Tema: 8 (Pengabdian Kepada Masyarakat)
KKN TEMATIK PENDAMPINGAN IMPEMENTASI E-LEARNING DI SMK YPT 2 PURBALINGGA
Oleh
Eko Murdyantoro Atmojo, Acep Taryana, Mulki Indana Zulfa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman
[email protected]
ABSTRAK
Dewasa ini, akses telekomunikasi dan internet sudah semakin luas terjangkau di masyarakat. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis e-learning di sekolah- sekolah. E-learning diharapkan dapat melengkapi dan menyempurnakan metode pembelajaran yang telah ada saat ini. Namun penerapan pembelajaran dengan e-learning di sekolah tidak mudah.
Setidaknya perlu kesiapan sumberdaya manuasia (SDM, guru dan murid), kesiapan infrastruktur dan faktor budaya. Mahasiswa KKN dapat membantu dalam mendampingi implementasi e-learning di sekolah. Tujuan dari pengabdian skema KKN tematik ini adalah mempersiapkan dan melakukan pendampingan bagi guru dan siswa dalam menerapkan e-learning di SMK YPT Purbalingga. Hasil kegiatan antara lain telah tersedianya sistem e-learning berbasis LMS moodle, guru/siswa telah mengenal dan memahami sistem e-learning, serta telah dikembangkan konten e-learning sebanyak minimal 32 matapelajaran.
Kata Kunci : e-learning, LMS moodle, KKN tematik, pembelajaran online
ABSTRACT
Nowadays, telecommunication and internet access is getting wider reach in society. It can be utilized to optimize e-learning based learning in schools. E-learning is expected to complement and refine existing learning methods. But the application of learning with e-learning in schools is not easy. At least the readiness of human resources (teachers and students), infrastructure readiness and cultural factors. KKN students can assist in accompanying the implementation of e-learning in schools. The purpose of the service of this thematic KKN scheme is to prepare and provide assistance for teachers and students in applying e-learning in SMP YPT Purbalingga. The results of the activities include the availability of e-learning system based on LMS moodle, teachers / students have known and understand the e-learning system, and has developed e-learning content as much as at least 32 class.
Keyword : e-learning, LMS moodle, thematic KKN, online learning.
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini telah sedemikian pesatnya. Komputer dan smart-handphone/gadget bukan lagi menjadi barang langka. Terutama di sekolah-sekolah tertentu, setiap siswa pasti mempunyai smartphone yang dilengkapi akses internet.
Kemajuan TIK ini harus lebih dioptimalkan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
E-learning merupakan satu cara dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya teknologi komputer dan internet sebagai sistem pembelajarannya (Michael, 2013). E-learning yang dikembangkan secara efektif diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan dan kualitas institusi sekolah (Wawan, 2014)(Arief, 2013), antara lain dengan manfaat:
– meningkatkan daya serap dari siswa atas materi yang diajarkan
– meningkatkan partisipasi aktif dari siswa dengan interaksi antar siswa sendiri dan dengan guru
– meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa – meningkatkan kualitas materi pendidikan dan pelatihan
– terbentuknya komunitas pembelajar yang saling berinteraksi, saling memberi dan menerima serta tidak terbatas dalam pertemuan tatap muka di kelas.
– meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dengan perangkat biasa sulit untuk dilakukan
– tersedianya sumber-sumber pembelajaran yang tidak terbatas
– meningkatkan kualitas guru karena dimungkinkan menggali informasi secara lebih luas dan bahkan tidak terbatas.
B. Permasalahan
Pembelajaran berbasis e-learning tidaklah mudah diterapkan. Nyatanya, e-learning di Indonesia secara umum masih belum masif digunakan untuk melengkapi metode pembelajaran di sekolah-sekolah. Terdapat tiga kendala utama dalam penerapan e-learning, yaitu kesiapan infrastruktur, kesiapan guru dan siswa serta faktor budaya (Helmy, 2012) (Nur Asiah, 2015). Dari segi infrastuktur misalnya, diperlukan keseriusan pemerintah/instansi yang lebih intensif agar penerapan TI bisa berjalan. Namun kesiapan infrastruktur dan kesiapan guru-siswa tidak cukup hanya dengan instalasi perangkat lunak dan pelatihan sekali dua kali. Tantangan yang lebih berat adalah berkaitan kontinuitas ketersediaan konten. Ketersediaan konten e-learning akan terjamin hanya jika dan hanya jika e-learning telah menjadi budaya dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Perlu ada upaya untuk membudayakan agar kalangan akademis terbiasa dengan metode pembelajaran berbasis TI.
Tim Pengabdi telah mensurvei beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Purbalingga dan hasilnya memang belum ada yang memanfaatkan e-learning sebagai suplemen metode pembelajaran di sekolah. KKN Tematik Unsoed yang dilaksanakan di tahun 2017 ini menggarap implementasi e-learning di SMK YPT 2 Purbalingga, yang beralamat di Jalan Mayjend. Sungkono km. 03, Desa Selabaya, Kec. Kalimanah, Kab. Purbalingga. Khalayak sasaran dalam program KKN tematik ini adalah segenap civitas akademika SMK YPT 2 Purbalingga, yaitu guru sejumlah 50 orang dan siswa sejumlah 1210 orang.
METODE PEMECAHAN MASALAH
Perlu diimplementasikan sistem e-learning untuk melengkapi dan menyempurnakan sistem pembelajaran konvensional yang telah ada saat ini. Teknologi learning management systems (LMS) Moodle akan diinstal dan dikonfigurasi sebagai sistem informasi managemen e-learning.
Dalam LMS Moodle, terdapat fitur lengkap untuk penyajian konten (Surya, 2011), seperti e-book, file sharing, dukungan konten audiovisualisasi (gambar, animasi scorm, video), soal quiz/ulangan online beserta pengoreksi otomatis, penugasan online, jurnal online, dll.
Kehadiran mahasiswa KKN dapat difungsikan untuk melatih dan mendampingi para guru pengampu matapelajaran dalam menyajikan bahan ajar matapelajarannya untuk dikemas dalam bentuk konten e-learning. Terutama bagi guru-guru yang masih gaptek komputer, pelatihan saja tidak cukup, karena itu harus didampingi langsung dalam penyajian materi ke system e-learning.
Dari segi kemampuan teknologi komputer, mahasiswa secara umum telah lebih terbiasa dengan bermacam software penyaji materi seperti MS Powerpoint, MS Word bahkan pengolahan audio video. Dengan pembekalan dari tim dosen pengabdi berkaitan sistem e-learning, mahasiswa KKN akan cukup menjadi pendamping bagi guru di SMA. Pendampingan tersebut antara lain pengisian template kelas online, pembuatan fitur e-book, pengelolaan dan manajemen kelas online serta pembuatan bank soal quis online. Setiap mahasiswa akan mendampingi beberapa guru pengampu matapelajaran yang masih relevan dengan bidang ilmunya sehingga terjalin kolaborasi yang pas antara mahasiswa KKN dan guru pengampu dalam pembuatan konten e-learning. Bagi para siswa juga harus disosialisasikan penggunaan sistem e-learning ini. Siswa dalam kelompok ekstrakurikuler komputer juga dapat diberdayakan untuk membudayakan e-learning dengan pelatihan editing gambar, animasi maupun audio video.
Tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi kegiatan Pra KKN dan kegiatan di masa pelaksanaan KKN di SMK YPT 1 Purbalingga,
A. Kegiatan Pra KKN
Kegiatan-kegiatan:1. Instalasi dan Konfigurasi Server
LMS yang digunakan adalah Moodle. LMS moodle telah diinstal dan dikonfigurasi oleh Dosen Tim Pengabdi sekitar bulan Mei-Juni 2017 sebelum mahasiswa KKN diterjunkan.
Jadi saat mahasiswa KKN diterjunkan, sistem LMS sudah siap digunakan dan diisi konten bahan ajar.
2. Pembekalan Mahasiswa KKN
- Pembekalan dari LPPM, mengikuti kegiatan pembekalan pra KKN dari LPPM - Pembekalan KKN tentang Topik E-Learning, dilaksanakan selama dua hari penuh.
B. Pelaksanaan KKN
Waktu Kegiatan KKN : 26 Juli – 28 Agustus 2017
Tugas utama mahasiswa KKN adalah mempersiapkan implementasi dan membudayakan e- learning dengan berbagai program kerja bagi guru dan siswa serta melakukan pendampingan dalam pengembangan konten e-learning. Setiap mahasiswa harus mempunyai 3 program, yang terdiri dari satu program disetiap bidang:
1. Bidang Strategi Implementasi
Bidang ini berkaitan dengan bagaimana strategi membudayakan e-learning dalam proses belajar mengajar. Meliputi pembuatan SOP E-Learning, pembuatan Panduan E-Learning (bagi guru, bagi siswa dan bagi administrator), pembuatan Komunitas Multimedia, Kompetisi Penyusunan Bahan Ajar E-Learning (Guru) dan Kompetisi Pembuatan Audiovisualisasi moviefest (Siswa).
2. Bidang Pelatihan
Berkaitan dengan penyelenggaraan workshop-workshop tertentu. Meliputi Workshop E- Learning bagi Guru dan siswa, workshop editing gambar/audio/video dan workshop MS Powerpoint tingkat lanjut
3. Bidang Pengembangan Konten
Setiap mahasiswa menjadi pendamping bagi guru-guru pengampu, sesuai dengan linearitas keilmuan mahasiswa KKN.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Bidang Strategi Implementasi
1. Pembuatan SOP E-Learning
Standard Operational Procedure (SOP) E-Learning disusun sebagai acuan dalam tata kelola e-learning, disisipkan dalam Sistem Manajemen Mutu di SMK YPT 2 Purbalingga.
SOP ini memberikan acuan bagi manajemen dalam kegiatan-kegiatan perawatan sistem Moodle, deskripsi dan pembagian tugas/wewenang (guru, admin, siswa), pemanfaatan dan pembuatan konten e-learning, sehingga dapat e-learning dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tersistematis.
2. Pembuatan Panduan E-Learning bagi Guru
Panduan E-Learning bagi Guru disusun untuk memberikan panduan dan petunjuk bagi guru-guru di SMK YPT 2 Purbalingga dalam memanfaatkan fitur-fitur LMS Moodle dalam pengisian/penyusunan konten mata pelajaran online. Dalam panduan tersebut terdapat petunjuk seting kelas online, cara membuat halaman web baru, link, upload file, e-book, sampai petunjuk pembuatan konten multimedia slide show SCORM, audio dan link video terembed. Demikian pula terdapat berbagai petunjuk penyusunan aktiftas kuis/soal online dan forum diskusi. Penyusunan buku panduan E-learning bagi guru berlangsung dengan baik, dengan dicetaknya buku sejumlah 35 buah. Motivasi dan semangat guru semakin bertambah dengan adanya buku panduan tersebut. Dengan adanya buku panduan tersebut diharapkan lebih membantu guru dalam pengisian konten E-learning saat tim KKN sudah tidak berada di SMK YPT 2 Purbalingga.
3. Pembuatan Panduan E-Learning bagi Administrator
Pengelolaan sistem e-learning memerlukan tim admin yang bertugas mengkonfigurasi LMS Moodle dan memberi pelayanan secara sistem bagi Guru kelas. Admin tersebut ditunjuk dari unsur guru, teknisi dan staf TU. Disusunlah Panduan bagi administrator system, yang didalamnya terdapat petunjuk cara mengelola LMS, setting template kosong kelas online, menambah user system, mengelola akun system dan berbagai fitur level administrator lainnya.
4. Pembuatan Panduan E-Learning bagi Siswa
Panduan bagi siswa berisi panduan bagi siswa dalam mengakses web dan konten e- learning, cara berpartisipasi dalam bermacam aktifitas kelas online, seperti forum diskusi dan quis online.
5. Pelatihan Administrator E-Learning
Guru dan staf TU yang sudah ditunjuk sebagai tim administrator E-Learning diberikan pelatihan dalam dapat mengelola situs E-Learning agar dapat berkelanjutan.
6. Pembentukan Komunitas Multimedia
Untuk membudayakan e-learning di SMK dan memberdayakan/merangsang peran aktif siswa dalam e-learning, perlu dibentuk komunitas multimedia pembelajaran. Komunitas tersebut terdiri dari siswa-siswa yang tertarik dan berminat dalam komputer dan multimedia pembelajaran. Kemudian komunitas tersebut diberikan beberapa workshop :
Memberikan pengetahuan tentang produksi film
Melatih kemampuan pengetahuan editing video
Melatih kemampuan pengetahuan editing gambar
Siswa diberikan pengetahuan proses-proses dalam pembuatan film. Siswa dilatih untuk mengedit video dengan aplikasi video editor. Siswa dilatih membuat poster dengan aplikasi Photoshop.
7. Movie Fest
Untuk membudayakan e-learning dan multimedia pembelajaran sebagai konten e-learning, melalui komunitas multimedia diadakan moviefest, yaitu perlombaan membuat video pembelajaran bagi siswa. Pemenang diberikan hadiah sebesar Rp. 1.000.000,-.
B. Bidang Pelatihan
1. Workshop E-Learning Bagi Guru
Workshop ini adalah pelatihan bagi guru dalam menggunakan berbagai macam fitur Moodle dan bagaimana pengelolaan kelas e-learning. Setelah mengikuti pelatihan ini :
Guru mampu untuk menggunakan E-Learning dengan aplikasi LMS Moodle.
Guru mampu untuk menambahkan materi ke kelas online, memanfaatkan - fitur konten teks : page, url, e-book, file.
- fitur konten multimedia : slide show, video, youtube.
- Fitur interaktif : chat, message
Guru mampu untuk membuat soal kuis serta pengumpulan tugas secara online dengan fitur assessment (quiz online dan penugasan)
Pemateri dalam workshop ini adalah tim dosen pengabdi, yang diasistensi oleh mahasiswa KKN. Sebanyak 48 orang guru antusias mengikuti pelatihan ini selama 3 hari penuh.
2. Workshop E-Learning bagi Siswa
Pelatihan ini diperuntukkan bagi siswa tentang bagaimana cara mengakses materi dalam e- learning, bagaimana intraktifitas antar sesama siswa dan dengan guru pengampu melalui fitur forum diskusi, chat dan message. Pemateri pelatihan ini mahasiswa KKN yang masuk ke setiap kelas di SMK. Hal pendorong keberhasilan workshop ini antara lain siswa semangat belajar system e-learning ini. Bahkan banyak guru yang berkeinginan guru agar siswa mendapat sosialisasi mengenai e-learning dan memperbolehkan jadwal mengajarnya diganti dengan workshop e-learning.
3. Workshop Editing Gambar
Workshop ini diikuti oleh 25 orang guru, yaitu:
Memberikan informasi cara pemakaian aplikasi editing gambar yaitu Ms. Paint dan Snipping Tool kepada guru.
Guru dapat menggunakan aplikasi editing gambar dalam keperluan mengisi materi di kelas online.
Guru yang mengikuti mampu untuk menggunakan aplikasi editing gambar berupa Ms.
Paint dan Snipping Tool yang merupakan aplikasi bawaan dari Microsoft. Nantinya kedua aplikasi tersebut dapat memudahkan guru dalam menyusun materi yang akan diunggah ke kelas online.
4. Workshop Editing Audio
Workshop ini diikuti 13 orang guru, bertujuan untuk:
Mengenalkan kepada guru mengenai aplikasi Audacity
Memberikan pengetahuan cara meng-edit audio menggunakan Audacity
Guru-guru di SMK YPT 2 dapat menggunakan aplikasi Audacity untuk mengedit rekaman ataupun audio, yang nantinya guru-guru dapat melengkapi suara audio dalam PowerPoint atau dalam audiovisualisasi yang diunggah ke dalam e-learning sehingga siswa dapat lebih mudah dalam memahami pembelajaran.
5. Workshop Editing Video Workshop ini bertujuan:
Melatih para guru untuk dapat menggunakan software editing video dalam pembuatan konten pembelajaran berupa video atau slideshow.
Guru dapat membuat konten pembelajaran yang kreatif dan unik khususnya konten video dan gambar (slideshow) menggunakan Windows Movie Maker.
Kegiatan berjalan dengan lancar meski jumlah guru yang hadir relatif sedikit, 10 orang.
Setiap guru memiliki perangkat yang dibutuhkan, yaitu laptop atau notebook yang mampu untuk menjalankan Windows Movie Maker. Kegiatan ini berjalan 2 hari, sebab materi yang disampaikan tidak begitu banyak. Pemahaman guru dalam menggunakan Windows Movie Maker sudah cukup bagus, tetapi tidak menutup kemungkinan mereka akan lupa dikemudian hari, baik itu karena sibuk sehingga tidak sempat mempelajari kembali materinya, karena sudah berusia lanjut, ataupun karena faktor lainnya. Oleh karena itu, pasca pelatihan ini, disusun panduan video editing berupa buku dan video tutorial agar para guru tidak kesulitan ketika mempelajari kembali materi yang telah dipelajari.
6. Workshop Ms. Power Point
Diadakannya workshop Microsoft Power Point adalah diperuntukan untuk guru mengenai cara pemanfaatan Ms. Power Point sebagai tool penyajian materi, yang ketika MS Power Point di eksport ke E-learning menjadi konten audiovisual yang interaktif sehingga proses transfer knowledge dari Guru ke Siswa dapat terlaksana secara maksimal dengan tidak menggunakan cara konvensional.
Guru dapat memaksimalkan menu-menu dalam MS Power Point terutama, menu-menu yang membuat slideshow yang dibuat oleh guru menjadi slideshow yang Interaktif.
Sehingga tidak membosankan dalam penyampaian materi melalui slide show.
C. Bidang Pengembangan Konten
1. Pendampingan guru mengembangkan bahan ajar
LMS Moodle mempunyai banyak fitur sehingga bagi guru yang tidak terbiasa akan menemui banyak kesulitan, sehingga mahasiswa KKN ditugasi mendampingi dan membantu guru dalam pembuatan dan pengembangan konten E-Learning yang nantinya akan diunggah ke kelas online di E-Learning.
Di tengah-tengah kesibukan dalam pengajaran, banyak guru sangat aktif dan bersemangat dalam mengisi konten kelas E-Learning mereka, sehingga mahasiswa yang mendampingi juga ikut bersemangat. Dalam sebulan masa KKN, telah terdapat setidaknya 32 matapelajaran bahan ajar kelas online yang telah memanfaatkan bermacam fitur dan aktifitas e-learning seperti e-book, slideshow SCORM, video dan quis online.
2. Hibah Kompetisi Bahan Ajar E-Learning
Program ini adalah untuk mengapresiasi para guru yang telah menyusun konten bahan ajar e-learning, bersifat kompetisi. Empat (4) bahan ajar matapelajaran yang terbaik dan terlengkap diberikan hibah sebesar masing-masing Rp. 1.000.000,-.
Harapannya hibah yang diberikan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas konten mata pelajaran yang diunggah ke kelas online.
KESIMPULAN
Dari kegiatan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Kendala yang dialami implementasi e-learning secara umum adalah berkaitan dengan : a. sarana prasarana jaringan komputer yang terbatas
b. kemampuan SDM (guru dan siswa) tentang komputer dan sistem e-learning c. budaya menggunakan system e-learning dalam kegiatan belajar mengajar
Kegiatan-kegiatan dalam program ini dilaksanakan untuk meminimalkan berbagai kendala tersebut.
2. Terutama berkaitan dengan kemampuan guru dalam penyusunan bahan ajar e-learning, terdapat kemajuan signifikan bagi guru dalam system e-learning yang dikembangkan
3. Telah dikembangkan dan disusun bahan ajar berbasis e-learning sebanyak minimal 32 matapelajaran bahan ajar e-learning di SMK YPT 2 ini.
UCAPAN TERIMA KASIH
Tim pengabdi dan mahasiswa KKN tematik mengucapka terimakasih yang sebesar- besarnya kepada mitra, segenap guru dan siswa SMK YPT 2 Purbalingga yang telah bekerjasama dan menyambut baik kegiatan ini. Semoga e-learning dapat terjaga keberlangsungannya, melengkapi metode pembelajaran yang telah ada sebelumnya. Demikian pula terimakasih kepada LPPM Unsoed yang telah menyelenggarakan dan mendanai program pengabdian ini melalui anggaran BLU tahun 2017.
DAFTAR PUSTAKA
Arief Rahman Yusuf. 2016. Penerapan E-Learning Sebagai Penunjang Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013. Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (SELISIK). Bandung.
Helmy Anam. Apa Kendala E-Learning di Indonesia?. http://inet.detik.com/ cyberlife/d- 992295/apa-kendala-e-learning-di-indonesia. Diakses 10 Juni 2017.
Michael Allen. 2013. Guide to E-learning. Canada: John Wiley & Sons.
Nur Asiah. 2015. Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran E-Learning di SMA Budaya Bandar Lampung. Jurnal CIRCUIT 1 (2).
Surya Agung Aditya. 2011. Tutorial Moodle Untuk Pengajar. Penerbit Informatika Bandung.
Wawan Setiawan, dkk. 2014. Analisis Penerapan Sistem E-Learning FPMIPA UPI Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Pengajaran MIPA, 19 (1): 128-140.