• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2021-2026. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA MEDAN TAHUN 2021.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8) i. KATA PENGANTAR. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Hidayah-Nya, Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Kota Medan Tahun 2021-2026 dapat diselesaikan. Penyusunan Renstra ini dimaksudkan ketentuan Peraturan. untuk memenuhi. Perundang-undangan dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan. maupun pelaksanaan program dan kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Medan dengan RPJMD Kota Medan Tahun 2021-2026 dalam rangka Mewujudkan Medan Yang Berkah, Maju Dan Kondusif. Tata cara perumusan dan penyajian Renstra ini dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Oleh karena itu, di samping sebagai pedoman dalam perencanaan dan pelaksanaan tugas dan fungsi, Renstra ini juga dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi atas kinerja tahunan dan lima tahunan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Medan menuju terwujudnya Kepemerintahan yang baik (Good Governance). Dengan Renstra ini, diharapkan pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Medan mampu mendorong terwujudnya visi dan misi Pemerintah Kota Medan yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2021-2026. Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tenaga dan pemikiran dalam penyelesaian Renstra ini, diucapkan terima kasih. Semoga Renstra Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Medan Tahun 2021-2026 ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pembangunan Kota Medan.. Medan,. September 2021. KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA MEDAN. Ir. IRWAN RITONGA, M.Si PEMBINA UTAMA MUDA NIP. 19630428 199203 1 002.

(9) ii. DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR ......................................................................... i. DAFTAR ISI. .................................................................................. ii. B A B I. PENDAHULUAN .................................................................. 1. 1.1.Latar Belakang ................................................................ 1. 1.2.Landasan Hukum............................................................. 2. 1.3.Maksud dan Tujuan ........................................................ 4. 1.4.Sistematika Penulisan .................................................... 4. 1.5 Definsi Operasional………………………………….... 6. B A B II. GAMBARAN PELAYANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA MEDAN …………………. 9. 2.1. Tugas, fungsi dan Struktur Organisasi ........................ 11. 2.1.1.Tugas ............................................................... 11. 2.1.2.Fungsi .............................................................. 11. 2.1.3.Struktur Organisasi .......................................... 12. 2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah ……………………. 18. 2.2.1. Sumber Daya Manusia .................................... 18. 2.2.2.Sarana dan Prasarana ……………………….... 18. 2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah ……………….. 21. 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan ................ 26. B A B III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH …… …………………………………………... 29. 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan ................................................ 29. 3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil kepala Daerah terpilih……………………. 30.

(10) iii. 3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra ............................ 33. 3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis………………………... 34. 3.5. Penentuan Isu-isu Strategis …………………………. 49. BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN ……………………………... 51. 4.1. Tujuan dan Sasaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan ………………………………………….. BAB V.. 51. STRATEGI DAN KEBIJAKAN ......................................... 53. 5.1. Strategi dan kebijakan .................................................. 53. 5.1.1. Strategi ............................................................... 53. 5.1.2. Kebijakan ........................................................... 60. BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN ……………………………………………... 63. 6.1.Program Kerja …………………………………………. 63. 6.2.Kegiatan ……………………………………………….. 63. BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN …................................ 66. BAB VIII PENUTUP ............................................................................. 67.

(11) 1. BAB. I. P E N D A H U LU A N. 1.1.. Latar Belakang Renstra. Badan. Penelitian. dan. Pengembangan. adalah. dokumen. perencanaan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan untuk periode lima tahun terhitung tahun 2021 sampai dengan tahun 2026. UndangUndang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tetang Pemerintahan Daerah mewajibkan bagi setiap perangkat daerah untuk menyusun Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra-PD) sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Renstra-PD adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun, yang memuat tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan selama lima tahun kedepan yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pencapaian sasaran pembangunan daerah. Perencanaan. pembangunan. daerah merupakan. suatu proses untuk. menentukan kebijakan masa depan, melalui urutan pilihan, yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, yang diselaraskan dengan rencana pembangunan nasional dan daerah, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu di Daerah. Oleh karena itu, Renstra Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan Tahun 2021–2026 merupakan proses berkelanjutan dan sistematis dari pembuatan keputusan, dengan semaksimal mungkin memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif dan mengorganisasikannya secara sistematis untuk usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang sistematis. Selain itu, Renstra ini menjadi dasar evaluasi dan dasar laporan pelaksanaan atas kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan selama lima tahun dan tahunan melalui pelaksanaan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD). Penyusunan Renstra ini telah memperhitungkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang mungkin timbul, disusun dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah.

(12) 2. Tentang. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah. dan Rencana. Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Renstra Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan Tahun 2021-2026 merupakan serangkaian rencana tindak dan kegiatan mendasar untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran Badan Penelitain dan Pengembangan dalam pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. 1.2 Landasan Hukum Dasar hukum yang melandasi penyusunan Tahun 2021-2026 Rencana Strategis Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan adalah : 1). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan IPTEK.. 2). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.. 3). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.. 4). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.. 5). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.. 6). Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.. 7). Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Nasional.. 8). Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);. 9). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);. 10) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6323);.

(13) 3. 11) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan Di Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah; 12) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata. Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Rancangan. Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah; 13) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah; 14) Peraturan Menteri Dalam Negeri. Nomor 90 Tahun 2019 Tentang. Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah; 15) Peraturan Menteri Dalam Negeri. Nomor 77 Tahun 2020 Tentang. Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah; 16) Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo. 17) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. 18) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 28 Tahun 2019 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Dalam Jabatan Fungsional 19) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 20 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2018 Tentang Jabatan Fungsional Peneliti 20) Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kota Medan. 21) Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 13 Tahun2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan Tahun 2011-2031. 22) Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2015 Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota Medan Tahun 2015.

(14) 4. 23) Peraturan Daerah kota Medan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. 24) Peraturan Walikota Medan Nomor 28 Tahun 2017 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan. 25) Peraturan. Walikota. Penyelenggaraan. Medan. Penelitian. Nomor dan. 19. Tahun. Pengembangan. 2012 di. tentang. Lingkungan. Pemerintah Kota Medan. 26) Peraturan Walikota Medan Nomor 48 Tahun 2012 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2021-2026; 27) Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan Nomor 050/80/2021 tentang Pembentukan Tim Penyusun Rencana Strategis Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan Tahun 20212026. 1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan Tahun 2021-2021 dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang- undangan dalam rangka penyesuaian arah kebijakan dan pelaksanaan program dan kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan dengan RPJMD Tahun 2021- 2026. Adapun tujuannya adalah untuk: 1) Mengidentifikasi dan menganalisis keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi; 2) Menyelaraskan tujuan dan sasaran pelayanan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Medan dengan visi, misi, tujuan, sasaran dan program Walikota dan Wakil Walikota Medan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan; 3) Memberikan gambaran kinerja pelayanan yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan; 4) Memberikan fondasi yang baik bagi penyusunan Renja maupun pengendalian dan evaluasi kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Medan di masa mendatang..

(15) 5. 1.4 Sistematika Penulisan Penyusunan Resntra ini mengikuti alur sistematika penulisan sebagai berikut: Bab 1 Pendahuluan Menguraikan tentang latar belakang, landasan hukum penyusunan RenstraPD, maksud dan tujuan, sistematika penulisan serta defenisi operasional atas berbagai istilah dalam perencanaan pembangunan. Bab 2 Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah Memuat. informasi tentang. tugas,. fungsi. dan. struktur. organisasi. Perangkat Daerah dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagai penunjang penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra-PD periode sebelumnya, dan mengulas tantangan dan peluang yang akan dihadapi dan dinilai perlu diatasi dalam pengembangan pelayanan Perangkat Daerah. Bab 3 Permasalah dan Isu-isu Strategis Memuat permasalahan-permasalahan pelayanan Perangkat Daerah, telaahan visi, misi dan program KDH terpilih, telaahan Renstra Litbang Provinsi, dan penentuan isu-isu strategis. Bab 4 Tujuan dan Sasaran Menjelaskan tentang tujuan dan sasaran yang hendak dicapai, indikator kinerja sasaran serta target kinerja sasaran. Bab 5 Strategi dan Arah Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan Menguraikan strategi dan arah kebijakan yang akan diterapkan dalam mencapai tujuan dan sasaran pelayanan perangkat daerah. Bab 6 Rencana Program dan Kegiatan Serta Pendanaan Memuat rencana program dan kegiatan beserta penjelasannya, indikator kinerja program dan kegiatan, target kinerja program dan kegiatan, pagu indikatif program dan kegiatan, kelompok penerima manfaat kegiatan serta lokasi kegiatan. Bab 7 Kinerja Penyelenggaraan Mengemukakan indikator kinerja perangkat daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

(16) 6. Bab 8 Penutup Menguraikan tentang kesimpulan atas penyusunan Renstra serta kaidah pelaksanaan Renstra, yaitu pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi 1.5. Defenisi Operasional: Untuk memberikan pemahaman yang sama terhadap kata atau kalimat yang digunakan dalam perencanaan pembangunan daerah maupun perangkat daerah, perlu dimuat pengertian kata atau kalimat yang tercantum dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, antara lain: 1. Pembangunan Daerah adalah usaha yang sistematik untuk pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Daerah untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan. masyarakat,. kesempatan. kerja,. lapangan. berusaha,. meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing Daerah sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya; 2. Perencanaan pembangunan Daerah adalah suatu proses untuk menentukan kebijakan masa depan, melalui urutan pilihan, yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu di Daerah; 3. Pengendalian. dan. evaluasi. pembangunan. Daerah. adalah. suatu. proses pemantauan dan supervisi dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan serta menilai hasil realisasi kinerja dan keuangan untuk memastikan tercapainya target secara ekonomis, efisien, dan efektif; 4. Rencana Strategis Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Renstra Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun; 5. Rencana Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat Renja Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun; 6. Permasalahan. Pembangunan. adalah. kesenjangan. antara. kinerja. pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan dan kesenjangan antara apa yang ingin dicapai di masa datang dengan kondisi riil saat perencanaan dibuat; 7. Isu Strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan. dalam. perencanaan. pembangunan. Daerah. karena. dampaknya yang signifikan bagi Daerah dengan karakteristik bersifat penting,. mendasar,. mendesak,. berjangka. menengah/panjang,. dan.

(17) 7. menentukan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan Daerah di masa yang akan datang; 8. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan pembangunan Daerah; 9. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya. yang akan. dilaksanakan untuk mewujudkan visi; 10. Tujuan adalah sesuatu kondisi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5 (lima) Tahunan; 11. Sasaran adalah rumusan kondisi yang menggambarkan tercapainya tujuan, berupa hasil pembangunan Daerah/Perangkat Daerah yang diperoleh dari pencapaian hasil (outcome) program Perangkat Daerah; 12. Strategi. adalah. langkah. berisikan. program-program. sebagai. prioritas pembangunan Daerah/Perangkat Daerah untuk mencapai sasaran; 13. Arah Kebijakan adalah rumusan kerangka pikir atau kerangka kerja untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan dan mengantisipasi isu strategis Daerah/Perangkat Daerah. yang. dilaksanakan. secara. bertahap sebagai penjabaran strategi; 14. Prioritas. Pembangunan. Daerah. adalah. fokus. penyelenggaraan. pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara bertahap untuk mencapai sasaran RPJMD; 15. Program adalah penjabaran kebijakan Perangkat Daerah dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumberdaya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan tugas dan fungsi; 16. Program pembangunan Daerah adalah program Strategis Daerah yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah sebagai instrumen arah kebijakan untuk mencapai sasaran RPJMD; 17. Kegiatan Perangkat Daerah adalah serangkaian aktivitas pembangunan yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah untuk menghasilkan keluaran (output) dalam rangka mencapai hasil (outcome) suatu program; 18. Kinerja. adalah. capaian. keluaran/hasil/dampak. dari. kegiatan/program/sasaran sehubungan dengan penggunaan sumber daya pembangunan;.

(18) 8. 19. Indikator Kinerja adalah tanda yang berfungsi sebagai alat ukur pencapaian kinerja suatu kegiatan, program atau sasaran dan tujuan dalam bentuk keluaran (output), hasil (outcome), dampak (impact); 20. Keluaran (output) adalah suatu produk akhir berupa barang atau jasa dari serangkaian proses atas sumber daya pembangunan agar hasil (outcome) dapat terwujud; 21. Hasil (outcome) adalah keadaan yang ingin dicapai atau dipertahankan pada penerima manfaat dalam periode waktu tertentu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari beberapa kegiatan dalam satu program; 22. Dampak (impact). adalah. kondisi. yang. ingin. diubah. berupa. hasil pembangunan/layanan yang diperoleh dari pencapaian hasil (outcome) beberapa program;.

(19) 9. BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA MEDAN. Salah satu hal yang menentukan kemajuan suatu bangsa adalah kemajuan bangsa tersebut dalam mengedepankan research and development (RnD) atau penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian dan pengembangan dapat berupa konsep, model, ataupun rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan. untuk. mengatasi. permasalahan-permasalahan. public. seperti. kemiskinan, kesehatan, kesejahteraan sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, banyak negara maju yang menjadikan penelitian dan pengembangan sebagai ujung tombak dalam menentukan kebijakan. Alhasil, kebijakan-kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berjalan sesuai perencanaan. Pembangunan daerah dilakukan melalui upaya-upaya program akselerasi dan optimalisasi potensi setiap wilayah berdasarkan kondisi sumber daya alam, sumber daya manusia dan lingkungan. Percepatan pertumbuhan ekonomi daerah sangat diperlukan adanya fasilitasi pemerintah, agar kegiatan ekonomi di daerah dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan dan berkelanjutan hingga tercapainya sasaran pembangunan ekonomi masyarakat, yang ditandai oleh adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. Sesuai. dengan. perannya,. Pemerintah. Daerah. harus. mampu. menumbuhkembangkan semangat membangun kepada masyarakat dan mampu menciptakan kualitas pembangunan yang lebih baik. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan harus dapat mengkoordinasikan dan mengintegrasikan kegiatan pembangunan. termasuk. pelaksanaan. program/kegiatan. dalam. inovasi. pembangunan dari setiap sector pembangunan berdasarkan isu dan prioritas pembangunan dalam berbagai bidang sesuai dengan karakteristik wilayah, antar wilayah, antar sector maupun lintas pelaku pemerintah-swasta-masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, baik di Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara. Lahirnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah membawa implikasi terhadap perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Penataan Perangkat Daerah, yakni pembentukan perangkat daerah yang sesuai dengan prinsip tepat fungsi dan tepat ukuran berdasarkan beban kerja yang sesuai dengan kondisi riil dimasing-masing daerah. Hal ini juga sejalan dengan prinsip penataan Organisasi Perangkat Daerah yang rasional,.

(20) 10. proporsional, serta efektif dan efisien. Sehubungan dengan itu, maka perlu dilakukan pembinaan dalam upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah melalui peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Daerah diberi ruang yang seluas-luasnya untuk melakukan inovasi daerah sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pada pasal 386. Inovasi Daerah yang dimaksud adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang merupakan inisiatif pemerintha daerah dan dinilai oleh pemerintah pusat dengan memanfaatkan lembaga penelitian dan pengembangan daerah. Dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Kota Medan, maka perlu dilakukan penguatan kelembagaan penelitian dan pengembangan (lembaga litbang) yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Medan, sesuai dengan Pasal 209 dan Pasal 219 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sehingga kebijakan inovasi daerah dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip peningkatan efisiensi, perbaikan efektifitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi pada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai dan mendukung capaian visi- misi Kota Medan Tahun 2021-2026. Kemudian, dalam rangka mewujudkan pembentukan perangkat daerah yang sesuai dengan prinsip desain organisasi, maka Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 mendasarkannya pada asas efisiensi, efektifitas, pembagian habis tugas, rentang kendali, tata kerja yang jelas, fleksibelitas, urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, dan intensitas urusan pemerintahan maupun potensi daerah. Sebagai unsur pelaksana fungsi penunjang urusan Pemerintahan Daerah diwadahi dalam bentuk Badan Daerah. Berkenaan dengan hal tersebut juga telah ditetapkan Permendagri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah, yang merupakan penyempurnaan dari 3 pedoman kelitbangan sebelumnya, yakni Permendagri Nomor 20 Tahun 2011; Permendagri Nomor 14 Tahun 2014; dan Permendagri Nomor 15 Tahun 2014. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kemanfaatan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di lingkup pemerintahan dalam negeri yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kebijakan yang ditetapkan, secara efektif diimplementasikan dan saling.

(21) 11. bersinergi untuk meminimalkan adanya tumpang tindih regulasi. Berdasarkan Peraturan Walikota Medan Nomor 28 Tahun 2017 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan tanggal 15 Mei 2017 Bab III Rincian Tugas dan Fungsi dalam pasal 5 dinyatakan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah di bidang penelitian dan pengembangan. Organisasi dipimpin oleh Kepada Badan yang membawahi Sekretaris, Kepada Bidang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Sub Bidang serta Kelompok Jabatan Fungsional. 2.1 Tugas Fungsi dan Struktur Organisasi OPD 2.1.1 Tugas Berdasarkan Peraturan Walikota Medan Nomor 28 Tahun 2017 Tentang. Rincian. Tugas. dan. Fungsi. Badan. Penelitian. dan. Pengembangan Kota Medan menjelaskan bahwa Badan merupakan unsur. penunjang. urusan. pemerintah. lingkup. penelitian. dan. pengembangan pendukung tugas Walikota, yang dipimpin oleh Kepala Badan yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Lebih Lanjut dalam Bab III Rincian Tugas dan Fungsi Pasal 4 dinyatakan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah Daerah di bidang penelitian dan pengembangan. 2.1.2 Fungsi Dalam melaksanakan tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan b. Pelaksanaan tugas dukungan teknis penelitian dan pengembangan c. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis penelitian dan pengembangan d. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi penunjang urusan pemerintahan lingkup penelitian dan pengembangan berdasarkan atas peraturan perundang-undangan dan e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya..

(22) 12. 2.1.3 Struktur Organisasi Dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi dimaksud maka Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan mempunyai susunan organisasi sebagai berikut : a. Kepala. b. Sekretaris , terdiri dari : 1. Sub Bagian Umum . 2. Sub Bagian Keuangan dan Penyusunan Program. Sekretariat menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : . Perencanaan. program. dan. kegiatan. kesekretariatan. dengan. mempedomani rencana umum kota, rencana strategis, dan rencana kerja Badan untuk terlaksananya sinergitas perencanaan; . Pelaksanaan. penyusunan bahan kebijakan, standar. operasional. prosedur, standar pelayanan, standar kompetensi jabatan, analisis jabatan, analisis beban kerja, evaluasi jabatan, laporan kinerja, dan standar lainnya lingkup kesekretariatan untuk terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal; . Pendistribusian tugas, pembimbingan, penilaian penghargaan, dan penegakan/ proses kedisiplinan pegawai ASN (reward and punishment) dalam rangka untuk kelancaran tugas lingkup kesekretariatan berdasarkan atas peraturan perundang -undangan;. . Pengkoordinasian penyusunan rumusan kebijakan, bahan rencana program dan kegiatan, standar operasional prosedur, standar pelayanan, standar kompetensi jabatan, analisis jabatan, analisis beban kerja, evaluasi jabatan, laporan kinerja, dan standar lainnya untuk terselenggaranya tugas dan kegiatan lingkup Badan;. . Fasilitasi, supervisi, dan pengintegrasian pelaksanaan tugas Bidang yang meliputi perumusan kebijakan, bahan rencana program dan kegiatan, standar operasional prosedur, standar pelayanan, standar kompetensi jabatan, analisis jabatan, analisis beban kerja, evaluasi jabatan, laporan kinerja, dan standar lainnya lingkup Badan sesuai dengan usulan Bidang berdasarkan atas peraturan perundang undangan;. . Pelaksanaan. pelayanan. administrasi. keuangan, perlengkapan, penyusunan. kesekretariatan program. meliputi,. dan kegiatan,.

(23) 13. kepegawaian, analisis jabatan, analisis beban kerja, evaluasi jabatan, kepegawaian, analisa peraturan, tata naskah dinas, penataan kearsipan, kerumahtanggaan, kehumasan, dan umum lainnya lingkup Badan agar terciptanya pelayanan administrasi yang cepat, tepat dan lancar; . Pelaksanaan survey kepuasan masyarakat atas pelayanan publik;. . Pengendalian, evaluasi, dan penilaian lingkup kesekretariatan meliputi. unsur pelaksanaan perencanaan, unsur pelaksanaan. perumusan kebijakan, unsur pelaksanaan tugas, dan unsur -unsur lainnya; . Pelaksanaan perumusan kebijakan dan penyelenggaraan kebijakan lainnya berdasarkan atas peraturan perundang -undangan;. . Penyampaian. laporan. hasil. pelaksanaan. tugas. sebagai. pertanggungjawaban kepada Kepala Badan; dan . Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan terkait dengan tugas dan fungsinya.. c. Kepala Bidang Pemerintahan, Pengkajian Peraturan, dan Inovasi dan Teknologi, terdiri dari : 1. Sub Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan; 2. Sub Bidang Data dan Pengkajian Peraturan; dan 3. Sub Bidang Inovasi dan Teknologi. Adapun fungsi Kepala Bidang Pemerintahan , Pengkajian Peraturan, dan Invoasi dan Teknologi adalah : . Perencanaan Pengkajian. program. dan. kegiatan. Peraturan,. dan. Inovasi. Bidang dan. Pemerintahan,. Teknologi. dengan. mempedomani rencana umum kota, rencana strategis dan rencana kerja Badan untuk terlaksananya sinergitas perencanaan; . Pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan, standar operasional prosedur dan standar lainnya lingkup Bidang Pemerintahan, Pengkajian. Peraturan,. dan. Inovasi. dan. Teknologi. untuk. terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal; . Pendistribusian tugas, pembimbingan, penilaian, penghargaan, dan penegakan/ proses kedisiplinan Pegawai ASN (reward and.

(24) 14. punishment) dalam rangka untuk kelancaran tugas lingkup Bidang Pemerintahan, Pengkajian Peraturan, dan Inovasi dan Teknologi berdasarkan atas peraturan perundang -undangan; . Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di Bidang Pemerintahan, Pengkajian Peraturan, dan Inovasi dan Teknologi.. . Pelaksanaan. pengkajian. kebijakan. dan. fasilitasi. di. Bidang. Pemerintahan, Pengkajian Peraturan, dan Inovasi dan Teknologi. . Pelaksanaan. koordinasi. pengembangan. dan. pemerintah. sinkronisasi. daerah. di. penelitian. Bidang. dan. Pemerintahan,. Pengkajian Peraturan, dan Inovasi dan Teknologi; . Pelaksanaan data penelitian, pengembangan, dan peraturan serta pelaksanaan. pengkajian. peraturan. lingkup. penelitian. dan. pengembangan; . Fasilitasi pemberian rekomendasi penelitian bagi warga negara asing untuk diterbitkan izin penelitian;. . Pengendalian, evaluasi, dan penilaian lingkup Bidang Pemerintahan, Pengkajian Peraturan, dan Inovasi dan Teknologi meliputi unsur pelaksanaan perencanaan, unsur pelaksanaan perumusan kebijakan, unsur. pelaksanaan. dikoordinasikan. tugas,. oleh. dan. Sekretaris. unsur. -unsur. lainnya. berdasarkan. atas. yang. peraturan. perundang-undangan; . Pelaksanaan perumusan kebijakan dan penyelenggaraan kebijakan lainnya berdasarkan atas peraturan perundang -undangan;. . Penyampaian. laporan. hasil. pelaksanaan. tugas. sebagai. pertanggungjawaban kepada Kepala Badan; dan . Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan terkait dengan tugas dan fungsinya.. d. Kepala Bidang Sosial dan Kependudukan, terdiri dari : 1. Sub Bidang Sosial dan Budaya; 2. Sub Bidang Kependudukan; 3. Sub Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Adapun fungsi Kepala Bidang Sosial dan Kependudukan adalah : . Perencanaan. program. dan. kegiatan. Bidang. Sosial. dan. Kependudukan dengan mempedomani rencana umum kota, rencana strategis, dan rencana kerja Badan untuk terlaksananya sinergitas.

(25) 15. perencanaan; . Pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan, standar operasional prosedur, dan standar lainnya. lingkup Bidang Sosial. dan. Kependudukan untuk terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal; . Pendistribusian tugas, pembimbingan, penilaian, penghargaan, dan penegakan/proses. kedisiplinan. Pegawai. ASN. (reward. and. punishment) dalam rangka untuk kelancaran tugas lingkup Bidang Sosial dan Kependudukan berdasarkan atas peraturan perundangundangan; . Pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan di Bidang Sosial dan Kependudukan;. . Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang sosial, kependudukan dan pemberdayaan masyarakat;. . Pelaksanaan perumusan kebijakan di Bidang Sosial dan Kependudukan;. . Pelaksanaan. koordinasi. pengembangan. dan. pemerintah. sinkronisasi. daerah. di. penelitian. Bidang. Sosial. dan dan. Kependudukan; . Pengendalian, evaluasi, dan penilaian lingkup Bidang Sosial dan Kependudukan meliputi unsur pelaksanaan. perencanaan,. unsur. pelaksanaan perumusan kebijakan, unsur pelaksanaan tugas, dan unsur-unsur. lainnya. yang. dikoordinasikan. oleh. Sekretaris. berdasarkan atas peraturan perundang -undangan; . Pelaksanaan perumusan kebijakan dan penyelenggaraan kebijakan lainnya berdasarkan atas peraturan perundang -undangan;. . Penyampaian. laporan. hasil. pelaksanaan. tugas. sebagai. pertanggungjawaban kepada Kepala Badan; dan . Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan terkait dengan tugas dan fungsinya.. e. Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan, terdiri dari : 1. Sub Bidang Ekonomi; 2. Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup; 3. Sub Bidang Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana. Adapun fungsi Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan adalah :.

(26) 16. . Perencanaan. program. dan. kegiatan. Bidang. Ekonomidan. Pembangunan dengan mempedomani rencana umum kota, rencana strategis, dan rencana kerja Badan untuk terlaksananya sinergitas perencanaan; . Pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan, standar operasional prosedur, dan standar lainnya lingkup Bidang Ekonomi dan Pembangunan untuk terselenggaranya sinergitas perencanaan;. . Pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan, standar operasional prosedur dan standar lainnya lingkup Bidang Ekonomi dan Pembangunan untuk terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal;. . Pendistribusian tugas, pembimbingan, penilaian, penghargaan, dan penegakan/proses punishment). kedisiplinan. lingkup. Pegawai. Bidang. ASN. Ekonomi. (reward. dan. and. Pembangunan. berdasarkan atas peraturan perundang -undangan; . Pelaksanaan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan pembangunan;. . Pelaksanaan perumusan kebijakan di bidang. ekonomi. dan. pembangunan; . Pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pemerintah. daerah. di. bidang. ekonomi. dan. pembangunan; . Pengendalian, evaluasi, dan penilaian lingkup Bidang Ekonomi dan Pembangunan meliputi unsur pelaksanaan perencanaan, unsur pelaksanaan perumusan kebijakan, unsur pelaksanaan tugas, dan unsur-unsur. lainnya. yang. dikoordinasikan. oleh. Sekretaris. berdasarkan atas peraturan perundang -undangan; . Pelaksanaan perumusan kebijakan dan penyelenggaraan kebijakan lainnya berdasarkan atas peraturan perundang -undangan;. . Penyampaian. laporan. hasil. pelaksanaan. tugas. sebagai. pertanggungjawaban kepada Kepala Badan; dan . Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya..

(27) 17. STRUKTUR ORGANISASI BALITBANG.

(28) 18. 2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah 2.2.1 Sumber Daya Manusia Untuk melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) sebanyak 25 (dua puluh lima) orang PNS dan 4 (tiga) orang Tenaga Honorer (PHL) sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 2.1. Tabel 2.1. Kondisi Sumber Daya Manusia yang tersedia di Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan Januari 2021 Dukungan Sumber Daya Manusia Jabatan. Jumlah. Tingkat. Jumlah. (orang). Pendidikan. (orang). Pejabat. Golongan. Jumlah (orang). 14. SD. 0. IV. 10. 0. SMP. 0. III. 15. 11. SMA/ SMK. 0. II. 0. Akademi/ D -III. 2. I. 0. Sarjana (S1). 16. Pasca Sarjana. 7. Jumlah.... 25. Struktural Pejabat Fungsional Staf. (S2). Jumlah...... 25. Doktor (S3). -. Jumlah.......... 25. 2.2.2 Sarana dan Prasarana 2.1 Tanah. Tanah untuk lokasi Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan berada di Lingkungan Kantor Sekretariat Pemeritah Kota Medan..

(29) 19. 2.2 Bangunan Kantor. Bangunan Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan berada di Lantai 2 Lingkungan Kantor Sekretariat Pemeritah Kota Medan. 2.3 Kenderaan Dinas. - Kenderaan Roda 4 : 5 unit - Kenderaan Roda 2 : 4 unit 2.4 Meubeleur. - Mesin Ketik. : 6 unit. - Mesin hitung. : 1 unit. - Lemari kayu. : 3 unit. - Rak kayu. : 8 unit. - Filling cabinet. : 31 unit. - Brankas. : 1 unit. - White board. : 9 buah. - Alat Penghancur kertas. : 3 buah. - Overhead Projektor. : 1 unit. - Meja kerja. : 55 buah. - Kursi besi/metal. : 55 buah. - Kursi tamu. : 1 buah. - Kursi putar. : 39 buah. - Meja computer. : 6 unit. - Sofa. : 1 set. - Jam Mekanis. : 6 buah. - AC Window. : 13 unit. - Televisi. : 2 unit. - UPS. : 2 unit.

(30) 20. - Camera. : 1 unit. - Dispencer. : 117 buah. - Meja kerja pejabat. : 1 unit. - Meja kerja staf. : 3 unit. - Lemari buku arsip. : 9 unit. - Microphone connector box. : 1 buah. - Camera elektronik. : 1 unit. - Faksimili. : 2 unit. - Personal computer. : 3 unit. - PC.Unit. : 11 unit. - Laptop. : 6 unit. - Note book. : 13 buah. - Hard disk. : 8 unit. - Keyboard dan peralatan Mainframe lain-lain. : 8 unit. - Monitor. ; 2 unit. - Printer. : 40 unit. - Scanner. : 1 unit. - Peralatan personal computer. : 29 unit. - Buku Ilmu Pengetahuan Umum. : 35 buah. - Buku encyclopedia, kamus Buku referensi. : 17 buah. - Buku bacaan umum. : 4 buah. - Buku ilmu Politik. : 26 buah. - Buku Ekonomi. : 8 buah. - Buku Hukum. : 45 buah. - Buku ilmu social. : 24 buah.

(31) 21. - Buku industry konstruksi dan perdagangan. : 6 buah. - Buku arsitektur, kesenian dan olah raga. : 17 buah. - Buku Sejarah. : 18 buah. 2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Bagian ini akan menunjukkan tingkat capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan berdasarkan sasaran/ target Renstra periode sebelumnya, dan/ atau indikator kinerja pelayanan OPD dan/ atau indikator lainnya. Selengkapnya Pengembangan. Kota. pencapaian kinerja Medan. terlihat. OPD Badan pada. Tabel. Penelitian dan 2. berikut.

(32) 22 Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan Tahun 2016-2021. No. (1) 1. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7.. 1.8 1.9 1.1 0 1.1 1 1.1 2 1.1 3. Target Indikator Kinerja sesuai Tupoksi Target Target Indikat SKPD SPM IKK or lainnya (2) (3) (4) (5). Target Renstra Tahun ke1 (6). 2 (7). 3 (8). 4 (9). 5 (10). Realisasi Capaian Tahun ke6 (11). 1 (12). 2 (13). 3 4 5 (14) (15) (16). Rasio Capaian pada Tahun ke6 (17). 1 (18). 2 (19). 3 (20). 4 (21). 5 (22). Dokumen Renstra dan Renja Balitbang, Rencana penelitian dan pengembangan untuk pembangunan kota yang memiliki tujuan, target dan sasaran yang jelas dan terarah. Jumlah sosialisasi , workshop, 150 10 150 100 100 100 seminar 0 Jumlah ceramah ilmiah penelitian 3x Buku Renstra 1 Buku Renja 25 25 1 1 1 1 25 25 1 1 1 100 100 100 100 100 Jumlah FGD untuk pembangunan 6x 3x 2x 3x 33,3 100 kota Jumlah pertemuan Dewan Riset 12x 12 12 12 12x 12x 10x 12x 12x 12 76,6 100 100 100 0 Daerah x x x x Jumlah peserta yang mengikuti 100 60 60 60 70 80 48 58 46 48 96,6 76,6 0 0 perlom-baan yang 7 6 diselenggarakan Jumlah pertemuan kelompok 12x 18 18 18 18x 18x 12x 14x 16x 18 100 88,8 100 0 kerja Jaringan penelitian x x x x 8 Jumlah pertemuan forum masalah 8x 8x 8x 8x 8x 8x 8x 4x 6x 4x 100 50 75 50 0 kelitbangan Jumlah pertemuan koordinasi 8x 8x 8x 8x 8x 8x 8x 3x 5x 6x 100 37,5 62,5 75 0 Penguat an Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Jumlah diklat teknis yang diikuti Pertemuan Forum Komunitas Peneliti Muda Fasilitasi, Pelaksanaan dan Evaluasi Penelitian dan Pengembangan Bidang Kelembagaan dan Ketatalaksanaan. -. -. -. -. -. 6x. -. -. -. -. -. 4x. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 5. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 66,6 7 -. -. -. -. -. 6 (23). 100. 0 0. 0 0 0. -.

(33) 23 1.1 4. Fasilitasi, Pelaksanaan dan Evaluasi Penelitian dan Pengembangan Bidang Aparatur dan Reformasi Birokrasi. 2. 2.1. Ketersediaan buku /dokumen /data /informasi penelitian dan pengembangan kota Buku Jurnal Pembangunan kota 600 60 40 400 400 0 0. 3. 3.1.. Ketersediaan dokumen Bidang Sosial Budaya. No. (1) 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.6. Dokumen Kajian Potensi Objek dan daya tarik wisata budaya dalam pengembangan pariwisata. -. -. -. -. -. -. Target Indikator Kinerja sesuai Tupoksi Target Target Indikato SKPD SPM IKK r lainnya (2) (3) (4) (5) Dokumen Penelitian dasar bangunan bersejarah / heritage yang layak untuk direnovasi/ dipelihara Penelitian dan Pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dokumen Kajian Alternatif mewujud kan Medan sebagai destinasi wisata Nasional dan Regio-nal. Dokumen Riset Kepuasan masyarakat ter hadap pelayanan public di Kota Medan Dokumen Kajian Implementasi JKN & Mutu Pelayanan Puskesmas di Kota Medan.. -. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. 6. -. -. -. 200. 600. 600. 400. -. -. -. -. Target Renstra Tahun ke1 (6) -. 2. 3. (7) (8) -. -. -. 100 200. 1. -. -. -. -. -. -. -. 100. 100. 100. 25. 50. -. -. -. 100. -. Realisasi Capaian Tahun ke-. 4. 5. 6. 1. 2. (9) 1. (10) -. (11) -. (12) -. (13) -. 3. 4. 5. (14) (15) (16) 1 -. -. Rasio Capaian pada Tahun ke6. 1. 2. 3. 4. 5. 6. (17) -. (18) -. (19) -. (20) -. (21) 100. (22) -. (23) -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. 100. -. 1. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. -.

(34) 24 3.7. Jumlah Rekomendasi Perumusan kebijakan hasil Kelitbangan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 4. Ketersediaan dokumen Bidang ekonomi dan keuangan daerah. Dokumen Kajian Dampak 1 pertumbuh an sepeda motor yg sangat tinggi thd pola perjalanan masyara kat Kota Medan. Dokumen Kajian City smart 1 transportation sbg strategi Medan menuju smart city. Dokumen kajian Analisis bisnis coffee shop untuk mendukung perkemba ngan ekonomi Kota. Dokumen kajian sinergitas pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Medan. Dokumen Kajian kebutuhan dan Pemanfaatan fasilitas umum di Kota Medan. Jumlah Rekomendasi Perumusan kebijakan hasil Kelitbangan Kelautan dan Perikanan Jumlah Rekomendasi Perumusan kebijakan hasil Kelitbangan perumahan dan Kawasan Pemukiman Ketersediaan dokumen bidang pemerintahan dan pembangunan Dokumen Kajian Penerapan 1 Sistem Penilaian Pegawai Berbasis Kinerja di Pemko Medan.. 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 4.5. 4.6. 4.7 5. 5.1. -. -. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. 100. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. 100. -. 1. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. 100. -. 1. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 100. -. -. -. -. -. -. 1. -. -. -. -. -. -. 100. -. -.

(35) 25. Tabel 2.3 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Balitbang Kota Medan Tahun 2016-2021 Anggaran Tahun ke-. Uraian Program (1) Pelayanan Perkantoran Peningkatan Prasarana. Administrasi. Sarana. dan. Peningkatan Kapasitas Sumber daya Aparatur Peningkatan Disiplin Aparatur Peningkatan dan pengembangan pengelo-laan keuangan Penataan daerah otono- mi baru Peningkatan penataan kehidupan sosial masyarakat. Perencanaan Daerah.. Pembangunan. Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota Penelitian dan Pengembangan Daerah. 1 (2) 228. 774. 560 154. 300. 000 977. 995. 000 36. 600. 000 -. 200. 000. 000 2.515. 041. 000 20. 000. 000 -. -. 2 (3) 250. 655. 620 54. 918. 380 1.475. 000. 000 32. 350. 000 425. 000. 000 -. 3 (4) 328.358 .066. 4 (5) 1.135.2 57.479. 120.585 .700. 284.529 .980. 1.442.1 40.650. 1.193.6 62.660. 30.900. 000. 64.632. 840. 5 (6) 533.0 49.71 4 77.52 6.470. 6 (7) -. 502.3 82.00 0 0. -. -. -. -. 165.532 .360. 472.2 39.80 0 -. -. 2.280. 000. 000 -. 2.205.7 74.734. 1.656.2 84.520. -. -. -. -. -. -. -. -. 7.672 .981. 850 1.889 .118. 000. -. -. 472.239 .800. -. 2 (9) 223. 890. 042 50. 013. 161 1.200. 796. 764 31. 080. 000 347. 243. 868 -. 3 (10) 263.64 2.232. 4 (11) 593.71 4.789. 5 (12) 319.52 5.075. 6 (13) -. 1 (14) 90,43. 2 (15) 89,32. 3 (16) 80,29. 4 5 (17) (18) 52,30 59,94. Rata-Rata Pertumbuhan 6 Anggaran Realisasi (19) (20) (21) -. 82.173. 879. 113.26 4.721. 54.565 .000. -. 68,66. 91,07. 68,15. 39,81 70,38. -. -. -. 838.87 7.400. 852.41 5.000. 118.92 3.000. -. 84,74. 81,41. 57,82. 71,41 23,67. -. -. -. 30.000. 000. 56.515 .000. 0. -. 98,08. 96,07. 97,09. 87,44. 0. -. -. -. 294.12 8.022. -. -. -. -. 81,70. 62,28. -. -. -. -. -. 148.18 0.000. 294.12 8.022. -. 40,11. -. -. 89,52. -. -. -. -. 1.918. 914. 760 -. 1.527.4 65.206. 677.02 9.500. -. -. 75,81. 84,16. 69,25. 40,88. -. -. -. -. -. -. -. -. 89,98. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. Realisasi Anggaran pada Tahun ke-. -. -. -. 1 (8) 206. 873. 710 105. 938. 000 828. 732. 674 35. 896. 000 -. 160. 440. 300 1.906. 654. 850 17. 995. 600 -. -. Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke-.

(36) 26. Berdasarkan hasil interpretasi atas capaian kinerja Badan Penelitian dan Pengembangan dapat dilihat bahwa capaian kinerja sudah sesuai dengan target yang ditetapkan. Namun demikian terdapat beberapa hal yang perlu digarisbawahi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut antara lain: 1. Adanya perubahan peraturan perundang undangan dibidang Penelitian. 2. Kurang optimalnya verifikasi Renstra dan Renja Perangkat Daerah 3. Adanya Perubahan peraturan Perundang-undangan tentang Penyetaraan Jabatan Struktural ke Jabatan Fungsional 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Badan Penelitian dan Pengenbangan Kota Medan Berdasarkan tugas dan fungsi utamanya berkaitan dengan penyusunan dokumen perencanaan, skala daerah dan kinerja pelayanan yang disampaikan pada Sub bab sebelumnya, berikut tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan: Tantangan. pengembangan. pelayanan. Badan Penelitian dan. Pengembangan Kota Medan : 1. Belum optimalnya sinergitas dengan OPD dalam menyusun tematik penelitian yang berkaitan dengan kebutuhan dan pengembangan Kota Medan 2. Masih kurangnya SDM yang memiliki skill dan kompetensi sesuai dengan tugas dan kewajiban utama-nya; 3. Belum. tersedianya. menghimpun. sistem. pengelolaan. data. yang. dapat. seluruh produk Badan Penelitian dan Pengembangan. Kota Medan secara terintegrasi sehingga informasi mengenai dokumen hasil kajian maupun dokumen perencanaan tidak mudah didapatkan,.

(37) 27. implikasi lebih jauhnya kemungkinan duplikasi kajian atau dokumen perencanan menjadi lebih besar. 4. Beragamnya sumber data sebagai bahan penyusunan dokumen perencanaan; 5. Belum tersusunnya standar kinerja yang terukur bagi setiap jabatan struktural maupun fungsional serta pelaksana di lingkungan Badan Perencanaan dan Litbang Daerah; 6. Belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi proses perencanaan pembangunan daerah antara Badan Penelitian dan Pengembangan serta OPD Lainnya; 7. Belum. optimalnya. pembangunan informasi. dan. pengelolaan. dan. pemanfaatan. data. yang tersusun secara sistematis dan akurat, teknologi komunikasi,. serta. pengendalian. perencanaan. pembangunan. 8. Pengendalian. dan. evaluasi. pembangunan. daerah. belum. dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga perumusan kebijakan pembangunan daerah belum sepenuhnya mempergunakan hasil pengendalian dan evaluasi. Sesuai dengan dinamika pembangunan daerah yang semakin penting, dapat diidentifikasi peluang pengembangan pelayanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan sebagai berikut: 1. Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan organisasi dalam pengumpulan, pengolahan, analisis dan pemanfaatan data dan informasi untuk kepentingan perencanaan pembangunan. 2. Tersedianya peraturan perundangan yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi . Badan.

(38) 28. Penelitian dan Pengembangan Kota Medan. 3. Kemauan politik Pimpinan Daerah untuk mengedepankan Kelitbangan sebagai katalisator utama dalam mewujudkan efektivitas dan efisiensi pembangunan Kota Medan dalam rangka mewujudkan visi misi Kota Medan 2021-2026.

(39) 29. BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH Dalam perumusan kebijakan publik, hal penting yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah identifikasi permasalahan kebijakan (policy problem) sebagai salah satu tahap dalam perumusan isu strategis daerah. Suatu analisis permasalahan pembangunan harus menemukan permasalahan utama yang dihadapi oleh daerah dengan pendalaman akar masing-masing masalah. Adapun dinamika lingkungan eksternal yang kemungkinan besar terjadi di masa datang, baik yang memberi peluang atau sebaliknya berdampak ancaman bagi masyarakat, harus dikenali dengan baik sebagai bagian dari identifikasi isu-isu strategis pembangunan daerah. Permasalahan pembangunan daerah merupakan “gap expectation” antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai dimasa datang dengan kondisi riil saat ini. Potensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal, kelemahan yang tidak diatasi, peluang yang tidak dimanfaatkan serta ancaman yang tidak diantisipasi 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan yang pada hakikinya mempunyai tugas pokok untuk membantu Walikota dalam melaksanakan fungsi kegiatan penelitian dan pengembangan dalam upaya memantapkan rumusan dan pemberi referensi dalam hal penetapan kebijakan -kebijakan Pemerintah Kota , maka terdapat berbagai permasalahan yang menonjol. Permasalahan ini sepatutnya menjadi perhatian serius kedepan sehingga Balitbang mampu memberikan kontribusi yang konstruktif dan signifikan..

(40) 30. Beberapa permasalahan yang timbul dari tugas dan fungsi pelayanan Balitbang setelah diidentifikasi antara lain (i) belum maksimalnya peran daripada Balitbang dalam memberikan rekomendasi terhadap. setiap. perumusan. dan. perancangan kebijakan pembangunan kota; (ii) masih terbatasnya sumber daya manusia yang handal dan kompeten di bidangnya terutama yang berkaitan dengan substansi penelitian; (iii) masih terbatasnya peranan daripada Balitbang sebagai pusat rujukan (referensi) bagi instansi yang bersangkutan; (iv) masih terbatasnya sarana dan prasarana pendukung bagi pelaksanaan tugas-tugas penelitian dan pengembangan termasuk dalam hal ini akses perolehan informasi yang masih minim. 3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih. Salah satu hal terpenting dalam rumusan kebijakan pembangunan adalah kejelasan mengenai apa yang akan diwujudkan dalam lima tahun mendatang (impact) berdasarkan analisis kinerja pembangunan saat ini, serta permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah yang akan ditangani selama lima tahun ke depan. Impact komponen. penting. arsitektur. pembangunan. sebagai. salah. satu. kinerja merupakan indikator tertinggi (high. level indicators) yang akan dicapai dan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan di masa mendatang. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi menjadi fokus dan arahan pembangunan serta program kerja selama lima tahun pelaksanaan kepemimpinan kepala daerah. Visi menjadi penting karena akan menyatukan dan mengintegrasikan setiap aspek pendukung pembangunan daerah yang akan dilaksanakan oleh seluruh elemen, baik aparatur pemerintahan, masyarakat, maupun swasta. Visi Walikota dan.

(41) 31. Wakil Walikota Medan 2021-2026 adalah: “Terwujudnya Masyarakat Kota Medan yang Berkah, Maju, dan Kondusif “ Berdasarkan Visi tersebut maka di rumuskan misi sebagai berikut dimana seluruh elemen dalam perangkat daerah harus bersama-sama dalam mewujudkan hal tersebut. Medan Berkah Mengandung makna mewujudkan Kota Medan Sebagai Kota yang berkah dengan memegang teguh nilai-nilai Keagamaan dan Menjadikan Medan Sebagai Kota Layak huni Juga Berkualitas bagi Seluruh Lapisan Masyarakat. Medan Maju Mengandung makna memajukan masyarakat kota medan melalui revitalisasi pelayanan Pendidikan dan Kesehatan modern, terjangkau oleh semua. Medan Bersih mengandung makna menciptakan keadilan sosial melalui reformasi birokrasi yang bersih, professional, akuntabel dan transparan berlandaskan semangat melayani masyarakat serta terciptanya pelayanan publik yang prima, adil dan merata. Medan Membangun mengandung makna membangun sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan perekonomian dan potensi lokal masyarakat yang berkeadilan agar terciptanya lapangan kerja, iklim kewirausahaan yang sehat dan peningkatan kualitas SDM. Medan Kondusif megandung makna mewujudkan kenyamanan dan Iklim Kondusif bagi segenap Masyarakat kota medan melalui peningkatan supremasi hukum berbasis partisipasi masyarakat. Medan Inovatif megandung makna mewujudkan Kota Medan sebagai ekonomi kreatif dan inovatif yang berbasis pada penguatan human capital, teknologi digital dan sosal budaya. Medan Beridentitas mengandung makna mewujudkan Kota Medan yang beradab, santun, harmonis, toleran dalam kemajuan demokrasi dan cinta tanah air. Berdasarkan visi dan misi di atas jelas terlihat bahwa Balitbang Kota Medan dituntut untuk lebih menunjukkan peran dan kontribusi yang strategis. Oleh karenanya peluang Balitbang Kota Medan untuk lebih mengedepankan jati.

(42) 32. diri dan kontribusinya terbuka lebar. Misalnya dalam upaya menjadikan Kota Medan yang inovatif dan berdaya saing, diperlukan pengkajian yang mendalam tentang potensi dan sumberdaya serta keunggulan komparatifnya sehingga pada akhirnya diperoleh strategi pembangunan yang tepat dan yang paling representatif untuk dapat melakukan hal ini tentunya diperlukan peran Balitbang dalam mewujudkan indikator kinerja utama Pemerintah Kota Medan melalui pencapaian misi menjadikan Kota Medan menjadi Kota Yang Inovatif yaitu Kota yang mampu (memiliki daya dukung, kapasitas, dan daya saing) dalam memanfaatkan potensi sumberdayanya dengan cara yang baru melalui pemanfaatan Iptek serta pendayagunaan kearifan lokal untuk kesejahteraan, kemajuan daerah, dan peningkatan taraf hidupnya dengan melibatkan segenap unsur Daerah. Kalau kita melihat gambaran kondisi eksisting berkaitan dengan peringkat indeks inovasi untuk Kota Medan pada 2020 masuk pada ketegori Kota kurang inovatif dengan skor 15. Peringkat kurang inovatif tersebut telah menyadarkan kita bahwa ternyata inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan belum terlaporkan secara utuh. Untuk Menyikapi berbagai permasalahan strategis berkaitan dengan inovasi dan mewujudkan misi Kota Medan tentang inovasi seluruh komponen melalui koordinasi Balitbang harus bekerja lebih keras. Di samping itu, salah satu aspek yang dapat mendongkrak peringkat indeks inovasi Pemerintah Kota Medan adalah ketersediaan Road Map Sistem Inovasi Daerah. Dalam mengungkit Indeks Inovasi Daerah, setidaknya ada empat model inovasi yang harus dihasilkan, yaitu inovasi yang berkaitan dengan pemgembangan E-Goverment, Inovasi berkaitan dengan percepatan penangangan Covid-19, inovasi yang berkaitan dengan penaggulangan kemiskinan dan inovasi berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Dengan melihat kondisi dan gambaran kondisi inovasi saat ini, maka diperlukan berbagai upaya strategi yang harus dilakukan untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang baik di Kota Medan.

(43) 33. dengan melihat potensi yang dimiliki ditiap-tiap OPD. Oleh karena itu seluruh OPD Pemerintah Kota Medan harus bisa dan segera meningkatkan berbagai inovasi yang didahului dengan perubahan mindset budaya kerja disetiap Perangkat Daerah, melalui perubahan dan peningkatan budaya kerja yang didukung dengan inovasi, sehingga Masyarakat Kota Medan yang Berkah, Maju, dan Kondusif dapat lebih cepat terwujud dan akan tercapai dengan maksimal. Demikian pula halnya dengan misi “yang akuntabel”, sangat diperlukan kalkulasi yang tepat dan terukur dengan mengedepankan prinsip-prinsip pengkajian dan penelitian yang mantap dan relevan. Sehingga terlihat dengan jelas sebenarnya OPD Balitbang amat memegang peran dan posisi yang strategis dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. 3.3 Telaahan Renstra K/ L dan Renstra Berdasarkan Renstra Kementerian dan Lembaga terkait terlihat bahwa dalam Renstra Balitbang Provinsi Sumatera Utara menitikberatkan visinya terhadap. “Penelitian dan. Pengembangan Menjadi. Dasar. Kebijakan. Pembangunan Daerah”. Dimana untuk mencapai visi dimaksud ditetapkan misi yang. akan. dilaksanakan. yaitu. (i) menjadikan hasil penelitian dan. pengembangan sebagai bahan dasar kebijakan pembangunan daerah yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan dan (ii) mewujudkan sumber daya aparatur dan sumber daya peneliti yang profesional di bidang penelitian dan pengembangan. Sesuai dengan visi dan misi Renstra Balitbang Provinsi Sumatera Utara tersebut terlihat adanya semangat dan upaya untuk lebih. mengedepankan. peranan penelitian dan pengembangan di masa - masa yang akan datang. Artinya akan semakin diarahkan kepada upaya untuk menciptakan suatu keadaan dimana tidak akan terdapat sebuah strategi atau perancangan pembangunan sebelum.

(44) 34. diadakan penelitian dan pengkajian yang mendalam. Diharapkan melalui pengkajian mendalam ini akan dihasilkan dan diterapkan stra tegi yang tepat sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya. Demikian pula halnya dengan Renstra dari Kementerian dan Lembaga yang terkait dengan Balitbang, kesemuanya menunjukkan kecenderungan dalam upaya mempertegas dan memperkuat posisi penelitian dan pengembangan sebagai sebuah keharusan dalam upaya memutuskan kebijakan terbaik dalam proses pembangunan. 3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2030 dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2021-2026 Bahwa Tujuan dan sasaran KLHS RPJMD Kota Medan adalah: Tujuan Tujuan dalam penyusunan KLHS RPJMD Kota Medan adalah untuk memastikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan RPJMD Kota Medan Tahun 2021-2026 Sasaran Sedangkan sasaran penyusunan KLHS RPJMD Kota Medan yaitu sebagai berikut: a. Analisis kondisi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), untuk memberikan gambaran kondisi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (permasalahan, isu strategis) sebagai dasar untuk merumuskan skenario pembangunan berkelanjutan.

(45) 35. b. Perumusan skenario Pembangunan Berkelanjutan (PB), berupa alternatif proyeksi kondisi pencapaian (target pencapaian) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tanpa upaya tambahan dan/atau dengan upaya tambahan sesuai periode RPJMD, dengan tetap memperhatikan masa pencapaian tujuan pembangunan berkelanjuta Terdapat 4 (empat) konsep penting dalam penyusunan daya dukung lingkungan. Beberapa batasan konsep diantaranya adalah: 1. Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup. untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antar keduanya. 2. Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup. untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. 3. Ecoregion adalah wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim,. tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup 4. Penutup Lahan adalah tutupan biofisik pada permukaan bumi yang dapat. diamati, merupakan suatu hasil pengaturan, aktivitas, dan perlakukan manusia yang dilakukan pada jenis penutup lahan tertentu untuk melakukan kegiatan produksi, perubahan, ataupun perawatan pada penutup lahan tersebut. 5. Jasa Ekosistem adalah manfaat yang diperoleh oleh manusia dari berbagai. sumberdaya dan proses alam yang secara bersama-sama diberikan oleh suatu ekosistem yang dikelompokkan ke dalam empat macam manfaat yaitu manfaat penyediaan (provisioning), produksi pangan dan air; manfaat pengaturan (regulating) pengendalian iklim dan penyakit; manfaat.

(46) 36. pendukung (supporting), seperti siklus nutrien dan polina si tumbuhan; serta manfaat kultural (cultural), spiritual dan rekreasional. Kota Medan secara geologi memiliki potensi yang kecil dalam bencana gempa tektonik dan vulkanik. Beberapa wilayah rawan bencana alam di Kota Medan yang teridentifikasi, seperti daerah rawan banjir. Daerah rawan banjir di Kota Medan berdasarkan atas kejadiannya secara berturut-turut adalah Kecamatan Medan Polonia, Medan Maimun, dan Medan Selayang. Kerawanan banjir sedang terdapat pada kecamatan Medan Johor, Medan Amplas, Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Petisah, Medan Perjuangan dan Medan Labuhan. Selanjutnya, yang paling rentan terhadap banjir rob adalah Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan sebahagian Kecamatan Medan Marelan. Beberapa isu penting terkait permasalahan kebencanaan dan Lingkungan perkotaan adalah: 1. Kejadian banjir/genangan meluas dan semakin sering terjadi 2. Perubahan iklim menyebabkan bencana ROB 3. Perubahan iklim menyebabkan bencana angin putting beliung 4. Menurunnya kualitas udara 5. Menurunnya kualitas air sungai dan lingkungan bantaran sungai 6. Dampak multi dimensi Covid-19 (Kesehatan ,Sosial, Ekonomi). Sesuai dengan tugas dan fungsi OPD Balitbang Kota Medan maka terdapat berbagai faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan OPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan OPD ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS. Berbagai faktor penghambat dimaksud antara lain (i) masih kurangnya sumber daya manusia yang berpengalaman dalam bidang. penelitian dan. pengembangan; (ii) terbatasnya dana yang dialokasikan dalam kegiatan litbang.

(47) 37. ini; (iii) sarana dan prasarana yang belum memadai sesuai dengan pembangunan Iptek; (iv) tenaga fungsional peneliti yang belum terakomodasi..

(48) 38. Isu penting penataan ruang dan pengembangan wilayah : 1. Kurangnya ketersediaan dan pelayanan ruang publik 2. Kurangnya ketersediaan dan pelayanan ruang terbuka hijau 3. Penanganan kawasan kumuh belum optimal 4. Kondisi jaringan drainase menyebabkan mudah terjadi genangan 5. Pencemaran air limbah industri di kawasan permukiman 6. Masalah sampah yang tidak tertangani 7. Meningkatnya jumlah titik kemacetan lalu lintas Program pengembangan kawasan budidaya terdiri dari pengembangan kawasan perumahan; kawasan komersial (perdagangan, jasa, pemerintahan dan bangunan umum); kawasan perindustrian; kawasan khusus (pelabuhan, militer, pertamina, PLN); fasilitas sosial dan umum, pertanian dan Ruang Terbuka Hijau Kota (taman, lapangan olahraga, TPU, hutan kota dan tempat wisata). Kawasan-kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan strategis di Kota Medan, antara lain: 1. Kawasan pusat pemerintahan daerah di Pusat CBD Polonia. 2. Kawasan Pelabuhan Belawan di Kecamatan Medan Belawan dengan. kegiatan utama pelabuhan penumpang, pelabuhan petikemas, dan perikanan samudera. 3. Kawasan militer. 4. Kawasan depot pertamina di Kecamatan Medan Labuhan. 5. Bangunan pembangkit listrik PLN di Sicanang Kecamatan Medan Belawan. 6. Kawasan wisata yang dapat dikembangkan sekaligus berfungsi sebagai RTH. adalah kawasan wisata di Utara Medan (Kecamatan Medan Marelan), yang meliputi: Theme Park, Water Front city, wisata. di Selatan meliputi Kebun. dan danau Siombak.. Kawasan.

(49) 39.

(50) 40. Binatang, Hairos, dan Taman Mora Indah. Luas RTH tersebut di perkirakan mencapai sekitar 959,08 Ha (Sembilan ratus Sembilan Puluh Sembilan koma Delapan Hektar). Agar lebih jelas dapat di lihat pada Tabel indikasi program utama rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2011-2031..

(51) 41. Tabel indikasi program utama rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2011-2031 WAKTU PELAKSANAAN LOKASI. A. PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG. I. Perwujudan Pusat Kegiatan - Penyusunan & Penetapan Peraturan Zonasi - Penetapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah & Rencana Detail Tata. Pusat Primer dan Sekunder. 2014. 2013. 2012. PJM 1 2011. PROGRAM UTAMA. 2010. NO.. PJM 2. PJM 3. PJM 4. 20152019. 20202024. 20252030. PRAKIRAAN BIAYA (Juta Rupiah). SUMBER DANA. INSTANSI PELAKSANA. 100. APBD. Pusat Primer dan Sekunder. 500. APBD. Dinas TRTB. Pusat Primer dan Sekunder. 8.500. APBD. Pusat Primer dan Sekunder. 1.000. APBD. 1.500. APBD. Dinas TRTB. 2.000. APBD. Dinas TRTB. BAPPEDA & Dinas TRTB. Ruang Kota - Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan - Evaluasi RTRW dan RDTR Kota Medan. - Pengembangan Sistem Informasi Rencana Tata Ruang - Monitoring dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Medan Seluruh Kota Medan. Dinas TRTB BAPPEDA & Dinas TRTB. - Penyusunan RTRW Kota Medan. Medan. 5.000. APBD. BAPPEDA. - Pembuatan Foto dan Peta Garis Kota Medan. Medan. 5.000. APBD. BAPPEDA. II. Perwujudan Sistem Prasarana. 2.1. Sistem Jaringan Transportasi a. Angkutan Jalan Raya - Pembangunan Jalan Tol Medan - Binjai - Pembangunan Jalan Lingkar Luar Paling Luar. Medan Deli, Binjai Medan – Deli Serdang. APBN, Swasta. Jasa Marga. 600.000. APBN. Dinas P U. - Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Lingkar Luar. Pusat Kota. 400.000. APBD. Dinas P U. - Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Lingkar Tengah. Pusat Kota. 400.000. APBD. Dinas P U. 800.000. APBN. Dinas P U. - Pembangunan Jalan Lingkar Utara. Marelan, Belawan, Labuhan. - Pembangunan Jalan Lingkar Mebidang. Marelan, Labuhan. 800.000. APBN. Dinas P U. - Pembangunan Jalan Lingkar Pantai Utara. Belawan, Labuhan. 800.000. APBN. Dinas P U. Belawan. 400.000. APBN. Dinas P U. - Pembangunan Jalan Agromarinepolitan.

(52) 42 WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM UTAMA. LOKASI. - Pembangunan Terminal Terpadu. - Pembangunan Terminal Tipe A Belawan. - Pembangunan Jembatan Layang (Fly Over). - Pembangunan Jalan Layang Penghubung Bagian Barat – Timur Kota Medan - Studi Sistem angkutan Umum Massal. 2014. 2013. 2012. PJM 4. 20152019. 20202024. 20252030. (Juta Rupiah). SUMBER DANA. INSTANSI PELAKSANA. Dinas Perhubungan. Tuntungan. APBD. Dinas Perhubungan. Kota Medan Medan Labuhan. -. PJM 3. APBD. Belawan. - Pembangunan TOD. PJM 2. PRAKIRAAN BIAYA. CBD Polonia. - Pembangunan Terminal Tipe A Tuntungan. - Pemasangan Area Traffic Control Sistem (ATCS). 2011. PJM 1 2010. NO.. Simpang Aksara. APBD. Dinas Perhubungan. APBD/APBN. Dinas Perhubungan. APBN, Swasta. Dinas Perhubungan. APBN. Dinas Perhubungan. APBN. Kementrian PU. APBD. Dinas Perhubungan. Simpang Titikuning Simpang Pos Pinang Baris Pondok Kelapa/Jln Asrama Sicanang Medan Sunggal – Medan Tembung. Kota Medan. - Studi Sistem Monorail. Medan. APBD. Dinas Perhubungan. - Pembangunan Busway. Medan. APBN. Kementrian Perhubungan. - Pembangunan Monorail. Medan. APBN. Kementrian Perhubungan. - Studi Kebutuhan Kawasan Parkir Terpadu. Medan. - Pembangunan kawasan Parkir Terpadu. Medan. APBD. Dinas Perhubungan. Medan. APBD. Dinas Perhubungan. - Pengadaan Lahan Untuk kepentingan Sistem Transportasi b. Angkutan Kereta Api - Feasibility study pembangunan Stasiun Kereta Api baru di Kota Medan. Pulo Brayan, Labunan dan Helvetia. APBN dan Swasata. PT. KAI.

(53) 43 WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM UTAMA. LOKASI. - Feasibility study pembangunan Stasiun Kereta Api baru di Kota Medan. 2014. 2013. 2012. 2011. PJM 1 2010. NO.. PJM 2. PJM 3. PJM 4. 20152019. 20202024. 20252030. PRAKIRAAN BIAYA (Juta Rupiah). SUMBER DANA. Pulo Brayan, Labunan dan Helvetia. APBN dan. Dari Pulo Brayan sampai Tol Belmera. APBN dan Swasata. INSTANSI PELAKSANA. PT. KAI. Swasata - Pembangunan Rel Kereta Api tidak Sebidang.   . PT. KAI. Dari Pulo Brayan sampai TOD Helvetia; Dari Stasiun sekarang sampai Simpang Pos. - Pembangunan Stasiun Kereta Api baru sebagai TOD. Pulo Brayan, Labunan dan Helvetia. APBN dan. PT. KAI. Swasata c. Angkutan Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan - Feasibility study pembangunan Dermaga sungai di Kec. Medan Labuhan. - Pembangunan Dermaga Sungai - Pembangunan dan Pemindahan Terminak Penumpang Orang. - Reklamasi dan Pengembangan Pelabuhan Hub.. Medan Labuhan. APBD. Dinas Perhubungan. Dinas Perhubungan. Medan Labuhan. APBD. Pelabuhan Belawan. APBN. Belawan. APBN. Kementrian Perhubungan. Kementrian Perhubungan. Internasional d. Angkutan Udara Pembangunan City Check ini di Lapangan Merdeka, Kampus. Pusat Kota dan Belawan. Dinas Perhubungan. Swasata. Usu dan di Pelabuhan Belawan 2.2. APBN dan. Jaringan Utilitas a. Jaringan Telekomunikasi - Peningkatan Kualitas Pelayanan Telekomunikasi. Seluruh Kota. Swasta. PT. Telkom. - Pengembangan Jaringan Telekomunikasi. Seluruh Kota. Swasta. PT. Telkom. Seluruh Kota. Swasta. PT. Telkom. - Pembangunan instalasi baru dan pengoperasian instalasi penyaluran baik terbuka maupun kabel bawah tanah.

(54) 44 WAKTU PELAKSANAAN LOKASI. 2014. 2013. 2012. PJM 1 2011. PROGRAM UTAMA. 2010. NO.. PJM 2. PJM 3. PJM 4. 20152019. 20202024. 20252030. PRAKIRAAN BIAYA (Juta Rupiah). SUMBER DANA. INSTANSI PELAKSANA. Seluruh Kota. Swasta. PT. Telkom. Seluruh Kota. Swasta. PT. Telkom. - Peningkatan Kualitas Pelayanan Listrik. Seluruh Kota. Swasta. PT. PLN. - Pengembangan Jaringan Listrik. Seluruh Kota. Swasta. PT. PLN. - Pembangunan instalasi baru dan pengoperasian instalasi penyaluran baik. Seluruh Kota. Swasta. PT. PLN. Swasta. PT. PLN. Paya Pasir. Swasta. PT. PLN. Seluruh Kota. Swasta. PT. PLN. - Peningkatan pelayanan Gas pada Masyarakat. Seluruh Kota. Swasta. PN. Gas. - Peningkatan dan Penambahan Jaringan. Seluruh Kota. Swasta. PN. Gas. - Pembangunan Pabrik Gas. Seluruh Kota. Swasta. PN. Gas. - Pembangunan instalasi baru dan pengoperasian instalasi penyaluran baik terbuka maupun kabel bawah tanah. - Pengembangan telepon umum dan warung telekomunikasi di lokasi strategis b. Jaringan Energi. terbuka maupun kabel bawah tanah - Pembangunan Gardu Induk - Pembangunan Gardu Induk Ekstra Tinggi - Perluasan Jaringan Transmisi. Paya Pasir, KIM Lamhotma. c. Jaringan Gas. d. Air Bersih - Menurunkan tingkat kebocoran produksi dan distribusi air bersih.. - Pelestarian sumber daya air permukaan dan air tanah yang ada di Kota. Seluruh Kota. APBD Prov/ Kota. PDAM Tirtanadi. Seluruh Kota. APBD Prov/ Kota. PDAM Tirtanadi. APBD Prov/ Kota. PDAM Tirtanadi & Dinas Perkim. APBD Prov/ Kota. BLH & Bina Marga. Medan dengan menjaga kualitas dan kuantitasnya.. - Membangun prasarana air bersih Kran Umum (KU) dan Hidran Umum (HU) untuk masyarakat yang sulit. Belawan dan Medan Labuhan. 54.000. dijangkau PDAM dan untuk daerah yang kondisi air tanahnya buruk seperti di Kawasan Medan Utara.. - Pengaturan dan pengendalian penggunaan air tanah dalam oleh industri.. Seluruh Kota.

(55) 45 WAKTU PELAKSANAAN LOKASI. - Pembangunan Reservoar Cemara.. - Penyusunan DED Pipa Distribusi Air Bersih untuk Kawasan. 2014. 2013. 2012. PJM 1 2011. PROGRAM UTAMA. 2010. NO.. PJM 2. PJM 3. PJM 4. 20152019. 20202024. 20252030. PRAKIRAAN BIAYA (Juta Rupiah). Perumahan Cemara. SUMBER DANA. INSTANSI PELAKSANA. APBD Prov/ Kota. PDAM Tirtanadi. APBD Prov/ Kota. PDAM Tirtanadi. Belawan dan Medan Labuhan. Medan Utara. e. Drainase. -. Program normalisasi saluran drainase dan aliran sungai pada.    . Seluruh Kota. 100.000. APBD. Dinas PU. 400.000. APBN. Dinas PU. 10.000. APBD. Dinas PU. 10.000. APBD. Dinas PU. 10.000. APBD. Dinas PU. Sistem Sungai Badera – Sungai Belawan. Sistem Sungai Deli – Babura. Sistem Sungai Kera. Sistem Sungai Percut dan Sei Tuan.. - Program pembuatan sudetan / kanal dari hulu Catchment Area. Medan. Sungai Badera dan Sungai Babura ke Sungai Belawan. - Program pelebaran saluran drainase dan gorong- gorong, pembersihan. Seluruh Kota. sampah dan pengerukan sedimen - Program pembuatan waduk/kolam penampungan (detention pond) di daerah hulu (up stream) dan di daerah middle stream (tengah).. - Program pembangunan sistem polder untuk mengatasi meluapnya sungai. Labuhan Deli, Labuhan. pada saat pasang surut air laut, terutama di daerah Medan Utara antara lain di Kampung f. Air Limbah - Sosialisasi sistem penanganan limbang kakus/tinja dengan. Seluruh Kota. 19.000. APBD. Dinas Perkim. menggunakan tangki septic tank komunal.(Program Sanimas) APBD - Pembangunan IPLT.. Dinas PU, PDAM & Dinas Perkim.

(56) 46 WAKTU PELAKSANAAN LOKASI. - Pemantauan instalasi pengolahan air limbah industri secara. Seluruh Kota. 2014. 2013. 2012. PJM 1 2011. PROGRAM UTAMA. 2010. NO.. PJM 2. PJM 3. PJM 4. 20152019. 20202024. 20252030. PRAKIRAAN BIAYA (Juta Rupiah). 2.000. SUMBER DANA. APBD. INSTANSI PELAKSANA. BLH. induvidual. - Penyusunan Rencana Untuk Sistem Drainase. Medan. APBD. Dinas PU. Medan. APBD Prov. Tarukim Prov. - Penyusunan DED sistem penyaluran air limbah.. Medan. APBD Prov. Tarukim Prov. - Penyusunan rencana Induk Sistem Drainase. Medan. APBD Prov. Tarukim Prov. - Studi kelayakan untuk peningkatan kapasitas pengolahan IPAL domestik Cemara.. - Pengadaan Lahan Untuk Penanganan Limbah Terpadu. Medan. 5.000. APBD. Tarukim Prov & Dinas Perkim. g. Sistem Persampahan. - Pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik. Seluruh Kota. APBD. Dinas Kebersihan. Marelan. APBD. Dinas Kebersihan. Marelan. APBD. Dinas Kebersihan. Seluruh Kota. APBD. Dinas Kebersihan. Seluruh Kota. APBD. Dinas Kebersihan. Seluruh Kota. APBD. Dinas Kebersihan. Seluruh Kota. APBD. Dinas Kebersihan. Medan. APBD. Dinas Kebersihan. Medan Marelan. APBD. Dinas Kebersihan. skala kecil/composting (lingkungan RT atau RW). - Studi kelayakan perluasan TPA Terjun - Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Perluasan TPA Terjun. - Penyiapan peralatan dengan pembangunan fasilitas pendukung untuk sistem persampahan di Kota Medan - Pengadaan TPS/Container/bak sampah komunal untuk masingmasing kelurahan dan termasuk TPS khusus industri. - Penertiban pemisahan sampah Non B3 dengan sampah B3 dari industri, bangunan komersil, rumah sakit, hotel dan bangunan penghasil sampah lainnya - Pengawasan ketat pada pengolahan sampah rumah sakit dan rumah bersalin yang ada di Kota Medan - Studi Kelayakan untuk pembangunan Pusat Pengolahan Limbah Industri (PPLI) di Kota Medan, yang diperuntukkan mengolah limbah B3 industri - Pembebasan Lahan untuk Perluasan TPA Terjun.

(57) 47 WAKTU PELAKSANAAN LOKASI. 2014. 2013. 2012. PJM 1 2011. PROGRAM UTAMA. 2010. NO.. PJM 2. PJM 3. PJM 4. 20152019. 20202024. 20252030. PRAKIRAAN BIAYA (Juta Rupiah). SUMBER DANA. INSTANSI PELAKSANA. - Pengembangan Kerja Sama TPA Regional. Mebidang. APBD. Dinas Kebersihan. - Studi Penutupan TPA Terjun dari sistem Open Dumping. Medan Marelan. APBN. Kementrian PU. - Pengembangan TPA Sanitary Land Fill. Medan Marelan. APBN. Kementrian PU. Belawan, dan Seluruh Kota. APBD. Seluruh Kota. APBD. Seluruh Kota. APBD. Seluruh Kota. APBD. Belawan. APBD. Belawan. APBD. Seluruh Kota. APBD. Seluruh Kota. APBD. Seluruh Kota. APBD. B. PERWUJUDAN POLA RUANG. I. Perwujudan Kawasan Lindung - Penetapan Kawasan Lindung (hutan mangrove, sempadan sungai. Badan Lingkungan Hidup. Badera, Sungai Belawan, Sungai Deli, Babura, Sungai Percut). - Penataan batas Kawasan Lindung di seluruh Kota Medan. - Pemetaan Kawasan Lindung di seluruh Kota Medan.. - Penguasaan Kawasan Lindung di seluruh Kota Medan. - Rehabilitasi dan konservasi lahan di Kawasan Lindung.. - Pengamanan dan pengendalian lahan di Kawasan Lindung.. - Pembangunan Taman Skala Kecamatan - Pembebasan Lahan Sepanjang Sempadan Sungai, Pantai, Danau, Rel Kereta Api dan SUTET - Pembangunan Sempadan Sungai, Pantai, Danau, Rel Kereta Api dan SUTET menjadi jalur hijau dan RTH. Badan Lingkungan Hidup. Badan Lingkungan Hidup. Badan Lingkungan Hidup. Badan Lingkungan Hidup. Badan Lingkungan Hidup. Dinas Pertamanan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas Pertamanan, Balai Wilayah Sungai, KAI, BLH, TRTB. - Pengadaan Tanah untuk Taman & TPU. Seluruh Kota. APBD. Dinas Pertamanan.

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun pada prinsipnya iklan produk dan iklan politik tidak bisa diperlakukan sama, tapi beberapa iklan politik juga bisa menjadi contoh iklan komparatif ini, sebut saja

5) Lakukan Supervisi/Pengawasan (Membimbing, Mengarahkan) agar kemampuan mereka (personil pelaksana pekerjaan) terus meningkat dalam melaksanakan tugas dengan benar dan teliti. 6)

Rukun Tetangga dan Rukun Warga atau sebutan lainnya yang selanjutnya disingkat RT dan RW adalah Lembaga Kemasyarakatan mitra kerja pemerintah Desa dan

Widoningsih, Sri (2011) Peningkatan Kemampuan Mengemukakan Kembali Berita dengan Media Audio Visual Pada Peserta Didik Kelas VIII B SMP Muhammadiyah 5

014:006 Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut- pengikutnya,

Pada tahun 2011 unit usaha KUD Misaya Mina Eretan Wetan terdapat 4 unit usaha, diantaranya: unit tempat pelelangan ikan, unit bahan alat perikanan (BAP) dan solar packer

Variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini menggunakan luas pengungkapan sukarela perusahaan yang terdapat pada laporan tahunan, yang diukur dengan indeks pengungkapan sukarela

bahwa pengajaran sastra semakin menjauhkan anak didik dari karya sastra. Pendapat tersebut mengacu terhadap penggunaan satu sumber belajar dan pemberian contoh