1
Factors Affecting Health Protocol Compliance During The Covid-19 Pandemic: A Literature Review
Hijratun Wahana1 Asni Hasaini2
1Diploma III In Nursing Program, AKPER Pandan Harum, South Kalimantan
2Diploma III In Nursing Program, STIKES Intan Martapura, South Kalimantan Email: [email protected]
ABSTRACT
The Covid-19 case in Indonesia. Reached a Case Fatality Rate (CFR) of 3.77% and a cure rate of 73.77%.
The Covid-19 pandemic is predicted to belong, so the public must prepare with a new balance. Compliance with health protocols is very important to prevent the potential expansion of the spread of Covid-19 cases in the community. This literature review identifies factors that influence adherence to health protocols during the COVID-19 pandemic. Literature searches were carried out on the ProQuest database, ScienceDirect, Cambridge University Press, Ebsco Host, World Scientific with the keywords factors compliance AND Health Protocols. Inclusion criteria for health protocol adherence factors during the Covid-19 pandemic, full text, and publication from 2016 to 2021. Assessment of the quality of articles was carried out using instruments from CONSORT. The total search from all databases was 3,447 articles, and after screening and evaluation there were 3 articles that met the inclusion and exclusion criteria. The results show that many factors that affect adherence to health protocols are categorized into 2, namely behavior causes and non-behavior causes. Behavioral factors, namely perceived benefits, perceived gender barriers, and personal value and social responsibility, belief in taking preventive action, intrinsic motivation factors (moral and social). Factors outside of behavior (non-behavior causes), namely sociodemography, personality, ideology, and emotions by complying with the COVID-19 public health protocol
Keywords : Compliance factors, Health protocol, Covid-19 pandemic
PENDAHULUAN
Pandemic akibat penyakit yang dikenal dengan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) disebabkan oleh beta-coronavirus novel yang terjadi pada awal 2020. Penyebaran Covid-19 hampir menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia pada awalnya hanya terjadi di China. Di Indonesia kasus Covid-19 pertama kali ditemukan pada awal bulan Maret, hingga per 28 September atau Case Fatality Rate (CFR) akibat Covid- 19 di Indonesia mencapai 3,77% dan angka kesembuhan 73,77 %. (World Health Organization (WHO), 2020)
Coronavirus Disease 2019 tidak hanya berdampak pada kesehatan namun juga secara sistemik berpengaruh pada perekonomian, pendidikan, social, dan keamanan. Pada Maret 2020 untuk menanggulangi permasalahan pandemi Pemerintah Indonesia melalui Kepres No 7 Tahun 2020 membentuk satuan tugas percepatan penanganan Covid-19. Kemenkes RI menerbitkan Keputusan Menteri No. HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat Fasilitas Umum dalam rangka Pencegahan Pengendalian COVID-19 Tanggal 19 Juni 2020 karena untuk mendukung keberlangsungan perekonomian dan aspek sosial masyarakat yang disebabkan perkiraan masa pandemi akan panjang sehingga masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kehidupan baru (Satgas COVID-19 , 2020).
Di masyarakat masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, mendekati kerumunan, dan tidak cuci tangan, dimana prosentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%, sedangkan untuk prosentase pshycal distancing ialah 43,46% (Satgas COVID-19 , 2020). Kurang patuhnya masyarakat terhadap kebijakan menyebabkan potensial perluasan penyebaran kasus virus corona. Patuh merupakan aspek atau perubahan dari perilaku individu. Teori Lawrence Green dalam
2 (Notoadmodjo, 2014) tentang perilaku manusia. Perilaku dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor pendukung, faktor pemungkin dan faktor pendorong. Kepatuhan adalah sikap yang akan muncul sebagai bentuk reaksi terhadap sesuatu yang ada dalam peraturan yang harus dijalankan (Azwar, S, 2002). Patuh adalah kemungkinan pasien menjalankan perintah medikasi yang diberikan (National Institute for Health and Care Excellence, 2011)
Faktor penyebab ketidakpatuhan, Menurut (Webster RK, et al, 2020) menyebutkan bahwa ada 9 faktor ketidakpatuhan terhadap upaya karantina kesehatan, yaitu : 1) Demografi dan Mata Pencarian, 2) Pengetahuan, 3) Sosiokultural: Norma, Nilai, dan Hukum, 4) Persepsi tentang keuntungan mematuhi karantina, 5) Persepsi tentang resiko terdampak wabah, 6) Alasan Praktis, 7) Kepercayaan terhadap system kesehatan, 8) Lama Karantina, dan 9) Kapercayaan terhadap pemerintah. Selanjutnya, berdasarkan teori dasar yang dikembangkan oleh (Lawrence Green.et.al, 2005) kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu faktor perilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (non-behavior causes). Sementara faktor perilaku (behavior causes) dipengaruhi oleh tiga faktor yakni : faktor predisposisi (predisposing factors) yang meliputi umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan sikap, faktor pemungkin (enabling factors) yang terwujud dalam lingkungan fisik dan jarak ke fasilitas kesehatan, dan faktor penguat (reinforcing factors) yang terwujud dalam dukungan yang diberikan oleh keluarga maupun tokoh masyarakat. (Notoadmodjo, 2014)
METODE
Desain yang digunakan; literatur review, database berasal dari ProQuest, ScienceDirect, Cambridge University Press, Ebsco Host, World Scientific serta terbatas pada artikel yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris dengan rentang waktu 2016-2021. Kombinasi kata kunci utama adalah factors complience AND Health Protocols. Semua judul, abstrak dan teks lengkap yang diidentifikasi dianalisis sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi: faktor-faktor Kepatuhan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, fulltext, dan publish artikel 5 tahun terakhir. Kriteria ekslusi: kepatuhan pengobatan dan perawatan penyakit serta protokol bencana, systematic review, dan literatur review tentang kepatuhan protocol kesehatan. Penilaian kualitas artikel menggunakan checklist yang terstandar dari CONSORT sebanyak 25 item (Schulz KF, Altman DG & Moher D, 2010). Sintesis artikel dilakukan secara naratif yang direkomendasikan oleh pernyataan PRISMA (Moher, D., et. al, 2009). Ringkasan karakteristik dan hasil dari faktor-faktor telah diidentifikasi dari setiap penelitian telah dilaporkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Karakteristik Penelitian dan Hasil
Penulis Judul Sampel Tujuan Desain Hasil Kesimpulan
(Afro, R.C, et al, 2020)
Jurnal CMHP (Journal Of Community Mental Health
And Public Policy)
Analysis Of Factors Affecting Health Protocols
Compliance During Covid-19 Pandemic In East Java Community:
Health Belief Model Approach
350 responden masyarakat Provinsi Jawa
Timur pada bulan April –
September 2020
Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan
menjalankan protokol kesehatan
saat pandemi COVID-19 pada masyarakat Jawa
Timur dengan pendekatan health
belief model
cross sectional
Faktor persepsi individu memiliki hasil yaitu variabel
perceived susceptibility memiliki nilai p 0,719> 0,05 variabel perceived benefits memiliki nilai p 0,005 < 0,05,
variabel perceived barriers memiliki nilai p= 0,001 < 0,05,
variable self efficacy memiliki nilai p=0,152 > 0,05 dan cues to actions memiliki nilai p=
0,502 > 0,05
faktor yang mempengaruhi adalah variabel perceived benefits
dan perceived barriers.
(Ningsih, O. S, et al, 2021)
Indonesian Nursing Journal
of Education and Clinic
(INJEC)
Factors Predicting Adolescents’
Compliance on Covid-19 Prevention
Protocols
246 siswa SMP dan SMA
usia 13-18 tahun pada bulan April- Juni 2020
Mengidentifikasi faktor-faktor yang
memprediksi perilaku kepatuhan
remaja terhadap protokol pencegahan Covid-
19
metode deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan
cross- sectional
Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (AOR:
1.941, CI: 0.898-4.195) dan nilai tanggung jawab pribadi dan sosial (AOR: 2.330, CI:
1.041-5.214) dengan kepatuhan remaja dalam mencegahperluasan Covid-
19
Untuk meningkatkan perilaku kepatuhan
remaja dalam mencegah penyebaran Covid-
19, pemerintah Indonesia dan satgas Covid-19
perlu mempertimbangkan
faktor-faktor seperti jenis kelamin dan nilai personal dan tanggung jawab
3
sosial pada remaja
(Clark, C. et al, 2020)
Global Transitions
Predictors of COVID-19
voluntary compliance behaviors: An
international investigation
8317 responden.
Peserta berasal dari
70 negara berbeda in English (n = 2850), French (n = 2444), Spanish (n=
1216), German (n = 997), Italian (n
=707), Portuguese
(n=80), or Mandarin (n=23)
meneliti keyakinan dan sikap tentang
COVID-19 dalam mengikuti rekomendasi
pemerintah, mengambil tindakan
pencegahan kesehatan (termasuk memakai
masker, jaga jarak, mencuci tangan, dan di rumah saja) ,
dan mendorong orang
lain untuk mengambil tindakan
pencegahan kesehatan
analysis exploratory
Adanya korelasi yang signifikan antara ketiga variabel (mengikuti aturan,
mengambil tindakan pencegahan kesehatan, dan
membuat rekomendasi kesehatan kepada orang lain)
dengan lima prediktor kepercayaan COVID-19
(efektivitas tindakan pencegahan kesehatan, kepentingan kesehatan, kekebalan, gangguan, dan
kepercayaan pemerintah
pentingnya keyakinan bahwa melakukan tindakan
pencegahan kesehatan akan
efektif untuk menghindari COVID-19 dan
secara umum memprioritaskan
kesehatan seseorang
(Kuiper, M. E.
et al, 2020)
SSRN Electronic
Journal
The intelligent lockdown:
Compliance with COVID-19
mitigation measures in the
Netherlands
568 responden dari Negara
Belanda
Menilai bagaimana kepatuhan terhadap
mitigasi (dirumah saja dan jaga jarak)
dan faktor-faktor apa yang mungkin
mempengaruhi orang Belanda mematuhi mitigasi
tersebut
Online survey kepatuhan yang tinggi.
Beberapa variable independent yaitu gender dan kepercayaan, dukungan moral substantif (ancaman yang dirasakan,keselarasan moral
tertentu, dukungan untuk kebijakan saat ini), biaya kepatuhan (biaya kepatuhan
dan emosi negatif) dan impulsif pada sains menunjukkan hubungan yang
signifikan dengan kepatuhan
Hasil analisis Regresi faktor motivasi intrinsik (moral dan sosial)
berpengaruh terhadap mitigasi.
(Brouard, S., Vasilopoulos, P.
and Becher, M, 2020)
Canadian Journal of Political Science
Sociodemographi c and Psychological
Correlates of Compliance with
the COVID-19 Public Health Measures in
France
24.369 responden masyarakat Perancis, wilayah North-
West, North- East, South- West, South-
East
Menganalisis hubungan antara
sosiodemografi, kepribadian, ideologi, dan emosi
dengan mematuhi protokol kesehatan masyarakat COVID-
19
Data berasal dari French
National Election Study, sebuah
survei panel yang dimulai
pada November
2015 dan ditambahkan
pada 16-17 Maret 2020
Usia secara positif dihubungkan dengan
kepatuhan wanita lebih cenderung mengubah perilakunya dibandingkan dengan pria
kesadaran secara positif terkait dengan perubahan
perilaku ideologis dikaitkan dengan
penurunan kepatuhan kepatuhan akan meningkat saat seseorang bergerak dari
kiri ke ujung kanan skala ideologi memberikan konfirmasi
empiris yang kuat atas hubungan antara ketakutan
dan kepatuhan
Ada hubungan sosiodemografi,
kepribadian, ideologi, dan emosi
dengan mematuhi protokol kesehatan masyarakat COVID-
19
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
Total dari pencarian dari semua database didapatkan 3.447 artikel. Di antaranya, 52 artikel diambil dari ProQuest, 1.454 dari ScienceDirect, 1.045 dari Cambridge University Press, 879 dari Ebsco Host, 17 dari World Scientific. Artikel sejumlah 2.984 duplikat telah dihapus. Dengan demikian, judul dan abstrak dari 463 penelitian disaring oleh penulis sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, yang dikembangkan secara apriori dari pencarian sesuai dengan format PICO. Sebanyak 420 artikel dikeluarkan sesuai dengan kriteria ekslusi, dan 43 artikel yang diskrining eligibilitasnya serta dianalisis untuk dimasukan kedalam tinjauan berdasarkan kriteri inklusi. Jumlah akhir, didapatkan 6 artikel yang sesuai dengan syarat kriteria inklusi.
Alasan dikeluarkannya artikel tersebut adalah sebagian besar tidak sesuai dengan kriteria inklusi kepatuhan pada penyakit lain dan bencana alam (81,08%); desain penelitian (2,7%, literatur review dan
4 systematic review); dan lainnya (16,22% yakni: 3 teks lengkap tidak tersedia, 3 artikel berbayar) terlihat pada Gambar 1.
Gambar 1. PRISMA 2009 Flow Diagram
Pada penelitian ini melaporkan bahwa terdapat beberapa faktor yaitu perceived benefits dan perceived barriers (Afro, R.C, et al, 2020). Faktor lain yang meningkatkan perilaku kepatuhan remaja dalam mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah Indonesia dan satgas Covid-19 perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis kelamin dan nilai personal dan tanggung jawab sosial pada remaja (Ningsih, O. S, et al, 2021).
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa faktor penting yaitu keyakinan untuk melakukan tindakan pencegahan kesehatan untuk menghindari COVID-19 dan secara umum memprioritaskan kesehatan seseorang. (Clark, C. et al, 2020). Selain itu penelitian lainnya mengungkapkan bahwa faktor yang berpengaruh adalah faktor motivasi intrinsik (moral dan sosial) yang dapat meningkatkan perilaku mematuhi aturan yang berlalu (Kuiper, M. E. et al, 2020) . Penelitian menurut Brouard, Vasilopoulos and Becher, 2020 juga menunjukkan bahwa ada sosiodemografi, kepribadian, ideologi, dan emosi dengan mematuhi protokol kesehatan masyarakat COVID-19.
Pembahasan
Kepatuhan dalam mematuhi protokol kesehatan selama pandemi tidak disebabkan hanya satu faktor saja tetapi berbagai macam faktor. Hasil penelitian pada perceived barrier atau persepsi hambatan menunjukkan bahwa persepsi hambatan yang dimiliki mayoritas individu positif atau tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas individu menyadari hambatan apa yang dihadapi saat akan melaksanakan protokol kesehatan. Setiap individu memiliki respon terhadap hambatan yang berbeda. Individu yang memiliki persepsi positif untuk mengendalikan situasi dan mengambil tindakan untuk mengatasi hambatan tersebut akan membuat individu yang bersangkutan sadar dan paham akan situasi yang sedang dihadapi.
Records identified throught database searching (n = 3.447)
Records after duplicates removed (n = 1.492)
Full-text articles assassed for eligibility (n = 43)
Studies included in quantitative synthesis
Record excluded (n
= 420)
Full text article excluded, with reason (n=37)
1 kepatuhan pada penyakit lain dan bencana alam (81,08%);
2 desain penelitian (2,7%, literatur review dan systematic review); dan
3 lainnya (16,22% yakni: 3 teks lengkap tidak tersedia, 3 artikel berbayar)
5 Kesadaran akan hambatan yang akan dialami individu tersebut membuat yang bersangkutan mencari solusi untuk hal tersebut (Syarafina, 2019). Ada beberapa solusi dalam mencari informasi promosi kesehatan yang lebih akurat, mencari sosok panutan serta selalu konsisten dalam mengajak orang dalam menjalankan protokol kesehatan untuk membentuk norma baru di masyarakat agar dapat memberikan motivasi yang lebih baik kedepannya. Selain itu juga diperlukan adanya ketegasan penerapan di pintu- pintu masuk pergerakan orang di setiap wilayah, dan dengan kombinasi percepatan vaksinasi covid-19 nasional dan peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di keseharian merupakan langkah yang dibutuhkan dalam pengendalian covid-19.
Semakin positif persepsi hambatan seseorang maka semakin tinggi tingkat kepatuhan yang dimiliki oleh orang tersebut. Hasil penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa persepsi hambatan memiliki hubungan dengan kepatuhan mematuhi protokol kesehatan serta hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa persepsi hambatan yang tinggi akan meningkatkan tingkat kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan (Jose, Regi et al., 2020). Penelitian lain yang sejalan juga menyatakan bahwa persepsi hambatan memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan dalam perilaku pencegahan COVID-19 (Shahnazi, Hossein et al., 2020)
Kami hanya memasukkan enam penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, hasil tersebut sangat lah penting untuk mencegah potensial perluasan penyebaran kasus Covid-19 di masyarakat dengan patuh terhadap protokol kesehatan menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes)yaitu cuci tangan, jaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Keterbatasan bukti yang ditemukan dalam tinjauan literature ini adalah tidak banyak penelitian yang melakukan analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan dan keberagaman budaya serta adanya kearifan lokal suatu Negara serta nilai persepsi, keyakinan masyarakat itu sendiri sehingga sangat berkontribusi terhadap perilaku kepatuhannya.
KESIMPULAN
Kepatuhan masyarakat masih menjadi fenomena yang harus terus ditingkatkan untuk meningkatkan perilaku dalam memutus mata rantai penularan covid-19 sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19. Beberapa teori dasar yang dikembangkan oleh (Lawrence Green.et.al, 2005).
Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu faktor perilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (non- behavior causes). Sementara faktor perilaku (behavior causes) dipengaruhi oleh tiga faktor yakni : faktor pendukung (Predisposing Factors) yang meliputi umur, pekerjaan, pendidikan, keyakinan dan kepercayaan, pengetahuan dan sikap. Faktor pemungkin (Enabling Factors) yang terwujud dalam lingkungan fisik dan jarak ke fasilitas kesehatan, dan faktor penguat (Reinforcing Factors) yang terwujud dalam dukungan yang diberikan oleh keluarga maupun tokoh masyarakat (Notoadmodjo, 2014).
Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa terdapat tiga prediktor utama dalam kepatuhan terhadap protokol kesehatan yakni terkait aspek psikologis, sosial-ekonomi-budaya, dan persepsi terhadap otoritas pemerintah. Prediktor psikologis diantaranya ideologi, harapan, religious coping, psychological well-being, pengetahuan dan pengalaman, kesadaran, serta komitmen terhadap peraturan. Prediktor sosial meliputi kesadaran dan penerimaan sosial, kondisi ekonomi, serta budaya kolektif, Prediktor terkait kondisi pemerintah mencakup persepsi dan trust pada otoritas, kerjasama antar lembaga, dan dukungan saranaprasarana (Abdul, A. R. et al, 2020). Faktor lainnya yang juga membentuk kepatuhan yaitu yang disefinisikan sebagai pendapat seseorang terhadap suatu keadaan atau situasi tertentu. Hasil penelitian ini memperlihatkan responden dengan kepatuhan tinggi terhadap protokol kesehatan Covid-19 dan didominasi oleh responden yang memiliki sikap positif terhadap kebijakan mengenai protokol kesehatan.
Hasil tinjauan literatur ini memberikan bukti yang dapat diandalkan sebagai usaha untuk meningkatkan penerapan kepatuhan masyarakat terhadap Protokol kesehatan Covid -19. Usaha ini dapat dilakukan dengan menggandeng masyarakat lainnya agar ikut patuh terhadap kebijakan ini. pemerintah perlu mengawasi pemberlakuan aturan penerapan protokol kesehatan secara maksimal dan memberikan sanksi tegas apabila ada masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku.
6 DAFTAR PUSTAKA
Abdul, A. R. et al. (2020). Faktor-Faktor Psikososial dari Ketidakpatuhan Masyarakat pada Masa Pandemik.
Artikel, pp. 1–10.
Afro, R.C, et al. (2020). Afro, R. C., Isfiya, AAnalisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Saat Pandemi Covid-19 Pada Masyarakat Jawa Timur : Pendekatan Health Belief Model. Journal Of Community Mental Health And Public Policy, pp. 1–10.
Azwar, S. (2002). Sikap Manusia Edisi II. Yogyakarta: Pustaka Belaja.
Brouard, S., Vasilopoulos, P. and Becher, M. (2020). Sociodemographic and psychological correlates of compliance with the Covid-19 public health measures in France. Canadian Journal of Political Science, 53(2), pp. 253–258. doi: 10.1017/S0008423920000335.
Clark, C. et al. (2020). Predictors of COVID-19 voluntary compliance behaviors: An international investigation. Global Transitions, pp. 76–82. doi: 10.1016/j.glt.2020.06.003.
Jose, Regi et al. (2020). Public perception and preparedness for the pandemic COVID 19: A Health Belief Model approach. . Clinical Epidemiology and Global Health journal.
Kuiper, M. E. et al. (2020). The Intelligent Lockdown: Compliance with COVID-19 Mitigation Measures in the Netherlands. SSRN Electronic Journal, (January). doi: 10.2139/ssrn.3598215.
Lawrence Green.et.al. (2005). Health Education Planning A Diagnostic Approach. . The Jihns Hapkins University: Mayfield Publishing Company.
Moher, D., et. al. (2009). PRISMA 2009 Checklist. . Diakses dari www.prisma‐statement.org.
National Institute for Health and Care Excellence. (2011). Clinical Management of Hypertension.
Ningsih, O. S, et al. (2021). Factors Predicting Adolescents ’ Compliance on Covid-19 Prevention Protocols.
Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (INJEC), doi: 10.24990/injecv6i1.365.
Notoadmodjo. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Satgas COVID-19 . (2020). Satgas COVID-19 Kepatuhan Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan Harus ditingkatkan. Diakses pada 23 November 2020. https://covid19.go.id/p/berita/kepatuhan-masyarakat- terhadap-protokol-kesehatan-harusditingkatkan.
Schulz KF, Altman DG & Moher D. (2010). CONSORT 2010 Statement: Updated Guidelines for Reporting Parallel Group Randomized Trials. . Annals of Internal Medicine 152, 726-732.
Shahnazi, Hossein et al. (2020). Assessing Preventive Health Behaviors from COVID-19 Based on the Health Belief Model (HBM) among People in Golestan Province: A CrossSectional Study in Northern Iran. . Research square journal.
Syarafina. (2019). Pengaruh Optimisme dan Kesadaran Diri Terhadap Adversity Quotient Mahasiswa Skripsi Sambil Bekerja. Jurnal Cognicia Universitas Muhammadiyah Malang. Vol. 7 No. 3, p. 295-307 .
Webster RK, et al. (2020). How to Improve Adherence with Quarantine: Rapid Review of Evidence. Public Health (182): 163-9.
World Health Organization (WHO). (2020). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Situation Report.
Available from: https://pers.droneemprit.id/covid19/ 2 covid19.go.id.