Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐1
BAB III TANTANGAN DAN PELUANG
PENGUATAN SIDa
Penguatan sistem inovasi merupakan pilar penting dalam membawa Indonesia ke era ekonomi berbasis pengetahuan(knowledge‐basedeconomy)dan masyarakat berpengetahuan(knowledge‐based society).Karena itu, pembangunan Indonesia yang progresif perlu menjadikan penguatan sistem inovasi.Penguatan sistem inovasi dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan daya saing, pertumbuhan dan kesejahteraan, peningkatan produktivitas dan penghematan sumber daya, baik pada skala nasional maupun daerah.
Kabupaten Serang yang mempunyai posisi strategis1dan tempat tujuan wisata yang cukup potensial di Indonesia, membutuhkan penguatan sistem inovasi daerah agar proses percepatan pembangunan di daerah ini dapat diwujudkan segera. Dalam mengimplementasikan penguatan sistem inovasi daerah, Kabupaten Serang tentu harus mengenali tantangan dan peluang yang dihadapinya. Adapun tantangan dan peluang penguatan sistem inovasi daerah di Kabupaten Serang akan diuraikan di bawah ini.
Isu strategis pembangunan daerah Kabupaten Serang Tahun 2018 berdasarkan evaluasi dan analisis saat ini adalah sebagai berikut :
Isu Peningkatan Kualitas Pendidikan yang mencakup permasalahan :
Ketersediaan dukungan biaya operasional pendidikan belum memadai;
Belum memadainya kualitas sarana dan prasarana pendidikan usia dini, dasar dan non formal;
Belum memadainya kuantitas, kualitas dan distribusi (pemerataan) tenaga pendidik dan kependidikan;
Belum optimalnya manajemen pelayanan pendidikan;
Sebagian masyarakat belum sepenunhya mengenyam pendidikan dasar;
Sebagaian masyarakat masih buta huruf;
Isu Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan yang mencakup permasalahan:
1Berada di jalur utara Pulau Jawa (Pantura) yang dikenal sebagai salah satu jalur transportasi terpadat di negeri ini.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐2
Ketersediaan dan kualitas prasarana, sarana dan fasilitas kesehatan belum memadai dan belum sepenuhnya memenuhi standar pelayanan kesehatan;
Ketersediaan dan kualitas fasiltas dan pelayanan RSUD belum memadai;
Ketersediaan, kualitas dan persebaran tenaga kesehatan dan penunjang kesehatan belum memadai;
Kesadaran masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat masih kurang;
Peran serta aktif masyarakat dan aparatur dalam pelaksanaan upaya kesehatan berbasis masyarakat belum optimal (posyandu, desa siaga dll.);
Kesadaran masyarakat akan pencegahan dan penanganan penyakit menular serta endemis/epidemis masih kurang;
Pelayanan ibu melahirkan di desa belum sepenuhnya didukung oleh kualitas SDM dan fasilitas kesehatan yang memadai;
Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan pada wanita yang masih produktif serta anak masih kurang;
Konsumsi gizi seimbang masih belum optimal;
Isu Penanggulangan Kemiskinan yang mencakup permasalahan :
Masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Serang;
Masih tingginya angka RTS program penanganan kesejahteraan yang dikeluarkan oleh TNP2K;
Belum optimalnya koordinasi antar OPD dalam menjalankan program penanganan kesejahteraan untuk menekan angka RTS dan Kemiskinan.
Isu Pelayanan dan Pengembangan Infrastruktur yang mencakup permasalahan:
Masih banyaknya Ruas Jalan Kabupaten yang dalam kondisi Rusak dan belum dibetonisasi;
Masih belum optimalnya kinerja pelayanan jaringan irigasi untuk pertanian akibat Sumber Air yang terbatas;
Belum terpenuhinya infrastruktur pendukung kawasan‐kawasan strategis Kabupaten;
Belum semua kecamatan memiliki terminal tipe C;
Belum seluruh wilayah Kabupaten Serang terlayani oleh PJU.
Isu Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman dan Perumahan yang mencakup permasalahan :
Masih tingginya Jumlah Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Serang;
Masih banyaknya kawasan kumuh perdesaan yang memerlukan penanganan;
Akses pelayanan air bersih dan air minum yang belum optimal;
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐3
Akses pelayanan sanitasi yang belum optimal.
Isu Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mencakup permasalahan :
Belum maksimalnya pelayanan persampahan di Kabupaten Serang;
Belum terbangunnya TPS 3R atau Transfer Depo di Kabupaten Serang untuk mendukung pelayanan persampahan;
Belum optimalnya pengawasan pencemaran lingkungan dan pengendalian lingkungan hidup;
Belum tersusunnya dokumen RDTR beberapa wilayah sesuai dengan yang diamanatkan oleh RTRW Kabupaten Serang;
Belum optimalnya pengawasan Pemanfaatan Tata Ruang;
Isu Pengembangan Daya Dukung, Daya Saing SDM dan Kawasan Strategis yang mencakup permasalahan :
Masih tingginya jumlah dan pengangguran terbuka masyarakat;
Pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang tersedia sehingga menyebabkan peningkatan angka pengangguran terbuka;
Belum optimalnya pembangunan infrastruktur di beberapa kawasan strategis antara lain Kawasan Pariwisata, Kawasan Pertanian, Kawasan Minapolitan dan Kawasan yang mendukung Industri Kecil;
Belum optimalnya pengembangan kawasan pertanian, perkebunan dan peternakan;
Belum memadainya sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta kualitas produk unggulan pada Kawasan Pertanian, Peternakan dan Perkebunan;
Belum optimalnya pengembangan kawasan pariwisata untuk mendongkrak jumlah wisatawan yang datang;
Belum optimalnya pengembangan Koperasi dan Industri Kecil dan menengah;
Belum memadainya upaya pemeliharaan dan pengelolaan terhadap pasar tradisional yang telah direvitalisasi;
Keterbatasan sarana dan prasarana produksi, akses permodalan dan jaringan pemasaran produk UMKM.
Isu Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang mencakup permasalahan :
Belum terealisasinya rencana pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Serang (Puspemkab);
Proses pelayanan E‐KTP belum seluruhnya selesai;
Belum memadainya kapasitas dan kualitas kelembagaan dan SDM aparat desa;
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐4 Isu pengembangan wisata berbasis desa
Belum optimalnya upaya pengembangan wisata berbasis desa
Belum optimalnya pengembangan atraksi d wisata di desa
Belum berkembangnya produk kreatif desa
3.1 TANTANGAN
Tantangan dalam penguatan sistem inovasi bagi Kabupaten Serang adalah sebagai berikut :
3.1.1 Peningkatan Kualitas Pendidikan
Indeks Pendidikan (IP) untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat. IP dapat ter bentuk dari 2 indikator yaitu Indikator Harapan Lama sekolah (HLS) dan Indikator Rata‐rata Lama Sekolah (RLS)
Di Kabupaten Serang terdapat peningkatan nilai HLS dari tahun 2010 sebesar 10,24 tahun, pada tahun 2014 menjadi 12,55 tahun, Angka tersebut menggambarkan harapan lama sekolah di Kabupaten Serang pada Tahun 2014 adalah 12 hingga 13 tahun.
Nilai RLS di Kabupaten Serang meningkat pada tahun 2010 sebesar 6,07 pada tahun 2015 sebesar 6,46 tahun. dapat dikatakan bahwa pada Tahun 2014, rata‐
rata penduduk usia 15+ mencapai 6,46 tahun sekolah atau setara kelas 1 SLTP.
Hal ini terlihat dari angka rata‐rata lama sekolah (RLS). Dalam konteks ini, kondisi pencapaian rata‐rata lama sekolah penduduk di Kabupaten Serang belum begitu besar dan masih dalam taraf setara dengan pendidikan SLTP kelas 1 (satu).
Rendahnya rata‐rata lama sekolah dapat disebabkan karena masih cukup besarnya penduduk yang tingkat pendidikannya tidak tamat SD maupun yang tidak sekolah.
Dilihat dari kenaikan nilai HLS dan nilai RLS maka nilai indeks pendidikan di Kabupaten Serang mengalami peningkatan dari 50,06 point pada Tahun 2010 menjadi 53,82 point pada Tahun 2014, walaupun terdapat kenaikan indeks pendidikan tetapi masih ada penduduk di kabupaten Serang yang tidak tamat SD maupun tidak sekolah. Hal tersebut menjadi tantangan bagi Kabupaten Serang dalam peningkatan kualitas pendidikan. Angka melek huruf penduduk kabupaten Serang usia 15 sd 24 Tahun mencapai 99,49% dari jumlah penduduk Kabupaten Serang
3.1.2 Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan
Indikator Kesehatan Angka Harapan Hidup (AHH), secara sederhananya AHH ini dapat menggambarkan keberhasilan pencapaian tingkat kesehatan yang dicapai masyarakat. Secara umum, indikator angka harapan hidup ini digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan termasuk
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐5 peningkatan dalam layanan kesehatan.
Peningkatan besaran Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Kabupaten Serang dengan pencapaian 62,56 tahun pada Tahun 2010 menjadi 62,87 tahun pada Tahun 2014, menggambarkan bahwa bayi yang lahir di Kabupaten Serang pada Tahun 2014 memiliki peluang untuk dapat hidup sampai usia 62 tahun.
Peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Kabupaten Serang terkait dengan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat. Kondisi ini harus terus ditingkatkan sehingga hal tersebut enjadi tantangan Kabupaten Serang dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
3.1.3 Peningkatan koordinasi antar OPD dalam menekan angka RTS dan Kemiskinan Pada Tahun 2015, menurut data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan
Kemiskinan (TNP2K), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Serang sekitar 294.541 jiwa (sekitar 20,75% dari total jumlah penduduk) yang meliputi 69.331 RTS. Beberapa penyebabnya adalah kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang membuat kelompok masyarakat yang berada sedikit diatas garis kemiskinan kemudian bergeser masuk kedalam kelompok masyarakat miskin, kenaikan harga BBM ini juga sangat berdampak pada kenaikan harga‐harga barang kebutuhan pokok.
Untuk menanggulangi hal tersebut perlu pembangunan terutama pada aspek : Pertama, peningkatan kualitas infrastruktur daerah yang menunjang pada
pergerakan ekonomi local,
Kedua,Peningkatan dukungan pada pelayanan dasar masyarakat miskin (air bersih, perumahan layak huni, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, drainase, perbaikan jalan dan jembatan),
Ketiga, Peningkatan program pendampingan dan penguatan bagi masyarakat miskin dalam upaya meningkatkan pendapatan Dengan kata lain program Pro Poor baik dalam perencanaan dan penganggaran menjadi prioritas yang harus diutamakan
Pembangunan ketiga aspek tersebut perlu koordinasi antar OPD karena tidak mungkin ditanggulangi oleh OPD sendiri‐sendiri.
3.1.4 Peningkatan Pembangunan Infrastruktur yang mendukung Pariwisata
Peningkatan pariwisata di Kabupaten Serang dapat terlihat dari indikator rata‐rata pertumbuhan jumlah pengujung wisatawan mancanegra atau wisatawan Nusantara Rata‐rata pertumbuhan jumlah pengunjung wisatawan mancanegara naik dari 5 % pada tahun 2013 menjadi 56,46 pada tahun 2014 tapi pada tahun 2015 turun lagi menjadi 12,70 %.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐6 Rata‐rata pertumbuhan jumlah pengunjung wisatawan nusantara naik dari 2 %
menjadi 28,33 % pada tahun 2015.
Peningkatan kunjungan wisatawan ini menunjukan berhasilnya pembangunan pariwisata di Kabupaten Serang. Untuk menunjang peningkatan pembangunan pariwisata haus didukung dengan Peningkatan Pembangunan Infrastruktur yang mendukung Pariwisata
3.1.5 Penguatan Sistem Inovasi dan Daya Saing Daerah.
Menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat dan semakin kompleks, upaya peningkatan daya saing sangat bertumpu pada kemampuan berinovasi berbagai pihak pada berbagai dimensi dan tataran. Oleh karena itu, upaya peningkatan daya saing perlu semakin diprioritaskan melalui penguatan sistem inovasi.
Dalam kerangka holistik, keunggulan daya saing dalam berbagai perspektif dan konteksnya termasuk keunggulan daerah atau tata terpadu pengembangan kewilayah tertentu, diharuskan untuk dikembangkan secara lebih terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan. Namun, setiap keunggulan yang dimiliki daerah terutama bagi daerah di negara berkembang menghadapi beberapa keterbatasan dan kelemahan dalam berinovasi dikarenakan beberapa hal berikut, yaitu :
1. Keterbatasan SDM dan sarana prasarana IPTEK 2. Keterbatasan sumber daya keuangan
3. Sektor swasta yang tidak kompetitif di negara berkembang
4. Kelemahan dalam kemauan politik (potical will), kebijakan yang stabil dan penegakan hukum (law enforcement)
5. Kebutuhan jangka pendek yang selalu mendominasi investasi jangka panjang dalam IPTEK
3.2 PELUANG
Peluang dalam penguatan sistem inovasi bagi Kabupaten Serang adalah sebagai berikut : 3.2.1. Pembangunan Berbasis Pengetahuan
Pengetahuan merupakan modal penting bagi suatu daerah dalam meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi di zaman sekarang dan masa mendatang. Penerapan pengetahuan dalam pembangunan perekonomian suatu daerahakan memberi kesempatan tumbuhnya sistem ekonomiyang mempunyai daya saing dan inovatif.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐7 Bank Dunia pun telah merumuskan empat pilar penting yang dibutuhkan dalam menumbuh kembangkan ekonomi berbasis pengetahuan.
Pertama,sebuah rezim ekonomi dan kelembagaan yang memberikan insentif bagi efisiensi penggunaan pengetahuan yang ada dan baru dan berkembangnya kewirausahaan.
Kedua, populasi yang terdidik dan terampil yang dapat membuat, berbagi dan menggunakan pengetahuan dengan baik.
Ketiga, sebuah sistem inovasi efisien perusahaan, pusat penelitian, universitas, konsultan dan organisasi lain
Keempat, teknologi informasi dan komunikasi yang efisien dan fasilitatif.
Salah satu prinsip dasar dari ekonomi berbasis pengetahuan adalah inovasi.2 Ekonomi di Kabupaten Serang sudah seharusnya bergerak dari ekonomi yang mendorong pada investasi menjadi inovasi. Pemerintah, swasta dan universitas di Kabupaten ini harus saling bersinergi guna mewujudkan sistem ekonomi inovatif di Kabupaten tersebut.
Lembaga‐lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dan sekolah teknis, harus menghidupkan kembali perannya sebagai pemimpin penelitian dan inovasi, lebih proaktif dalam melayani penciptaan pengetahuan daripada sekedar transfer pengetahuan.
Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing dan telah terbukti berhasil diterapkan di banyak negara maju adalah memperkuat sistem inovasi. Sistem inovasi mampu membangkitkan kreativitas dan inovasi yang diperlukan agar produk‐produk sebuah daerah dapat bersaing secara langsung dengan produk daerah/negara lain, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dengan mencermati persoalan yang dihadapi oleh Kabupaten Serang dan memetik pelajaran berharga dari negara/daerah lain yang dinilai berhasil, dapat diidentifikasi empat elemen strategis yang perlu diperbaiki dalam penguatan sistem inovasi di Kabupaten Serang guna menghadapi tantangan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan, yaitu :
1. Perbaikan dalam kondisi dasar sebagai prasyarat penguatan sistem inovasi, yakni terkait hal‐hal berikut :
a. Masih terbatasnya pemahaman pembuat kebijakan dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Serang tentang penguatan sistem inovasi.
2Menurut Undang‐Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Penerapan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas P3 Iptek), inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru,atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksI.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐8 b. Masih sedikitnya kepakaran, praktik atau contoh keberhasilan, dan praktisi
dalam mendorong gerakan yang dapat memberikan pengaruh signifikan pada penguatan sistem inovasi di berbagai bidang dan/atau tataran/konteks tertentu.
c. Belum adanyasinkronisasipenguatan sistem inovasi dalam pembangunan berbagai urusan wajib dan urusan pilihan yang diselenggarakan oleh OPD di Kabupaten Serang.
d. Keterbatasan basis data dan indikator sistem inovasi yang berkualitas sebagai landasan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauandan evaluasi pembangunan daerah, serta proses pembelajaran dan perbaikan kebijakan.
2. Perbaikan dalam enam isu pokok kerangka kebijakan penguatan sistem inovasi, yaituperbaikan dalam hal :
a. Kerangka umum yang kondusif bagi pengembangan inovasi dan bisnis, terutama berkaitan dengan elemen basis data (database), regulasi, insentif,infrastrukturdasar pengembangan klaster industri, penembangan jaringan inovasi dan pengembangan teknoprener.
b. Kelembagaan iptekin/litbangyasa, daya dukung iptekin/litbangyasa serta kemampuan absorpsi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang saat ini masih terbatas.
c. Interaksi, jaringan dan pelayanan inovasi dan bisnisdalam pengembangan klaster industri dan pengembangan teknoprener yang hingga kini juga masih terbatas.
d. Pengembangan budaya kreatif‐inovatif dalam masyarakat Kabupaten Serang (pelaku bisnis, pembuat kebijakan, para pelaku litbang, lingkungan akademis dan masyarakat secara umum), terutama dalam mendukung pengembangan klaster industri, pengembangan teknoprener dan pengembangan tematik sistem inovasi.
e. Fokus dan keterpaduan kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam hal pengembangan klaster industri (perikanan dan perbatikan) yang hingga kini belum berjalan sebagaimana diharapkan, pengembangan jaringan inovasi, pengembangan teknoprener (wirausaha baru) dan pengembangan tematik sistem inovasi.
f. Internalisasi dinamika global, terutama berkaitan dengan aspek lingkungan, standarisasi, HKI dan ketenagakerjaan.
3. Perbaikan dalam kepeloporan dan kepemimpinan (formal maupun nonformal) yang visioner dan transformasional dengan komitmen tinggi untuk melakukan perubahan dalam perspektif jangka panjang.
4. Perbaikan koherensi kebijakan di berbagai bidang pembangunan daerah, baik dalam konteks urusan wajib maupun urusan pilihan.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐9 3.2.2 Berkembangnya pembangunan yang berorientasi pada globalisasi
Globalisasi yang ditandai oleh meningkatnya perpindahan barang dan jasa, modal, dan informasi lintas daerah dan lintas negara secara bebas, serta interaksi pasar lokal, pasar daerah, pasar dalam negeri dan pasar internasional secara lebih terbuka memberi peluang bagi masa depan Kabupaten Serang, yaitu:
a. Perluasan pasar regional dan internasional akan meningkatkan kegiatan investasi, produksi dan perdagangan terutama komoditi yang dihasilkan Kabupaten Serang seperti pertanian konvensional dan organic serta hasil perkebunan.
b. Perluasan jaringan inovasi dan kerjasama internasional akan mendorong perubahan nilai, etos kerja dan budaya kerja yang lebih produktif, efisien dan efektif bagi masyarakat, pelaku usaha dan aparatur Pemerintah Kabupaten Serang
c. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi akan menciptakan berbagai kemudahan dan fasilitas dalam penyebaran informasi, ilmu pengetahuan teknologi, dan inovasi yang akan mendorong perbaikan manajemen pembangunan daerah Kabupaten Serang
d. Pengembangan klaster industri Agro – Mina ‐Wisata Berbasis Usaha Kreatif akan dapat menciptakan peluang bagi perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat
e. Mendorong tumbuhnya usaha baru berbasis iptekin di kalangan muda dan komunitas melalui pengembangan incubator bisnis serta berkembangnya industry agroteknowisata termasuk pangan organic, produk kerajinan dan industry pendukung pariwisata lainnya.
3.2.32 Penerapan green economy ( ekonomi ramah lingkungan)
Aktivitas‐aktvitas ekonomi yang sangat mempertahankan kelangsungan fungsi lingkungan menjadi prasarat untuk perdagangan global. Peluang ini sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan Kabupaten Serang yang telah mulai merintis penerapan aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan.
3.2.4. Perdagangan Bebas
Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 sebagai wujud kesepakatan dari negara‐negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya secara langsung akan memberi dampak langsung bagi perekonomian Indonesia dan Kabupaten Serang pada khususnya. Kerjasama ekonomi regional dan perjanjian bilateral dan multilateral memberikan peran secara khusus bagi Kabupaten Serang.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐10 3.2.5. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat dan
mengatasi hambatan jarak dan waktu
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mempengaruhi segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pemindahan informasi antar media. Revolusi telekomunikasi membuat dunia menjadi seperti kampung global yang menghilangkan seat batas teritorial suatu negara. Akibat adanya saling ketergantungan membuat guncangan di sebuah negara dan kawasan bisa dalam waktu sekejap mengguncangkan negara dan kawasan lainnya.
3.2.6. Terbitnya Perpres No 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 ‐ 2019
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019. Di dalam buku II RPJMN Tahun 2015 ‐ 2019 antara lain ditetapkan bahwa Kabupaten Serang merupakan salah satu kabupaten yang akan dibangun Techno Park. Hal ini merupakan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Serang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3.2.7. Terbitnya PP 38 tahun 2017 tentang Inovasi daerah
OPD di wajibkan untuk membuat minimal 1 inovasi, Inovasi harus diimplementasikan pada masyarakat dan akan di ukur tingkat ke manfaatannya.