J i l i d 1 7 , N o m o r 2 , J u n i 2 0 1 0 l s s N 0 2 1 5 - 9 6 4 3
JURNAL
ILMU PENDIDIKAN
D i t e r b i t k a n o l e h :
L e m b a g a P e n d i d i k a n T e n a g a K e p e n d i d i k a n ( L P T K ) d a n
l k a t a n S a r j a n a P e n d i d i k a n l n d o n e s i a ( l S P l )
JIP
J i l i d l 7N o m o r 2
H a l a m a n t7-167Malang J u n i 2 0 1 0
I S S N
02 l 5-9643
JIP
JURNAL ILMU PENDIDIKAN
rssN 0215-9643
Jilid 1,7, Nomor 2, Juni 2010, hlm. 87-167
JURNAL ILMU PENDIDIKAN diterbitkan sejak 2l Februari 1994 oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan lkatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI).
T e r b i t ti g a k a l i s e t a h u n p a d a b u l a n F e b r u a r i , J u n i , d a n O k t o b e r ; m u l a i j i l i d 1 7 , d a l a m s a t u j i l i d a d a e n a m n o m o r . Berisitulisan yang diangkat dari hasilpenelitian dibidang pendidikan. Artikel telaah(review article) dimuat atas u n d a n g a n . I S S N 0 2 I 5 - 9 6 4 3 .
Ketua Penyunting Ali Saukah Wakil Ketua Penyunting
Imam Agus Basuki Penyunting Pelaksana
Margono Suhadi lbnu Amat Mukhadis Ahmad Samawi Yazid Basthomi U t a m i W i d i a t i
Effendy Suyono Pelaksana Tata Usaha
A m i n S i d i q A m i n a r t i S . W a h y u n i
Ma'arif
"$?iliff"'ffili:i?''
Akhmad Munir Imam Gozali Doni lrwanto
Yamin
Pembantu Pelaksana Tata Usaha SyamsulBakhri Gloria Hardiningsih
Alamat Penyunting dan Tata Usaha: Subag Sistem Informasi BAAKPSI Universitas Negeri Malang, Gedung A-2 Lantai II Jln. Semarang 5 Malang 65145 Telepon (0341) 551-312 pesawat 143, sambungan langsung dan Fax. (034 I ) 5 52- I I 5. H omepage : http://www.um.ac. id. E-mail:[email protected]. id.
Penyunting menerima sumbangan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lain. Naskah diketik di atas kertas HVS kuarto spasi ganda sepanjang lebih kurang 20 halaman, dengan format seperti tercantum pada halaman belakang ("Petunjuk bagi Calon Penulis JIP"), Naskah yang masuk dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah, dan tata cara lainnya.
Dicetak di Percetakan UM Press. Isi di luar tanggungjawab Percetakan
JIP
JURNALILMU PENDIDIKAN
ISSN 0215-9643
Jilid 17, Nomot 2, Juni 2A10, hlm. 87-167
DAFTAR ISI
Penerapan Pembelajaran Eksperiensial dalam llengembangkan Self-Regulured 8'7-93 Learning
D ar mi ony (Univ er s it a s Mat ar ant)
1'he Complexiry in Adopting New Technological Programs In Education 94-100 Diana Tien lrdahmi (Universitas Negeri Malang) r
Srudents' Critical Thinl,ring in Writing a Thesis Using the Transitivity' Systc nr l 0 l - 1 07 Emi Emilid (Universitas Pendidikan hdonesia)
Pola Asuh Orang Tua, Konsep Diri. Motivasi Diri, Iklim Sekolah dan Kesadaran 108-i l6 Emosi Siswa SMP
Esther Hq,'ds*t t (Universitas Negeri Manado)
Modef Komunikasi Wirausaha. Pembelajaran Wirausaha" Sikap Kervirausahaar. cian Kinerja 117-125 Usaha Kecil
Muhamn arJ Rakib (Univ ersitas N e ger i Makas s ar)
Peningkatan Pemahaman Kimia Melalui Paduan Pembelajaran Kooperatif rlan 126-133 Peiirecahan idasaiah Kimia dengan Tekrrik Patlrway
Mun tar i (Univers itas Matarant)
Model Pelatihan Wirausaha Jasa Boga Berwarvasan Gender bagi Remaja Pesanffen 134-145 Siti Molikhah Towaf (Universitas Negeri Malang)
Pemberdayakan Keterampilan Metakognisi Siswa dengan Strategi Pembela.jaran 146-152.
Jigs aw- Re c iproc a I Te ac hing (J irat) S ttratno ( Univ er s itas Je mber )
Pengembangan Modul Kewirausahaan di SMK 153-15'l
Wening Patmi Rahay dan Sudarmiatin (Universitas Negeri Malang)
Pembelajaran Reciprocal Teaching dan Metakognitif (RTM) yang Memberdayakan 158-167 Keterampilan ldetakognitif dan Hasil Belajar Bioiogi Siswa SMP
Zusje 14. M. W'arouw (IJniversitas Negeri Manado)
Berdasarkan Keputusan Direkur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 43lDIKTI/Kep/2008
tanggal 8 Juli 2008 tentang Hasil Akreditasi Jurnal llmiah Direhorat Jenderal PenCiltkan Tinggi Tahun 2008. Jumal
Ilmu Pendidikan (JIP) diakui sebagai jurnal nasional terakreditasi.
PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DA}[
METAKOGNITIF' ATM) YAI\G MEMBERDAYAKAI\
KETERAMPILAI\ METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR BIOI-,OGI SISWA SMP
1/'
,ll
,ltZusie W. M. Warouw
FMIPA UniversitasNegoiManadq JI Kampus FMIPA Tondano E-mail: [email protected]
Abstract
Reciprocal and Metacognitive Teaching Empowering Metacognitive Skills and Biologt L6gming Achievements of JuniorHigh
School Students. The strrdy tries to reveal influence of theleming
sEategies toward metacognitive skills and biolory leaming; influence of academic capability toward metacognitive skills and leaming; influence of academic capability and learning statery interac- tion toward metacopitive skills and learning. Data was anabzed using ANCOVA. Results slrowed that sratery of RTM had significant influence in improving metacogritive skill of the students who had low md higlr academic capabilities. The study also found that the stategy would improve leamingoffte
stu- derils vfro hadhiglr academic c4abilities.Absfi1ak Pembelajaran Reciprocal Teaching dan
Metakognitif (RTM)
yang Memberdayakan Keterampilan Metakognitif danllasil
Belajar Biologi Siswa Penelitian quasi eksperimen ini berh$uan mengungtap penganrh stategi pembelajaran (R11vt, RT, Konvensional) terhadap keterampilan meta'kopffi
dan hasil be$ar biologi; penganrh kemampuan akademik terhadap keterampilanmetakopiti{
dan hasil beiajar; pengaruh interaksi stategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap ke- terampilan
meakopitit
dan hasil belajar. Rancangan "Prelest-postest Nowequivalent Control Granp-
Desigf'velsi frktorial 5XZ
Dea r{iarralisis dengar ANACOVA. tlasil penelitian menurjul':kan bahwa strategiRTM
merniliki pengaruh yang singnifikan untu[< meni-'rgkatkan keterampilan metakognitif, hasil belajar siswa berkemampuan akademik rendalr, dan tingg. Berdasmkan kmuan-temuan tersebut, matra secara unurn dryat disimpulkan bahwa:l)
stategi RT+M nT berpoterisi meninglatkan keterfitpilanmetakogritf
dan hasit belajar.2)
stategi pembelajaran RT+M, RT dapat dit€rapkan dalam pembe- lajaran Sains Brologi pada SMPN di KotaManadoKata kunci: metakogritif, reciprocal teachhg hasil belajar biologi
V
Pendidikan sepanjang kehidupanindividu
harus di- dasa*an pada empat jenis belajar firndanrental yang membentrkpilar-pilr,
yaifir: bel4jar untuk mengehtrui(leming
ta fuovt'),be$r urtrk
melakukan(leoning
to da), belajaruntrk
hidup bersarna (lewntng ta live tCIgetler\ dan bel4iar unhrk mealadikan jtu
dm Qeun-ingto
be).Dunia pendidikan mengalami berbagai
oulsa-
-lalr,
di
anbranya kualitas. Secara komparati{ kualibs pendidikan Indonesia tergolong sangat rendatr. La- poran hasil*fii tIE
ThirdIntertaional Mahernaics md
ScienceSnd)hwd CfiMSS-R
1999)d@ata'
kan muhr pendidikandi
SMPurtuk IPA
menempdi peringkatke-
32, dan peringkat ke-34 untuk Mate-matika
dari
38 negara(Tim BBE, 20A),
dan pada tahun 2003, Indonesia berada pada peringkat ke-36 dari 45 negara pesert4baik
pada bidang Matema-tika
maupun bidang Sains (Depdiknas, 2007). Salah sdu daerah di Indonesiayang masih rendah dan belum menunjukkan peningkatan mutu pendidikan adalah daerah Sulawesi Utara khususnyadi
kota Manado sebagai pusat ibu kota Provinsi.Sebagian
besm
sisrvaSMP Negeri di Kota
Manado belum mencapai
Krit€ria
Ketu*asanMini-
mal. Berdasarkan hasil survei pada bulanJuni-Juli
2008, untuk kelasMI
sernester genap tahun ajaran 20W /2A08 umumnyarabrata
nilai fiasil belajar siswa di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM
< 75).158
warontt, Pembelqiaran Reeiprocal Teaching dan Metakognitif (RTIIfl) yang Memberdayalan Keterampilan Metat@gnitif
lsg
Rendahnyahasil belajar biologi di
Manado,disebabkan
iffena
belum mengembangkan keteram- pilan metakogrrisi. Flasil sunrei menunjd<*an bahwa guru-gurubelum
mengetahuiap4
dan bagaimana pembelajaran metakognit'rf. 36,5V/o reqponden belum rnengenal pembelqjaranmmkognitif, 46j496 ttcrlk
menjawab (dalam kategoritidak tahu),
sedangkanyaqg
sudah mengenalhanya
17,07yonamun
ber- dasarkanwawancar4
respondenhanya
membaca melalui buku teks.Dernikisr
pula kemampuan meta-kogniti{
terungkap 97,5.60/o belum tahu arti kemarF puan me&kognitif danbelun
mengembangftan, dan 100% belum tahu pentingnya memberdayakan ke- mampuanmetakognitif
dalam pembelajaran. Fakta empirisini
sangatkontradiktif
dengan peran meta- kognisi secarqtmretis. Metakognisi
(metakognitif)memiliki per;ran yang
sangat penting, agar pem- bel4iaran berhasil (Livingstone,LnT.
pembelqiaranbiologi yang
mengembangkan keterampilan meta- kognitif diharapkan akan bendampak pada keterlibat- an aktif selunrhsisr4
menernukan sendiri pengstahu- an melaluiinbralci
dengan lingkurgannya sehingga pernbelajaran berhasil dan mutu pendidikan meiring-kat
Hasil surveijuga
menunjukkanbahw4
shategi reciprocal teachrngGT)
denganmetakogniti{ Rl
belum pernah dilakukan secara terencan4 sistematiq dan konsisten dalam penrbelqiaran.
llasil
surveim+
nuqjukkar
png
srdah mengural strdegiKl l2.lf/o,
dan pemah menerapkan 9.75%. Namun dalam lang-
l€h-langlsh
staf€gi RT, 0% yang menjawab benar.Berdasa*an
falo-fakta
empiris der l€jian t€ore- tis yang dipapa*an di atas, maka urgensi penelitianini
adalah(1)
pengembangan perangkat pembelajaran yang memiliki lrc,ralcerisitik mernberdayakan keteiam-pilm
meekognitid (2)penerapr
sftfiegipembelajrm
png memiliki
karal*eristiksn&nt
centered. Kedua urgensi penelitianini berimplil€si
padapeninsahn
keteraryilan memkogrritif dan hasil belaja sisrva berkemanpar
akadernik tinggi maupun akademik rendatr.METODE
Penelitian quasi
eksperimfl il,
didahului pe-nyusunan perangkat pembelajaran
RT+M
dan RT, berdasarkan pendekatan sistemKemp.
Rancangan prrcliflan qmsiefuprtnm
selengftapnya&hh
*pre-test-postest Non-eEtivalent
Conttol Groqp Design,
versifaktorial 5 X 2,
sebagaimana yangditunjuk-
kan pada Gambar
L
Selunrh
penelitian ini dilakukan pada
SMP Negeridi
Kota Manado pada semester genap tahun pelajaran 20082:009. Enam sekolahterpilih
s@araClwter
Sampling. Dengan penentuan kelas secara randonr, didapatkan 5 kelas kemampuan akademiktinggr:
kelasWtr
1 SMPNegeri 4
dengan sintaks CS+n4 kelasVIII D
SMpNegeri
1 dengansintals
CS, kelas
VItr L
SMP Negeri 1 dengan sintaksRT+M
kelas
VIII B
SMP NegeriI
dengansinbla
RT, kelasVIII A
SMPNegeri
trO dengan sintals pembelajaran Konvensional. Selanjutrya 5 kelas kemampuan aka_demik rendah: kelas
VItr
10 SMp Negeri 7 Cengan sintaks CS+Vtr kelasVItr D
SMp Negeri 3 dengan sinuks CS, kelasVItr
7 SMp Negeri 8 dengan sintaks RT+II4, kelasVItr
13 SMP Negeri 8 dengan sintaks RT, kelasVIII
T SMPNegeri 7 dengansinhls
penrb+Iqiem
Konvensional. Pengelompokkanal€demik dilahl<an berdasa*an daraNilai
RapoNR)
semester
ganjil,
masing-masing 5 kelaslang berk+
mampuan akademik tinggi
(Nb?5)
yang tidak berb+ ' da signifikaa dan 5 kelas yang berkemampuan akade mik rendah (NR<75) yang tidak berbeda signifikan.Or XrYr
02XzYr XzYz XrYr
Or XtYz
OrzOtt
&'{z
OruXsYr Ors
XsYz
Gambar 1. ProsedurEksperimen.?retest-
PostestNon-equivalent Control GroupDesign" (Wiersma, 199t.
Keterangan:
Ot3,s,1e.r r,6, rs,r1 1e
:
PretesOa+,0.q rqra r4ro, 18,20
:
PostesX1: Cooperative
Scnl
+ Metakognitif(CsM)X2
:
Sffiegi ne ciprocal Teachn?g + Metakognitif (RTM) Xr-
Stategi Cooperatiw Suipt{CS)Xq
:
Snxeg1k
ctp r oc a I Teac hinggl)
X5 = Srategi Konvensional Y1
:
Kemampuan akademik tinggi Y2 = Kemampuan akademik rendahPenyuzunan
artikel ini
hanya atas dasar hasil penelitian terlcait penganrh stategi pembelajtrm RTIvI,RT
dan yang konvensionaldi
kalnngan siswa ber- kemampu:in akademiktinggi
dan rendah. Rata-raa jurnlatr siswasetip
kelasarbra
3G40 siswa Padas
tiap
stategi diambil20
siswa, kecuali untuk shategi konvensional akademiktinpgi diarnbil
16 siswa, se- hingga diperoleh jumlah sampel 1 16 siswa hsbumenOto
Ott
160 furnal lhwt Pendidikan, Jilid 17, Nomor 2, Juni 2010,
hln.
15&167 evaluasi yang disusun berupa tnS essay hasil belajarko$id{
menggunakarirubrib
dikembangkan peneliti mengacu padaHart
(1994), dan keterampilan meta-kognitif rubrik
penskorandari
Core- bima(2009).HASILDAI\IPEMBAHASAN Hssil
Data yang terkumpulkan melalui
instrumenpmelitian
dianalisis dengan menggunakan anakova Hasil analisis selengkapnya ditunjukkan pada Tabel 1.Berdas.rkan Tabel
I di
atas terlihar bahwa sig- nifikansi t€rkait shafegimaryun
akade-mik
sama-sama sebesar 0,000. Oleh karenaitu t{o
yang terkait sftategi maupun kemampuan akademikditolak
dan hipotesis penelitiannya masing-masingditerima. Oleh karena makalah ini ditulis
hanya berdasarkan hasil penelitianterkait stategi
pembe-lujeta" RTM, RT
dan konvensional, makaberikut ini
ditr4iukkan hasiluji LSD
yang hanya mencakup ketiga shategi itu. Dapatdi
lihat padaTabel2.
Dari hasil
uji
LSD pengaruh shdegi penrbel4iar, an, te,nmgkap adanya perbedaanrafa-rila
skorkete
rampilan metakognitif siswa pada kelompok perlalaran dan kelompok kontrol. Rata-rata skor terkoreksi ke- terampilan metakognitif siswa yang t€rtinggi terlihat padakelompok perlakuan dengan stategi RTT{, ber- beda nyata dengan rafa-rtfa skor terkoreksi keteram- pilan metakognitif siswa pada kelompok snategi pem-
belqiran RT
dan konvensional. Secara persentase dapat diurutkan bahwa rala-rata skor terkoreksiket+
rampilan mehkognit'rf siswa pada kelompok sbategi
RTM
lebihtinggi
10,88% dari rata-rata keterampilanmetakognitif
siswa pada shategi pembelajaranRT
dan 20,49orldxi
ruta-rata skor keterampilan meta-kognitif
siswa yang belajar dengan stuategi konven- sional. Berdasarkan persentase, diketahui juga bahwa peningkatan rdra-r:rta skor keterampilan metakogrifrf yangpaling tinggi terlihat
padakelompok sfategi
pembelajaranRTM.
Hasil analisis
juga
menunjukkan rata-rata skorterkoreksi
keterampilanmeakognitif yang
paling tinggi terlihat pada sisrva berkemampuan akademik tinggi yaitu 79,158, dan lebihtinggi
7,80% dari rata- rafa skor terkoreksi keterampilan metakognitif siswa berkemampuan akademik rendah.Rafa-rata skor keterampilan metakognitif yang paling
tinggi
terlihat pada kelompok strategiRTM,
dan akademiktinggi
yaiar 85,810 dan menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan rata-rata skor ter- koreksi keterampilanmetakognitif
pada kelompokshategi
RTM
akademik rendah danRT
akademiktinggi,
dan rendah.Secara persentase dapat diinterpretasikan bahwa r.a/rz-rata
skor
terkoreksi keterampilanmetakogntif
siswa berkemampuan akademik tinggr yang belajar dengansfategi
pembelajaranRTM, lebih tinggi
7,86yo dart raturata keterampilan metakognitif siswa yang berkemampuan akademiktinggl
yang belajar dengan sfrategi pembelajaranRT, dan
23,62Tole- bih tinggi dari
rata-rata keterampilanmetakognitif
siswa berkemampuan akademik tinggr yang belajarden gan
stategi
konvensional.Berdasarkan
Tabel 2 di
atas, diketahuijuga
bahwa terdapatperbedaan
keterarnpilan metakognitif siswa setelah pernbelajaran dengan sfra-tegi
pembelajaran. Keterampilan metakognitif siswa akademiktingg
yattgbelqia
dengan sfrd€giRTM
meningkat 500,95yo dari keterampilan metakogrritif awal dibandinglan dengan keterampilan metakogrritif siswa berkemampuan alodemik rendah yang dibelajarkan dengan strategiRTM
meningkat M6,9?oA dari keterampilan metakogntif awal.Selain
diteliti
pengaruhnya terhadap keteram- pilan metakognitif, sintaks pembelajman yang dikem- bangkanjugadiuji
pengaruhnya terhadap hasilb+
lajar biologi sisu,a Data yangterkurnpulkan dianalisis dengan anakova. Ringkasan hasil analisis kovarians selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.
Berdasarkan
Tabel 3 di
atasterlihat
bahwa signifikansi terkait shategl maupun kemampuan aka- demik sarna-sama se.besar 0,000. Oleh karena ituIIo
yang terkait sfrategi maupun kemampuan akademik
ditolak
dan hipotesis pe'nelitiannya masing-masing diterima. Oleh karena makatahini
ditulis hanya ber-dasa*an hasil penelitian
ter{<aitshategi
pembela- jaranRTM, RT
dan konvensional, maka berikutini ditunjukkan hasil uji LSD yang
hanya rnencakup ketiga sfiategl itu.Hasil
uji LSD
pengan:h sfrategi pembelajaran, terungkap t€rdapat perbedaan rata-rata skor keteram- pilanmetakognitif
siswa pada kelompok perlakuan dan kelompok kontool. Rata-rata skor terkoreksi ter- tinggi terlihat pada kombinasi strategi R.TM, selan-juhya Rl
dan konvesional.Pada
sfiategi
pembelajaiarr:l)
rata-rata skor hasilbe$ar
pada kelompok kombinasi sfi"fegiRTM lebih.tinggi l0,25yo
dari rata-rataskor
strategiRT
dan 20,66yodari
rata-rata skorhasil
belajar siswa pada sbategi pembelajaran konvensional,2)
ruta-rata skor hasil belajar siswa yang behiar dengan
RT
lebihtinggi
I8,98oA dari rata-rata skor hasil belajar siswadi
kelompok sfategi konvensional,3)
rairz-rata skor hasil belqiar kongitif siswa pada kelas perlakuanll/arouw, Pembelqiaran Reciprocal Teaehing dan Menkognitif (RTtr4) yang Menberdayalcon Keterampilan Metakognq
16l stategi RT
lebihtinggi
16,54% dari rata-rata skorhasil belqiar siswa pada
kelompok stategi
penrbe-lajrm
konvensinal. Persentise peningftatan, terlihat bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa yang belajar denganstrateg RTM
meningkat tebihtinggi
yaihr 6W,26y;, berilnfrrya rata-rafia skor hasil belajar siswayang belqiar dengan shafiegi konvensional meningkaf 496,56yo, dan shategi
RT meningkat
440,t6%o.k-
lanjuhya
ttu-rala, skor terkoreksi hasil bel4iar siswa berkemampuan akademiktinggi
lebihtngg
10,94o/o dari rata-rata skor hasil belajar pada kelompok siswa berkemampuan akademilk rendah.Tabel f. Hasil Uji Pengaruh Strategi Pembelajaran
danKemampuan Akademik terhadap Keterampilan Metakognitif
SiswaType
tII
Sum of Rata-retaCorrected Model Intercept XKETM STRATEGI MAMPU
STRATEGI * AKADEMIK Error
Total
Corrected Total
6923.6r1(a) 76284.558 130.615 4519.741 1689.662
603.581 7817.66t 115299t.310
1474t.271
592.361 76284.558 130.615 tt29.935 1689.662 150.895
12.258
16.384 1805.226 3.091 26.739 39.985
3.57t
l0
I I
4
I 4 185
t96
195
.000 .000 .080 .000 .000 .008
Tabel2. Hasil Uji LSD Pengaruh Interalai
StrategiPembelajamn
danKemampuan Akademik terhadap Keterampilan Metakognitif
MAMPU XKETM
STRAl.EGI Y1M.
KETM
SELISilI YlKET.
LSD Nota- tion 3=Konvensional4:RTeaching 3:Konvensional 5:RT+M 4:RTeaching 5:RT+M
2=endah 2=endah
l=inggi
2:rend"h i"+inggi
t2,216 t5,234 t4,746 t4,t82 17,339 14.31 I
66,626 67,595 69,511 77,571
79,ttt
54,410 52,362 54"764 63,390 61,772
7l
65,996 67,595 69,409 77,353 79,550
l0
a a a
b b c
Tabel 3. Hasil tiji Pengamh Strategi Pembelajaran
danKemampuan Akademik terhadap llasil
Belajar
SiswaType
Itr
Sumof
Mean Square sig.
Corrected Model Intercept Prekog Strategi Akademik
Shategi * Akademik Error
Totai
Conected Total
8510.269(a) 6561t.671 45.443 4382.750 2441.889 l3 19.893 7962.975 1052 134.195 t6473.243
851.U7 65611.671 45.443 1095.687 2441.889 329.973 43.043
19.772
.0001524.325
.0001.056
.3062s.456
.00056.731
.0007.666
.000l0
I1
4 I 4 185 196 19s
TaH 4.
Ringl{asanHasil Uji LSD Pengaruh Interalai
StrategiPembelajaran flan t(grnrmpuan Akademik terhadap Hasil Belajar
SiswaSTRATEGI MAMPU YlKOG SELISIH
YlKOG.
coR
LSD Notation 3=Konvensional
4=RTeaching 3:Konvensional 5=RT+M 4=RTeaching
2-bawah 2=bawah
l:atas 2:bawah
l=atas
9,592 12,083
62,535 62,742
52,943 50,659 54,168 60,379 63,543 72-638
62,146 62,746 66,133 71,103 77;641
tt,978
66,14610,905
71,29413,820
77,363a a a b c
S=RT+lvI l=aras
lt,l8l
83.819 83.68r dt62
Jurnal IInw Pendtulikan, Jilid I 7, N omor 2, Juni 20 I 0, hln. I 5 8- tr 67Tabel
4
memberikan gambaran bahwa terda- pat perbedaan rda-rata terkoreksi pada beberapabraf
inf€ralsi. Rata{ata skor &rkoreksi hasil belajar yang paling tinggi
terlihd @a
sisna berke,mampuan aka- demik tinggiymg
dibehiarkan dengan shtegiRTM.
Rda-r&
skor tertoreksiini
masih lebih tinggi 7,77/odari
siswa berkemampuanakademik tinggt
yangbelaiar dengan
sffiegi
RT dan 26,530/o lebih tinggifui
ratrq*ahasil
belajar siswa berkernampuair akademik tinggi yang belajar dengan shategi konvensional.tlal yang
berbedaterlihat
pada siswa berke- mampwm akademik rendah, dimana tarnpak bahwasism
akade,mik rsrdah yangbelaja
dengan strafiegiRT
danRTM tidak
menunjukkan perbedaan rata- rata skor yang bermalara. Secara persentase, rdra-rafa, skorhasil
belajar siswa berkemampuiln akademik rendah yang beQiar strafegi pembelajaranRTM me
nunjukkan perbedaandengan
persentasel3,3lyo
dari rata-rata skor hasil belajar interaksi shategiRT
dan akademik
rendah
serla \4,04yodari
interaksishategi konvensional dao
akademik rendah. Jikadilihat daii
penentase peningkatan, tampak-bahwa siswa berkemampuan akademiktinggi
yang belajar denganstategl RTM memiliki
persentase pening- katan rata-rataskor hasil
belajaryang
lebih tinggr dibandingkan dengan interaksistategi
RT dan aka-demik tinggi
maupun interaksi strategi konvensio- nal dan akademik dnggi.Penelitian
ini
menghasilkan sbategi pembela- jarankooperati{ yakni
strategiRTM.
Khusus sfra- tegi metakognitif, salah satu yang digunakan adalahs
elf
assessing. Iangkah-langkah pembe$aranRTM,
hasil pengembangan dihxliufrkan pada Tabel 5. Secaxa
eirsplisi!
Tabel5
proses pembela- jaran yangdilakukan
dengan strategi pernbelajaranRTM,
dan berorientasi pada pengembangan kete- ranrpilan metakognitif.
l
i
t:
ili
I I I
Tabel5. Langkah Pembelajaran RTM
Kesiattn Guru Kesiatan Siswa
A. KegiatanAwal
l.
Memotivasi siswadengan menggali pengetahuan awal siswa2. Meny'ampaikrn Tujuan Pembelqlaran, dan melyampaikat peraturan yang hanrs dipanrhi.
3. Membagi siswa dalam kelompok (setiap kelompok t€rdiri 4 siswa)
A
KegiatanAwal1. Mengintervensi masalah yang telah dimilii<i atau diatami siswa dalam kehidupan siswa"
2. Menyimak penyamparan trjuan pembelajaran, perahnan yang han:s dipatrhi
3. Siswa membentuk kelompok (setiap kelompok terdiri 4 siswa)
B. Kegiatan Inti
l.
Mqnbagikan materi/LKS pada masing-masing siswa2. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan r€ncana p€ranyaan t€ntang maleri
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa una* mengqiukan
pffi)aan
bodasarlon idepokokpngelah dinrlis oleh sl*lla 4. Guru mernberikan kesempatan pada siswa untuk menjawabpertanyaan siswa lam (cl os e book\
5. Guru memb€rikan kesempatan kepada siswa unilk
mengklarifikasi (open book) melalui diskusi saling mengajar poin-poln yang belum jelas.
6. Gunr bakeliling memberi bimbingan seperlunya kepada kelompot siswa yang sedang berdi*nsi.
7. &rru memberikan kesempatan kepada siswa untuk meftmg- kumhasil disknsi secara individu dan kelompok
8. Guru memberikan kqs€mpatdr k€pada siswa untrk mempre diki (mengkonfirmasikan arnu mernbuktikan kebalikannya hipotesis mengenai apa yang akan terjadi bailotrya) 9. Gunr memberikan kesempatan salah satu kelompok presen-
hsi hasil kegiatan kelompok.
10. Guru meurberikan kesemparan siswa mernbuat ref;acserc- ,ng t€rhadap mat€ri yang telah dipelajari, dengan meilrlis- kanpadaLKS.
B. Kegiatan Inti
l.
Sisra membaca dan menyimak matrri/LKS yang dibagikan2.
Siswa berpikir rencana pertanyaan tentang materi3. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan ide pokok yang telah ditulis.
4.
Siswa mer{awab pertanyaan siswa lainle/ose boot) 5. Siswa mengkl uifikasi {open book) melal'udiskusi salingmengqjar poin-poin yang belum jelas
6. Siswaaktifdalam diskusi
7. Siswa meraugkum hasil diskusi secara individu dan kelom- pok
8. Siswa memprediksi (mengfuonfirmasikan atau membulcikan kebalikanhya hipotesis me,nge,nai apa yang akan tujadi bed- kutrya)
9.
Salah saDr kelompok presentasi hasil kegiatan kelompok.10. Siswa membuat self osessing terhadap materi yang telah dipelajan, dengan menuliskan pada LKS.
KegialanPenurup
fr{u*eritar
tesempatan kepada siswa menyimpulkan dari hasil reftlesi materi yang baru dipelajari dan menuliskan padajumal belajarMernberikur kesempmr kepada sts'wa npngunpulkat LKS
Cruru memberikan tugas rumalq yaiu mernbuat pertanyaan dan jawaban tertulis untuk materi berikutrya
C.
l.
',
3.
C, KegiatanPenutup
l.
Siswa saling menyamakan penepsi menlimpulkan dari ha- sil refldesi matcri yang baru dipelajad dan menulislcar pada jumal belajamya-2.
Siswamangumpulkan LKS yang sudah dikedakan.3.
Sisrva mengerjakan tugasruna[
yaifir membuat p€rtanyaan danjawaban terulis rmtuk materi berikutnyaKetoangan: Penggabungan oleh Psnulis
Warouw, Pembelaiaran Reciprocal Teaching dan Metal@gnW(RTM) yang Memberdayakan Keteratnpilan Menkagnitif 163
Pembahasan
Pmguuh Sfrdqi
PembetqiffianMhadq Kdc- ranpilan Medrognitif
Si;swaHasil
analisis rata-rataskor terkoreksi
kete- rampilan metakogntif siswa yang dibelajarkan dengan sfraf€giRIM
lebih tinggi dibandingkan dengan rara- rata skor brkoreksi keteralnpilan metakognitif siswa pada strategi pembelajaran konvensional.Sou* p".-
sentase
peninglstan juga
menggambarkan bahwa sftdegi pembelajaranRTM
rreningftd<an keterampil-an metakognitif siswa lebih tinggi
dibandingkan dengan strategi lainnya.Stdegi Rf
merupakan salah satu sfiziegi pembe$aran
kooperatifyang
menu4iukkan pembelajaran metakognitif dan sangat efektif dalam meningkadran perolehan-perolehan siswa selamapembelqire"
I-€bill lanjut diielaskan oleh Palincsar dan Brown (19SObh-
wa
kekumn eu
penekanar dad stategi RT berpusd pada munbaca dan mermgfuum untuk meningkd<ankognitif
dan aktivitassisw4
karena de- ngan adanya kemampuan metakognitif, siswa.akan lebih dapat memalrarni konsep dan yakin untukme
lalarkan aktivihs lainnya
Nfafaat
lainfui
pertrapan skategi RT adalah melatih belajar kelompok(koope rar$
inU.ri< saling meng4iar (saling mernberikeEra&
pilan, pengalaman dan pemahaman yang mereka in-
duksi meialui prinsip
kegiatan mengklarifikasija-
wabm). Berdasarkan beb€rapa penelitian rebelunny4 strdegi RT cocok diterapkanbrsama
denganffigi
metakognitif, l<arena dalam pembelajaran dengar
RT
melibatkan tiga komponen utama yang mu{etaskan tentang sbateg pemahaman yang cocok digunakaa kupat, di man4 bagaimana menggunakansffiegi inl
de terjdi
per4anmn diriselfregdaed
teqnerdAlzrrn rrrcngggunakan sh"ategi ters€but jelas memperlihatran pob pembeQaran metakognitifll{al
ini akan tsrcemrin dalam empat langkah dariRT:
membuat pertanyaan, memprediksi, mengklarifikasi, dan merangkum.Bertanya mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kemampuan
berpikir siswa Dije
laskan oleh Marzano (1993) dengan bertanya siswa dapat meningkaikan kemampuan
berpikir
tingLat tinggi mereka" Setelah memberikan perbnyaa4 siswa diharuskan melalarkan kladfikasi dengan mencocok- kan jawaban yang dilcemukakan denganjawaban yangpada
buku teks.
Padaahap ini
siswadib€rilan
kesemp,atan untuk melakukan revisi terha- dap gagasan-ggasan yang telah diperoleh padahhap
sebelumyaSeblah
siswa akan berdisl$si dengan teman kelompok terkait dengan materi yang sementara dipelajari. Siswa akan merangkum hasildishsi
b"rup,a gagasan-gagasan penting yang ditemu-km
selarna punbelqiaan. Menunrt Nur (2004) mqffirg-kun
meliputi menulis pernyataan-pemyataan singkat yang mewakili ideidertuna Tatrp slqfurnya
adalatr mempredilai kebalikandai
hipotesis.Kegiaat
mem-predilsi
menrpakan salah satustategi
metakognitif (Nur, 2004). Penginbgrasian sfrdegi nreUkognitif pada bagianakhir
penerapan shategiRTM
adalah mere-flelai
diri dengan menuliskan apayangtelah dik€tului dan apa yang belumdiketalui
serta langlratr pengem-bansn
perolehar hasil belajar. Sebehnrnya, hasilpure
litian mengenai pengqiaran ESP menunjukkan bahwa perbedaan shategiyang
diadopsi oleh para ilmuan membaca dalam bidangnya berhubungan eraf dengan agendayang dimiliki ihnuar
yaitu trjuannya untuk membaca(fleni4
2006).kbih
larfut diielaskan pula oleh Anderson(1991)
bahwa memutuskan apakah membaca teks secara selektif atau lurus melalui, dan memisahlon relwan dari informasi yang tidak relevan, kebutrhan pertamanya hanrs memiliki pengutiar yang jelas tentang tujuan membaca.Siswa yang menggunakan strategi metakogni-
tif dalam aktivitas
pembelajarannyajuga
menun-juk*an
keterampilan metakognitif yang lebih baik.Kauchak dan Eggen (1996) menjelaskan bahwa kete-
rarpilm
metakognitif dapdmemhnnr
mereka men-j&i self+egilded
lemners yang bertanggung jawab t€rhadap kemajuan belajamya sendiri dan menga-_daptasi
seateg
belajanrya mencapai tuntutantugls.
Sfiat€gi
RTM
yang digunakan dalam penelitianini m€nrykm
hasil dari penelitian pengemb.angan.tlat ini
sesuai dengan Corebima (2006) yang menyata-kan
bahwa pelatihanmetakognitif
dapat diajarkan s€cara t€rpisah maupun dapat dimasukkan s@axa smgaja dalam suatu pembelajaran tertentu. Stategtmetakognitif yang dilakukan
dalampenelitian ini mhra
lain adalah berupa self assesing. Sintala pem-belajran
yang dikembangkan menu4iukkan bahwa aktn/itas siswa diawali dengnn membaca bacaan, siswabetpikir
tentang rencana pertanyaan tentang materi yang drpelajari dan mengajukan pertanyaan berda- sarkanid+ide
pokok yang telah ditutis. Selaqiuhry/A siswa akan melakukanklarifil€si
terhadap jawaban- jawaban yang belum jelas dan merangkum hasil dis-kusi
serta mernpfediksi mengenai materi pelajaran sad iALAkhir
dari pembe$aran adalah self assesing yang dibuat masing-masing siswa untuk memantau prosesb""pikir
dan hasil belajamya.Pembe$aran yang
menqitrkkan
pola pelatihan srategi metakognitif teaebut terbukti dapat rnening- katkan keterampilan metakognidrf siswa DaleyQWz)
dan Peters (2000) memperlihatkan bagaimana pem- belajaran
konstrutivistik
yang menekankan refleksi diri dankonsfuksi
(pernbentukan) pengetahwin dapat berperan terhadap keterampilan metakognitif:164,larwl
Ibru Pendi.dikan, Jilid I 7, Nomot 2, Juni 20 I 0, hln. I 58- I 67Stategi
pembel4jaranRTM
sangatmemtantu
sisuauntrk
menguas4i keterampilan nretafiognitrya.Mengpsai
suatu keterampilan adalah sulitjika di-
bandinglcn del]gan pengadaan telrtang pengetatuan(deklr*if)
h*rusus. Rqiukan tersebut mer$elaskan balr- wa penguasaan terhadap kete,rampilan metakognitif rnenryakan hal yang sangd srlit sehingga perludihsili-
tasi
den$n
metode-metode pembel4iarm yang tepat.Salah satu metode penrbel4iaran yang dapat mening- katkan keterampilan metakognitif
sisw4
antaralain
penrbelajaran timbal balik @alincsar
&
Broum, i984).Rata-rata
skor
terkoreksi keterampilan meta-kognitif
siswa bertemampuan akademiktinggi
lebihtinggi
7,80% dari rata-rata skor keterampilan meta-kognitif siswa
berkem€lmpuanakademik
rendah.Faktor intelegensi merupakan salah safr faktor yang efektif dalam mempenganrhi keberhasilan pembela- jaran (Amnatr, 2009). Siswa yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar, karena lebih mudatr dan memahami pelajaran serta mengingat-
ny4 lebih
mudahberpikir laeatif dan lebih
cepat mengambil keptrtusan.Ilal ini be$eda dengan siswa yanghrang
cerdas atau lamban.Rujukan tersebut memberilan gambar:an bahwa siswa yang berkemampuan akademik tinggi
memiliki
kesadarcr mehkogrrit'rt-yang lebih baik'sehingga dapat digunakan unfirk
mengontol
proses-proseskoglitif- nya
FIal ini sejalaq dengan Peters (2000) yang menya-talorl'bahwa
keterampilan metakognitif bermanfaatuntuk
menjadikan siswa berkembangrnedadi
pe- belajar nnandiri, karena mendorong mereka meqiadi man4ier kelas atas dirinya sendiri serta me,njadi penilai atas pemikiran dan pembelajaran sendiri.Anaiisis lardr-fr dengan
uji
LSD juga menunjuk- kan bahwa ada perbedaan rata-rata skor terkoreksi pada beberapa level kombinasi. Rata-rata skor kete- rampilanmbtaliognitif
terkoreksi siswa berkemam- puan akademiktinggr yang
belajar dengan shategiRTM lebih tinggi
dibandingkandengan
rata-rataskor
siswa berkemampuan akademiktinggi
yang belajar dengansrateg
pembelajaranRT,
maupun deng;an stategi pembelajaran konvensional.Rata-rata skor keterampilan metakognitif siswa berkemampuan akademik rendah yang beQar dengan
stategi
pembelajaranRTM lebih tinggi
dibandingdengan rata-rata skor ketampilan
rneakognitif
siswa berlce.mampuan akademik rendah yang beiajar dengansfategi
pembelajaranRT,
maupun dengan sfrategi pembelajarap konvensionalBerdasarkan perhitungan persentase peningl€t- arg dikebhui juga bahwa skor rata-rata keterampilan
metakogritif
siswa be*errrampuan akademik tinggi yang dibelqiarkan dengan strategiRTM
meningkat lebihtinggi, yaitu
500,95% dart skor rata-rataket+
rampilan metakognitif awal. Dengan demikian dapd disimpulkan bahwa p€tlggunaan shategi
RTM
sangatefektif
dalammenin*aftan
keterampilan metakog-nitif
pada siswa berkemampuan akademik rendatr dan akademik tinggr.Peningkatan keterampilan
metakognitif
siswa dapatdilihat dari
rata-rata skor keterarnpilan meta- kogrritif siswa sebelum pembela$aran (pret€s) diban- ding dengan rata-rata skor keerampilan metakognitif sesudah pembelajaran. Rata-rata skor keterampilanmetakogitif
siswa berkemampuan akademiktinggi
yang belzrjar de,ngan sftategi pembelajaranRTM
lebih tinggi dibanding dengan rata$at^keterampilan meta-kognit'f
siswa berkemampuan akademik tinggi yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional.Peningfuatar keterampilan
metakopitif
sisva ini tidak terlepasdari
sintaks pembelajaranRTM.
krtegrasi shat€gi metakognitif pada strategi pembelajaranRT
memperkuat potensi shategiRTM untuk
mening- katkan keterampilan metakognitif siswa. Dijelaskanlebh ladut
bahwa pengalaman metakognitif biasarya mendalrului ataumengikuti
suatu kegiatankognitif
dan seringmrncul
bilarnana kegiaun kogrritif gagal(Coreblna
2006). Jelaslah bahwastategi RT
yang dikombinasikan dengan sbateg metakognitif sangat efektif untrrk mernberdayakan keterampilan metakog-nitif
siswa ba*emampuan akademiktinggi
maupun akademik rendah.Strateg RTN{
memiliki
keunggulam dibanding-kan
dengan shategrlainnya yang
digunakan pada penelitianini.
Salah safir langkah pembelajaran sha-tegi RTM yang
dapat meningkatkan keterampilan mbtakogrritif siswa adalah merangkum. Alaivitasini
menuntut siswa
untuk
memahami kata-kata kunci dan mengenaliinfonnasi
penting yang terdapatdi
dalammateri
pelajaran maupundari hasil
diskusi dengan siswa lainnya. Siswa dapat membuat rang- kuman dengan diawali pertanyaan-perknyaan yang dapat mengungkap fokus, serta makna yang terkan- dung di dalam materi pembelajaran.I{asil
analisisjuga
menjelaskan bahwa siswa berkemampuanakademik rendah
sangat terbantu denganshates RTM
untuk meninglatkan keteram- pilan mefakogritifinyaIIal
ini tidak terlepas dari peranteman sejawat dalam
menjelaskan rnateri-materi pembelajaran yang belum jelas ataupun menunjukkan sbategr yang lebihefehif
dalarn memahami materi pelajaran. SfiategiRTM
memberikan peluang bagi siswayang telah
memahamimateri
pembelajaran untuk menjadi hrtor sebaya bagisiwa
lainnya.Akti-
vims ini tsrlihat pada kegiatan mengftlarifikasi. Spivey&
Cutrbert (2001)menyimpulkn
bahwa siswa berke- mampuan verbal rendah akan meningkat setelatr pem- belqieandengn
sftdegi pernbel4iaran RT. SctrlesingsrWoroty, Penbel4iaran Reciproeal Teaching
fut llaahogq(W A l@t Kqi6t t*tatognig
rcs (2000) me4ielaskan bahwasffiegi RT
sangat mem-bantu siswa yang mengalami kesulitan:dalam pem- belajaran.
I{asil
analisisjuga
menunjukkan bahwa kete- rarrpilan metakognitif siswa berkernampuan.al€dernft rendah yang belqiar dengansbates RTM memiliki
rata-rata skor keterampilanmetakognitif
yang ber- beda signifikan dengan lsrta$ata skor keterampilan metakognitif siswa berkemampuan al<ademik tinggi yang belajm dengan shategiRTM.
Dilihddoi
l€rateristik pembel4iaranRI,
maka dapcdijela*an
batrwa kemampuan anal siswa sangd berperan dalam menunjang k*erlaksanaan pembe- lajaran. Telatr diielaskanpula
bahwaketika
siswaprtnrya4
siswa akan mengidenffi- kasi pengetahuan awaluntuk
membuat pertanyaan menjadi lebih bemralma (Sctrlesinger, 2000). Richards (tanpa tahun)juga
menjelaskan bahwa ketika siswa melal$kan aktivitaspredilsi,
siswa akan mengaktif- kankembali
arVal yang telatr diperoleh.Kelemahan lain
fui
sfraf€gi pembetajaran RT adalah waktrryarg
digunalcnrel*if
lebihsingkat s*ingga
siswa diharuskanberyikir lebft
cepat dalammenye
suaikandiri
dengan sintaks pembelajaranRT
.Hal ini
sejalan dengan pendapaf Richards (tanpa tahun) yang menjelaskm bahwauntuk
keberhasilan pem- belajaranRTjuga terlehk
pada penggunaan waktu,di
manadihrutrkan
waknr yang relatif lebih panjang untuk guru melakukan modeling dan siswa meng-kuti
setiup fthaptatrappembelajaar
Dijelaskan lebih lar$utbatrwa umumnya guru merasa kesulitan dalam me'nerapkan shaf€giRT
karena terbatasnya waktu.Guru
yangtidak komitnen
pada langkah-langkahpembe$aran RT akan
menyebabkan siswatidak
dapat menyesuaian diri dan sulit rmtuk meningkafl<an kemampuarmya- Richads (bnpa
hhun)
menjelaskan bahwasfiateg RT
lebih menekankan pembelajaran pada proses daripada hasil.Penilaian ket€rampilan maakognit'rf dalam pen+
litian dilakukan dengan mengunakan lernbar
koja sis
wa yang diukur pada aktrir pembelajaran. Penilaian semacamini
belurn mernperhatikan prcses sehingga perlu dikembangkan perangkat penilaian yang ber- orientasi prosesuntrk
mendukung pelaksanaan pem- belajran RT.Pmgarah Strdqi
Pembelajmffi,tohadq Hasil Bel4jarSrwa
'
Hasil analisis datamemprlihafkan
bahwa sha-egi
pembelajaran berpengaruh terhadap hasil bela-jar
siswa.Ilasil
analisis laqiutjuga
memperlihatkan bahwa tordapat perbedaan rata-rata terkoreksi skor hasilbelqir
siswa pada level-level perlakuan.Mmn
*a Elmrdsi lueil behir sis*a yry d*Ehiat.'l
dengro stregi pcmbdqlre RTM dm RT
lebihtinggi
dfrmdiryftm
denglaqi laiqa mrk
sfrateg konvensional.
Bendmakm pqscdcs p€rfi€ktr-
an, dk€tahui
jup
bahwaperwe peningfu
tresrfbelajar siswa yang
dibehiakm dt'rgm sregi
pem' behjqranRIMjauh lebih 1gi
dibrrA;nekan515ryi
lainnya.Hasil
penelitianini medukrmg paelitim
yang dilakukan oleh
Hadi Q0f7),7:ridteffi),d^.t
Budi
(20@). Jikadilihat
dari langfrabhnglrahpm
beQiaran RT, maka elemen penting sxdegi
RTymg
dapatmeningkatl€n
perolehanhasil
bel4iar siswa adalah me,!ryusun pertanyaa& dimana menurut Brouar danWalton (1995),
sftategi manyusunprtanyaan memiliki 2 tAW
kognitifyaitu
tahry rcczpting(mv
nerima) dan tahap
challmging
(menantang).Ketika
siswa menrbaca informasi pada sitrasi yang ad4 maka pada saat tersebut ia akan melakukan tatrap
kognitif yaifi
rccqting,sedangkan pada tahap kognrbfclalen- gging
diturrrjukan ketika siswa akan men)rusun per- tanyaan (soal). Proseskognitif
accpeling memung-kinkan
siswaunfuk
menempatkan suatu informasi pada suatujuingan stukhr
kogrritif sedangkan Foses kognrtrf chall enging dapat memungkinkan jaringanyang
ada padadiri siswa akan
semakinkuat
hu- bungannya(Marzuki,
2005).Shdegi
RTM
meningkatkan hasilbel4jr
siswa lebih dari sbate$lainnya Melalui
s0ateglini,
siswadilatih
untukmengontol
proseskongitifirya.
Siswa yang terbiasabelajar
denganstategi metakognitif
akan semakin meningkatkan kesadarannya tentang apayangtelatr dftetahui, danryafang
belum dikehhui sehingga akan lebih mudah untuk mencari dan me- nemukan shategi dan waktu yang dapat digunakan untrk menyempumakan pengetahuannyatlal
ini seja- Ian denean pendapaf Fernande4dll.,
(2000) bahwametakognitif
pada banyak pengeahuan atuupros6
kognifif yang memonitor atau mengontol kognisi.Strategi pembelajaran
RIM
mngat menrberikan peluang bagi siswa untuk belajar dari sumber bela-jar
yang berbeda. Pada bagianawal
pembelajaran, siswa dapat memperoleh pengetahuandari
batran bacaan yang terdapatdi
dalamLKS.
Jumlah peng+hhuan
)ang
didapat sad membacajuga akar
sangat dari sffidegi yang digunakan untuk mem- baca Padasffiegi ini
t€rlihat bahwa salatr satu sum- ber belajar siswa adalah anggota kelompok lainnya yang berada pada kelompok diskusi yang sama krter-alsi anksiswadalam
kelompok akan semakinefektif
bagi sisqa untuk saling b€rtulsr informasidan konsep konsep yang terkait dengan
topik
pembelajarm. Halini
sesuai denganlbrahim,
dkft (2000) terdapat tiga166 Jurnat Itnw Pendidiksn,
JilidI7'
Nonor 2, .luni 20I0, hln. I58-I67tujuan insfiuksiural pentingymg
@t
dicapaidensn
pernbelajaran kooperatif
yaitu'hasil
belajar akade- milq penedmiun tshadap keilagamar1 pengefitbangan keterampilan sosial.Pengenrbangan
sfabgi
pe'rrbelajaranRTM
me-miliki
keunggulan, yaitu adanya proses self msesing yangdilakukan
pada alctrir pembelajaran. Dengan$xategl
ini,
siswa semakin meningftatkanperolehan hasil bel4ianya" Siswa dilatih nnengembanglan proses berpikir secara terdur unfirk mengetatnri konsepkon- sep apa saja yang telah diperoleh selama penrbelajarr5 dan apayang belum diketahui,
sefta bagaiamana mengembangkan pengetatruan yang telah dipe,roleh- Pengonfrolan tettradap proses pembelajaran memung- kinkan siswa akan menjadi pebelajar yang mandiri' Konse,pkonsep yang telah diketahui selama pembe- lqiaran akan semakin tenrs berkembang danyar€ be
lum diketahui akan terus dipelajari. Pada penelitian
ini,
siswa yang belajar dengan sbategiRTM
dapat mencapaiKriteria
KetuntusanMinimal (KKM)
se- hinggaremidial
ditiadakan. Temuan penelitianini juga
menggambarkan bahwa skategiini
meningftat-kan hasil belajar siswa.
llasil
anatisis data menr.urjukkan bahwateid4at
penganrh kemampuan akademik terhadap hasil be-laiar
siswa. Rata-rataskor hasil
belajar terkoreksi pada siswa berkemampiran akademik tinggi berbeda signifikan dengan rata-rata skor hasil belajar terko- reksi pada siswa berkemampuan akademik rendatr.IIasil
tersebutmenurfulkan
bahwa siswa berkemam- puam akademiktinggial€n
lebih banyak memperoleh hasil belajar dibandingkan dengan siswa ber{<emam- puan akademik rendah.Hasil
belajar berhubungan dengan kemampuan siswa memahami materi pela- jaran (Handoko (2007)..IIasil
analisis datajuga
menunjukkan bahwa"terdapat pengaruh interalxsi
shategi
pembelajaran dan kemampuanakademik
terhadaphasil
belajarDAFTARRUJTJKAII
Am-.rall S.S. 2009. Pengaruh Pembelajaran
Kooperaif
Think Pair Shoe, Jigsaw, Kombinasi dengan
Str*
teg Metakagn$ do,
Kemampunt Akodernikterhadq
Kes adman Metalagnitif, Keter ampilanMetakopitif dm
hasil belaim Biologi Siswa di SMA Negui Kota PelruBru Nut
Disertasi tidak dipublikasikan. Maiang PPs UniversitasNegoi
Malang.
Ariderson,
N.
J. 2002. The Role of Metacognition in SecondLanguage
Teachingand
Learning.EDO-FL-01-10. ERIC Clearinghouse on Lan'
'
guiges and Linguistics Washington DC.http//
',',www.cal.org/resourceVdigest/diges[dfs/01 10-
,
Anderson.pdf. Diakses 12 Juni 2009siswa. Setelatr dilakukan
uji LSD,
diketahui bahwa tel'dapdperbdam
r.zft.-rdaskor hasilbel4ir erkueksi
pada beberapataraf
interaksi. Rata-rata skor hasil belajar terkorelcsi pada siswa berkemampuan al€demiktingg y*g
belajar dengan shategiRTM
lebih tinggi serta berbedasignifikan
dengan taraf'taraf int€raksi shdegi penrbelajarandar
kemampuan alodernik lain-nya
Hasil yang berbeda terlihat pada perserfiase pe- ningl@tandi
mana siswa berkemampuan akademik rendahyang dibelajarkan
denganstategi RTM,
meninglSat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-r*a, skor hasil belajar pada taraf-taraf interaksi lainnya.
Siswa berkemampuall akademik
tinggr
yangbeleir
dengan srategi pembelajaranRTM memiliki
rariz-ratz
hasil belajar yang lebih tinggi
dibanding dengan siswa berkemampuan akademiktingg
yang belajar denganstategi
pembelajaranRT,
maupun denganstategi
pembe$aran konvensional. Tinggt- nya rata-rata skor hasil belajar siswaini
merupakan implikasi dari penerapan'sintaks pembelajaran strategiRTM
secarakonsisten.Strategi pembelajaran
RT, sfiategi
pembela- jaranRTM,
merupakan strategi pembelajaranberfi- losofi konstuktivis
yang terbukti efektif meningkat- kan keterampilanmetakognitif
siswaSMP
Negeridi Kota Manado
sehingga dapat digunakan secara luas unfuk memberdayakan keterampilan metakog-nitif
siswa.SIMPT]LAI\I
I{asil Penelitian menrmjukkan bahwa samiLsztrna strategi
RT+Vq
dan RT berpengaruh meningkatkan keterampilan metakognitif, dan hasil belajarbiologi baik
padasiswa
berkemampuan akademiktinggi mauplm akademik rendah. Stategi
pembelajaranRT+M
dan RT dapdditerapkan dalam pembe$aran SainsBiologi.
Budi, S. 20A9. Menerapkan Metade Pengajaran Timbal
Balik unnk
Mmingkatkan Kemampuan Peme hfrnm Mentbaca Si.swa Kelas Sebelac MAN MuwaTeweh
Kalimattm
Tengah. Tesis tidak dipublils-sikan- Malang: PPs Universitas Negeri Malang.
Corebim4
A.D.
2006. Metakagnisi:Suau
Ringkasan F'ojian. Makalah disajikan dalam Pelafihan Sta- tegi Metakognitif pada pembelajaran biologi untukgrru-grm biologi SMA,
Lembaga PengaMianKepada Masyarakat
(LPKM)
Unpar, Palangka- rayq23 Agusf,rs.Brown,
A. L., &
Waltoq M.I.Refleaion uzd Aplicdion Elbow Association Ltd.
I
1993. Problem Posing:
New Jersey: Lav'rrences
Warouw, Pembelaiaran Reciprocal Teaching dan Menlryninf
@f$
yang Memberdayakan Keteranpilan Metakagnitif 167 Daley,B.
J. Wint€r. 2002. Facilitatingkaming Wift
Adule Strdenb thrcugh Conceptlrf@ping Jotrt qt of Continuling Higher E&rcation 50, Nol :2 I -3
I
Depdiknas. 2CfJt3. Sistem Pendidikan Nasional.
Undoq-
wtdmgNomor 20 Talno12M3. Jakarta Depdilaus.Femandez, D., Dr4ue.paird, J. A.,
&
posner,M
I.2000.Executive Attention and Metacogritive Regula- tton Consciousnus and Cognition 9 : 28V307 .
Geremelg B. 1996. Education For the Twenty-First Cen- tury. Parrs Inter-Confenence on Education, Sci- ence, Culture and Commucation on the Eve
of
tre 2l$ Centrry (Reportl)
c.Hadi, S.
2N7. Pengruh
Strategi Pernbelajaran CooV adive Soipttuhadq
Kauwnpilot B*piktr K.rtth,Kaaanpilm
Metakogn$ dan kemurpum Kog-nttf
BiologipadaSiswa SMA Labordoriwn Uni- vqsitas Negeri Malang. Tesis tidak dipublikasi- kan. Malang: PPs Universitas Negeri Malang.Handoko, 20[fl. Pengmth
Pernbeletut Inlairi dm
Stre tegr Kooperatif terhadap HasilBelqju Kogn$
Kemampuan
Berpikir Kritis,
dqn Kemampuan Kerjasarna Siswa SMA Berkemarnpuwt Atas dan Bsx,a], di Kota MetroLonpng.
Dis€rtasi tidak di- erblflGsil€rr N4almg:Pk
Ilniversims Negqi lvfalmgHfit, D.
1994. Authentic AssessmentA
Handbookfor
Educaors. New
York
Addison-Wesley publish- ing pompany.Heni4 D.N. 2006. Applying Metacognitive Straegies to Skimming Resesch Articles
in on
ESp Contqt.English Teaching F or um. (7) pp. 2-7
Teachbg Content and Thinking Skill. (Third Edi- tion). Boston: ,{llyn and Bacon.
Kayashim4
M&
Inaba"A.
Tanpa tahtn. The lulodelof
Metacognitive Skill
md
How Facilitae Develop mefrof
the Skill. kayasima@litr'"magawa.acjp.htp://www. search-ebooks.com/doumload/dUthe- model-of-metacopitive-shll-and-how-to.
frcilitate-.pdf
Dia}ses 18 Desember 2007 Kemp, J.E., Morrison, G.R, dan Ross, S.M. 1994. De-signing Efective
hstruction
NewYork
MacMi- lan College Publishing Company.Ibrahim, M., Rachmadiarti, F., Nur, M,
& Ismono.2000.
Spivey, Pembelajaran Kooperattf, Surabaya: Unesa Uni-versity Press.
Kauchalg D.P & Eggen, P.D.1996.
Strdegirfor
Teachqs.Livingston,
J.A. Dn.
Metacognition:An
OverviewStae
Univ.Of New york a Bffilo
(Online) (hup:/iwww.gse.buftlo. edu/frs/shuelV cep564/Metacog.htn. Diakses 18 Desember 2007 lvlarzano,
R J.
1993.How
Classroom TeachersAp
proach the Teaching
of
Thingking. Theory Into Pr actice, Volume 32, (3) I S4-I 59.Marzuki
M. R E.
2005. Implenentmian of Reciprocat 'Ieaching Strategt in Jigsaw Modelin
order to Improve Competencemd
Response of Students on the Learning af Cancept of Hwnan Reproduc- tionSystem inGradeII
of SMAN I0Malmg.Te-
sis tidak dipublikasikan. Malang: pps Universitas NegeriMalang.
Nur,
M.
2N4. &rdegi-strqtegi Belqju.suabaya:UNF
SA- niversity
Palincsa, A. S.,
&
Brcwn, A. L. 1986. Interactive Teaching to Promote Independent LeamingFrom Text. The Reading Teaclw 39 (8): 7t-77 (Online).WJl
www.education.umn.edu. Diakses 14-06-0S).
Pet€rs, M.2000"
Dos
ConsE'uctivist Episternolory Have a Placein
Nurse Education. Journalof
Nursing Education 39 (4):lffi-170.
Schlesinger, C. 2000. Ciassroom Management Special
Educaion.
Mini-Project. NovemberlZ,
2000.h@/Avww.albmy.edu/^cg I 60/reseactr/classoom ireciprocalteaching.pdf. Diak€s 12 l|l4ar;et2Cfi}
Slavi4 S.E. 2000.8&tcational Psychologt, Theory and Practice. Sixth Fdition. Boston: Allyn and Bacon Publishen.
Norman
R &
CuthberrA.
2006. Reciprocal Teaching of l,echne Comprehension Skills in Col- lege Sfi.rdenrts.Jowtal
ofSclnlrship
of feaching andLerning,Vol.
6(2): 66-83.Tim Broad Based Education (BBE). 2002. pendiditrnt Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Me- lalui Pende't;dqn Broad Based E&tcdion (BBE).
Jalcrta: Departemen Pendidikan Nasional.
7-aidi.2C[l6.
Pengruh
MetodePBL
Vs Ceramah dan Motivasi Berprestasiterhadq
HasilBelajw &
Retensi Hasil Belajar