DOKUMEN RAKER/ RAPAT EVALUASI KURIKULUM REKOMENDASI DAN PERBAIKAN HASIL EVALUASI

53  5643  Download (0)

Teks penuh

(1)

DOKUMEN RAKER/ RAPAT EVALUASI KURIKULUM REKOMENDASI DAN PERBAIKAN HASIL EVALUASI

KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA YAYASAN PUSPITA BANGSA

MADRASAH TSANAWIYAH DARUL ISHLAH PAMULANG

2021

(2)

KURIKULUM MTs DARUL ISHLAH PAMULANG TAHUN AJARAN 2020/2021

Kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang mengacu kepada kurikulum Kementerian Pendidikan Nnasional (kurikulum tahun 2013 revisi 2017), kurikulum Kementerian Agama, dan kurikulum Pondok Pesantren. Selengkapnya penjelasan tentang kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang terdiri dari :

1. Struktur dan muatan kurikulum.

2. Beban belajar peserta didik.

3. Kalender pendidikan.

4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

A. Landasan Hukum

Penyusunan Kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang Tahun Pelajaran 2021/2022 mengacu pada dasar-dasar sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

3. Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Standar Pendanaan Pendidikan.

4. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.

5. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

6. Permendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23.

7. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

8. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

9. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah.

10. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian.

11. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan.

12. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan.

13. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah.

14. Permendiknas Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

15. Permenag Nomor 2 Tahun 2008 tentang SKL dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum

Tujuan pengembangan Kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang Tahun Pelajaran 2021/2022 secara umum adalah untuk memberikan acuan atau pedoman bagi kepala madrasah, guru, dan pegawai dalam melaksanakan program-program madrasah untuk mewujudkan visi

(3)

dan misi MTs Darul Ishlah Pamulang. Adapun secara khusus tujuan pengembangan Kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang adalah sebagian acuan dalam:

1. Menentukan struktur kurikulum.

2. Menentukan muatan kurikulum.

3. Menentukan pengaturan beban belajar.

4. Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal.

5. Menentukan kriteria kenaikan kelas.

6. Menentukan mekanisme mutasi siswa.

7. Menentukan kriteris kelulusan.

8. Menentukan pendidikan kecakapan hidup.

9. Menentukan pendidikan berbasis kunggulan lokal dan global.

10. Menentukan Jadwal Kegiatan Pendidikan.

C. Prinsi-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Mengacu pada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah, maka prinsip penyusunan Kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang adalah sebagai berikut:

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

2. Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya, dan adat istiadat, serta status sosial, ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni saat ini mengalami perkembangan yang begitu pesat.

Bahkan kemajuan di bidang tersebut telah melahirkan era yang berbeda dengan era sebelumnya. Kalau era sebelumnya dunia berada dalam era tradisional, maka sekarang dunia berada dalam era modern dan bahkan postmodern. Demikian juga kalau era sebelumnya adalah era manual, maka sekarang adalah digital. Perubahan-perubahan ini sebagian berdampak positif dan sebagian berdampak negatif. Kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang akan mencoba memanfaatkan sisi-sisi positif dari perkembangan ilmu

(4)

pengetahuan, teknologi, dan budaya untuk terwujudnya lembaga pendidikan yang berkualitas.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Kebutuhan hidup siswa saat ini sudah sedikit berbeda dengan kebutuhan siswa 10 tahun yang lalu. Siswa sekarang sudah memerlukan bekal ketrampilan IT, penguasaan bahasa internasional (terutama Inggris dan Arab), dan juga membutuhkan dasar-dasar akhlak yang baik dan kuat. Selain itu juga terdapat kebutuhan siswa yang unik dan spesifik yang dimiliki setiap diri siswa yang bisa jadi berbeda dengan yang lain.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan. Sebagai manusia, siswa adalah makhluk multidimensi. Manusia tidak hanya memiliki dimensi fisik, tetapi juga memiliki dimensi psikis dan mental. Manusia tidak hanya memiliki potensi kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Manusia tidak hanya memiliki potensi kecerdasan otak kiri, tetapi juga memiliki potensi kecerdasan otak kanan dan otak tengah. Manusia tidak hanya memiliki kebutuhan kehidupan dunia, tetapi juga kebutuhan kehidupan akhirat. Demikian juga manusia tidak hanya hidup pada masa lalu dan masa kini, tetapi juga akan hidup di masa yang akan datang yang bisa jadi berbeda dengan kehidupan masa lalu dan masa kini. Intinya manusia adalah makhluk yang multidimensi dan makhluk yang memiliki masa depan.

6. Mendorong bagi terwujudnya pembelajaran sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan siswa yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta searah dengan pengembangan manusia seutuhnya.

7. Memperhatikan keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kepentingan nasional dan kepentingan daerah arus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan moto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI.

D. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum

Mengacu pada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah, maka prinsip penyusunan Kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang adalah sebagai berikut:

1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan

(5)

menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).

5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).

6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

E. Analisis Delapan Standar Pendidikan dan data Potensi Madrasah

Untuk mendapatkan desain kurikulum yang memenuhi standar pendidikan nasional di satu sisi dan mempertimbangkan faktor-faktor riil yang terdapat di MTs Darul Ishlah Pamulang di sisi lain, maka perlu dilakukan analisis terlebih dahulu terhadap kedua hal tersebut.

Menganalisis delapan standar pendidikan adalah memahami garis-garis delapan standar pendidikan yang sudah digariskan oleh pemerintah. Sedangkan menganalisis data potensi madrasah adalah menjelaskan data-data riil, terutama data potensi madrasah, untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum.

1. Analisis Delapan Standar Pendidikan

Terdapat delapan standar pendidikan yang akan dianalisis, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian, dan standar sarana dan prasarana.

a. Standar Isi

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

(6)

1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;

4) kelompok mata pelajaran estetika;

5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Struktur kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang dalam hal kelompok mata pelajaran dan akhlak mulia mendapatkan porsi yang lebih banyak. Alokasi mata pelajaran agama di madrasah berdasarkan SKB Tiga Menteri tahun 1975 mencapai 30% dan 70% adalah mata pelajaran umum. Dengan mempertimbangkan tantangan sosial dan budaya yang cukup kompleks, maka pembinaan agama tidak hanya terbatas melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler.

b. Standar Kompetensi Lulusan

Standar kompetensi lulusan MTs/SMP adalah:

1) Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.

2) Memahami kekurangan dan kelemahan diri sendiri.

3) Menunjukkan sikap percaya diri.

4) Memahami aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.

5) Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.

6) Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif.

7) Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif.

8) Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

9) Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

10) Mendeskripsikan gejala alam dan sosial.

11) Memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab.

12) Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

13) Menghargai karya seni dan budaya nasional.

14) Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya.

15) Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun.

16) Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

17) Menghargai adanya perbedaan pendapat.

18) Menunjukkan ketrampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana.

19) Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.

c. Standar Proses

(7)

Standar proses meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan standar proses yang terdapat di MTs Darul Ishlah Pamulang adalah sebagai berikut:

1) Jumlah siswa MTs Darul Ishlah Pamulang untuk setiap kelasnya belum sepenuhnya mengacu pada standar pendidikan nasional dengan jumlah minimal 24 siswa dan maksimal 32 siswa per kelas. Dengan demikian diharapkan akan mendukung bagi pelaksanaan pembelajaran secara efektif.

2) Dalam proses pembelajaran, tampaknya belum semua guru menguasai metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). Beberapa guru masih terpaku pada metode ceramah. Namun sebagian besar lainnya sudah menerapkan proses pembelajaran aktif. Nah, bagi guru-guru yang masih menggunakan cara-cara konvensional dalam pembelajaran tampaknya perlu terus dilatih agar menguasai metode pembelajaran aktif.

3) Dalam hal pemantauan, supervisi, dan evaluasi terhadap guru-guru yang melaksanakan pembelajaran tampaknya belum dilaksanakan secara optimal. Ke depan ketiga hal tersebut harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh ka-rena itu diperlukan perencanaan, koordinasi, dan kerjasama yang solid.

d. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan untuk diupayakan kelengkapannya pada masa mendatang:

1) 80% tenaga pendidik di MTs Darul Ishlah Pamulang minimal berpendidikan adalah Sarjana S-1. Namun demikian terdapat beberapa guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Upaya untuk mengatasi hal ini yang dilakukan adalah dengan cara mengirimkan guru yang bersangkutan dalam acara-acara pelatihan mata pelajaran yang diampu. Akan sangat baik kalau ke depan pembinaan ini ddiintensifkan sehingga guru akan memiliki kompetensi yang memadai.

2) Terdapat beberapa guru mata pelajaran yang jumlahnya masih kurang, yaitu guru komputer dan guru BK.

3) Beberapa tenaga kepenpendidikan sudah terpenuhi hanya saja personalianya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

e. Standar Pengelolaan

MTs Darul Ishlah Pamulang juga memiliki struktur organisasi yang proses pemi-lihan pengurusnya dilaksanakan secara demokratis melalui forum Rapat Kerja Mad-rasah, memiliki masa jabatan yang diatur berdasarkan kesepakatan musyawarah, dan memiliki tugas dan wewenang, serta program kerja yang jelas.

f. Standar Pembiayaan

(8)

Pembiayaan pendidikan di MTs Darul Ishlah Pamulang bersumber dari bantuan masyarakat melalui SPP, orang tua asuh, dan bantuan Pemerintah yaitu Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Selama tiga tahun terakhir pembiayaan yang diperlukan MTs Darul Ishlah Pamulang belum memadai bagi terselenggaranya proses pendidikan. Hal ini disebabkan karena pemasukan bantuan dari masyarakat belum maksimal akibat perekonomian masyarakat semakin terpuruk dengan adanya wabah virus corona yang berkepanjangan.

g. g. Standar Penilaian

Penilaian yang dilaksanakan di MTs Darul Ishlah Pamulang sudah sesuai dengan yang diatur oleh Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007, baik dalam hal prinsip-prinsip penilaian, teknik dan instrumen penilaian, maupun yang berkaitan dengan meka-nisme dan prosedur penilaian.

h. Standar Sarana dan Prasarana

Dengan mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007, sarana dan prasarana pendidikan pada MTs Darul Ishlah Pamulang belum terpenuhi dan memenuhi standar nasional sehingga perlu menginventarisir kebutuhan sarana dan prasarana terutama untuk persiapan akreditasi.

2. Data Potensi Madrasah a. Posisi Madrasah

MTs Darul Ishlah Pamulang terletak di Jalan Lele Raya VIII no 27 Kelurahan Bambu Apus Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Lokasi yang sangat nyaman dan aman untuk kegiatan pembelajaran karena jauh dari keramaian dan pemukiman warga.

MTs Darul Ishlah Pamulang berdiri sejak tahun 2018 dibawah pimpinan Dedi Muhtadi, S. Sos.I sebagai kepala Madrasah pertama..Lokasi yang dikelilingi oleh SMP/MTs lain membuat MTs Darul Ishlah Pamulang harus tampil beda yang tidak dimiliki oleh SMP/MTs disekitarnya.

Maka MTs Darul Ishlah satu-satunya MTs dilingkungan sekitar yang berbasis pondok pesantren. Inilah yang mulai dijadikan modal keunggulan dan kelebihan yang dipublikasikan kepada masyarakat agar lebih mengenal MTs Darul Ishlah.

b. Sarana Prasarana 1) Tanah dan Halaman

Tanah MTs Darul Ishlah Pamulang seluas 2.500 M2 dengan luas bangunan 2.000 M2 dan luas halaman 500 M2 adalah milik alm. H. M. Anwar Nur, S.Ag berada dibawah naungan Yayasan Puspita Bangsa Ciputat.

(9)

2) Gedung Madrasah

Jumlah dan Luas Ruang MTs Darul Ishlah Pamulang

NO. RUANG JM

L

LUAS

(m2) KONDISI

1. Ruang Kelas 7 7 x 8 Baik

2. Ruang Guru 1 3 x 8 Baik

3. Ruang Kamad 1 3 x 4 Baik

4. Ruang TU 1 3 x 5 Baik

5. Ruang Mushola 2 7 x 8 Baik

6. Kamar Santri Putra 2 7 x 8 Baik 7. Kamar Santri Putri 2 7 x 8 Baik 8. Kamar Pembina Putra 1 6 x 7 Baik 9. Kamar Pembina Putri 1 6 x 7 Baik

10. Kamar Pimpinan 1 7 x 8 Baik

11. Toilet Santri 12 2 x 2 Baik

12. Toilet guru 1 4 x 2 Baik

13. Toilet pembina 4 4 x 2 Baik

14. Ruang Studio Musik 1 6 x 7 Baik

15. Kantin 1 6 x 5 Baik

16. Dapur 1 6 x 5 Baik

17. Tempat wudlu 1 4 x 3 Baik

18. Ruang Aula 2 7 x 8 Baik

3) Sumber Belajar

(a) Sarana Sumber Belajar

Sumber belajar berupa buku pegangan guru/refrensi, buku penunjang/paket belajar siswa dan buku LKS yang disediakan oleh koperasi.

(b) Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang tersedia meliputi:

- LCD proyektor - internet

- Lapangan olah raga c. Potensi Madrasah

1) Data Guru

(10)

NO NAMA

PNS/

Non PNS

PENDI

DIKAN GURU MAPEL

1 Sutikyono, M.Pd PNS S2 Kamad

2 Ratnasari, S.Pd.I Non S1 Fikih

3 Mawaddah, S.Ag Non S1 Bhs. Arab

4 Ariani, S.Pd Non S1 IPA

5 Fauzan Non SMA SKI

6 Annisa Dwi Riani Non SMA Mulok

7 Aidil Rohmat Non SMA Qurdis

8 Tini Ulfianti Non SMA SBK

9 Noprina, M.Pd Non S2 Bahasa Inggris

10 Juju Juanda, M.Pd Non S2 PKn

11 Irma Murti Non SMA Matematika

12 Antania Anjani, S.Pd Non S1 IPS

13 Khairulah, S.Ag Non S1 Mulok

14 Sindi, S.Pd Non S1 Bhs. Indonesia

15 Gilang, S.Pd Non S1 PJOK

16 Aldi Syarif Maulana Non SMA IPA

2) Data Pegawai

Status TU Keling Keamanan Koki Jml

PNS 0 0 0 0 0

Honor 3 1 1 1 6

Jumlah 3 1 1 1 6

3) Peserta Didik

Berkaitan dengan data peserta didik berikut ini akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut:

1) Proses penerimaan siswa baru didasarkan pada tes masuk. Adapun materi tes yang harus diikuti oleh siswa meliputi: tes Baca Tulis Al-Qur’an, dan Tes Potensi Akademik.

2) Jumlah siswa secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

Tahun Kelas VII Kelas VIII

Kelas IX Jumlah

2018/2019 23 0 0 23

2019/2020 76 22 0 98

2020/2021 56 76 22 154

2021/2022 59 55 76 190

(11)

3) Jumlah rombongan belajar adalah sebagai berikut:

Tahun Kls VII Kls VIII Kls IX Jumlah

2018/2019 1 0 0 1

2019/2020 2 1 0 3

2020/2021 2 2 1 5

2021/2022 2 2 2 6

4) Siswa LULUSAN MTs Darul Ishlah Pamulang yang diterima di SMA/ SMK/ MA Tahun Pelajaran 2021- 2022

Nama Sekolah 2020-2021 SMAN

SMAS MAN

MAS SMKN

SMKS Pesantren

Jumlah d. Kerjasama

Sebagai upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan dalam berbagai bidang, MTs Darul Ishlah telah melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya:

1) Dengan Puskesmas Bambu Apus dalam pembinaaan UKS.

2) Dengan FTIK UNPAM dalam Program PPL.

3) Dengan Yayasan Cinta Qur’ani sebagai orang tua asuh.

4) Dengan Sinar Mas dalam Gerakan Sekolah Menyenangkan 5) Dengan RT/RW terkait keamanan lingkungan

e. Prestasi Madrasah

Beberapa prestasi yang diraih MTs Darul Ishlah Pamulang sejak tahun 2018 – 2021 adalah sbb:

NO

. JENIS LOMBA JUARA TINGKAT PENYELENGGARA TAHUN

(12)

F. Visi, Misi, Strategi, Tujuan, dan Moto

Dengan mengacu pada kebijakan madrasah, maka visi dan misi MTs Darul Ishlah Pamulang adalah:

1. Visi

Membentuk ganerasi muslim yang berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berkakhlak mulia

2. Misi

Melahirkan siswa kompetitif dalam keilmuan dan keahlian, baik ilmu umum, dirosas islamiah hifdzil Qu’ran, seni rhetotika dan bahasa

3. Tujuan

Terbentuknya Insan Kamil yang mendalami nilai-nilai islam ahlusunnah wal jama’ah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memiliki wawasan tentang permasalahan Masyarakat dan bangsa Indonesia. Serta memiliki tanggung jawab social sehingga mampu mengaplikasikan kemampuan itu baik secara konseptual ataupun operasional

4. Moto

Selalu bersama Al- Qur’an

G. Struktur dan Muatan Kurikulum

Struktur dan muatan kurikulum bisa dikatakan merupakan core atau inti dalam kurikulum madrasah. Berikut ini adalah penjelasan struktur dan muatan kurikulum yang dimaksud.

1. Struktur Kurikulum

Berkaitan dengan struktur kurikulum MTs Darul Ishlah Pamulang dapat dijelaskan hal- hal sebagai berikut:

a. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

4) kelompok mata pelajaran estetika.

(13)

5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran tersebut jika disajikan dalam bentuk tabel maka akan terlihat sebagai berikut:

No Kelompok Mapel

Cakupan

1. Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2. Kewarganega- raan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepri-badian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajiban-nya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebang- saan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demo-krasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3. Ilmu

Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA/MA/SMALB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu

(14)

No Kelompok Mapel

Cakupan

pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK dimaksudkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membentuk kompetensi, kecakapan, dan kemandirian kerja.

4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresi-kan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengeks-presikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kese-hatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dimak-sudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keter- bebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

(15)

No Kelompok Mapel

Cakupan

b. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah dijelaskan pelajaran yang wajib diajarkan di madrasah adalah:

1) Al-Qur’an Hadits 2) Akidah Akhlak 3) Fiqh

4) Sejarah Kebudayaan Islam 5) Bahasa Arab

Tujuan pembelajaran dari kelima mata pelajaran tersebut dijelaskan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

No Mata Pelajaran Tujuan

1 Al-Qur’an- Hadits

a. Meningkatkan kecintaan siswa terhadap al- Qur'an dan hadis.

b. Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat dalam al-Qur'an dan hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan.

c. Meningkatkan kekhusyukan siswa dalam beribadah terlebih salat, dengan menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surat/ayat dalam surat-surat pendek yang mereka baca.

2 Akidah-Akhlak a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik

(16)

tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;

b. Mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam.

3 Fiqh a. Mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam fikih muamalah.

b. Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah dan ibadah sosial.

Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

4 Sejarah Kebudayaan Islam

a. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai dan norma-norma Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah saw dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

b. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan.

c. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah.

d. Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik thd peninggalan sejarah Islam sbg bukti peradaban Islam masa lampau.

e. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan

(17)

fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni, dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

5 Bahasa Arab a. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab, baik lisan maupun tulis, yang mencakup empat kecakapan berbahasa, yakni menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah).

b. Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya bahasa Arab sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar, khususnya dalam mengkaji sumber-sumber ajaran Islam.

c. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antara bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.

2. Muatan Kurikulum

Dengan memperhatikan struktur kurikulum seperti di atas, maka muatan kurikulum di MTs Darul Ishlah Pamulang terdiri dari:

a. Mata Pelajaran Wajib

Yaitu pelajaran standar sebagaimana yang ditetapkan oleh Permendiknas Nomor 19 Tahun 2005 (untuk mata pelajaran umum) ditambah dengan yang ditetapkan Permenag Nomor 2 Tahun 2008 (untuk mata pelajaran agama). Pelajaran wajib diikuti oleh semua siswa dari kelas VII sampai dengan kelas IX, tanpa kecuali. Mata pelajaran yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

a. Al-Qur’an Hadits b. Akidah-Akhlak c. Fikih

d. Sejarah Kebudayaan Islam e. Pendidikan kewarganegaraan f. Bahasa Indonesia

g. Matematika

h. Ilmu Pengetahuan Alam i. Ilmu Pengetahuan Sosial j. Seni Budaya dan Ketrampilan

k. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

(18)

b. Muatan Lokal

Moto kota Tangerang Selatan adalah “ Cerdas Modern dan Religius”, sejalan dengan moto tersebut penguatan keunggulan MTs Darul Ishlah adalah dengan menerapkan pendidikan muatan lokal yaitu Bilingual dan Mutholaah.

c. Pengembangan Diri

Yaitu kegiatan yang diarahkan untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa. Pengembangan diri merupakan kegiatan yang dipilih oleh siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. Peserta pengembangan diri tidak didasarkan kepada kelas, tetapi berdasarkan kesamaan bakat dan potensi siswa.

Pengembangan meliputi:

1. Pramuka 2. Pencak silat 3. Kaligrafi 4. Sepak Bola 5. Sendratari

d. Pembiasaan

Yaitu kegiatan yang diarahkan untuk membentuk kebiasaan, baik berupa perilaku maupun ketrampilan. Kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan di MTs Darul Ishlah Pamulang adalah adalah:

1) Jum’at Arab disingkat dengan Jumrab . Kegiatan ini dimaksudkan untuk membiasakan berbahasa Arab. Kegiatannya diikuti oleh seluruh warga madrasah, yaitu pimpinan, guru, pegawai, siswa, dan masyarakat yang berjualan di kantin.

2) Shalat wajib lima waktu sehari. Shalat wajib ini harus dilaksanakan oleh siswa baik pada saat di sekolah maupun di rumah. Untuk memantau pelaksanaannya, siswa dibekali buku monitoring ibadah. Di dalam buku tersebut melaporkan hasil monitoring pelaksanaan shalat wajib lima waktu, baik oleh guru maupun orang tua.

3) Shalat berjamaah. Shalat berjamaah dilaksanakan pada shalat Dhuhur dan Ashar. Shalat berjamaah diikuti oleh seluruh warga madrasah, tanpa kecuali. Termasuk dalam kegiatan shalat berjamaah adalah shalat Jum’at.

4) Kegiatan bersedekah, yaitu dalam bentuk mengumpulkan dana sedekah siswa setiap hari Jum’at. Dana hasil sedekah siswa ini digunakan untuk pembangunan pondok pesantren.

5) Berdoa. Kegiatan berdoa ini dilaksanakan dalam berbagai kesempatan, terutama pada saat memulai dan mengakhiri pembelajaran. Selain itu pembiasaan berdoa ini terlihat dalam kegiatan upacara bendera, setiap selesai shalat berjamaah, dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di madrasah.

6) Shalat Dhuha. Kegiatan shalat Dhuha dimaksudkan untuk membiasakan murid melaksanakan shalat sunnah Dhuha. Shalat dhuha ini dilaksanakan secara bergilir dan dipandu oleh guru wali kelas.

(19)

Selain keenam pembiasaan di atas, dalam hal akhlak MTs Darul Ishlah mencanangkan adanya pembudayaan lima akhlak atau karakter. Kelima akhlak atau karakter tersebut ada- lah: jujur, santun, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.

e. Pengaturan beban Belajar

Dengan memperhatikan struktur dan muatan kurikulum di atas, maka pembagian beban kurikulum dapat dilihat pada tabel berikut:

Komponen Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX Tambahan A. Pelajaran Wajib

1. Pendidikan Agama

a. Aqidah – Akhlak 2 2 2

b. Al-Qur’an – Hadits 2 2 2

c. Fiqh 2 2 2

d. Sejarah Kebudayaan Islam 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3 3 3

3. Bahasa Indonesia 5 5 5

4. Bahasa Inggris 4 4 4

5. Bahasa Arab 3 3 3

6. Matematika 5 5 5

7. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 8. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4

9. Seni Budaya (KTK) 2 2 2

10. Penjaskes 2 2 2

11. Mutholaah 2 2 2

12. Bilingual 1 1 1

13. Muhadhoroh 1 1 1

JUMLAH 45 45 45

7) Sistem Evaluasi

Yang dimaksud dengan sistem evaluasi adalah kegiatan evaluasi yang menunjukkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan bentuknya, evaluasi dilakukan dalam 2 (dua), yaitu tertulis dan praktik. Sedangkan berdasarkan jenisnya, evaluasi terdiri dari PTS, PAS, PAT, dan UM. Perhatikan tabel berikut:

No Jenis Bentuk Keterangan

1. PTS Tulis dan praktik Ganjil & Genap

2. PAS Tulis dan praktik Ganjil

3. PAT Tulis dan praktek Genap

3. UM Tulis dan praktik Kls IX sm Genap

(20)

8) Kriteria Ketuntasan Minimal Lampiran 2

9) Kenaikan Kelas

Kriteria kenaikan kelas adalah sbb :

a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pela-jaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;

c) Absen setiap semester alpa tidak boleh lebih dari 8x.

d) Nilai kurang maksimal 3 dari seluruh mata pelajaran e) Berkelakuan baik.

10) Kelulusan

Dengan mengacu kepada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus memenuhi persyaratan berikut, yaitu:

a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b. Mengikuti seluruh kegiatan ujian tulis dan praktek c. Berkelakuan baik.

11) Mutasi Siswa

Mutasi ada dua macam, yaitu mutasi ke dalam dan mutasi ke dalam. Berdasarkan kesepakatan musyawarah madrasah, mutasi siswa dari luar ke MTs Darul Ishlah Pamulang dilakukan melalui prosedur sebagai berikut:

a) Mutasi ke MTs Darul Ishlah Pamulang bisa dilakukan kalau terdapat formasi (ada kelas yang jumlah siswanya kurang)

b) Siswa yang akan mutasi ke MTs Darul ishlah Pamulang berasal dari MTs.

c) Siswa yang akan mutasi ke MTs Darul Ishlah Pamulang melengkapi syarat-syarat administrasi (raport, surat mutasi, dll)

d) Siswa yang akan mutasi harus mengikuti tes mutasi yang diadakan oleh MTs Darul Ishlah Pamulang.

Selanjutnya untuk siswa yang akan melakukan mutasi ke luar MTs Darul Ishlah Pamulang harus mengikuti prosedur sebagai berikut:

a) Orang tua siswa mengajukan permohonan mutasi secara tertulis lengkap dengan alasan mutasi.

b) Orang tua siswa wajib menyerahkan surat dari sekolah/madrasah yang akan menerima pemutasian siswa.

c) Siswa yang mutasi keluar akan diberikan surat keterangan raport yang di dalamnya menjelaskan pemutasian siswa.

(21)

12) Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global (PBKLB)

PBKLG adalah pendidikan yang dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa mampu mengapresiasi kebutuhan-kebutuhan lokal tetapi juga mampu membekali siswa untuk bisa hidup di era global. Di MTs Darul Ishlah Pamulang pendidikan tersebut berupa Pembinaan Karakter Islam, Motivasi, dan Belajar Efektif yang didesain dalam bentuk pelatihan dan pembiasaan. Pembinaannya ditangani oleh lembaga yang khusus dibentuk untuk itu, yaitu Islamic Character Building Centre (ICBC). Metode pembinaan akhlak mulia adalah:

ceramah, kerja tim, diskusi, demontrasi, dan pelatihan.

13) Kalender Akademik Lampiran

(22)

KURUKULUM DARURAT MTS DARUL ISHLAH

PAMULANG

(23)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.

Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun demikian peserta didik harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.

Pada masa darurat Covid-19, madrasah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing madrasah dimana peserta didik belajar dari rumah dengan bimbingan dari guru dan orang tua.

Menghadapi tahun pelajaran 2020/2021 yang masih dalam masa darurat, tentunya madrasah membutuhkan pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat yang merupakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Masa darurat yang dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah Corona Virus Disease (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi bencana alam, huru-hara dan sebagainya.

Suplemen kurikulum darurat ini dikembangkan untuk menghadapi masa darurat covid 19 oleh Tim Pengembang Kurikulum madrasah yang meliputi kerangka dasar Kurikulum Darurat, tujuan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, serta kalender pendidikan. Sebelum mengembangkan kurikulum darurat, madrasah melakukan analisis kondisi internal yang ada di satuan pendidikan dan analisis kondisi lingkungan eksternal satuan pendidikan dengan melakukan skrening zona lokasi tempat tinggal guru, tenaga kependidikan dan peserta didik untuk memastikan tempat tinggalnya bukan merupakan episentrum penularan Covid-19.

Suplemen Kurikulum Darurat ini disusun dan dilaksanakan pada masa darurat covid 19. Oleh karena itu semua aspek yang berkenaan dengan perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar disesuaikan dengan kondisi darurat pada setiap satuan pendidikan madrasah. Dalam menyusun suplemen kurikulum darurat, satuan pendidikan dapat melakukan modifikasi dan inovasi kurikulum, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan madrasah.

Dengan tersusunnya dokumen Suplemen Kurikulum Darurat ini, Madrasah Tsanawiyah Darul Ishlah Pamulang akan menjadi madrasah yang memiliki Kurikulum Darurat yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan madrasah dimasa pandemi covid 19, sehingga terselenggara proses pendidikan yang berbasis lingkungan madrasah dengan mengembangkan berbagai keunggulan-keunggulan dan kreatifitas dan inovasi madrasah.

B. Dasar Hukum

1. KMA nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah.

2. KMA nomor 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah.

3. Surat Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6981 Tahun 2019 tentang petunjuk teknis penyusunan dan pengembangan KTSP.

4. Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/MENKES/ 328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi.

5. Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2491 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Madrasah TP. 2020/2021,

(24)

6. Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah.

7. Surat Edaran no 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid 19.

8. Surat Edaran Kemendikbud nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Covid 19.

9. Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor : B-937/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/05/2020 tentang Kurikulum Darurat pada Madrasah.

C. Tujuan Penyusunan Dokumen Kurikulum Darurat

Secara umum tujuan diterapkan Kurikulum adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi), dan mendorong madrasah untuk melakukan pengambilan keputusan secarapartisipatif dalam pengembangan kurikulum. Sedangkan secara khusus tujuannya adalah:

1. Menyamakan persepsi kepala madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan komite madrasah tentang berbagai peraturan dan perundang-undangan yang mendasari implementasi kurikulum 2013 pada masa pandemic covid 19

2. Sebagai acuan tekhnis atau pedoman penyelenggaraan pembelajaran selama pandemi covid 19 di Madrasah. Dengan harapan agar pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Darul Ishlah Pamulang ini dapat terlaksana dengan baik dan efektif

3. Sebagai panduan implementasi kurikulum 2013 untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi padakehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia

4. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif madrasah dalam mengembangkan kurikulum.

5. Memberdayakan sumber daya yang tersedia.

6. Meningkatkan kepedulian warga Madrasah dalam mengembangkan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama untuk mewujudkan keunggulan madrasah.

7. Untuk memastikan hak anak untuk tetap mendapatkan layanan Pendidikan, melindungi warga satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua.

D. Landasan dan Prinsip Pengembangan

Suplemen Kurikulum Darurat Madrasah Tsanawiyah Darul Ishlah Pamulang dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal dan internal madrasah yang meliputi sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, pemetaan zona lokasi tempat tinggal peserta didik maupun pendidik pada masa darurat pandemic covid 19. Pengembangan Suplemen Kurikulum Darurat MTs Darul Ishlah Pamulang mengacu pada regulasi dan pedoman yang sesuai, serta memperhatikan pertimbangan komite madrasah dan dikembangkan berdasarkan landasan dan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Landasan pengembangan Suplemen Kurikulum darurat adalah sebagai berikut : a. Landasan Filosofis

Kurikulum darurat madrasah dikembangkan menggunakan filosofi:

1. Madrasah sebagai satuan pendidikan formal dengan kekhasan agama Islam yang mendasarkan kepada Alquran dan Hadis sebagai sumberutama.

2. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang.

(25)

3. Target utama pendidikan madrasah adalah pembentukan karakter mulia atau akhlakul karimah serta pembekalan kompetensi sebagaibekal masa depan peserta didik.

4. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif.

5. Guru adalah sosok teladan yang baik bagi peserta didik.

b. Landasan Sosiologis

Kurikulum darurat dikembangkan atas dasar kebutuhan merespon perubahan rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan keberagamaan, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, membangun masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan terutama pada masa darurat covid 19 c. Landasan Psiko-pedagogis

Kurikulum harus didudukkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuaidengan perkembangan psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan zamannya pada masa daruratcovid 19.

2. Prinsip-prinsip Pengembangan Suplemen Kurikulum darurat

Suplemen Kurikulum darurat dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama Provinsi.

Kurikulum darurat ini dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut : a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik dan

lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

b. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, terutama pada masa darurat covid 19 saat ini.

c. Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni.

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, pada masa darurat semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan melalui teknologi .

d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia industri.

Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan vokasional sangat penting.

e. Menyeluruh dan berkesinambungan

Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara

(26)

berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan menyesuaikan dengan kondisi masa darurat.

f. Belajar Sepanjang Hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dandaerah untuk membangun kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara.

Kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD1945, Bhinekka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(27)

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN ( menyesuaikan di madrasah) A. Visi

Membentuk generasi muslim yang berilmu amaliyah, beramal ilmiyah dan berakhlak mulia.

B. Misi

Melahirkan Siswa/I yang kompetitif dalam keilmuan dan keahlian, baik ilmu umum, dirosah islamiyah, Hifdzil Quran, Seni Rethorika, Bahasa Arab dan Inggris, dan berbagai Skill lainnya.

C. Tujuan Madrasah TUJUAN UMUM

Terbentuknya Insan Kamil yang mendalami nilai-nilai islam ahlusunnah wal jama’ah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memiliki wawasan tentang permasalahan Masyarakat dan bangsa Indonesia. Serta memiliki tanggung jawab social sehingga mampu mengaplikasikan kemampuan itu baik secara konseptual ataupun operasional

TUJUAN KHUSUS

 menyediakan fisik edukasi (Gedung Pesantren) yang menunjang pada proses belajar mengajar yang mengarah pada tujuan yayasan puspita bangsa dan tujuan pembangunan nasional.

 Melengkapi dan meningkatkan sarana kelengkapan edukasi yang emndukung dan menunjang fisik.

 Memelihara fasilitas yang sudah tersedia sehingga terciptanya kondusif dalam proses pembinaannya dan menyediakan kelengkapan sarana ibadah sebagai penunjang sarana social kemasyarakatan.

(28)

BAB III

KERANGKA DASAR, STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM DARURAT A. Kerangka Dasar Kurikulum Darurat

1. Konsep Kurikulum Darurat

a. Kurikulum Darurat disusun dan dilaksanakan hanya pada masa darurat covid 19.

b. Penyusunan kurikulum darurat dilakukan dengan cara memodifikasi dan melakukan inovasi pada struktur kurikulum, beban belajar, strategi pembelajaran, penilaian hasil belajar dan lain sebagainya sesuai dengan kondisi madrasah.

c. Pada masa darurat covid 19, seluruh peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran dari madrasah.

d. Kurikulum darurat hanya diterapkan pada masa darurat covid 19 dan dilakukan apabila madrasah mampu memenuhi persyaratan protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah setempat yang meliputi sarana yaitu tempat cuci tangan, hand sanitizer, penataan kelas yang memenuhi physical distanching, bilik untuk penyemprotan disinfektan, Alat pengukur suhu badan, masker cadangan, pengoptimalan fungsi UKS dll. Bila kondisi sudah normal makakegiatan pembelajaran akankembali dilaksanakan secara normal seperti biasanya.

2. Konsep Pembelajaran Masa Darurat

a. Kegiatan pembelajaran pada masa darurat dilakukan dengan berpedoman pada Kalender Pendidikan Madrasah tahun pelajaran 2020/2021 yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

b. Kegiatan pembelajaran masa darurat dilakukan tidak hanya untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar (KD) kurikulum, namun lebih menititik beratkan pada penguatan karakter, praktek ibadah, peduli pada lingkungan dan kesalehan social lainnya.

c. Kegiatan pembelajaran masa daruratcovid 19 melibatkan guru, orang tua, peserta didik dan lingkungan sekitar.

d. Kegiatan pembelajaran dilakukan setelah madrasah melakukan:

Pemetaan/skrining zona desa/kelurahan tempat tinggal peserta didik, guru serta tenaga kependidikan yang ada di madrasah sebagai bahan penentuan pelaksanaan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh madrasah, selain itu untuk memastikan tempat tinggalnya bukan merupakan episentrum penularan Covid-19 (zona hijau) atau termasuk lingkungan yang tidak aman (zona merah), dalam hal ini dapat diketahui antara lain melalui gugus tugas penanganan covid 19, melalui aplikasi pemantauan covid 19 atau surat keterangan dari kepala desa/kelurahan atau kecamatan, selain itu pemetaan/ skrining kesehatan bagi pesertadidik, guru dan tenaga kependidikan untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak berpotensi untuk menularkan atau tertular Covid-19 hal tersebut dapat ditunjukkan melalui surat keterangan sehat dari puskesmas sebagai bentuk pemenuhan kelengkapan apabila proses pembelajaran akan dilakukan secara tatap muka atau kelas nyata.

e. Kegiatan pembelajaran masa darurat dilaksanakan dengan mempertimbangkan terjaganya kesehatan, keamanan, dan keselamatan peserta didik, pendidik,

(29)

tenaga kependidikan dan masyarakat baik pada aspek fisik maupun psikologi, untuk pembelajaran tatap muka atau kelas nyata hal tersebut ditunjukkan dengan surat rekomendasi dari pemerintah setempat melalui Kementerian Agama dan surat persetujuan dari orang tua.

3. Prinsip Pembelajaran Masa Darurat

a. Pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, tatap muka terbatas, dan/atau pembelajaran jarak jauh, baik secara Daring (dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan) kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

b. Pembelajaran berlangsung di madrasah, di rumah, dan di lingkungan sekitar sesuai dengan kondisi masing-masing termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah.

c. Pembelajaran dikembangkan secara kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan tumbuhnya kemampuan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik.

d. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.

e. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

f. Pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan hidup, misalnya pemahaman mengatasi pandemi Covid-19, penguatan nilai karakter atau akhlak, serta keterampilan beribadah peserta didik di tengah keluarga.

g. Keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah

h. Mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan peserta didik dan orang tua/wali

i. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif

4. Materi, Metode dan Media Pembelajaran Masa Darurat a. Pengembangan Materi Ajar.

Guru memilih materi pelajaran esensi untuk dijadikan prioritas dalam pembelajaran. Sedangkan materi lain dapat dipelajari peserta didik secara mandiri.

Materi pembelajaran diambilkan dan dikumpulkan serta dikembangkan dari:

1. Buku-buku sumber seperti buku peserta didik, buku pedoman guru, maupun buku atau literatur lain yang berkaitan dengan ruang lingkup yang sesuai dan benar.

2. Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan/atau berkaitan dengan fenomena sosial yang bersifat kontekstual, misalnya berkaitan dengan pandemi Covid-19 atau hal lain yang sedang terjadi di sekitar peserta didik.

b. Model dan MetodePembelajaran.

1. Desain pembelajaran untuk memperkuat pendekatan berbasis ilmiah/saintifik berbentuk model-model pembelajaran, seperti model Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery learning) model Pembelajaran Berbasis Penelitian (Inquiry learning), Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning), Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning),

(30)

dan model pembelajaran lainnya yang memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dan kreatif.

2. Guru memilih metode yang memungkinkan pencapaian tujuan pembelajaran pada kondisi darurat.

3. Guru secara kreatif mengembangkan metode pembelajaran aktif yang disesuaikan dengan karakteristik materi/tema dan karaktersituasi yang dihadapi madrasah pada kondisi darurat.

4. Aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah dilaksanakan bervariasi antar peserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbang kankesenjangan akses/ketersediaan fasilitas belajar di rumah.

5. Pemberian tugas pembelajaran dilaksanakan dengan mempertimbangkan konsep belajar dari rumah, yaitu sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka beban tugas yang diberikan kepada peserta didik dipastikan dapat diselesaikan tanpa keluar rumah dan tetap terjaga kesehatan, serta cuku pnya waktu istirahat untuk menunjang daya imunitas peserta didik c. Media dan Sumber Belajar.

Guru menggunakan media yang ada di sekitar lingkungan, dapat berupa benda- benda yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sederhana. Pemilihan media disesuaikan dengan materi/tema yang diajarkan dan tagihan dengan tetap mempertimbangkan kondisi kedaruratan. Selain itu guru dan peserta didik dapat menggunakan media dan sumber belajar antara lain:buku sekolah elektronik (https://bse.kemendikbud.go.id), sumber bahan ajar peserta didik, Guru berbagi (E- Learning Madrasah), aplikasi e-learning madrasah (https://elearning.kemenag.go.id/), web Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud(https://belajar.kemdikbud.go.id), TVRI, TV edukasi Kemendikbud (https:tve.kemendikbud.go.id/live/), Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC, Kemendikbud (http://rumahbelajar.id), Tatap muka daring program sapa duta rumah belajar Pusdatin Kemendikbud (pusdatin.webex.com), Aplikasi daring untuk paket A,B,C. (http://setara.kemdikbud.go.id/), Guru berbagi (http://guruberbagi.kemdikbud.go), Membaca digital (http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital/), Video pembelajaran ( Video pembelajaran), Radio edukasi Kemendikbud (https://radioedukasi.kemdikbud), Ruang guru PAUD Kemendikbud (http://anggunpaud.kemdikbud), Mobile edukasi - Bahan ajar multimedia (https://medukasi.kemdikbud.go.id/meduka), Modul Pendidikan Kesetaraan (https://emodul.kemdikbud.go.id/), Kursus daring untuk Guru dari SEAMOLEC (http://mooc.seamolec.org/).

5. Langkah-langkah Pengelolaan Pembelajaran Masa Darurat.

A. Langkah- Langkah Penyiapan sarana pendukung pembelajaran kurikulum darurat yang dilakukan oleh Madrasah:

1. Melakukan pemetaan/ skrining zona tempat tinggal peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk menentukan model pengelolaan pembelajaran dan mengajukan rekomendasi apabila termasuk pada zona hijau

2. Menetapkan model pengelolaan pembelajaran selama masa darurat

3. Memastikan system pembelajaran yang terjangkau bagi semua peserta didik termasuk pesertadidik penyandang disabilitas

(31)

4. Membuat program pengasuhan untuk mendukung orang tua/wali dalam mendampingi peserta didik belajar, minimal satu kali dalam satu minggu melalui materi pengasuhan pada laman https://sahabatkeluarga.

kemdikbud.go.id/laman/.

5. Membentuk tim siaga darurat untuk penanganan COVID-19 di madrasah terdiri dari unsur guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, dan memberikan pembekalan mengenai tugas dan tanggungjawab kepadatim, berkoordinasi dengan Kemenag dan / gugus tugas penanganan COVID-19 setempat.

6. Memberikan laporan secara berkala kepada Kantor Kemenag melalui pengawas madrasah tentang kondisi kesehatan warga madrasah, metode pembelajaran yang digunakan ( kelas nyata, daring/luring atau kombinasi), kendala pelaksanaan dan praktik pelaksanaannya serta capaian hasil belajar peserta didik.

B. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran kurikulum darurat yang dilakukan oleh guru:

1. Menyiapkan Perencanakan Pembelajaran

a. Sebelum melakukan aktivitas pembelajaran, guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun secara simple/sederhana, mudah dilaksanakan, serta memuat hal-hal pokok saja namun tetap berpedoman pada SK Dirjen Pendis Nomor 5164 Tahun 2018 dan permendikbud Nomor 37 tahun 2018.

b. Dalam menyusun RPP, guru merujuk pada SKL, KI-KD dari materi esensial dan indikator Pencapaian yang diturunkan dari KD.

c. Guru membuat pemetaan KD dan memilih materi esensi yang akan di ajarkan kepada peserta didik pada masa darurat.

d. Dalam setiap menyusun RPP, terdapat 3 (tiga) ranah yang perlu dicapai dan perlu diperhatikan pada setiap akhir pembelajaran, yaitu dimensi sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.

e. Dimensi sikap mencakup nilai-nilai spiritual sebagai wujud iman dan takwa kepada Allah Swt, mengamalkan akhlak yangterpuji dan menjadi teladan bagi keluarga masyarakat danbangsa, yaitu sikap peserta didik yang jujur, disipilin, tanggungjawab, peduli, santun, mandiri, dan percaya diri dan berkemauan kuat untuk mengimplementasikan hasil pembelajarannya di tengah kehidupan dirinya dan masyarakatnya dalam rangka mewujudkan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik.

f. Dimensi pengetahuan yaitu memiliki dan mengembangkan pengetahuan secara konseptual, faktual, prosedural dan metakognitif secara teknis dan spesifik dari tingkat sederhana, kongkrit sampai abstrak, komplek berkenaaan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya masyarakat sekitar, lingkungan alam, bangsa, negara dan kawasan regional, nasional maupun internasional.

g. Dimensi keterampilan yaitu memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif serta mampu bersaing di era global dengan kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

h. Setelah penyusunan RPP selesai dan disahkan oleh kepala madrasah, RPP tersebut dapat juga dibagikan kepada orang tua peserta didik agar orang

(32)

tua mengetahui kegiatan pembelajaran, tugas dan target capaian kompetensi yang harus dilakukan anaknya pada masa darurat.

2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran : (opsi dipilih atau dimodivikasi sesuai dengan kondisi madrasah)

A. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Kelas Nyata (tatap muka) 1. Kegiatan Pendahuluan.

a. Guru menyiapkan kondisi pisik dan psikhis peserta didik

b. Mengucapkan salam dan doa bersama sebelum mulaipembelajaran

c. Guru menyapa dengan menanyakan kondisi peserta didik dan keluarganya

d. Guru melakukan Pretest secara lisan.

e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran f. Guru menyampaikan lingkup materi pelajaran.

2. Kegiatan Inti.

a. Guru mengorganisir pesertadidik dalam pembelajaran.

b. Guru menyampaikan materi pelajaran dan mendiskusikan bersama pesertadidik.

c. Pesertadidik melakukan kegiatansaintifik yang meliputi: mengamati, menanya, mencari informasi, menalar/

mengasosiasi, dan mengomunikasikan/ menyajikan/

mempresentasikan.

d. Guru menggunakan media ataualat peraga yang sesuai dengan karakteristik materi di masa darurat.

e. Hasil pekerjaan peserta didik dapat berupa video, animasi, portofolio, proyek, produk, gambar, keterampilan, puisi, cerpen dan lain sebagainya yang memungkinkan dilaksanakan pesertadidik di masa darurat.

f. Guru member apresiasi terhadap hasil karya peserta didik.

g. Guru melaksanakan penilaian sikap selama aktivitas peserta didik belajar melalui pengamatan dan/atau menanyakan kepada orang tua sisiwa.

3. KegiatanPenutup.

a. Post test, dapatdilakukan dengan tes dan non tes.

b. Guru dan peserta didik melakukan refleksi dengan mengevaluasi seluruh aktivitas pembelajaran serta menyimpulkan manfaat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.

c. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan memberikan pesan moral serta informasi pandemic covid 19.

d. Penugasan, atau pekerjaan rumah dapatdilakukan secara individu maupun kelompok dan diberikan secara memadai sehingga tidak menyita banyakwaktu, tenaga dan biaya.

e. Doapenutup dan salam

B. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Daring 1. Kegiatan pra pembelajaran

(33)

a. Guru menyiapkan nomor telepon pesertadidik atau orang tua/wali peserta didik dan membuat grup WhatsApp (atau aplikasi komunikasi lainnya) sebagai media interaksi dan komunikasi b. Guru melakukan diskusi dengan orang tua/ wali dan peserta didik

untuk memastikan orang tua/wali peserta didik atau peserta didik mendukung proses pembelajaran daring

c. Memberikan penjelasan tentang materi, media/ aplikasi yang akan dipakai pembelajaran daring

d. Guru menyiapkan RPP yang sesuai dengan kondisi dan akses pembelajaran daring.

2. Kegiatan saat pembelajaran

a. Guru memeriksa kehadiran pesertadidik dan pastikan peserta didik dalam kondisi sehat dan siap mengikuti pembelajaran b. Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum pembelajaran c. Guru menyampaikan materi sesuai dengan metode yang

direncanakan

d. Guru memberikan kesempatan kepada pesertadidik untuk bertanya, mengemukakan pendapat dan/atau melakukan refleksi 3. Kegiatan pasca pembelajaran

a. Setiap peserta didik mengisi lembar aktivitas sebagai bahan pemantauan belajar harian.

b. Mengingatkan orang tua/wali pesertadidik atau pesertadidik untuk mengumpukan foto aktifitas/lembar tugas atau file penugasan

c. Memberikan umpan balik terhadap hasil karya/tugas pesertadidik/lembar refleksi pengalaman belajar

d. Kegiatan penutup diakhiri dengan membaca doa, guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akandipelajari pada pertemuan berikutnya dan memberikan pesan moral serta informasi tentang pandemic covid 19

C. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Luring 1. Kegiatan Pra Pembelajaran

a. Guru menyiapkan RPP, bahan ajar, jadwal dan penugasan b. Jadwal pembelajaran dan penugasan belajar dikirim melalui kurir

atau diambil oleh orangtua/wali pesertadidik sekali seminggu di akhir minggu dan atau disebarkan melalui media komunikasi yang tersedia.

c. Guru memastikan semua peserta didik telah mendapatkan bahan ajar, lembar jadwal dan penugasan.

d. Guru dan orangtua/wali peserta didik yang bertemu untuk menyerahkan jadwal dan penugasan diwajibkan melakukan prosedur keselamatan pencegahan COVID-19.

2. Saat Pembelajaran

a. Pembelajaran luring dibantu orang tua/wali pesertadidik sesuai dengan jadwal dan penugasan yang telah diberikan.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :