BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Latar Belakang Perusahaan
Acna Care adalah produk dari PT Mega We Care Indonesia, yang merupakan subsidiary dari Mega We Care (MWC). MWC sendiri beroperasi di lebih dari 20 negara di seluruh dunia melalui kantor-kantor perwakilan, afiliasi dan rekanan- rekanan distribusi yang tersebar di Asia Tengah dan Tenggara, Pasifik, Eropa, dan Amerika Selatan. Negara-negara utamanya antara lain adalah Australia, Singapura, Thailand, Malaysia, Ukraina, Rusia, Vietnam, Myanmar, Indonesia, Filipina, Kamboja, Ghana, Kenya, Nigeria, Sri Lanka, Maladewa, Tanzania, Uganda, dan Yaman.
MWC memiliki core business dalam manufaktur dan pemasaran produk- produk pharmaceuticals dan suplemen medis. Core competence yang dimiliki oleh MWC adalah pada produk-produk suplemen.
39
Tabel 4.1 PT. Mega We Care
Our Credentials R & D Our Commitment
• Largest and the only softgel company in South East Asia to receive GMP approval from Australian TGA and
German Health Authorities.
• Integrated site to manufacture tablets, hard gelatin capsules and powders in Australia.
• World class R&D facility with qualified professionals.
• New patentable formulations using innnovative technology.
• Commited to provide quality products and services to our customers
through constant improvement and innovation
Filosofi MWC :
1. 20 years of experience and expertise in manufacturing and marketing of medicines, herbs and supplements.
2. 20 million USD invested in worls class manufacturing facility, research and development.
3. More than 20 countries of operations.
4. Over 400 experts (medical doctors, pharmacists, nutritionists, research scients).
4.1.1 Produk-produk Perusahaan
MWC memiliki dasar filosofi yang jelas dimana menawarkan produk-produk perawatan kesehatan berkualitas tinggi, aman, dan efektif. MWC memiliki track
record yang baik dalam membuat produk-produk dalam pangsa pasar yang berbeda secara internasional.
MWC menawarkan rangkaian produk-produk yang luas, terdiri atas suplemen, ramuan-ramuan, dan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari kelompok usia dan segmentasi yang berbeda. Sebagai perusahaan, MWC mendedikasikan diri untuk kebaikan atas umat manusia. Merek-merek yang berada dibawah MWC diformulasikan per spesifikasi dalam Commission E Monographs yang diproduksi dengan menggunakan ramuan-ramuan herbal dan bahan-bahan mentah yang distandarisasi. Salah satu produk yang berada di bawah MWC adalah Acna Care, yang akan dibahas lebih lanjut.
4.1.2 Acna Care
Acna Care adalah internal natural solution untuk menangani masalah jerawat.
Acna Care terdiri atas APC Complex, yang merupakan ramuan unik dari bahan-bahan alami yang berkhasiat. APC Complex terdiri atas bahan-bahan yang aman dan efektif seperti L-optizinc, vitamin C, vitamin E alami, caretenoid, dan chromium.
4.1.3 Strategi Pemasaran Produk Acna Care oleh PT Mega We Care Indonesia Didalam peluncuran produk Acna Care, PT MWCI telah menyusun strategi pemasaran menurut STP (Segmentation, Targeting, and Positioning) dan 4P (Product, Price, Place, and Promotion) berdasarkan R & D (Research and Development) yang sebelumnya telah dilakukan oleh PT MWCI.
Berikut adalah strategi pemasaran yang telah disusun oleh MWC :
4.1.3.1 Market Segmentation
Segmentation berdasarkan perpetual map:
Tabel 4.2 Segementasi Pasar Produk Perawatan Jerawat
Oral Treatment Jamu (Yung San Kapsul) Diane 35, Antibiotic
Topical Drug Verille, Flexdicid Antibitoc
Cosmetic Biore, Ponds, Ovale, Madona, Sabun Sulfur
La Tullipe
Mild Moderate Severe
Acne Problem
Jika dilihat dari tabel diatas, maka Acna Care termasuk kedalam dua kategori, yaitu: Oral Treatment dan Topical Drug. Karena, Acna Care digunakan secara oral (kapsul) yang diminum oleh pengguna, dan dibuat dari bahan-bahan alami, yaitu herbal, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi.
4.1.3.2 Target Market
Tabel 4.3 Target Market Pasar Produk Perawatan Penanganan Jerawat Primary Target Secondary Target
Young Adult Teenage
Age 19-25 15-18
Acne problem moderate to severe mild to moderate
Monthly Expense above Rp 2,500,000 above Rp 1,000,000
Occupation college to first career high school
Pyscography
independent mother influence
Brand consious Brand consious
already adapt food supplement as
part of their life style prefer to use cosmetic
Kalau dilihat dari tabel tersebut diatas, Acna Care lebih mengkonsentrasikan kepada Young Adult, dilihat dari kebiasaan pengguna yang sudah lebih dahulu menggunakan food supplement. Karena Acna Care juga terdiri dari food supplement yang membantu mengatasi masalah jerawat dari dalam tubuh.
4.1.3.3 Positioning
Acna Care memposisikan diri sebagai satu-satunya solusi masalah jerawat dari luar dan dalam. Dan ini adalah salah satu kelebihan dari Acna Care dibandingkan dengan produk-produk lainnya. Karena selain dari obat pembersih wajah, Acna Care menggunakan food supplement yang berfungsi sebagai perawatan wajah yang berjerawat dari dalam tubuh.
Setelah membahas STP (Segmenting, Targeting and Positioning) dari Acna Care, sekarang kita melangkah pada 4P (Product, Price, Place, and Promotion) yang digunakan oleh Acna Care sebagai alat marketing produknya.
4.1.3.4 Product
Acna Care adalah produk perawatan jerawat yang lengkap, yang terdiri atas kapsul, gel, dan obat pembersih muka. Acna Care terbuat dari bahan-bahan alami, yang aman digunakan, efektif dan memiliki hasil yang permanen.
Acna Care mengandung komposisi APC complex (Acne Protection Care Complex), komposisi dari vitamin dan mineral yang diperlukan dan bagus untuk
kulit. Mengatur minyak yang diperlukan wajah, mengurangi radang, merangsang penyembuhan luka (akibat jerawat yang pecah), dan mencegah timbulnya jerawat.
Acna Care Gel dengan efek anti bakteri, mengurangi jerawat, mengurangi radang, menghilangkan luka, cocok untuk segala jenis kulit, termasuk kulit yang sensitif, tidak menyebabkan iritasi. Selain itu, pembersih wajah Acna Care mengandung anti bakteri dengan ph balance.
4.1.3.5 Pricing Strategy
Daftar harga dari produk Acna Care dalam pasar Indonesia :
Tabel 4.4 Daftar Harga Produk Acna Care dalam Pasar Indonesia
Capsule Gel Facial Wash
Country Indonesia
Packsize 60 capsules / box 5 gr 40 gr
Price to end user (Rp.) + ppn + 21%
om
120,000 12,000 15,000
4.1.3.6 Place
Produk Acna Care didistribusikan melalui : 1. Toko-toko (pembagian 60%, khususnya Jakarta)
2. Toko-toko kosmetik (pembagian 15%, secara Nasional) 3. Drug Store & Apotik (pembagian 25%, diluar Jakarta)
4.1.3.7 Promotion Rencana aktivitas promosi
• Aktivitas sebelum peluncuran produk 1. Seeding Trial
Bekerjasama dengan ahli dermatologis lokal, dengan 15 responden.
Dengan tujuan untuk research and development produk Acna Care.
2. Mailer
Pre launch campaign, yang bertujuan untuk mensosialisasikan perusahaan MWC dan produk Acna Care kepada outlet-outlet yang dituju.
3. Training
Pelatihan dilakukan di tiap tingkatan : Mega team (team leader untuk SPG), MPI team (mulai dari tingkat brand manager, sampai dengan sales) dan tingkatan outlet (manager toko, sales counter, pharmacist asst.
Pharmacist).
• Aktivitas pada saat peluncuran produk
1. Kegiatan pers pada saat peluncuran produk
Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan media, melakukan talkshow dan menunjukkan hasil dari yang sudah dilakukan.
2. Kampanye humas
Bertujuan untuk menciptakan kredibilitas yang baik dan memperkenalkan perawatan baru untuk jerawat yang efektif, yaitu dari dalam.
Dan memperkenalkan Acna Care sebagai inovasi baru untuk solusi penanganan masalah jerawat yang bekerja dari dalam.
3. Print ad campaign
Dimulai dari display untuk meraih brand awareness, memperkenalkan solusi penanganan jerawat yang baru dan inovatif. Dilanjutkan dengan penempatan iklan di majalah dan tabloid.
4. Radio campaign
Stasiun radio yang dipilih adalah stasiun radio yang memiliki segmentasi dewasa dan remaja seperti Sonora, Female, Kosmopolitan FM, I- Radio, Hard Rock, Prambors, Oz, dll. Sasaran dari kampanye radio ini hanya di Jakarta, Surabaya dan Bandung.
5. Display campaign
Dilakukan di daerah-daerah strategis yang ramai dengan pengunjung.
Daerah-daerah yang menjadi target adalah : Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Palembang, Medan, Balikpapan, Makassar, Denpasar, dan Pekanbaru.
• Aktivitas setelah peluncuran produk 1. Event
a. Promosi di Pusat Perbelanjaan
Menyewa konsultan untuk kulit selama 2 – 3 bulan setelah peluncuran produk, konsultasi gratis, perawatan wajah, penawaran khusus, percobaan gel Acna care.
b. Pameran
Pameran direncanakan untuk diadakan di Jakarta, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta. Dana dipersiapkan untuk 4 – 6 kegiatan.
Kegiatan dapat diadakan di pusat perbelanjaan atau kampus. Aktivitas beragam mulai dari pameran dengan demo di pusat pebelanjaan, pemberian sampel, atau melakukan demo tata rias atau perawatan wajah, atau bekerjasama dengan organisasi pelajar di kampus.
2. Promosi di outlet
Mendirikan outlet yang mudah terlihat, menempatkan produk di rak ujung di toko-toko, toko obat, apotik, dan menyebarkan stiker. Membuat banner, poster, display di conter-counter. Melakukan demo di toko, memakai konsultan kecantikan, mesin analisa kulit, percobaan gel Acna Care.
3. Promosi pada Konsumen
Memberikan contoh produk gratis, hadiah, tiket nonton, potongan harga, dan sampel. Dilakukan sekali dalam 3 bulan.
4. Televisi
Membuat program infotainment, dengan artis remaja sebagai penarik.
Melakukan talkshow dalam program perempuan yang didukung oleh dokter kulit.
4.1.4 Analisa Pesaing Acna Care
MWCI melihat ada beberapa pemain besar dalam industri obat jerawat, yang produk-produknya antar alain adalah : Clean & Clear, Biore, Ponds, T3 Oil. MWCI
tidak menempatkan Acna Care untuk menghadapi para pesaingnya secara langsung (head to head). Hal ini disebabkan oleh karena Acna Care mamiliki harga yang berbeda (premium price), dan juga produk yang berbeda (inside out solution, with supplement) dengan para kompetitor yang telah disebut diatas.
4.2 Hasil Survei
Survei yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dianalisis pada bab ini.
Target sampel kuesioner adalah 200 orang. Survei brand awareness Acna Care dilakukan di cabang-cabang drug store, khususnya Century Healthcare dan Guardian yang berada di Jakarta, juga disebarkan kepada konsumen yang ditemui oleh tim penulis secara acak. Survei ini telah melibatkan sebanyak 200 orang responden dengan berbagai latar belakang demografinya, baik itu perbedaan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan. Kuesioner yang disebarkan berjumlah 200 buah dan yang kembali sejumlah 191 kuesioner. Meskipun terdapat beberapa kuesioner yang tidak terisi secara lengkap, namun kuesioner-kuesioner tersebut masih dapat digunakan untuk proses analisis.
Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Survei
Kuesioner Jumlah Didistribusikan 200 Tidak dapat disampaikan 9
Kembali 191
4.3 Statistik Deskriptif
Pada penelitian ini, data karakteristik responden dikumpulkan untuk menunjang analisis penelitian. Menurut Madura (2001), faktor demografis adalah karakteristik populasi manusia atau segmen tertentu dari populasi tersebut. Ketika kondisi demografis berubah, maka permintaan juga akan berubah. Perusahaan harus menyesuaikan lini produk mereka agar mendapatkan keuntungan dari perubahan ini.
Sedangkan menurut Kotler et. al (1998), karakteristik responden atau karakteristik demografi adalah study mengenai poulasi manusia dalam segi ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, pekerjaan dan statistik lainnya.
Dengan adanya data ini, dapat diketahui faktor–faktor yang dapat digunakan untuk analisis. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan meliputi jenis kelamin responden, usia responden, pendidikan formal terakhir responden, pekerjaan responden, dan rata-rata pengeluaran total per bulan responden.
4.3.1 Jenis Kelamin Responden
Responden yang mengisi kuesioner adalah laki-laki sebanyak 74 orang (38.74%), dan wanita sebanyak 117 orang (61.26%).
Tabel 4.6 Demografi Responden Menurut Jenis Kelamin Jenis Kelamin Responden Persentase (%)
Pria 74 38.74%
Wanita 117 61.26%
Total 191 100%
0 50 100 150
Pria Wanita
Demografi Responden Menurut Jenis Kelamin
Gambar 4.1 Diagram Demografi Responden Menurut Jenis Kelamin
4.3.2 Usia Responden
Dari hasil pengumpulan kuesioner, mayoritas responden berusia antara 21 - 30 tahun, yaitu 70 orang (36.65%). Terdapat 61 orang (31.94%) yang berusia kurang dari 20 tahun. Responden yang berumur antara 31 – 40 tahun sebanyak 37 orang (19.37%). Sedangkan yang berusia diatas 40 tahun berjumlah 23 orang (12.04%).
Tabel 4.7 Demografi Responden Menurut Usia Usia (tahun) Responden Persentase (%)
≤ 20 tahun 61 31.94%
21 – 30 th 70 36.65%
31 – 40th 37 19.37%
> 40th 23 12.04%
Total 191 100%
0 20 40 60 80
<20 21-30 31-40 >40 Demografi Responden Menurut Usia
Gambar 4.2 Diagram Demografi Responden Menurut Usia
4.3.3 Pendidikan Responden
Pendidikan terbanyak yang dimiliki responden adalah S1, yaitu sebanyak 77 orang responden (40.31%). Yang menempuh pendidikan SMA sebanyak 67 orang responden (35.08%). Selain itu pendidikan Diploma / Akademi diambil oleh 15 orang responden (7.85%). Responden yang memiliki gelar S2 sebanyak 30 orang (15.71%).
Sedangkan yang berhasil menyelesaikan S3 sebanyak 2 orang responden (1.05%).
Tabel 4.8 Demografi Responden Menurut Pendidikan Pendidikan Responden Persentase (%)
SMA 67 35.08%
Diploma/Akademi 15 7.85%
S1 77 40.31%
S2 30 15.71%
S3 2 1.05%
Lainnya 0 0%
Total 191 100%
0 20 40 60 80
SMA Dipl/Akad S1 S2 S3
Demografi Responden Menurut Pendidikan
Gambar 4.3 Diagram Demografi Responden Menurut Pendidikan
4.3.4 Pekerjaan Saat Ini
Dari hasil survey, mayoritas responden adalah Karyawan Swasta, yaitu ada 73 responden (38.22%). Sedangkan responden yang masih Mahasiswa / Pelajar sebanyak 72 orang (37.66%). Pekerjaan Pegawai Negeri / BUMN ditekuni oleh 12 responden (6.28%). Ada 23 responden (12.04%) yang bekerja di bidang Wirausaha, sedangkan responden yang memiliki pekerjaan diluar pilihan yang kami tawarkan sebanyak 11 orang (5.8%).
Tabel 4.9 Demografi Responden Menurut Pekerjaan
Pekerjaan Responden Persentase (%)
Mahasiswa / Pelajar 72 37.66%
Karyawan Swasta 73 38.22%
Pegawai Negeri / BUMN 12 6.28%
Wirausaha 23 12.04%
Lainnya 11 5.8%
Total 191 100%
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Mhs/Pljr Kary Swasta
Peg Negri / BUMN
Wirausaha Lainnya Demografi Responden Menurut Pekerjaan
Gambar 4.4 Diagram Responden Menurut Pekerjaan
4.3.5 Penghasilan per Bulan (Rp)
Berdasarkan hasil survey, mayoritas responden adalah yang memiliki penghasilan dibawah Rp. 2.000.000 per bulannya, yaitu ada 107 responden (56.02%).
Ada 54 responden (28.27%) yang memiliki penghasilan antara Rp. 2.000.000 – Rp.
5.000.000. Sisanya ada 30 responden (15.71%) yang berpenghasilan diatas Rp.
5.000.000 per bulan.
Tabel 4.10 Demografi Responden Menurut Penghasilan per Bulan
Pengeluaran Responden Persentase (%)
dibawah Rp. 2 juta 107 56.02%
Rp. 2 – Rp. 5 juta 54 28.27%
diatas Rp. 5 juta 30 15.71%
Total 191 100%
0 20 40 60 80 100 120
< 2jt 2-5 jt >5 jt
Demografi Responden Menurut Penghasilan per Bulan
Gambar 4.5 Diagram Demografi Responden Menurut Penghasilan per Bulan
4.3.6 Pengalaman Mengenai Masalah Jerawat
Dalam kuesioner juga ditanyakan kepada responden mengenai pengalaman yang pernah atau sedang dimiliki responden berhubungan dengan jerawat. Dan hasilnya, 132 orang (69.11%) pernah atau sedang mengalami masalah jerawat.
Sedangkan 59 orang (30.89%) tidak memiliki masalah dengan jerawat.
Tabel 4.11 Pengalaman Responden dengan Masalah Jerawat
Masalah dengan Jerawat Responden Persentase (%)
Ya 132 69.11%
Tidak 59 30.89%
Total 191 100%
4.3.7 Lamanya Bermasalah dengan Jerawat
Setelah diketahui bahwa 132 orang pernah atau sedang memiliki masalah dengan jerawat, tim penulis ingin mengetahui berapa lama mereka pernah atau sudah berapa lama mereka mengalaminya. Dari kuesioner yang kembali, diketahui bahwa mayoritas dari mereka mengalami masalah jerawat dalam kurun waktu diatas 12 bulan, yaitu 36 orang (27.27%). Kemudian, 35 orang (26.52%) mengalami masalah jerawat dalam kurun waktu 1 – 3 bulan, 34 orang (25.76%) dalam kurun waktu 3 – 6 bulan. Sedangkan yang mengalami masalah jerawat dalam kurun waktu 6 – 12 bulan ada sebanyak 27 orang (20.45%).
Tabel 4.12 Lamanya Responden Mengalami Masalah Jerawat Lamanya bermasalah
dengan Jerawat Responden Persentase (%)
1 – 3 bulan 35 26.52%
3 – 6 bulan 34 25.76%
6 – 12 bulan 27 20.45%
> 12 bulan 36 27.27%
Total 132 100%
4.3.8 Cara Mengatasi Jerawat Selama Ini
Ada beberapa pilihan yang diajukan untuk responden yang pernah atau sedang mengalami masalah jerawat, yaitu dari membeli obat bebas, obat khusus, sampai kepada konsultasi dengan dokter yang bersangkutan. Hasilnya, dari ke 132 orang responden yang sedang atau pernah bermasalah, mayoritas responden sebanyak 63 orang (47.73%) melakukan konsultasi dengan dokter, 43 orang (32.6%) membeli obat
bebas yang terdapat di toko-toko, sisanya yaitu sebanyak 26 orang (19.67%) membeli obat khusus.
Tabel 4.13 Cara Responden Mengatasi Jerawat
Cara Mengatasi Jerawat Responden Persentase (%)
Membeli obat bebas 43 32.6%
Membeli obat khusus 26 19.67%
Konsultasi dengan dokter 63 47.73%
Total 132 100%
4.3.9 Sumber Informasi Utama Dalam Memilih Produk
Setiap responden memilih cara masing-masing dalam memilih produk perawatan yang digunakan. Ada beberapa sumber informasi yang dimasukkan ke dalam kuesioner. Pilihannya yaitu dari brosur, word of mouth, TV, tabloid / koran / majalah, radio dan lain-lain. Hasil yang didapat adalah mayoritas responden yaitu 52 orang (39.39%) mendapatkan informasi utama dari TV mengenai roduk yang mereka pilih. Hanya 2 orang (1.52%) yang mendapat informasi melalui brosur, 43 orang (32.58%) melalui word of mouth, 6 orang (4.54%) melalui tabloid / koran / majalah.
Dan 2 orang (1.52%) mendapat informasi melalui radio, sedangkan sisanya yaitu 27 orang (20.45%) melalui pihak – pihak diluar pilihan yang kami tawarkan.
Tabel 4.14 Sumber Informasi Utama Mengenai Produk yang Digunakan Sumber Informasi Responden Persentase (%)
Brosur 2 1.52%
Word of Mouth 43 32.58%
TV 52 39.39%
Tabloid / Koran / Majalah 6 4.54%
Radio 2 1.52%
Lainnya 27 20.45%
Total 132 100%
Sumber Informasi Utama Mengenai Produk yang Digunakan
Brosur
Word of mouth TV
Tabloid/Koran/Mjlh Radio
Lainnya
Gambar 4.6 Diagram Lingkaran Sumber Informasi Utama Mengenai Produk yang Digunakan
4.3.10 Biaya Penanganan Jerawat per Bulan
Setelah kuesioner disebar, dari 132 responden yang pernah atau sedang mengalami masalah jerawat, mayoritas responden yaitu 62 orang (46.97%) mengeluarkan biaya dibawah Rp. 100.000 per bulannya untuk penanganan masalah jerawat. 57 orang (43.18%) diantaranya mengeluarkan biaya antara Rp. 100.000 – Rp. 500.000 per bulan. Responden yang mengeluarkan biaya antara Rp. 500.000 –
Rp. 1.000.000 ada 11 orang (8.33%), sedangkan 2 orang (1.52%) mengeluarkan biaya diatas Rp. 1.000.000 per bulannya untuk penanganan masalah jerawat.
Tabel 4.15 Biaya Penanganan Jerawat per Bulan
Sumber Informasi Responden Persentase (%)
< Rp. 100.000 62 46.97%
Rp.100.000 – Rp.500.000 57 43.18%
Rp.500.000 – Rp1.000.000 11 8.33%
> Rp. 1.000.000 2 1.52%
Total 132 100%
4.3.11 Kepuasan atas Hasil Penanganan
Seluruh responden yang pernah atau sedang mengalami masalah jerawat, kemudian ditanyakan mengenai kepuasan mereka atas penanganan masalah jerawat selama ini. Hasilnya, 75 orang (56.82%) merasa tidak puas atas hasil yang diperoleh, sedangkan sisanya, yaitu 57 orang (43.18%) merasa puas atas penanganan masalah jerawat selama ini.
Tabel 4.16 Kepuasan atas Penanganan
Kepuasan atas Penanganan Responden Persentase (%)
Puas 57 43.18%
Tidak Puas 75 56.82%
Total 132 100%
4.3.12 Cara Terbaik Mengatasi Jerawat
Pertanyaan ini ditujukan pada responden secara keseluruhan. Cara apakah yang terbaik menurut mereka untuk mengatasi jerawat. Hasilnya, mayoritas responden, yaitu sebanyak 117 orang (61.26%) menganggap bahwa cara terbaik mengatasi jerawat adalah dari luar dan dalam tubuh. 63 orang (32.98%) menganggap bahwa jerawat lebih baik diatasi dari luar, dan sisanya yaitu 11 orang (5.76%) menganggap lebih baik diatasi dari dalam tubuh saja.
Tabel 4.17 Cara Terbaik Mengatasi Jerawat
Cara Terbaik Mengatasi Jerawat Responden Persentase (%)
Dari luar tubuh 63 32.98%
Dari dalam tubuh 11 5.76%
Dari luar dan dalam tubuh 117 61.26%
Total 191 100%
4.3.13 Pengetahuan Mengenai Penanganan Jerawat
Pada bagian ini, tim penulis ingin mengetahui sejauh mana kesadaran responden dalam penanganan masalah jerawat dari luar maupun dari dalam.
Mayoritas responden (sesuai dengan banyaknya responden yang beranggapan bahwa jerawat dapat diatasi baik dari luar maupun dalam) mengetahui hal tersebut, yaitu 117 (61.26%) orang. Sedangkan yang tidak mengetahui hal ini ada sebanyak 74 orang (38.74%).
Tabel 4.18 Pengetahuan Mengenai Penanganan Jerawat Tahu Mengenai Penanganan
Jerawat dari Luar dan Dalam Responden Persentase (%)
Tahu 117 61.26%
Tidak tahu 74 38.74%
Total 191 100%
4.3.14 Produk Perawatan Jerawat yang Paling Dikenal (top of mind) Pada bagian ini, tim penulis mengajukan beberapa pilihan produk penanganan jerawat yang paling dikenal (top of mind) oleh responden. Hasilnya, mayoritas responden paling mengenal produk Clearasil sebanyak 66 orang (34.55%). Lalu, produk Clean & Clear sebanyak 65 orang (34.03%), diikuti oleh Acna Care yang paling dikenal oleh 13 orang (6.81%). Sisanya sebanyak 47 orang (24.61%) paling mengenal produk-produk lain yang tidak ada dalam pilihan yang kami ajukan.
Tabel 4.19 Produk yang Paling Dikenal (top of mind)
Produk yang Paling Dikenal Responden Persentase (%)
Clean & Clear 65 34.03%
Clearasil 66 34.55%
Acna Care 13 6.81%
Lainnya 47 24.61%
Total 191 100%
Produk yang Paling Dikenal
Clean & clear Clearasil Acna Care Lainnya
Gambar 4.7 Diagram Lingkaran Produk yang Paling Dikenal
4.3.15 Produk Perawatan Jerawat yang Digunakan
Responden yang sedang atau pernah mengalami masalah jerawat diminta untuk memberi keterangan mengenai produk penanganan jerawat apa yang digunakan. Mayoritas responden sebanyak 59 orang (44.7%) menggunakan produk pilihan lain diluar pilihan yang kami sediakan. Sebanyak 35 orang (26.52%) menggunakan produk Clean & Clear, 23 orang (17.42%) menggunakan Clearasil, dan sisanya sebanyak 15 orang (11.36%) menggunakan Acna Care sebagai produk untuk mengatasi masalah jerawat mereka.
Tabel 4.20 Produk Perawatan Jerawat yang Digunakan
Produk yang Paling Dikenal Responden Persentase (%)
Clean & Clear 35 26.52%
Clearasil 23 17.42%
Acna Care 15 11.36%
Lainnya 59 44.7%
Total 132 100%
Produk yang Digunakan
Clean & clear Clearasil Acna Care Lainnya
Gambar 4.8 Diagram Lingkaran Produk yang Digunakan
4.3.16 Kesadaran Mengenai Acna Care
Responden diminta keterangannya, apakah mereka mengenal produk Acna Care atau tidak. Dari hasil kuesioner yang didapat, mayoritas responden, sebanyak 149 orang (78%) tidak mengenal produk Acna Care. Sedangkan sisanya, yaitu 42 orang (22%) mengenal produk Acna Care.
Tabel 4.21 Kesadaran Mengenai Acna Care
Mengenal Acna Care Responden Persentase (%)
Ya 42 22%
Tidak 149 78%
Total 191 100%
Kesadaran Responden akan Acna Care
22%
78%
Ya Tidak
Gambar 4.9 Diagram Lingkaran Kesadaran Responden Mengenai Acna Care
4.3.17 Sumber Informasi Mengenai Acna Care
Dari total jumlah responden yang mengenal Acna Care, para responden diminta keterangannya mengenai sumber informasi mengenai Acna Care yang mereka peroleh. Mayoritas responden memperoleh informasi mengenai Acna Care dari TV dan Demo / Activity, masing-masing berjumlah 10 orang. Sebanyak 3 orang (7.14%) memperoleh informasi dari brosur, 5 orang (11.9%) dari word of mouth.
Sedangkan dari Tabloid/Koran/Majalah informasi didapat oleh 7 orang (16.67%).
Sumber informasi diluar yang kami masukkan disini dipilih oleh 7 orang (16.67%).
Dan tidak ada responden yang memperoleh informasi dari radio.
Tabel 4.22 Sumber Informasi Mengenai Acna Care
Sumber Informasi Acna Care Responden Persentase (%)
Brosur 3 7.14%
Word of Mouth 5 11.9%
TV 10 23.81%
Demo / Activity 10 23.81%
Tabloid / Koran / Majalah 7 16.67%
Radio 0 0
Lainnya 7 16.67%
Total 42 100%
4.3.18 Alasan Utama Menggunakan Acna Care
Dari ke-15 responden yang menggunakan produk Acna Care, tim penulis ingin mengetahui apa alasan utama mereka menggunakan produk tersebut. Mayoritas responden menyatakan bahwa mereka menggunakan produk Acna Care karena telah mengikuti Demo / Activity sebelumnya, yaitu sebanyak 7 orang (46.67%). Yang menggunakan Acna Care atas dasar rekomendasi orang lain terdapat 4 orang (26.67%), sedangkan yang menggunakan Acna Care karena tertarik iklan dan karena tidak puas dengan produk sebelumnnya masing-masing sebanyak 2 orang (@13.33%).
Tabel 4.23 Alasan Utama Menggunakan Acna Care Alasan Utama Menggunakan Acna
Care Responden Persentase (%)
Rekomendasi 7 46.67%
Tertarik dengan iklan 4 26.67%
Pernah mengikuti Demo/Activity 2 13.33%
Tidak puas dengan produk sebelumnya 2 13.33%
Total 15 100%
4.3.19 Periode Penggunaan Acna Care
Berdasarkan hasil survey, diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan produk Acna Care selama 1 bulan terakhir, yaitu 7 orang (46.67%).
Sedangkan yang menggunakan sudah selama 2 bulan terakhir ada 3 orang (20%).
Dan sisanya, yaitu 5 orang (33.33%) telah menggunakan Acna Care selama 3 bulan terakhir.
Tabel 4.24 Periode Penggunaan Acna Care Alasan Utama Menggunakan Acna
Care
Responden Persentase (%)
1 bulan terakhir 7 46.67%
2 bulan terakhir 3 20%
3 bulan terakhir 5 33.33%
Total 15 100%
4.3.20 Tempat Memperoleh Acna Care
Baik bagi responden pengguna ataupun non-pengguna Acna Care, yang mengenal produk Acna Care diminta keterangannya mengenai tempat dimana mereka
memperoleh atau melihat produk Acna Care dijual. Hasil survey menunjukkan bahwa 32 orang (76.2%), atau mayoritas responden dapat menemukan Acna Care di drug store (contohnya Century dan Guardian). 6 orang (14.29%) mengatakan bahwa mereka dapat mendapatkan Acna Care di apotik, 3 orang (7.14%) di supermarket dan yang memilih tempat diluar pilihan yang kami tawarkan sebanyak 1 orang (2.37%).
Tabel 4.25 Tempat Memperoleh Acna Care
Tempat Memperoleh Acna Care Responden Persentase (%)
Apotik 6 14.29%
Supermarket 3 7.14%
Drug Store 32 76.2%
Lainnya 1 2.37%
Total 42 100%
4.3.21 Harga Produk yang Ditawarkan
Dari kuesioner yang diisi oleh responden pengguna dan yang mengenal Acna Care, diperoleh data bahwa mayoritas, atau 26 orang (61.9%) berpendapat bahwa produk Acna Care memiliki harga yang sesuai. 12 orang dari 42 orang (28.57%) pengguna dan yang mengenal Acna Care berpendapat bahwa produk ini memiliki harga yang mahal/premium. Sedangkan sisanya, 4 orang (9.53%) berpendapat bahwa Acna Care memiliki harga yang murah.
Tabel 4.26 Harga yang Ditawarkan
Harga yang Ditawarkan Responden Persentase (%)
Sangat mahal 0 0%
Mahal 12 28.57%
Sesuai 26 61.9%
Murah 4 9.53%
Sangat murah 0 0%
Total 42 100%
4.3.22 Merekomendasikan Acna Care
Hasil survey tim penulis menunjukkan bahwa dari 42 orang yang mengenal Acna Care, 39 orang (92.86%) diantaranya akan merekomendasikan produk tersebut.
Sedangkan sisanya, 3 orang (7.14%) tidak akan merekomendasikan produk ini.
Tabel 4.27 Merekomendasikan Acna Care
Merekomendasikan Acna Care Responden Persentase (%)
Ya 39 92.86%
Tidak 3 7.14%
Total 42 100%
4.3.23 Keinginan untuk Mencoba Produk Acna Care
Pertanyaan ini ditujukan pada seluruh responden. Hasil survey yang kami dapatkan adalah mayoritas responden atau 77 orang (58.33%) ingin mencoba produk Acna Care. Sedangkan sisanya yaitu 55 orang (41.67%) tidak ingin mencoba produk Acna care.
Tabel 4.28 Keinginan untuk Mencoba Produk Acna Care
Ingin Mencoba Produk Acna Care Responden Persentase (%)
Ya 77 58.33%
Tidak 55 41.67%
Total 132 100%
Keinginan untuk Mencoba Acna Care
Ya Tidak
Gambar 4.10 Diagram Banyaknya Responden yang Ingin Mencoba Acna Care
4.4 Analisa SWOT untuk Produk Acna Care
Sudah dibahas sebelumnya bagaimana cara MWCI memasarkan produknya, yaitu Acna Care. Diharapkan dengan strategi marketing yang sudah dilakukan, Acna Care dapat memasuki pasar dengan baik, dan meraih angsa pasar yang signifikan.
Dari MWCI, khususnya Acna Care, juga terdapat analisa SWOT, yang merupakan kepanjangan dari Strengths, Weaknesses, Opportunity, dan Threats.
Berikut uraian dari SWOT produk Acna Care :
Strengths
1. Produk Acna Care sangat efektif dalam mengatasi masalah jerawat.
2. Merupakan satu rangkaian perawatan wajah yang lengkap.
3. Perawatan total, baik dari luar maupun dari dalam.
4. Hasil yang permanent.
Weaknesses
1. Mekanisme kerja. Acna Care memiliki jangka waktu tertentu sampai terlihat hasilnya. Dengan kata lain, hasil tidak langsung dapat dilihat. Karena proses penyembuhan dari dalam memakan waktu cenderung lebih lama apabila dibandingan dengan waktu yang diperlukan dengan penyembuhan dari luar.
2. Kesulitan dalam memperoleh produk (karena hanya dijual di beberapa chain store seperti Guardian, Century).
Opportunities
1. Pangsa pasar yang besar. Iklim Indonesia cenderung tropis. Sehingga kulit dapat menjadi lebih sensitif. Tropisnya iklim Indonesia juga mendorong timbulnya jerawat bagi mayoritas orang Indonesia. Maka itu, masih terdapat pangsa pasar yang besar dalam industri penyembuhan jerawat di Indonesia.
2. Tidak ada pesaing langsung. Kelebihan Acna Care adalah penyembuhan yang dilakukan secara total, baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Dan belum ada pesaing yang melakukan strategi yang sama dalam usahanya memasuki pasar Indonesia.
3. Total pendekatan yang baru dan solusi permanent. Berbagai pendekatan kepada konsumen dilakukan oleh MWC dalam memasarkan produknya, yang dapat dilihat lebih lanjut dari uraian strategi marketingnya. Solusi permanen juga dapat dicapai, karena dititikberatkan oleh penyembuhan dari dalam.
Penyembuhan dari dalam tubuh dapat memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat jerawat. Maka itu, apabila telah disembuhkan dari dalam, maka kemungkinan jerawat timbul akan jauh semakin kecil.
Threats
1. Kepercayaan konsumen, khususnya untuk konsumsi obat yang diminum.
2. Anggapan konsumen bahwa obat minum kurang aman dan tidak mudah.
Gambar 4.11 Produk-produk PT. Mega We Care