• Tidak ada hasil yang ditemukan

Supersemar: sejarah dalam balutan kekuasaan (bagian 1).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Supersemar: sejarah dalam balutan kekuasaan (bagian 1)."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

.ffia.;6wni!|liffir.i1@w

i:ilgiiffi

i*6,.'r

4ffi

:E';::1""';tt!;,

... .i.,''

.,dar,i

Dua,Tulisan:..'

,:

,

LAHIRNYA

Surat

Perintah

Sebelas Maret (Supersemar atau SP

I I Maret) I 966 diawali oleh peristiwa

keji tanggal 1 Oktober 1965 dini hari

yang menewaskan enam ofang

per-wira tinggi

dan satu perwira

mene-ngah TNI AD. Kekej ian ini kemudian

disusul oleh banjir

darah

dalam

pembantaian massal yang

berlang-sung antara medio

bulan

Oktober

hingga

Desember 1965.

Bahkan

berdasarkan analisis Robert Cribb,

pelenyapan nyawa .para pengikut

maupun orang yang dituduh sebagai simpatisan Partai Komunis

Indone-sia (PKI)

ini

mencapai

angka

terendah 78.000 hingga terbanyak 2.000.000jiwa.

Gerakan 30 September i965 ber-hasil diatasi oleh Panglima Komando

Strategis Angkatan

Darat

(Pang-kostrad) Mayjen Soeharto.

Kesigap-an dalam mengatasi keadaan sejak

I

Oktober 1965 membuatMayjen

Soe-harto diserahi tugas sebagai

Pang-lima

Komando Operasi Pemulihan

Keamanan dan

Ketertiban

(Pang-kopkamtib).

Karier militernya

me-nanjak

cepat, Soeharto kemudian

dilantik

sebagai Panglima

TNI

AD

dengan pangkat Leden.

HariJumattanggal 1l Maret 1966,

Presiden Soekarno tengah memimpin Sidang Kabinet

Dwikora

Yang

Di-sempurnakan

di

Istana

Merdeka.

Tiba-tiba tersiar kabar bahwa selain

demo

mahasiswa,

ternyata

ada

sekelompok pasukan

tak

dikenal

tanpa atribut yang sedang bergerak

di

sekitar

Monas.

Melihat

situasi

demikian maka Presiden Soekamo

segera meninggalkan

sidang

dan

terbang

menggunakan helikopter

menuju ke Istana Bogor. Sore

hari-nya

datanglah

tiga

oran_e jenderal

yang

sebelumnya

telah

bertemu

dengan Letjen Soeharto yang tidak

Supersemar:

Sdarah

dalam

Balutan

Kekuasaan

Oleh:

Hendra Kurniawan

hadir dalam sidang kabinet karena

sakit.

Di

Istana Bogor, ketiga jenderal

yaitu Basuki Rachmat,

Amir

Mach-mud, dan M. Jusuf berhasil

meyakin-kan

Presiden Soekarno

untuk

me-ngeluarkan suatu surat

perintah

kepada Letjen Soeharto untuk

meng-amankan situasi yang semakin me-manas. Usai surat itu ditandatangani dan kemudian diterima oleh Letjen

Soeharto,

jalan politik

Indonesia

berubah drastis.

Tidak

sampai 24

jam

setelah

ditandatanganinya

surat

tersebut, Soeharto langsung

membubarkan

PKI

dan kemudian

menangkap 15 orang menteri dan

menyingkirkan

orang-orang yang

pro-Soekarno

dari

lingkaran

ke-kuasaan.

Supersemar menandai

perubah-an

besar pada

orientasi

berbagai

kebijakan politik di Indonesia. Sejak

inilah

secara perlahan namun pasti kekuasaan Soekarno mulai dipreteli.

Kebijakan-kebijakan

politik

yang

sifatnya non teknis

militer

yang

se-mestinya menjadi wewenang

pre-siden sebagai kepala pemerintahan sejak itu dapat diambil oleh Soeharto selaku Panglima

AD/Pangkopkam-tib atas dasar Supersemar. Khawatir

jika

Supersemar dapat dicabut oleh

Presiden Soekarno sewaktu-waktu,

maka MPRS yang telah

diisi

oleh

para

pendukung Soeharto segera mengesahkan Supersemar menjadi Ketetapan MPRS pada tahun 1967. Meskipun secara

fisik

surat

asli-nya tidak

pernah

ditemukan

se-hingga muncul banyak kontroversi,

namun

keberadaan

Supersemar

tidak

dapat

dipungkiri.

Presiden

Soekarno

dalam pidatonya

yang

berjudul

Jangan Sekali-kali

Me-ninggalkan Sejarah

(lasmerah)

tanggal 17 Agustus

1966 dengan

tegas menyatakan

bahwa

Super-semar

yang diberikannya

pada

Letjen

Soeharto

bertujuan

untuk

mengatasi keadaan

dan

menjaga

wibawa

presiden.

Dalam

pidato

tersebut Presiden Soekarno

juga

menyampaikan rasa terima kasihnya pada

Letjen

Soeharto karena telah

melaksanakan tugasnya

dengan baik, namun Soekarno sebagai

pem-beri

perintah

juga

menekankan

bahwa SP

l1

Maret bukanlah

per-alihan

kekuasaan (transfer

of

au-thority).

Apabila

Supersemar dianggap sebagai perintah peralihan

kekuasa-an

dan pelimpahan

wewenang

pemerin-tahan

dari

Soekarno

ke-pada

Soeharto

tentu

suatu

keke-liruan.

Supersemar

tidak

tepat

di-jadikan legitimasi bagi pengambilan

keputusan

politis

yang

dilakukan

oleh

Soeharto, apalagi hingga

di-jadikan tonggak bagi berdirinya

pe-merintahan Orde Baru. Akan tetapi

terbukti

bahwa Supersemar telah menjadi

titik

balik kekuasaan

hesi-den

Soekarno

yang kala

itu

terus

merosot,

terbalik

dengan makin

populemya nama

Irtjen

Soeharto.

Arah

perpolitikan Indonesia

berbe-lok dari sipil ke mi Uter, dari berorientasi

kiri

menjadi ke kanan, dan dari anti

nekolim menjadi

pro

modal asing.

Supersemar kemudian menjadi alat politikbagi legitimasi kekuasaan yang bercokol selama 32 tahun.

Sejarah dan

kepentingan

politik

Selama

ini,

sejarah yang diajar-kan

di

sekolah-sekolah adalah versi resmi yang dikeluarkan oleh

peme-rintah dan dilindungi oleh

aparat keamanan. Pembelajaran sejarah di

sekolah berangkat

dari

kurikulum

yang

ditetapkan

oleh

pemerintah dengan sumber belajar buku Sejarah

Nasional Indonesia

(SM)

maupun

buku-buku babon

lain

yang

telah

lulus sensor dari penguasa.

Pembe-lajaran

sejarah

yang

tidak

sesuai dengan pakem resmi pemerintah

di-anggap berbahaya yang

dapat

mengancam keutuhan bangsa.

Bergulirnya reformasi

menye-babkan demokrasi

dan

kebebasan

tidak dapat dibendung lagi. Berbagai

informasi dan

wacana

baru

me-ngenai sejarah nasional bukan lagi

hal

yang tabu

dibicarakan. Salah satunya yaitu kemunculan berbagai

versi dan analisis mengenai

Super-semar. Barangkali entah karena sikap

kehati-hatian atau memang masih

ada

kepentingan

politik

tertentu,

pemerintah saat

ini

tetap memiliki

peran

menentukan wacana yang

menurutnya tepat

terkait

dengan

peristiwa-peristiwa sejarah

yang mengandung kontroversi.

Ini

dapat

dikatakan

sebagai

suatu

kemun-duran

dari

semangat reformasi.

Para guru atau pengajar sejarah

tentu masih

ingat

di

tahun

1980

sarirpai 1990-an,

di

samping mata

pelajaran sejarah, di sekolah-sekolah

juga

diajarkan mata pelajaran

Pen-didikan Sejarah Perjuangan Bangsa

(PSPB). Kebijakan

ini jelas

sangat

sarat dengan unsur

politik.

Gagasan mengenai PSPB datang dari

Sejarah-wan

Orde

Baru,

Nugroho

Noto-susanto

yang

menjabat

sebagai

Menteri

Pendidikan

dan

Kebuda-yaan. Landasan hukum PSPB yaitu Tap MPR Nomor IIIMPR/1983 yang berbeda dengan mata pelajaran

lain-nya yang hanya berdasarkan

kepu-tusan menteri. PSPB menjadi mata

pelajaran

yang

berkedudukan

isti-mewa.

PSPB men-earnbil materi pelajaran

sejarah pada

tema-tema tertentu

yang dianggap dapat menanamkan

semangat

juang dan

patriotisme

peserta

didik.

**r:

Hendra Kurniawan

}dPd,, Dosen
(2)

BERNAS

JOGJA

WACANA

:.j

I

I

Kamis Legi,

13

Maret 2014

HALAMAN 4

Isj::ti't***:"*fl:3ta :'i

Supersemar: Sejarah

dalam

Balutan

Kekuasaan

itu

mendukung terjadinya peralihln kekuasaan

di

Indonesia.

Pada akhirnya memang kr ta Perl u

mengambil

jarak

dengan berblL:li

kotttrovcrsi yang lnuncul

drtl.rtrr

sciarah a-car

lebih objektif

dalam

rnlr.rcari

akar

permasalahan serta

soiusi yang

bijak

bagi

kehiduPan bangsa

ke

dePan'

Inilah

Yang

"'s-ungguhnya jauh lebih penting .yaitu

mJnanarnkan kesadaran

sejalah

sekali-eus memaknai suatu peristirr 'r

sejaralr agar generasi muda daPat

lebih

arif

bijaksana

dalam

meng

hadapi persoalan bangsanYa'.

***

Hendra Kurniawan MPd,

Dosett

Pendidikan

Se.iarah

Universitcts

Sanata

Dharma

YogYakarta'

t-I

I

Oleh:

Hendra

Kurniawan

J

,:.:. ,: l'l l, . . .:. ,i'',,. ::.j.,,

Bagian

terakhir,

,::

1t,.:'1' 1,

dar,i

a fuli5bn,.t..,

:

;.1

DALAM

konteks inilah ntaka

se-jarah seba,eai iluru telah kehillngari'

objektivitasnya dan

dijadikan

alat

untuk doktrirrrsi

kcban-ssaan vcrsi

pemerintah

Orde Baru.

Semangat

dan cita-cita Orde

Baru

harus

di-dukung dan semua upaya yang

di-anggap mengancam

stabilitas

ne-gara

(pemerintah) harus dihabisi.

Dalam

Kurikulum

1994 memarig

PSPB sudah

tidak

diajarkan lagi,

nalnun mata pelajaran sejarah tetap menekahkan pada aspek militer dan

kepentingan penguasa belaka.

Anggapan bahwa sejarah secara

konseptual didominasi olel'r sejarah

rniliter

dan

politik.

kehidupan para tokolr penguusa. perang.

pernberon-takan"

dan

perluasan kekuasaan

perlu diubah.

Sejarah merupakan

ilmu

yang berbicara mengenai ma-syarakat dan bukan hanya menjadi

alat

penguasa. Sejarah

kritis

tidak

hanya

memperhatikan

peristiwa-peristiwa

politik

dalam kehidupan

berbangsa, namun

juga

aspek

eko-nomi,

sosial, budaya, dan religius

dalam perkembangan stratu bangsa. Paradigma semacam ini penting agar sejarah

tidak

mudah

jatuh

dan

ter-seret arus kekuasaan.

Demikian halrtya den-u:rn sejarah

nren-eenai Supersentat yang selama

rrrt

dibalut trlr'lt kepr'tltitl!an

l)e-nguasa

perlu

dikernbalikan

Pada

relnya. Perlu ditetraah lebih hLrj ut aprr

kah

benar

SuPersemar

rnemiliki

legitimasi bagi tonggak suatu

perne-rintahan baru. PenYimPangan atau

penalsiran yartg terlalu jauh atas

pe-rintah Supersemarjugaperlu dicermati

ada apa

di

balik

itu

semua terkait dengan upaya penggulingan

Peme-rintahan yang sah. Demikian Pula

dengan dugaan keterlibatan Pihak

asing, terutama Amerika Serikat yang

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Ttplan ng, Eadan Penelrtran dan Penqembanqan (Balitbanq) Dep3demen Kprehat.n t€lah membuklikan k€mampuannv: !ntuk mengkonlrrmati kasus kasus llu bu'unq pada

Perlakuan pemberian jenis pupuk kambing menunjukkan pengruh terhadap pertumbuhan jumlah cabang 8.11 luas daun yaitu 1810,08 cm, dan rata-rata bobot kering berangkas

Dalam metode fuzzy diperlukan penentuan aturan yang nantinya akan digunakan untuk menentukan variabel yang akan ditentukan. Hal ini, dilakukan sesuai dengan langkah

Tabel 4.8 : Koefisien korelasi, Signifikan, dan Kontribusi Tipe Kepribadian terhadap Tipe Gaya

DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN MANGGARAI TIMUR TAHUN ANGGARAN 2014 mengundang pimpinan badan usaha selaku peserta pelelangan ulang pekerjaan konstruksi Dinas

fotomu di media sosial, pasti banyak orang juga lihat gitu, gimana tanggapanmu sama orang- orang yang suka sama foto selfie mu?. Yaa, seneng, berarti kan mereka ngerespon nya

[r]

Kekuatan yang cukup besar yang dimiliki oleh sebuah organisasi adalah berada pada komunikasi yang akan bermuara pada lingkungan kerja yang kondusif dan baik,