• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

21

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Gambaran Umum

1.Sejarah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada jaman orde baru terbentuk pada tanggal 25 Juli 1966 dengan nama Kementerian Utama Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN) yang pada saat itu dijabat oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kementerian ini tergabung dalam kabinet Ampera I dengan tugas melaksanakan program stabilisasi dan rehabilitasi yang berkonsentrasi pada pengendalian inflasi, pencukupan penghidupan pangan, rehabilitasi prasarana dan pembangunan nasional. Pemerintahan dan pembangunan yang selalu bergerak dinamis telah menuntut kementerian ini untuk terus berkembang sehingga beberapa kali berganti nama dan kepemimpinan. Nama “Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian” sendiri baru dimulai pada tahun 2000.

2. Visi dan Misi

Sesuai tugas pokok dan fungsi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mempunyai Rencana Strategis (Renstra) yang berorientasi pada kondisi yang diinginkan selama kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu tahun 2010-2014,

(2)

22 dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul.Suatu tugas pokok dan fungsi, serta kondisi yang ingin diwujudkan, maka Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan visi sebagai berikut:

“Terwujudnya lembaga koordinasi dan sinkronisasi pembangunan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan”.

Visi ini disusun berdasarkan analisis potensi dan permasalahan internal dan ekstenal dari empat perspektif yaitu perspektif pemangku kepentingan, perspektif shareholders, perspektif proses bisnis, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang dirumuskan sebagai pernyataan keinginan pencapaian organisasi dalam periode lima tahun ke depan. Pernyataan keinginan pencapaian tujuan organisasi diyakini dapat memberikan motivasi dan menumbuhkan komitmen personil organisasi untuk mewujudkan visi dimaksud. Dalam perumusan pernyataan tersebut, juga mengandung keyakinan dasar organisasi. Keyakinan dasar organisasi akan memberikan keyakinan kepada pegawai bahwa keinginan yang akan dicapai dalam lima tahun ke depan dapat diwujudkan. Visi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tersebut merupakan koridor utama kegiatan koordinasi, sehingga perlu adanya kesamaan persepsi, tindakan dalam mewujudkan pencapaian visi tersebut.

Visi, terwujudnya lembaga koordinasi dan sinkronisasi pembangunan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan menggambarkan angan-angan ke depan atas amanat yang diberikan yang tertuang dalam tugas pokok dan fungsi Kementerian Koordinator

(3)

23 Bidang Perekonomian. Kata efektif mempunyai arti bahwa kinerja koordinasi dan sinkronisasi yang dihasilkan memberikan manfaat tepat sasaran yang signifikan bagi upaya pencapaian sasaran pembangunan di bidang ekonomi. Sedangkan kata berkelanjutan mempunyai makna bahwa koordinasi harus dilakukan secara terus menerus dan proaktif supaya pelaksanaan pembangunan perekonomian yang dilakukan oleh sektor dan pelaku ekonomi dapat berjalan sinergi sehingga pembangunan ekonomi yang dicapai berkesinambungan. Tugas pokok dan fungsi tersebut adalah untuk mewujudkan: i) pertumbuhan perekonomian yang diinginkan melalui peningkatan investasi dan ekspor; ii) penurunan tingkat pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja; iii) serta penurunan tingkat kemiskinan dan kesenjangan melalui revitalisasi pertanian dan perdesaan. Pembangunan perekonomian tersebut dapat mewujudkan perekonomian nasional yang mandiri, memperkokoh kondisi dalam negeri yang tangguh dalam menghadapi tantangan era globalisasi, sehingga diharapkan dapat menaikkan taraf hidup serta membawa masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Guna mewujudkan visi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan misi. Misi diharapkan dapat terlaksana demi terwujudnya visi yang telah ditetapkan sebelumnya.Adapun misi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yaitu:

(4)

24

“Meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian”.

Misi tersebut disusun dengan mempertimbangkan adanya reformasi di bidang ekonomi, perkembangan perekonomian dalam negeri maupun internasional, kondisi era globalisasi yang semakin kompetitif, serta kebutuhan atau tuntutan dari masyarakat yang menginginkan adanya akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih. Misi tersebut juga mengisyaratkan adanya upaya untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi, dan kerja sama yang lebih baik dalam pengembangan perekonomian nasional.

3. Daftar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

No Nama Nama Jabatan Periode

Jabatan 1 Ir. M Hatta Rajasa Menteri Koordinator Bidang

Perekonomian

Oktober

2009 –

sekarang 2 Dr. Sri Mulyani

Indrawati

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Juni 2008 - Oktober 2009 3 Prof. Dr. Boediono Menteri Koordinator Bidang Desember

(5)

25

Perekonomian 2005 - Mei

2008 4 Ir. Aburizal Bakrie Menteri Koordinator Bidang

Perekonomian

2004 – 2005

5 Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro Jakti

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

2001 – 2004

6 Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Juni 2009 - Agustus 2009 7 Dr. Rizal Ramli Menteri Koordinator Bidang

Perekonomian

2000 – 2001

8 Dr. Kwik Kian Gie Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN)

1999 – 2000

9 Prof. Dr. Ginanjar Kartasasmita

Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN)

1998 - 1999

10 Prof. Dr. Saleh Afif Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pengawasan Pembangunan

1993 – 1998

(6)

26 (EKU & WASBANG)

11 Drs. Radius Prawiro Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pengawasan Pembangunan (EKU & WASBANG)

1988 – 1993

12 Prof. Dr. Widjojo Nitisastro

Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan (EKUIN)

1973 – 1983

13 Sri Sultan

Hamengkubuwono IX

Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN)

1966 – 1973

Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mempunyai tugas membantu presiden dalam menyinkronkan dan mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian. Dalam menjalankan tugas di atas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan fungsi :

a. Sinkronisasi penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian, b. Koordinasi penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian, c. Pengendalian penyelenggaraan urusan kementerian sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b,

(7)

27 d. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

e. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

f. Pelaksanaan tugas tertentu yang diberikan oleh Presiden.

4. Susunan Organisasi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mempunyai tugas membantu Presiden dalam mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan dibidang perekonomian.Adapun susunan organisasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian yang membantu tugas Menteri adalah

a. Sekretariat Kemenko Bidang Perekonomian

Sekretariat Kemenko Perekonomian dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atau lebih dikenal Sesmenko Perekonomian. Di sekretariat ini Sesmenko menjalankan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi, selain itu juga menyelenggarakan hubungan kerja di bidang administrasi dengan kementerian Koordinator lain, Kementerian Negara, Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan lembaga lain yang terkait serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri.

b. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan

Mempunyai tugas menyiapkan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi makro dan

(8)

28 keuangan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi dan Pembiayaan Internasional menyelenggarakan fungsi :

 Penyiapan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan di bidang ekonomi makro dan keuangan

 Sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi makro dan keuangan

 Penyiapan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang masalah ekonomi makro dan keuangan

 Pelaksanaan hubungan kerja dengan Kementerian Koordinator lain,

Kementerian Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bank Indonesia dan lembaga lain yang terkait

 Pelaksanaan tugas lain di bidang ekonomi makro dan keuangan yang

diberikan oleh Menko Perekonomian.

c. Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan

Mempunyai tugas menyiapkan koordinasi penyiapan perencanaan dan penyusunan kebijakan serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang

(9)

29 pertanian dan kelautan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan menyelenggarakan fungsi :

 Penyiapan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan di bidang pertanian dan kelautan

 Sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pertanian dan kelautan

 Pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang masalah atau kegiatan di bidang pertanian dan kelautan

 Pelaksanaan hubungan kerja dibidang pertanian dan kelautan dengan

Kementerian Koordinator lain, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik dan lembaga lain yang terkait

 Pelaksanaan tugas lain di bidang pertanian dan kelautan yang diberikan oleh Menko Perekonomian

d. Deputi Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral dan Kehutanan

(10)

30 Mempunyai tugas menyiapkan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan dibidang energi, sumber daya mineral dan kehutanan. Dalam melaksanakan tugas dimaksud, Deputi Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral dan Kehutanan menyelenggarakan fungsi :

 Penyiapan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan di bidang energi, sumber daya mineral dan kehutanan

 Sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang energi, sumber daya mneral dan kehutanan

 Pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan tentang masalah energi, sumber daya mineral dan kehutanan

 Pelaksanaan hubungan kerja di bidang energi, sumber daya mineral, dan

kehutanan dengan Kementerian Koordinator lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kehutanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Lembaga Lain yang terkait

 Pelaksanaan tugas lain di bidang energi, sumber daya mineral, dan kehutanan yang diberikan oleh Menko Perekonomian

(11)

31 e. Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan

Mempunyai tugas menyiapkan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan dibidang industri dan perdagangan.

Dalam menjalankan tugas dimaskud, Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan menyelenggarakan fungsi :

 Penyiapan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan dibidang industri dan perdagangan

 Sinkronisasi pelaksanaan kebijakan dibidang industri dan perdagangan

 Pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan tentang masalah atau kegiatan di bidang industri dan perdagangan

 Pelasanaan hubungan kerja dibidang industri dan perdagangan dengan

Kementerian Koordinator lain, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Negara Ristek dan Teknologi, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional,

(12)

32 Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara dan lembaga lain yang terkait

 Pelaksanaan tugas lain di bidang industri dan perdagangan yang diberikan oleh Menko Perkonomian

f. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah

Mempunyai tugsas menyiapkan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan dibidang infrastruktur dan pengembangan wilayah. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah menyelenggarakan fungsi :

 Penyiapan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan dibidang infrastruktur dan pengembangan wilayah

 Sinkronisasi pelaksanaan kebijakan dibidang infrastruktur dan pengembangan wilayah

 Pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan tentang masalah atau kegiatan di bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah

 Pelaksanaan hubungan kerja dibidang infrastruktur dan pengembangan

wilayah dengan Kementerian Koordinator lain, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan,

(13)

33 Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Negra Riset dan Teknologi, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Naional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara dan lembaga lain yang terkait

 Pelaksanaan tugas lain dbidang infrastruktur dan pengembangan wilayah yang

diberikan oleh Menko Perekonomian

g. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional

Mempunyai tugas menyiapkan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan dibidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan internasional. Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional menyelenggarakan fungsi :

 Penyiapan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan dibidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan internasional

 Sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan internasional

(14)

34

 Pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan tentang masalah atau kegiatan di bidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan internasional

 Pelaksanaan hubungan kerja dibidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan

internasional dengan Kementerian Koordinator lain, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Naional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bank indonesia dan lembaga lain yang terkait

 Pelaksanaan tugas lain dibidang kerjasama ekonomi dan pembiayaan

internasional yang diberikan oleh Menko Perekonomian h. Staf Ahli

Mempunyai tugas memberikan ketelaahan kepada Menko Perekonomian

 Staf Ahli Bidang Hukum dan Kelembagaan, mempunyai tugas memberikan ketelaahan kepada Menko Perekonomian mengenai masalah hukum dan kelembagaan

 Staf Ahli Bidang Persaingan Usaha, mempunyai tugas memberikan ketelaahan kepada Menko Perekonomian mengenai masalah persaingan usaha

(15)

35

 Staf Ahli Bidang Penanggulangan Kemiskinan, mempunyai tugas memberikan ketelaahan kepada Menko Perekonomian mengenai masalah penanggulangan kemiskinan

 Staf Ahli Bidang Investasi dan Kemitraan Pemerintah – Swasta, mempunyai tugas memberikan ketelaahan kepada Menko Perekonomian mengenai masalah investasi dan kemitraan pemerintah dan swasta

 Staf Ahli Bidang Ketenagakerjaan, mempunyai tugas memberikan ketelaahan kepada Menko Perekonomian mengenai masalah ketenagakerjaan

 Staf Ahli Bidang Inovasi Teknologi dan Lingkungan Hidup, mempunyai tugas memberikan ketelaahan kepada Menko Perekonomian mengenai masalah inovasi teknologi dan lingkungan hidup.

i. Inspektorat

Inspektorat mempunyai fungsi, sebagai berikut :

 Penyiapan bahan dan perumusan kebijakan pengawasan fungsional

 Pelaksanaan pengawasan fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku

 Pelaksanaan urusan tata usaha inspektorat

 Penyusunan laporan hasil pengawasan

(16)

36 B. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan studi kasus pengumpulan data dengan mengambil beberapa elemen dan kemudian masing-masing elemen diteliti. Penelitian dalam skripsi ini dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan data yang menjadi acuan dalam pengukuran kinerja Balance Scorecard, Penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :

Metode Deskriptif yaitu metode yang bertujuan membuat gambaran atau deskripsi keadaaan secara sistematis, aktual dan akurat mengenai fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

C. Definisi Operasional Variabel

Penelitian ini menggunakan keempat perspektif Balancescorecard : 1. Perspektif keuangan

KPI Kemenko Perekonomian sebagai instansi pemerintah adalah anggaran dan realisasinya terserap dengan optimal sesuai dengan kinerja yang ditetapkan

2. Perspektif stakeholder

Menurut Biro Perencanaan Perekonomian, perspektif pelanggan dalam hal ini adalah perspektif stakeholder. Adapun KPI nya adalah :

a. Tingkat Kemiskinan b. Pertumbuhan Ekonomi c. Tingkat Pengangguran.

(17)

37 3. Perspectif Strategic Driver

Perspectif strategic driver dalam hal ini disamakan dengan perspectif bisnis internal menurut biro perencanaan. Adapaun KPI nya adalah

a. Persentase Rakor yang terimplementasi b. Persentase Jumlah laporan yang tepat waktu c. Persentase implementasi kebijakan sesuai sasaran d. Persentase kajian yg dilakukan sesuai rencana

4. Perspektif pengelolaan SDM, organisasi dan ICT

Meningkatkan teknologi dan sistem informasi, serta menyelaraskan berbagai prosedur dan kegiatan operasional yang merupakan sumber utama perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

Menurut Biro Perencanaan Kemenko Perekonomian, perspective belajar dan tumbuh diganti dengan perspective pengelolaan SDM, organisasi dan ICT (Information & Communication Technology). Adapun KPI nya adalah

a) Persentase pegawai memenuhi kualifikasi kompetensi b) Indek iklim organisasi

c) Persentase program ICT dalam perencanaan yang terimplementasi tepat waktu

d) Laporan Keuangan dengan Predikat WTP

(18)

38 Dalam mencapai KPI, Kemenko Perekonomian bekerja bersama dengan instansi terkait

D. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan adalah

1. Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu penelitian langsung pada objek dengan tujuan untuk mendapatkan data primer, dengan mengadakan wawancara

2. Penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu pengumpulan data dari luar melalui penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder.

E. Metode Analisis Data

Dalam penelitian di skripsi ini menggunakan metode analisis deskriptif, dengan melihat data-data Balanced Scorecard yang diterapkan di Kemenko Perekonomian

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “Implementasi SMS Gateway Dalam Pengembangan Sistem Informasi Jadwal Seminar Skripsi Berbasis Web” adalah salah satu syarat untuk memperoleh

Hasil analisa menunjukkan pengeluaran perkapita dengan kategori di bawah dan di atas garis kemiskinan (PKP) serta adanya per- hatian pemerintah (PP) dengan diberi

1) Crumb rubber dan pecahan genteng dapat digunakan sebagai agregat halus untuk membuat beton dengan kategori beton ringan. 2) Dalam membuat beton ringan struktural

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return On Equity (ROE) dan Ukuran Perusahaan (Firm Size)berpengaruh terhadap underpricing pada perusahaan yang IPO di Bursa Efek

Na alginat memerlukan air dalam pembentukan gel, namun jika air yang tersedia juga diserap oleh komponen selulosa pada tepung pepaya yang tidak bisa membentuk

hasil penelitian terdahulu terkait dengan pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR). terhadap pertumbuhan laba dengan menggunakan rasio

Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa pendapatan yang diperoleh industri tahu “Vivi” pada bulan Januari sampai bulan Februari adalah sebesar

 Semua kumpulan memulakan sesi penyoalan dengan dimulai oleh kumpulan 1 yang menyoal kumpulan 2 tentang teori kedatangan agama Islam, diikuti dengan kumpulan 2