• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V LAHAN DAN HUTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V LAHAN DAN HUTAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 5.2  Proporsi Penggunaan Lahan Kota Denpasar.
Gambar 5.4  Proporsi permukiman di masing-masing kecamatan di Kota Denpasar.
Gambar 5.5. Luas sawah di masing-masing kecamatan di Kota Denpasar.
Gambar 5.6  Penurunan luas sawah dari tahun 2004 – 2006.
+7

Referensi

Dokumen terkait

PERUBAHA PENGGUNAAN LAHAN LUAS (Ha) Danau-Danau 3,43 Danau-Permukiman Padat 0,01 Industri-Bangunan 1,59 Industri-Industri 182,62 Industri-Permukiman Jarang 1,53

Hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk permukiman eksisting (Tahun 2009) diketahui bahwa terdapat lahan permukiman yang berada pada kawasan lindung lokal seluas 293,6 Ha dan

Sekalipun demikian pada tahun 2007 Kementerian Kehutanan kembali mengungkapkan bahwa luas lahan kritis di Indonesia telah meningkat menjadi 77,8 juta ha diantaranya 51 juta

Industri di Kabupaten Karawang dikembangkan di lahan seluas 13.718 Ha atau 7,85% dari luas Kabupaten Karawang, terdiri atas Kawasan Industri seluas 6.757,5 Ha

Luas wilayah yang tersedia untuk pertanian adalah 162,493 ha dengan rincian (a) seluas 113,796 ha diarahkan untuk perkebunan prioritas I (b) seluas 24,258 ha untuk tanaman

Walaupun patch hutan apapun yang memiliki kawasan ‘inti’ dianggap memiliki nilai, kawasan inti dengan luas minimal 10 ha (bagian dari patch berbentuk membulat seluas 25 ha

(2) Kawasan permukiman perdesaan seluas 5.072,49 Ha atau 1,46 % dari luas wilayah Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a adalah suatu kawasan untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang dikelola oleh pengungsi setiap kepala keluarga memperoleh lahan seluas 0,5 ha, penentuan pembagian luas lahan tersebut dilakukan melalui