• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU PENDIDIKAN JURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ILMU PENDIDIKAN JURNAL"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

J i l i d 1 7 , N o m o r 2 , J u n i 2 0 1 0 l s s N 0 2 1 5 - 9 6 4 3

JURNAL

ILMU PENDIDIKAN

D i t e r b i t k a n o l e h :

L e m b a g a P e n d i d i k a n T e n a g a K e p e n d i d i k a n ( L P T K ) d a n

l k a t a n S a r j a n a P e n d i d i k a n l n d o n e s i a ( l S P l )

JIP

J i l i d l 7

N o m o r 2

H a l a m a n t7-167

Malang J u n i 2 0 1 0

I S S N

02 l 5-9643

(2)

JIP

JURNAL ILMU PENDIDIKAN

rssN 0215-9643

Jilid 1,7, Nomor 2, Juni 2010, hlm. 87-167

JURNAL ILMU PENDIDIKAN diterbitkan sejak 2l Februari 1994 oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan lkatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI).

T e r b i t ti g a k a l i s e t a h u n p a d a b u l a n F e b r u a r i , J u n i , d a n O k t o b e r ; m u l a i j i l i d 1 7 , d a l a m s a t u j i l i d a d a e n a m n o m o r . Berisitulisan yang diangkat dari hasilpenelitian dibidang pendidikan. Artikel telaah(review article) dimuat atas u n d a n g a n . I S S N 0 2 I 5 - 9 6 4 3 .

Ketua Penyunting Ali Saukah Wakil Ketua Penyunting

Imam Agus Basuki Penyunting Pelaksana

Margono Suhadi lbnu Amat Mukhadis Ahmad Samawi Yazid Basthomi U t a m i W i d i a t i

Effendy Suyono Pelaksana Tata Usaha

A m i n S i d i q A m i n a r t i S . W a h y u n i

Ma'arif

"$?iliff"'ffili:i?''

Akhmad Munir Imam Gozali Doni lrwanto

Yamin

Pembantu Pelaksana Tata Usaha SyamsulBakhri Gloria Hardiningsih

Alamat Penyunting dan Tata Usaha: Subag Sistem Informasi BAAKPSI Universitas Negeri Malang, Gedung A-2 Lantai II Jln. Semarang 5 Malang 65145 Telepon (0341) 551-312 pesawat 143, sambungan langsung dan Fax. (034 I ) 5 52- I I 5. H omepage : http://www.um.ac. id. E-mail:[email protected]. id.

Penyunting menerima sumbangan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lain. Naskah diketik di atas kertas HVS kuarto spasi ganda sepanjang lebih kurang 20 halaman, dengan format seperti tercantum pada halaman belakang ("Petunjuk bagi Calon Penulis JIP"), Naskah yang masuk dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah, dan tata cara lainnya.

Dicetak di Percetakan UM Press. Isi di luar tanggungjawab Percetakan

(3)

JIP

JURNALILMU PENDIDIKAN

ISSN 0215-9643

Jilid 17, Nomot 2, Juni 2A10, hlm. 87-167

DAFTAR ISI

Penerapan Pembelajaran Eksperiensial dalam llengembangkan Self-Regulured 8'7-93 Learning

D ar mi ony (Univ er s it a s Mat ar ant)

1'he Complexiry in Adopting New Technological Programs In Education 94-100 Diana Tien lrdahmi (Universitas Negeri Malang) r

Srudents' Critical Thinl,ring in Writing a Thesis Using the Transitivity' Systc nr l 0 l - 1 07 Emi Emilid (Universitas Pendidikan hdonesia)

Pola Asuh Orang Tua, Konsep Diri. Motivasi Diri, Iklim Sekolah dan Kesadaran 108-i l6 Emosi Siswa SMP

Esther Hq,'ds*t t (Universitas Negeri Manado)

Modef Komunikasi Wirausaha. Pembelajaran Wirausaha" Sikap Kervirausahaar. cian Kinerja 117-125 Usaha Kecil

Muhamn arJ Rakib (Univ ersitas N e ger i Makas s ar)

Peningkatan Pemahaman Kimia Melalui Paduan Pembelajaran Kooperatif rlan 126-133 Peiirecahan idasaiah Kimia dengan Tekrrik Patlrway

Mun tar i (Univers itas Matarant)

Model Pelatihan Wirausaha Jasa Boga Berwarvasan Gender bagi Remaja Pesanffen 134-145 Siti Molikhah Towaf (Universitas Negeri Malang)

Pemberdayakan Keterampilan Metakognisi Siswa dengan Strategi Pembela.jaran 146-152.

Jigs aw- Re c iproc a I Te ac hing (J irat) S ttratno ( Univ er s itas Je mber )

Pengembangan Modul Kewirausahaan di SMK 153-15'l

Wening Patmi Rahay dan Sudarmiatin (Universitas Negeri Malang)

Pembelajaran Reciprocal Teaching dan Metakognitif (RTM) yang Memberdayakan 158-167 Keterampilan ldetakognitif dan Hasil Belajar Bioiogi Siswa SMP

Zusje 14. M. W'arouw (IJniversitas Negeri Manado)

Berdasarkan Keputusan Direkur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 43lDIKTI/Kep/2008

tanggal 8 Juli 2008 tentang Hasil Akreditasi Jurnal llmiah Direhorat Jenderal PenCiltkan Tinggi Tahun 2008. Jumal

Ilmu Pendidikan (JIP) diakui sebagai jurnal nasional terakreditasi.

(4)

PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DA}[

METAKOGNITIF' ATM) YAI\G MEMBERDAYAKAI\

KETERAMPILAI\ METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR BIOI-,OGI SISWA SMP

1/'

,ll

,lt

Zusie W. M. Warouw

FMIPA UniversitasNegoiManadq JI Kampus FMIPA Tondano E-mail: [email protected]

Abstract

Reciprocal and Metacognitive Teaching Empowering Metacognitive Skills and Biologt L6gming Achievements of Junior

High

School Students. The strrdy tries to reveal influence of the

leming

sEategies toward metacognitive skills and biolory leaming; influence of academic capability toward metacognitive skills and leaming; influence of academic capability and learning statery interac- tion toward metacopitive skills and learning. Data was anabzed using ANCOVA. Results slrowed that sratery of RTM had significant influence in improving metacogritive skill of the students who had low md higlr academic capabilities. The study also found that the stategy would improve leaming

offte

stu- derils vfro hadhiglr academic c4abilities.

Absfi1ak Pembelajaran Reciprocal Teaching dan

Metakognitif (RTM)

yang Memberdayakan Keterampilan Metakognitif dan

llasil

Belajar Biologi Siswa Penelitian quasi eksperimen ini berh$uan mengungtap penganrh stategi pembelajaran (R11vt, RT, Konvensional) terhadap keterampilan meta'

kopffi

dan hasil be$ar biologi; penganrh kemampuan akademik terhadap keterampilan

metakopiti{

dan hasil beiajar; pengaruh interaksi stategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap ke- terampilan

meakopitit

dan hasil belajar. Rancangan "Prelest-postest Nowequivalent Control Granp

-

Desigf'velsi frktorial 5

XZ

Dea r{iarralisis dengar ANACOVA. tlasil penelitian menurjul':kan bahwa strategi

RTM

merniliki pengaruh yang singnifikan untu[< meni-'rgkatkan keterampilan metakognitif, hasil belajar siswa berkemampuan akademik rendalr, dan tingg. Berdasmkan kmuan-temuan tersebut, matra secara unurn dryat disimpulkan bahwa:

l)

stategi RT+M nT berpoterisi meninglatkan keterfitpilan

metakogritf

dan hasit belajar.

2)

stategi pembelajaran RT+M, RT dapat dit€rapkan dalam pembe- lajaran Sains Brologi pada SMPN di KotaManado

Kata kunci: metakogritif, reciprocal teachhg hasil belajar biologi

V

Pendidikan sepanjang kehidupan

individu

harus di- dasa*an pada empat jenis belajar firndanrental yang membentrk

pilar-pilr,

yaifir: bel4jar untuk mengehtrui

(leming

ta fuovt'),

be$r urtrk

melakukan

(leoning

to da), belajar

untrk

hidup bersarna (lewntng ta live tCIgetler\ dan bel4iar unhrk mealadikan j

tu

dm Qeun-

ingto

be).

Dunia pendidikan mengalami berbagai

oulsa-

-

lalr,

di

anbranya kualitas. Secara komparati{ kualibs pendidikan Indonesia tergolong sangat rendatr. La- poran hasil

*fii tIE

Third

Intertaional Mahernaics md

Science

Snd)hwd CfiMSS-R

1999)

d@ata'

kan muhr pendidikan

di

SMP

urtuk IPA

menempdi peringkat

ke-

32, dan peringkat ke-34 untuk Mate-

matika

dari

38 negara

(Tim BBE, 20A),

dan pada tahun 2003, Indonesia berada pada peringkat ke-36 dari 45 negara pesert4

baik

pada bidang Matema-

tika

maupun bidang Sains (Depdiknas, 2007). Salah sdu daerah di Indonesiayang masih rendah dan belum menunjukkan peningkatan mutu pendidikan adalah daerah Sulawesi Utara khususnya

di

kota Manado sebagai pusat ibu kota Provinsi.

Sebagian

besm

sisrva

SMP Negeri di Kota

Manado belum mencapai

Krit€ria

Ketu*asan

Mini-

mal. Berdasarkan hasil survei pada bulan

Juni-Juli

2008, untuk kelas

MI

sernester genap tahun ajaran 20W /2A08 umumnya

rabrata

nilai fiasil belajar siswa di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal

(KKM

< 75).

158

(5)

warontt, Pembelqiaran Reeiprocal Teaching dan Metakognitif (RTIIfl) yang Memberdayalan Keterampilan Metat@gnitif

lsg

Rendahnya

hasil belajar biologi di

Manado,

disebabkan

iffena

belum mengembangkan keteram- pilan metakogrrisi. Flasil sunrei menunjd<*an bahwa guru-guru

belum

mengetahui

ap4

dan bagaimana pembelajaran metakognit'rf. 36,5V/o reqponden belum rnengenal pembelqjaran

mmkognitif, 46j496 ttcrlk

menjawab (dalam kategori

tidak tahu),

sedangkan

yaqg

sudah mengenal

hanya

17,07yo

namun

ber- dasarkan

wawancar4

responden

hanya

membaca melalui buku teks.

Dernikisr

pula kemampuan meta-

kogniti{

terungkap 97,5.60/o belum tahu arti kemarF puan me&kognitif dan

belun

mengembangftan, dan 100% belum tahu pentingnya memberdayakan ke- mampuan

metakognitif

dalam pembelajaran. Fakta empiris

ini

sangat

kontradiktif

dengan peran meta- kognisi secarq

tmretis. Metakognisi

(metakognitif)

memiliki per;ran yang

sangat penting, agar pem- bel4iaran berhasil (Livingstone,

LnT.

pembelqiaran

biologi yang

mengembangkan keterampilan meta- kognitif diharapkan akan bendampak pada keterlibat- an aktif selunrh

sisr4

menernukan sendiri pengstahu- an melalui

inbralci

dengan lingkurgannya sehingga pernbelajaran berhasil dan mutu pendidikan meiring-

kat

Hasil survei

juga

menunjukkan

bahw4

shategi reciprocal teachrng

GT)

dengan

metakogniti{ Rl

belum pernah dilakukan secara terencan4 sistematiq dan konsisten dalam penrbelqiaran.

llasil

survei

m+

nuqjukkar

png

srdah mengural strdegi

Kl l2.lf/o,

dan pemah menerapkan 9.75%. Namun dalam lang-

l€h-langlsh

staf€gi RT, 0% yang menjawab benar.

Berdasa*an

falo-fakta

empiris der l€jian t€ore- tis yang dipapa*an di atas, maka urgensi penelitian

ini

adalah

(1)

pengembangan perangkat pembelajaran yang memiliki lrc,ralcerisitik mernberdayakan keteiam-

pilm

meekognitid (2)

penerapr

sftfiegi

pembelajrm

png memiliki

karal*eristik

sn&nt

centered. Kedua urgensi penelitian

ini berimplil€si

pada

peninsahn

keteraryilan memkogrritif dan hasil belaja sisrva berke

manpar

akadernik tinggi maupun akademik rendatr.

METODE

Penelitian quasi

eksperimfl il,

didahului pe-

nyusunan perangkat pembelajaran

RT+M

dan RT, berdasarkan pendekatan sistem

Kemp.

Rancangan prrcliflan qmsi

efuprtnm

selengftapnya

&hh

*pre-

test-postest Non-eEtivalent

Conttol Groqp Design,

versi

faktorial 5 X 2,

sebagaimana yang

ditunjuk-

kan pada Gambar

L

Selunrh

penelitian ini dilakukan pada

SMP Negeri

di

Kota Manado pada semester genap tahun pelajaran 20082:009. Enam sekolah

terpilih

s@ara

Clwter

Sampling. Dengan penentuan kelas secara randonr, didapatkan 5 kelas kemampuan akademik

tinggr:

kelas

Wtr

1 SMP

Negeri 4

dengan sintaks CS+n4 kelas

VIII D

SMp

Negeri

1 dengan

sintals

CS, kelas

VItr L

SMP Negeri 1 dengan sintaks

RT+M

kelas

VIII B

SMP Negeri

I

dengan

sinbla

RT, kelas

VIII A

SMP

Negeri

trO dengan sintals pembelajaran Konvensional. Selanjutrya 5 kelas kemampuan aka_

demik rendah: kelas

VItr

10 SMp Negeri 7 Cengan sintaks CS+Vtr kelas

VItr D

SMp Negeri 3 dengan sinuks CS, kelas

VItr

7 SMp Negeri 8 dengan sintaks RT+II4, kelas

VItr

13 SMP Negeri 8 dengan sintaks RT, kelas

VIII

T SMPNegeri 7 dengan

sinhls

penrb+

Iqiem

Konvensional. Pengelompokkan

al€demik dilahl<an berdasa*an daraNilai

RapoNR)

semester

ganjil,

masing-masing 5 kelas

lang berk+

mampuan akademik tinggi

(Nb?5)

yang tidak berb+ ' da signifikaa dan 5 kelas yang berkemampuan akade mik rendah (NR<75) yang tidak berbeda signifikan.

Or XrYr

02

XzYr XzYz XrYr

Or XtYz

Orz

Ott

&'{z

Oru

XsYr Ors

XsYz

Gambar 1. ProsedurEksperimen.?retest-

Postest

Non-equivalent Control GroupDesign" (Wiersma, 199t.

Keterangan:

Ot3,s,1e.r r,6, rs,r1 1e

:

Pretes

Oa+,0.q rqra r4ro, 18,20

:

Postes

X1: Cooperative

Scnl

+ Metakognitif(CsM)

X2

:

Sffiegi ne ciprocal Teachn?g + Metakognitif (RTM) Xr

-

Stategi Cooperatiw Suipt{CS)

Xq

:

Snxeg1

k

ctp r oc a I Teac hi

nggl)

X5 = Srategi Konvensional Y1

:

Kemampuan akademik tinggi Y2 = Kemampuan akademik rendah

Penyuzunan

artikel ini

hanya atas dasar hasil penelitian terlcait penganrh stategi pembelajtrm RTIvI,

RT

dan yang konvensional

di

kalnngan siswa ber- kemampu:in akademik

tinggi

dan rendah. Rata-raa jurnlatr siswa

setip

kelas

arbra

3G40 siswa Pada

s

tiap

stategi diambil20

siswa, kecuali untuk shategi konvensional akademik

tinpgi diarnbil

16 siswa, se- hingga diperoleh jumlah sampel 1 16 siswa hsbumen

Oto

Ott

(6)

160 furnal lhwt Pendidikan, Jilid 17, Nomor 2, Juni 2010,

hln.

15&167 evaluasi yang disusun berupa tnS essay hasil belajar

ko$id{

menggunakari

rubrib

dikembangkan peneliti mengacu pada

Hart

(1994), dan keterampilan meta-

kognitif rubrik

penskoran

dari

Core- bima(2009).

HASILDAI\IPEMBAHASAN Hssil

Data yang terkumpulkan melalui

instrumen

pmelitian

dianalisis dengan menggunakan anakova Hasil analisis selengkapnya ditunjukkan pada Tabel 1.

Berdas.rkan Tabel

I di

atas terlihar bahwa sig- nifikansi t€rkait shafegi

maryun

akade-

mik

sama-sama sebesar 0,000. Oleh karena

itu t{o

yang terkait sftategi maupun kemampuan akademik

ditolak

dan hipotesis penelitiannya masing-masing

diterima. Oleh karena makalah ini ditulis

hanya berdasarkan hasil penelitian

terkait stategi

pembe-

lujeta" RTM, RT

dan konvensional, maka

berikut ini

ditr4iukkan hasil

uji LSD

yang hanya mencakup ketiga shategi itu. Dapat

di

lihat pada

Tabel2.

Dari hasil

uji

LSD pengaruh shdegi penrbel4iar, an, te,nmgkap adanya perbedaan

rafa-rila

skor

kete

rampilan metakognitif siswa pada kelompok perlalaran dan kelompok kontrol. Rata-rata skor terkoreksi ke- terampilan metakognitif siswa yang t€rtinggi terlihat padakelompok perlakuan dengan stategi RTT{, ber- beda nyata dengan rafa-rtfa skor terkoreksi keteram- pilan metakognitif siswa pada kelompok snategi pem-

belqiran RT

dan konvensional. Secara persentase dapat diurutkan bahwa rala-rata skor terkoreksi

ket+

rampilan mehkognit'rf siswa pada kelompok sbategi

RTM

lebih

tinggi

10,88% dari rata-rata keterampilan

metakognitif

siswa pada shategi pembelajaran

RT

dan 20,49orl

dxi

ruta-rata skor keterampilan meta-

kognitif

siswa yang belajar dengan stuategi konven- sional. Berdasarkan persentase, diketahui juga bahwa peningkatan rdra-r:rta skor keterampilan metakogrifrf yang

paling tinggi terlihat

pada

kelompok sfategi

pembelajaran

RTM.

Hasil analisis

juga

menunjukkan rata-rata skor

terkoreksi

keterampilan

meakognitif yang

paling tinggi terlihat pada sisrva berkemampuan akademik tinggi yaitu 79,158, dan lebih

tinggi

7,80% dari rata- rafa skor terkoreksi keterampilan metakognitif siswa berkemampuan akademik rendah.

Rafa-rata skor keterampilan metakognitif yang paling

tinggi

terlihat pada kelompok strategi

RTM,

dan akademik

tinggi

yaiar 85,810 dan menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan rata-rata skor ter- koreksi keterampilan

metakognitif

pada kelompok

shategi

RTM

akademik rendah dan

RT

akademik

tinggi,

dan rendah.

Secara persentase dapat diinterpretasikan bahwa r.a/rz-rata

skor

terkoreksi keterampilan

metakogntif

siswa berkemampuan akademik tinggr yang belajar dengan

sfategi

pembelajaran

RTM, lebih tinggi

7,86yo dart raturata keterampilan metakognitif siswa yang berkemampuan akademik

tinggl

yang belajar dengan sfrategi pembelajaran

RT, dan

23,62To

le- bih tinggi dari

rata-rata keterampilan

metakognitif

siswa berkemampuan akademik tinggr yang belajar

den gan

stategi

konvensional.

Berdasarkan

Tabel 2 di

atas, diketahui

juga

bahwa terdapat

perbedaan

keterarnpilan metakognitif siswa setelah pernbelajaran dengan sfra-

tegi

pembelajaran. Keterampilan metakognitif siswa akademik

tingg

yattg

belqia

dengan sfrd€gi

RTM

meningkat 500,95yo dari keterampilan metakogrritif awal dibandinglan dengan keterampilan metakogrritif siswa berkemampuan alodemik rendah yang dibelajarkan dengan strategi

RTM

meningkat M6,9?oA dari keterampilan metakogntif awal.

Selain

diteliti

pengaruhnya terhadap keteram- pilan metakognitif, sintaks pembelajman yang dikem- bangkanjuga

diuji

pengaruhnya terhadap hasil

b+

lajar biologi sisu,a Data yangterkurnpulkan dianalisis dengan anakova. Ringkasan hasil analisis kovarians selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.

Berdasarkan

Tabel 3 di

atas

terlihat

bahwa signifikansi terkait shategl maupun kemampuan aka- demik sarna-sama se.besar 0,000. Oleh karena itu

IIo

yang terkait sfrategi maupun kemampuan akademik

ditolak

dan hipotesis pe'nelitiannya masing-masing diterima. Oleh karena makatah

ini

ditulis hanya ber-

dasa*an hasil penelitian

ter{<ait

shategi

pembela- jaran

RTM, RT

dan konvensional, maka berikut

ini ditunjukkan hasil uji LSD yang

hanya rnencakup ketiga sfiategl itu.

Hasil

uji LSD

pengan:h sfrategi pembelajaran, terungkap t€rdapat perbedaan rata-rata skor keteram- pilan

metakognitif

siswa pada kelompok perlakuan dan kelompok kontool. Rata-rata skor terkoreksi ter- tinggi terlihat pada kombinasi strategi R.TM, selan-

juhya Rl

dan konvesional.

Pada

sfiategi

pembelajaiarr:

l)

rata-rata skor hasil

be$ar

pada kelompok kombinasi sfi"fegi

RTM lebih.tinggi l0,25yo

dari rata-rata

skor

strategi

RT

dan 20,66yo

dari

rata-rata skor

hasil

belajar siswa pada sbategi pembelajaran konvensional,

2)

ruta-

rata skor hasil belajar siswa yang behiar dengan

RT

lebih

tinggi

I8,98oA dari rata-rata skor hasil belajar siswa

di

kelompok sfategi konvensional,

3)

rairz-rata skor hasil belqiar kongitif siswa pada kelas perlakuan

(7)

ll/arouw, Pembelqiaran Reciprocal Teaehing dan Menkognitif (RTtr4) yang Menberdayalcon Keterampilan Metakognq

16l stategi RT

lebih

tinggi

16,54% dari rata-rata skor

hasil belqiar siswa pada

kelompok stategi

penrbe-

lajrm

konvensinal. Persentise peningftatan, terlihat bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa yang belajar dengan

strateg RTM

meningkat tebih

tinggi

yaihr 6W,26y;, berilnfrrya rata-rafia skor hasil belajar siswa

yang belqiar dengan shafiegi konvensional meningkaf 496,56yo, dan shategi

RT meningkat

440,t6%o.

k-

lanjuhya

ttu-rala, skor terkoreksi hasil bel4iar siswa berkemampuan akademik

tinggi

lebih

tngg

10,94o/o dari rata-rata skor hasil belajar pada kelompok siswa berkemampuan akademilk rendah.

Tabel f. Hasil Uji Pengaruh Strategi Pembelajaran

dan

Kemampuan Akademik terhadap Keterampilan Metakognitif

Siswa

Type

tII

Sum of Rata-reta

Corrected Model Intercept XKETM STRATEGI MAMPU

STRATEGI * AKADEMIK Error

Total

Corrected Total

6923.6r1(a) 76284.558 130.615 4519.741 1689.662

603.581 7817.66t 115299t.310

1474t.271

592.361 76284.558 130.615 tt29.935 1689.662 150.895

12.258

16.384 1805.226 3.091 26.739 39.985

3.57t

l0

I I

4

I 4 185

t96

195

.000 .000 .080 .000 .000 .008

Tabel2. Hasil Uji LSD Pengaruh Interalai

Strategi

Pembelajamn

dan

Kemampuan Akademik terhadap Keterampilan Metakognitif

MAMPU XKETM

STRAl.EGI Y1M.

KETM

SELISilI YlKET.

LSD Nota- tion 3=Konvensional

4:RTeaching 3:Konvensional 5:RT+M 4:RTeaching 5:RT+M

2=endah 2=endah

l=inggi

2:rend"h i"+inggi

t2,216 t5,234 t4,746 t4,t82 17,339 14.31 I

66,626 67,595 69,511 77,571

79,ttt

54,410 52,362 54"764 63,390 61,772

7l

65,996 67,595 69,409 77,353 79,550

l0

a a a

b b c

Tabel 3. Hasil tiji Pengamh Strategi Pembelajaran

dan

Kemampuan Akademik terhadap llasil

Belajar

Siswa

Type

Itr

Sum

of

Mean Square sig.

Corrected Model Intercept Prekog Strategi Akademik

Shategi * Akademik Error

Totai

Conected Total

8510.269(a) 6561t.671 45.443 4382.750 2441.889 l3 19.893 7962.975 1052 134.195 t6473.243

851.U7 65611.671 45.443 1095.687 2441.889 329.973 43.043

19.772

.000

1524.325

.000

1.056

.306

2s.456

.000

56.731

.000

7.666

.000

l0

I

1

4 I 4 185 196 19s

TaH 4.

Ringl{asan

Hasil Uji LSD Pengaruh Interalai

Strategi

Pembelajaran flan t(grnrmpuan Akademik terhadap Hasil Belajar

Siswa

STRATEGI MAMPU YlKOG SELISIH

YlKOG.

coR

LSD Notation 3=Konvensional

4=RTeaching 3:Konvensional 5=RT+M 4=RTeaching

2-bawah 2=bawah

l:atas 2:bawah

l=atas

9,592 12,083

62,535 62,742

52,943 50,659 54,168 60,379 63,543 72-638

62,146 62,746 66,133 71,103 77;641

tt,978

66,146

10,905

71,294

13,820

77,363

a a a b c

S=RT+lvI l=aras

l

t,l8l

83.819 83.68r d

(8)

t62

Jurnal IInw Pendtulikan, Jilid I 7, N omor 2, Juni 20 I 0, hln. I 5 8- tr 67

Tabel

4

memberikan gambaran bahwa terda- pat perbedaan rda-rata terkoreksi pada beberapa

braf

inf€ralsi. Rata{ata skor &rkoreksi hasil belajar yang paling tinggi

terlihd @a

sisna berke,mampuan aka- demik tinggi

ymg

dibehiarkan dengan shtegi

RTM.

Rda-r&

skor tertoreksi

ini

masih lebih tinggi 7,77/o

dari

siswa berkemampuan

akademik tinggt

yang

belaiar dengan

sffiegi

RT dan 26,530/o lebih tinggi

fui

ratrq*ahasil

belajar siswa berkernampuair akademik tinggi yang belajar dengan shategi konvensional.

tlal yang

berbeda

terlihat

pada siswa berke- mampwm akademik rendah, dimana tarnpak bahwa

sism

akade,mik rsrdah yang

belaja

dengan strafiegi

RT

dan

RTM tidak

menunjukkan perbedaan rata- rata skor yang bermalara. Secara persentase, rdra-rafa, skor

hasil

belajar siswa berkemampuiln akademik rendah yang beQiar strafegi pembelajaran

RTM me

nunjukkan perbedaan

dengan

persentase

l3,3lyo

dari rata-rata skor hasil belajar interaksi shategi

RT

dan akademik

rendah

serla \4,04yo

dari

interaksi

shategi konvensional dao

akademik rendah. Jika

dilihat daii

penentase peningkatan, tampak-bahwa siswa berkemampuan akademik

tinggi

yang belajar dengan

stategl RTM memiliki

persentase pening- katan rata-rata

skor hasil

belajar

yang

lebih tinggr dibandingkan dengan interaksi

stategi

RT dan aka-

demik tinggi

maupun interaksi strategi konvensio- nal dan akademik dnggi.

Penelitian

ini

menghasilkan sbategi pembela- jaran

kooperati{ yakni

strategi

RTM.

Khusus sfra- tegi metakognitif, salah satu yang digunakan adalah

s

elf

assessing. Iangkah-langkah pembe$aran

RTM,

hasil pengembangan dihxliufrkan pada Tabel 5. Secaxa

eirsplisi!

Tabel

5

proses pembela- jaran yang

dilakukan

dengan strategi pernbelajaran

RTM,

dan berorientasi pada pengembangan kete- ranrpilan metako

gnitif.

l

i

t:

ili

I I I

Tabel5. Langkah Pembelajaran RTM

Kesiattn Guru Kesiatan Siswa

A. KegiatanAwal

l.

Memotivasi siswadengan menggali pengetahuan awal siswa

2. Meny'ampaikrn Tujuan Pembelqlaran, dan melyampaikat peraturan yang hanrs dipanrhi.

3. Membagi siswa dalam kelompok (setiap kelompok t€rdiri 4 siswa)

A

KegiatanAwal

1. Mengintervensi masalah yang telah dimilii<i atau diatami siswa dalam kehidupan siswa"

2. Menyimak penyamparan trjuan pembelajaran, perahnan yang han:s dipatrhi

3. Siswa membentuk kelompok (setiap kelompok terdiri 4 siswa)

B. Kegiatan Inti

l.

Mqnbagikan materi/LKS pada masing-masing siswa

2. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan r€ncana p€ranyaan t€ntang maleri

3. Guru memberi kesempatan kepada siswa una* mengqiukan

pffi)aan

bodasarlon idepokokpngelah dinrlis oleh sl*lla 4. Guru mernberikan kesempatan pada siswa untuk menjawab

pertanyaan siswa lam (cl os e book\

5. Guru memb€rikan kesempatan kepada siswa unilk

mengklarifikasi (open book) melalui diskusi saling mengajar poin-poln yang belum jelas.

6. Gunr bakeliling memberi bimbingan seperlunya kepada kelompot siswa yang sedang berdi*nsi.

7. &rru memberikan kesempatan kepada siswa untuk meftmg- kumhasil disknsi secara individu dan kelompok

8. Guru memberikan kqs€mpatdr k€pada siswa untrk mempre diki (mengkonfirmasikan arnu mernbuktikan kebalikannya hipotesis mengenai apa yang akan terjadi bailotrya) 9. Gunr memberikan kesempatan salah satu kelompok presen-

hsi hasil kegiatan kelompok.

10. Guru meurberikan kesemparan siswa mernbuat ref;acserc- ,ng t€rhadap mat€ri yang telah dipelajari, dengan meilrlis- kanpadaLKS.

B. Kegiatan Inti

l.

Sisra membaca dan menyimak matrri/LKS yang dibagikan

2.

Siswa berpikir rencana pertanyaan tentang materi

3. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan ide pokok yang telah ditulis.

4.

Siswa mer{awab pertanyaan siswa lainle/ose boot) 5. Siswa mengkl uifikasi {open book) melal'udiskusi saling

mengqjar poin-poin yang belum jelas

6. Siswaaktifdalam diskusi

7. Siswa meraugkum hasil diskusi secara individu dan kelom- pok

8. Siswa memprediksi (mengfuonfirmasikan atau membulcikan kebalikanhya hipotesis me,nge,nai apa yang akan tujadi bed- kutrya)

9.

Salah saDr kelompok presentasi hasil kegiatan kelompok.

10. Siswa membuat self osessing terhadap materi yang telah dipelajan, dengan menuliskan pada LKS.

KegialanPenurup

fr{u*eritar

tesempatan kepada siswa menyimpulkan dari hasil reftlesi materi yang baru dipelajari dan menuliskan padajumal belajar

Mernberikur kesempmr kepada sts'wa npngunpulkat LKS

Cruru memberikan tugas rumalq yaiu mernbuat pertanyaan dan jawaban tertulis untuk materi berikutrya

C.

l.

',

3.

C, KegiatanPenutup

l.

Siswa saling menyamakan penepsi menlimpulkan dari ha- sil refldesi matcri yang baru dipelajad dan menulislcar pada jumal belajamya-

2.

Siswamangumpulkan LKS yang sudah dikedakan.

3.

Sisrva mengerjakan tugas

runa[

yaifir membuat p€rtanyaan danjawaban terulis rmtuk materi berikutnya

Ketoangan: Penggabungan oleh Psnulis

(9)

Warouw, Pembelaiaran Reciprocal Teaching dan Metal@gnW(RTM) yang Memberdayakan Keteratnpilan Menkagnitif 163

Pembahasan

Pmguuh Sfrdqi

Pembetqiffian

Mhadq Kdc- ranpilan Medrognitif

Si;swa

Hasil

analisis rata-rata

skor terkoreksi

kete- rampilan metakogntif siswa yang dibelajarkan dengan sfraf€gi

RIM

lebih tinggi dibandingkan dengan rara- rata skor brkoreksi keteralnpilan metakognitif siswa pada strategi pembelajaran konvensional.

Sou* p".-

sentase

peninglstan juga

menggambarkan bahwa sftdegi pembelajaran

RTM

rreningftd<an keterampil-

an metakognitif siswa lebih tinggi

dibandingkan dengan strategi lainnya.

Stdegi Rf

merupakan salah satu sfiziegi pembe

$aran

kooperatif

yang

menu4iukkan pembelajaran metakognitif dan sangat efektif dalam meningkadran perolehan-perolehan siswa selama

pembelqire"

I-€bill lanjut diielaskan oleh Palincsar dan Brown (19SO

bh-

wa

kekumn eu

penekanar dad stategi RT berpusd pada munbaca dan mermgfuum untuk meningkd<an

kognitif

dan aktivitas

sisw4

karena de- ngan adanya kemampuan metakognitif, siswa.akan lebih dapat memalrarni konsep dan yakin untuk

me

lalarkan aktivihs lainnya

Nfafaat

lain

fui

pertrapan skategi RT adalah melatih belajar kelompok

(koope rar$

inU.ri< saling meng4iar (saling mernberi

keEra&

pilan, pengalaman dan pemahaman yang mereka in-

duksi meialui prinsip

kegiatan mengklarifikasi

ja-

wabm). Berdasarkan beb€rapa penelitian rebelunny4 strdegi RT cocok diterapkan

brsama

dengan

ffigi

metakognitif, l<arena dalam pembelajaran dengar

RT

melibatkan tiga komponen utama yang mu{etaskan tentang sbateg pemahaman yang cocok digunakaa kupat, di man4 bagaimana menggunakan

sffiegi inl

de terjdi

per4anmn diri

selfregdaed

teqnerdAlzrrn rrrcngggunakan sh"ategi ters€but jelas memperlihatran pob pembeQaran metakognitifl

l{al

ini akan tsrcemrin dalam empat langkah dari

RT:

membuat pertanyaan, memprediksi, mengklarifikasi, dan merangkum.

Bertanya mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kemampuan

berpikir siswa Dije

laskan oleh Marzano (1993) dengan bertanya siswa dapat meningkaikan kemampuan

berpikir

tingLat tinggi mereka" Setelah memberikan perbnyaa4 siswa diharuskan melalarkan kladfikasi dengan mencocok- kan jawaban yang dilcemukakan denganjawaban yang

pada

buku teks.

Pada

ahap ini

siswa

dib€rilan

kesemp,atan untuk melakukan revisi terha- dap gagasan-ggasan yang telah diperoleh pada

hhap

sebelumya

Seblah

siswa akan berdisl$si dengan teman kelompok terkait dengan materi yang sementara dipelajari. Siswa akan merangkum hasil

dishsi

b"rup,a gagasan-gagasan penting yang ditemu-

km

selarna punbelqiaan. Menunrt Nur (2004) mqffirg-

kun

meliputi menulis pernyataan-pemyataan singkat yang mewakili ideide

rtuna Tatrp slqfurnya

adalatr mempredilai kebalikan

dai

hipotesis.

Kegiaat

mem-

predilsi

menrpakan salah satu

stategi

metakognitif (Nur, 2004). Penginbgrasian sfrdegi nreUkognitif pada bagian

akhir

penerapan shategi

RTM

adalah mere-

flelai

diri dengan menuliskan apayangtelah dik€tului dan apa yang belum

diketalui

serta langlratr pengem-

bansn

perolehar hasil belajar. Sebehnrnya, hasil

pure

litian mengenai pengqiaran ESP menunjukkan bahwa perbedaan shategi

yang

diadopsi oleh para ilmuan membaca dalam bidangnya berhubungan eraf dengan agenda

yang dimiliki ihnuar

yaitu trjuannya untuk membaca

(fleni4

2006).

kbih

larfut diielaskan pula oleh Anderson

(1991)

bahwa memutuskan apakah membaca teks secara selektif atau lurus melalui, dan memisahlon relwan dari informasi yang tidak relevan, kebutrhan pertamanya hanrs memiliki pengutiar yang jelas tentang tujuan membaca.

Siswa yang menggunakan strategi metakogni-

tif dalam aktivitas

pembelajarannya

juga

menun-

juk*an

keterampilan metakognitif yang lebih baik.

Kauchak dan Eggen (1996) menjelaskan bahwa kete-

rarpilm

metakognitif dapd

memhnnr

mereka men-

j&i self+egilded

lemners yang bertanggung jawab t€rhadap kemajuan belajamya sendiri dan menga-_

daptasi

seateg

belajanrya mencapai tuntutan

tugls.

Sfiat€gi

RTM

yang digunakan dalam penelitian

ini m€nrykm

hasil dari penelitian pengemb.angan.

tlat ini

sesuai dengan Corebima (2006) yang menyata-

kan

bahwa pelatihan

metakognitif

dapat diajarkan s€cara t€rpisah maupun dapat dimasukkan s@axa smgaja dalam suatu pembelajaran tertentu. Stategt

metakognitif yang dilakukan

dalam

penelitian ini mhra

lain adalah berupa self assesing. Sintala pem-

belajran

yang dikembangkan menu4iukkan bahwa aktn/itas siswa diawali dengnn membaca bacaan, siswa

betpikir

tentang rencana pertanyaan tentang materi yang drpelajari dan mengajukan pertanyaan berda- sarkan

id+ide

pokok yang telah ditutis. Selaqiuhry/A siswa akan melakukan

klarifil€si

terhadap jawaban- jawaban yang belum jelas dan merangkum hasil dis-

kusi

serta mernpfediksi mengenai materi pelajaran sad iAL

Akhir

dari pembe$aran adalah self assesing yang dibuat masing-masing siswa untuk memantau proses

b""pikir

dan hasil belajamya.

Pembe$aran yang

menqitrkkan

pola pelatihan srategi metakognitif teaebut terbukti dapat rnening- katkan keterampilan metakognidrf siswa Daley

QWz)

dan Peters (2000) memperlihatkan bagaimana pem- belajaran

konstrutivistik

yang menekankan refleksi diri dan

konsfuksi

(pernbentukan) pengetahwin dapat berperan terhadap keterampilan metakognitif:

(10)

164,larwl

Ibru Pendi.dikan, Jilid I 7, Nomot 2, Juni 20 I 0, hln. I 58- I 67

Stategi

pembel4jaran

RTM

sangat

memtantu

sisua

untrk

menguas4i keterampilan nretafiognitrya.

Mengpsai

suatu keterampilan adalah sulit

jika di-

bandinglcn del]gan pengadaan telrtang pengetatuan

(deklr*if)

h*rusus. Rqiukan tersebut mer$elaskan balr- wa penguasaan terhadap kete,rampilan metakognitif rnenryakan hal yang sangd srlit sehingga perlu

dihsili-

tasi

den$n

metode-metode pembel4iarm yang tepat.

Salah satu metode penrbel4iaran yang dapat mening- katkan keterampilan metakognitif

sisw4

antara

lain

penrbelajaran timbal balik @alincsar

&

Broum, i984).

Rata-rata

skor

terkoreksi keterampilan meta-

kognitif

siswa bertemampuan akademik

tinggi

lebih

tinggi

7,80% dari rata-rata skor keterampilan meta-

kognitif siswa

berkem€lmpuan

akademik

rendah.

Faktor intelegensi merupakan salah safr faktor yang efektif dalam mempenganrhi keberhasilan pembela- jaran (Amnatr, 2009). Siswa yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar, karena lebih mudatr dan memahami pelajaran serta mengingat-

ny4 lebih

mudah

berpikir laeatif dan lebih

cepat mengambil keptrtusan.Ilal ini be$eda dengan siswa yang

hrang

cerdas atau lamban.

Rujukan tersebut memberilan gambar:an bahwa siswa yang berkemampuan akademik tinggi

memiliki

kesadarcr mehkogrrit'rt-yang lebih baik'sehingga dapat digunakan unfirk

mengontol

proses-proses

koglitif- nya

FIal ini sejalaq dengan Peters (2000) yang menya-

talorl'bahwa

keterampilan metakognitif bermanfaat

untuk

menjadikan siswa berkembang

rnedadi

pe- belajar nnandiri, karena mendorong mereka meqiadi man4ier kelas atas dirinya sendiri serta me,njadi penilai atas pemikiran dan pembelajaran sendiri.

Anaiisis lardr-fr dengan

uji

LSD juga menunjuk- kan bahwa ada perbedaan rata-rata skor terkoreksi pada beberapa level kombinasi. Rata-rata skor kete- rampilan

mbtaliognitif

terkoreksi siswa berkemam- puan akademik

tinggr yang

belajar dengan shategi

RTM lebih tinggi

dibandingkan

dengan

rata-rata

skor

siswa berkemampuan akademik

tinggi

yang belajar dengan

srateg

pembelajaran

RT,

maupun deng;an stategi pembelajaran konvensional.

Rata-rata skor keterampilan metakognitif siswa berkemampuan akademik rendah yang beQar dengan

stategi

pembelajaran

RTM lebih tinggi

dibanding

dengan rata-rata skor ketampilan

rneakognitif

siswa berlce.mampuan akademik rendah yang beiajar dengan

sfategi

pembelajaran

RT,

maupun dengan sfrategi pembelajarap konvensional

Berdasarkan perhitungan persentase peningl€t- arg dikebhui juga bahwa skor rata-rata keterampilan

metakogritif

siswa be*errrampuan akademik tinggi yang dibelqiarkan dengan strategi

RTM

meningkat lebih

tinggi, yaitu

500,95% dart skor rata-rata

ket+

rampilan metakognitif awal. Dengan demikian dapd disimpulkan bahwa p€tlggunaan shategi

RTM

sangat

efektif

dalam

menin*aftan

keterampilan metakog-

nitif

pada siswa berkemampuan akademik rendatr dan akademik tinggr.

Peningkatan keterampilan

metakognitif

siswa dapat

dilihat dari

rata-rata skor keterarnpilan meta- kogrritif siswa sebelum pembela$aran (pret€s) diban- ding dengan rata-rata skor keerampilan metakognitif sesudah pembelajaran. Rata-rata skor keterampilan

metakogitif

siswa berkemampuan akademik

tinggi

yang belzrjar de,ngan sftategi pembelajaran

RTM

lebih tinggi dibanding dengan rata$at^keterampilan meta-

kognit'f

siswa berkemampuan akademik tinggi yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional.

Peningfuatar keterampilan

metakopitif

sisva ini tidak terlepas

dari

sintaks pembelajaran

RTM.

krtegrasi shat€gi metakognitif pada strategi pembelajaran

RT

memperkuat potensi shategi

RTM untuk

mening- katkan keterampilan metakognitif siswa. Dijelaskan

lebh ladut

bahwa pengalaman metakognitif biasarya mendalrului atau

mengikuti

suatu kegiatan

kognitif

dan sering

mrncul

bilarnana kegiaun kogrritif gagal

(Coreblna

2006). Jelaslah bahwa

stategi RT

yang dikombinasikan dengan sbateg metakognitif sangat efektif untrrk mernberdayakan keterampilan metakog-

nitif

siswa ba*emampuan akademik

tinggi

maupun akademik rendah.

Strateg RTN{

memiliki

keunggulam dibanding-

kan

dengan shategr

lainnya yang

digunakan pada penelitian

ini.

Salah safir langkah pembelajaran sha-

tegi RTM yang

dapat meningkatkan keterampilan mbtakogrritif siswa adalah merangkum. Alaivitas

ini

menuntut siswa

untuk

memahami kata-kata kunci dan mengenali

infonnasi

penting yang terdapat

di

dalam

materi

pelajaran maupun

dari hasil

diskusi dengan siswa lainnya. Siswa dapat membuat rang- kuman dengan diawali pertanyaan-perknyaan yang dapat mengungkap fokus, serta makna yang terkan- dung di dalam materi pembelajaran.

I{asil

analisis

juga

menjelaskan bahwa siswa berkemampuan

akademik rendah

sangat terbantu dengan

shates RTM

untuk meninglatkan keteram- pilan mefakogritifinya

IIal

ini tidak terlepas dari peran

teman sejawat dalam

menjelaskan rnateri-materi pembelajaran yang belum jelas ataupun menunjukkan sbategr yang lebih

efehif

dalarn memahami materi pelajaran. Sfiategi

RTM

memberikan peluang bagi siswa

yang telah

memahami

materi

pembelajaran untuk menjadi hrtor sebaya bagi

siwa

lainnya.

Akti-

vims ini tsrlihat pada kegiatan mengftlarifikasi. Spivey

&

Cutrbert (2001)

menyimpulkn

bahwa siswa berke- mampuan verbal rendah akan meningkat setelatr pem- belqiean

dengn

sftdegi pernbel4iaran RT. Sctrlesingsr

(11)

Woroty, Penbel4iaran Reciproeal Teaching

fut llaahogq(W A l@t Kqi6t t*tatognig

rcs (2000) me4ielaskan bahwa

sffiegi RT

sangat mem-

bantu siswa yang mengalami kesulitan:dalam pem- belajaran.

I{asil

analisis

juga

menunjukkan bahwa kete- rarrpilan metakognitif siswa berkernampuan.al€dernft rendah yang belqiar dengan

sbates RTM memiliki

rata-rata skor keterampilan

metakognitif

yang ber- beda signifikan dengan lsrta$ata skor keterampilan metakognitif siswa berkemampuan al<ademik tinggi yang belajm dengan shategi

RTM.

Dilihddoi

l€rateristik pembel4iaran

RI,

maka dapc

dijela*an

batrwa kemampuan anal siswa sangd berperan dalam menunjang k*erlaksanaan pembe- lajaran. Telatr diielaskan

pula

bahwa

ketika

siswa

prtnrya4

siswa akan mengidenffi- kasi pengetahuan awal

untuk

membuat pertanyaan menjadi lebih bemralma (Sctrlesinger, 2000). Richards (tanpa tahun)

juga

menjelaskan bahwa ketika siswa melal$kan aktivitas

predilsi,

siswa akan mengaktif- kan

kembali

arVal yang telatr diperoleh.

Kelemahan lain

fui

sfraf€gi pembetajaran RT adalah waktrr

yarg

digunalcn

rel*if

lebih

singkat s*ingga

siswa diharuskan

beryikir lebft

cepat dalam

menye

suaikan

diri

dengan sintaks pembelajaran

RT

.

Hal ini

sejalan dengan pendapaf Richards (tanpa tahun) yang menjelaskm bahwa

untuk

keberhasilan pem- belajaran

RTjuga terlehk

pada penggunaan waktu,

di

mana

dihrutrkan

waknr yang relatif lebih panjang untuk guru melakukan modeling dan siswa meng-

kuti

setiup fthaptatrap

pembelajaar

Dijelaskan lebih lar$utbatrwa umumnya guru merasa kesulitan dalam me'nerapkan shaf€gi

RT

karena terbatasnya waktu.

Guru

yang

tidak komitnen

pada langkah-langkah

pembe$aran RT akan

menyebabkan siswa

tidak

dapat menyesuaian diri dan sulit rmtuk meningkafl<an kemampuarmya- Richads (bnpa

hhun)

menjelaskan bahwa

sfiateg RT

lebih menekankan pembelajaran pada proses daripada hasil.

Penilaian ket€rampilan maakognit'rf dalam pen+

litian dilakukan dengan mengunakan lernbar

koja sis

wa yang diukur pada aktrir pembelajaran. Penilaian semacam

ini

belurn mernperhatikan prcses sehingga perlu dikembangkan perangkat penilaian yang ber- orientasi proses

untrk

mendukung pelaksanaan pem- belajran RT.

Pmgarah Strdqi

Pembelajmffi,

tohadq Hasil Bel4jarSrwa

'

Hasil analisis data

memprlihafkan

bahwa sha-

egi

pembelajaran berpengaruh terhadap hasil bela-

jar

siswa.

Ilasil

analisis laqiut

juga

memperlihatkan bahwa tordapat perbedaan rata-rata terkoreksi skor hasil

belqir

siswa pada level-level perlakuan.

Mmn

*a Elmrdsi lueil behir sis*a yry d*Ehiat.'l

dengro stregi pcmbdqlre RTM dm RT

lebih

tinggi

dfrmdiryftm

dengla

qi laiqa mrk

sfrateg konvensional.

Bendmakm pqscdcs p€rfi€ktr-

an, dk€tahui

jup

bahwa

perwe peningfu

tresrf

belajar siswa yang

dibehiakm dt'rgm sregi

pem' behjqran

RIMjauh lebih 1gi

dibrrA;nekan

515ryi

lainnya.

Hasil

penelitian

ini medukrmg paelitim

yang dilakukan oleh

Hadi Q0f7),7:ridteffi),d^.t

Budi

(20@). Jika

dilihat

dari langfrabhnglrah

pm

beQiaran RT, maka elemen penting sxdegi

RTymg

dapat

meningkatl€n

perolehan

hasil

bel4iar siswa adalah me,!ryusun pertanyaa& dimana menurut Brouar dan

Walton (1995),

sftategi manyusun

prtanyaan memiliki 2 tAW

kognitif

yaitu

tahry rcczpting

(mv

nerima) dan tahap

challmging

(menantang).

Ketika

siswa menrbaca informasi pada sitrasi yang ad4 maka pada saat tersebut ia akan melakukan tatrap

kognitif yaifi

rccqting,sedangkan pada tahap kognrbf

clalen- gging

diturrrjukan ketika siswa akan men)rusun per- tanyaan (soal). Proses

kognitif

accpeling memung-

kinkan

siswa

unfuk

menempatkan suatu informasi pada suatu

juingan stukhr

kogrritif sedangkan Foses kognrtrf chall enging dapat memungkinkan jaringan

yang

ada pada

diri siswa akan

semakin

kuat

hu- bungannya

(Marzuki,

2005).

Shdegi

RTM

meningkatkan hasil

bel4jr

siswa lebih dari sbate$

lainnya Melalui

s0ategl

ini,

siswa

dilatih

untuk

mengontol

proses

kongitifirya.

Siswa yang terbiasa

belajar

dengan

stategi metakognitif

akan semakin meningkatkan kesadarannya tentang apayangtelatr dftetahui, dan

ryafang

belum dikehhui sehingga akan lebih mudah untuk mencari dan me- nemukan shategi dan waktu yang dapat digunakan untrk menyempumakan pengetahuannya

tlal

ini seja- Ian denean pendapaf Fernande4

dll.,

(2000) bahwa

metakognitif

pada banyak pengeahuan atuu

pros6

kognifif yang memonitor atau mengontol kognisi.

Strategi pembelajaran

RIM

mngat menrberikan peluang bagi siswa untuk belajar dari sumber bela-

jar

yang berbeda. Pada bagian

awal

pembelajaran, siswa dapat memperoleh pengetahuan

dari

batran bacaan yang terdapat

di

dalam

LKS.

Jumlah peng+

hhuan

)ang

didapat sad membaca

juga akar

sangat dari sffidegi yang digunakan untuk mem- baca Pada

sffiegi ini

t€rlihat bahwa salatr satu sum- ber belajar siswa adalah anggota kelompok lainnya yang berada pada kelompok diskusi yang sama krter-

alsi anksiswadalam

kelompok akan semakin

efektif

bagi sisqa untuk saling b€rtulsr informasidan konsep konsep yang terkait dengan

topik

pembelajarm. Hal

ini

sesuai dengan

lbrahim,

dkft (2000) terdapat tiga

(12)

166 Jurnat Itnw Pendidiksn,

JilidI7'

Nonor 2, .luni 20I0, hln. I58-I67

tujuan insfiuksiural pentingymg

@t

dicapai

densn

pernbelajaran kooperatif

yaitu'hasil

belajar akade- milq penedmiun tshadap keilagamar1 pengefitbangan keterampilan sosial.

Pengenrbangan

sfabgi

pe'rrbelajaran

RTM

me-

miliki

keunggulan, yaitu adanya proses self msesing yang

dilakukan

pada alctrir pembelajaran. Dengan

$xategl

ini,

siswa semakin meningftatkanperolehan hasil bel4ianya" Siswa dilatih nnengembanglan proses berpikir secara terdur unfirk mengetatnri konsepkon- sep apa saja yang telah diperoleh selama penrbelajarr5 dan apa

yang belum diketahui,

sefta bagaiamana mengembangkan pengetatruan yang telah dipe,roleh- Pengonfrolan tettradap proses pembelajaran memung- kinkan siswa akan menjadi pebelajar yang mandiri' Konse,pkonsep yang telah diketahui selama pembe- lqiaran akan semakin tenrs berkembang dan

yar€ be

lum diketahui akan terus dipelajari. Pada penelitian

ini,

siswa yang belajar dengan sbategi

RTM

dapat mencapai

Kriteria

Ketuntusan

Minimal (KKM)

se- hingga

remidial

ditiadakan. Temuan penelitian

ini juga

menggambarkan bahwa skategi

ini

meningftat-

kan hasil belajar siswa.

llasil

anatisis data menr.urjukkan bahwa

teid4at

penganrh kemampuan akademik terhadap hasil be-

laiar

siswa. Rata-rata

skor hasil

belajar terkoreksi pada siswa berkemampiran akademik tinggi berbeda signifikan dengan rata-rata skor hasil belajar terko- reksi pada siswa berkemampuan akademik rendatr.

IIasil

tersebut

menurfulkan

bahwa siswa berkemam- puam akademiktinggi

al€n

lebih banyak memperoleh hasil belajar dibandingkan dengan siswa ber{<emam- puan akademik rendah.

Hasil

belajar berhubungan dengan kemampuan siswa memahami materi pela- jaran (Handoko (2007)..

IIasil

analisis data

juga

menunjukkan bahwa"

terdapat pengaruh interalxsi

shategi

pembelajaran dan kemampuan

akademik

terhadap

hasil

belajar

DAFTARRUJTJKAII

Am-.rall S.S. 2009. Pengaruh Pembelajaran

Kooperaif

Think Pair Shoe, Jigsaw, Kombinasi dengan

Str*

teg Metakagn$ do,

Kemampunt Akodernik

terhadq

Kes adman Metalagnitif, Keter ampilan

Metakopitif dm

hasil belaim Biologi Siswa di SMA Negui Kota Pelru

Bru Nut

Disertasi tidak dipublikasikan. Maiang PPs Universitas

Negoi

Malang.

Ariderson,

N.

J. 2002. The Role of Metacognition in Second

Language

Teaching

and

Learning.

EDO-FL-01-10. ERIC Clearinghouse on Lan'

'

guiges and Linguistics Washington DC.

http//

',',www.cal.org/resourceVdigest/diges[dfs/01 10-

,

Anderson.pdf. Diakses 12 Juni 2009

siswa. Setelatr dilakukan

uji LSD,

diketahui bahwa tel'dapd

perbdam

r.zft.-rdaskor hasil

bel4ir erkueksi

pada beberapa

taraf

interaksi. Rata-rata skor hasil belajar terkorelcsi pada siswa berkemampuan al€demik

tingg y*g

belajar dengan shategi

RTM

lebih tinggi serta berbeda

signifikan

dengan taraf'taraf int€raksi shdegi penrbelajaran

dar

kemampuan alodernik lain-

nya

Hasil yang berbeda terlihat pada perserfiase pe- ningl@tan

di

mana siswa berkemampuan akademik rendah

yang dibelajarkan

dengan

stategi RTM,

meninglSat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-r*a, skor hasil belajar pada taraf-taraf interaksi lainnya.

Siswa berkemampuall akademik

tinggr

yang

beleir

dengan srategi pembelajaran

RTM memiliki

rariz-ratz

hasil belajar yang lebih tinggi

dibanding dengan siswa berkemampuan akademik

tingg

yang belajar dengan

stategi

pembelajaran

RT,

maupun dengan

stategi

pembe$aran konvensional. Tinggt- nya rata-rata skor hasil belajar siswa

ini

merupakan implikasi dari penerapan'sintaks pembelajaran strategi

RTM

secarakonsisten.

Strategi pembelajaran

RT, sfiategi

pembela- jaran

RTM,

merupakan strategi pembelajaran

berfi- losofi konstuktivis

yang terbukti efektif meningkat- kan keterampilan

metakognitif

siswa

SMP

Negeri

di Kota Manado

sehingga dapat digunakan secara luas unfuk memberdayakan keterampilan metakog-

nitif

siswa.

SIMPT]LAI\I

I{asil Penelitian menrmjukkan bahwa samiLsztrna strategi

RT+Vq

dan RT berpengaruh meningkatkan keterampilan metakognitif, dan hasil belajar

biologi baik

pada

siswa

berkemampuan akademik

tinggi mauplm akademik rendah. Stategi

pembelajaran

RT+M

dan RT dapdditerapkan dalam pembe$aran Sains

Biologi.

Budi, S. 20A9. Menerapkan Metade Pengajaran Timbal

Balik unnk

Mmingkatkan Kemampuan Peme hfrnm Mentbaca Si.swa Kelas Sebelac MAN Muwa

Teweh

Kalimattm

Tengah. Tesis tidak dipublils-

sikan- Malang: PPs Universitas Negeri Malang.

Corebim4

A.D.

2006. Metakagnisi:

Suau

Ringkasan F'ojian. Makalah disajikan dalam Pelafihan Sta- tegi Metakognitif pada pembelajaran biologi untuk

grru-grm biologi SMA,

Lembaga PengaMian

Kepada Masyarakat

(LPKM)

Unpar, Palangka- rayq23 Agusf,rs.

Brown,

A. L., &

Waltoq M.I.

Refleaion uzd Aplicdion Elbow Association Ltd.

I

1993. Problem Posing:

New Jersey: Lav'rrences

(13)

Warouw, Pembelaiaran Reciprocal Teaching dan Menlryninf

@f$

yang Memberdayakan Keteranpilan Metakagnitif 167 Daley,

B.

J. Wint€r. 2002. Facilitating

kaming Wift

Adule Strdenb thrcugh Conceptlrf@ping Jotrt qt of Continuling Higher E&rcation 50, Nol :2 I -3

I

Depdiknas. 2CfJt3. Sistem Pendidikan Nasional.

Undoq-

wtdmgNomor 20 Talno12M3. Jakarta Depdilaus.

Femandez, D., Dr4ue.paird, J. A.,

&

posner,

M

I.2000.

Executive Attention and Metacogritive Regula- tton Consciousnus and Cognition 9 : 28V307 .

Geremelg B. 1996. Education For the Twenty-First Cen- tury. Parrs Inter-Confenence on Education, Sci- ence, Culture and Commucation on the Eve

of

tre 2l$ Centrry (Report

l)

c.

Hadi, S.

2N7. Pengruh

Strategi Pernbelajaran CooV adive Soipt

tuhadq

Kauwnpilot B*piktr K.rtth,

Kaaanpilm

Metakogn$ dan kemurpum Kog-

nttf

BiologipadaSiswa SMA Labordoriwn Uni- vqsitas Negeri Malang. Tesis tidak dipublikasi- kan. Malang: PPs Universitas Negeri Malang.

Handoko, 20[fl. Pengmth

Pernbeletut Inlairi dm

Stre tegr Kooperatif terhadap Hasil

Belqju Kogn$

Kemampuan

Berpikir Kritis,

dqn Kemampuan Kerjasarna Siswa SMA Berkemarnpuwt Atas dan Bsx,a], di Kota Metro

Lonpng.

Dis€rtasi tidak di- erblflGsil€rr N4almg:

Pk

Ilniversims Negqi lvfalmg

Hfit, D.

1994. Authentic Assessment

A

Handbook

for

Educaors. New

York

Addison-Wesley publish- ing pompany.

Heni4 D.N. 2006. Applying Metacognitive Straegies to Skimming Resesch Articles

in on

ESp Contqt.

English Teaching F or um. (7) pp. 2-7

Teachbg Content and Thinking Skill. (Third Edi- tion). Boston: ,{llyn and Bacon.

Kayashim4

M&

Inaba"

A.

Tanpa tahtn. The lulodel

of

Metacognitive Skill

md

How Facilitae Develop mefr

of

the Skill. kayasima@litr'"magawa.acjp.

htp://www. search-ebooks.com/doumload/dUthe- model-of-metacopitive-shll-and-how-to.

frcilitate-.pdf

Dia}ses 18 Desember 2007 Kemp, J.E., Morrison, G.R, dan Ross, S.M. 1994. De-

signing Efective

hstruction

New

York

MacMi- lan College Publishing Company.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F., Nur, M,

& Ismono.2000.

Spivey, Pembelajaran Kooperattf, Surabaya: Unesa Uni-

versity Press.

Kauchalg D.P & Eggen, P.D.1996.

Strdegirfor

Teachqs.

Livingston,

J.A. Dn.

Metacognition:

An

Overview

Stae

Univ.

Of New york a Bffilo

(Online) (hup:/iwww.gse.buftlo. edu/frs/shuelV cep564/

Metacog.htn. Diakses 18 Desember 2007 lvlarzano,

R J.

1993.

How

Classroom Teachers

Ap

proach the Teaching

of

Thingking. Theory Into Pr actice, Volume 32, (3) I S4-I 59.

Marzuki

M. R E.

2005. Implenentmian of Reciprocat 'Ieaching Strategt in Jigsaw Model

in

order to Improve Competence

md

Response of Students on the Learning af Cancept of Hwnan Reproduc- tionSystem inGrade

II

of SMAN I0

Malmg.Te-

sis tidak dipublikasikan. Malang: pps Universitas NegeriMalang.

Nur,

M.

2N4. &rdegi-strqtegi Belqju.suabaya:

UNF

SA- niversity

Palincsa, A. S.,

&

Brcwn, A. L. 1986. Interactive Teaching to Promote Independent LeamingFrom Text. The Reading Teaclw 39 (8): 7t-77 (Online).

WJl

www.education.umn.edu. Diakses 14-06-0S).

Pet€rs, M.2000"

Dos

ConsE'uctivist Episternolory Have a Place

in

Nurse Education. Journal

of

Nursing Education 39 (4):

lffi-170.

Schlesinger, C. 2000. Ciassroom Management Special

Educaion.

Mini-Project. November

lZ,

2000.

h@/Avww.albmy.edu/^cg I 60/reseactr/classoom ireciprocalteaching.pdf. Diak€s 12 l|l4ar;et2Cfi}

Slavi4 S.E. 2000.8&tcational Psychologt, Theory and Practice. Sixth Fdition. Boston: Allyn and Bacon Publishen.

Norman

R &

Cuthberr

A.

2006. Reciprocal Teaching of l,echne Comprehension Skills in Col- lege Sfi.rdenrts.

Jowtal

of

Sclnlrship

of feaching and

Lerning,Vol.

6(2): 66-83.

Tim Broad Based Education (BBE). 2002. pendiditrnt Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Me- lalui Pende't;dqn Broad Based E&tcdion (BBE).

Jalcrta: Departemen Pendidikan Nasional.

7-aidi.2C[l6.

Pengruh

Metode

PBL

Vs Ceramah dan Motivasi Berprestasi

terhadq

Hasil

Belajw &

Retensi Hasil Belajar

IPA

Kelas

III

Ma*asah

Ibtidaiah

Jen&al Sudirman Kota Malang. Tesis tidak dbublilcasil<ar Malarg: PPs Universius Negui Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Media ajar modul cisco packet tracer dinyatakan layak dipakai dikelas dengan skor

Selama periode 1985-2001, Indonesia secara konsisten berhasil mempertahankan pangsa ekspornya di pasar lada dunia (Amerika Serikat, MEE dan Singapore), sementara tiga negara

Dari uraian yang serba ringkas tersebut dapat ditarik benang merah bahwa dalam lingkungan sekolah, kegiatan belajar perlu didukung oleh sarana yang memadai, salah

Bermain dengan penggunaan peran, memiliki penekanan pada tokoh atau peran perwakilan pemain di dalam permainan, yang biasanya adalah tokoh utamanya, dimana seiring kita

Dengan menggunakan tingkat kemiskinan sebagai target intervensi dan angka partisipasi murni (APM) sebagai salah satu indikator utama dibidang pendidikan pada jenjang

Hingga saat ini penelitian mengenai kadar PAI-1 plasma pada penderita stroke iskemik akut yang dihubungkan dengan status neurologis pada hari ke 1 dan hari ke 14 belum

Ahmad Amin dalam bukunya “Etika” (ilmu akhlak) menjelaskan bahwa akhlak sebagai ilmu pengetahuan ialah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk,

Nilai jejak karbon pegawai berdasarkan tingkat pendidikan dan pendapatan menunjukkan pola yang hampir sama, yakni meningkat seiring dengan peningkatan tingkat