimaan/ pengeluaran, baik penerimaan piutang secara tunai maupun transfer antar bank, pengisihan untuk kas kecil perusahaan serta dana yang digunakan untuk pembebanan pada perusahaan. Pada form ini juga dilakukan pengaturan Chart Of Account yang berdampak pada pembuatan jurnal.

(2)

L 2   

• Bank Group (CM 2)

Gambar 3.14 Bank Group

Form master data Bank Group , digunakan untuk meng-input jenis-jenis bank yang digunakan dalam melakukan transaksi yang terkait Cash and Bank .

• Cash and Bank Type (CM 3)

(3)

L 3   

Gambar 3.15 Cash and Bank Type

Form ini digunakan untuk mengkategorikan jenis bank yang dipakai dalam melakukan transaksi, apakah termasuk bank swasta,negara, atau bank asing.

• Currency Code (CM 4)

(4)

L 4   

Gambar 3.16 Currency Code

Form ini menampilkan jenis-jenis mata uang yang disesuaikan dengan mata uang rupiah . Beberapa mata uang ini digunakan untuk penyesuaian mata uang yang digunakan pada transaksi.

• Cash and Bank Master (CM 5)

(5)

L 5   

Gambar 3.17 Cash and Bank Master

Form ini berisi account-acount yang merupakan bagian dari modul Cash and Bank . Account-account ini biasa digunakan untuk transaksi yang terkait pada modul Cash and Bank , seperti pemasukan atau pendapatan pada kas yang terjadi pada perusahaan.

• Voucher Type (CM 8)

(6)

L 6   

Gambar 3.18 Voucher Type

Form ini berisi master jenis-jenis voucher dan kegunaan dari voucher, dimana voucher type akan digunakan pada saat melakukan transaksi receipt atau payment . Jenis voucher ini biasanya akan diakumulasi terhadap nilai dari transaksi berdasarkan kegunaan tiap voucher yang terdaftar pada master voucher.

• Other Cash and Bank Receipt Entry (CT 20)

(7)

L 7   

Gambar 3.19 Other Cash and Bank Receipt Entry

Form ini digunakan untuk entry transaksi penerimaan uang seperti penambahan/penerimaan uang kas perusahaan . Disertai dengan peng-input-an jurnal secara manual.

• Void Cash and Bank Receipt (CT 21)

(8)

L 8   

Gambar 3.20 Void Cash and Bank Receipt

Form ini digunakan untuk pembatalan terhadap transaksi yang dilakukan .Pembatalan dapat dilakukan sebelum dilakukan Sub-Ledger (AP,AR,CB) journal interface (GT20) maupun sesudah dilakukannya.

Dimana secara keseluruhan langkahnya sama saat kita melakukan entry cash and bank receipt. Void dilakukan hanya pada transaksi yang status nya belum di- interface.

• Receipt Voucher Form (CT 9)

Gambar 3.21 Receipt Voucher Form

Form ini digunakan untuk print form penerimaan atas transaksi yang sudah dibuat.

(9)

L 9   

Tampilan print :

Gambar 3.22 Print Receipt Voucher Form

Form ini muncul ketika , pengguna ingin menampilkan rincian dari transaksi yang sudah pernah dilakukan.

• Other Cash and Bank Payment (CT 22)

(10)

L 10   

Gambar 3.23 Other Cash and Bank Payment

Form ini digunakan untuk entry transaksi pengeluaran kas perusahaan, baik pengeluaran untuk operasional perusahaan dan pengeluaran lain-lain.

• Void Cash and Bank Payment (CT 23)

(11)

L 11   

Gambar 3.24 Void Cash and Bank Payment

Form ini digunakan untuk pembatalan transaksi entry pengeluaran uang yang telah dilakukan di other cash and bank payment. Pembatalan dapat dilakukan sebelum dilakukan Sub-Ledger (AP,AR,CB) journal interface (GT20) maupun sesudah dilakukannya.

Dimana secara keseluruhan langkahnya sama saat kita melakukan entry cash and bank receipt.

• Payment Voucher Form (CT 10)

(12)

L 12   

Gambar 3.25 Payment Voucher Form

Form ini digunakan untuk rekap terhadap semua transaksi yang pernah di-input baik yang telah di- interface maupun yang belum di-interface , serta menampilkannya untuk dilakukan print sebagai rekap transaksi harian, bulanan, dan tahunan.

(13)

L 13   

Tampilan Print :

Gambar 3.26 Print Payment Voucher Form

(14)

L 14   

• Cash and Bank Transaction Status (CR 12)

Gambar 3.27 Cash and Bank Transaction Status

Form ini digunakan untuk melihat pergerakan keluar masuknya uang berdasarkan tipe transaksinya.

General Ledger

Submenu-submenu yang terdapat pada General Ledger System:

• General Journal Entry and Listing (GT18)

(15)

L 15   

Gambar 3.28 General Journal Entry and Listing

Form ini digunakan untuk melakukan jurnal manual yang biasanya dipakai apabila bagian accounting ingin membentuk suatu jurnal yang berdasaran pada kebutuhan.

• Sub Ledger (AR,AP,CB)-Journal Interface (GT20)

(16)

L 16   

Gambar 3.29 Sub Ledger (AR,AP,CB)-Journal Interface

Form ini digunakan untuk dilakukan proses menaikkan data transaksi Account Receivable yang sudah dalam bentuk jurnal, untuk selanjutnya diproses ke General Ledger .

• Inventory Journal Interface (GT21)

(17)

L 17   

Gambar 3.30 Inventory Journal Interface

Form ini digunakan untuk proses menaikkan data transaksi Inventory ke GL , kenaikan ini dilakukan setiap bulan .

• Batch Poster (GT22)

(18)

L 18   

Gambar 3.31 Batch Poster

Form ini digunakan untuk dilakukan posting ke laporan keuangan , batch poster ini memudahkan dalam memproses semua transaksi yang belum di-posting.

• GL Account Balance Inquiry (Balance and Mutation) (GR31)

(19)

L 19   

Gambar 3.32 GL Account Balance Inquiry (Balance and Mutation)

Form ini digunakan untuk menampilkan kesesuaian pencatatan jurnal di sistem TIRA SnD, serta memperlihatkan kesamaan nilai pada kolom Debit dan Credit.

• GL Distribution (GL Card) Inquiry (GR32)

(20)

L 20   

Gamabar 3.33 GL Distribution (GL Card) Inquiry

Form ini digunakan untuk menampilkan rincian dari laporan keuangan, yang mencatat setiap akun-akun yang terjadi secara detail. Jumlah amount pada setiap account, yang ada pada GL card akan digunakan pada laporan keuangan.

• Income Statement Company (GR38)

(21)

L 21   

Gamabar 3.34 Income Statement Company

Form ini digunakan untuk menampilkan laporan Laba/Rugi yang terjadi untuk periode buku per bulan yang disajikan bisa secara current month atau secara kumulatif . Biasanya akan dilakukan perhitungan terhadap penjualan yang berdampak pada profit and loss.

• Balance Sheet Company (GR45)

(22)

L 22   

Gambar 3.35 Balance Sheet Company

Form ini digunakan untuk menampilkan laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis. Laporan Neraca yang menunjukkan keadaaan finansial perusahaan yang memetakan posisi Asset, Kewajiban, dan Ekuitas.

• Trial Balance by Monthly (GR50)

(23)

L 23   

Gambar 3.36 Trial Balance by Monthly

Form ini digunakan untuk menampilkan Trial Balance atau Neraca Lajur yang merupakan laporan posisi saldo atau kertas kerja yang digunakan sebagai alat bantu penyusunan laporan keuangan.

Account Receivable

Submenu-submenu yang terdapat pada Account Receivable System :

• Customer Master (ARM1)

(24)

L 24   

Gambar 3.37 Customer Master

Form ini digunakan untuk mendaftar member baru/outlet baru ,meng-edit dan menghapus semua member yang berkepentingan dalam pelaksanaan transaksi. Pada form ini juga kita dapat memberi kondisi untuk setiap outlet, baik dari segi spesial diskon, tanggal jatuh tempo , limit kredit ,dan lain sebagainya.

• Invoice Type (ARM7)

(25)

L 25   

Gambar 3.38 Invoice Type

Form ini digunakan untuk menambah tipe invoice yang didalamnya telah di buat default beberapa account yang terkait dengan transaksi penjualan . Account- account tersebut yang nantinya akan secara otomatis digunakan saat pembentukan jurnal yang terkait penjualan kepada customer.

• AR General Parameter(ARM 8)

(26)

L 26   

Gambar 3.39 AR General Parameter

Form ini digunakan untuk meng-setting account- account yang akan terbentuk secara otomatis, sewaktu terbentuknya piutang yang dipicu setelah dilakukan interface.

• Other Invoice Entry(ART17)

(27)

L 27   

Gambar 3.40 Other Invoice Entry

Form ini digunakan untuk pembuatan nilai/value tambahan bagi invoice.

• CN Entry (ART18)

(28)

L 28   

Gambar 3.41 CN Entry

Form ini digunakan untuk pembuatan nilai/value pengurang invoice . M isalnya : saat dilakukan retur maka terjadi pengurangan pada nilai invoice.

• Alocation AR Items(ART19)

(29)

L 29   

Gambar 3.42 Alocation AR Items

Form ini digunakan untuk pengalokasian item piutang bisa karena ada Credit Note, customer membayar lebih, sehingga sisa pembayaran dibayarkan ke invoice lainnya.

• Interface Sales Data To AR (ART22)

(30)

L 30   

Gambar 3.43 Interface Sales Data To AR

Form ini digunakan untuk memproses invoice yang sudah terbentuk, untuk selanjutnya diubah statusnya menjadi piutang dagang.

• Entry & Prepare Tukar Faktur (AR36)

(31)

L 31   

Gambar 3.44 Entry & Prepare Tukar Faktur

Form ini digunakan untuk Maintenence invoice – invoice yang akan dilakukan process tukar faktur ke customer.

• Entry Daftar Inkasso (AR38)

(32)

L 32   

Gambar 3.45 Entry Daftar Inkasso

Form ini digunakan untuk pembuatan Dafatr Inkaso sebagai acuan untuk penagihan piutang ke outlet.

• Entry Temp Pembayaran (AR39)

(33)

L 33   

Gambar 3.46 Entry Temp Pembayaran

Form yang digunakan untuk menampung pembayaran dari outlet, namun belum melunasi piutang/AR . Maintenence hasil colection customer yang selanjutkan akan dilakukan proses pelunasan piutang.

• Process Validasi Inkasso (AR40)

(34)

L 34   

Gambar 3.47 Process Validasi Inkasso

Form ini digunakan untuk proses hasil temp pembayaran agar melunasi piutang/AR outlet, namun bisa juga tanpa harus melewati input temp pembayaran.

Bisa langsung melakukan Deposit to Bank Registration Entry.

• Deposit To Bank Registration Entry (ART31)

(35)

L 35   

Gambar 3.48 Deposit To Bank Registration Entry

Form ini biasanya digunakan untuk proses pelunasan invoice faktur per faktur.

• Bank Deposit List (ARR37)

(36)

L 36   

Gambar 3.49 Bank Deposit List

Form ini digunakan untuk mendaftarkan invoice- invoice yang sudah di-deposit ke Cash and Bank .

• Account Receivable Aging Report (ARR38)

(37)

L 37   

Gambar 3.50 Account Receivable Aging Report

Form ini digunakan untuk menampilkan status dan umur piutang sampai saat ini.

• Account Receivable Aging By As Of (ARR38B)

(38)

L 38   

Gambar 3.51 Account Receivable Aging By As Of

Form ini dugunakan untuk mengetahui status umur piutang customer jangka waktu setiap 30 hari/per bulan.

• Sales Journal (ARR40)

(39)

L 39   

Gambar 3.52 Sales Journal

Form ini dipergunakan oleh bagian Accounting untuk melakukan pengecekan terhadap jurnal transaksi penjualan yang telah terbentuk sebelum melakukan Interface dari Account receivable ke G/L. Pencatatan jurnal dapat ditampilkan berdasarkan per invoice, berdasarkan customer, invoice type, dll.

(40)

L 40   

Gambar 3.53 View Sales Journal Printing

Form setelah dilakukan preview untuk melihat lebih rinci.

• Account Receivable Balance (ARR41)

(41)

L 41   

Gambar 3.54 Account Receivable Balance

Form ini menampilkan laporan status Account Receivable setelah dilakukan pembayaran maupun retur barang, sehingga menunjukkan nilai dari piutang customer .

Account Payable

Submenu-submenu yang terdapat pada Account Receivable System :

• Vendor Master (APM1)

(42)

L 42   

Gambar 3.55 Vendor Master

Form ini digunakan untuk pemeliharaan data vendor yang melakukan kerja sama terhadap perusahaan , semua data terkait vendor di-input ke dalam sistem ini.

• Account Payable Type(APM5)

(43)

L 43   

Gambar 3.56 Account Payable Type

Form ini berisi pengkategorian hutang yang disahkan oleh perusahaan , dapat berupa credit note, debit note, trade payable, dan lain sebagainya.

• AP General Parameter (APM9)

(44)

L 44   

Gambar 3.57 AP General Parameter

Form ini digunakan untuk melakukan pengaturan parameter yang digunakan pada sub modul AP .

• Vendor Invoice Marching and Entry (APT11)

(45)

L 45   

Gambar 3.58 Vendor Invoice Marching and Entry

Form ini digunakan untuk meng-entry invoice yang diterima dari vendor. Dilakukan setelah dilakukan interface order yang telah diterima.

• Other Vendor Invoice Entry (APT13)

(46)

L 46   

Gambar 3.59 Other Vendor Invoice Entry

Form ini digunakan untuk meng-entry data invoice berdasarkan tagihan dari vendor yang telah diterima dan dicatat sebagai hutang.

• CN/DN Entry (APT14)

(47)

L 47   

Gambar 3.60 CN/DN Entry

Form ini digunakan untuk entry data invoice berdasarkan tagihan dari vendor melalui CN / DN Entry serta pada bagian terjadi pengurangan terhadap hutang terhadap vendor.

• Alocation AP Items (APT 15)

(48)

L 48   

Gambar 3.61 Alocation AP Items

Form ini digunakan untuk pengalokasian item hutang bisa karena ada Credit Note, kelebihan pembayaran, sehingga sisa pembayaran dibayarkan ke invoice lain .

• Payment Request Plan (APT16)

(49)

L 49   

Gambar 3.62 Payment Request Plan

Form ini digunakan untuk memproses persiapan dalam melakukan pembayaran hutang .Payment request plan dilakukan pada saat 7 hari sebelum faktur jatuh tempo.

• Generate Payment Voucher (APT17)

(50)

L 50   

Gambar 3.63 Generate Payment Voucher

Form ini digunakan untuk proses pembuatan &

Print Payment Voucher.Generate dan print payment voucher dilakukan saat kita sudah menerima bukti bahwa pusat / HO telah melunasi faktur dari vendor.

• Payment Authorization/Voucher Approval (APT18)

(51)

L 51   

Gambar 3.64 Payment Authorization/Voucher Approval

Form ini digunakan untuk proses Approved Payment Voucher agar Payment Voucher dapat dibuatkan check atau dibayarkan ke Vendor.

M emberikan persetujuan besar biaya yang akan dibayarkan.

• Release Check /Payment to Vendor (APT23)

(52)

L 52   

Gambar 3.65 Release Check /Payment to Vendor

Form ini digunakan untuk memproses/me-release pembayaran atas hutang kepada vendor ,sehingga mengubah status dari hutang menjadi terbayar.

• Void Payment to Vendor (APT24)

(53)

L 53   

Gambar 3.66 Void Payment to Vendor

Form ini digunakan untuk melakukan pembatalan terhadap pembayaran yang telah di-release, dimana ketika dibatalkan maka jurnal yang terbentuk akan dilawan sehingga status kembali menjadi terhutang.

• AP/Aging Report (APR26)

(54)

L 54   

Gambar 3.67 AP/Aging Report

Form ini digunakan untuk mengetahui status umur hutang perusahaan terhadap Vendor.

• AP Balance (APR28)

(55)

L 55   

Gambar 3.68 AP Balance

Form ini digunakan untuk menampilkan untuk mengetahui nilai balance terakhir atas hutang ke supplier/vendor.

   

(56)

L‐57   

LAMPIRAN HASIL INTERNSHIP

Laporan Rekonsiliasi DC CIREBON

Gambar L.57 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Mei 2010

(57)

L‐58   

Gambar L.58 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Juni 2010

(58)

L‐59   

Gambar L.59 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Juli 2010

(59)

L‐60   

Gambar L.60 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Agustus 2010

(60)

L‐61   

Gambar L.61 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan September 2010

(61)

L‐62   

Gambar L.62 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Oktober 2010

(62)

L‐63   

Gambar L.63 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan November 2010

(63)

L‐64   

Gambar L.64 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Desember 2010

(64)

L‐65   

Gambar L.65 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Januari 2011

(65)

L‐66   

Gambar L.66 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Februari 2011

(66)

L‐67   

Gambar L.67 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Maret 2011

Gambar L.68 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan April 2011

(67)

L‐68   

(68)

L‐69   

Gambar L.69 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Mei 2011

(69)

L‐70   

Gambar L.70 Rekonsiliasi DC Cirebon Bulan Juni 2011

(70)

71   

Hasil wawancara.pada Staf Sistem ERP TSD Support Pertanyaan : Bagaimana sejarah berdirinya PT M IE?

Hasil : PT M IE mulai beroperasi pada awal Januari 1988 sebagai wujud pengkonsolidasian bidang usaha distribusi dan pemasaran yang sebelumnya dilakukan langsung oleh induk perusahaan PT TGR.

Perusahaan ini bergerak dibidang penjualan dan distribusi. Untuk rinciannya saya akan beri dokumen mengenai sejarah perusahaan.

Pertanyaan : Bagaimana struktur organisasi pada PT M IE serta pembagian tugas dan wewenang masing-masing bagian?

Hasil : Berdasarkan ruang lingkup, bagian kalian berada pada Divisi SAP F/A&HR Application System yang dikepalai oleh Manager Divisi SAP F/A &HR Application System yaitu Pak Heri Gunawan. Selanjutnya terdapat staf-staf yang berada di bawahnya, yaitu bagian Bagian SAP Finance, Bagian sistem ERP TSD Finance, Bagian HR SAP, dan Bagian IT Education Product.

Pertanyaan : Bagaimana proses bisnis yang sekarang sedang berjalan pada PT M IE?

Hasil : Perusahan ini bergerak di bidang penjualan dan distribusi. Untuk memperlancar kegiatan bisnisnya maka perusahaan mengembangkan sistem ERP yang terintegras i. Sistem yang dipakai antara lain SAP R/3, BW dan sistem ERP TSD. Untuk penjelasan proses bisnis yang terkait dengan sistem yang ada di perusahaan ini, saya akan memberi beberapa

(71)

72   

dokumen terkait proses bisnis perusahaan baik secara keseluruhan maupun secara detilnya, kalian dapat mempelajarinya secara langsung.

Pertanyaan : Kami akan ditempatkan pada sistem ERP TSD, sistem ini biasanya digunakan buat apa ya pak dan bergerak dibidang apa ?

Hasil : Sistem ERP TSD digunakan oleh DC(Direct Cover) dan Subdist yang perusahaan buka di beberapa kota, Terdapat 11 cabang DC yaitu M untilan, M alang, Jambi, Batam, Samarinda, Cirebon, Palu, Prabumulih, Tuban, Jember, dan Cikampek. Sistem ini dikembangkan untuk digunakan oleh DC-DC tersebut guna memperlancar kegiatan mereka.

DC ini bergerak di bidang penjualan semua produk dari PT M IE.

Pertanyaan : Adakah beberapa kendala yang dihadapi user dalam penggunaan sistem ERP TSD ini dan dalam pengambilan keputusan terkait keuangan perusahaan?

Hasil : Sebenarnya sistem ini baru beberapa tahun dikembangkan untuk keperluan DC/Subdist. Di beberapa kota, sistem ini masih dirasa memiliki beberapa kendala/masalah terkait dengan pencatatan baik di modul Financial Accounting maupun modul lain seperti SD dan MM.

M asalah yang mungkin terkait dengan pengerjaan skripsi kalian terkait dengan modul Financial Accounting yaitu Cash and Bank, AR,AP, dan GL.

Pertanyaan : Bagaimana cara perusahaan malakukan penggabungan laporan keuangan keseluruhan perusahaan baik DC maupun HO?

(72)

73   

Hasil : Biasanya pada akhir bulan DC akan menurunkan textfile dari sistem ERP TSD ke HO/Pusat untuk selanjutnya dinaikan ke sistem SAP. Hal ini dikarenakan perusahaan mengumpulkan dan mengintegrasikan laporan keuangan dari masing-masing cabang ke SAP karena pengelolahan semua data keuangan perusahaan dilakukan secara terpusat di SAP, sehingga semua data dari cabang harus dinaikan ke SAP. Textfile dari sistem ERP TSD yang dinaikan ke SAP berupa textfile GL.

Pertanyaan : Setelah kelompok saya melakukan rekonsiliasi terhadap report yang terbentuk, mengapa terdapat beberapa perbedaan dalam pencatatan di laporan-laporan yang dibandingkan, contohnya perbedaan kas kecil antara pencatatan di Balance Sheet, Ledger dan Cash and Bank?

Hasil : Untuk kasus seperti itu, coba kalian lakukan rekalkulasi terhadap sistemnya per bulan, diperkirakan pada beberapa bulan yang berjalan belum dilakukan rekalkulasi secara berkala.

Pertanyaan : Apakah masalah seperti ini dapat mengganggu kinerja DC ?

Hasil : Dengan adanya masalah seperti ini tentunya sangat mengganggu kinerja DC dalam hal pengambilan keputusan yang terkait dengan keuangan.

M aka dari itu kami berharap kalian dapat memberikan kepada kami beberapa solusi yang baik utuk mengatasi masalah ini .

Pertanyaan : Saat dilakukan rekonsiliasi terhadap nilai PPN Keluaran, apakah perbedaan nilai PPN keluaran pada Trial Balance dengan yang dilaporkan ke Ditjen Pajak diperbolehkan berbeda dan setelah dilakukan

(73)

74   

pengecekan ternyata selisihnya itu dikarenakan nilai retur pada pencatatan di PPN keluaran dinolkan atau dapat dikatakan tidak dikurangi nilai returnya?

Hasil : Untuk masalah itu, sebelumnya user masih belum ada kebutuhan untuk PPN keluaran sehingga pihak developer tidak membuat fungsi pengurangan retur. Kemudian fungsi ini dinilai sangat berguna sebagai pembanding pada nilai PPN keluaran yang tercatat pada SAP dengan yang di sistem ERP TSD untuk kedepannya. Untuk itu perusahaan men-define requirement yang menyebutkan bahwa nilai yang tertera di PPN keluaran harus sama dengan Trial Balance.

Pertanyaan : Kami menemukan bahwa nilai account Bank Incoming Clearing pada Trial Balance dan Cash and Bank Statement berbeda, apakah hal ini sering terjadi?

Hasil : Perbedaan tersebut memang pernah terjadi dan belum terselesaikan.

Account Bank Incoming Clearing merupakan salah satu account yang sangat penting bagi perusahaan karena account ini berhubungan dengan piutang customer.

Pertanyaan : Pada saat dilakukan pengecekan pada piutang klaim diskon, apakah tidak sebaiknya perusahaan melakukan pemecahan piutang klaim per prinsipal, sehingga perusahaan memiliki detil informasi dari prinsipal mana saja diskon itu berasal. Bagaimana menurut bapak, dengan solusi yang kami berikan?

(74)

75   

Hasil : Sebelumnya, kita sempat mempertimbangkan masalah itu tapi masih belum menemukan cara yang tepat dalam pemecahan piutang klaim per prinsipal, padahal dari pihak GM telah mendefinisikan requirement terhadap pemisahan piutang klaim, sehingga tidak terjadi penimpaan nilai piutang klaim dalam jumlah yang sangat banyak apalagi prinsipal PT M IEsangat banyak. M ungkin dari kalian mempunyai solusi yang tepat untuk kasus ini.dan dapat dicari cara untuk dilakukan pemisahan piutang klaim per prinsipal.

Pertanyaan : Apakah perihal pemisahan piutang klaim per prinsipal ini kebutuhan yang mendesak bagi perusahaan?

Hasil : Sebenarnya requirement ini tidak terlalu mendesak, tetapi akan lebih baik bila requirement tersebut segera dipenuhi agar menambah value dari penggunaan sistem.

Pertanyaan : Selain itu, kami juga menemukan bahwa Account Receivable yang terdapat di antara Balance Sheet dan AR Balance berbeda, apakah hal ini tidak membuat laporan keuangan menjadi tidak reliable?

Hasil : Untuk masalah tersebut sedang berusaha untuk diatasi dan kami sangat welcome bila dari kalian ada rekomendasi untuk memecahkan masalah tersebut.

(75)

76   

Pertanyaa : Apakah di sistem ERP TSD ini sudah ada dokumentasi ERD sistem?

Hasil : Untuk sistem ERP TSD sendiri memang belum pernah dibuatkan ERD sistemnya, karena pengembang pertama kali sistem ini telah resign sehingga cukup sulit untuk mendokumentasikan ERD-nya.

Yang Bertandatangan Di Bawah Ini

Referensi

Dokumen terkait