• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Penelitian mengenai pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan telah dilakukan oleh banyak peneliti. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini merujuk dari beberapa penelitian terdahulu. Berikut ini merupakan kesimpulan dari beberapa penelitian terdahulu:

1. Soerzawa, Yusmaniarti, dan Suhendra (2018)

melakukan penelitian tentang Pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan dengan Leverage sebagai variabel moderasi. Sampel yang digunakan 41 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun tahun 2014-2017. Hasil penelitian ini adalah (1) Penghindaran pajak tidak berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan rasio Tobin’s Q. (2) Leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan Debt to Assets Ratio (DAR). (3) Leverage tidak memoderasi hubungan antara penghindaran pajak dan nilai perusahaan.

2. Yee, Sapiei, dan Abdullah (2018)

melakukan penelitian tentang Penghindaran Pajak, Tata Kelola Perusahaan dan Nilai Perusahaan di Era Digital. Sampel yang digunakan 82 perusahaan teratas dalam

(2)

(MACGR) 2014 yang disusun oleh Minority Shareholder Watchdog Group (MSWG).

Hasil penelitian ini adalah Penghindaran pajak berhubungan negatif dengan Nilai Perusahaan. Tata Kelola Perusahaan tidak memiliki pengaruh moderator terhadap hubungan penghindaran pajak dan nilai perusahaan.

3. Nuryana dan Bhebhe (2019)

melakukan penelitian tentang “Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating”.

Sampel yang digunakan 90 data dari perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017. Hasil penelitian ini adalah 1) Corporate social responsibility (CSR) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. 2) Profitabilitas secara parsial dapat memoderasi hubungan antara corporate social responsibility (CSR) dengan nilai perusahaan atau dengan kata lain pengungkapan CSR akan dapat meningkatkan nilai perusahaan pada saat profitabilitas perusahaan tinggi, karena dalam pengungkapan CSR membutuhkan dana, dana tersebut diperoleh dari tingkat keutungan yang dimiliki oleh perusahaan.

4. Anggoro dan Septiani (2015)

melakukan penelitian tentang analisis pengaruh perilaku penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan dengan transparansi sebagai variabel moderating. Sampel yang digunakan 31 perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010

(3)

sampai dengan 2013. Hasil penelitian ini yaitu penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan dengan arah positif, transparansi laporan keuangan dapat memoderasi pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan.

5. Kurniasih dan Sari (2013)

melakukan penelitian tentang pengaruh return on assets, leverage, corporate governance, ukuran perusahaan dan kompensasi rugi fiskal pada tax avoidance.

sampel yang digunakan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007 sampai dengan 2010. Hasil penelitian ini yaitu ROA, Ukuran Perusahaan dan Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, sedangkan Leverage dan Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance.

6. Waluyo dkk (2015)

melakukan penelitian tentang pengaruh return on asset, leverage, ukuran perusahaan, kompensasi rugi fiskal dan kepemilikan institusional terhadap penghindaran pajak.

Sampel yang digunakan 47 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini adalah ROA berpengaruh signifikan terhadap Penghindaran Pajak, Leverage, Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak Kompensasi Rugi Fiskal dan Kepemilikan Institusi tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak.

(4)

7. Darmawan dan Sukartha (2014)

melakukan penelitian tentang pengaruh penerapan corporate governance, leverage, return on assets, dan ukuran perusahaan pada penghindaran pajak. Sampel yang digunakan 55 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 sampai dengan 2012. Hasil penelitian ini adalah Corporate Governance, ROA dan Ukuran Perusahaan berpengaruh pada Penghindaraan Pajak. Leverage tidak berpengaruh pada Penghindaran Pajak.

8. Damayanti dan Susanto (2015)

melakukan penelitian tentang pengaruh komite audit, kualitas audit, kepemilikan institusional, risiko perusahaan dan return on assets terhadap tax avoidance. Sampel yang digunakan 22 perusahaan sektor industry property dan real astate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini adalah Risiko Perusahaan dan Return On Assets berpengaruh terhadap Tax Avoidance. sedangkan Komite Audit, Kualitas Audit dan Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance.

9. Aprianto dan Dwimulyani (2019)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Sales growth dan Leverage terhadap tax avoidance dengan Kepemilikan Institusional Sebagai Variabel Moderasi. Sampel yang digunakan 46 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2017. Hasil penelitian ini adalah sales growth tidak berpengaruh

(5)

terhadap tax avoidance sedangkan leverage memiliki pengaruh negatif terhadap tax avoidance. Kepemilikan institusional tidak dapat memoderasi pengaruh sales growth terhadap tax avoidance sedangkan kepemilikan institusional mampu memperlemah pengaruh leverage terhadap tax avoidance.

10. Jonathan dan Tandean (2016)

melakukan penelitian tentang pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel pemoderasi. Sampel yang digunakan perusahaan perbankan yang terdaftar di dalam Bursa Efek Indoneisa (BEI) dalam periode tahun 2010 hingga 2014. Hasil penelitian ini adalah tax avoidance tidak memiliki cukup bukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, profitabilitas memiliki cukup bukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, profitabilitas tidak memiliki cukup bukti memperkuat hubungan antara tax avoidance dengan nilai perusahaan.

11. Warno dan Fahmi (2020)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Tax Avoidance dan Biaya Agensi Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kualitas Audit Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan LQ45. Sampel yang digunakan 30 Perusahaan yang terdaftar di LQ45 pada periode 2016 – 2018. Hasil dari penelitian ini Variabel tax avoidance berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tax

(6)

avoidance yang dilakukan perusahaan maka akan menurunkan nilai perusahaan.

Variabel biaya agensi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

12. Nasution dan Mulyani (2020)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Intensitas Aset Tetap dan Intensitas Persediaan Terhadap Penghindaran Pajak (tax avoidance) dengan Pertumbuhan Penjualan (Sales growth) Sebagai Variabel Moderasi. Sampel yang digunakan 23 Perusahaan consumer good yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2014-2018. Hasil dari penelitian ini intensitas asset tetap dan intensitas persediaan sebagai variabel independen berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak sebagai variabel dependen. Pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi memperlemah pengaruh intensitas persediaan terhadap penghindaran pajak namun tidak memperkuat maupun memperlemah pengaruh intensitas asset tetap terhadap penghindaran pajak.

13. Dewinta dan Setiawan (2016)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Tax Avoidance.

Sampel yang digunakan 44 Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2011-2014. Hasil dari penelitian ini : 1) ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap tax avoidance artinya semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin tinggi aktivitas tax avoidance di perusahaan yang disebabkan karena perusahaan

(7)

dengan jumlah total aset yang relatif besar cenderung lebih mampu dan lebih stabil dalam menghasilkan laba. Kondisi tersebut menimbulkan peningkatan jumlah beban pajak sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan praktik tax avoidance, 2) umur perusahaan berpengaruh positif terhadap tax avoidance artinya semakin lama jangka waktu operasional perusahaan, semakin tinggi pula aktivitas tax avoidance perusahaan yang disebabkan karena perusahaan dengan jangka waktu operasional yang relatif lebih lama akan lebih terampil dan lebih berpengalaman dalam pengelolaan manajemen keuangan terkait dengan urusan pajak, 3) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap tax avoidance artinya semakin tinggi profitabilitas, maka semakin tinggi pula tingkat tax avoidance suatu perusahaan yang disebabkan karena perusahaan dengan laba yang besar akan lebih leluasa untuk memanfaatkan celah (loopholes) terhadap pengelolaan beban pajaknya, 4) Leverage tidak berpengaruh terhadap tax avoidance artinya semakin tinggi leverage tidak akan mempengaruhi aktivitas tax avoidance di perusahaan yang disebabkan karena semakin tinggi tingkat utang suatu perusahaan, maka pihak manajemen akan lebih konservatif dalam melakukan pelaporan keuangan atas operasional perusahaan, 5) Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap tax avoidance artinya semakin tinggi pertumbuhan penjualan, maka semakin tinggi aktivitas tax avoidance suatu perusahaan yang disebabkan karena perusahaan dengan tingkat penjualan yang relatif besar akan memberikan peluang untuk memperoleh laba yang besar pula.

(8)

14. Mahdiana dan Amin (2020)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Ukuran Perusahaan dan Sales Growth terhadap Tax Avoidance. jumlah populasi di perusahaan manufaktur sebanyak 60 perusahaan, terdapat total sampel akhirnya sebanyak 87 Perusahaan manufaktur di sector industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2015-2018. Hasil dari penelitian ini Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap Tax Avoidance, Leverage berpengaruh positif signifikan terhadap Tax Avoidance, Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance. Sales Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance.

15. Fitriani dan Sulistyawati (2020)

melakukan penelitian tentang Faktor-Faktor yang mempengaruhi terjadinya Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sampel yang digunakan 46 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel leverage, kompensasi kerugian fiskal, dan komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance.

Sedangkan variabel sisanya yakni return on asset (ROA), ukuran perusahaan, dan kepemilikan isntitusional terbukti tidak berpengaruh terhadap return saham.

(9)

16. Ngadiman dan Puspitasari (2014)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Leverage, Kepemilikan Institusional, dan Ukuran Perusahaan terhadap (Tax Avoidance). Sampel yang digunakan 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Leverage tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang segnifikan terhadap penghindaran pajak.

17. Mahanani dkk (2017)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Karakteristik Perusahaan Sales Growth dan CSR terhadap Tax Avoidance. Sampel yang digunakan 33 perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur perusahaan dan komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance. Sedangkan ukuran perusahaan, komisaris independen, sales growth dan CSR tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.

18. Jonathan dan Trisnawati (2020)

melakukan penelitian tentang Pengaruh Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan, Return On Asset, Leverage terhadap Tax Avoidance yang terdaftar di BEI. Sampel yang digunakan 46 perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia 2015-2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan tata kelola

(10)

perusahaan dan leverage tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Namun return on asset berpengaruh positif terhadap tax avoidance.

19. Ilmiani dan Sutrisno (2014)

melakukan penelitian tentang “pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan dengan transparansi perusahaan sebagai variabel moderating”. Sampel yang digunakan 25 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 sampai dengan 2012. Hasil penelitian ini adalah tax avoidance berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan. transparansi berpengaruh positif mampu memoderasi hubungan antara tax avoidance terhadap nilai perusahaan.

20. Sidanti dan Cornaylis (2018)

Melakukan penelitian tentang “pengaruh agresivitas pajak terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi”. Didapati 7 sampel perusahaan manufaktur sektor pertanian sub sektor perkebunan di BEI 2012-2016. Hasil penelitian menyatakan bahwa agresivitas pajak tidak berpengaruh pada nilai perusahaan, profitabilitas tidak dapat memoderasi pengaruh agresivitas pajak terhadap nilai perusahaan.

(11)

2.2. Landasan Teori 2.2.1. Nilai Perusahaan

Jika didefinisikan apa itu nilai perusahaan, nilai perusahaan sendiri itu adalah tingginya nilai suatu aset perusahaan yang dihargai tinggi oleh para investor untuk menanamkan modal pada pasar saham untuk perusahaan yang memiliki tingkat penilaian baik atau bisa dikatakan image yang melekat baik pada perusahaan tersebut, dengan besaran profit yang dimiliki suatu perusahaan dan kinerja management pengolahan biaya yang baik pada suatu perusahaan dapat dicerminkan oleh harga saham yang tinggi.

Nilai perusahaan dapat dihitung pula dengan rumus tobins’q yang telah dikembangkan oleh James Tobin. Tobins’q dapat dihitung dengan mengalikan closing price dengan jumlah saham yang beredar di akhir periode atau bisa disebut Total Market Value lalu tambahkan dengan total hutang hasil dari penambahan total market value dan total hutang dibagi dengan total aset perusahaan seperti rumus dibawah ini :

2.2.2. Tax Avoidance

Penghindaran pajak atau bisa disebut tax avoidance, tax avoidance adalah suatu konsep dimana management meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan peraturan perpajakan bisa dikatan tax avoidance adalah penghindaran pajak yang masih legal dengan memanfaatkan kelemahan suatu peraturan perpajakan

(12)

yang ada saat ini. Sering kali perusahaan menjalankan praktik tax avoidance untuk meminimalkan beban pajak tanpa melanggar undang-undang perpajakan.

Namun bagi sebuah negara berkembang seperti indonesia praktik tax avoidance ini sangatlah merugikan negara dengan kata lain beban pajak yang seharusnya dibayarkan kepada negara menjadi berkurang sehingga realisasi pemasukan pajak negarapun tidak mencapai target yang telah ditentukan.

Ada beberapa rumus yang dapat menghitung tax avoidance salah satunya adalah cash effective tax rate(CETR) rumus ini adalah perhitungan pajak yang telah dibayar secara tunai atau kas dibagi dengan laba sebelum pajak penghasilan, adapula rumus effective tax rate (ETR) adalah perhitungan beban pajak penghasilan badan dibagi dengan pendapatan sebelum pajak. Namun pada penelitian kali ini dikembangkan rumus untuk menggabungkan dari dua rumus sebelumnya yaitu hasil dari CETR dikurangi dengan hasil ETR.

Adapun rumus yang dikembang oleh Dr. Phil. Sarah Yuliarini. SE.,M.Ak selaku Pembimbing I sebagai berikut :

(

) ( )

2.2.3. Return On Asset

Profitabilitas yang di proxykan Return on Asset dapat di definisikan sebagai kemampuan suatu perusahaan dalam mengolah seluruh asset yang dimiliki sehingga mendaptkan laba bersih atau profit yang tinggi. Kemakmuran suatu

(13)

perusahaan dapat terlihat pada tingginya sebuah asset yang dimiliki dan laba yang didapat disetiap periode laporan keuangan.

Return on Asset sebuah perusahaan dapat pula sebagai informasi pendapatan laba bersih setelah pajak dibanding dengan total aset, ROA yang baik akan memberikan image yang baik pada sebuah perusahaan sehingga dapat menarik investor untuk menanamkan modal pada perusahaan tersebut bisa dikatakan apabila roa tinggi maka mempengaruhi nilai perusahaan pula.

Adapun rumus dari perhitungan ROA seperti berikut dibawah ini :

2.2.4. Leverage

Leverage adalah suatu kebijakan perusahaan dimana perusahaan mengambil keputusan untuk menginvestasikan dana ataupun mendapatkan sumber dana pada pihak ketiga sehingga di dapati beban/biaya tetap yang akan ditanggung perusahaan. Irawati (2006)

Leverage juga bisa dikatakan besaran hutang yang difungsikan untuk pembelian ataupun pembiayaan suatu asset perusahaan namun apabila hutang perusahaan lebih tinggi dibandingkan modal maka perusahaan dikategorikan dengan leverage tinggi. Fakhrudin (2008:109)

Dapat digaris besar bahwa leverage sendiri adalah sumber pendanaan dari pihak ketiga ataupun pembiayaan sebuah asset maupun investasi sebuah perusahaan tersebut. Perusahaan dapat dikatakan baik apabila mampu mengolah

(14)

perputaran hutang tanpa membuat kerugian pada perusahaan, apabila suatu perusahaan mampu mengolah hutang dengan baik maka dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal pada pasar saham sehingga nilai perusahaanpun akan meningkat, namun apabila perusahaan tidak dapat mengolah hutang dengan baik maka perusahaan akan mengalami kerugian sehingga investorpun enggan melirik perusahaan tersebut sehingga dapat menurunkan nilai perusahaan tersebut.

Leverage dapat dihitung dengan rumus Debt to Equity Ratio (DER) yang dimana perhitungan diambil dari hasil pembagian total hutang dibagi total modal, seperti dibawah ini :

2.3 Pengaruh Antar Variabel

2.3.1 Pengaruh tax avoidance terhadap nilai perusahaan

Praktik tax avoidance dapat menurunkan nilai perusahaan, karena dengan adanya praktik tax avoidance secara tidak langsung perusahaan akan menyajikan kondisi perusahaan yang tidak sebenarnya. Jika tax avoidance dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dan terungkap ke publik maka, investor akan merasa dirugikan dan beranggapan bahwa perusahaan tidak kooperatif dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh investor sehingga investor hilang kepercayaan dan nilai perusahaan akan jatuh, Santa dan Rezende (2016).

Menurut Ilmiani dan Sutrisno (2014) “variabel tax avoidance berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan, yang berarti bahwa semakin tinggi tax

𝐷 𝑡 𝑡 𝑞𝑢 𝑡𝑦 𝑡 =Total libilities Total equity

(15)

avoidance maka semakin rendah nilai perusahaan yang berarti bahwa semakin tinggi tax avoidance maka semakin rendah nilai perusahaan”. Sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah sebagai berikut

H1 : tax avoidance berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan

2.3.2 Return On Asset sebagai variabel moderator/moderasi hubungan antara tax avoidance terhadap nilai perusahaan

Return on Asset yang tinggi dapat pula menarik investor untuk menanamkan modal saham pada pasar modal profit yang tinggi akan meningkatkan laba perlembar saham, meningkatnya saham akan meningkat pula nilai perusahaan tersebut, besarnya roa pada suatu perusahaan dapat diartikan sebuah kemakmuran pada perusahaan tersebut.

ROA dianggap sebagai keuntungan bersih pajak pada perusahaan, semakin tingginya roa maka semakin makmur perusahaan tersebut bisa dikatakan perusahaan tersebut mampu mengatur dan membayar pajaknya sendiri dan diasumsikan perusahan tersebut tidak melakukan praktik tax avoidance. Maharani dan Suardana (2014)

H2: Return On Asset mampu memodertor/memperkuat hubungan tax avoidance terhadap nilai perusahaan.

(16)

2.3.3 Leverage sebagai variabel moderasi hubungan tax avoidance terhadap nilai perusahaan.

Leverage adalah rasio yang mencitrakan suatu perusahaan yang dibiayai oleh pihak luar dan dapat tercermin dari besarannya modal pada perusahaan tersebut.

Sofyan Syari (2013)

Leverage dapat mencermninkan suatu perusahaan dikatakan baik apabila mampu mengolah perputaran hutang tersebut tanpa membuat perusahaan terkait mengalami kerugian, leverage yang buruk terjadi apabila suatu perusahaan tidak mampu mengolah perputaran hutang sehingga hutang semakin tinggi dibanding total asset yang dimiliki perusahaan, maka perusahaan mengalami kerugian apabila pihak management tidak mampu mengolah pendanaan pihak luar sehingga beban bunga semakin meningkat dan tidak dapat dibayarkan oleh perusahaan tersebut sehingga perusahaan mengalami kerugian dan menurunkan nilai perusahaan.

Perusahaan yang mampu mengolah hutang dengan baik maka mampu mengolah tarif pajak dengan efektif.

H3: Leverage mampu memoderasi hubungan antara tax avoidance terhadap nilai perusahaan

(17)

2.4. Kerangka Pemikiran

Untuk memperjelas hipotesis diatas maka peneliti menggunakan kerangka berfikir untuk mempermudah memahami “Pengaruh Tax avoidance terhadap Nilai Perusahaan dengan Return On Asset dan Leverage sebagai variabel moderasi” yang dapat ditunjukkan dengan gambar di bawah ini :

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

H1: Tax avoidance berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan.

H2: ROA memoderasi hubungan diantara tax avoidance terhadap nilai perusahaan.

H3: Leverage memoderasi hubungan antara tax avoidance terhadap nilai perusahaan.

Tax Avoidance (X1) Nilai Perusahaan(Y)

H2

(+) (+)

ROA (Z1) Leverage (Z2) var.Moderator

H1

H3

(-)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan konseling individu dalam menurunkan tingkat ketidakhadiran siswa kelas XI IPS 6 SMA Negeri 1

Dalam proses ini, kita mengambil inspirasi dari metode DFA yang hendak mencari apakah data yang akan datang memiliki korelasi atau anti-korelasi dengan data-data historis sebelumnya

Hermon Manggasa’ Makale Tana Toraja”. Skripsi , Program Studi Pendidikan Sendratasik. Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk

Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik pasien penderita ISPA di beberapa Puskesmas di Kota Samarinda pada periode September sampai

Hal ini menunjuk- kan bahwa pengetahuan dan pengalaman guru yang berlatar belakang bimbingan dan konseling lebih memiliki kecenderungan persepsi positif mengenai

Puji syukur yang teramat dalam saya haturkan kehadirat Allah SWT atas berkah, rahmat dan hidayah-Nya yang senantiasa dilimpahkan kepada penulis, sehingga Skripsi dengan judul

"Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Ukuran Perusahaan dan Capital Intensity Terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar Di

Untuk menganalisis dan mengetahui besarnya pengaruh ukuran perusahaan, leverage dan pertumbuhan penjualan terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur sub